Anda di halaman 1dari 10

AGROEKOLOGI

TUGAS SISTEM PERTANIAN TERPADU JOGLO TANI

Kelompok 6:
Agroteknologi A
1. Setya Aji Nugroho (20130210095)
2. Dzakirah Izzati Syahra (20160210011)
3. Lisa Kawispa Ananda (20160210025)
4. Nadinda Duhita A. (20160210032)

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2017
Mei, 2017
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Pertanian merupakan kegiatan manusia dalam memanfaatkan
sumber daya hayati untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku
industri, sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.
Dalam arti luas pertanian mencakup kegiatan perkebunan, kehutanan,
peternakan, dan perikanan. Sedangkan dalam arti sempit merupakan suatu
budidaya tanaman ke dalam suatu lahan yang bertujuan untuk mencukupi
kebutuhan manusia.
Pola system pertanian dari tahun ke tahun menunjukkan berbagai
perubahan. Perubahan tersebut bertujuan agar system pertanian dalam
proses berbudidaya mampu menyeimbangi alam serta mampu untuk
menghasilkan produk pertanian yang lebih. Produk pertanian yang lebih
tersebut dapat diperoleh dari beberapa sector pertanian yang saling
bergabung dalam satu waktu untuk meningkatkan produktivitas lahan
maupun pengembangan solusi pertanian. Salah satu realisasi dalam hal
terebut, yakni sistem pertanian terpadu. System Pertanian Terpadau
(Integrated Farming System) merupakan system yang menggabungkan
kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, dan ilmu lain yang
terkait dengan pertanian dalam suatu lahan, sehingga diharapkan dapat
sebagai salah satu solusi bagi peningkatan produktivitas lahan, program
pembangunan dan konservasi lingkungan, serta pembangunan desa secara
terpadu. Joglo Tani merupakan salah satu pemodelan dari sistem pertanian
terpadu tersebut.
B. Waktu Pelaksanaan Observasi
Hari : Kamis
Tanggal : 4 Mei 2017
Tempat Tujuan: Joglo Tani
Alamat : Dusun Mandungan, Margoluwih, Seyegan,
Sleman, Yogyakarta
Waktu : Pukul 10.00 WIB 12.00 WIB
Anggota : 45 orang
C. Profil Joglo Tani

