Anda di halaman 1dari 6

MEMO INTERN

RS MUHAMMADIYAH LAMONGAN
No : 0010/MI.RSML-PKRS/2013
Kepada Yth : Dari :
Direktur RSML dr.Era Catur Prasetya
Bagian :
CC : Ketua Tim PKRS
- Wadir Medis Tanggal :
- Tim Mutu 14 Desember 2013
Perihal : Laporan Pelaksanaan Program Kerja Tim PKRS Tahun 2013

Assalamualaikum wr wb
Seiring dengan berjalannya Program Kerja Tahun 2013, berikut disampaikan Laporan Kegiatan
Program Kerja Tahun 2013 dengan kesimpulan sbb :
1. 75% Program Kerja Tahun 2013 dapat berjalan sesuai yang direncanakan
2. Program kerja yang belum sempurna dan masih perlu dilakukan lagi adalah terkait Sosialisasi
Pelayanan PKRS
3. Saran untuk kegiatan yang akan datang :
Tingkatkan koordinasi Lintas Bagian
Pentingnya program pelatihan Komunikasi Efektif Bagi Dokter untuk menunjang edukasi kepada
pasien dan keluarga
Untuk memperluas cakupan pemahaman karyawan tentang PKRS, maka PKRS perlu dimasukkan
dalam salah satu materi orientasi karyawan
Perlu adanya rapat rapat koordinasi untuk menjalin komunikasi dan persepsi dengan tujuan
menghasilkan pelayanan yang prima

Demikian laporan ini disampaikan, atas perhatian dan rekomendasinya disampaikan banyak terima kasih.
Nasrun minallah wafathun qoriib
Wassalamualaikum wr wb
Mengetahui,
Wadir Medis

dr. Hj. Umi Aliyah, MARS


Disposisi :
LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM KERJA
TIM PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT
TAHUN 2013

RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH LAMONGAN


JL. JAKSA AGUNG SUPRAPTO 76 LAMONGAN
LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM KERJA
TIM PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT
TAHUN 2013

I. PENDAHULUAN
Setiap tindakan manusia selalu memiliki dasar filosofi yang sering tidak disadari. Dasar
pemikiran yang muncul dari filosofi tersebut merupakan pendorong kuat terhadap semua
tindakannya. Filosofi yang melandasi Promosi Kesehatan di Rumah Sakit ialah setiap individu atau
kelompok mempunyai hak dan potensi untuk menentukan pilihan mengenai hal-hal yang
berhubungan dengan kesehatannya, karena sebagian besar masalah kesehatan muncul akibat dari
perilaku individu atau kelompok itu sendiri. Hal ini ditambah dengan insting pada individu atau
kelompok untuk mempertahankan diri, merupakan dasar yang kuat untuk melibatkan individu atau
kelompok dalam memecahkan masalah kesehatan yang dihadapi.
Rumah sakit dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan setiap orang agar bisa
mengendalikan dan memperbaiki kesehatan dirinya serta menjadikan rumah sakit sebagai tempat
kerja yang sehat. Hal ini bertujuan untuk menjamin dan menjaga keselamatan hidup pasien, staf,
pengunjung dan masyarakat.
Di masa yang lampau sistem kesehatan lebih banyak berorientasi pada penyakit yaitu hanya
menunggu sampai ada yang sakit, barulah kemudian yang bersangkutan diberi pengobatan. Dalam
keadaan yang memerlukan penanganan lebih lanjut si sakit dirawat di rumah sakit. Sesudah sembuh
dipulangkan lalu kambuh dengan penyakit yang sama sehingga yang bersangkutan dirawat kembali
di rumah sakit. Demikian siklus ini berlangsung terus. Kemudian seiring waktu timbullah kesadaran
bahwa untuk memelihara kesehatan masyarakat diperlukan serangkaian usaha yang lebih luas,
dimana perawatan dan pengobatan rumah sakit hanyalah salah satu bagian kecil dari serangkaian
usaha tersebut.

II. LATAR BELAKANG


Efektivitas suatu pengobatan selain dipengaruh oleh pola pelayanan kesehatan yang ada serta
sikap dan ketrampilan para pelaksananya, juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan, sikap, pola
hidup pasien dan keluarganya. Selain itu tergantung juga pada kerjasama yang posittif antara
petugas kesehatan dengan pasien dan keluarganya. Kalau pasien dan keluarganya memiliki
pengetahuan tentang cara penyembuhan dan pencegahan penyakitnya, serta keluarga pasien
mampu dan mau berpartisipasi secara positif, maka hal ini akan membantu peningkatan kualitas
kesehatan masyarakat pada umumnya. Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) berusaha
mengembangkan pengertian pasien, keluarga, dan pengunjung rumah sakit tentang penyakit dan
pencegahannya. Selain itu, PKRS juga berusaha menggugah kesadaran dan minat pasien, keluarga,
dan pengunjung rumah sakit untuk berperan secara positif dalam berusaha penyembuhan dan
pencegahann penyakit. Oleh karena itu, PKRS merupakan bagian yang tidak terpisah dan program
pelayanan kesehatan rumah sakit.

