Anda di halaman 1dari 8

AGORA Vol. 2, No.

2, (2014)

ANALISIS IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP


GOOD CORPORATE GOVERNANCE
PADA PERUSAHAAN BIDANG CARGO DI SURABAYA

Raymond Wawondos dan Ronny H Mustamu


Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen Petra
Jl. Siwalankerto 121 131, Surabaya
E-mail: rwsray@gmail.com, mustamu@petra.ac.id

Abstrak-Rendahnya reputasi dan kurang Implementasi prinsipprinsip Good Corporate


keseriusan dalam implementasi prinsip-prinsip Good Governance memberikan implikasi positif bagi setiap
Corporate Governance (GCG), menjadikan Indonesia perusahaan dan pemerintah. Kinerja hingga prestasi yang
harus memiliki suatu persiapan dan kajian untuk mengagumkan dan membanggakan dapat diraih atau dicapai
menghadapi dan menyikapi persaingan ekonomi yang baik secara Nasional dan hingga pada taraf Internasional.
ketat. Terdapat beberapa lembagalembaga tertentu yang bersifat
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis masing- tidak terikat dan tidak memaksa (ethical driven) untuk
masing indikator dari prinsip-prinsip Good Corporate memberikan penilaian, peringkat, penghargaan dan melakukan
Governance (GCG), yaitu Transparency, Accountability, penelitian kepada setiap perusahaan atau setiap negara yang
Responsibility, Independency, dan Fairness (TARIF). telah mengimplementasikan prinsip -prinsip Good Corporate
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Governance atau karena implikasi dari implementasi prinsip-
kualitatif. Perolehan data dilakukan dengan proses prinsip Good Corporate Governance. Lembagalembaga
wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian dilakukan tersebut antara lain adalah Fortune 500, Corporate
pada perusahaan bidang cargo di Surabaya, dengan Governance Conference and Awad (IICD), Asian
teknik penerapan narasumber purposive sample. Sumber Development Bank, Asian Corporate Governance Association
data yang dipakai penulis dalam bentuk kata-kata dan (ACGA), dan Asean Corporate Governance Score Card.
tindakan serta sumber tertulis. Proses pengumpulan data Kesadaran dan keseriusan terhadap upaya pemerataan
dengan memakai metode wawancara dan dokumentasi implementasi prinsip prinsip Good Corporate Governance
dengan jenis data deskriptif kualitatif. Teknik analisis di Indonesia sudah dilakukan oleh pemerintah hingga saat ini.
data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif dan Pembuatan serta dengan mengeluarkan peraturan atau regulasi
menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP). yang berkaitan dengan implementasi prinsipprinsip Good
Hasil penelitian menunjukan perusahaan telah Corporate Governance adalah solusi yang bersifat mengikat
menerapkan prinsip -prinsip Good Corporate Governance dan memaksa (regulatory driven) bagi setiap perusahaan
(GCG), terlebih khusus pada prinsipprinsip berbadan hukum atau Perseroan Terbatas (PT), baik
Transparency, Accountability, Responsibility, Independency, perusahaaan pemerintah maupun perusahaan swasta. Peraturan
dan Fairness (TARIF). Berdasarkan pada hasil total nilai atau regulasi tersebut, antara lain adalah Undang-Undang
komposit Analytic Hierarchy Process (AHP) menunjukan No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Undang-
bahwa perusahaan telah menerapkan prinsip prinsip Undang No.25 Tahun 2007 tentang penanaman modal, dan
Good Corporate Governance (GCG) dengan predikat Undang-Undang No.19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha
sangat baik. Milik Negara.
Hingga saat ini penilaian penerapan prinsip-prisip
Kata kunci - Accountability, Fairness, Independency, Good Corporate Governance di Indonesia masih memiliki
Responsibility, dan Transparency. berbagai kekurangan sehingga membutuhkan waktu dan
komitmen yang lebih serius, agar pencapaian dan implemetasi
I. PENDAHULUAN dapat dirasakan secara merata serta memberikan implikasi
yang positif. Penilaian tersebut dapat dilihat pada tabel berikut
Krisis pada tahun 1997 di Indonesia dan disertai ini:
dengan buruknya implementasi tata kelolah pemerintahan dan
setiap perusahaan saat itu, menjadikan perekonomian Tabel 1.1. Nilai Penerapan Corporate Governance (CG)
Indonesia terpuruk. Maka kesadaran terhadap tata kelolah Indonesia Tahun 2012-2013.
yang baik dari pemerintah, perusahaan pemerintah, dan No. Negara % (Rata-Rata)
perusahaan swasta harus dimulai dan diimplementasikan. Tata 1 Thailand 67,7%
kelolah perusahaan yang baik atau Good Corporate 2 Malaysia 62,3%
Governance (GCG) terlebih khusus prinsipprinsipnya yaitu 3 Viet Nam 61,9%
Transparency, Accountability, Responsibility, Independency 4 Singapore 56,1%
dan Fairness (TARIF) menjadi suatu issue yang mengemukan 5 Philippines 48,9%
untuk diperbincangkan, dan merupakan sebagai alat atau 6 Indonesia 43,4%
pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik. Sumber : Asian Development Bank (2013)
AGORA Vol. 2, No. 2, (2014)

