Anda di halaman 1dari 7

2. B.

Bagian Bagian Sistem Saraf Pusat


System saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang (medulla
spinalis).
1. Otak

Berat Otak manusia sekitar 1.400 gram, tersusun oleh sekitar 100 triliun neuron.
Masing masing neuron mempunyai 1.000 sampai 10.000 koneksi sinaps dengan
sel saraf lainnya. Otak merupakan jaringan yang koneksinya kenyal dan terletak di
dalam ruangan yang tertutup oleh tulang yaitu cranium (tengkorak). Jaringan otak
dilindungi oleh beberapa pelindung yaitu rambut, kulit kepala, tengkorak, selaput
otak ( meningens), dan cairan otak ( liquor cerebro spinalis). Selaput otak sendiri
dibagi menjadi tiga, yaitu : Durameter ( bagian terluar), Arakhnoid (lapisan bagian
tengah), Piameter (lapisan paling dalam) (Satyanegara,2010).

Otak terdiri dari empat bagian besar yaitu ; Cerebrum (otak besar), Cerebellum
(otak kecil), Diensefalon, dan Batang otak.

a) Cerebrum adalah bagian terbesar dari otak yang terdiri dari dua hemisfer.
Hemisfer kanan berfungsi untuk mengontrol bagian tubuh sebelah kiri dan
hemisfer kiri berfungsi untuk mengontrol bagian tubuh sebelah kanan. Masing-
masing hemisfer terdiri dari empat lobus. Bagian lobus yang menonjol disebut
gyrus dan bagian lekukan yang menyerupai parit disebut sulkus. Keempat lobus
tersebut masing-masing adalah ;
- Lobus Frontalis,

Lobus ini terletak pada fosa anterior.lobus ini terlibat dalam dua fungsi
serebral utama yaitu: (1) control motoric gerakan volunter termasuk fungsi
bicara, (2) control berbagai ekspresi emosi, moral, dan tingkah laku etika.
Fungsi aktivitas motoric diekspresikan melalui korteks somato-motarik
primer (area Broadman 4), korteks premotor dan suplemen (area Broadman
6), frontal eye field (area Broadman 8), dan pusat bicara Broca (area
Broadman 44).Kontrol ekspresif dari emosi dan moral dilaksanakan oleh
korteks prefrontal (Satyanegara,2010).

- Lobus Parietal,
Lobus parietal merupakan lobus yang berada di bagian tengah serebrum.
Lobus parietal bagian depan dibatasi oleh sulkus sentralis dan bagian
belakang oleh garis yang ditarik dari sulkus parieto-oksipital ke ujung
posterior sulkus lateralis (Sylvian). Daerah ini berfungsi untuk menerima
impuls dari serabut saraf sensorik thalamus yang berkaitan dengan segala
bentuk sensasi dan mengenali segala jenis rangsangan somatic.
(http://digilib.unila.ac.id/2359/9/BAB%20II.pdf )
- Lobus Oksipitalis,
Lonus ini berperan sangat penting sehubungsn dengsn fungdinys
sebagai korteks visual, lobus oksipital terdiri dari beberapa area yang
mengatur penglihatan dan juga sebagai pusat asosiasinya. Korteks visual
preimer adalah pada area striata (area Broadman 17) yang terletak di
sekitar sulcus calcarinus. Pusat asosiasi penglihatan terletak di daerah
sekitar sulcus calcarinus yaitu area 18 dan 19 (Satyanegara,2010).
- Lobus Temporalis,

Lobus temporalis merupakan lobus yang letaknya paling dekat dengan


telinga dan mempunyai peran fungsional yang berkaitan dengan
pendengaran, keseimbangan, dan juga sebagian dari emosi dan memori.
Lobus temporalis mempunyai dua sulcus yaitu sulkus temporalis superior
dan sulkus temporalis inferior yang membarinya atas tiga gyrus : gyrus
temporalis superior, medius, inferior. Di permukaan gyrus transversum lobus
temporalis (Hesch/area Broadman 42,42) yang merupakan lokasi radiaso
akustika (korteks auditorius primer atau pusat pendengaran). Pengertian
kata-kata suatu pembicaraan melibatkan peranan girus angularis (area
Broadman 39) (Satyanegara,2010).

Struktur serebrum yang terpenting adalah sistem limbik, talamus, ganglia


basalis, dan korteks serebrum.

