Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Hewan merupakan salah satu makhluk hidup yang sangat dibutuhkan baik itu sebagai
peliharaan maupun untuk di konsumsi. Seiring dengan perkembangan zaman, produk
pangan dari hewan mulai banyak di olah menjadi berbagi jenis makanan baik itu cemilan
maupun makanan pokok. Masyarakat di zaman sekarang semakin pintar dalam membuta
variasi dari setiap makanan yang diolah dari hewan. Namun tidak hanyak untuk di konsumsi,
saat ini juga sudah banyak tersebar produk pangan dan non pangan asal hewan yang di jual di
pasaran. Produk hewan yang digunakan antara lain kulit, bulu, tulang dan lainnya yang dapat
di modifikasi menjadi pernak-pernik unik seperti gelang, anting-anting, kalung, cincin,
hiasan dinding, dsb.

Beberapa daerah yang sudah memanfaatkan tulang sapi sebagai komoditas kerajinan
adalah daerah Tapaksiring di Bali memanfaatkan tulang sebagai komoditas yang kerajian
yang dapat menopang komoditas ekspor di luar negeri. Ukir tulang yang dikerjakan oleh para
pengrajin dapat menghasilkan barang kerajinan yang mempunyai nilai seni dan nilai jual
tinggi. Walapun ekspor tulang dari pulau bali belum maksimal dibanding kerajinan peraknya,
tetapi prospek kerajinan tulang sangat memberikan peluang untuk bagi pengrajin. Produk
dari tulang sapi dapat memberikan dampak diversifikasi produk kerajinan akan dihasilkan
produk kerajinan yang mempunyai nilai jual tinggi. Hasil pemanfaatan tulang sapi dapat
digunakan sebagai bahan untuk isian aksesoris produk fungsional seperti kaca frame, isian
kotak dan aksesoris barang fungsional yang lain. Dengan memanfaatkan tulang sapi sebagai
salah satu produk kerajinan berarti akan membantu masyarakat membuka usaha baru dan
lapangan kerja dengan mengolah tulang sapi dan hasil kerajinan yang lain.

1.2. Tujuan
Mengidentifikasi dan mempelajari produk-produk non pangan asal hewan serta cara
perawatan yang benar.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Produk hewan adalah segala macan bahan yang didapatkan dari tubuh hewan, seperti
daging, lemak, darah, susu, telur, enzim, dan sebagainya. Daging dan produk hewan yang
didapatkan sebagai hewan buruan dikategorikan sebagai hasil hutan non-kayu.

Produk sampingan hewan dari sisa rumah pemotongan hewan biasanya tidak
dimanfaatkan sebagai bahan pangan manusia, dan jenisnya bervariasi tergantung budaya dan
kebutuhan masyarakat. Di negara dengan penduduk mayoritas muslim, darah hewan tidak
dikonsumsi sehingga menjadi produk samping RPH. Sedangkan di negara maju, organ tubuh
hewan (jeroan) tertentu umumnya tidak dikonsumsi, kecuali jika diekspor. Produk sampingan
tersebut umumnya diolah kembali untuk menjadi berbagai produk lain seperti makanan hewan
dan produk komersial seperti kosmetik, lem, cat, sabun, dan lain-lain. Namun ada beberapa
produk hewan sampingan yang diolah kembali menjadi makanan manusia melalu serangkaian
proses industri, seperti kolagen dari tulang yang diolah menjadi gelatin, biasanya untuk pengisi
permen empuk; serta daging yang masih menempel pada tulang yang dikikis untuk menjadi
bubur daging (meat slurry).

Minyak bumi yang merupakan tubuh hewan yang telah terdekomposisi tidak dikategorikan
sebagai produk hewan. Tanaman pertanian yang tumbuh dengan bantuan pupuk yang terbuat dari
tulang, kotoran, dan darah hewan juga tidak dikategorikan sebagai produk hewan.

Dalam aspek tata busana dan produk hewan, kulit adalah bahan yang fleksibel dan tahan
lama yang dibuat dengan proses penyamakan kulit hewan, umumnya kulit sapi. Kulit telah
digunakan sebagai bahan baku pembuatan pakaian, interior kendaraan, furnitur, sampul buku,
bedug, dan sebagainya.

