Anda di halaman 1dari 6

M.

Yazid, dkk ISSN0216-3128 67

...
~

PENENTUAN BEBERAPA PARAMETER KIMIA KLINIK DARAH


UNTUK EVALUASI KONDISI KESEHATAN PEKERJA RADIASI

M. Yazid, Triyono, Aris Bastianudin


Pus/ilbangTekna/agiMaju BATAN.J/. BabarsariKalak Pas 1008. Yagyakarla55010

ABSTRAK
PENENTUAN BEBERAPA PARAMETER K/M/A KLiN/K DARAH UNTUK EVALUAS/
KOND/S/ KESEHA TAN PEKERJA RAD/AS/. Te/ah di/akukan penentuan beberapa parameter
kimia k/inik darah dB/am rangka eva/uasi kondisi kesehatan pekerja radiasi. Pene/itian inl
di/akukan dB/am rangka genera/ check up pekerja radiasi untuk mengamati indikasi path%gis
beberapa organ tubuh. Cup/ikan darah diambi/ dari pembu/uh vena mediana cubiti dan
ana/isisnya menggunakan reagen dan prosedur standar dari Boehringer Mainheim, yang
spesifik untuk setiap parameter kimia klinis. Pengukuran kadar parameter klinisnya
menggunakan Clinicon photometer 4010. Data pengukuran untuk pekerja radiasi dibandingkan
dengan non pekerja radiasi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa dari 501 pasien yang
diperiksa, kadar protein total semuanya < 8,00 g%, kadar kholesterol 25 pasien > 260 mg%;
guts darah puasa 7 pasien > 200 mg% ; ureum semuanya < 40 mg%; asam urat 8 pasien > 7
mg%; kadar creatinin 112 pasien > 1,4 mg%.. Dari hasi/ ternebut dapat disimpulkan bahwa
beberapa kondisi pathologis yang banyak dijumpai secara berurutan ada/ah gangguan fungsi
hati, disusu/ fungsi jantung, baru kemudian fungsi ginja/. Tidak dijumpai perbedaan yang nyata
antara kondisi kesehatan pekerja radiasi dibandingkan dengan non pekerja radiasi ditinjau dari
aspek kimia k/inis.

ABSTRACT
DETERMINA TION OF SEVERAL CLINICAL PARAMETERS OF THE BLOOD FOR THE
HEAL THY EVALUA TION OF THE RADIA TION WORKER. Determination of the several clinical
parameters of the blood for healthy evaluation of the radiation worl<er has been done. This
research was done for arrangement of the medical general check up of the radiation worl<er to
observe pathological indicator of several body organs. The blood sample was taken from vena
mediana cubiti and analyzed by reagent using standard procedure from Boehringer Mainheim.
That procedur is specific for each clinical parameters. That clinical parameters concentration
was measured by Clinicon Photometer 4010. The clinical data of the radiation worl<er was
compared to the non radiation worl<er. The measurement results of 501 patients. shown that
total protein concentrations for al/ worl<er are > 8,00 g%, the cholesterol concentration of 25
patient are > 260 mg%. The glucose concentration for fasting condition of 7 patients are > 200
mg/dl. the ureum concentration of al/ patients are < 50 mg%. The uric acid of 8 patients> 7
mg% and the creatinin of 112 patients are > 1,4 mg%. From those results can be concluded that
the most pathological indicator can be identified from liver, heart and kidney function
respectively. From the clinical aspects can be seen that there is no significant difference
between the health of radiation worl<er and non radiation worl<er.

dapat diketahui sedini mungkin jika terjadi


PENDAHULUAN penurunan fungsi organ-organ tubuh tertentu.
Pengaruh radiasi terhadap tubuh manusia
P ekerja radiasi dalam menjalankan tugasnya pada
dapat secara khusus mengenai satu organ tertentu
prinsip dihadapkan pada resiko akibat radiasi
secara langsung maupun resiko penurunan daya ataupun dapat mengenai beberapa organ sekaligus,
karena struktur tubuh manusia sangat komplek.
tahan tubuh sehingga memperbesar
kemungkinannya untuk terserang penyakit tertentu Pada dasamya beberapa faktor yang mempengaruhi
tanggapan tubuh terhadap radiasi antara lain jenis
baik infektif maupun sistemik. Pemeriksaan
radiasi, .besamya dosis clan waktu pajanan di
kesehatan bagi pekerja radiasi dilakukan dalam
samping faktor kepekaan organ tubuh itu sendiri
rangka identifikasi fisiologis organ tubuh sehingga

Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Penelitian Dasar IImu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir
P3TM-BATAN Yogyakarta, 25 -26 Juli 2000
yang sangat spesifik untuk setiap jenis organ 2. Penentuan kadar kolesterol total{3.4)
tertentu. (If
a. Dilarutkan 1 paket reagen MPR I (serbuk)
Akibat radiasi pada organ tubuh, selain dengan 32 ml air suling ke dalam labu ukur,
akan mcngllambat proscs mctabolismc juga fungsi lalu dikocok selama 10 menit.
organ tersebut akan terganggu yang ditandai dengan b. Dimasukkan 2 ml larutan reagen ke dalam
adanya kenaikan enzim ataupun zat hasil metabolik. tabung reaksi, lalu ditambahkan sebanyak
Pemeriksaan kcsellatan bagi pekerja radiasi perlu 0,02 ml sampel serum yang akan diperiksa.
dilakukan, untuk mengidentifikasi adanya indikasi c. Dikocok selama 10 men it agar larutan
penurunan fungsi organ tertentu sehingga resikonya homogen, kemudian diukur dengan Clinicon
dapat ditekan serendahmungkin. Photometer pada panjang gelombang 546 nm,
Untuk mengetahui fungsi organ tubuh Index pemrograman 853
tertentu biasanya digunakan parameter kimia klinis,
sebagai contoh untuk mengetahui fungsi ginjal 3. Penentuankadar gula darah{3.S)
digunakan parameter kadar ureum, creatinin dan a. Dipersiapkan larutan reagen dengan cara
asam urat di dalam darah. Sedangkan untuk hepar mencelupkan stick reagen glukosa ke dalam
digunakan kholesterol dan fungsi pankreas larutan reagen GDG-PAP ditambahkan
digunakan parameter kadar gula darah.(2) larutan buffer. Kemudian dilakukan
pengadukan selama 5-10 detik, setelah itu
stick dibuang. Larutan stabil selama 4 minggu
TATA KERJA pactasuhu 2 -8 DC.
b. Diambil sebanyak I ml orange.. asetat
Bahan yang diperlukan dimasukan ke dalam tabung reaksi, kemudian
ditambahkan 0,1 ml serum yang akan
Reagen dari Boehringer Manheim, bahan
diperiksa.
kimia, sampel darah (serum), spuit injeksi, kapas. c. Dikocok sampai homogen sehingga terjadi
plester. proses deproteinisasi secara sempuma.
d. Diambil scbanyak 0,1 ml, dimasukkan kc
Peralatan yang digunakan dalam tabung reaksi kemudian ditambahkan 2
Peralatan gelas, mixer, sentrifuge, pipet mllarutan reagen.
ependorf, clinicon photometer 4010 e. Dikocok dengan mixer pacta suhu 20-30 DC,
didiamkan selama 30-90 menit, hindarkan
dari sinar ultra violet.
Car a kerja
f. Dilakukan pengukuran menggunakan
Pengambilan cuplikan(3) Clinicon Photometer pada panjang gelombang
a. Diambil darah pasien menggunakan spuit injeksi 340 nm
daTivena mediana cubiti sebanyak 10 ml
b. Dipindahkan ke dalam tabung reaksi. 4. Penentuan Kadar Ureum
c. Untuk memisahkan serumnya, disentrifuge a. Dilarutkan 1 paket serbuk buffer dengan 50
selama IS menit dengan kecepatan 3000 rpm. ml air suling, larutan disimpan pada suhu 2-8
d. Diambil serumnya untuk dilakukan analisis lebih C.
b. Diambil 1 paket larutan hypochlorit,
lanjut.
diencerkan dengan 450 ml air suling , larutan
Preparasi Cuplikan dan Pengukuran ini stabil pada suhu 2-8 C.
c. Diambil sebanyak 2,5 ml larutan buffer ke
1. Penentuan kadar protein totaj<3)
a. Diambil 20 ml reagen biuret ke dalam labu dalam tabung reaksi, kemudian dima-sukkan
sebanyak 0,02 ml sampel serum darah. Dibuat
ukur, kemudian diencerkan dengan 80 ml air
dcngan pcrlakual1 yang sarna untuk sampcl
suling blanko (tanpa serum) dan sampel standard.
b. Diambil 5 ml reagen yang telah diencerkan
d. Semua sampel dikocok menggunakan mixer
tersebut pada poin I, dimasukan ke dalam
dan diinkubasikan selama 5 menit pada suhu
tabung reaksi. Kemudian ditambahkan
20 -25 c
sebanyak0,1 ml serum yang diperiksa.
e. Ditambahkan 2,5 mt larutan hypochlurit ke
c. Setelah itu dikocok dengan mixer, lalu
diinkubasikan selama 30 menit pada suhu 20 - dalam masing-masing sampel, kemudian
dikocok lagi menggunakan mixer dan
25 c
diinkubasikan selama 10 menit pada suhu 20-
d. Dilakukan pengukuran menggunakan
25 c.
Clinocon Photometer pada panjang
gelombang
546nm.

Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Penelitian Dasar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir
P3TM-BATAN Yogyakarta, 25 -26 Juli 2000
M. Yazid. dkk ISSN0216-3128 69

~
f. Oilakukan pengukuran menggunakan Hasil penentuan parameter kimia klinis
Clinicon photometer pada panjang gelombang yang meliputi kadar protein tot;1l, kholesterol total,
578 nm. gula darah puasa, ureum, asam ural dan creatinine
5. Penentuan Kadar Asam Urat (3.6) selengkapnya dapat dilihat pada Tabel I. Penentuan
beberapa parameter tersebut dimaksudkan untuk
a. Dilarutkan 1 butir reagen MPR 2
mengetahui fungsi hepar, pankreas dan ginjal.
menggunakan air suling sebanyak 25 mI.
Kadar protein total merupakan
Larutan tersebut disimpan pada suhu 2.8 c
penjumlahan dari kadar glubolin dan albumin.
selama 2 minggu, 1arutan tersebut tahan
Albumin disintesa di dalam hati (lever), sedangkan
selama 6 hari pada suhu 15 .30 DC.
glubolin di dalam sel reticulo endothelial,
b. Dimasukkan ke dalam tabung reaksi 1,0 ml
Peningkatan kadar albumin disebabkan oleh
larutan reagen, kemudian ditambahkan 0,020
terjadinya hemokonsentrasi ! dehidrasi, sedangkan
ml serum darah.
kadamya akan menurun pada penderita malnutrisi
c. Dilakukan pengocokan selama 10 menit pada
ataupun penyakit akut maupun kronis pada lever.
suhu 20 .30 DC.
Penurunan kadar glubolin disebabkan karena
d. Pengukuran dilakukan menggunakan Clinicon
malnutrisi berat ataupun penyak it gastrointestinal,
photometer pada panjang gelombang 546 nm.
sedangkan peningkatannya biasanya disebabkan
6. Penentuan Kadar Creatinine(3) karena terjadinya infeksi bakterial! virus, carsinoma
a. Dibuat campuran larutan picric acid dan metastatik maupun dehidrasJI.2) "
larutan NaOH dengan perbandingan 1:1,
9.
banyaknya larutan yang dibuat tergantung
jumlah pasien yang akan diperiksa. Larutan
ini disimpan pad a suhu 15 .25 DC.
b. Dibuat campuran I ml Trichloracetic acid
dengan I ml serum darah yang akan 8
diperiksa.
c. Larutan dikocok menggunakan mixer,
kemudian dilanjutkan dengan pemusingan
tJ\ ,~
menggunakan sentrifuge selama 10 menit,
~
d.
sehingga terbentuk endapan berwarna putih.
Diambil 1 ml supernatant ke dalam tabung
7
~~I v

reaksi, kemudian ditambahkan 0,5 ml ~


trichloracetic acid. Dibuat dengan perlakuan
yang sarnauntuk blanko dan standard. ~ ,.-J
,S: 6
c. Oitambahkan I ml larutan yang tclah dibuat Q)

pada point I, ke dalam masing-masing


e
Il.
1,.1-,
sampel.. Kemudian dikocok menggunakan m
~
mixer lalu diinkubasikan selama 20 menit Gambar J, Distribusi Kadar Protein Total Pekerja
pada suhu 25 DC. Radiasi don Non Pekerja Radiasi
f. Dilakukan pengukuran menggunakan
Clinicon photometer pada panjang gelombang Pada Gambar 1 dapat dilihat distribusi
546 nm. kadar protein total di dalam darah pekerja radiasi
dan non pekerja radiasi dimana tidak terlihat'l1danya
perbedaan yang nyata antara keduanya. Secara
HASIL DAN PEMBAHASAN keseluruhan kadar protein total pasien berada dalam
batas normal dan sebagian kecil berada di bawah
batas normal yang merupakam indikasi masih
Tabel Data hasil pengukuran parameter kimia adanya kekurangan konsumsi protein atau status gizi
k!inis rendah, Hal ini menunjukkan bahwa masih
Kelerangan j diperlukan upaya untuk peningkatan kesejahteraan
IN lNOrmajNormal > Normal sebagian kecil karyawan, walaupun pada umumnya
,=
I Proteintotal
I Kholesterol
ll~=J
totall__3!L1
,.2~"60--"' " sebagian besar telah menampakan indikasi gizi yang
wmg~
-cukup, ,...

