Anda di halaman 1dari 14

TUGAS 5

Manajemen Piutang

Dosen :

Tetty Lasniroha Sarumpaet, S.E., M.Ak.Ca.

Disusun Oleh :

Kelompok 12

Filla Delvia Br Sinulingga (0115101257)


Muhammad Adhitya Nugraha (0115101392)

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS WIDYATAMA BANDUNG
2016-2017

Kata Pengantar

1
Dengan mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan
berkah, rahmat, karunia serta hidayah-Nyalah saya dapat menyalesaikan makalah
Manajemen Piutang.

Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Manajemen
Keuangan. Untuk itu kami selaku penyusun sangat berterimakasih kepada semua pihak yang
telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Selaku penyusun kami sangat mengetahui bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, kami mohon kritik dan saran yang membangun agar kami dapat menyusunnya
kembali lebih baik dari sebelumnya.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, terutama bagi kami selaku
penyusun

Penyusun,

Bandung, 8 April 2017

Daftar Isi

Kata Pengantar............................................................................................................ i
Daftar Isi................................................................................................................... ii
Bab 1....................................................................................................................... 1
Pendahuluan.............................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang.............................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................... 1
1.3 Tujuan......................................................................................................... 1
1.4 Manfaat....................................................................................................... 1
Bab 2....................................................................................................................... 2

2
Pembahasan............................................................................................................... 2
2.1 Pengertian Piutang.......................................................................................... 2
2.1.1 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Piutang........................................2
2.1.2 Langkah-Langkah Penyaringan Pemberian Kredit Kepada Langganan....................3
2.2 Pertimbangan Dalam Pemberian Kredit................................................................3
2.2.1 Lima C.................................................................................................. 3
2.2.2 Informasi Kredit...................................................................................... 4
2.3 Standar Kredit............................................................................................... 4
2.4 Tingkat Perputaran Piutang dan Budget Pengumpulan Piutang....................................4
2.5 Contoh Soal.................................................................................................. 5
2.5.1 Contoh 1................................................................................................ 5
2.5.2 Contoh 2 (piutang penjualan tidak berdiskon)..................................................6
2.5.3 Contoh 3 (piutang penjualan berdiskon).........................................................7
2.5.4 Contoh 4 (risiko penjualan kredit).................................................................8
Bab 3..................................................................................................................... 10
Penutup.................................................................................................................. 10
3.1 Kesimpulan................................................................................................. 10
3.2 Saran......................................................................................................... 10
Daftar Pustaka........................................................................................................... iii
Lampiran................................................................................................................. iv

Bab 1

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang


Setiap pemimpin perusahaan selalu menginginkan penjualan barang dagangannya
dibayar secara tunai. Namun, di lain pihak, penjualan secara kredit justru akan
memberi peluang untuk perluasan pasar sehingga dapat menambah laba usaha, meski
hal ini juga bukan tanpa resiko. Biasanya keberhasilan suatu perusahaan dilihat dari
segi financialnya, yaitu seberapa besar laba yang diperoleh dari hasil usahanya.
Sehingga setiap perusahaan berlomba-lomba menaikan besaran profit yang didapatnya.
Namun untuk mencapai tujuan yang diinginkan, suatu perusahaan harus

3
mengoptimalkan segala kegitan dalam perusahaan tersebut, baik itu produksi,
pemasaran maupun penjualannya.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa itu piutang?
2. Bagaimana pertimbangan dalam pemberian kredit?
3. Apa itu standar kredit?
4. Bagaimana tingkat perputaran piutang dan budget pengumpulan piutang?
5. Contoh soal manajemen piutang?

1.3 Tujuan
1. Agar memahami apa itu piutang.
2. Agar memahami bagaimana pertimbangan dalam pemberian kredit.
3. Agar memahami apa itu standar kredit.
4. Agar memahami tingkat perputara piutang dan budget pengumpulan piutang.
5. Agar memahami contoh soal dari manajemen piutang

1.4 Manfaat
Manfaat yang dapat kita serap dari manajemen piutang antara lain, kita bisa
memudahkan untuk merencanakan penjualan. Dan dalam dunia realnya, kita bisa me
manajemen piutang untuk mempertahankan volume penjualan sebelumnya.