Ketergantungan sumber daya tersebut dengan kata lain


Tidak adanya perhatian yang serius dan maksimal adalah adanya suatu keterbatasan bagi suatu organisasi atau
terhadap implementasi prinsip-prinsip Good Corporate perusahaan untuk menjalankan siklus organisasi atau
Governance, mengakibatkan Indonesia menjadi negara perusahaan dengan berbagai modal yang dimilikinya baik
tertinggal dibandingkan antar sesama negara ASEAN tersebut. yang bersifat materil dan non-materil. Sehingga
Hal ini perlu menjadi suatu perhatian serius bagi setiap mengakibatkan organisasi atau perusahaan melakukan suatu
perusahaan dan negara dalam menanggapi dan menyikapi bentuk menutupi kekurangan dan keterbatasan tersebut, seperti
persaingan ekonomi yang ketat. dilakukannya kerjasama, merger, konsolidasi, joint venture,
Khususnya tahun 2015 merupakan tahun Indonesia franchise/waralaba, dan akuisisi.
berperan dan ikut serta dalam kerjasama Internasional. ASEAN (2) Teori Pemangku Kepentingan (Stakeholder Theory)
Economic Community (AEC) adalah bentuk integrasi ekonomi Stakeholder Theory adalah seluruh pihak yang
kawasan ASEAN, sehingga Indonesia perlu melakukan kajian berkempentingan dan berhubungan dengan perusahaan adanya
dan persiapan yang matang bagi negara dan setiap perusahaan pengolongan tertentu (primary: para pemegang saham,
untuk dapat menghadapi dan menyikapi pelaksanaan ASEAN investor, karyawan, dan manajer, supplier, rekanan bisnis, dan
Economic Community. masyarakat dan secondary: pemerintah, institusi bisnis,
Perusahaan yang menjadi subjek penelelitian ini kelompok sosial kemasyarakatan, akademisi, dan pesaing)
merupakan perusahaan berbadan hukum yang terikat dengan serta memiliki keterikatan bersifat saling mempengaruhi
berbagai bentuk regulasi dalam menjalankan bisnisya di antara Stakeholder dengan perusahaan maupun sebaliknya.
Indonesia. Perusahaan ini sudah enam tahun berdiri hingga (3) Teori Biaya Transaksi (Transaction Cost Theory)
tahun 2014 merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang Transaction Cost Theory adalah adanya perpaduan
jasa ekspesdisi general cargo, melalui jalur perairan lingkup antara ilmu hukum, ekonomi, dan organisasi yang disertai
domestik dengan memiliki total tenaga kerja sebanyak 60 dengan faktor internal seperti kesalahan eksekusi atau semua
orang. Dengan predikat perusahaan berbadan hukum dengan bentuk pengorbanan (mikro) dan faktor eksternal yang tidak
masa berdiri hingga pada tahun 2014 selama enam tahun, dapat dikontrol (makro) untuk mengeksekusi strategi atau
menjadi suatu hal yang menarik untuk dapat mengetahui perencanaan sehingga mengakibatkan munculnya konsekuensi
implementasi terhadap prinsipprinsip Good Corporate tertentu.
Governance pada perusahaan tersebut. (4) Teori Keagenan (Agency Theory)
Pemecahan permasalahan implementasi prinsip- Teori agensi agent harus bertindak secara rasional
prinsip Good Corporate Governance dilakukan dengan untuk kepentingan principal-nya. Agen harus menggunakan
melakukan penlitian secara langsung terhadap perusahaan ini. keahlian, kebijaksanaan itikad baik, dan tingkah laku yang
Penelitian yang dilakukan dalam waktu tertentu dan metode wajar dan adil dalam memimpin perseroan. Dalam praktik
tertentu dengan memakai beberapa indikator dari masing timbul masalah (Agency Problem), karena ada kesenjangan
masing prinsip Good Corporate Governance yaitu kepentingan antara para pemegang saham sebagai pemilik
Transparency, Accountability, Responsibility, Independency perusahaan dengan pihak pengurus atau manajemen sebagai
dan Fairness (TARIF). Dengan begitu penulis dapat agen. (Surya & Yustiavandana, 2008)
mengetahui hasil implementasi prinsipprinsip Good Pengertian Good Corporate Governance (GCG)
Corporate Governance pada salah satu perusahaan Cargo di Tata kelolah perusahaan yang baik (Good Corporate
Surabaya. Menganalisis implementasi pada masingmasing Governance) merupakan struktur yang disusun oleh
prinsip Good Corporate Governance yaitu Transparency, stakeholder, pemegang saham, komisaris dan manajer untuk
Accountability, Responsibility, Independency dan Fairness tujuan perusahaan dan sarana untuk mencapai tersebut dan
(TARIF) merupakan tujuan dari penelitian yang akan mengawasi kinerja. Good Corporate Governance pada
dilakukan. dasarnya merupakan suatu sistem (Input, proses, output) dan
Good Corporate Governance dapat perusahaan seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara
lahir oleh karena adanya bebrapa teori yang merupakan bagian berbagai pihak yang berkempentingan (stakeholders) terutama
dari permasalahan suatu organisasi atau perusahaan. dalam arti sempit hubungan antara pemegang saham, dewan
Permaslahan atau implementasi teoriteori tersebut komisaris, dan dewan direksi demi tercapainya tujuan
menghasilkan lahirnya Good Corporate Governance sebagai perusahaan. Good Corporate Governance dimasukkan untuk
solusi. Teori yang menjadi kerangka atau kajian teoritis dari mengatur hubungan-hubungan ini dan mencegah terjadinya
Good Corporate Governance adalah: kesalahan-kesalahan signifikan dalam strategi perusahaan dan
(1) Ketergantngan Sumber Daya (Resource Dependence untuk memastikan bahwa kesalahan-kesalahan yang terjadi
theory). dapat diperbaiki dengan segera. (Zarkasyi, 2008)
Dasar dari teori ini adalah pernyataan Acaravci (2007), Setiap perusahaan memiliki unsur dalam menjalankan
yang menyatakan bahwa kekuasaan (power) A atas B berasal yang dikenal dengan organ perusahaan, yaitu Rapat Umum
dari kontrol atas sumber daya yang dibutuhkan B, ketika Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, Dewan Direksi,
sumber daya tersebut tidak ditemukan di tempat lain. Sehingga dan Pemegang Saham (Shareholders). (Komite Nasional
pengelola perusahaan memiliki motivasi untuk menjamin Kebijakan Governance, 2006)
kelangsungan hidup perusahaan dan meningkatkan otonomi
perusahaan yang mereka kelola. (Wicaksana, 2010)
AGORA Vol. 2, No. 2, (2014)

