Anda di halaman 1dari 26

MAKALAH

METODOLOGI PENELITIAN
Penyusunan Laporan Hasil Penelitian

Disusun Oleh :
Kelompok 8
Anggota Kelompok :
Astri Nuryanti 11140161000009
Firdha Aulia 11140161000010

Dosen Pengampu :
Drs. Ahmad Sofyan, M.pd.

Program Studi Pendidikan Biologi


Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan Rahmat dan
Karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah dengan judul Penyusunan
Laporan Hasil Penelitian. Makalah ini merupakan syarat melengkapi tugas kelompok pada
mata kuliah Metodologi Penelitian.

Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang
telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Kami menyadari bahwa masih banyak
kekurangan yang mendasar pada makalah ini.

Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang
dapat membangun kami. Kritik yang membangun dari pembaca sangat kami harapkan untuk
penyempurnaan makalah.

Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Tangerang Selatan, 10 Mei 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................... i
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................. 1
A. Latar Belakang.................................................................................................. 1

B. Rumusan Masalah.............................................................................................. 1

C. Tujuan............................................................................................................ 2

BAB II ISI................................................................................................................ 3
A. Pengertian....................................................................................................... 3

B. Manfaat Penyusunan Laporan Penelitian..................................................................3

C. Berbagai Model Laporan Penelitian........................................................................4

D. Sistematika Laporan Penelitian.............................................................................. 5

E. Bahasa Laporan Penelitian................................................................................. 12

F. Visualisasi Data............................................................................................... 12

G. Teknik Pengetikan........................................................................................... 17

H. Teknik Kutipan............................................................................................... 18

I. Penulisan Daftar Pustaka................................................................................... 19

BAB III PENUTUP.................................................................................................. 21


A. Kesimpulan.................................................................................................... 21

B. Saran............................................................................................................ 21

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................. 22

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penyusunan laporan penelitian merupakan upaya terakhir untuk
mengkomunikasikan hasil yang diperoleh dari sebuah kegiatan penelitian. Laporan
penelitian merupakan bentuk karya tulis ilmiah yang disusun dengan maksud agar
hasil-hasil yang diperoleh dari kegiatan penelitian dapat disebarluaskan pada
masyarakat, dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan . Di samping itu melalui
sebuah laporan penelitian para pembaca dapat memperoleh petunjuk penggunaan
prinsip-prinsip penelitian tersebut dalam kehidupan praktis.
Beberapa komponen laporan penelitian pada umumnya dapat dibedakan menjadi
organisasi laporan dan substansi dalam setiap komponen penelitian. Organisasi
laporan pada umumnya mencangkup beberapa komponen penting, yaitu tata tulis
laporan dan isi yang perlu ada di setiap komponen penelitian, sedangkan komponen
substansi mencangkup lima elemen penting, yaitu pendahuluan, landasan teori,
metodologi penelitian, analisis data, serta kesimpulan dan saran. Laporan penelitian
selain harus berisi pertanggung jawaban metodologik tentang proses penemuan juga
urutan dan cara penyajiannya mengikuti aturan-aturan yang dipahami oleh masyarakat
umum sehingga paparan pertanggung jawaban tersebut lebih bersifat terbuka.
Suatu kegiatan penelitian yang dilaksanakan dengan baik, obyektif, menyita
waktu yang cukup lama dan menghabiskan biaya yang sangat besar, tidak akan
banyak manfaatnya apabila tidak disusun laporannya. Sebaliknya suatu penelitian
yang sederhana dilaksanakan dalam lingkup yang terbatas seperti halnya penelitian
tindakan kelas yang dilakukan guru, namun apabila hasilnya dilaporkan dalam bentuk
karya tulis yang baik akan banyak manfaatnya, karena mendapat tanggapan yang baik
dari para pembacanya. Oleh karena itu setiap peneliti dalam level mana pun perlu
memiliki kemampuan untuk menuangkan hasil penelitiannya ke dalam sebuah laporan
penelitian yang baik dan disusun secara sistematis.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini, yaitu:
a) Apa yang dimaksud dengan laporan hasil penelitian ?
b) Apa manfaat menyusun laporan penelitian ?
c) Bagaimana model laporan penelitian ?
d) Bagaimana sistematika laporan hasil penelitian?
e) Bagaimana penggunaan bahasa dalam laporan penelitian ?
f) Bagaimana visualisasi data dalam laporan penelitian ?
g) Bagaimana teknik pengetikan laporan penelitian ?
h) Bagaimana penulisan daftar pustaka dalam laporan penelitian ?

1
C. Tujuan
a) Menjelaskan pengertian dari laporan hasil penelitian
b) Mengetahui manfaat menyusun laporan penelitian
c) Mengetahui model-model laporan penelitian
d) Mengetahui sistematika laporan hasil penelitian
e) Mengetahui penggunaan bahasa dalam laporan penelitian
f) Mengetahui visualisasi data dalam laporan penelitian
g) Mengetahui teknik pengetikan laporan penelitian
h) Mengetahui penulisan daftar pustaka dalam laporan penelitian

2
BAB II
ISI

A. Pengertian
Penelitian adalah proses ilmiah yang mencakup sikap formal dan intensif. Karakter
formal dan intensif karena mereka terikat dengan aturan, urutan maupun cara
penyajiannya agar memperoleh hasil yang diakui dan bermanfaat bagi kehidupan
manusia. Intensif dengan menerapkan ketelitian dan ketepatan dalam melakukan proses
penelitian agar memperoleh hasil yang dapat dipertanggungjawabkan, memecahkan
problem melalui hubungan sebab akibat, dapat diulang kembali dengan cara yang sama
dan hasil sama.1
Laporan penelitian adalah uraian tentang hal-hal yang berkaitan dengan proses
kegiatan penelitian. Dengan demikian isi laporan penelitian bukan hanya tentang langkah-
langkah yang telah dilalui oleh peneliti saja tetapi juga latar belakang permasalahan,
kerangka pikir, dukungan teori dan lain sebagainya yang bersifat memperkuat makna
penelitian yang dilakukan.2
Penulisan laporan merupakan rangkaian kegiatan penelitian yang sangat penting
dan menentukan dalam suatu kegiatan penelitian, karena tujuan utama dari penelitian
ilmiah adalah untuk menemukan kebenaran (kebenaran relatif), menyusun teori atau
pengetahuan baru. Rangkaian kegiatan penelitian ilmiah tidak berakhir dengan
terjawabnya permasalahan atau selesainya pengujian hipotesis atau selesainya
pengungkapan asumsi yang telah diajukan, tetapi harus dilanjutkan dengan langkah.3

