Anda di halaman 1dari 16

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Ujian Akhir Semester IV (Empat)

mata kuliah Pendidikan Fikih


Yang diampu oleh Sofwan, M.Pd.I

Disusun oleh :
Manusatul Khaoro ( 15115562)
Muhammad Rois Fauzhi ( 15115563 )
Muslim Nurdin ( 15115566 )

Kelas : PAI IV A

Program Studi Pendidikan Agama Islam


Fakultas Tarbiyah
INSTITUT AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA
Jl. Tentara Pelajar No. 55 B Kebumen
Tahun 2017

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah kami mengucapkan kehadirat Allah SWT yang


telah melimpahkan rahmat, karunia dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul Model Pembelajaran Fikih di Madrasah.
Penyusunan makalah ini digunakan untuk memenuhi tugas Ujian Akhir Semester
IV (Empat) mata kuliah Pendidikan Fikih yang diampu oleh Sofwan, M.Pd.I. Pada
kesempatan ini perkenankan kami mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Bapak Imam Satibi, selaku Rektor Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama
Kebumen.
2. Bapak Sofwan, M.Pd.I selaku dosen pembimbing mata Pendidikan Fikih.
3. Petugas perpustakaan IAINU Kebumen, yang selalu mengizinkan kami
dalam peminjaman buku untuk penyelesaian makalah ini.
4. Teman teman kelas PAI semester IV khususnya kelas A yang telah
memberikan segala dukungan, saran dan bantuannya dalam proses
penyusunan tugas ini.
5. Semua pihak yang telah membantu penyelesaian tugas ini. Sehingga tugas
ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Kami sadar dalam makalah ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan,
kami mohon maaf dan meminta kepada bapak/ibu dosen, kiranya sudi memberikan
kritik dan saran untuk perbaikan selanjutnya. Sekian dari kami semoga tugas ini
sesuai dengan apa yang diharapkan dan dapat bermanfaat bagi yang membacanya.

Penyusun

2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................ 1


KATA PENGANTAR ...................................................................................... 2
DAFTAR ISI ..................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................... 4
B. Rumusan Masalah .......................................................................... 4
C. Tujuan Penulisan ............................................................................ 4
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Model Pembelajaran Fikih ........................................... 5
B. Ciri-ciri Model Pembelajaran Fikih di Madrasah .......................... 6
C. Model Pembelajaran fikih di Madrasah ......................................... 7
BAB III PENUTUP
Kesimpulan .......................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 16

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pada hakikatnya pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan secara
sadar oleh pendidik secara terprogram sehingga peserta didik mampu belajar
secara aktif. Pembelajaran dilakukan untuk mengembangkan kreativitas peserta
didik. Model adalah pola atau contoh acuan dari sesuatu yang akan dibuat atau
dihasilkan. Sedangkan, fikih adalah ilmu yang membahas tentang hukum-
hukum-hukum islam.
Dalam pelaksanaan pembelajaran khususnya pembelajaran fikih di
madrasah, seorang pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran yang
akan diberikan kepada peserta didiknya sering kali mengalami kesulitan baik
dalam memilih, menetapkan, dan menerapkan model-model tersebut kedalam
proses pembelajaran.
Untuk itu, dalam makalah ini akan membahas tentang model-model
pembelajaran fikih agar nantinya proses pembelajaran tersebut dapat berjalan
sesuai dengan yang diharapkan serta dapat mencapai tujuan pembelajaran.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran fikih?
2. Bagaimana ciri-ciri model pembelajaran fikih?
3. Apa sajakah model pembelajaran fikih di madrasah?

C. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui model pembelajaran fikih.
2. Untuk mengetahui ciri-ciri model pembelajaran fikih.
3. Untuk mengetahui model pembelajaran fikih di madrasah.