4
Bab 2

Pembahasan

2.1 Pengertian Piutang


Piutang dagang (account receivable) merupakan tagihan perusahaan kepada pelanggan /
pembeli atau pihak lain yang membeli produk perusahaan. Piutang dagang muncul
karena penjualan secara kredit. Penjual biasanya lebih suka melakukan penjualan secara
tunai karena uang hasil penjualan dapat segera diterima, tetapi adanya persaingan
memaksa perusahaan untuk menjual secara kredit untuk mempertahankan pelanggan
yang sudah ada dan untuk menarik pelanggan baru. Credit term atau persyaratan kredit
dari satu perusahaan dengan yang lainnya berbeda, namun pada perusahaan yang
sejenis tidak jauh berbeda. Piutang merupakan bagian yang cukup besar dari aktiva
lancar, oleh karena itu perlu dikelola dengan cara yang seefisien mungkin. Piutang
besarnya biasanya mencapai lebih kurang 20% dari nilai aktivanya, sebab pembeli
banyak yang lebih suka membeli secara kredit karena dapat menggunakan uang yang
relatif lebih kecil bila dibanding membeli secara tunai. Kebijakan penjualan kredit oleh
perusahaan akan memunculkan dua pos perkiraan dalam neraca. Bagi penjual,
penjualan kredit ini akan menambah pos piutang dan mengurangi persediaan barang,
sedangkan bagi pembeli, maka pembelian kredit akan menambah hutang dagang
(account payable) dan menambah persediaannya.

2.1.1 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Besarnya Piutang


Setiap dana yang digunakan perusahaan selalu ada biaya modalnya, maka perlu
direncanakan besarnya dana yang diinvestasikan ke dalam piutang tersebut.
Besar kecilnya dana yang diinvestasikan ke dalam piutang dipengaruhi oleh
beberapa faktor, antara lain :
Volume penjualan kredit
Syarat pembayaran penjualan kredit
Ketentuan tentang pembatasan kredit
Kebijaksanaan dalam mengumpulkan piutang
Kebiasaan membayar dari para langganan
Untuk mempertahankan tingkat penjualan yang diharapkan perusahaan
disamping dapat mengurangi tingkat risiko investasi piutang. Perusahaan

5
biasanya menetapan persediaan minimal dalam piutang/persediaan besi
debitur/persediaan inti debitur. Persediaan inti debitur merupakan jumlah
minimal dari piutang yang selalu tertanam dalam perusahaan untuk
mempertahankan credit sales yang normal.

2.1.2 Langkah-Langkah Penyaringan Pemberian Kredit Kepada Langganan


Penentuan besarnya risiko yang akan ditanggung oleh perusahaan.
Penyelidikan tentang kemampuan perusahaan untuk memenuhi
kewajibannya.
Mengadakan klasifikasi dari para langganan berdasarkan risiko
pembayarannya.
Mengadakan seleksi dari para langganan.

2.2 Pertimbangan Dalam Pemberian Kredit


Dalam memutuskan pemberian kredit kepada para pelanggan dan menentukan besarnya
kredit yang akan diberikan, perusahaan memerlukan informasi tentang kondisi para
pelanggan. Ada beberapa aspek yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan dalam
pemberian kredit.

2.2.1 Lima C

Character, yaitu sifat-sifat pembeli atau langganan untuk secara jujur


berusaha untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya.
Capacity, yaitu kemampuan pembeli atau debitur untuk membayar
hutangnya.
Capital, yaitu diukur dari posisi finasil perusahaan secara umum, yang
khususnya ditekankan pada tangible net worth dari perusahaan yang
dicerminkan oleh analisis ratio keuangan.
Collateral, yaitu dicerminkan oleh aktiva dari langganan yang diikat atau
dijadikan jaminan babgi keamanan kredit yang diberikan.
Conditions, yaitu menunjukkan pengaruh langsung dari trend ekonomi
pada umumnya terhadap perusahaan tersebut.

