Anda di halaman 1dari 4

Prosiding Seminar Nasional Kimia 2014 ISBN: 978-602-19421-0-9

HKI-Kaltim

PENGARUH UKURAN SERBUK SIMPLISIA TERHADAP RENDEMEN


EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DENGAN
METODE MASERASI

Sapri, Ana Fitriani, Rizka Narulita

Akademi Farmasi Samarinda


Email: sapri.juli86@gmail.com

ABSTRAK
Daun sirsak (Annona muricata L) banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Untuk
mendapatkan ekstrak yang optimal dari daun tersebut, salah satu faktor yang berpengaruh adalah derajat
kehalusan simplisia. Penelit ian in i bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran serbuk simplisia terhadap
rendemen ekstrak etanol daun sirsak serta mengetahui golongan senyawa kimia yang terdapat pada
masing-masing ekstrak daun sirsak.
Penelit ian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Obyek yang diteliti adalah daun sirsak
dimana bagian yang digunakan yaitu dimulai dari daun yang terletak pada lembar keempat dari pucuk ke
arah daun yang lebih tua. Variabel penelit ian ada dua yaitu ukuran serbuk simplisia daun sirsak (40, 60
dan 80 mesh) dan rendemen ekstrak. Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode maserasi. Analisa
data menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif secara deskriptif dan analisis statistik dengan
uji A NOVA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk simplisia daun sirsak dengan ukuran 80 mesh
menghasilkan rendemen ekstrak 31,92%, serbuk simp lisia dengan ukuran 60 mesh menghasilkan
rendemen ekstrak 31,47% dan serbuk simp lisia dengan ukuran 40 mesh menghasilkan rendeme n ekstrak
30,88%. Hasil skrin ing fitokimia terhadap ekstrak daun sirsak senyawa kimia yang terdapat pada masing -
masing ukuran serbuk simp lisia yaitu alkalo id, flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid dan steroid. Dari
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin kecil ukuran serbuk simp lisia, maka semakin besar
rendemen ekstrak yang diperoleh.

Kata kunci : ukuran serbuk simp lisia, daun sirsak, rendemen ekstrak, maserasi

LATAR BELAKANG
Salah satu tanaman yang digunakan dalam pengobatan herbal yakni tanaman sirsak yang termasuk dalam famili
Annonaceae. Manfaat daun sirsak sudah diketahui sejak zaman dahulu. Hal itu terbukti dengan adanya fakta bahwa
sejak dahulu kala masyarakat telah menggunakan daun sirsak sebagai obat untuk berbagai penyakit. Salah satu bagian
yang terkenal dalam pengobatan adalah daunnya. Daun sirsak banyak dimanfaatkan sebagai obat seperti untuk penyakit
kulit, remat ik, batuk dan flu, antikanker dan hipertensi. Khasiat lain dari daun sirsak adalah sebagai antispasmodik dan
memberi efek menenangkan (Purwatresna, 2012). Menurut Purwatresna (2012), baik ekstrak air maupun ekstrak etanol
70% keduanya positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid serta negatif untuk triterpenoid.
Dalam penggunaan bahan alam sebagai obat, untuk melihat potensi suatu tanaman dalam pengujian khasiat
biasanya lebih baik menggunakan ekstrak dibandingkan seduhan (Hernani, 2009). Untuk menghasilkan ekstrak yang
optimal, maka dalam proses ekstraksi perlu diperhatikan derajat kehalusan simplisia. Derajat kehalusan simplisia
penting untuk mengupayakan agar penarikan dapat berlangsung semaksimal mungkin, kehalusan menyangkut luas
permu kaan yang akan berkontak dengan pelarut untuk ekstraksi (Agoes, 2007).
Pada waktu pembuatan serbuk simp lisia, beberapa sel ada yang dindingnya pecah dan ada sel yang dindingnya
masih utuh. Sel yang dindingnya telah pecah, proses pembebasan sari tidak ada yang menghalangi. Jika ekstraksi
dilakukan dengan mencelupkan sejumlah serbuk simp lisia begitu saja pada cairan penyari maka ekstraksi tersebut tak
akan dapat sempurna karena suatu keseimbangan akan terjadi antara larutan zat aktif yang terdapat dalam sel dengan
larutan zat aktif yang terdapat di luar butir sel, karena ekstraksi sangat dipengaruhi oleh derajat kehalusan s erbuk dan
perbedaan konsentrasi baik melalui pusat butir serbuk simp lisia sampai permu kaannya maupun lapisan batasnya
(Departemen Kesehatan RI, 1986).
Berdasarkan hal tersebut, pada umumnya ekstraksi akan bertambah baik bila permukaan serbuk simp lisia yang
bersentuhan dengan cairan penyari makin luas. Dengan demikian maka makin halus serbuk simplisia seharusnya makin
baik ekstraksinya. Metode ekstraksi yang paling umum digunakan dalam penelitian yakni metode maserasi, karena cara
pengerjaan dan peralatan yang digunakan sederhana dan mudah diusahakan (Departemen Kesehatan RI, 1986).
Penelit ian mengenai pengaruh ukuran serbuk simplisia daun sirsak terhadap rendemen ekstraknya dengan
menggunakan metode maserasi belu m pernah dilaku kan. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka d ilakukan