B. Manfaat Penyusunan Laporan Penelitian


Penyusunan laporan penelitian memberikan manfaat yang besar sekali. Baik bagi
penulis maupun bagi masyarakat. Terdapat enam manfaat yang diperoleh dari kegiatan
tersebut, yang intinya sebagai berikut :
1. Penulis akan terlatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif karena
sebelum menulis karya ilmiah, ia mesti baca terlebih dahulu kepustakaan yang ada
relevansinya dengan topic yang akan dibahas.
2. Penulis akan terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai buku sumber,
mengambil sarinya, dan mengembangkannya ke tingkat pemikiran yang lebih matang.
3. Penulis akan berkenalan dengan kegiatan perpustakaan, seperti mencatat bahan
bacaan dalam katalog pengarang atau katalog judul buku.
4. Penulis akan dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan
menyajikan fakta secara jelas dan sismatis.
5. Penulis akan memperoleh kepuasan intelektual.

1
Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta : Bumi Aksara), hlm.5.
2
Prof. Dr. Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian,(Jakarta :Rineka Cipta, 2005), hlm. 471.
3
Hermayulis. 2011. Penulisan laporan hasil penelitian. Diakses dari
http://portal.kopertis3.or.id/bitstream/123456789/2066/1/penulisan%20laporan%20hasil%20penelitian.pdf. Pada
tanggal 14 mei 2017 pukul 7.25 WIB.

3
6. Penulis turut memperluas cakraawala ilmu pengetahun masyarakat.4

C. Berbagai Model Laporan Penelitian


Laporan penelitian mempunyai variasi kerangka sesuai dengan ketentuan dari
lembaga yang bertanggung jawab atas pelaksanaan penelitian.

1. Model Pertama
Model yang paling banyak digunakan oleh para mahasiswa penyusun skripsi atau
tesis. Untuk skripsi, tesis ataupun disertasi kadang-kasng kerangkanya sama. Untuk
model pertama ini masih terdapat beberapa variasi yaitu :

Variasi 1 :
Bab I : Pendahuluan
Bab II : Penyusunan Kerangka Teori dan Pengajuan Hipotesis
Bab III : Metodologi Penelitian
Bab IV : Laporan Penelitian
Bab V : Kesimpulan dan Saran

Variasi 2:
Bab I : Pendahuluan
Bab II : Landasan Teori
Bab III : Landasan Fakta
Bab IV : Persiapan dan Pelaksaan Penelitian
Bab V : Hasil-hasil Penelitian
Bab VI : Kesimpulan, Diskusi, Implikasi, dan Saran

Variasi 3:
Bab I : Pendahuluan
Bab II : Landasan Teori
Bab III : Metodologi Penelitian
Bab IV : Laporan Penelitian
Bab V : Kesimpulan, Diskusi, Implikasi, dan Saran

Variasi 4 :
Bab I : Pendahuluan
Bab II : (Judul Disesuaikan dengan Cara Mengambil Inti dari Variabel atau
Permasalahan Penelitiannya)
Bab III : Rancangan Penelitian
Bab IV : Pengumpulan, Pengolahan dan Analisis Data
Bab V : Pembahasan, Kesimpulan, dan Implikasi

Variasi 5 :
4
Sikumbang,Enam manfaat yang diperoleh dari penyusunan laporan penelitian, dalam buku Prof. Dr. E.
Zainal Arifin, Dasar-Dasar Penulisan Karya Ilmiah, (Jakarta : PT Grasindo, 2006), hlm. 4.

4
Bab I : Pendahuluan
Bab II : Kerangka Teoritik dan Pengajuan Hipotesis
A. Latar Belakang Teori
B. Pembahasan Mengenai Penleitian yang Relevan
C. Kerangka Berpikir
D. Perumusan Hipotesis
Bab III : Metodologi Penelitian
Bab IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bab V : Kesimpulan, Diskusi, Saran dan Rekomendasi.

2. Model Kedua
Laporan penelitian yang wujudnya tidak seluas dan sekomprehensif skripsi, tesis
ataupun disertasi. Misalnya laporan penelitian pesanan bagi para dosen (bukan
mahasiswa) yang diselenggarakan oleh DPPM, pusat atau Balai Penelitian di
Universitas, Institut atau jenis perguruan tinggi lain. Benuk kerangka laporan
penelitian :5

Bab I : Pendahuluan (termuat juga di bagian ini kajian pustaka dan kerangka
berpikir)
Bab II : Cara Penelitian
Bab III : Hasil dan Analisis Penelitian
Bab IV : Kesimpulan dan Saran

D. Sistematika Laporan Penelitian


Inti dari laporan penelitian ada tiga bagian, yaitu bagian pembukaan, bagian isi, dan
bagian penutup. Secara lengkap, sistematika laporan penelitian adalah sebagai berikut :

1. Sampul Luar
Sebagai hard cover dan sampul dalam sebagai soft cover ditulis persis, berisi
tentang judul skripsi, maksud penulis skripsi, nama mahasiswa dan nomor pokok,
logo, nama jurusan/program studi, perguruan tinggi, kota dan tahun. Judul skripsi
harus dirumuskan dalam bentuk kalimat pernyataan yang menarik, jelas, ringkas, dan
komunikatif, karena dari judul ini akan tergambar tentang masalah penelitian, tujuan
penelitian, populasi, metode, dan teknik penelitian.
Misalnya : Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana
Pendidikan Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan.

2. Lembar Pernyataan
Sebuah format pernyataan dari mahasiswa tentang keaslian karya tulis ilmiah
yang dibuat dan bukan hasil jiplakan. Format tersebut harus dibuat dan ditandatangani
oleh mahasiswa yang bersangkutan.