Korelasi Good Corporate Governance Dengan Kepentingan inisiatif untuk mengungkapkan tidak hanya masalah yang
Stakeholder Perusahaan diamanatkan oleh undang-undang dan peraturan, tetapi juga
Melalui pemenuhan kepentingan yang seimbang, informasi lain yang dianggap perlu oleh pemegang saham,
benturan kepentingan yang terjadi di dalam perusahaan dapat kreditur dan pemangku kepentingan lainnya untuk membentuk
diarahkan dan dikotrol sedemikian rupa, sehingga tidak keputusan.
menyebabkan timbulnya kerugian bagi suatu perusahaan. Accountability: Perusahaan harus dapat
Aspek hukum yang mengatur Perseroan Terbatas (PT) mempertanggungjawabkan kinerjanya secara transparan dan
merupakan ketentuan yuridiksi yang menata hubungan hukum wajar. Dengan demikian, perusahaan harus dikelola secara
secara perdata, yang dituangkan dalam Anggaran Dasar suatu benar, terukur dan dalam sedemikian rupa sehingga sejalan
perseroan. (Surya & Yustiavandana, 2008) dengan kepentingan perusahaan dengan tetap
Korelasi Kepentingan Manajemen dan Karyawan Dengan memperhitungkan kepentingan pemegang saham dan
Penerapan Prinsip Good Corporate Governance pemangku kepentingan lainnya. Accountability merupakan
Kaitan dengan prinsip fairness adalah untuk mencapai prasyarat untuk mencapai kinerja yang berkelanjutan.
suatu kinerja yang optimal, para anggota manajemen dan Responsibility: Perusahaan harus mematuhi undang-
karyawan haruslah mendapat perlakuan yang seimbang dan undang dan peraturan dan memenuhi tanggung jawabnya
wajar, sesuai dengan kedudukan masing-masing. kepada masyarakat dan lingkungan untuk tujuan menjaga
Transparency atas dasar adanya kepentingan masing-masing keberlanjutan jangka panjang dari bisnis dan untuk diakui
pihak manajemen dan karyawan maka pada dasarnya, mereka sebagai warga korporasi yang baik.
berhak untuk mengetahui kondisi, rill, suatu perusahaan, Independency: Untuk mempercepat pelaksanaan
apakah berada dalam keadaan sehat atau tidak. Optimilisasi prinsip-prinsip Good Corporate Governance, perusahaan
kinerja manajemen dan karyawan melalui prinsip harus dikelola secara independen dengan keseimbangan yang
accountability, untuk menciptakan manajemen yang efektif tepat dari kekuasaan, sedemikian rupa bahwa organ tidak ada
dan efisien (sistem pengendalian yang adil tanpa ada perusahaan tunggal saling mendominasi dan tidak dapat
kepentingan tertentu yang bisa mengintervensi kebijakan diintervensi oleh pihak lain harus ada.
perusahaan). (Surya & Yustiavandana, 2008) Fairness: Dalam melaksanakan kegiatannya,
Korelasi Kepentingan Publik Dengan Prinsip-Prinsip Good perusahaan harus selalu mempertimbangkan kepentingan
Corporate Governance pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya
Prinsip transparency yang terkait dengan pemberian berdasarkan prinsip fairness.
informasi material yang harus segera dilaporkan kepada Nisbah Antar Konsep
masyarakat. Masyarakat merupakan penyetor atau sumber Good Corporate Governance akan menjadi suatu alat
modal (shareholder) bagi perusahaan go public, sehingga atau sistem yang mengatur dan mengarahkan setiap organ-
pengelolahan sumber dana dan informasi kondisi perusahaan organ perusahaan untuk dapat menjalankan perusahaan sesuai
merupakan salah satu hak para penanam modal (shareholder). dengan ketentuan atau regulasi yang berlaku didalam
Prinsip responsibility terkait dengan masyarakat sebagai (anggaran dasar dan peraturan perusahaan) maupun diluar
konsumen, yang mana kepentingan utamanya adalah perusahaan (pemerintah) serta hubungan antar perusahaan
mendapatkan produk barang dan jasa yang baik dengan harga dengan stakeholder atau shareholder melalui prinsip-prinsip
yang pantas, sesuai dengan regulasi yang ada dan berlaku. Transparancy, Responsbility, Accountability, Fairness,
(Surya & Yustiavandana, 2008) Independency (TARIF). Prinsip - prinsip tersebut harus
Kepentingan Perusahaan dan Korelasinya Dengan berjalan secara bersama agar mendapatkan hasil atau implikasi
Penarapan Prinsip Good Corporate Governance yang positif.
Peranan implementasi prinsip Good Corporate
Governance adalah untuk memberikan mekanisme dan
pedoman dalam memberikan keseimbangan bagi para
stakeholders dalam memenuhi kepentingannya masing-
masing, Melalui prinsip Good Corporate Governance
kepentingan yang saling bertentangan itu dicoba
dikeseimbangkan. Apabila anggota stakeholders terpenuhi
kepentingan secara maksimum tanpa harus merugikan
kepentingan stakeholders lainnya, maka titik ekuilibrium
tercapai dan pada saat itu, kepentingan perusahaan akan
terumuskan dengan utuh. (Surya & Yustiavandana, 2008)
Prinsip-prinsip Good Corporate Governance
Menurut Indonesians code of Good Corporate
Governance (2006), Terdapat lima prinsip dalam Good
Corporate Governance, yaitu:
Transparency: Untuk menjaga obyektivitas dalam
menjalankan bisnis, perusahaan harus menyediakan informasi Gambar 1.2 Kerangka Kerja Penelitian.
yang material dan relevan yang mudah diakses dan dipahami Sumber : Komite Nasional Kebijakan Governance, 2006
oleh pemangku kepentingan. Perusahaan harus mengambil diolah Oleh Penulis.
AGORA Vol. 2, No. 2, (2014)

