Anda di halaman 1dari 10

A.

JUDUL PROPOSAL
PERAWATAN MESIN BUILDING PEMBUATAN BAN SEPEDA MOTOR

B. BIDANG ILMU/KEAHLIAN
Teknik Mesin, Konsentrasi Manufaktur
C. LATAR BELAKANG MASALAH
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah membawa perubahan yang
signifikan bagi peradaban umat manusia. Kemajuan itu adalah tolak ukur yang digunakan
negara - negara maju dalam pengembangan teknologi sehingga dapat bersaing pada era
global saat ini. Indonesia adalah negara yang sedang berkembang maka kita dituntut untuk
berfikir dan berusaha agar dapat disejajarkan dengan negara - negara lain. Apabila kita tidak
siap dengan kemajuan teknologi maka kita akan hanya sebagai negara konsumtif dan
penonton terhadap kemajuan yang ada. Terlebih lagi pada sektor industri yang dianggap
sebagai tolak ukur dari kemajuan dan kemakmuran bangsa. Dunia industri adalah pengadopsi
teknologi yang paling banyak sehingga sangat beralasan jika kita menuntut untuk dapat
mengembangkan dan mempelajari kemajuan teknologi saat ini. Indutrialisasi adalah bentuk
penerapan dari penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam
pembangunan disektor industri. Perkembangan industri dewasa ini semakin menunjukan
tingkat pertumbuhan yang pesat. Hal ini dapat dilihat pada beberapa perusahaan yang ada
sekarang yaitu dengan digunakannya otomasi dan tenaga yang handal.
Dunia industri yang saat ini menjadi perhatian salah satunya adalah Industri pembuatan
ban (Tire).Pada saat ini merupakan industri yang memegang peranan penting dalam proses
manufaktur sebuah komponen baik sepeda motor maupun mobil. Industri ini memberikan
sumbangan bagi kemajuan bangsa Indonesia mengingat banyak sekali perusahaan-
perusahaan otomotif yang memakai produk dari industri ini sendiri. Dalam melakukan proses
pembuatan ban, perusahaan memerlukan alat pendukung yaitu Mesin Building sertasumber
daya yang handal.
Kerja Praktik (KP) merupakan salah satu kewajiban dan merupakan salah satu syarat
perkuliahan, Serta kelulusan bagi Mahasiswa D3 Jurusan Teknik Mesin. Mengingat
Pentingnya hal tersebut maka mahasiswa Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
harus melaksanakanKP,sebabKP merupakan ajang penggabungan suatu mata kuliah yang
sudah di dapat di bangku kuliah dengan keadaan pengambaran di lapangan (di dunia
industrti). Dengan adanya KP ini diharapkan para mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang
diperoleh, sehingga mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuan. Dengan demikian
diharapkan setelah lulus akan menciptakan sumber daya manusia yang handal.
Kita mengerti dan sadar betul bahwa pekerjaan sebagai engineer tidak sesederhana yang
kita bayangkan seperti di kampus, karena kita juga dituntut memberikan hasil yang nyata
dalam penanganannya. Oleh karena itulah program KP sangat dibutuhkan oleh mahasiswa.
Dengan tujuan tercapainya standar dan kualitas mutu bagi para Ahli MadyaTeknik dalam
penerapan dunia kerja, dengan memberikan gambaran yang konkret tentang dunia kerja yang
akan mereka hadapi.
Perkembangan dunia kerja saat ini telah mengacu pada pertumbuhan dan perkembangan
pabrik sebagai salah satu sarana untuk melaksanakan kegiatan produksi. Semakin besarnya
perkembangan ini, maka diperlukan tenaga ahli yang mampu membangun serta memelihara
sarana dan fasilitas dari kegiatan produksi. Aktivitas dunia kerja saat ini menuntut skill (baik
Hard Skill maupun Soft Skill) atau keahlian dalam bekerja, yang tidak lepas dari kemampuan
untuk terus berkembang dan maju.

D. PERUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana proses management pada mesin Building pembuatan ban sepeda motor di PT.
ARAMI JAYA ?
2. Bagaimana proses produksi pembuatan ban dengan mesin Building di PT. ARAMI JAYA ?
3. Bagaimana proses service dan maintenance mesin Building pembuatan ban sepeda motor
di PT. ARAMI JAYA ?

E. BATASAN MASALAH
Keterbatasan penulisan akan kemampuan dan pengetahuan sekaligus keterampilan,
mempengaruhi penulisan dalam menyampaikan masukan-masukan ataupun data dalam
laporan ini, untuk itu penulis membatasi masalah dalam kegiatan (KP) ini pada :
Management perusahaan, proses produksi ban dengan mesin Building, proses service dan
maintenance pada mesin Building, komponen-komponen mesin Building.