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Model Pembelajaran Fikih


Secara bahasa, model pembelajaran terdiri dari dua kata yaitu model dan
pembelajaran. Model diartikan sebagai suatu pola atau contoh dari sesuatu yang
akan dibuat atau dihasilkan. Sedangkan, pembelajaran ialah proses atau cara
menjadikan orang belajar atau terjadinya saling memengaruhi antara komponen
tujuan, pendidik, peserta didik, materi, jenis kegiatan yang dilakukan serta
sarana dalam suatu sistem pembelajaran. Pembelajaran juga diartikan sebagai
usaha untuk terciptanya situasi belajar sehingga dapat memperoleh atau
meningkatkan kemampuannya.
Secara terminologi, model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang
menggambarkan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan
pengalaman belajar untuk mencapai tujuan tertentu, dan berfungsi sebagai
pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam
merencanakan serta melaksanakan aktivitas pembelajaran.1
Fikih (al-fiqhu) berarti faham atau tahu. Secara istilah fikih adalah ilmu
yang menerangkan hukum-hukum syariat islam yang diambil dari dalil-dali
yang terperinci. Fikih adalah ilmu pengetahuan yang membahas tentang
hukum-hukum islam yang bersumber pada Al Quran, As-Sunnah dan dalil-
dalil syari lainnya. Menurut Islamik Yurispudence, fikih ialah norma-norma
dan ketentuan hukum syari yang mengatur tingkah laku manusia.
Jadi, model pembelajaran fikih adalah suatu pola yang digunakan oleh
pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran khususnya pada
pembelajaran fikih islam kepada peserta didiknya agar dapat mencapai tujuan
pembelajaran secara efektif zdan efisien, serta sesuai dengan sumber ajaran
islam yakni Al Quran, As-Sunnah dan dalil-dalil syari. Fungsi model
pembelajaran fikih adalah sebagai pedoman bagi pendidik dalam melaksanakan

1
Jawane Malau. (2013). Model-model Pembelajaran. Jakarta: Departemen Pendidikan
Nasional

5
pembelajaran sesuai dengan ajaran islam. Hal ini menunjukkan bahwa setiap
model yang akan digunakan dalam pembelajaran menentukan perangkat yang
dipakai dalam pembelajaran tersebut.2

B. Ciri-ciri Model Pembelajaran Fikih di Madrasah


Sebuah model pembelajaran dapat dikatakan sebagai model pembelajaran
jika memiliki ciri-ciri tertentu, yakni :
1. Rasional teoritik logis yang disusun oleh para pencipta atau
pengembangnya.
2. Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana peserta didik belajar
(tujuan pembelajaran yang akan dicapai).
3. Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat
dilaksanakan dengan berhasil.
4. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat
tercapai.3
Berdasarkan ciri pembelajaran tersebut, maka suatu model pembelajaran
di dalamnya mencakup beberapa komponen, antara lain :
1. Diskripsi lingkungan belajar.
2. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran.
3. Manfaat pembelajaran.
4. Materi pembelajaran/ kurikulum.
5. Media pembelajaran.
6. Desain pembelajaran.
Selain ciri khusus pada model pembelajaran Nieveen dan Trianto. Model
pembelajaran dapat dikatakan baik jika memenuhi kriteria sebagai berikut :
a. Valid, aspek validitas dikaitkan dengan dua hal, yaitu :
1. Apakah model yang dikembangkan didasarkan pada rasional teritik
yang kuat.
2. Apakah terdapat konsistensi internal.

2
Jamaluddin dkk. (2015). Pembelajaran Perspektif Islam. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
3
Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia

6
b. Praktis, aspek ini hanya dapat dipenuhi jika :
1. Para ahli dan praktisi menyatakan bahwa apa yang dikembangkan
tersebut dapat diterapkan.
2. Kenyataan menunjukkan bahwa apa yang dikembangkan tersebut dapat
diterapkan.
c. Efektif, berkaitan dengan aspek efektifitas. Naveen memberikan parameter
sebagai berikut :
1. Ahli dan praktisi berdasarkan pengalamannya menyatakan bahwa
model tersebut efektif.
2. Secara operasional model tersebut memberikan hasil sesuai dengan
yang diharapkan.4

C. Model Pembelajaran Fikih di Madrasah


1. Team Quiz (Menguji Tim)
Teknik ini meningkatkan kemampuan tanggung jawab peserta didik
terhadap apa yang mereka pelajari melalui cara yang menyenangkan dan
tidak menakutkan. Dalam pembelajaran fikih teknik ini bisa digunakan
untuk membahas Isi Kandungan ayat/ Surat Pendek al-Quran, penerapan
isi kandungan ayat, atau kandungan dari hadist-hadist.
Langkah-langkah:
a. Pilihlah topik yang dapat dipresentasikan dalam tiga bagian.
b. Bagilah peserta didik menjadi 3 tim.
c. Jelaskan bentuk sesinya dan mulailah presentasi. Batasi presentasi
sampai 10 menit atau kurang.
d. Minta tim A sebagai pemimpin kuis, untuk menyiapkan kuis yang
berjawaban singkat. Kuis ini tidak memakan waktu lebih dari 5
menit untuk persiapan. Tim B dan C memanfaatkan waktu untuk
meninjau catatan mereka.