Nama Tempat : Joglo Tani


Alamat : Mandungan, Margoluwih, Seyegan, Sleman
Luas Lahan : 100 m2
Komoditi : Pertanian dan Peternakan
Tanaman Budidaya : Tanaman pangan dan Tanaman Hortikultura
Visi : Terciptanya kesediaan pangan yang tangguh,
beragam, dan berkelanjutan dengan daya dukung
sumber daya alam yang lestari dan keuntungan
ekonomi yang sepadan
Misi : Membuat produk organik dari sector hulu sampai
hilir untuk memperkuat daya dukung dan daya
daya dorong bagi pengembangan pertanian
organik; Menciptakan intelektual organik yang
mampu menjadi fasilitatir, komunikator,
organisator masyarakat dalam pengembangan
kemandirian dan ketangguhan pertanian organik;
Membangun kerjasama organik yang menjujung
tinggi nilai-nilai keberagaman, keseimbangan,
kesepadanan, dan berkelanjutan.
Sistem Pertanian Terpadu (Integrated Farming System) merupakan
system yang menggabungkan kegiatan pertanian, peternakan, perikanan,
kehutanan, dan ilmu lain yang terkait dengan pertanian dalam suatu lahan,
sehingga diharapkan dapat sebagai salah satu solusi bagi peningkatan
produktivitas lahan, program pembangunan dan konservasi lingkungan,
serta pembangunan desa secara terpadu. Joglo Tani merupakan salah satu
bentuk realisasi dari pengembangan system pertanian terpadu. Sector
pertanian yang terdapat dalam Joglo Tani ini terdiri dari dari pertanian dan
Peternakan.
Joglo Tani diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono pada
tanggal 13 Januari 2008. Misi dari didirikannya joglo tani yakni Merdeka,
petani harus merdeka tidak terikat oleh suatu apapun, serta mandiri dalam
bidang pangan. Latar belakang didirikannya Joglo Tani sendiri yakni
adanya berbagai tekanan yang dialami oleh para petani. Tekanan tersebut
meliputi tekanan Ekonomi, Alam, Budidaya, Global, dan Kebijaksanaan.
Peranan Joglo Tani disini sebagai educator dari para petani dalam
menghadapi berbagai tekanan tersebut.
Joglo Tani sebagai salah satu pemodelan dari system pertanian
terpadu/lumbung Mataraman. Lumbung sendiri merupakan sepetak lahan
yang dapat dikelola dan mampu menghasilkan, baik yang ditanam akar,
batang, dan daun yang mampu menghasilkan produk pertanian. Contoh
tanaman yang dikembangkan dengan akar yaitu bawang merah, bawang
putih; Batang dapat berupa tanaman tahunan, dan Daun dapat berupa
tanaman sayur-sayuran.
Selain itu, di Joglo Tani juga mengembangkan sector peternakan
yang meliputi ternak sapi, ternak bebek, dan ternak ikan. ikan yang
dibudiaya di Joglo Tani sendiri meliputi ikan sisik yang terdiri dari nila,
dan non sisik yang terdiri dari lele dan patin.
Selain itu, Joglo Tani memiliki berbagai usaha/penghasilan dari
sector peternakan dan pertanian yang dikembangkannya. Penghasilan
dapat berupa penghasilan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan.
Penghasilan harian diperoleh dari sector peternakan dengan rincian harian
pagi yakni pengambilan telur bebek, dan siang yakni pengambilan telur
ayam. Telur-telur tersebut kemudian sebagian dijual kepada masyarakat
sekitar Joglo Tani, dan sebagian lagi dikonsumsi oleh pengelola pihak
Joglo Tani. Penghasilan mingguan dari Joglo Tani diperoleh dari sector
pertanian yaitu pada tanaman hortikultura. Tanaman hortikultura disini ada
kangkung yang dapat dipanen setiap minggunya/ 3 minggu sekali, selain
itu ada tanaman terong dan bayam yang dipanen setiap 6 minggu sekali.
Penghasilan bulanan ada tanaman padi yang dipanen setiap 4 bulan sekali.
Dan penghasilan tahunan terdapat ternak sapi.
Joglo Tani menerapkan berbagai system pertanian modern yang
dapat ditemui selama observasi disana. Terdiri dari sepetak lahan yang luas
dengan terdiri dari berbagai kolam pada muka depan, lahan peternakan
pada bagian belakang, dan lahan budidaya tanaman pada bagian samping.
Budidaya yang dilakukan di Joglo Tani telah menggunakan sistem
pertanian modern. System pertanian modern tersebut antara lain vertikultur
dan hidroponik untuk tanaman sayur-sayuran, system minapadi, system
padi terapung, dan system perikanan yang memanfaatkan kotoran ayam
sebagai nutrisi untuk ikan.
System Vertikultur dan Hidroponik pada Joglo Tani
dikembangkan untuk tanaman sayuran seperti sawi, bawang putih, dan
bayam.
System Minapadi merupakan system pertanian yang baru dimana
system pertanian tersebut menggabungkan system perikanan dalam