3. Lembar Persetujuan dan pengesahan

5
Prof. Dr. Suharsimi Arikunto,.Opcit, hlm. 475-478.

5
Sebuah format persetujuan dari dosen pembimbing (1 dan 2). Untuk itu dosen
pembimbing 1 dan 2 harus menandatangani format tersebut dan diketahui oleh ketua
Jurusan/Ketua Program Studi. Nama pembimbing dan Ketua Jurusan/Program Studi
harus ditulis lengkap dan benar sesuai dengan nama aslinya, termasuk gelar akademik
dan Nomor Induk Pegawai (NIP) serta ditulis dengan huruf kecil, kecuali huruf awal
untuk setiap kata ditulis huruf besar (kapital).

4. Abstrak
Uraian singkat tetapi komprehensif tentang skripsi, mulai dari judul, latar
belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi
penelitian, landasan teori dan hipotesis (jika ada), hasil temuan sampai dengan
kesimpulan dan saran. Abstrak ditulis satu spasi dan maksimal satu halaman. Pada
bagian akhir abstrak harus ditulis kata kunci (key word).

5. Kata Pengantar
Ungkapan atau uraian pengantar dari penulis tentang ruang lingkup
permasalahan penelitian. Dalam kata pengantar ditemukan pula ucapan terimakasih
kepada berbagai pihak yang telah membantu menyelesaikan karya tulis ilmiahnya.
Ucapan terima kasih ini tidak dibuat secara terpisah, tetapi merupakan bagian dari
kata pengantar.

6. Daftar Isi
Menunjukkan perincian dan sistemarika isi skripsi secra keseluruhan, berupa
judul dan subjudul berikut nomor halamannya, sehingga memberi kemudahan bagi
para pembaca utuk mencari hal-hal penting dalam skripsi. Untuk nomor halaman
sebelum bab satu, kecuali sampul luar dan sampul dalam, menggunakan angka
Romawi kecil, seperti i, ii, iii,dan seterusnya.sedangkan mulai dari halaman bab satu
sampai dengan halaman terakhir skripsi menggunakan angka Arab, seperti 1, 2, 3 dan
seterusnya.

7. Daftar Tabel
Suatu daftar yang menyajikan nama/judul table secara berurutan dalam skripsi,
mulai dari table pertama sampai dengan table terakhir. Setiap table diberi judul dan
nomor halaman. Nomor table diurutkan untuk setiap bab. Judul table ditulis dengan
huruf besar untuk setiap huruf awal pada setiap kata. Nomor urut bab dan nomor urut
table dicantumkan di atas table yang bersangkutan.
Contoh :
Tabel 1.2 N ilai Matakuliah Evaluasi Pembelajaran.... 5

Keterangan :
Angka 1 menunjukkan nomor urut bab, dan angka 2 menunjukkan urutan tabel.

8. Daftar Gambar
Yaitu suatu daftar yang menyajikan nama/judul gambar secara berurutan dalam
skripsi, mulai dari gambar pertama sampai dengan terakhir. Setiap gambar diberi

6
judul dan nomor halaman. Judul gambar ditulis dengan huruf besar untuk setiap huruf
awal pada setiap huruf awal pada setiap kata. Nomor urut bab dan nomor urut gambar
dicantumkan di bawah gambar yang berangkutan.
Contoh :
Gambar 2.3 Langkah-langkah Pembelajaran Inkuiri.. 9

Keterangan :
Angka 2 menunjukkan bab, dan angka 3 menunjukkan urutan gambar

9. Daftar Lampiran
Yaitu suatu daftar yang menyajikan nama/judul lampiran-lampiran secara
berurutan. Dalam daftar lampiran disajikan nomor urut lampiran, nama lampiran dan
nomor halaman.
Contoh :
Lampiran 1 : Hasil Perhitungan Chi-Square.... 3

10. Bab I : Pendahuluan


Bagian awal disebut bagian pendahuluan skripsi, yang berisi tentang latar
belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat hasil penelitian, dan
definisi operasional. Bagian pendahuluan berfungsi sebagai kerangka dasar pemikirn
dalam pelaksanaan suatu penelitian yang secara sistematis dan logis memberi
justifikasi terhadap landasan teori, pendekatan, dan metodologi penelitian, prosedur
penelitian sampai pada kesimpulan dan saran. Adapun penjelasan dari setiap bagian
dalam bab satu (pendahuluan) adalah :

a. Latar Belakang Masalah


Untuk mengemukakan latar belakang masalah ini, peneliti harus menjawab
pertanyaan sebagai berikut : mengapa penelitian ini harus dilakukan ? mengapa
permasalahan itu dianggap penting ? apa yang membuat peneliti merasa resah dan
gelisah jika masalah tersebut tidak diteliti? Kemukakan alasan-alasan yang kuat,
mendasar, dan tajam. Apakah masalah penelitian tersebut betul-betul masih
menjadi tajam. Apakah masalah penelitian tersebut betul-betul masih menjadi
teka-teki ? bagaimana kedudukan dan hubungan malah penelitian tersebut dilihat
dari jurusan atau program studi measing-masing ?
Semua pertanyaan tersebut harus dilihat dari kepentingan penelitian itu
sendiri, apakah untuk menjelaskan fenomena yang ada, pengembangan ilmu atau
untuk pemecahan masalah-maslah praktis. Hal-hal yang bersifat teoritik dan
konseptual jangan dimasukkan ke dalam latar belakang masalah, mulailah latar
belakang masalah ini sesuai dengan permasalahan penelitian, sehingga tidak
terlalu melambung. Jika permasalahan penelitian berkaitan dengan pembelajaran,
maka mulailah dengan pembelajaran, bukan dari sistem pendidikan nasional,
tujuan pendidikan nasional, fisafat pendidikan, dan sebagainya.

b. Rumusan Masalah
Sebelum membuat rumusan masalah, terlebih dahulu mahasiswa harus
mengidentifikasi fenomena yang akan diteliti, dalam arti apakah suatu fenomena