II. METODE PENELITIAN Transparasi yang dilakukan perusahaan selain terhadap


organ perusahaan juga dilakukan terhada para konsumen dan
Jenis penelitian yang dilakukan penulis adalah pemerintah. Perusahaan menerapkan transparansi terhadap
penelitian kualitatif, penelitian kualitatif adalah penelitian konsumen dengan memberikan penawaran harga, keadaan
yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang yang container, daya tampun container, jadwal keberangkatan atau
dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, pengiriman barang, lokasi tujuan pengiriman, nama kapal
motivasi, tindakan, dll. Secara holistik, dan dengan cara yang mengangkut dengan prinsip yang sesuai dan adil kepada
deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konsumen. Kepada pemerintah perusahaan telah melakukan
konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan transparansi dengan memberikan informasi keadaan
berbagai metode alamiah. (Moleong, 2014) perusahaan secara jujur dan terbuka sesuai dengan peraturan
Penulis menetapkan subjek penelitian pada peru, serta pemerintahan atau Undang-Undang, seperti pelaporan
objek penelitian tertuju kepada konsep Good Corporate keuangan yang sesuai yang akan mempengaruhi pembayaran
Governance (GCG) yang memiliki beberapa prinsip-prinsip, pajak dan informasi perusahaan yang didaftarkan di database
yaitu Transparancy, Responsbility, Accountability, Fairness, milik pemerintah
Independency (TARIF). Dalam penelitian ini penulis Salah satu budaya perusahaan dengan adanya aspek
menggunakan purposive sample, terhadap tiga narasumber. disiplin terhadap waktu, menjadikan implementasi indikator
Menurut Rakhmat, (2013), dalam proses pengumpulan tepat waktu telah terpenuhi. Dalam industri ekspedisi salah
data, peneliti menggunakan beberapa metode, yaitu; (1) satu faktor penetu keberhasilan utama adalah ketepatan waktu
Wawancara dan (2) Dokumentasi. Penulis menmakai konsep pengiriman produk kepada pelanggan dan proses bisnis
teknik analisis data menurut Siddel (1998), dalam Moleong perusahaan. Dalam menjalankannya perusahaan tidak
(2014) yang disebut dengan analisis data kualitatif dan memiliki catatan yang menunjukan adanya kegagalan dalam
Analytic Hierarchy Process (AHP) yang diperkenalkan oleh aspek ini, dengan tercermin dari tidak terdapat biaya utang,
Thomas L. Saat pada periode tahun 1970-an. Uji keabsahan denda atau biaya tanggung jawab kegagalan bisnis pada
data dengan teknik triangulasi sumber dengan alat yang perusahaan.
berbeda. Indikator ketepatan penyampaian informasi dan
kebijakan telah terimplementasi. Hal tersebut tercermin dari
III. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN bagaimana para organ perusahaan bekerja atau menjalankan
tugas dan tanggung jawabnya. Pelaksanaan kerja yang
Analisis Menyeluruh Dengan Metode Kualitatif memiliki kejelasan maka informasi dan kebijakan yang
Transparency dijalankan akan otomatis menjadi akurat. Kekuratan tersebut
Dalam analisa prinsip transparency penulis menetapkan aspek dapat terlihat dari hasil dan proses kerja karyawan atau pekerja
atau indikator, yaitu (1) Penyampaian informasi dan kebijakan yang selesai sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang
harus jelas, (2) Penyampaian informasi dan kebijakan harus ada, serta tidak terdapat kebingungan dalam melaksanakan
akurat, (3) Penyampaian informasi dan kebijakan harus tepat tugas pekerjaannya. Kemudahan akses dalam prisip
waktu, dan (4) Penyampaian informasi dan kebijakan harus transparansi ini dicerminkan dengan terdapat beberapa media
kemudahan akses. komunikasi dengan para manager, karyawan dan pekerja yaitu
Perusahaan telah memenuhi dan melakukan prinsip telpon gengam beserta no telpon, email perusahaan, fax
transparency sepenuhnya. Penyampaian informasi dan perusahaan, webside (www.sea-linkcargo.com), papan
kebijakan yang dilakukan oleh perusahaan telah dilakukan pengumuman dalam ruang pegawai, dan memo kerja.
dengan mengungkapkan visi, misi, sasaran usaha dan strategi Accoutability
perusahaan dalam tahun ini, kondisi keuangan, susunan dan Berikut merupakan indikator dari prinsip
kompensasi pengurus, sistem manajemen risiko, kondisi akuntabiltas, yaitu (1) Kejelasan sistem pengendalian internal
perusahaan secara keseluruhan. Dalam hal ini ada satu hal dan pengukuran kinerja, (2) Akurat menyangkut basis kerja,
yang tidak dapat disampaikan oleh pihak manager perusahaan (3) Kepatuhan terhadap SOP dan peraturan perusahaan.
dan para karyawan atau pekerja, yaitu mengenai pemegang Dalam indikator pertama perusahaan telah
saham. Hal ini disebabkan karena didalam perusahaan tidak mengimplementasi melalui adanya kontribusi terhadap
terdapat sistem kepemilikan saham. Hal tersebut didukung masingmasing organ perusahaan melalui metode reward and
oleh perusahaan yang hingga sampai saat ini belum memiliki punishment, pengukuran kinerja, adanya sistem penghargaan
status terbuka (Tbk) atau go public. Pada sistem manajemen terhadap produktifitas dan adanya program dan pelaksanaan
risiko perusahaan menerapkan perbedaan cara atau strategi rapat bulanan dan tahunan sebagai salah satu media evaluasi
dari masing-masing divisinya untuk mengatasi potensi resiko- bagi setiap organorgan perusahaan dan kinerja perusahaan
resiko tertentu dalam kerja. Dengan adanya rapat terprogram seutuhnya termasuk dengan adanya rapat darurat jika
dan bersifat rutin sekali sebulan, dan setahun membantu dibutuhkan. Indikator ini memiiki keterkaitan dengan
koordinasi secara baik serta kompak dan tentunya terdapat indikator jelas dan akurat pada prinsip transparan, yaitu
rapat khusus (darurat) sesuai kebutuhan perusahaan. diwujutkan dengan adanya pelaksanaan tugas dan tanggung
Kebijakan yang berlaku pada bidang masing-masing divisi dan jawab tidak mengalami masalah atau kebingungan dalam
informasi yang dapat dipakai sesuai dengan tugas dan kerja melaksanakannya sehingga dapat terselesaikan dengan baik
masing-masing organ perusahaan tersebut, sehingga tidak ada dan tepat waktu.
kekliruan dalam pelaksanaan kerja pada masingmasing organ
perusahaan.
AGORA Vol. 2, No. 2, (2014)