pengelolaannya. System dari minapadi tersebut yakni padi ditanam pada
areal persawahan kemudian di bawah padi tersebut terdapat ikan-ikan.
Secara langsung padi akan memperoleh nutrisi dari kotoran ikan yang akan
dikelola terlebih dahulu oleh ammonium pada tanah sehingga
menghasilkan nutrisi untuk padi. Menurut Mas Wigna, selaku pengelola
Joglo Tani, sistem minapadi tersebut tidak menggunakan berbagai bahan
kimia dalam pengelolaannya, melainkan memanfaatkan bahan organik.
Jenis ikan yang digunakan dalam sistem minapadi yakni ikan nila. Selama
observasi dapat diketahui bahwa padi dengan sistem minapadi lebih tinggi
dan lebih banyak bulirnya daripada sistem padi dengan sistem
konvensional.
Sistem Padi Terapung merupakan sistem pertanian yang sedang
dikembangkan untuk mengatasi pertanian yang mayoritas lahan berupa
lahan perairan menurut Mas Wigna. Lahan tersebut biasanya terdapat di
daerah Kalimantan dengan lahan yang didominasi oleh perairan/sungai-
sungai. Sistem tersebut memanfaatkan kotoran ikan sebagai nutrisi untuk
tanaman padi. Padi ditanama pada media bambu yang dianyam yang
terdapat lubang-lubang sebagai tempat akar padi. Menurut Mas Wiguna,
apabila sistem pertanian padi terapung tersebut berhasil, akan dibawa ke
Kalimantan untuk diuji cobakan.
Sistem peternakan di Joglo Tani meliputi ternak sapi, ternak
bebek, dan ternak ikan. Setiap ternak tersebut memiliki pernanan masing-
masing. Namun, perlu diketahui bahwa pengelolaan limbah di Joglo Tani
tersebut belum terkelola secara optimal sehingga menimbulkan bau yang
tidak sedap.
Pada system pertanian terpadu yang ada di joglo tani
menghubungkan tiga aspek yaitu pertanian, perternakan, dan juga
perikanan. Untuk mengelola joglo tani ini diperlukan adanya Sumber Daya
Manusia yang terpenuhi, akan tetapi Sumber Daya Manusia yang
diperlukan dalam mengelola joglo tani ini menjadi salah satu penghambat
dalam kinerja joglo tani. Pengetahuan masyarakat akan system pertanian
terpadu ini masih sangat jauh bahkan sebagian besar masyarakat belum
banyak mengetahui bagaimana cara mengelola system terpadu tersebut,
bahkan masyarakat pun tidak mengetahui apa itu system pertanian terpadu.
Apalagi salah satu karyawan dari joglo tani yang masih membagi
waktunya antara bekerja di joglo tani dengan kuliahnya. Harga pemasaran
juga menjadi hambatan bagi pihak joglo tani, karena pihak joglo tani harus
bisa menyeimbangi harga penjualan sesuai harga pasaran ditambah lagi
dengan permintaan yang semakin tinggi. Sistem pemberian pakan dalam
bentuk biji-bijian yang masih belum mencukupi penyediannya.
Dengan menggunakan system pertanian terpadu pada joglo tani
puing-puing keuntungan yang didapatkan di joglo tani :
1. Sistem pertanian terpadu seperti joglo tani ini menjadi salah
satu system pertanian yang telah memenuhi pasokan kebutuhan
masyarakat
2. Secara deduktif pertanian terpadu akan meningkatkan
efektifitas dan efisiensi produksi yang berupa peningkatan hasil
produksi dan penurunan biaya produksi. Pada system pertanian
dijoglo tani tidak hanya mengelola satu aspek saja yaitu
pertanian, tetapi mengelola aspek lainnya yaitu peternakan dan
perikanan dan pihak joglo tani memanfaatkan kotoran hewan
ternak sebagai pupuk kandang yang diolah sendiri, sehingga
dapat menurunkan biaya produksi .
3. Joglo tani sendiri mempunyai keuntungan dari tiap-tiap aspek.
Pada peternakan sendiri mempunyai penghasilan harian pagi
(telur bebek), penghasilan harian sore (telur ayam), dan
penghasilan harian malam (angkringan). Pada pertanian sendiri
dari tanaman untuk sebulan sayuran jangka pendek (kangkung,
bayam), untuk tanaman hortikultura tiga bulan (cabe, tomat).
Dan hasil untuk perikanan 4 bulan (lele, nila dll)
KESIMPULAN
System Pertanian Terpadau (Integrated Farming System) merupakan
system yang menggabungkan kegiatan pertanian, peternakan, perikanan,
kehutanan, dan ilmu lain yang terkait dengan pertanian dalam suatu lahan,
sehingga diharapkan dapat sebagai salah satu solusi bagi peningkatan
produktivitas lahan, program pembangunan dan konservasi lingkungan, serta
pembangunan desa secara terpadu. Berdasarkan hasil observasi yang telah
dilakukan dapat diketahui bahwa JOGLO TANI menerapkan beberapa sistem
seperti peternakan, perikanan, dan pertanian yang saling dihubungkan dan saling
berkesinambungan.
LAMPIRAN