Saat ini sebagian besar kulit terbuat dari kulit sapi. Kulit kambing, domba, dan rusa juga
digunakan untuk menghasilkan bahan yang lebih empuk dan dihargai lebih tinggi. Kulit rusa
digunakan sebagai sarung tangan di negara beriklim sedang. Kulit hewan lainnya yaitu kulit
babi, kerbau, buaya, anjing, ular, kangguru, dan ungas besar seperti burung unta.

BAB III
HASIL & PEMBAHASAN

3.1. Hasil

Pengamatan dilaksanakan pada :

Hari/tgl : Senin, 20 Maret 2017


Waktu : 17.00 19.30 malam
Tempat : Pertokoan di Kota Kupang

Dari pengamatan yang kami lakukan, kami mendapatkan beberapa produk non pangan asal
hewan yang di jual di kota kupang, yaitu :

1. Aksesoris dari kulit penyu.


Aksesoris ini merupakan produk asal hewan yang terdiri dari aniting-anting, gelang,
kalung dan cincin yang dibuat dari kulit penyu.

2. Anting dari gading gajah


Anting-anting ini merupakan salah satu aksesoris yang terbuat dari gading gajah.
3. Kalung dari gigi ikan paus

Produk ini merupakan produk asal hewan yang terbuat dari dari gigi ikan paus dan
dijadikan aksesoris kalung . Kalung ini kami jumpai di pertokoan.

4. Hiasan dinding Tanduk Rusa


Gambar 1. Gambar 2.
Gambar 1 merupakan tanduk rusa yang kami amati dirumah saudari putri. Terlihat
tanduk rusa tersebut digunakan sebagai hiasa dinding. Perawatan yang di lakukan
hanya dibersihkan saja ketika ada debu.
Gambar 2 merupakan tanduk rusa yang kami amati di pertokoan. Dari hasil
wawancara dengan pekerja, tanduk rusa ini biasanya dijual sebagai hiasan.
Perawatan yang dilakukan juga hanya dibersihkan dari debu yang menempel.

5. Tifa dari kulit sapi

Tifa mirip dengan alat musik gendang yang dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik
ini terbuat dari sebatang kayu yang dikosongi atau dihilangi isinya dan pada salah satu
sisi ujungnya ditutupi, dan penutupnya digunakan kulit sapi yang telah dikeringkan untuk
menghasilkan suara yang bagus dan indah. Bentuknyapun biasanya dibuat dengan ukiran.
6. Hiasan dari Tanduk Kerbau
Gambar 1. Gambar 2.

Gambar 1 merupakan Hiasan yang terbuat dari tanduk kerbau yang kami amati di
pertokoan.
Gambar 2 menunjukan variasi ukuran tanduk kerbau dari yang berukuran kecil
sampai yang berukuran besar.

7. Hiasan fosil ikan


Hiasan ini merupakan hasil karya yang dibuat dengan perpaduan fosil ikan sehingga
menciptakan suatu hiasan yang indah. Benda ini kami temukan di pertokoan. Cara
perawatannya juga tidak sulit yaitu hanya di bersihkan dengan kain bersih setiap hari.

8. Fosil cumi

Produk ini merupakan hasil dari fosil cumi. Produk ini kami jumpai di petokoan.Menurut
wawacara yang kami lakukan, pekerja tidak terlalu mengetahui, pastinya fosil ini akan di
olah menjadi apa, kemungkinan di modifikasi menjadi kalung, cincin, maupun hiasan-
hiasan.
9. Hiasan dari tulang sapi

Benda ini merupakan hiasan yang terbuat dari tulang dan telah diukir sedemikian cantik menjadi
suatu hiasan yang bernilai tinggi. Benda ini pun kami jumpai di pertokoan. Cara perawatannya
dibersihkan dengan kain bersih setiap hari.

10. Hiasan dari bulu ayam


Benda ini merupakan hiasan yang terbuat dari bulu ayam. Hiasan ini sudah banyak di jual
dipasaran. Perawatannya pun tidak begitu sulit, hanya selalu dibersihkan jika terdapat debu
atau kotoran.

