Anda di halaman 1dari 12

PT.

PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Keselamatan Ketenagalistrikan

MATERI PELAJARAN NO. 1

KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN (K2)

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -1/218
PT. PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Keselamatan Ketenagalistrikan

DAFTAR ISI / POKOK BAHASAN

1. Hubungan antara K2 dan K3


2. Pengertian Keselamatan Ketenagalistrikan (K2)
3. Landasan Hukum K2
4. Ruang Lingkup K2
5. 4 (Empat) Pilar K2
6. Pengertian K3
7. Undang - Undang No.1 Tahun 1970
8. Hak dan Kewajiban setiap tenaga kerja
9. Filosopi Dasar
10. Pola penerapan K2 / K3 di PT PLN (Persero)
11. Pengaruh K2 terhadap kinerja Unit Unit PT PLN (Persero)

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -2/218
PT. PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Keselamatan Ketenagalistrikan

TUJUAN MATA PELAJARAN


Setelah menyelesaikan mata pelajaran peserta mampu menerapkan prinsip prinsip
K2 / K3 untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

TUJUAN POKOK BAHASAN


Setelah menyelesaikan pokok bahasan peserta mampu:
1. Menjelaskan Hubungan antara K2 dan K3
2. Menjelaskan Pengertian Keselamatan Ketenagalistrikan (K2)
3. Menjelaskan Ruang Lingkup K2 di PT PLN (Persero)
4. Memahami Landasan Hukum K2
5. Menjelasakan 4 (Empat) Pilar K2
6. Menjelaskan Pengertian K3
7. Menjelaskan Undang - Undang No.1 Tahun 1970
8. Menjelaskan Hak Dan Kewajiban Setiap Tenaga Kerja
9. Menjelaskan Filosopi Dasar pengelolaan K2/K3
10. Memahami Pola penerapan K2 / K3 di PT PLN (Persero)
11. Memahami Pengaruh K2 terhadap Kinerja Unit Unit PT PLN (Persero) /
Sesuai SK Direksi NO : 099.K/DIR/2008, Tanggal 02 April 2008.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -3/218
PT. PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Keselamatan Ketenagalistrikan

1.1. Hubungan antara K2 dan K3


Bagaimana hubungan antara K2 dan K3 ?
Hubungan antara K2 dan K3 dapat dijelaskan sebagai berikut :

K3 = Keselamatan dan Kesehatan Kerja


K2 = Keselamatan Ketenagalistrikan

1.2. Pengertian Keselamatan Ketenagalistrikan (K2)


Definisi / Pengertian :
Keselamatan Ketenagalistrikan adalah segala upaya atau langkah-angkah
pengamanan instalasi tenaga listrik dan pengamanan pemanfaat tenaga listrik untuk
mewujudkan kondisi andal bagi instalasi dan kondisi aman dari bahaya bagi
manusia, serta kondisi akrab lingkungan (ramah lingkungan ), dalam arti tidak
merusak lingkungan hidup disekitar instalasi tenaga listrik.

Upaya untuk mewujudkan A 3 dapat dilakukan dengan ;


1.Standarisasi
2. Penerapan 4 pilar K2
3. Sertifikasi
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
Hal -4/218
PT. PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Keselamatan Ketenagalistrikan

4. Penerapan SOP / IK
5. Adanya pengawas pekerjaan

1.3. Landasan hukum / Dasar hukum


1. UU No.1 / 1970 tentang Keselamatan Kerja
2. UU No 30 / 2009 tentang Ketenagalistrikan
3. Keppres No.22 / 1993 ttg Penyakit Yang Timbul Karena Hubungan Kerja
4. Kep Menaker No.5/Men/1996 ttg Sistem Manajemen K3 (SMK3)
5. Kep Direksi No.090.K/DIR/2005 ttg Pedoman Keselamatan Instalasi
6. Kep Direksi No.091.K/DIR/2005 ttg Pedoman Keselamatan Umum
7. Kep Direksi No.092.K/DIR/2005 ttg Pedoman Keselamatan Kerja

Ketentuan Keselamatan ketenagalistrikan menurut Undang-Undang


ketenagalistrikan No 30 / 2009 :
1. Setiap usaha ketenagalistrikan wajib memenuhi ketentuan keselamatan
ketenagalistrikan
2. Keselamatan ketenagalistrikan meliputi :
a. Standarisasi
b. Pengamanan instalasi dan pemanfaat TL untuk mewujudkan kondisi :
- Andal dan aman bagi instalasi ( Keselamatan Instalasi )
- Aman dari bahaya bagi manusia :
* Tenaga Kerja ( Keselamatan Kerja )
* Masyarakat Umum ( Keselamatan Umum )
- Akrab lingkungan ( Keselamatan Lingkungan )
c. Sertifikasi :
- Sertifikasi laik operasi bagi instalasi penyediaan TL,
- Sertifikasi kesesuaian dengan standar PUIL untuk instalasi
pemanfaatan TL (instalasi pelanggan),
- Tanda keselamatan bagi pemanfaat TL (alat kerja/rumah tangga)
- Sertifikasi kompetensi bagi tenaga teknik ketenagalistrikan