I > 7;;;;!"%I

~'1
~~
.~
70 ISSN0216-3128 M. Yazid,dkk

(hati). Kedua hal tersebut di atas menyebabkan


3SO
kadar kholesterol di dalam darah cenderung
meningkat, akibat selanjutnya elestisitas pembuluh ~
~ 300,

~ 2SO..
.Pekefja

.
Radiasi .Non Pekerja Radlas,
.
darah akan menurun ataupun terjadinya i 200, " "'1'" "-~a' Teri;"gg'

penyempitan pembuluh darah. Resiko terburuk dari 0 .


keadaan ini adalah terjadinya hipertensi, sroke serta
~
i3
1SO-.
100 -' ~~~~~~-;;~~~~~~::J~.
... ".
.',
..,
,~, -,'~ ,', M '~

penyakit jantung koroner yang merupakan penyebab -SO ;" .. , '

kematian yang pertama saat ini. Untuk itu, hal ini 1 Batas Normal Terendah
Q
perlu diwaspadai sejak dini. a 50 100 150 200 250 300 350
Paslen
-:1
~ ,""WW
E -
-2SO.
S Gambar 3, Distribusi Kadar Gula Puasa Pekerja
~ 200 Radiasi don Non Pekerja Radiasi
1SO
Pada Gambar 3 dapat dilihat bahw!l kadar
100 j PekerjaRadia.! .Non PekeljaRad~s1
gula di dalam darah pekerja radiasi maupun non
J so pekerja radiasi dalam kondisi puasa tidak
0 -
.j .. '50
Pallen
200 2SO JOO '00
menunjukkan adanya perbedaan yang nyata. Namun
dapat diketahui bahwa sebagian besar karyawan
Gambar2. Distribusi Kadar Kholesterol Total dalam batas normal dan hanya beberapa karyawan
Pekerja Radiasi don Non Pekerja yang di atas normal; bahkan sebagian karyawan
Radiasi menunjukkan kadar di bawah normal. Hal ini
kemungkinan disebabkan oleh kebiasaan berpuasa
Distribusi kadar kolesterol total untuk dalam waktu yang relatif lama.
pekerja radiasi dan non pekerja radiasi dapat dilihat Kadar ureum dan creatinin di dalam darah
pada Gambar 2, dim ana untuk keduanya tidak merupakan salah satu parameter fungsi ginjal.
terlihat adanya perbedaan yang nyata. Jika dilihat Kerusakan sistem nefron di dalam ginjal ditandai
dari gambar tersebut dapat diketahui bahwa dengan meningkatnya kadar ureum dan creatinin di
sebagian besar karyawan masih dalam batasnormal, dalam darah, karena tidak dapat diekskresikan
walaupun telah nampak kecenderungan untuk melewati ginjal, Kegagalan fungsi ginjal ini
meninggi. Hal ini kemungkinan disebabkan karena selanjutnya akan mengakibatkan uremia / keracunan
keadaan sosial ekonominya sudah mencukupi darah yang biasa ditindak lanjuti dengan cuci darah
sehingga cenderung mengkonsumsi makanan yang (haemodialisa) secara periodik. Tetapi jika yang
enak walaupun tanpa disadari bahwa makanan meningkat hanya satu parameter saja (Ureum atau
tersebut berkadar kholesterol tinggi. Selain itu, kemungkinan disebabkan karena terjadinya
kemungkinan dikombinasikan dengan adanya dehidrasi, Hal ini berhubungan langsung dengan
gangguan metabolisme lemak di dalam hepar ketersediaan air minum dilingkungan kerja.
mengingat usia rerata karyawan sudah di alas 40 50,00 ,,-
tahun. Namun untuk mengetahui penyebabnya '5,00 j .Pe.eq. Radias; .Non Pekeq. Radias; ."
secara pasti perlu dilakukan pengamatan lebih lanjut -'
'0,00
; .." "
"
..35 "00 .' .."
..It' , "'" " '. ,
secara intensif. ~ .,1'- "'..:",",,":'"
_30,OO',:-(.~"""..v.. ',. '..
Gangguan kadar gula di dalam darah ~ '""""'~""""""A_'r'-~"\",,
ti 2500"..t,."4)o
...,'.l.~)"'~'~'" ," "-""
;)0 2000"'~'-"""'7,',~~.,
"'~--.''to. "".,-
"
.,.'"
, '~
" ,'~ .
disebabkan oleh adanya gangguan mekanisme
~ ',.S." ("I' .I,.'
hormonal yang berhubungan dengan produksi ~.~,oo,'
~ , "',"'.. --,--
'0,00
, ". , '. .
hormon isulin di kelenjar pankreas. Menurunnya : .,-
$,00i if.
sekresi insulin akan mengakibatkan meningkatnya 0,00
., ,--- ~ ~--- ~
kadar gula di dalam darah karena tidak dapat diubah 0 $0 '00 ISO 200 250 sac 3$0
Pasten
menjadi gula otot (glycogen), dalam keadaan normal
Gambar 4, Distribusi Kadar Ureum Pekerja Radiasi
kadar gula di dalam darah relatif konstan. Efek
don Non Pekerja Radiasi
selanjutnya yang akan terjadi adalah neoropati dan
angiopati, gangguan proses penyembuhan luka Pada Gambar 4 dapat dilihat bahwa kadar
sehingga memerlukan amputasi sampai dengan ureum di dalam darah pada pekerja radiasi clan non
stroke dan gagal jantung. pekerja radiasi tidak menunjukkan adanya
perbedaan yang signifikan. Jika ditinjau dari kadar
ureum tersebut, sebagian besar kondisi / fungsi
ginjal karyawan dalam batas normal, Walaupun
terlihat sebagian kecil karyawan berada pada status

Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Penelitian Oasar IImu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir
P3TM-BATAN Yogyakarta, 25 -26 Juli 2000

~
di bawah normal. Hal ini kemungkinan disebabkan
kerja yang melibatkan sumber radiasi masih relatif
karena kasus khusus dimana sisten nefron di dalam kecil.
ginjal mengalami gangguan sehingga fungsi
..~
ekskresi tidak dapat berjalan sebagai mana
..~. .., e.tl'Norm.t Ter1lnggi
mestinya. ..~ " I
# ..,. 'I ' ,
Distribusi kadar kreatinin untuk pekerja ~ .~ .'... ~, .'.'. ...". " ' .
radiasi clan non pekerja radiasi dapat dilihat pada ~ ~.../~
.":,,.-\- ,..,~",': ': " '..'IIINor~,1
:
S ,. ., ,. ...~r" I..
gambar 5, dimana tidak ada perbedaan yang I.~ ~,;'" ~,'t. ..~.. , 't' t: ~
significan antara keduanya. Pada gambar tersebut I. ~ """" " 't --:\*' u.." ...,... ..
! ,~.:"".,~..
.'.,~ '.
."...,.': , Y'.'
". ~
...," -: , . .",:,,:.
.'
terlihat bahwa kadar kreatinin yang diatas normal I.~ '" ."'" '.,' ,.'\..
relatif banyak dijumpai. Jika dibandingkan dengan
.'1 .
"-' .t'f I;Pe"/8RI"""HonPlklr/8Rldll'l!
gambar 4, dimana hampir tidak dijumpai kadar ,.~L
.so '00 t.. 100 '" ,.. ,..
ureum yang diatas normal, maka kenaikan kreatinin Pa .1, n
ini bukan disebabkan oleh kerusakan sistem nefron Gambar6. Distribusi Kadar Asam Ural Pekerja
didalam ginjal tetapi karena adanya dehidrasi. Radiasidon Non PekerjaRadiasi
2,00 ]
Selain itu, secara urnurn garnbaran fungsi
1.80 , + organ tubuh tertentu yaitu hepar (hati) yang
1.80 .*, ...I .,. .'-., .' ,. digarnbarkan dengan kadar kholesterol, pankreas
~~
:
1'++,'
:t'\:,-'.
.+,
'+.+~i.:..v=,:!
~ ., ++ ++ ..I. +. -.."'.
I.AO "
'., +: ;:~~--=
..r-'-
""'---.
i .7..
.
yang digarnbarkan dengan kadar gula darah dan
a 1".
.."'. ,t...J;., V'., ..." fungsi ginjal yang digarnbarkan oleh kadar ureurn,
E 1,20-""'~:"""..(t,'.~..\.
~ '., J.~i..'" .' +:. ..~',."..'f \," \. creatinin clan asarn urat, temyata rnasih dalarn batas
, ,00 ~\;
...".',-.,ro.'.'
~", ' ..'.
~ , .'. ...'.
#~.
.,
"
normal. Beberapa kelainan yang dijumpai hanyalah
, ' t. . bersifat kasus yang spesifik yang telah ditangani
".,
" 080.
.'. .-'.. ~ .-,
-. , ...:,
secara spesifik pula.
~ 0,80
0,40 j .Pekerja Rediasi .Non Pekerja Radiasi
0,20
KESIMPULAN
0,00 I ~-. ~~~~---~
0 SO 100 ISO 200 2S0 300 3S0
a. Dari 50 I orang yang diperiksa, kadar protein
Pallen total semuanya < 8,00 g%, kadar kholesterol 35
Galnbar5. Distrihusi Kadar Kreatinin Pekerja orang> 260 mg%; gula darah puasa 7 orang>