1) Sistem limbik (limbic system) Limbik berasal dari istilah Latin yang berarti
batas, strukturstruktur ini membentuk semacam batas antara bagian otak
yang lebih tinggi dan yang lebih rendah), terletak di bawah korteks serebrum
merupakan bagian penting dalam ingatan dan emosi. Dua struktur utamanya
adalah amigdala dan hipokampus. Amigdala (amygdala, berasal dari kata
Latin kuno yang berarti almond), bertanggung jawab atas pengevaluasian
informasiinformasi sensorik, menentukan secara tepat arti pentingnya
sesuatu secara emosional, dan berkontribusi dalam pengambilan keputusan
awal untuk mendekati atau menjauhi sesua tu. Sebagai contoh, individu
dengan segera dapat menilai ancaman atau bahaya. Hipokampus
(hippocampus, berasal dari bahasa Yunani yang berarti kuda laut, karena
bentuknya mirip dengan kuda laut). Hipokampus merupakan pintu gerbang
menuju ingatan. Hipokampus memungkinkan individu mem bentuk ingatan
spasial sehingga individu dapat menemukan jalan yang harus ditempuh
dalam lingkungannya (Supradewi, 2010).
2) Talamus (thalamus) Talamus merupakan sumber input utama untuk
korteks serebrum. Sebagian besar informasi sensorik masuk ke dalam
talamus lebih dahulu, yang kemudian akan diproses dan diteruskan ke
korteks serebrum. Talamus akan mengarahkan pesanpesan yang masuk ke
otak, ke area yang lebih tinggi (Supradewi, 2010).
3) Ganglia Basalis, di atas talamus dan di bawah kor teks serebrum terdapat
ganglia besar, dari neuron yang disebut ganglia basalis. Terdapat tiga
struktur pada basal ganglia, yaitu: nukleus kaudat, puta men, dan globus
palidus. Basal ganglia memiliki banyak bagian yang saling bertukar
informasi dengan bagian kor teks serebrum yang berbeda. Hubungan
tersebut paling banyak ditemukan pada bagian frontal korteks serebrum,
sebuah bagian yang bertanggung jawab atas perencanaan rangkaian
perilaku dan untuk beberapa aspek ekspresi memori dan emosional. Pada
kondisi terten tu, seperti penyakit Parkinson dan Huntington, basal ganglia
mengalami penurunan fungsi. Gejala yang paling terlihat adalah gangguan
pergerakan tetapi penderita juga menunjukkan ada nya depresi, penurunan
memori dan motivasi, serta gangguan perhatian (Supradewi, 2010).
4) Korteks serebral (cerebral cortex). Serebrum diselimuti oleh beberapa
lapisan tipis yang tersusun padat yang disebut sebagai korteks serebral.
Badan badan sel yang terdapat di korteks menghasilkan jaringan keabu
abuan disebut sebagai substansi abuabu (gray matter). Pada bagian
bagian lain dari otak terdapat mielin yang panjang, yang menutupi
akson,lebih menomjol dan membentuk substansi putih (white matter).
Meski ketebalan korteks serebral hanya sekitar 3 milimeter (1/8 inci), korteks
mengandung hampir tiga perempat dari seluruh sel otak yang ada. Korteks
memiliki sejumlah celah dan kerutan, sehingga dapat menam pung miliaran
saraf (Satyanegara,2010).
b) Cerebellum
Serebelum atau otak kecil adalah komponen terbesar kedua otak.
Serebelum terletak di bagian bawah belakang kepala, berada di belakang 11
batang otak dan di bawah lobus oksipital, dekat dengan ujung leher bagian atas.
Serebelum adalah pusat tubuh dalam mengontrol kualitas gerakan. Serebelum
juga mengontrol banyak fungsi otomatis otak, diantaranya: mengatur sikap atau
posisi tubuh, mengontrol keseimbangan, koordinasi otot dan gerakan tubuh.
Selain itu, serebelum berfungsi menyimpan dan melaksanakan serangkaian
gerakan otomatis yang dipelajari seperti gerakan mengendarai mobil, gerakan
tangan saat menulis, gerakan mengunci pintu dan sebagainya.
(Satyanegara,2010).
c) Batang Otak
Batang Otak Batang otak berada di dalam tulang tengkorak atau rongga
kepala bagian dasar dan memanjang sampai medulla spinalis. Batang otak
bertugas untuk mengontrol tekanan darah, denyut jantung, pernafasan,
kesadaran, serta pola makan dan tidur. Bila terdapat massa pada batang otak
maka gejala yang sering timbul berupa muntah, kelemahan otat wajah baik satu
maupun dua sisi, kesulitan menelan, diplopia, dan sakit kepala ketika bangun
(Satyanegara,2010).
Batang otak terdiri dari tiga bagian, yaitu:
a. Mesensefalon atau otak tengah (disebut juga mid brain) adalah
bagian teratas dari batang otak yang menghubungkan pons dan
serebelum dengan serebrum. Saraf kranial III dan IV diasosiasikan
dengan otak tengah. Otak tengah berfungsi dalam hal mengontrol
respon penglihatan, gerakan mata pembesaran pupil mata, mengatur
gerakan tubuh dan pendengaran (Satyanegara,2010).
b. Pons merupakan bagian dari batang otak yang berada diantara
midbrain dan medulla oblongata. Pons terletak di fossa kranial
posterior. Saraf Kranial (CN) V diasosiasikan dengan pons. Pons
bagian ventral terdiri dari nucleus pontis yang merupakan
penyampaian jaras kortiko-ponto-selbralis, Pons bagian dorsal
tersusun oleh formasio retikularis beberapa nucleus yang
berhubungan dengan saraf kranial, jaras sensorik asenden, dan
beberapa serabut jaras motoric desenden. Didalam formasio
retikularis sendiri terdapat pusat pneumotoksik dan apneusik yang
membantu dalam regulasi pernapasan (Satyanegara,2010).
c. Medulla oblongata adalah bagian paling bawah belakang dari batang
otak yang akan berlanjut menjadi medulla spinalis. Medulla oblongata
terletak juga di fossa kranial posterior. CN IX, X, dan XII disosiasikan
dengan medulla, sedangkan CN VI dan VIII berada pada
perhubungan dari pons dan medulla. Fungsi medula oblongata :
a). Mengontrol kerja jantung
b). Mengecilkan pembuluh darah (vasokonstriktor)
c). Pusat pernapasan
d). Mengontrol kegiatan reflex.