7
mempunyai masalah atau tidak. Berkaitan dengan itu, mahasiswa harus
mempunyai pengetahuan yang luas dan komprehensif tentang teori-teori serta
hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan masalah yang diteliti. Setelah
fenomena tersebut diidentifikasi ada masalahnya, kemudian masalah tersebut
dibatasi ruang lingkupnya, untuk selanjutnya dirumuskan secara eksplisit,
operasional, dan dapat diukur dalam bentuk pertanyaan.6
Biasanya rumusan masalah diawali dengan kalimat pengantar, misalnya :
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, dapat dirumuskan
pertanyaan penelitian sebagai berikut
Uraian dalam latar belakang maslah diatas memberikan dasar bagi peneliti
untuk merumuskan pertanyaan penelitian berikut
Dengan memperhatikan latar belakang maslah diatas, dapat dirumuskan
maslah penelitian sebagai berikut.7

c. Tujuan Penelitian
Sasaran yang ingin dicapai dalam suatu penelitian dirumusan dalam tujuan
penelitian. Rumusan tujuan penelitian harus jelas, konkret dan konsisten dengan
rumusan masalah, sehingga memudahkan untuk dinilai ketercapaiannya pada
akhir kegiatan penelitian. Jika dalam rumusan masalah dibagi menjadi masalah
umum dan masalah khusus, maka tujuan penelitian pun dibagi menjadi tujuan
umum dan tujuan khusus.

d. Manfaat Hasil Penelitian


Disamping tujuan, manfaat hasil penelitian juga perlu mendapat penegasan.
Manfaat hasil penelitian menunjukkan sumbangan yang dapat diberikan dari hasil
penelitian tersebut. Kegiatan penelitian bukan sekedar mendapatkan kesimpulan-
kesimpulan, tetapi mendapatkan kesimpulan yang biasa dipakai dan bermanfaat
bagi berbagai pihak. Oleh sebab itu, rumusan manfaat hasil penelitian sebaiknya
ditegaskan pihak-pihak mana dan dalam hal apa hasil penelitian ini dapat
bermanfaat.

e. Definisi Operasional
Karakteristik variable dirumuskan dalam definisi operasional. Jadi, definisi
operasional ini merupakan bagian yang sangat penting sebab akan menentukan
instrument penelitiannya. Definisi operasional bukan hanya variable-variabel,
tetapi juga istilah yang menunjukkan hubungan antarvariabel, seperti kata
pengaruh. hubungan, kontribusi, dampak, perbedaan dan sebagainya.
Istilah-istilah ini pun harus didefinisikan secara operasional sebab akan
menunjukkan kegiatan yang dilakukan, terutama kegiatan yang berkenaan dengan
cara pengolahan data.

11. Bab II : Landasan Teori

6
Drs. Zainal Arifin, M.Pd., Penelitian Pendidikan, (Bandung :PT Remaja Rosdakarya, 2011), hlm.292-304.
7
Nova Octavia., Sistematika Penulisan Karya Ilmiah, (Yogyakarta :CV Budi Utama, 2015), hlm.292-304.

8
Dalam bab ini peneliti harus mengemukakan konsep-konsep ilmiah, prinsip, dan
bahan-bahan pustaka lainnya (teoritis) serta hasil-hasil penelitian terdahulu (empiris)
yang relevan dengan permasalahan penelitian. Landasan teoris dan empiris tersebut
harus dikaji secara mendalam, kritis, objektif, dan sistematis, sehingga jelas lingkup
dan konstruknya. Karena teori dapat memainkan peran tertentu, yaitu menerangkan
hubungan-hubungan di antara aktivitas-aktivitas yang diamati.
Dalam mengemukakan konsep atau teori tertentu, mahasiswa tentu banyak
mengutip dari berbagai sumber, setiap sumber harus ada penjelasan terlebih dahulu
sebelum masuk ke kutipan berikutnya.

12. Bab III: Metode Penelitian


a. Pendekatan dan Metode Penelitian
Masalah dan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian akan menentukan
pendekatan dan metode penelitian yang akan digunakan. Pendekatan dan metode
yang akan digunakan sangat bergantung pada bentuk rumusan masalah penelitian.
Peneliti harus memilih dan menemukan metode mana yang tepat sesuai dengan
rumusan masalah, seperti metode historis, deskriptif, eksperimen, ekspos fakto,
penelitian serta pengembangan dan lain-lain.

b. Populasi dan sampel


Pada bagian ini, tentukan apa, siapa dan berapa banyak populasinya.
Kemukakan alasan-alasan yang rasional dalam pemilihan anggota populasi. Jika
jumlah populasi sudah diketahui, maka selanjutnya menentukan apakah akan
dilakukan penelitian terhadap populasi atau akan diambil sebagian dari populasi
(sampel). Syarat utama sampel yaitu representative. Untuk itu tentukan berapa
banyak dari populasi yang akan dijadikan sampel dan bagaimana teknik
pengambilan sampel (sampling) sesuai dengan karakteristik populasi.

c. Instrumen Penelitian
Beberapa hal yang patut di pertimbangkan peneliti dalam memilih instrument
penelitian adalah :
Instrumen yang dipilih hendaknya instrumen yang paling tepat untuk
mengungkap data penelitian yang diperlukan
Ada kesiapan dan kesediaan dari responden untuk memberikan data
Intrumen penelitian harus memiliki nilai praktis, dalam arti mudah dalam
penyusunannya termasuk penggunaan dan pengolahannya
Instrumen penelitian yang digunakan dapat menghemat aktu, tenaga, dan
biaya tanpa mengorbankan isi
Pada bagian ini peneliti harus mengemukakan dan menjelaskan teknik-teknik
apa saja yang akan digunakan dan untuk mengumpulkan data tentang apa.
Misalnya, teknik observasi maka instrumennya adalah pedoman observasi. Jika
tekniknya wawancara, maka instrumennya adalah pedoman wawancara. Jika
tekniknya tes dan angket, maka instrumennya adalah tes dan angket.
Sebelum mengkonstruksi instrumen penelitian, perlu disusun kisi-kisi
(blueprint atau lay-out). Dalam kisi-kisi tersebut dipetakan perincian variable,