2.2.2 Informasi Kredit


Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam menganalisis informasi kredit
sebagai berikut :

Prosedur
Pertimbangan ekonomi
Masalah usaha kecil

6
2.3 Standar Kredit
Standar Kredit merupakan kriteria minimum yang harus dipenuhi oleh seorang
langganan sebelum dapat diberikan kredit. Informasi mengenai nama baik pelanggan
dalam membayar hutang dagang, referensi kredit, rata-rata pembayaran hutang dagang
dan rasio keuangan tertentu sangat penting dalam penilaian sebelum diberi kredit.
Dengan mengetahui berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan tersebut, perusahaan
dapat memperlunak atau memperketat standar kredit yang diberikan. Keputusan
apakah perusahaan memperlunak atau memperketat standar kredit yang diberikan
harus dibandingkan dengan tambahan keuntungan dengan biaya investasi marginal
dalam piutang. Jika keuntungan tambahan lebih besar dari biaya investasi marginal
dalam piutang, maka memperlunak standar kredit dapat dilaksanakan. Investasi
marginal dalam piutang yaitu merupakan selisih antara rata-rata jumlah investasi dalam
piutang sebelum dengan sesudah diadakan perubahan standar kredit. Investasi marginal
menggambarkan jumlah tambahan rupiah yang terikat dalam piutang jika memperlunak
standar kredit dilakukan.Jadi, standar kredit itu merupakan persyaratan minimum untuk
memberikan kredit kepada pelanggan. Ada 3 variabel utama yang harus
dipertimbangkan bila mengevaluasi perubahan dalam standar kredit, yaitu :

Volume penjualan (unit) atau hasil penjualan (rupiah)


Investasi pada piutang
Biaya piutang ragu-ragu

2.4 Tingkat Perputaran Piutang dan Budget Pengumpulan Piutang


Untuk mengukur tingkat efektifitas pengelolaan piutang yang dilakukan oleh
perusahaan dapat diukur dengan rasio sebagai berikut :

Net Credit Sales


Receivable turnonver= x 1 time
Average Receivables

Periode terikatnya modal dalam piutang atau hari rata-rata pengumpulan piutang dapat
dihitung dengan membagi tahun dalam hari dengan turnovernya. Hari rata-rata
pengumpulan piutang (average collection period) dapat dihitung dengan cara sebagai
berikut (1tahun = 360hari)

360
Hari ratarata pengumpulan piutang= = Hari
Receivables turnover

7
Hari rata-rata pengumpulan piutang dapat pula dihitung dengan

360 x Average Receivables


= Hari
Net Credit Sales

2.5 Contoh Soal

2.5.1 Contoh 1
Dibawah ini merupakan data finansial PT ABC dalam setahun :

- Penjualan Rp. 4.800.000,-


- Piutang akhir tahun Rp. 100.000,-
- 1 (satu) tahun dihitung 360 hari
- Penjualan tunai 50%
- Piutang awal tahun 300% dari piutang akhir tahun

Ditanyakan :

1. Receivable turnover?
2. Average collection period?

Jawab :

1. Receivable turnover
Net Credit Sales
Receiva ble turnonver= x 1 time
Average Receivables

50 x Rp .4 .800 .000
x 1time=12 kali
Rp.100 .000+ ( 300 %xRp. 100.000 )
2

2. Average Collection Period


360
Hari ratarata pengumpulan piutang= = Hari
Receivables turnover
360
=30 Hari
12

2.5.2 Contoh 2 (piutang penjualan tidak berdiskon)


Perusahaan A melakukan kebijakan kredit untuk tahun 2010, perusahaan ini
menetapkan penjualan kreditnya sebesar 60% dari total penjualan dengan
jangka waktu kredit selama 4 bulan. Dari kredit yang diberikan tersebut pembeli

8
harus mengangsur hutangnya dengan ketentuan masing-masing sebesar 30 %
dibayar pada bulan pertama dan kedua, dan sebesar 20% masing-masing dibayar
pada bulan ketiga dan keempat setelah bulan penjualan. Penjualan kredit yang
direncanakan selama 6 bulan pertama tahun 2010 adalah sebagai berikut

Bulan Penjualan Total Penjualan Tunai Penjualan Kredit


Januari Rp. 5.000.000 Rp. 2.000.000 Rp. 3.000.000
Februari Rp. 5.000.000 Rp. 2.000.000 Rp. 3.000.000
Maret Rp. 6.000.000 Rp. 2.400.000 Rp. 3.600.000
April Rp. 6.000.000 Rp. 2.400.000 Rp. 3.600.000
Mei Rp. 8.000.000 Rp. 3.200.000 Rp. 4.800.000
Juni Rp. 8.000.000 Rp. 3.200.000 Rp. 4.800.000
Dari data tersebut, maka dapat dibuat rencana pengumpulan piutangnya selama 6 bulan
pertama Tahun 2010.