4
http://ruhansyah.blogspot.co.id/2015/09/mode-pembelajaran-perspektif-al-quran.html?m=1

7
e. Tim A menguji anggota tim B. Jika Tim B tidak bisa menjawab, Tim
C diberi kesempatan untuk menjawabnya.
f. Tim A melanjutkan ke pertanyaan selanjutnya kepada anggota Tim
C, dan ulangi prosesnya.
g. Ketika kuis selesai, lanjutkan dengan bagian kedua pelajaran Anda,
dan tunjuklah Tim B sebagai pemimpin kuis.
h. Setelah Tim B menyelesaikan ujian tersebut, lanjutkan dengan
bagian ketiga dan tentukan tim C sebagai pemimpin kuis.
2. Jigsaw Learning
Teknik pembelajaran yang memiliki kesamaan dengan teknik
pertukaran dari kelompok (group-to-group exchange), dengan satu
perbedaan penting yaitu setiap peserta didik mengajarkan sesuatu. Ini
adalah alternatif menarik, ketika ada materi pembelajaran fikih yang
banyak, dapat dipelajari dengan disingkat atau dipotong, dengan
ketentuan tidak ada bagian yang harus diajarkan sebelum bagian yang lain.
Setiap kali peserta didik mempelajari sesuatu yang dipadukan dengan materi
yang telah dipelajari oleh peserta didik lain, dibuat sebuah kumpulan
pengetahuan yang bertalian.
Langkah-langkah :
a. Pilihlah materi belajar yang dapat dipisah menjadi bagian-bagian.
Satu bagian dapat disingkat menjadi beberapa alenia atau beberapa
halaman. Contohnya :
- Materi tentang fikih wudhu : cara berwudhu, tujuan, ketentuaan-
ketentuan wudhu, dan hal yang membatalkannya.
- Materi tentang hadits Nabi SAW : pengertian, fungsi, cara
mempedomani.
b. Hitunglah jumlah bagian materi belajar dan jumlah peserta didik.
Bagikan tugas yang berbeda kepada kelompok peserta yang
berbeda. Contoh : sebuah kelas terdiri atas 12 orang peserta.
Anggaplah anda dapat membagi materi pelajaran dalam tiga bagian,
kemudian anda dapat membentuk tiga kwartet (kelompok belajar

8
yang terdiri dari empat orang) dengan tugas membaca, berdiskusi,
dan mempelajari materi yang ditugaskan kepada mereka.
c. Setelah selesai, bentuklah kelompok Jigsaw Learning. Setiap
kelompok mempunyai seseorang wakil dari masing-masing
kelompok dalam kelas. Setiap anggota masing-masing kwartet
menghitung 1,2,3, dan 4. Kemudian bentuklah kelompok peserta
didik Jigsaw Learning dengan jumlah sama. Hasilnya akan
terdapat 4 kelompok yang terdiri dari 3 orang (trio). Dalam setiap
trio akan ada seorang peserta yang mempelajari bagian 1, seorang
untuk bagian 2, dan seorang lagi bagian 3.
d. Mintalah anggota kelompok Jigsaw untuk mengajarkan materi
yang telah dipelajari kepada yang lain.
e. Kumpulkan kembali peserta didik ke kelas besar untuk memberi
ulasan dan sisakan pertanyaan guna memastikan pemahaman yang
tepat.
3. Information Search (Pencarian Informasi)
Model pembelajaran ini sama dengan ujian open book. Tim mencari
informasi (normalnya dilakukan dalam pelajaran dengan metode ceramah)
untuk menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya. Metode ini
khususnya sangat membantu dalam materi yang membosankan. Misal:
Beriman kepada Zat dan Afal Allah melalui Telaah QS. Al-Fatihah dan
Al-Nas.
Langkah-langkah :
a. Buatlah kelompok pertanyaan yang bisa dijawab dengan cara
mencari informasi yang dapat dijumpai di sumber materi yang telah
Anda buat untuk peserta didik. Sumber informasi bisa mencakup :
- Selebaran
- Dokumen
- Buku teks
- Buku panduan
- Komputer mengakses informasi