9
rumusan masalah, jenis instrumen penelitian, responden, jumlah butir soal dan
muatan dari butir soal (jika menggunakan tes). Selanjutnya dilakukan
penimbangan (judgement) oleh ahli (expert) di luar dosen pembimbing, kemudian
uji-coba secara empiris, pengolahan hasil uji-coba (validitas dan reliabilitas),
penyempurnaan butir pertanyaan beserta kelengkapan petunjuk, kunci jawaban,
dan sebagainya.

d. Analisis Data
Disi harus dijelakan teknik dan langkah-langkah analisis data yang akan
dilakukan. Teknik man ayang akan digunakan sangat berhubungan erat dengan
rumusan masalah yang diteliti dan jenis data yang dikumoulkan. Jika data bersifat
nominal, maka teknik pengolahan data dapat dilakuakan dengan statistic deskriptif
(deduktif), seperti persentase, rata-rata, median, dan metode. Apabila datanya
dalam bentuk interval, ordinal atau mungkin rasio maka dapat digunakan statistic
inferensial (induktif), seperti uji-hipotesis, korelasi, t-test, chi-square dan
sebagainya baik yang bersifat parametik maupun nonparametik.
Analisis data statistic yang bersifat parametric biasnya mensyaratkan asumsi-
asumsi, sehingg setiap asumsi harus diuji dengan statistic pula. Misalnya, untuk
menguji perbedaan dua ratarata, maka kita harus mengunakan rumus t-test.
Asumsi penggunaan rumus t-test adalah :
1) Kedua sampel diambil dari populasi secara random
2) Data kedua sampel berdistribusi normal
3) Varians kedua sampel homogeny
Asumsi kedua dan ketiga tentu menuntut pengujian statistic, yaitu uji
normalitas data dan uji-F.

e. Langkah-Langkah Penelitian
Ada empat langkah pokok penelitian yang harus dilakuakn, yaitu persiapan
pengumpulan data, pelaksanaan pengumpulan data, pengolahan data, dan
penyusunan laporan.
Langkah pertama yaitu persiapan pengumpulan data, perlu dijelaskan
kegiatan-kegiatan yang telah dan akan dilakukan, seperti proses penyusunan
proposal, instrumen penelitian (mulai dari kisis-kisi ampai dengan jenis
instrumen penelitian) dan proses perizinan penelitian (dari siapa, untuk siapa,
dimana, jika perlu tuliskan nomor dan tanggal surat penelitiannya).
Langkah kedua adalah pelaksanaan pengumpualan data, yaitu menjelaskan
tentang siapa yang mengumpulkan data, kapan, dimana dan bagaimana.
Langkah ketiga adalah pengolahan data sesuai dengan langkah-langkah dan
rumus-rumus yang telah dikemukakan dalam teknik pengolahan data.
Berdasarkan hasil pengolahan data ini kemudian dideskripsikan dan
diinterpretasikan hasil temuan sesuai dengan permasalahan penelitian.
Langkah keempat adalah menyusun laporan penelitian berdasarkan
sistematika yang telah ditentukan.

13. Bab IV: Hasil Penelitian dan Pembahasan

10
Terdapat dua kegiatan pokok yang harus dilakukan. Pertama, deskripsi hasil
peelitian yang meliputi : hasil uji-coba instrumen penelitian, deskripsi data hasil
penelitian, dan uji-hipotesis. Kedua, pembahasan (analisis) secara mendalam sesuai
dengan masalah penelitian. Dalam pembahasan, hasil penelitian harus
dihubungkan/dikaitkan dengan kajian teoritis dan empiris.
Untuk menyitir suatu pendapat atau hasil penelitian, tidak perlu merekam
sepenuhnya, tetapi cukup mengambil inti/esensinya saja untuk keperluan
perbandingan atau ungkapan. Penelitian yang bersifat analisis dan menggunakab
banyak data maka pembahasn didasarkan atas rekaman analisi statistic dalam bentuk
table final yang lazim disebut working table atau analysis table dan di beri judul yang
berkaitan dengan jenis metode pengujian dan materi yang dianalisisnya.

14. Bab V : Simpulan, Implikasi dan Saran


Simpulan adalah makna yang diberikan peneliti terhadap pemabahasan hasil
penelitian. Implikasi adalah sesuatu yang perlu dilakukan, baik dalam bentuk pikiran
maupun tindakan berdasarkan simpulan yang diambil. Saran adalah lanjutan logis dari
simpulan bentuknya dapat berupa anjuran, sedangkan sifatnya dapat meliputi aspek
operasional.

15. Daftar Pustaka


Mengandung sejumlah literature yang dijadikan referensi dalam kepentingan
penelitian, terutama yang digunakan dalam landasan teori dan pembahasan hasill
penelitian. Sumbernya dapat berupa buku, majalah, Koran, jurnal, laporan penelitian,
dokumen resmi, atau sumber-sumber lain dari media elektronik seperti televise, radio,
internet, video, film, kaset, CD dan sebagainya. Semua sumber yang digunakan dalam
dalam penelitian harus dicantumkan dalam daftar pustaka.

16. Lampiran-Lampiran
Berisi semua dokumen yang digunakan dalam penelitian. Bentuknya dapat
berupa instrumen penelitian, surat izin penelitian, table induk, proses pengolahan data
dan sebagainya. Setiap lampiran diberi nomor urut sesuai dengan urutan
penggunaannya dan diberi judul lampiran

17. Riwayat Hidup Penulis


Berisi tentang riwayat hidup penulis, kegiatan-kegiatan ilmiah yang pernah
diikuti, karya ilmiah yang dipublikasikan, riwayat pekerjaan dan jabatan (bila sudah
bekerja). Riwayat hidup dapat dibuat poin per poin secara berurutan dapat pula
disusun dalam format esai padat.