Accountability Sumber Daya Manusia (SDM); suku, agama, ras, gender, dan
Pada indikator ke-dua ini perusahaan golongan, (3) kontribusi perusahaan terhadap SDM,
mengimplementasikannya dengan baik. Dalam keakuratan Perusahaan mempraktekan dengan adanya suatu
menyangkut basis kerja dieujutkan dengan lingkungan kerja yang kondusif, tentram, terdapat fasilitas
terimplementasikannya penempatan posisi, tugas tanggung kerja yang sama, hak bebas berekspresi (menyuarakan),
jawab, dan struktur masingmasing organ perusahaan sesuai dengan menjunjung tinggi profesionalitas, adanya sistem
dengan latar belakang yang berkisar pada kemampuan, penilaian kinerja, rekrutmen karyawan, dan jenjang karir.
pengalaman dan pendidikan. Namun dalam pelaksanaan tugas
kerja didapati tumpang tindih jabatan dan pengalihan tugas
tanggung jawab kerja.
Implementasi indikator ke-tiga dilakukan oleh
perusahaan dengan sikap yang disiplin dan professional dalam
melaksanakan tugas menjadikan pekerjaan dapat diselesaikan
dengan baik dan tepat waktu bagi setiap organ perusahaannya,
yang merupakan bagian dari budaya perusahaan yaitu disiplin.
Hasil tersebut didapati dengan angka nol terhadap kecalakaan
kerja dilapangan dan pelaksanaan SOP yang sempurna seingga
proses loading container dari perusahaan hingga ke pelangga
sesuai rencana dan target pencapaian.
Responsibility
Berikut merupakan indikator dari prinsip tanggung
jawab, yaitu (1) Kepatuhan terhadap Hukum, (2) adanya
program atau pelaksanaan Corporate Social Responsibility
(CSR) atau kepedulian lingkungan.
Indikator pertama diwujutkan dengan melakasanakan Gambar 3.1. Jenjang Karir Pada Perusahaan
dan mengikuti peraturan yang berlaku yang disusun oleh Sumber: Data Perusahaan. Diolah Penulis.
pemerintah. Pembayaran gaji sesuai Upah Minimum
Kabupaten/Kota Surabaya sebesar dua juta dua ratus ribu Sepintas bila melihat pada sistem jenjang karir yang
rupiah, pembayaran dan pemberlakukan jam lembur, diterapkan pada perusahaan mengingatkan penulis pada teori
kepatuhan pembayaran pajak (tidak ada denda pajak), kebutuhan manusian menurut Abraham Maslow. Menurut
perlindungan konsumen yang telah dijelaskan pada prinsip Hermawan (2009), pemikiran Abraham Maslow telah banyak
transparansi, Tunjangan Hari Raya (THR), santunan ketika memberikan kontribusi pada berbagai bidang kehidupan
mengalami kecelakaan kerja, adanya jamsostek dengan empat seperti manajemen bisnis, humanisme dan pembelajaran dan
jenis yaitu kematian, hari tua, kecelakaan kerja, dan kesehatan, seluruh yang berkaitan dengan manusia.
berikutnya dana pensiun. Fasilitas lainnya berupa Tempat Berikutnya adalah mengenai keragaman SDM
untuk ibadah untuk karyawan yang beragama Islam begitu perusahaan. Jumlah tenaga kerja saat ini adalah total 60 orang.
juga, jam ibadah juga disediakan oleh perusahaan, serta jam Pekerja dan karyawan Dari komposisi ini dapat penulis
istirahat dan terdapat fasilitas-fasilitas lain seperti WC, air simpulkan bahwa perusahaan memiliki keragaman karyawan
minum karyawan, serta alat-alat perkantoran. yang cukup baik.
Dalam aspek Corporate Social Responsibility,
perusahaan telah melakukan suatu bentuk kepedulian sosial
terhadap anak-anak yatim piatu pada tahun 2013 dan hanya
dilakukan sekali hingga saat ini. Bentuk social tersebut KERAGAMAN AGAMA
diwujudkan dengan pemberian sumbangan, acara
kebersamaan dengan yayasan dan anak-anak yatim piatu. Kristen
Katolik
Indenpedency 20%
5%
Dalam aspek ini satu kata kunci yaitu mengenai
kedewasaan atau intervesi, sehingga indikator yang dihasilkan Kristen
adalah Tidak ada Intervensi dari pihak tertentu. Muslim Budha
Katolik 70%
Dengan memiliki lebih dari 10 mitra kerja dan sumber
Budha
3%
daya operasional yang terbatas, memungkinkan perusahaan
Hindu Hindu
akan mengalami ketergantungan dan intervensi dari para mitra
Muslim 2%
kerja. Dalam prakteknya terlihat perusahaan murni independen
dengan tidak terdapat intervensi dalam pelaksanaan kerja dan Gambar 3.2. Presentase Keragaman Agama.
pengambilan keputusan dari para pihak mitra kerja. Sumber: Data perusahaan. Diolah Penulis.
Fairness
Berikut indikator dari prinsip fairness, yaitu (1)
fairness bagi para pemangku kepentingan, (2) keragaman
AGORA Vol. 2, No. 2, (2014)