HKI-Kaltim
Prosiding Seminar Nasional Kimia 2014 ISBN: 978-602-19421-0-9
HKI-Kaltim

penelitian mengenai pengaruh ukuran serbuk simplisia terhadap rendemen ekstrak etanol daun sirsak dengan
menggunakan metode maserasi.

METODE P ENELITIAN
Bahan dan Alat
a. Bahan
Bahan yang digunakan untuk uji mikroskopik adalah kloralhidrat. Bahan yang digunakan untuk maserasi adalah
etanol 70% (Onemed) dan serbuk daun sirsak dengan ukuran 40, 60 dan 80 mesh. Bahan yang digunakan untuk
skrining fitokimia adalah amil alkohol (Merck ), amoniak, aquadest, etanol 30% (Onemed), eter, FeCl3 1% (b/v),
HCl pekat, kloro form, larutan H2 SO4 2N (Merck), pereaksi-pereaksi (Mayer, Dragendorf, Bouchardat dan
Lieberman-Burchard) dan serbuk Mg.

b. Alat
Alat-alat yang digunakan adalah alu muniu m foil, ayakan no mor 40, 60 dan 80 mesh, batang pengaduk, beaker
gelas (Pyrex), botol coklat, cawan porselin, corong gelas, cover glass, gelas ukur (Pyrex), grinder (Philips), kaca
objek (object glass), kain flanel, kertas label, kertas saring, lampu spiritus, mikroskop, neraca analit ik ( Ohaus),
penangas air, penjepit tabung, pipet tetes, rak tabung, silet, spatel logam, tabung reaksi (Pyrex).

Prosedur Peneliti an
a. Pengambilan sampel
Daun sirsak yang digunakan sebagai sampel pada penelitian ini d iku mpu lkan dari pohon sirsak yang diperoleh di
sekitar Jalan Siti A isyah, Samarinda. Bagian yang digunakan yaitu dimu lai dari daun yang terletak pada lembar
keempat dari pucuk ke arah daun yang lebih tua.

b. Determinasi tanaman
Determinasi dilakukan di Laboratoriu m Fisiolog i Jurusan Bio logi Fakultas Matematika dan Ilmu Peng etahuan
Alam, Universitas Mulawarman Samarinda.

c. Uji organoleptik dan makroskopik


Uji organoleptik dilaku kan terhadap daun sirsak meliputi bau dan rasa. Uji makroskopik dilaku kan dengan
mengamati morfologi, ukuran dan warna daun sirsak.

d. Uji mikroskopik
Sampel yang di uji berupa sayatan melintang dari daun sirsak dan serbuk simplisia daun sirsak. Uji mikroskopik
terhadap daun sirsak dilakukan dengan cara meletakkan sayatan melintang daun dan sedikit serbuk simplisia d i atas
kaca objek lalu ditetesi kloralhid rat, ditutup dengan cover glass dan difiksasi di atas lampu spiritus. Selanjutnya
diamati d i bawah mikroskop.

e. Pengolahan simplisia daun sirsak


1) Daun sirsak yang telah diku mpulkan lalu d isortasi basah yaitu memisahkan daun yang telah rusak.
2) Dilakukan pencucian untuk menghilangkan tanah atau debu yang melekat pada bahan simp lisia.
3) Dit iriskan daun lalu d irajang, kemud ian dikeringkan dengan diangin-anginkan sampai kering.
4) Dilakukan sortasi kering yaitu dipisahkan dari benda-benda asing seperti bagian-bagian tanaman yang tidak
diinginkan dan pengotoran-pengotoran lain yang masih ada dan tertinggal pada simp lisia kering .
5) Dihaluskan simp lisia dengan cara di grinder.
6) Diayak dengan ukuran 40, 60 dan 80 mesh. Untuk mendapatkan ukuran serbuk ini pertama-tama serbuk d iayak
dengan ukuran 40 mesh, lalu hasil ayakannya diayak lag i menggunakan ayakan 60 mesh, sehingga didapat
serbuk dengan ukuran 40 dan 60 mesh. Hasil ayakan 60 mesh kemudian diayak dengan ayakan 80 mesh,
sehingga didapat serbuk dengan ukuran 80 mesh.