E. Bahasa Laporan Penelitian


Laporan penelitian yang baik harus mempergunakan ejaan yang dibakukan.
Dalam bahasa Indonesia sudah ada ketentuannya yakni harus selalu berpedoman
kepada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Kata-kata yang
digunakan dalam laporan penelitian haruslah kata-kata yang bermakna lugas dan
denotatif. Tiap kata diusahakan hanya melambangkan sebuah makna atau konsep.
Istilah-istilah yang digunakan harus selalu mengandung makna yang tetap dan

11
bepedoman kepada Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Begitu juga dengan kalimat-
kalimat yang digunakan dalam laporan hendaknya kalimat-kalimat yang efektif.
Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu menimbulkan dalam bayangan
pembacanya suatu pengertian yang sama dengan pengertian yang dimaksud
pengarangnya. Kalimat efektif biasanya pendek, tapi jelas. Untuk menyusun kalimat
efektif peneliti harus menguasai juga kaidah-kaidah tata bahasa, perbendaharaan kata
secara luas, dan istilah-istilah dalam bidang yang bersangkutan.
Penggunaan bahasa laporan penelitian hendaknya memperhatikan alinea, yaitu
suatu kalimat atau rangkaian kalimat di mana antara isi yang satu dengan lainnya
mempunyai koherensi atau bertalian erat. Keseluruhan isi merupakan kesatuan
pengungkapan yang bulat. Tidak ada patokan yang pasti mengenai panjang-pendeknya
kebulatan suatu pengungkapan. Namun demikian, untuk memudahkan penangkapan
makna, ada baiknya panjang alinea itu lebih dari satu kalimat tetapi tidak menghabisakn
satu halaman. Alinea itu dapat berisi sebab-akibat yang deduktif, induktif, berisi urutan
kronologis atau tata urut proses suatu subjek, dapat berupa ulangan subjek, dan dapat
juga berupa perumpamaan atau analogi.8

F. Visualisasi Data
Data-data statistik yang sudah terkumpul dan dianalisis hendaknya disajikan
dalam bentuk yang baik dan menarik, bukan hanya dalam bentuk lambang verbal (kata-
kata) tetapi juga dalam bentuk lambang visual. Secara garis besar, penyajian data
statistik dalam bentuk lambang visual ada dua jenis, yaitu: (a) tabel atau daftar yang
terdiri atas tabel klasifikasi tunggal dan ganda, tabel kontingensi, dan tabel distribusi
frekuensi, (b) diagram atau grafik, yang terdiri atas: diagram batang, diagram garis,
diagram lambang, diagram lingkaran, diagram peta, serta diagram batang dan daun.
Penyajian data dalam bentuk tabel dimaksudkan agar orang mudah memahami dan
menelaah apa yang disajikan. Adapun kerangka pembuatan tabel statistik adalah:

Gambar 6.1
kerangka
pembuatan table statistik

8
Arifin, Zainal. Penelitian Pendidikan: Metode dan Paradigma Baru, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2011), hlm. 304-305.

12
Tabel di atas menunjukkan bentuk umum dari tabel baris dan kolom dengan
nama-nama bagiannya yang biasa untuk menyajikan data statistik. Jika tabel dibagi
menurut jenisnya saja disebut tabel klasifikasi tunggal. Contoh:

Tabel 6.1 Jumlah Guru Menurut Jenisnya

Jenisnya Jumlah

Laki-laki 250

Perempuan 50

Jumlah 300

Tabel 6.2 Jumlah Guru Menurut Jenis Kelamin dan Tingkat Pendidikan

Tingkat Pendidikan
Jenis Kelamin Jumlah
D.3 S.1 S.2 S.3

Laki-laki 250 90 70 60 30
Perempuan 50 15 10 20 5

Jumlah 300 105 80 80 35

Tabel di atas menunjukkan tabel klasifikasi dua, karena dibagi dalam dua, yaitu
jenis dan tingkat pendidikan. Dapat juga dibuat tabel klasifikasi tiga, empat dan
sebagainya. Untuk data yang terdiri atas dua klasifikasi atau dua variabel, di mana
klasifikasi satu terdiri atas b bagian dan klasifikasi lainnya terdiri atas k bagian, maka
dibuat tabel kontingensi dengan ukuran b x k (b = baris, k = kolom). Contoh:

Tabel 6.3 Jumlah Siswa Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin

Jenis Tingkat Pendidikan


Jumlah
Kelamin SD SMP SMA

Laki-laki 4500 2500 1500 8000


Perempuan 3500 2000 1000 6500

Jumlah 7500 4500 2500 14500

Tabel kontingensi di atas merupakan tabel kontingensi dengan ukuran 2 x 3,


karena terdiri atas dua baris dan tiga kolom. Dapat juga dibuat tabel kontingensi ukuran
3 x 4, 4 x 4, dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan. Jika data kuantitatif dibuat dalam
bentuk kelompok, maka dapat disajikan melalui tabel distribusi frekuensi. Contoh:9

Tabel 6.4 Skor Tes Hasil Ujian Akhir Semester


9
Ibid,.hlm. 305-307.

13
Nilai Frekuensi

51-60 5
61-70 15
71-80 40
81-90 14
91-100 6

Jumlah 80

Di samping tabel, dapat juga menyajikan data dalam bentuk diagram atau grafik.
Langkah-langkah penyusunannya adalah menyusun data dalam suatu tabel dan
membuat gambar diagram. Secara teknis, dalam menggambar suatu diagram, kecuali
untuk diagram lambang dan diagram lingkaran, diperlukan dua buah sumbu yang
berpotongan tegak lurus, yaitu sumbu datar dan sumbu tegak. Sumbu datar disebut juga
sumbu absis, yaitu garis datar yang menyatakan data diskrit atau kontinu jika
karakteristiknya kuantitatif. Sumbu tegak disebut juga sumbu ordinat, yaitu garis tegak
yang menunjukkan frekuensi dari hal yang diselidiki. Contoh:

Tabel 6.5 Data Jumlah Guru Menurut Tingkat Pendidikan

Tingkat Pendidikan Frekuensi

TK 800

SD 1900

SMTP 1300

SMTA 950

Universitas 600

Berdasarkan data di atas, maka diagram batang tunggal vertikal sebagai berikut:

Diagram 6.1 Batang Tunggal

14
Di samping diagram batang tunggal, ada juga diagram batang ganda dan diagram
batang komponen. Contoh:

Tabel 6.6 Data Jumlah Guru Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin

Tingkat Jumlah Guru


Jumlah
Pendidikan Laki-laki Perempuan

TK 100 700 800

SD 1100 800 1900

SMTP 700 600 1300

SMTA 600 350 960

UNIV 400 200 600

Jumlah 2900 2650 5550

Diagram 6.2 Batang Ganda

Jika jenis kelamin dan jumlah semua harus ada, dapat dibuat diagram batang
komponen.