Responsibility 25,3 %
JENIS KELAMIN Kepatuhan terhadap
Hukum. 14,94% 1 0,1494
Perempu
an adanya program atau
22% pelaksanaan Corporate
Laki-laki Social Responsibility 10,36% 2 0,1036
78% (CSR) atau kepedulian
lingkungan
Independency 15,6%
Tidak ada Intervensi dari
Gambar 3.3. Presentase Keragaman Jenis Kelamin. 15,6% 1 0,156
pihak tertentu
Sumber: Data Perusahaan. Diolah Penulis.
Fairness 10,4%
fairness bagi para
4,84% 1 0,0484
pemangku kepentingan.
keragaman Sumber Daya
Manusia (SDM); suku,
3,01% 1 0,0291
agama, ras, gender, dan
golongan.
kontribusi perusahaan
2,55% 1 0,0255
terhadap SDM.
Nilai Komposit 100% 1,1016
Sumber: AHP. Diolah Penulis.

Tabel 3.5. Skala Komposit Penerapan Prinsip-Prinsip GCG


Nilai Komposit Predikat Komposit
Gambar 3.4. Presentase Keragaman Jenis Kelamin. Nilai Komposit < 1.5 Sangat baik
Sumber: Data Perusahaan. Diolah Penulis. 1.5 < Nilai Komposit 2.5 Baik
2.5 Nilai Komposit < 3.5 Cukup Baik
Analisis Menyeluruh Dengan Metode Analytic Hierarchy 3.5 Nilai Komposit < 4.5 Kurang Baik
Process (AHP) 4.5 Nilai Komposit 5 Tidak Baik
Tabel 3.5. Penilaian Implementasi Good Corporate Sumber: Diolah Penulis.
Governance Perusahaan
Bobot Rate Nilai Hasil keseluruhan atas perhitungan masing-masing
Aspek yang dinilai
(a) (b) (a * b) prinsip GCG terhadap implementasinya pada perusahaan
Transparency 38,3% dapat dinilai dengan total nilai komposit yang diperoleh
Penyampaian informasi adalah 1,1016, yang artinya bahwa implementasi prinsip
dan kebijakan harus 13,63% 1 0.1363 prinsip GCG pada perusahaan adalah sangat baik sesuai
jelas dengan penggolongan pada predikat komposit di atas.
Penyampaian informasi Uji Triangulasi
dan kebijakan harus 10,32% 1 0.1032 Dalam pengujian hasil wawancara dari tiga
akurat narasumber dan hasil pengamatan atau observasi maka
Penyampaian informasi didapati hasil keseluruhan dalam uji triangulasi adalah valid
dan kebijakan harus 6,23% 1 0.0623 terhadap masingmasing prinsip GCG, yaitu Transparancy,
tepat waktu Responsbility, Accountability, Fairness, Independency
kemudahan akses (TARIF).
informasi dan 8,12% 1 0.0812 Implikasi Manajerial
kebijakan Perusahaan memiliki tujuan sebagai lembaga
Accountability 12,4% berorientasi pada profit, sehingga disadari perlu adanya
Kejelasan sistem pengelolahan perusahaan manajemen harus berjalan efisien.
pengendalian internal 6,79% 1 0,0679 Menurut Kaihatu, (2008) Diperlukan instrumen baru, Good
dan pengukuran kinerja Corporate Governance (GCG) untuk memastikan bahwa
Akurat menyangkut manajemen berjalan dengan baik. Penerapan Good Corporate
4,13% 3 0,1239
basis kerja Governance (GCG) pada perusahaan diwujudkan dengan
Kepatuhan terhadap berbagai cara. Adanya penyusunan strategi, cara menjalankan
SOP dan peraturan 1,48% 1 0,0148 bisnis, budaya, dan lainnya. Dalam penelitian ini perusahaan
perusahaan telah sepenuhnya menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate
Governance (GCG), namun harus lebih dikembangkan dan
AGORA Vol. 2, No. 2, (2014)