9
b. Berilah pertanyaan-pertanyaan tentang topik / berilah peserta didik
tugas yang berbeda seperti satu kasus untuk dipecahkan, latihan
yang bisa mencocokkan butir-butir soal, atau menyusun acak kata.
Jika tidak diacak, tunjukkan istilah penting yang terdapat pada
sumber informasi.
c. Biarkan peserta didik mencari informasi dalam tim kecil.
d. Tinjau kembali jawaban selagi di kelas. Kembangkan jawaban untuk
memperluas jangkauan belajar.
4. Everyone Is a Teacher Here (Everyone can be a teacher)
Setiap orang adalah pendidik, model pembelajaran ini merupakan
sebuah model yang mudah memperoleh partisipasi kelas yang besar dan
tanggung jawab individu. Model pembelajaran ini memberikan kesempatan
kepada setiap peserta didik untuk bertindak sebagai seorang pendidik
terhadap peserta didik lain.
Langkah-langkah :
a. Bagikan kartu indeks kepada setiap peserta didik. Mintalah para
peserta menulis sebuah pertanyaan yang mereka miliki tentang
materi pelajaran yang sedang dipelajari di dalam kelas atau topik
khusus yang akan mereka diskusikan di kelas. Contoh : pendidik
menetapkan tugas bagi kelas untuk diskusi/membahas tentang
Ciri-ciri orang yang mencintai Al-Quran dan Rasulullah.
Dengan membagikan kartu indeks, pendidik meminta peserta didik
menulis sebuah pertanyaan tentang masalah seputar topik yang
perlu dibahas. Pertanyaan tersebut dikumpulkan kepada pendidik,
kemudian dibagikan lagi kepada peserta didik untuk direspons.
b. Kumpulkan kartu, kocok dan bagikan satu pada setiap peserta didik.
Mintalah peserta didik membaca diam-diam pertanyaan atau topik
pada kartu dan pikirkan satu jawaban.
c. Panggilah sukarelawan yang akan membaca dengan keras kartu
yang mereka peroleh dan memberi jawaban.

10
d. Setelah diberi jawaban, mintalah peserta didik lain di dalam kelas
untuk menambahkan apa yang telah disumbang sukarelawan.
e. Lanjutkan selama masih ada sukarelawan.5
5. Billboar Ranking
Banyak materi pelajaran yang tidak mengandung muatan benar atau
salah. Ketika ada nilai-nilai, opini, ide, kecenderungan tentang topik yang
diajarkan pendidik, model aktivitas belajar ini dapat digunakan untuk
menstimulasi pemikiran dan diskusi. Misalnya topik tentang hikmah salat
dan puasa, yang memungkinkan orang dapat menambah dan mengurangi
hikmah tersebut.
Langkah-langkah:
a. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing
beranggotalkan 4 sampai 6 orang.
b. Berikan kepada kelompok daftar yang sama; misalnya tentang hal
berikut ini (pilih salah satu):
- Hikmah puasa, atau hikmah zakat.
- Kerugian bagi orang mukmin yang enggan mau salat.
c. Berikan setiap kelompok kertas post it mintalah mereka untuk
menuliskan tiap butir ide dalam daftar itu pada lembar terpisah.
d. Berikutnya minta setiap kelomok untuk memilah-milah lembaran-
lembaran post it sehingga poin-poin terpenting yang mereka pilih
ada di puncak, dan sisanya ada pada urutan berikutnya secara
beranking.
e. Buatlah papan pengumuman, tempat setiap kelompok memajang
pilihan urutan rankingnya. (CATATAN: kertas post it dapat
dipindahkan ke papan tulis, flipchart, atau pada kertas plano).
f. Bandingkan dan bedakan perankingan yang telah dipajang.