15
Diagram 3. Batang Komponen

Data-data kuantitatif dapat juga divisualkan dalam bentuk diagram lingkaran.10

Diagram 6.4 Lingkaran

G. Teknik Pengetikan
Dalam mengetik laporan hasil penelitian, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan:
1. Semua laporan penelitian harus diketik dengan menggunakan komputer pada
kertas HVS 80 gram ukuran A.4 atau kuarto.
2. Pengetikan komputer menggunakan style: normal; font: Times New Roman atau
Garamond atau Arial; dan font size: 12. Adapun format halamannya adalah atas
tiga; bawah empat; kanan tiga; dan kiri empat.
3. Jarak antara baris ke satu dengan baris berikutnya adalah dua spasi, kecuali untuk
abstraksi dan daftar pustaka menggunakan satu spasi.
4. Setiap paragraf baru dimulai dari ketukan tujuh atau satu tab dalam komputer.
5. Judul bab menggunakan HURUF KAPITAL SEMUA tanpa garis bawah dan
tanpa titik, sedangkan nomor bab menggunakan angka Romawi.
6. Setiap awal dari judul sub bab harus diketik dengan huruf kapital, kecuali kata
sambung.
7. Untuk penomoran dapat menggunakan model sebagai berikut:
a. Pertama: Model Pembagian Angka dan Huruf
I = Angka Romawi Besar
A = Huruf Besar
1 = Angka Latin
a = Huruf Kecil
1) = Angka latin dengan kurung tutup
a) = Huruf kecil dengan kurung tutup
(1)= Angka latin dalam kurung
(a)= Huruf kecil dalam kurung
b. Kedua: Model Pembagian Angka
1= Satu angka
1.1. = Dua angka
1.1.1. = Tiga angka
1.1.1.1. = Empat angka.
10
Ibid,.hlm. 307-309.

16
Catatan:
1. Urutan penomoran ini harus digunakan secara konsisten, tidak boleh dicampurkan
dengan model yang lain.
2. Setiap perpindahan nomor urut tidak harus menjorok (masuk ke dalam), sehingga
mengambil tempat terlalu banyak, tetapi bisa kembali ke garis kiri.
3. Penggunaan nomor urut hendaknya jangan berlebihan.
4. Judul tabel harus ditulis di atas tabel dengan HURUF KAPITAL, sedangkan judul
bagan, diagram, dan gambar ditulis di baian bawah dengan HURUF KAPITAL.
5. Karya tulis ilmiah harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar,
misalnya: (a) awal kalimat jangan menggunakan kata sambung, seperti: dan,
yang, dengan, sehingga, maka, karena, dan lain-lain, (b) kata di yang
menunjukkan tempat harus dipisah, seperti: di atas, di bawah, di samping, dan
lain-lain.
6. Semua istilah asing harus di cetak miring. Contoh: reseacrh dicetak reseacrh.11

H. Teknik Kutipan
Kutipan langsung ditulis sama persis dengan sumber aslinya baik mengenai
bahasanya maupun ejaannya.
1. Jika kutipan merupakan kutipan pertama atau kutipan langsung dari penulisnya,
maka kutipan tersebut menggunakan dua tanda petik. Contoh:
Mulyani Sumantri (2007 : 27) menjelaskan pendidikan adalah bimbingan
yang diberikan kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal.
2. Jika kutipan tersebut diambil dari kutipan lagi, maka kutipan tersebut ditulis
dengan menggunakan satu tanda petik. Contoh:
Oemar Hamalik dalam Toko Ruhimat (2008 : 20) menjelaskan pengertian
pendidikan tidak dapat disamakan dengan pengertian pengajaran.
3. Jika kutipan tersebut terdiri atas empat baris atau kurang, maka kutipan tersebut
tetap menggunakan tanda petik sesuai dengan ketentuan pertama, tetapi
penulisannya digabung ke dalam paragraf sebelumnya dan diketik dua spasi.12
Contoh:
Seperti pernyataan Gough (2002:16) bahwa the influence of globalist

thinking in education can readily be seen in the proliferation of globalized

education studies (pengaruh pemikir global dapat dilihat dari proliferasi studi

pendidikan global).13
4. Jika suatu kutipan terdiri atas lima baris atau lebih, maka kutipan ditulis tanpa
tanda kutip dan diketik satu spasi. Penulisannya harus di luar atau setelah
paragraf sebelumnya dan menjorok satu tab. Contoh:
Zainal Arifin (2009 : 2003) menjelaskan sebagai berikut:

11
Ibid,.hlm. 309-310.
12
Ibid,.hlm. 311.
13
Beniati, Lestyarini, (2011) Mengutip dan Menulis Daftar Pustaka dalam Penulisan Karya Ilmiah, diakses
dari http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/makalah%20ppm%202011.pdf, pada tanggal 13 April 2017
pukul 18.43 WIB.