f. Maserasi
1) Dit imbang masing-masing serbuk daun sirsak berukuran 40, 60 dan 80 mesh sebanyak 25 gr.
2) Dimasukkan ke dalam masing-masing toples, kemudian dituangi dengan 250 ml etanol 70%.
3) Direndam selama 6 jam pertama samb il sesekali d iaduk, kemudian did iamkan selama 18 jam.
4) Dip isahkan maserat dengan cara disaring menggunakan kain flanel. Pada ampas dimaserasi
lagi dengan etanol 70% sebanyak 250 ml hingga 2 kali.
5) Diku mpulkan semua maserat, lalu dienapkan selama 1 hari untuk memisahkan endapan.
6) Disaring maserat dengan kertas saring, kemudian dipekatkan dengan menggunakan penangas
air.
7) Dit imbang ekstrak, lalu hitung rendemen ekstrak yang diperoleh.

HKI-Kaltim
Prosiding Seminar Nasional Kimia 2014 ISBN: 978-602-19421-0-9
HKI-Kaltim

E. Analisis Data
Data yang diperoleh dari hasil penelitian d i Laboratoriu m Terpadu II Akademi Farmasi Samarinda secara
kualitatif dan kuantitatif. Analisis data yang digunakan bersifat deskriptif dan analisis statistik dengan uji ANOVA .

HASIL P ENELITIAN DAN PEMBAHASAN


Telah dilaku kan penelitian pengaruh ukuran serbuk simp lisia terhadap rendemen ekstrak etanol daun sirsak
(Annona muricata L.) dengan metode maserasi dimana kegiatan penelit ian tersebut meliputi, determinasi, uji
organoleptik dan makroskopik, uji mikroskopik, pembuatan simplisia, proses ekstraksi serbuk simplisia daun sirsak dan
skrining fitokimia. Berikut hasil penelit ian yang telah dilakukan :
Uji organoleptik dan makroskopik
Hasil yang dipero leh berdasarkan uji organoleptik dan makroskopik adalah :
1. Organoleptik
Berbau agak keras dan rasa agak kelat.
2. Makroskopik
Daun tunggal, berwarna hijau. Berbentuk bundar panjang dengan permukaan licin, agak mengkilat. Pan jang helaian
daun 6 cm 16 cm, lebar 3 cm 6 cm. Ujung daun meruncing pendek, pangkal daun meruncing, tepi rata, panjang
tangkai daun lebih kurang 0,7 cm. Tu lang daun menyirip, ibu tulang daun menonjol pada permu kaan bawah.

Uji mikroskopik
Hasil yang diperoleh berdasarkan uji mikroskopik terhadap serbuk simplisia daun sirsak adalah epidermis atas,
epidermis bawah, rambut penutup, palisade dan serabut, sedangkan hasil sayatan melintang dari daun sirsak adalah
rambut penutup, floem, xilem, sel batu, kolen kim, ep idermis atas, palisade dan epidermis bawah.

Tabel 1. Rendemen ekstrak daun sirsak


No. Ukuran serbuk (mesh) Berat serbuk Rata-rata rendemen ekstrak
simplisia (%)
1. 40 25 gram 30,88 0,080

2. 60 25 gram 31,47 0,180


3. 80 25 gram 31,92 0,144

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, terlihat bahwa rendemen ekstrak rata-rata yang dihasilkan oleh ukuran
serbuk 80 mesh yaitu 31,92%, rendemen ekstrak rata-rata yang dihasilkan oleh ukuran serbuk 60 mesh yaitu 31,47%
dan rendemen ekstrak rata-rata yang dihasilkan oleh ukuran serbuk 40 mesh yaitu 30,88%. Hal ini dikarenakan, serbuk
yang lebih halus akan leb ih mudah diekstraksi karena permukaan serbuk simp lisia yang bersentuhan dengan cairan
penyari makin luas. Serbuk simp lisia dengan ukuran 40 mesh menghasilkan rendemen terendah hal ini dikarenakan
semakin kasar serbuk simplisia semakin banyak sel yang harus ditembus oleh pelarut. Prosedur ekstraksi yang berbasis
kesetimbangan konsentrasi yaitu maserasi, akan berhenti apabila d istribusi zat akt if yang diekstraksi telah mencapai
kesetimbangan tetap (konstan).

