Anda di halaman 1dari 5

Pemboran

Pemboran dilakukan untuk mengidentifkasi kedalaman dan ketebalan seam batubara dan juga
runtunan vertikal satuan batuan sedimen pembawa-batubara. Identifkasi distribusi batubara secara
lateral serta model sedimentasi runtunan batubara dapat diketahui dari korelasi antar-sejumlah
lubang bor.

Skema projek pemboran batubara yang memperlihatkan mekanisme pelaksanaan pemboran. Tanda panah merah menunjukkan aliran air
yang melakukan peran penting
dalam pengerjaan pemboran.

Persiapan pemboran: suatu dasar yang kokoh siap untuk menempatkan perlengkapan pemboran.
Persiapan pemboran: mesin
pemboran akan ditaruh di atas dasar beton.

Awak pemboran berusaha memasang pipa tambahan untuk penetrasi yang lebih dalam.

Perlengkapan pemboran yang dapat menembus kedalaman sampai sekitar 100 m.

Core drilling (Pemboran inti)


Core drilling is carried out to identify more detail on vertical lithology variation. Unlike openhole
drillling, exact depth of the layer can be determine on core drillling. Rock samples were taken by
core barrel, allowing the rocks to have a long-rounded shape following the core barrel. The drilling
can be performed using the conventional method or the wire - line method.

Pemboran inti dilaksanakan untuk mengidentifkasi lebih terperinci variasi litologi vertikal. Tidak
seperti pemboran lubang terbuka, kedalaman lapisan yang tepat dapat ditentukan pada pemboran
inti. Percontoh batuan diambil dengan core barrel yang memungkinkan batuan mempunyai bentuk
bulat panjang mengikuti bentuk dan ukuran core barrel. Pemboran dapat dilakukan menggunakan
metode konvensional atau metode wire-line.

Pemboran lubang terbuka dilaksanakan untuk mengidentifkasi variasi litologi vertikal (batuan
hancur yang muncul bersama air selama pemboran). Umumnya, pemboran lubang terbuka hanya
digunakan untuk kedalaman dangkal. Percontoh batuan diambil dari setiap kedalaman 50 cm dan
diletakkan dalam kantong percontoh untuk analisis selanjutnya.
Portable driling (Pemboran Jinjing)

Pemboran jinjing digunakan untuk eksplorasi batubara di daerah terpencil dengan kesampaian daerah yang
sulit. Mesin kecil dan ringan memudahkan transportasi. Namun, mesin pemboran jinjing biasanya hanya
untuk pemboran dangkal (sampai kedalaman 50 - 60 m).
Top of
101.00

Coal seam D Coal

Top of Coal seam D


seam D :103.95

Coal seam D :103.95 106.10 m


106.10 m
104.00
Percontoh inti batubara
hasil pemboran yang Bottom of Coal seam
disimpan dalam kotak
kayu , dan arah panah
memperlihatkan bagian
puncak dan dasar dari inti
tersebut.
Log geofsika dijalankan di dalam lubang bor untuk memastikan
ketebalan dan memerikan lebih terperinci lapisan batubara serta
sedimen yang berasosiasi. Beberapa jenis log geofsika yang paling
sering digunakan pada eksplorasi batubara adalah gamma, gamma-
gamma density, kaliper, dan tahanan jenis. Karena sifatnya yang relatif
lemah dan juga rapuh dan/ataupun kondisi lubang bawah, batubara
kadang-kadang hilang seluruhnya atau separuhnya selama proses
pemboran.

Berbagai alat tersedia bagi ahli pertambangan untuk menggambarkan


ciri-ciri geologi pada penambangan lanjut. Alat yang telah dicoba dan
teruji untuk survei geofsika adalah pencitraan sonic (misalnya
pencitraan radio, sonar, dan lain-lain) dan seismik in- seam dapat
digunakan dalam beberapa situasi. Metode pencitraan radio
diaplikasikan dalam menggambarkan ftur geologi, khususnya pada
panel dinding panjang. Alat lain yang sering digunakan pada
pertambangan bawah tanah adalah borescope. Alat ini menggunakan
serat optik untuk melihat lapisan yang menindih dan retakan pada
lubang uji atap pertambangan atau lubang baut.

Kemajuan teknologi dibuat untuk eksplorasi, dan beberapa di antaranya


cocok untuk industri batubara. Teknologi pemboran horizontal
meningkat, dan lubang horizontal sepanjang 1300 m digali pada
pertambangan bawah tanah untuk degassing (mengeluarkan gas?) pada
lapisan batubara. Walaupun biasanya mahal, penggunaan seismik 3D
dapat bermanfaat untuk menggambarkan sesar.

Analisis geofsika digunakan dalam eksplorasi cekungan batubara dan


untuk menggambarkan seam batubara dan struktur geologi.
.
Logging geofsika (geolog) adalah pengukuran variasi sifat-sifat fsik
khusus batuan pada kedalaman lubang bor dengan peralatan pengukuran
geofsika (sondes) yang dimasukkan ke dalam lubang. Hasil geolog berupa
log radiasi (sinar Gamma, Density, Log Neutron, dan spectrometri gamma),
log Kaliper, log Listrik, log Dipmeter, log Sonic, dan log Temperatur.