Anda di halaman 1dari 3

PROSEDUR PERIZINAN PRAKTEK KEPERAWATAN

Perizinan praktek perawat tidak lepas dari adanya profesionalisasi


keperawatan dan legislasi. Perawat yang professional bertanggung jawab
berwenang memberikan pelayanan keperawatan kepada masyrakat baik
secara mandiri ataupun berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain.
Berhubungan dengan hal itu legislasi dimaksudkan untuk memberikan
pengertian dan perlindungan hukum bagi tenaga keperatan dan
masyarakat.

Seorang perawat tidaklah mudah menjalankan tugasnya tanpa


memperoleh beberapa registrasi, sertifikasi dan surat izin praktik. Setiap
perawat yang akan menjalankan pekerjaan keperawatan wajib memiliki :

1. Surat Izin Perawat (SIP) yaitu Bukti tertulis pemberian kewenangan


untuk menjalankan pekerjaan keperawatan diseluruh wilayah
Indonesia.

2. Surat Izin Kerja (SIK) yaitu bukti tertulis yang diberikan kepada
perawat untuk melakukan praktik keperawatan di sarana pelayanan
kesehatan.

3. Surat Izin Praktik Perawat (SIPP) yaitu bukti tertulis yang diberikan
kepada perawat untuk menjalankan praktik perawat
perorangan/kelompok.

Ke 3 Surat Izin tersebut sesuai ketentuan hukum :

KEPMENKES 1239 tahun 2001

UU No.23 Tentang Kesehatan Tahun 1992

PP No.32 Tahun 1996 Tentang Tenaga Kesehatan

UU No.8 Tentang Perlindungan Konsumen

TATA CARA PERMOHONAN MEMPEROLEH SIP. SIK, DAN SIPP

Berdasarkan seminar yang pernah saya ikuti menngenai LEGALITAS,


PRASYARAT DAN PROSEDUR PERIZINAN PRAKTIK KEPERAWATAN dapat
saya simpulkan beberapa cara permohonan untuk memperoleh SIP, SIK,
dan SIPP yaitu dengan cara :

1. Registrasi untuk mendapatkan SIP (Surat Izin Perawat)

Perawat wajib mendaftarkan diri pada Dinas Kesehatan Provinsi untuk


mendapatkan SIP sebagai persyaratan pekerjaan keperawatan dan
memperoleh nomor registrasi. Sasaran registrasi adalah semua lulusan
pendidikan keperawatan. Keluaran proses registrasi dalam bentuk SIP
yang berlaku diseluruh wilayah Indonesia dan memperoleh nomor
registrasi yang bersifat tetap dan berlaku sepanjang masa untuk setiap
perawat. Pejabat yang berwenang menerbitkan SIP adalah Kepala
Dinas Kesehatan Provinsi. Registrasi terbagi Dua yaitu registrasi awal
dan registrasi ulang. Registrasi awal dilakukan oleh setiap perawat
setelah yang bersangkutan lulus dari pendidikan keperawatan
sedangkan registrasi ulang diberikan kepada perawat yang sudah
bekerja dan dilakukan setiap 5 tahun.

Kelengkapan Registrasi Sebagai dimana yang dimaksud meliputi :

o Foto kopi ijazah pendidikan keperawatan

o Surat Keterangan sehat dari dokter

o Pas foto

2. Pembuatan SIK (Surat Izin Kerja)

Setelah mendapatkan SIP, perawat baru dapat membuat SIK. Sasaran


Izin Kerja Perawat adalah semua perawat. SIK hanya berlaku pada satu
tempat sarana pelayanan kesehatan. Pejabat yang menerbitkan SIK
adalah Kantor Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten.

3. A. Penerbitan SIPP

Pembuatan SIPP dengan mengajukan permohonan kepada Kantor


Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten setempat menggunakan form IV
Kepmenkes 1239/2001. SIPP diterbitkan kepada perawat yang minimal
memiliki pendidkan dasar DIII keperawatan. Permohonan diajukan dengan
melampirkan :

1. Foto kopi Ijazah pendidikan keperawatan terakhir

2. Surat Pengalaman kerja selama 3 tahun bagi lulusan DIII


keperawatan

3. Foto kopi SIP

4. Rekomendasi dari organisasi profesi PPNI

B. Pembaharuan SIPP

SIPP diperbahrui 6 bulan sebelum berakhirnya masa berlaku SIPP.


Permohonan rekomendasi PPNI untuk mendapatkan SIPP lanjutan
diajukan perawat menggunakan formulir F(terlampir). Permohonan
ini dikirimkan ke Kantor Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten diwilayah
tempat yang bersangkutan melaksanaakan praktik. Kepala Dinas
Kesehatan Kota/Kabupaten menerbitkan SIPP Lanjutan, jika
permohonan disetujui. SIPP lanjutan dikirimkan kepada yang
bersangkutan dengan tembusan ke pengurus organisasi profesi
Kota/Kabupaten. SIPP lanjutan tidak diterbitkan jika tidak memenuhi
persyaratan dengan memberikan alasan penolakan tersebut dengan
menggunakan formulir VII.