Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS UNSUR-UNSUR PETA GEOLOGI

Disusun untuk Memenuhi Tugas Geologi Lingkungan (TKP 250)

Disusun Oleh:

Nama : ABDURRAHMAN ZAKI


NIM : 21040116130098
Kelas :B

DEPARTEMEN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2017
1. Judul Peta

Judul peta pada peta geologi yang digambar ulang oleh penulis adalah Peta Geologi
Lembar Waru Sumenep, Jawa. Judul peta tersebut memberikan informasi mengenai tipe peta
dan wilayah yang dipetakan. Tipe peta berdasarkan judul tersebut berupa peta geologi dan wilayah
yang dipetakan merupakan Waru Sumenep, Jawa. Judul peta tersebut berukuran lebih besar
dibandingkan keterangan-keterangan lainnya dan diletakkan di bagian tengah-bawah, sehingga
memudahkan pembaca untuk mengidentifikasi jenis dan ruang lingkup peta.

2. Skala

Peta geologi yang digambar ulang oleh penulis berskala 1:100.000. Skala ini memiliki
makna bahwa setiap satu cm pada peta setara dengan 100.000 cm pada jarak sebenarnya. Peta
geologi yang dicetak oleh penulis ke dalam ukuran A3, sehingga kurang valid apabila
menggunakan skala angka. Skala batang atau skala garis merupakan jenis skala yang dapat
digunakan untuk menghitung jarak sebenarnya, meskipun peta geologi ini dicetak dalam berbagai
ukuran kertas.

3. Daftar Istilah (Glosarium)

Daftar istilah yang terdapat pada lembar peta geologi yang digambar ulang oleh penulis
menjelaskan macam-macam istilah yang digunakan dalam peta tersebut. Berdasarkan glosarium
tersebut, istilah-istilah yang terdapat di dalam peta berupa sungai, laut, pulau, teluk, tanjung,
pegunungan, gunung, dan bukit.

4. Indeks Lokasi Nama dan Nomor Lembar

Indeks lokasi di pada peta geologi tersebut memberikan informasi mengenai nama lembar
dan nomor lembar menurut Bakosurtanal pada tahun 1975. Indeks lokasi ini berguna untuk
mengetahui lembar-lembar geologi yang digunakan dalam menggambarkan kondisi geologi di
wilayah Waru dan Sumenep.

5. Informasi mengenai Jenis Peta, Lembar dan Nomor Peta, dan Skala Peta

Informasi dalam gambar di atas menerangkan mengenai jenis peta, nama dan nomor
lembar peta, dan skala peta. Berdasarkan gambar tersebut, peta yang penulis gambar ulang
merupakan peta geologi bersistem Indonesia (systematic geologic map Indonesia), merupakan
lembar Waru Sumenep 1609-3, 1608-6, dengan skala 1:100.000.
6. Informasi Pembuat

Penulis menemukan informasi mengenai pembuat, penelaah, penggambar, dan supervisor


dalam pembuatan peta geologi. Berdasarkan informasi tersebut, peta dasar telah dibuat oleh
Kartografi Direktorat Geologi (1973) dari U. S. Army Map Service, ditelaah oleh M. M. Purbo
Hadiwidjojo dan Nana Ratman, digambar oleh Asep Sunarya, dan diawasi oleh Apet dan Uun S.
Danuwiranta. Hak cipta dari peta tersebut dimiliki oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan
Geologi. Selain itu, penulis mendapati informasi mengenai kepala (director) Pusat Penelitian dan
Pengembangan Geologi pada tahun peta tersebut dibuat, yaitu Rab Sukamto.

7. Penampang Stratigrafi
Penampang stratigrafi pada peta geologi tersebut ditampilkan dari penampang garis A-B
dan C-D. Penampang ini menjelaskan kondisi lapisan-lapisan formasi batuan pada kedua garis
tersebut.

8. Indeks Lingkupan Potret Udara dan Inderaan Jauh

Indeks lingkupan potret udara dan inderaan jauh pada peta tersebut memperikan
informasi mengenai jenis lingkupan pada wilayah Waru dan Sumenep. Sebagian besar wilayah di
lembar peta geologi tersebut dilingkupi oleh potret udara dan sedikit yang merupakan lingkupan
inderaan jauh. Berdasarkan informasi tersebut, diketahui bahwa geologi dalam lembar peta tersebut
telah dipetakan pada tahun 1983 oleh R. L. Situmorang, D. A. Agustianto, dan M. Suparman, serta
dibantu oleh E. Titersole.
9. Informasi Satuan Peta

Informasi mengenai satuan batuan seperti gambar di atas mengandung informasi


mengenai lapisan-lapisan batuan yang terdapat di Waru Sumenep. Lapisan-lapisan batuan pada
gambar tersebut dijelaskan berdasarkan periode pembentukannya, seperti miosen, tersier, dan
kuarter.

10. Keterangan Formasi Batuan

Bagian peta geologi seperti pada gambar di atas merupakan informasi mengenai formasi-
formasi batuan yang berada di Waru Sumenep. Fomasi-formasi batuan yang terdapat di wilayah
tersebut di antaranya adalah aluvium, formasi Pamekasan, formasi Madura, formasi Pasean,
formasi Bulu, formasi Ngrayong, dan formasi Tawun.

11. Keterangan Struktur Geologi

Unsur peta berupa keterangan struktur geologi seperti pada gambar di atas berguna bagi
pembaca untuk mengidentifikasi jenis struktur geologi yang terdapat di Waru Sumenep.
Keterangan tersebut mencakup makna dari simbol-simbol berupa batas geologi, antiklin, sinklin,
sesar normal, sesar geser, sesar naik, kampung, jalan, kelurusan, jurus dan kemiringan lapisan,
mata air panas, sumur eksplorasi (kering), sumur eksplorasi (rembesan minyak), lokasi fosil mikro,
titik ketinggian, kontur kedalaman laut, terumbu koral, dan rawa.
12. Alamat Pembuat Peta

Informasi seperti pada gambar di atas menjelaskan mengenai profil dan alamat dari
institusi pembuat peta lembar Waru Sumenep.

13. Sudut Deklinasi

Unsur peta seperti pada gambar di atas mengandung informasi mengenai sudut deklinasi.
Berdasarkan gambar tersebut, sudut deklinasi rata-rata pada tahun 1960 dalam peta geologi lembar
Waru Sumenep adalah 1o 30.

Anda mungkin juga menyukai