diprogramkan. Menurut Nurhayati dan Medyawati (2012), Efek Indonesia Periode 2007-2010).Jurnal Nominal /
bahwa GCG akan memepengaruhi nilai perusahaan serta Volume I Nomor I.
menurut Retno dan Priantinah (2013), peningkatan GCG akan Ferlinda, D.E., Ribawanto, H. & Siswidiyanto (n.d.).
mendorong peningkatan pada nilai perusahaan begitu pula Implementasi Good Corporate Governance Dalam
sebaliknya, penurunan dalam GCG akan mendorong Meningkatkan Kualitas Pelayanan (Studi Pada Pt.
penurunan pada Nilai Perusahaan. Berarti ukuran Perusahaan Telkom Banyuwangi). Jurnal Administrasi Publik
memiliki korelasi signifikan terhadap GCG. Hasil penilaian (Jap), Vol. 1, No. 4, Hal. 22-30.
terhadap pelaksanaan GCG perusahaan adalah sangat baik, Goepel, D.K. (2014). Analytic Hierarchy Process online
Sehingga dengan demikian akan memberikan kontribusi software (AHP-OS). Business Performance
terhadap menigkatnya nilai perusahaan. Management Singapore. Retrieved June, 21, 2014,
From http://bpmsg.com/
IV. KESIMPULAN/RINGKASAN Hermawan, S. (2009). Aplikasi Dan Pengaruh Pemikiran
Abraham Maslow Pada Manajemen Bisnis,
Penulis dapat simpulkan bahwa dalam implementasi Humanisme Dan Pembelajaran. Jurnal Akuntansi,
terhadap prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) Manajemen Bisnis Dan Sektor Publik (Jambsp) Vol. 5
sudah dinilai sangat baik berdasar pada analisis dengan No. 2: 226 234.
metode AHP dan telah terimplementasi secara keseluruhan Indonesia. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara.
dalam analisis kualitatif. Dalam Analytic Hierarchy Process (2011). Tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan
terdapat dua penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Yang Baik (Good Corporate Governance) Pada Badan
Governance yaitu accountability dan responsibility yang tidak Usaha Milik Negara.
seluruhnya diimplementasikan sesuai dengan indicator yang Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia
diolah oleh penulis atau tidak mendapat nilai sempurna, Nomor 47 Tentang Perseroan Terbatas.
dengan begitu memengaruhi total nilai komposit yang Indonesia. (2006). Komite Nasional Kebijakan Governance
diperoleh adalah 1,1016. Hal tersebut dimengerti karena masih (KNKG). Pedoman Umum Good Corporate
adanya pelaksanaan rangkap jabatan atau rangkap tanggung Governance Indonesia. Jakarta.
jawab yang dilakukan setiap organ perusahaan. Indonesia. (2010). Komite Nasional Kebijakan Governance
Dalam penerapan prinsip-prinsip GCG, perusahaan (KNKG). Pedoman Etika Bisnis Perusahaan. Jakarta :
membutuhkan waktu selama enam tahun hingga tahun 2014 Gramedia.
untuk dapat menerapkan dan membangunnya. Penerapan Kaihatu, S.T. (2006). Good Corporate Governance Dan
Good Corporate Governance perusahaan sangat memiliki Penerapannya Di Indonesia. Jurnal Manajemen Dan
keterkaitan degan segala aspek yang berada didalam Kewirausahaan. Jurnal Manajemen Dan
perusahaan tersebut, mulai dari aspek budaya perusahaan, cara Kewirausahaan, Vol.8, No. 1.
menjalankan perusahaan, hingga kepada strategi. Ketut, A.B.W. (2010). Dampak Diversitas Kebangsaan
Anggota Dewan Komisaris Dan Direksi Pada Kinerja
DAFTAR PUSTAKA Pasar Perusahaan. Jurnal Dinamika Manajemen Vol. 1,
No. 1 Pp: 9-17.
Allen, J. (2011). Asian Corporate Governance Association Kusuma, R.D. (2013, July 16). Cegah Korupsi Di
(Acga) Icgn Mid-Year Conference: Asian Growth And Perusahaannya, Ini Cara Bos Pertamina. Detikfinance.
Governance: Setting The Scene. Retrieved March, 17, 2014, From
Araujo, D.E., Christiananta, B., Ellitan, L., & Otok, W.B,. Http://Finance.Detik.Com/Read/2013/08/16/183151/23
(2013). Confirmatory Factor Analysis On Strategic 32456/1034/Cegah-Korupsi-Di-Perusahaannya-Ini-
Leadership, Corporate Culture, Good Corporate Cara-Bos-Pertamina.
Governance And Company Performance. Jurnal, Vol. 4 Kusuma, R.D. (2013, December 4) .Cegah Penyimpangan,
No. 4. Ojk Kumpulkan Pelaku Industri Keuangan.
Asian Development Bank. (2013). Asean Corporate Detikfinance. Retreived March, 17, 2014, From
Governance Scorecard: Country Reports And Http://Finance.Detik.Com/Read/2013/12/04/095303/24
Assessments 20122013. Philippines. 31881/5/Cegah-Penyimpangan-Ojk-Kumpulkan-
Danri, T.S. (2007). The Relationship Betwen The Good Pelaku-Industri-Keuangan.
Corporate Governance (GCG) With Revealing The Kusuma, R.D. (2013, October 17). Ini Dia Perusahaan
Accounting Report. Jurnal Fokus Ekonomi, Vol. 2 No. Pemenang Laporan Keuangan Terbaik. Detikfinance.
2 : 17 29. Retreived March, 17, 2014, From
Dewi, K.R. & Widagdo, B. (2012). Pengaruh Corporate Http://Finance.Detik.Com/Read/2013/10/17/225816/23
Social Responsibility Dan Good Corporate Governance 88821/6/2/Ini-Dia-Perusahaan-Pemenang-Laporan-
Terhadap Kinerja Perusahaan. Jurnal Manajemen Keuangan-Terbaik.
Bisnis. Volume 2 No. 01. Leo, J. (2012). Pengaruh Konsentrasi Kepemilikan, Ukuran
Dyah, R.R. & Priantinah, D. (2012). Pengaruh Good Perusahaan Dan Mekanisme Good Corporate
Corporate Governance Dan Pengungkapan Corporate Governance Terhadap Pengungkapan Dalam Laporan
Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Tahunan Studi Pada Perusahaan Manufaktur Di Bei.
Empiris Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Berkala Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Vol. 1, No. 1.
AGORA Vol. 2, No. 2, (2014)

