Anda di halaman 1dari 5

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 5

BAB VI
KONSEP REDISAIN KAWASAN

6.1 Konsep Perencanaan Site


6.1.1 Konsep Zoning
A. Tujuan: Untuk menentukan pendaerahan (zoning) yang dapat
memenuhi tuntutan fungsi yang diwadahi berdasarkan aktfitasnya,
sifat ruang dan suasana ruang.
B. Dasar Pertimbangan: Kemudahan dalam beraktivitas, terciptanya
suatu kesatuan fungsi yang baik, kesesuaian dengan hubungan dan
organisasi ruang serta karakteristik site.
C. Faktor Penentu:
a. Faktor penentu utama adalah karakteristik site terutama analisa
site yang berkaitan dengan kebisingan di sekitar tapak yang
disatukan dengan organisasi ruang dan fungsi ruang.
b. Sirkulasi dan Hubungan Ruang
c. Topografi site
D. Analisis
a. Tingkat kebisingan sekitar tapak datang hamper dari segala arah
arah tetapi yang paling keras berasal dari timur site yaitu di jalan
depan site. Pengaruhnya pada zoning adalah penempatan zona
service dan taman pada area dekat dengan kebisingan. Sedangkan
bangunan penunjang dan bangunan utama diletakkan di zona
semi bising dan zona tenang.
b. Terdapat tiga kelompok civitas dalam zoning ini menurut
pengorganisasian ruang yaitu mahasiswa, dosen dan pengelola
yang akan menunjukkan hubungan ruang menurut aktivitas.

E. Kesimpulan
Zoning horizontal :

1
STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 5

Zona
Zona Bising
Zoning Vertikal Mackro : Semi
Bising
Zona
Tenang

Zoning Vertikal Mickro :

2
STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 5

a. Ruang ruang fasilitas utama dan penunjang diletakkan pada zona


tenang dan zona semi bising untuk memenuhi tuntutan suasana
ruang.
b. Ruang belajar dan lab praktik di rencanakan di bagian atas , agar
memiliki swasana yang kondusif untuk pembelajaran
c. Fasilitas parkir diletakkan pada zona bising sesuai dengan
suasana ruangnya, selain itu juga di rencanakan basman untuk
parkir.

6.2 Konsep Massa


6.2.1 Konsep Sistem Massa

3
STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 5

A. Tujuan: Untuk menentukan bentuk dan sistem massa bangunan pada


site.
B. Dasar Pertimbangan: Konsep dasar, tema (arsitektur Modern tropis),
sirkulasi ruang dan organisasi ruang.
C. Faktor Penentu : Hubungan ruang, sirkulasi ruang, organisasi ruang
dan bentuk dan topografi site
D. Analisis:
a. Bentuk site perencanaan yang banyak memiliki sudut dan kondisi
topografi tapak yang cenderung datar menjadi pertimbangan
konsep sistem massa yang akan di gunakan.
Sistem massa

Solusi untuk sistem massa


pada site ini adalah sistem
massa monolid ,
dikarenakan fungsi yang
akan di wadahi adalah
fungsi pendidikan dengan
bangunan bertaraf hight
rise bulding, yang lebih
menekankan pada satu
massa bangunan /monolid

Bentuk massa

Akan di terapkan bentuk


persegi ,lingkaran/tabung
dan kombinasi dari bentuk
lain untuk menjadi
kesatuan bentuk baru
dalam massa bangunan
pada site.

E. Kesimpulan

4
STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 5

Berdasarkan analisis diatas maka sistem massa yang cocok


diterapkan pada Sekolah Tingi Pariwisata ini adalah sistem massa
majemuk/Monolid. Dimana didukung dengan kondisi site, fungsi dan
fasilitas serta suasana karakteristik dari site ini, serta sistem massa
majemuk /monolid ini juga sesuai dengan fungsi hight rise building

Berdasarkan tema dari


hasil akhir bentuk massa
juga sudah sesuai dengan
konsep arsitektur modern
yaitu menghasilkan
bentuk massa baru dengan
pengambungan berbagai
bentuk.