F. TUJUAN KERJA PRAKTIK


Tujuan diadakanya kerja praktik adalah :
1. Mengetahui proses management perusahaan PT. ARAMI JAYA
2. Mengetahui proses produksi ban dengan mesin Building di PT. ARAMI JAYA
3. Mengetahui komponen-komponen mesin Building di PT. ARAMI JAYA
4. Mengetahui proses service dan maintenance mesin Building di PT. ARAMI JAYA

G. MANFAAT KERJA PRAKTIK


Manfaat dari diadakannya KP adalah :
1 Sebagai perbandingan antara teori dan perkuliahan dengan kenyataan di lapangan dan
permasalahan yang dihadapi mahasiswa nantinya tidak lagi canggung apabila terjun
ke dunia kerja yang sebenarnya.
2 Mempersiapkan para lulusan dalam menghadapi dunia kerja yang akan mereka
hadapi.
3 Memberikan gambaran riil yaitu mengenai apa saja yang akan dikerjakan dan
dilakukan seorang Engineer di dalam dunia industri. Sebagai tambahan ilmu
mengenai teknologi dan perawatan mesin Building dalam proses pembuatan
ban,dalam hal ini di PT. ARAMI JAYA.
4 Mengetahui dan memahami prosedur dan langkah pengoperasian mesin Building.
5 Improvisasi kemampuan dasar teknik.

H. TINJAUAN PUSTAKA
Proses Manufaktur
Manufaktur adalah suatu cabang industri yang mengaplikasikan peralatan dan suatu
medium proses untuk transformasi bahan mentah menjadi barang jadi. Upaya ini melibatkan
semua proses antara yang dibutuhkan untuk produksi dan integrasi komponen-
komponensuatu produk.
Sektor manufaktur sangat erat terkait dengan rekayasa atau teknik.Dalam proses
manufaktur sebuah produk, terdapat 6 urutan langkah yang harus dilakukan yaitu :
1. Menentukan struktur produk yang harus dibuat
2. Menaksir kemampuan proses produksi dari masing-masing komponen
3. Mencatat semua proses masing-masing komponen
4. Mengevaluasi biaya yang ditimbulkan oleh masing-masing alternatif produksi
5. Menentukan urutan tiap-tiap operasi yang harus dilakukan
6 Mendokumentasikan proses tersebut
Desain produk memerlukan seseorang yang mengembangkan dan mengevaluasi
kemampuan suatu komponen untuk diproduksi sesuai dengan fungsinya. Karakteristik
komponen tersebut, ukuran, bentuk kekuatan, keandalan, keamanan dan lain-lain, dievaluasi
dengan menggunakan ilmu fisika, kekuatan suatu material, tribologi, dan seterusnya serta
seringkali menggunakan analisis komputer. Rekayasa Manufaktur (Manufacture
Engineering) membuat dan mengevaluasi biaya untuk memproduksi sebuah komponen dan
menggunakan pengetahuannya terhadap biaya, kemampuan dan keterbatasan berbagai
metode pengolahan yang tersedia untuk memproduksi komponen tertentu disamping
terhadap alat potong, mesin, tingkat keahlian tenaga kerja, kesamaan proses dengan
komponen lain dan lain sebagainya.
Dalam berbagai operasi produksi, beberapa variasi dalam ukuran komponen yang
diproduksi dapat saja terjadi karena berbagai hal, misalnya karena alat yang digunakan,
kesalahan operator, dan variasi material. Rentang ukuran komponen yang masih diijinkan
yang tidak akan mengurangi fungsi komponen dan keandalannya disebut sebagai toleransi
produk. Toleransi ini merupakan variasi pada masing-masing produk yang masih dapat
diterima. Perancang komponen, yaitu orang yang paling mengerti tentang fungsi dan produk
tersebut, akan menginginkan toleransi sekecil-kecilnya untuk menjamin produk tersebut
dapat berfungsi sebaik-baiknya. Orang teknik produksi, orang yang sangat peduli dengan
biaya produksi, menginginkan toleransi yang sebesar-besarnynya karena akan
memberikannya banyak pilihan dalam menentukan proses produksi yang akan digunakan
untuk memproduksi komponen tersebut. Dengan semakin banyaknya pilihan, akan
memungkinkan untuk melakukan pengurangan biaya produksi, kadang, desainer produk juga
memberikan toleransi produk yang sangat ketat karena dia tidak peduli dengan biaya yang
dibutuhkan untuk memproduksi produk dengan toleransi yang sangat ketat atau tidak
kemampuan suatu mesin untuk memproduksi suatu konfigurasi yang tidak biasa.
Seringkali, orang teknik produksi akan mengansumsikan bahwa toleransi yang sangat
ketat konfigurasi yang tidak biasa ini adalah suatu yang penting (padahal sebenamya tidak).
Hal ini hanya akan menambah biaya produksi yang sebenarnya tidak penting.
Idealnya, seorang ahli teknik produksi seharusnya mendesain produk dari awal untuk
dapat mengetahui dapat atau tidaknya suatu produk diproduksi. Jika interaksi antar desainer
dengan orang teknik produksi dapat dilakukan dari awal, maka seharusnya orang teknik
produksi dapat menginformasikan dari awal biaya yang dibutuhkan untuk membuat sebuah
komponen kepada desainer produk. Dengan informasi ini, seorang desainer akan dapat
terhindar dari biaya produksi yang tinggi.
Proses Building merupakan sebuah proses dimana material ban seperti inner liner,
sidewall, carcass, bead-apek, tread, belt breaker, spiral disatukan dengan sebuah mesin
building unistage untuk menjadikan green tire (ban mentah).
I. MANFAAT PRAKTEK KERJA PADA INDUSTRI
1. Bagi Mahasiswa
a Meningkatkan pengetahuan kita akan dunia kerja berdasarkan ilmu yang kita peroleh
di lingkungan pendidikan.
b Memberikan wawasan dan pengalaman tersendiri selama didalam lingkungan industri
sebagai pribadi atau calon engineer.
c Menerapkan ilmu yang telah didapat pada bangku kuliah khususnya Proses Elemen
mesin I dan II, Teknologi Bahan dan Teknlogi Mekanik dengan kondisi riil pada
industri.
2. Bagi Almamater
a Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mahasiswa dalam menghadapi KP,
mengumpulkan data serta menganalisanya.
b Mengetahui kebutuhan dunia industri akan lulusan Diploma (Engineer)
c Terjadinya hubungan kerja sama yang baik antara Institut dan perusahaan yang
bersangkutan.
d Memperoleh umpan balik yang baik dari dunia kerja sebagai bahan evaluasi di bidang
akademik untuk perkembangan dan peningkatan kualitas pendidikan.
3. Bagi Perusahaan
a Menjalin kerja sama dengan Institut sebagai salah satu pengabdian bagi dunia
pendidikan.
b Sebagai sarana tukar informasi dan umpan balik untuk meningkatkan dan
mengembangkan teknologi.
c Sebagai data masukan untuk memperoleh pertimbangan dan peningkatan kualitas dari
sistem yang sudah ada melalui penerapan metode kerja yang diperoleh mahasiswa.