Mayvani C. T. (2011). Keterkaitan Biaya Transaksi Dengan Sukasih, N.K., & Susilawati, S.A.N.U.N. (2011). Dampak
Aglomerasi Ekonomi Kabupaten Banyuwangi: Good Corporate Governance Terhaap Kinerja
Subsektor Pertanian Pangan Unggulan. Thesis Perusahaan (Studi Kasus Bursa Efek Indonesia). Jurnal
Pascasarjana Fakultas Ekonomi, Universitas Brawijaya Bisnis Dan Kewirausahaan. Vol 7 No.3.
Malang. Surya, I. & Yustiavandana, I. (2006). Penerapan Good
Meitradi, S.K., & Putri, D.A.M.A.I.G. (2013). Pengaruh Good Corporate Governance: Mengesampingkan Hak
Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Istimewa Demi Kelangsungan Usaha. Jakarta:
Lembaga Pekreditan Desa Di Kecamatan Mengwi Kencana.
Kabupaten Badung. E-Jurnal Akuntansi Universitas Titov, C.M. (2011). Keterkaitan Biaya Transaksi Dengan
Udayana 5.3 (2013):586-598 586. Aglomerasi Ekonomi Kabupaten Banyuwangi:
Moleong, J.L. (2014) Metodologi Penelitian Kualitatif. Subsektor Pertanian Pangan Unggulan. Malang:
Bandung: Rosda. Universitas Brawijaya.
Nurainy, R., Nurcahyo, B., Kurniasih A Sri. & Sugiharti, B. Vivi, S. & Mahendra, P.K. (2013). Implementasi Prinsip Good
(2013). Implementation Of Good Corporate Corporate Governance (Gcg) Pada Pt. Pelita Jaya
Governance And Its Impact On Corporate Prima Di Tarakan. Jurnal Beraja Niti, Volume 2 Nomor
Performance: The Mediation Role Of Firm Size 11.
(Empirical Study From Indonesia). Global Business Wardhani, R. (2007). Mekanisme Corporate Governance
And Management Research: An International Journal Dalam Perusahaan Yang Mengalami Permasalahan
Vol. 5, Nos. 2 & 3. Keuangan. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan Indonesia,
Nurhayati, M. & Medyawati, H. (2012). Analisis Pengaruh Vol.4, No. 1, Hal. 95-114.
Kinerja Keuangan, Good Corporate Governance Dan Wicaksana B. A. K. (2010). Dampak Diversitas Kebangsaan
Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Anggota Dewan Komisaris Dan Direksi Pada Kinerja
Perusahaan Yang Terdaftar Dalam Lq45 Pada Tahun Pasar Perusahaan. Jurnal Dinamika Manajemen Vol. 1,
2009-2011. Jurnal Akuntansi: 1-13. No. 1, pp: 9-17
Prasetyo, A. (n.d). Biaya Transaksi Dalam Penghitungan Zarkasyi, W. (2008). Good Corporate Governance Pada
Pajak. March, 17, 2014, From Badan Usaha Manufaktur, Perbankan, Dan Jasa Keuangan
Http://Pustakaonline.Wordpress.Com/2008/03/22/Biay Lainnya. Bandung: Alfabeta.
a-Transaksi-Dalam-Penghitungan-Pajak/
Pratiwi R. (2013, December 31). GCG BCA Memberikan
Nilai Tambah ke Stakeholders. SWA Online. Retrieved
May, 20, 2014, Fromhttp://swa.co.id/corporate/gcg-
bca-memberikan-nilai-tambah-ke-stakeholders
Rasyid, R. & Kostaman, J.E. (2013). Analisis Pengaruh
Mekanisme Good Corporate Governance Dan
Profitabilitas Perusahaan Terhadap Peringkat Obligasi.
Jurnal Akuntansi Ukrida, Vol No.1.
Retno D. R. M. & Priantinah D. (2013). Pengaruh Good
Corporate Governance Dan Pengungkapan Corporate
Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan (Studi
Empiris Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa
Efek Indonesia Periode 2007-2010). Jurnal Nominal /
Volume I Nomor I.
Sakina, R.D.S. (2013, July 16). Pertamina Masuk Daftar 500
Perusahaan Terbesar Dunia. Kompas. Retrieved May,
20, 2014, From
Http://Bisniskeuangan.Kompas.Com/Read/2013/07/16/
1102230/Pertamina.Masuk.Daftar.500.Perusahaan.Terb
esar.Dunia.
Sari, R.F. & Sensuse, I.D. (n.d.). Penerapan Metode Analytic
Hierarchy Process Dalam Sistem Penunjang
Keputusan Untuk Pemilihan Asuransi. Jurnal Sistem
Informasi Mti-Ui, Volume 4, Nomor 2.
Sealink Cargo. (2014). Retrieved June, 21, 2014, From
http://www.sea-linkcargo.com/home.php
Siboro D. T. (2007). Hubungan Good Corporate Governance
(Gcg) Dengan Pengungkapan Laporan Keuangan.
Jurnal Fokus Ekonomi Vol. 2 No. 2: 17 29.
Sujoko. (2009). Good Corporate Governance Dan Kebijakan
Keungan Perusahaan. Cetakan Kesatu. Surabaya:
Untag Press