III. TUJUAN
TUJUAN UMUM
Sebagai acuan pelaksanaan pelayanan di unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit RS Muhammadiyah
Lamongan
TUJUAN KHUSUS
1. Untuk mengevaluasi program kerja tahun 2013
2. Untuk membuat Laporan Pelaksanaan Program Kerja PKRS RSML tahun 2013
3. Sebagai landasan untuk menyusun Program Kerja PKRS tahun 2014

IV. POKOK KEGIATAN DAN RINCIAN KEGIATAN


1. Pembentukan tim PKRS
Pembentukan Tim terlaksana pada 17 Juni 2013, diajukan tanggal 19 Juni 2013
2. Penyusunan pedoman pengorganisasian PKRS dan pedoman pelayanan PKRS
Pedoman pengorganisasian PKRS tanggal Juni 2013
Pedoman pelayanan PKRS tanggal 29 Juni 2013
3. Pembuatan program kerja PKRS
Terlaksana dibuat oleh Tim PKRS dengan tanggal pengajuan 1 Juli 2013
4. Pelatihan dan Sosialisasi pelayanan PKRS
Sosialisasi dalam rapat koordinasi keperawatan pada hari Selasa
5. Penyusunan pedoman komunikasi efektif
Telah disusun bersama dengan bagian Pemasaran dan Yanmed, dan diajukan pada tanggal 23
Juni 2013
6. Pembuatan materi edukasi dan pencetakkan materi edukasi
Kerjasama dengan Staf Medis Fungsional dan bagian Pemasaran untuk membuat materi
edukasi. Adapun materi edukasi yang telah diselesaikan adalah :
o Materi edukasi Tuberculosis
o Materi edukasi Diabetes Mellitus
o Materi edukasi Appendiksitis
o Materi edukasi Hepatitis
o Materi edukasi Fraktur
o Penggunaan Obat Secara Aman dan Efektif
o Interaksi Obat dengan Makanan
o Efek Samping Obat
Sedangkan untuk leaflet, telah dibuat dan diterbitkan :
Cuci Tangan
Myoma uteri
Kanker payudara
ASI Eksklusif
Pedoman untuk Ibu Menyusui
Rekomendasi Pemberian ASI
Memerah dan Menyimpan ASI
Perawatan Gigi Susu,
Stroke
Osteoarthritis
Perawatan Orthodonti
7. Penerapan promosi kesehatan RS
Dalam penerapan Promosi Kesehatan RS selam tahun 2013, Tim PKRS bekerjasama dengan
Ruangan Rawat Jalan, Rawat Inap dan Bagian pemasaran. Hasil kegiatan adalah sbb :
- Media Cetak dan Media Elektronik
1. Baliho : Langkah Cuci Tangan, Etika Batuk dan Bersin
2. Leaflet dan materi edukasi (sebagaimana tercantum dalam point 6 : Pembuatan materi
edukasi dan pencetakkan materi edukasi)
3. Media elektronik : Identifikasi Pasien, Langkah Cuci Tangan, Etika Batuk dan Bersin
- Penyuluhan di ruangan ruangan, baik rawat jalan maupun rawat inap, dengan hasil
sebagaimana terlampir
- Talkshow Kesehatan di Radio Prameswara (bekerjasama dengan bagian pemasaran),
dengan hasil sebagaimana terlampir
8. Monitoring dan Evaluasi Kinerja PKRS
Selama tahun 2013, monitoring dan evaluasi program berlum berjalan dengan maksimal. Pada
tahun ini titik fokus kinerja PKRS lebih kepada penerapan program kerja. Sehingga evaluasi
dan langkah langkah perbaikan program belum dilakukan.
9. Survey lapangan
Survey lapangan belum bisa dijalankan
V. SASARAN
Sasaran kegiatan ini dibagi menjadi 2, yaitu :
a. Masyarakat di dalam Rumah Sakit
o Pasien
o Keluarga pasien
o Pengunjung pasien
b. Masyarakat di luar Rumah Sakit
o Pendengar Radio Prameswara
o Masyarakat Lamongan

VI. HAMBATAN DAN KENDALA :


Kegiatan PKRS adalah kegiatan Tim dimana dibutuhkan kerjasama yang baik antar lintas
bagian dan lintas profesi. Kegiatan yang membutuhkan koordinasi antar bagian inilah sebagai salah
satu kendala pelaksanaan program. Program kerja yang belum sempurna dan masih perlu dilakukan
lagi adalah terkait Sosialisasi Pelayanan PKRS. Untuk tahun depan kegiatan ini perlu dijalankan
lagi sehingga masing masing bagian dapat memahami betul PKRS dan ruang lingkupnya.

VII. SARAN UNTUK KEGIATAN YANG AKAN DATANG


1. Tingkatkan koordinasi Lintas Bagian
2. Pentingnya program pelatihan Komunikasi Efektif Bagi Dokter untuk menunjang edukasi kepada
pasien dan keluarga
3. Untuk memperluas cakupan pemahaman karyawan tentang PKRS, maka PKRS perlu dimasukkan
dalam salah satu materi orientasi karyawan
4. Perlu adanya rapat rapat koordinasi untuk menjalin komunikasi dan persepsi dengan tujuan
menghasilkan pelayanan yang prima

VIII. PENUTUP
Demikian laporan ini dibuat dengan harapan dapat memberi gambaran tentang hasil kegiatan. Saran
masukan sangat diharapkan untuk menyempurnakan kegiatan yang akan datang.