2.1. Pembahasan

Dari beberapa produk di atas, dapat disimpulkan bahwa produk non pangan asal hewan
sampai saai ini semakin bervariasi mulai dari tulang, gig, kulit, dbs dan semakin banyak di
jual di pasaran. Semua produk tersebut juga memiliki nilai jual yang tinggi. Tentunya setiap
produk yang berbahan asal hewan memiliki perawatan khusus. Namun, berdasarkan
wawancara hampir semua produk yang kami temui memiliki cara perawatan yang sama yaitu
hanya dibersihkan dengan kain seperti biasanya.

2.1.1. Adapun beberapa teknik perawatan produk non pangan asal hewan :

Batu atau bahan seperti mutiara , gading , tulang , karang , kayu , kulit , tidak boleh
terkena deterjen yang keras atau direndam dalam cairan keras ketika dibersihkan .
Bahan-bahan perhiasan tersebut dapat menyerap cairan dan rusak atau ternoda secara
permanen.
Mutiara , karang , gading , tulang , dan organik lainnya dapat menyerap kelembaban
dan bahan kimia . Bersihkan dengan kain lembab yang bersih serta tidak
menggunakan bahan kimia atau deterjen untuk membersihkan perhiasan-perhiasan
diatas.

2.1.1. Perawatan khusus untuk produk yang terbuat dari kulit :

Pada saat membersihkan noda pada tas atau dompet kulit, dilap dengan mengikuti alur
serat bahannya.
Tidak menggunakan kertas tisu untuk membersihkan sofa kulit karena serpihan-serpihan
seratnya dapat menempel ke bahan kulit.
Bahan alami seperti perasan jeruk lemon dan minyak zaitun dapat membantu
membersihkan bahan kulit. Dapat juga menggunakan krim-krim osmetik untuk
membersihkan produk seperti gelag yang terbuat dari kulit.
Usahakan agar tempat penyimpanan selalu kering, terhindar dari lembab, namun tidak
terlalu pengap atau punya sirkulasi udara.
Produk yang terbuat dari kulit asli jangan terlalu sering terpapar sinar matahari.

2.1.2. Perawatan khusus untuk produk gading

Cuci gading hati-hati dalam air sabun, mengeringkannya dengan kain lembab dengan
cara di lap dengan halus dan berhati-hati.
Gading tidak boleh di rendam terlalu lama di dalam air sabun karena perendaman dapat
menyebabkan gading retak atau pecah

BAB IV

PENUTUP
4.1. Kesimpulan

Produk hewan adalah segala macan bahan yang didapatkan dari tubuh hewan, seperti
daging, lemak, darah, susu, telur, enzim, dan sebagainya. saat ini juga sudah banyak tersebar
produk pangan dan non pangan asal hewan yang di jual di pasaran. Produk hewan yang
digunakan antara lain kulit, bulu, tulang dan lainnya yang dapat di modifikasi menjadi pernak-
pernik unik seperti gelang, anting-anting, kalung, cincin, hiasan dinding, dsb.

Dari pengamatan yang kelompok kami lakukan, kami menjumpai berbagai jeni produk
asal hewan mulai dari anting-anting dari gading dajag, alat music dari kulit sapi, perhiasan dari
tanduk rusa, sdb. Produk-produk tersebut kami temui di pertokoan. Setiap produk memiliki nilai
jual yang tinggi. Hal ini dikarenakan proses pembuatan yang sulit dan di dapat dari bahan-bahan
langka. Produk-produk hewan saat ini sudah semakin bervariasi, tidakhanya untuk di konsumsi
tetapi dapat juga menjadi aksesoris maupun hiasan rumah.

DAFTAR PUSTAKA

Unklesbay, Nan. World Food and You. Routledge, 1992, p. 179ff.


Ockerman, Herbert and Hansen, Conly L. Animal by-product processing & utilization.

Technomic Publishing Company Inc., 2000, p. 1.

Stepaniak, Joanne. Being Vegan: Living with Conscience, Conviction, and Compassion.

McGraw-Hill Professional, 2000, p. 7.

http://mastugino.blogspot.co.id/2012/07/pemanfaatan-hewan.html