5
Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia

11
6. Tahlilul Khotho
Langkah-langkah :
a. Peserta didik diminta menulis karangan pendek sesuai dengan topik
yang dibahas.
b. Setelah dikoreksi, pendidik mengidentifikasi tentang hasil
karangan, tentang mana yang merupakan frekuensi kesalahan
rendah dan tinggi.
c. Peserta didik diminta menganalisa bersama-sama kesalahan yang
berfrekuensi tinggi.
d. Pendidik menjelaskan letak kesalahan dan membetulkannya secara
hukum qawaid.
e. Pendidik dan peserta didik mengambil kesimpulan.
7. Tabiirus Shuroh
Langkah-langkah :
a. Pendidik menyiapkan gambar terkait topik/ materi pelajaran.
b. Pendidik meminta peserta didik untuk mengamati gambar secara
cermat.
c. Pendidik membagi peserta didik dalam beberapa kelompok.
d. Pendidik meminta semua anggota kelompok mencatat kosakata
(misalnya : bahasa Arab) sebanyak-banyaknya sesuai dengan hasil
pengamatan terhadap gambar yang ada (perlu dibatasi waktu).
e. Selanjutnya setiap kelompok menyusun kalimat sempurna (dalam
bahasa Arab) dan menulisnya di papan tulis.
f. Selanjutnya setiap kelompok mendiskripsikan/ tabir cerita tentang
gambar yang diamati dengan bahasa Arab.
g. Klarifikasi dan kesimpulan.
8. Musykilatut Thullabb
Langkah-langkah :
a. Setelah menerangkan materi, pendidik memberikan potongan
kertas kosong kepada peserta didik agar diisi pertanyaan gramatika
yang belum dipahami.

12
b. Potongan kertas yang berisi pertanyaan tadi agar diberikan kepada
teman sebelahnya untuk dibaca dan diberi tanda cheklist jika ia
ingin mengetahui jawabannya. Jika tidak, harus langsung diberikan
kepada teman berikutnya.
c. Kertas tadi bergulir terus sampai kembali ke penulisnya, kemudian
dihitung tnda cheklist tersebut.
d. Kertas yang paling banyak mendapatkan cheklist merupakan
masalah yang mendapatkan prioritas untuk dijawab.
e. Lalu peserta didik bersama pendidik mendiskusikan jawabannya.
f. Pertanyaan yang belum terjawab dapat dijawab pada pertemuan
berikutnya.
g. Pendidik dan peserta didik melakukan menyimpulkan, klarifikasi
dan tindak lanjut.6

6
Jamaluddin dkk. (2015). Pembelajaran Perspektif Islam. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

13
BAB III
KESIMPULAN

1. Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang menggambarkan


prosedur yang sistematis. Fikih adalah ilmu yang menerangkan hukum-hukum
syariat islam yang diambil dari dalil-dali yang terperinci. Fikih adalah ilmu
yang membahas tentang hukum-hukum islam yang bersumber pada Al Quran,
As-Sunnah dan dalil-dalil syari lainnya. Jadi, model pembelajaran fikih adalah
suatu pola yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan materi
pembelajaran khususnya pada pembelajaran fikih islam kepada peserta
didiknya agar dapat mencapai tujuan pembelajaran secara efektif zdan efisien,
serta sesuai dengan sumber ajaran islam yakni Al Quran, As-Sunnah dan dalil-
dalil syari.
2. Ciri-ciri model pembelajaran, yaitu :
Rasional teoritik logis yang disusun oleh para pencipta atau
pengembangnya.
Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana peserta didik belajar
(tujuan pembelajaran yang akan dicapai).
Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat
dilaksanakan dengan berhasil.
Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat
tercapai.
Menurut Nieveen dan Trianto, model pembelajaran dapat dikatakan baik jika
memenuhi kriteria :
Valid
Praktis
Efektif
3. Model pembelajaran fikih adalah suatu pola yang digunakan oleh pendidik
dalam menyampaikan materi pembelajaran khususnya pada pembelajaran fikih
islam. Macam-macam model pembelajaran fikih, antara lain :
Team Quiz (Menguji Tim)

14
Information Search (Pencarian Informasi)
Jigsaw Learning
Everyone Is a Teacher Here (Everyone can be a teacher)
Tahlilul Khotho
Billboar Ranking
Tabiirus Shuroh
Musykilatut Thullabb
Model pembelajaran fikih berfungsi sebagai pedoman bagi pendidik dalam
melaksanakan pembelajaran sesuai dengan ajaran islam.

15
DAFTAR PUSTAKA

Jawane Malau. (2013). Model-model Pembelajaran. Jakarta: Departemen


Pendidikan Nasional
Jamaluddin dkk. (2015). Pembelajaran Perspektif Islam. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya
http://ruhansyah.blogspot.co.id/2015/09/mode-pembelajaran-perspektif-al-
quran.html?m=1
Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia

16