Tabel 2. Hasil post hoc test


Ukuran serbuk 40 mesh 60 mesh 80 mesh
Simplisia
40 mesh 0,002* 0,000*

60 mesh 0,008*
80 mesh
* Rendemen ekstrak berbeda secara bermakna pada semua kelo mpok ukuran serbuk simp lisia daun sirsak

Selanjutnya dilaku kan uji ANOVA dan uji Post Hoc (uji LSD). Berdasarkan uji ANOVA dipero leh nilai
signifikansi < 0,05 maka terdapat perbedaan rendemen ekstrak yang bermakna, sedangkan pada uji Post Hoc (Tabel 3)
diperoleh nilai signifikansi < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa rendemen ekstrak berbeda secara bermakna pada
semua kelo mpok u kuran serbuk simplisia daun s irsak. Berdasarkan uji statistik tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa
rendemen ekstrak tertinggi d iperoleh dengan ukuran serbuk 80 mesh.

HKI-Kaltim
Prosiding Seminar Nasional Kimia 2014 ISBN: 978-602-19421-0-9
HKI-Kaltim

Tabel 3. Skrining fitokimia daun sirsak


No. Uji Target Hasil identifikasi Ukuran Serbuk
40 60 80
Mesh Mesh Mesh
1. Alkaloid
a. Mayer Endapan putih Larutan kuning - - -
kecoklatan
b. Bouchardat Endapan cokelat Endapan cokelat + + +
c. Dragendorf Endapan jingga Endapan jingga + + +
2. Flavonoid Merah, kuning, atau Merah pada lapisan + + +
jingga pada lapisan amil amil alkohol
alcohol
3. Saponin Buih yang stabil selama Buih yang stabil + + +
10 menit setelah selama 10 menit
pengocokkan setelah pengocokkan
4. Tanin Biru tua atau hitam Hitam kehijauan + + +
kehijauan
5. Triterpenoid Merah atau ungu Merah (triterpenoid) + + +
dan Steroid (triterpenoid) dan hijau dan Hijau (steroid)
atau biru (steroid)
Keterangan : + = terdeteksi
- = tidak terdeteksi

Berdasarkan tabel tersebut, masing-masing ukuran serbuk simplisia daun sirsak mengandung senyawa kimia
alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid dan steroid. Hal in i sesuai dengan Purwatresna (2012) yang menyatakan
daun sirsak mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid.

SIMPULAN DAN S ARAN


A. Simpul an
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpu lkan bahwa :
1. Ukuran serbuk simplisia berpengaruh terhadap rendemen ekstrak yang diperoleh, dimana semakin kecil ukuran
serbuk simp lisia, maka semakin besar rendemen ekstrak.
2. Rendemen ekstrak etanol daun sirsak yang dihasilkan pada ukuran serbuk 40 mesh yaitu 30,88%, u kuran serbuk 60
mesh yaitu 31,47% dan ukuran serbuk 80 mesh yaitu 31,92%.
3. Hasil skrin ing fitokimia menunju kkan masing-masing ukuran serbuk simplisia daun sirsak mengandung senyawa
kimia alkaloid, flavonoid, saponin, tanin serta triterpenoid dan steroid.

DAFTAR PUSTAKA
Agoes, G. 2007. Teknologi Bahan Alam. Bandung : ITB. Hal : 21, 26-27.
Departemen Kesehatan RI. 1985. Cara Pembuatan Simplisia. Jakarta : Depkes RI. Hal : 1, 4, 7-8, 10-11, 15-19, 21.
Departemen Kesehatan RI. 1986. Sediaan Galenik. Jakarta : Depkes RI. Hal : 2, 4-7, 10-15.
Departemen Kesehatan RI. 1989. Materia Medika Indonesia Jilid V. Jakarta : Depkes RI. Hal : 42-43.
Departemen Kesehatan RI. 1995. Materia Medika Indonesia Jilid VI. Jakarta : Dep kes RI. Hal : 300-301, 303.
Departemen Kesehatan RI. 2000. Para meter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Cetakan Pertama. Jakarta :
Depkes RI. Hal : 10.
Departemen Kesehatan RI. 2008. Farmakope Herbal Jilid I. Jakarta : Depkes RI. Hal : 172, 174-175.
Harborne, J.B. 1984. Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan . Bandung : ITB.
Hernani., Winarti, C., dan Marwati, T. 2009. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Belimbing Wuluh Terhadap
Penurunan Tekanan Darah Pada Hewan Uji. J.Pascapanen. 6 (1) 2009 : 54-61.
Purwatresna, E. 2012. Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Air dan Etanol Daun Sirsak Secara in vitro Melalui Inhibisi Enzim
-glukosidase. Skripsi. Bogor : Institut Pertanian Bogor.

HKI-Kaltim