J. METODE PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK


1. Objek Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis akan meneliti Sistem Kerja dan Perawatan mesin
Building dalam proses pembuatan ban.
2 Metode Pengumpulan Data
a Metode Pengumpulan data Primer
Data primer adalah data penelitian diperoleh secara langsung dari objek yang diteliti.
Dalam hal ini, penelitian dilakukan secara langsung pada objek dengan pendekatan
secara primer yang dapat diperoleh dengan cara :
1 Wawancara
Pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan langsung pada objek
dengan mengadakan Tanya jawab langsung dengan pihak perusahaan.
2 ObservasiPengambilan data secara langsung dengan cara mengamati dan mencatat
objek penelitian pada saat melaksanakan magang pada industri.
b Metode Pengumpulan Data Sekunder
Data didapat dengan cara tidak langsung, dalam arti dari literatur buku petunjuk pada
setiap bagian peralatan sumber lain yang berhubungan dengan objek penelitia.

3 Diagram aliran
Rancangan urutan pelaksanaan KP yang akan dilaksanakan penulis di PT. ARAMI
JAYA, ditunjukan gambar dibawah ini:

Mulai

Penentuan Pendahuluan
Pengenalan Masalah

Studi

Pengolahan dan
Penentuan Tujuan dan Perumusan

Identifikasi
Masalah

Pengumpulan
Data

Pembahasa
n

Kesimpulan dan
Saran

Selesai

Gambar. 1. Diagram Alir Pelatihan (Flow


Chart)

K. RENCANA JADWAL KEGIATAN KERJA PRAKTEK

Rencana jadwal kegiatan kerja praktek di PT ARAMI JAYA sebagai berikut:


N Rencana Alokasi Waktu
O Maret 2017 Agustus 2017 September 2017
KEGIATAN
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Persiapan KP

2 Pelaksanaan KP

3 Penyusunan
Laporan

L. SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN


JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
BAB I PENDAHULUAN
1 Latar Belakang Masalah
2 Perumusan Permasalahan
3 Batasan Masalah
4 TujuanKPpada Industri
5 Manfaat KP pada Industri
BAB II DATA UMUM PERUSAHAAN
1 Sejarah Singkat Lokasi PT.ARAMI JAYA
2 Produk Yang Dihasilkan
3 Peralatan Yang Digunakan
BAB III LANDASANTEORI
Berisi tentang dasar-dasar teori yang dibutuhkan dalam laporan
BAB IV PENGOPRASIAN MESIN BUILDING
Berisi tentang tinjauan khusus proses pengoperasian mesin building dalam proses
pembuatan ban.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
1 Kesimpulan
2 Saran
DAFTAR KEGIATAN HARIAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA

Beer,Ferdinand P. E. &Russell Jonston.1987.Mechanics for Engineers.London : Mc. Graw-


Hill.
http://id.wikipedia.org/wiki/Curing
http://id.wikipedia.org/wiki/Curing