17
Tes yang distandarisasikan adalah tes yang sudah memiliki derajat
keshahihan.
5. Jika ada bagian kutipan yang dihilangkan, maka penulisan bagian itu diganti
dengan tiga buah tanda titik. Contoh:
Din Fahrudin (2000 : 1) menjelaskan ... tugas membimbing adalah kewajiban
dosen pembimbing.
6. Sumber kutipan hendaknya ditulis sebelum kutipan.
7. Semua gelar, pangkat, dan jabatan penulis harus dihilangkan.
8. Penulisan sumber diawali dengan nama pengarang, kemudian tahun penerbitan
dan nomor halaman yang ditulis dalam kurung. Perhatikan contoh di atas.
9. Jika penulis terdiri atas dua orang, maka kedua nama tersebut harus ditulis semua.
Contoh: Zainal Arifin dan Dadang Sukirman (2009 : 5) mengemukakan ....
10. Jika penulis lebih dari dua orang, maka cukup ditulis nama penulis utamanya saja
yang diikuti dengan dkk.
Contoh: Sebagaimana dikemukakan Wina Sanjana, dkk. (2007 : 10) bahwa ....
11. Penulisan angka dalam kalimat:
a. Jika angka tersebut kurang dari 10, maka ditulis dengan kata-kata. Contoh:
Lima orang mahasiswa FIP-UPI Bandung terpilih sebagai mahasiswa teladan
tingkat Jawa Barat.
b. Jika angka tersebut di atas 10, maka ditulis dengan angka Arab. Contoh: Dari
80 mahasiswa yang mengikuti ujian sidang skripsi, dua di antaranya
dinyatakan lulus bersyarat.14

I. Penulisan Daftar Pustaka


Daftar pustaka berisi kerangan mengenai sumber rujukan yang digunakan dalam
penyusunan tugas akhir. Daftar rujukan dapat berupa buku teks, jurnal penelitian,
laporan penelitian, tugas akhir seperti skripsi dan disertasi, dan terbitan karya ilmiah.
Daftar pustaka disusun secara alfabetis menurut nama belakang pengarang dan tidak
perlu menggunakan nomor urut. Apabila terdapat dua atau lebih nama pengarang yang
sama, pengurutan dilakukan mulai dari tahun terbitan yang terbaru. Untuk terbitan-
terbitan berikutnya nama pengarang tidak ditulis, tetapi diganti dengan garis lurus
tengah (bukan garis bawah) sepanjang 7 ketukan.15
1. Baik nama orang Indonesia maupun nama orang asing hendaknya mendahulukan
nama belakang, kemudian nama depannya (disingkat). Contoh:
Wahyu Kartono, ditulis Kartono, W.,
2. Daftar Pustaka harus ditulis secara lengkap, mulai dari nama penulis, tahun
penerbitan, judul buku (cetak miring), nama kota, titik dua dan nama penerbit.
Tahun penerbitan ditulis dalam kurung dan judul buku dicetak miring. Contoh:
Arifin, Z, (2009) Evaluasi Pembelajaran, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
3. Jika daftar pustaka lebih dari satu baris, maka diketik satu spasi. Baris kedua dan
seterusnya harus menjorok satu tab.
4. Jarak antara sumber ke satu dan sumber berikutnya adalah dua spasi. Contoh:

14
Arifin, Zainal. Op.Cit., hlm. 311-312.
15
Beniati, Lestyarini, (2011) Mengutip dan Menulis Daftar Pustaka dalam Penulisan Karya Ilmiah, diakses dari
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/makalah%20ppm%202011.pdf, pada tanggal 13 April 2017 pukul
11.29 WIB.

18
McMillan, James H., dan Schumacher, Sally., (2001) Reseacrh in Education:
A Conceptual Introduction, Fifth Edition, New York: Addison Wesley
Longman Inc.

Kartadinata, S., (1989) Kualifikasi Profesional Petugas Bimbingan Indonesia:


Kajian Psikologi, Makalah pada Konvensi 7 IPBI, Denpasar.
5. Jika sumbernya dari internet: nama pengarang, (tahun), judul (cetak miring), jenis
medium, tersedia: alamat di Internet, tanggal diakses. Contoh:
Madya, Suwarsih, (2009) Penelitian Tindakan Kelas, Online, tersedia:
http://www/scribd.com/doc/10284529/Penelitian-Tindakan-Kelas (13
April 2017).
6. Jika sumbernya dari koran atau surat kabar: nama penulis, (tahun), judul tulisan,
nama surat kabar, (tanggal,bulan dan tahun penerbitan). Contoh:16
Sarjono, Hari, (2010), Bahasa sebagai Alat Pemersatu Bangsa, Kompas, (5
Oktober 2010).

16
Arifin, Zainal. Op.Cit., hlm. 312-313.

19
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam menulis laporan peneliti harus mengikuti aturan-aturan ilmiah karena
penelitian sendiri merupakan sutu kerja ilmiah. Sistematika pembuatan laporan
penelitian biasanya terdiri dari bagian awal,bagian inti,dan bagian akhir.Dimana bagian
awal memuat cover,judul,halaman judul,halaman pengesahan,abstrak,kata
pengantar,daftar isi dan daftar table, bagian inti terdiri dari pendahuluan, kajian pustaka
dan kerangka teori,metodologi penelitian,hasil dan pembahasan,simpulan dan saran.
Sedangkan bagian akhir memuat daftra pustaka,lampiran dan daftar indeks.

B. Saran
Dalam melakukan penelitian hendaknya terlebih dahulu mempersiapkan rencana,
bahan,alat ,metode,serta keterjangkauan populasi dan sampel. Selesaikan penyusunan
laporan dengan berpegang kepada kerangka yang telah ditetapkan, karena kerangka
tersebut merupakan pola pokok yang sangat menentukan bentuk akhir dari laporan yang
ditulis.

20
DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Z. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2009.

Arifin, Z.Dasar-Dasar Penulisan Karya Ilmiah.Jakarta : PT Grasindo. 2006


Arikunto, S. Manajemen Penelitian. Jakarta :Rineka Cipta.2005.

Beniati, Lestyarini, (2011) Mengutip dan Menulis Daftar Pustaka dalam Penulisan Karya

Ilmiah, diakses dari http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/makalah%20ppm

%202011.pdf, pada tanggal 13 Mei 2017 pukul 11.29 WIB.

Octavia, N. Sistematika Penulisan Karya Ilmiah.Yogyakarta : CV Budi Utama. 2015.

Sukardi. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.2009

.
Hermayulis. 2011. Penulisan laporan hasil penelitian. Diakses dari
http://portal.kopertis3.or.id/bitstream/123456789/2066/1/penulisan%20laporan%20hasil
%20penelitian.pdf. Pada tanggal 14 mei 2017 pukul 7.25 WIB.

21
22
1