Perusahaan A Rencana Pengumpulan Piutang Periode Januari s/d Juni 2001 (dalam jutaan
rupiah)

Bulan Bulan Pengumpulan Piutang


Penjuala
Penjuala Mare
n Kredit Jan. Peb. April Mei Juni Juli
n t

3.000 - 900 900 600 600 - -


Januari
Februari 3.000 - - 900 900 600 600 -

Maret 3.600 - - - 1.080 1.080 720 720

April 3.600 - - - - 1.080 1.080 720

Mei 4.800 - - - - - 1.440 1.440

Juni 4.800 - - - - - - 1.440

Jumlah 22.800 - 900 1.800 2.580 3.360 3.840 4.320

2.5.3 Contoh 3 (piutang penjualan berdiskon)


Apabila perusahaan A sebagaimana Contoh 1 melakukan kebijakan penjualan
kredit yang berdiskon dengan syarat pembayaran 5 / 20, net / 60, maka untuk
Tahun 2010 perusahaan menetapkan penjualan kreditnya sebesar 60 % dari total
penjualan dengan jangka waktu kredit selama 4 bulan. Dari pengalaman
penjualan kredit dengan diskon yang diberikan kepada pembeli, cara
pembayarannya adalah sebagai berikut:

9
a. Sebanyak 30% pembeli membayar dalam waktu 1 s/d 20 hari setelah bulan
penjualan.
b. Sebanyak 20% pembeli membayar dalam waktu 21 s/d 30 hari setelah bulan
penjualan
c. Sebanyak 30% pembeli membayar dalam waktu 31 s/d 60 hari setelah bulan
penjualan
d. Sebanyak 10% pembeli membayar dalam waktu 61 s/d 90 hari setelah bulan
penjualan.
e. Sebanyak 10% pembeli membayar dalam waktu 91 s/d 120 hari setelah bulan
penjualan.
Penjualan kredit yang direncanakan selama 6 bulan pertama Tahun 2010 sebagai
berikut:

Bulan Penjualan Total Penjualan Tunai Penjualan Kredit


Januari Rp. 5.000.000 Rp. 2.000.000 Rp. 3.000.000
Pebruari Rp. 5.000.000 Rp. 2.000.000 Rp. 3.000.000
Maret Rp. 6.000.000 Rp. 2.400.000 Rp. 3.600.000
April Rp. 6.000.000 Rp. 2.400.000 Rp. 3.600.000
Mei Rp. 8.000.000 Rp. 3.200.000 Rp. 4.800.000
Juni Rp. 8.000.000 Rp. 3.200.000 Rp. 4.800.000
Dari data tersebut, maka dapat dibuat rencana pengumpulan piutangnya yang telah memperhitungkan
diskon selama 6 bulan pertama Tahun 2010 sebagai berikut:
Perusahaan A Rencana Pengumpulan Piutang Periode Januari s/d Juni 2007 (dalam jutaan rupiah)
Bulan Penjuala Bulan Pengumpulan Piutang
Penjuala n Kredit
Jan. Peb. Maret April Mei Juni Juli
n

Januari 3.000 - 1.455 900 300 300 - -

Pebruari 3.000 - - 1.455 900 300 300 -

Maret 3.600 - - - 1.746 1.080 360 360

April 3.600 - - - - 1.746 1.080 360

Mei 4.800 - - - - - 2.328 1.440

Juni 4.800 - - - - - - 2.328

Jumlah 22.800 - 1.455 1.355 2.946 3.426 4.068 4.488

Keterangan:

Penjualan Kredit Bulan Januari = Rp. 3.000.000

Penerimaan Piutang Bulan Pebruari:

Pada periode diskon (1 20 hari) = 30% x Rp. 3.000.000 = Rp. 900.000


10
Diskon = 5% x Rp. 900.000 = Rp. 45.000

= Rp. 855.000

Periode tidak berdiskon (21 30 hari) = 20% x Rp. 3.000.000 = Rp. 600.000

Jumlah penerimaan piutang Bulan Pebruari = Rp. 1.455.000

Penerimaan piutang Bulan Maret = 30% x Rp. 3.000.000 = Rp. 900.000

Penerimaan piutang Bulan April = 10% x Rp. 3.000.000 = Rp. 300.000

Penerimaan piutang Bulan Mei = 10% x Rp. 3.000.000 = Rp. 300.000

2.5.4 Contoh 4 (risiko penjualan kredit)


Suatu perusahaan akan meningkatkan penjualan kreditnya sebesar Rp.
10.000.000 dengan jangka waktu kredit maksimal 4 bulan (120 hari).
Berdasarkan pengalaman, piutang yang tidak dapat ditagih (kredit macet)
dikaitkan dengan umur piutang adalah sebagai berikut:

Tabel Umur Piutang, Penjualan Kredit dan Kredit Macet

Umur Piutang Penjualan Kredit Piutang Tidak Tertagih


% Jumlah % Jumlah
(hari)
0 20 50 % Rp. 5.000.000 1 % Rp. 50.000
21 30 20 % Rp. 2.000.000 2 % Rp. 40.000
31 60 10 % Rp. 1.000.000 4 % Rp. 40.000
61 90 15 % Rp. 1.500.000 4 % Rp. 60.000
91 120 5 % Rp. 500.000 10 % Rp. 50.000
Jumlah Rp. 10.000.000 Rp. 240.000
Tabel di atas menunjukkan bahwa risiko besarnya piutang yang tidak tertagih (bad debt)
adalah = Rp. 240.000 atau sebesar (Rp. 240.000 : Rp. 10.000.000) x 100% = 2,4%. Apabila
tambahan barang yang dijual secara kredit tersebut memiliki harga pokok penjualan sebesar
Rp. 7.000.000 dan mengakibatkan bertambahnya biaya operasi sebesar Rp. 1.000.000, maka
manfaat (keuntungan) yang diperoleh adalah:

Tambahan Penjualan Kredit = Rp. 10.000.000


Harga Pokok Penjualan = Rp. 7.000.000
Tambahan Laba Kotor = Rp. 3.000.000
Tambahan Biaya Operasi = Rp. 1.000.000
Tambahan Keuntungan = Rp. 2.000.000
Piutang Tidak Tertagih = Rp. 240.000
Tambahan Keuntungan Bersih = Rp. 1.760.000

11
Apabila risiko piutang tidak tertagih sudah dapat diperkirakan, maka informasi tersebut
dapat digunakan untuk memperkirakan arus kas masuk dari piutang, yaitu dengan
mengurangkan piutang yang ada dengan perkiraan risiko yang tidak tertagih.

12
Bab 3

Penutup
3.1 Kesimpulan
Piutang dagang (account receivable) merupakan tagihan perusahaan kepada pelanggan /
pembeli atau pihak lain yang membeli produk perusahaan. Faktor-faktor yang
mempengaruhi besarnya piutang salah satunya adalah volume penjualan kredit. Dalam
memutuskan pemberian kredit kepada para pelanggan dan menentukan besarnya kredit
yang akan diberikan, perusahaan memerlukan informasi tentang kondisi para
pelanggan. Ada beberapa aspek yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan dalam
pemberian kredit, salah satunya adalah 5C/5K (Character, Capacity, Capital, Collateral,
Conditions)

3.2 Saran
Untuk memudahkan merencanakan penjualan dalam piutang, maka perlu dipelajarinya
manajemen piutang. Karena dengan menajamen piutang, bisa untuk mempertahankan
penjualan yang diharapkan

Daftar Pustaka

James C. Van horne dan John M. Wachowicz, Jr.2013.Prinsip-prinsip Manajemen


Keuangan.Jakarta: Salemba Empat

Manajemen Pihutang, diakses 10/04/2017


http://www.academia.edu/5806294/MANAJEMEN_PIHUTANG

Manajemen Piutang, diakses 10/04/2017 ag1992.blogspot.co.id/2015/08/manajemen-


piutang.html

Universitas Widyatama.2016.Manajemen Keuangan 1.Bandung:Universitas Widyatama

13
Lampiran

14