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -5/218
PT. PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Keselamatan Ketenagalistrikan

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -6/218
PT. PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Keselamatan Ketenagalistrikan

1.4. Lingkup K2

Pegangan awal dalam melaksanakan kegiatan yang mempunyai potensi bahaya :


- Standarisasi Proses ( Pemasangan dsb)
- Standarisasi Uji (Performance Test, Komisioning dsb)
- Standarisasi Produk (Spesifikasi dsb)

Beberapa pengertian / definisi :


Keselamatan kerja adalah upaya untuk mewujudkan kondisi aman bagi pekerja dari
bahaya yang dapat ditimbulkan oleh kegiatan Instalasi dan kegiatan
ketenagalistrikan lainnya dari Perusahaan, dengan memberikan perlindungan,
pencegahan dan penyelesaian terhadap terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit
yang timbul karena hubungan kerja yang menimpa pekerja.

Keselamatan umum adalah upaya untuk mewujudkan kondisi aman bagi masyarakat
umum dari bahaya yang diakibatkan oleh kegiatan Instalasi dan kegiatan
ketenagalistrikan lainnya dari Perusahaan, dengan memberikan perlindungan,

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -7/218
PT. PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Keselamatan Ketenagalistrikan

pencegahan dan penyelesaian terhadap terjadinya kecelakaan masyarakat umum


yang berhubungan dengan kegiatan Perusahaan.

Keselamatan lingkungan adalah upaya untuk mewujudkan kondisi akrab lingkungan


dari Instalasi, dengan memberikan perlindungan terhadap terjadinya pencemaran
dan / atau pencegahan terhadap terjadinya kerusakan lingkungan yang diakibatkan
oleh kegiatan Instalasi.
Keselamatan instalasi adalah upaya untuk mewujudkan kondisi andal dan aman bagi
Instalasi, dengan memberikan perlindungan, pencegahan dan pengamanan terhadap
terjadinya gangguan dan kerusakan yang mengakibatkan Instalasi tidak dapat
berfungsi secara normal dan atau tidak dapat beroperasi.

1.5. 4 (Empat) Pilar K2


Empat Pilar K2 terdiri dari :
Pilar 1 : Keselamatan Kerja
Pilar 2 : Keselamatan Umum
Pilar 3 : Keselamatan Lingkungan
Pilar 4 : Keselamatan Instalasi

Keempat pilar tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

EMPAT PILAR
KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN

MELIPUTI

KESELAMATAN
KESELAMATAN KESELAMATAN
KESELAMATAN KESELAMATAN
KESELAMATAN KESELAMATAN
KESELAMATAN
KERJA
KERJA UMUM
UMUM LINGKUNGAN
LINGKUNGAN INSTALASI
INSTALASI

PERLINDUNGAN PERLINDUNGAN PERLINDUNGAN


PERLINDUNGAN
TERHADAP : PEGAWAI, TERHADAP : TERHADAP :
TERHADAP :
BUKAN PEGAWAI MASYARAKAT UMUM INSTALASI
LINGKUNGAN
SEKITAR INSTALASI, PENYEDIAAN TENAGA
INSTALASI
PELANGGAN, TAMU LISTRIK

PENCEGAHAN
PENCEGAHAN PENCEGAHAN
PENCEGAHAN PENCEGAHAN
PENCEGAHAN PENCEGAHAN
PENCEGAHAN
TERHADAP
TERHADAP TERHADAP
TERHADAP TERHADAP
TERHADAP TERHADAP
TERHADAP
KECELAKAAN
KECELAKAAN DAN
DAN KECELAKAAN
KECELAKAAN PENCEMARAN,
PENCEMARAN, KERUSAKAN
KERUSAKAN
PENYAKIT
PENYAKIT AKIBAT
AKIBAT MASYARAKAT
MASYARAKAT UMUM
UMUM KERUSAKAN
KERUSAKAN INSTALASI,
INSTALASI,
KERJA
KERJA LINGKUNGAN
LINGKUNGAN KEBAKARAN
KEBAKARAN DLL
DLL

11
Meningkatkan kompetensi menawarkan solusi Anton Suranto

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -8/218
PT. PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Keselamatan Ketenagalistrikan

1.6. Pengertian K3
Upaya atau pemikiran dan penerapannya yang ditujukan untuk menjamin
keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja
pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya,
untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja
Keselamatan kerja adalah suatu usaha pencegahan terhadap kecelakaan kerja yang
dapat menimbulkan berbagai kerugian, baik kerugian harta benda (rusaknya
peralatan), maupun kerugian jiwa manusia (luka ringan, luka berat, / cacat bahkan
tewas).
Pengertian Kecelakaan
Kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga /tiba-tiba yang dapat menimbulkan
korban manusia dan atau harta benda