2. Medula Spinalis
Dari batang otak berjalan suatu silinder jaringan saraf panjang dan
ramping, yaitumedulla spinalis, dengan ukuran panjang 45 cm (18 inci) dan garis
tengah 2 cm (seukurankelingking).
Medulla spinalis, yang
keluar dari sebuah lubang besar di dasar tengkorak, dilindungi oleh kolumna
vertebralis sewaktu turun melalui kanalis vertebralis.Dari medullaspinalis spinalis
keluar saraf-saraf spinalis berpasangan melalui ruang-ruang yang dibentukoleh
lengkung - lengkung tulang mirip sayap vertebra yang berdekatan.
Saraf spinal berjumlah 31 pasang dapat diperinci sebagai berikut : 8 pasang
saraf servikal (C), 12 pasang saraf thorakal (T), 5 pasang saraf lumbal (L), 5
pasang saraf sakral(S), dan 1 pasang saraf koksigeal (Co) (Satyanegara,2010).

3. B. Definisi Beserta Fungsi Sistem Saraf Perifer


Sistem saraf tepi merupakan sistem saraf di luar sistem saraf pusat yang
membawa pesan dari dan menuju sistem saraf pusat untuk menjalankan otot dan
organ tubuh. Sistem saraf tepi terbagi menjadi sistem saraf somatik dan sistem saraf
otonomik. Saraf-saraf tersebut mengandung serabut saraf aferen dan eferen. Pada
umumnya serabut eferen terlibat dalam fungsi motorik, seperti kontraksi otot atau
sekresi kelenjar sedangkan serabut aferen biasanya menghantarkan rangsang
sensorik dari kulit, selaput lendir dan struktur yang lebih dalamStimulasi diterima
oleh reseptor sistem saraf tepi yang selanjutnya akan dihantarkan oleh sistem saraf
sensoris dalam bentuk impuls listrik ke sistem saraf pusat. Pada sistem saraf pusat
impuls diolah dan diinterpretasi untuk kemudian jawaban atau respons diteruskan
kembali melalui sistem saraf tepi menuju efektor yang berfungsi sebagai pencetus
jawaban akhir. (Mahadewa Tjokorda, 2013)
Sistem saraf yang membawa jawaban atau respons adalah sistem saraf motorik.
Jawaban yang terjadi dapat berupa jawaban yang dipengaruhi oleh kemauan
(volunter) dan jawaban yang tidak dipengaruhi oleh kemauan (involunter). Jawaban
volunter melibatkan sistem saraf somatik sedangkan yang involunter melibatkan
sistem saraf otonom. Efektor dari sistem saraf somatik adalah otot rangka
sedangkan untuk sistem saraf otonom, efektornya adalah otot polos, otot jantung
dan kelenjar sebasea(Mahadewa Tjokorda, 2013).

Daftar Pustaka
o Satyanegara,2010.ILMU BEDAH SARAF.Kompas Gramedia. Edisi
4.Jakarta:hal 15-26
o http://digilib.unila.ac.id/2359/9/BAB%20II.pdf
o Mahadewa Tjokorda (2013) Saraf Perifer. Edited by dr. S. Dr. Tjokorda Gde
Bagus Nahadewa, M. Kes. and Co. Jakarta: PT Indeks. Available at:
http://erepo.unud.ac.id/5762/1/ID2_19740906200212100114091311938buku-
saraf-perifer.pdf.
o Supradewi, R. (2010) OTAK , MUSIK , DAN PROSES BELAJAR, OTAK ,
MUSIK, DAN PROSES BELAJAR, 18(2), pp. 5868. Available at:
https://jurnal.ugm.ac.id/buletinpsikologi/article/download/11538/8604.