1.7. Undang-Undang nomor 1 tahun 1970 tentang :


Keselamatan Kerja
Diundangkan tanggal : 12 januari 1970
Tujuan / sasaran dari undang undang ini adalah :
1. Agar tenaga kerja dan setiap orang lain yang berada ditempat kerja selalu
dalam keadaan selamat dan sehat.
2. Agar sumber sumber produksi dapat dipakai dan digunakan secara aman
dan efisien
3. Agar proses produksi dapat berjalan secara aman dan efisien

Undang undang ini diberlakukan untuk setiap tempat kerja yang di dalamnya
terdapat tiga unsur , yaitu :
1. Adanya suatu usaha, baik usaha yang bersifat ekonomi maupun sosial
2. Adanya tenaga kerja yang bekerja di dalamnya, baik secara terus menerus
atau hanya sewaktu-waktu
3. Adanya sumber bahaya

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -9/218
PT. PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Keselamatan Ketenagalistrikan

1.8. Hak dan Kewajiban setiap tenaga kerja dalam K3 (bab VIII,
pasal 12 ,UU no : 1 tahun 1970)
1. Memberikan keterangan yang benar tentang k3, bila diminta oleh
pengawas / ahli k3
2. Memakai alat-alat pelindung diri yang diwajibkan
3. Mematuhi dan mentaati semua syarat k3
4. Minta kepada pengurus agar dilaksanakan semua syarat k3 yang di
wajibkan
5. Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat k3 dan alat
pelindung diri yang diwajibkan diragukan olehnya, kecuali dalam hal-hal
khusus yang ditentukan oleh pengawas dalam batas-batas yang masih
dapat di pertanggung jawabkan

1.9. Filosopi Dasar pengelolaan K2/K3


Filosofi dasar dalam mengelola kegiatan K2/K3 dapat dijelaskan sebagai berikut ;
1 Mengelola kegiatan K3 diibaratkan dengan orang naik sepeda di jalan
tanjakan, bila berhenti mengayuh,maka sepedanya akan terjatuh.
2 Harus selalu ada aktivitas K3 agar tidak terjadi kecelakaan kerja
3 K3 harus melibatkan seluruh unsur yang ada diperusahaan tanpa kecuali
(Safety By All)

1.10. Pola penerapan K2 / K3 di PT PLN (Persero)


Pola pelaksanaan K3 di PT PLN (Persero) dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Pola penerapannya sesuai dengan Budaya Perusahaan
2. K2/K3 didefinisikan dan dipahami dengan jelas oleh segenap karyawan
3. Adanya komitmen yang jelas dari Top Manajemen dari setiap unit unit
kerja PLN
4. Pengorganisasian K2 / K3 ditangani dengan jelas oleh;
- Pejabat yang bertanggung jawab terhadap program K2/K3
- Ahli K3
- P2K3 (Panitia Pembina K3)

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -10/218
PT. PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Keselamatan Ketenagalistrikan

- Disusunnya rencana kerja K2/K3 yang meliputi kegiatan / program


program sebagai berikut :
a. Program teknis Operasional,meliputi ;
- Perlindungan dan pencegahan kecelakaan
- Pendidikan dan Pelatihan
- Pencegahan dan penaggulangan bahaya kebakaran
- Kesehatan kerja
- Investigasi,pelaporan dan tindak lanjut kecelakaan
- Pemeliharaan dan peningkatan K2 / K3
b. Program Manajemen meliputi;
- Zero Accident ( Kecelakaan Nihil)
- SMK3 (Sistem Manajemen K3)
Hasil penerapan program K2 / K3 dapat dilihat pada Statistik dan kinerja unit unit
PLN khususnya dalam kinerja K2 / K3 serta adanya penghargaan prestasi K2 / K3
dari pihak / institusi yang berwenang.

1.11. Pengaruh K 2 terhadap penilaian tingkat kinerja unit- unit PT


PLN (Persero).
Dituangkan dalam Keputusan Direksi PT PLN (Persero) yang mengatur tentang
Sistem penilaian tingkat kinerja PT PLN (Persero)
Pembangkit,Wilayah,Distribusi,Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban serta Jasa
Penunjang .
Dalam Keputusan Direksi tersebut :
K2 Merupakan salah satu indikator kinerja yang dinilai pada Perspektif Bisnis
Internal
K2 adalah indikator yang digunakan untuk mengukur ketaatan unit unit PLN
untuk melaksanakan kewajiban :
1. Keselamatan kerja
2. Keselamatan Instalasi
3. Keselamatan Umum
4. Keselamatan Lingkungan

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -11/218
PT. PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Keselamatan Ketenagalistrikan

Jika K2 ini tidak dilaksanakan, maka akan menjadi Salah satu faktor pengurang
penilaian tingkat kinerja unit -unit PLN.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan


Hal -12/218