200 mg/dl ; ureum semuanya < 40 mg%; asam
Radiasi don Non Pekerja Radiasi
urat 8 orang> 7 mg%; kadar creatinin 112 orang
kreatinin) maka > 1,4 mg%
Kadar asam urat di da!am darah di samping b. Tidak dijumpai perbedaan yang nyata antara
disebabkan oleh kegagalan sistem nefron di dalam status kesehatan pekerja radiasi dibandingkan
ginjal, juga akibat dari konsumsi makanan harian. dengan non pekerja radiasi ditinjau dari aspek
Meningkatnya kadar asam urat di dalam darah kimia klinis.
biasanya akan mengakibatkan terjadinya c. Secara umum gambaran fungsi organ tubuh
penimbunan asam tersebut di dalam persendian intema dalam batas nonnal, namun dijumpai
yang dapat berakhir dengan kelumpuhan. beberapakasus yang bersifat sangat spesifik
Distribusi kadar asam urat secara
keseluruhan dapat dilihat pada Gambar 6. Kadar
asam ural diatas nonnal dijumpai ada beberapa DAFT AR PUST AKA
pasien saja dan bersifat kasuistis, bahkan relatif
ban yak pasien yang dibawah nonnal. Hal ini I. WIHARTO,K & ISMONO, A., Pemeriksaan
berhubungan dengan pola makan hariannya yang Kesehatan Pekerja Radiasi, Lokakarya
tidak 3da perbedaan an tara pekerja radiasi dan non Penanggulangan Kedaruratan Nuklir DEPKES -
pekerja radiasi. BA TAN, Ciloto 1 -3 Maret (1990).
Dari beberapa hat yang telah dibahas 2. GOLLNICK, D.A., Basic Radiation Pr~tection
tersebut secara keseluruhan dapat diketahui bahwa Technology, Pacific Radiation Corp., California
tidak ada perbedaan yang nyata antara status USA (1986).
kesehatan pekerja rad.iasi dan non pekerja radiasi, 3. SUBRA TA,G., Penuntun Laboratorium Klinik,
hat ini disebabkan karena sistem pengawasan Dian Rakyatj Jakarta (1985).
keselamatan radiasi telah dijalankan sebagai mana 4. MPR I, 2, 3 Cholesterin CHaD-PAP Method,
mestinya, di samping kualitas maupun kuantitas Boehringer Mannheim, Indonesia (1993).

Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Penelitian Dasar IImu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir
P3TM-BATAN Yogyakarta, 25 -26 Juli 2000
72 ISSN 0216-3128 M. Yazid.dkk

5. Trnder, P., Ann. Clin. Biochem, 6, 24, 1969, -9- Terima kasih alas sarannya.
Peridochrom Glukosio, Metodo CHaD-PAP,
Subari Santoso
Boehringer Mannheim, Indonesia (1990). ~ Akurasi metode yang anda gunakan dalam
6. Town, MH et al., J. Clin. Chern Clin Biochem, penelitian mohon dijelaskan ?
23, 591, 1985, MPR 2 Test Combination Uric
,.. Mengapa anda hanya mengambil sampel
Acid PAP, Boehringer Mannheim, Indonesia
karyawan P3TM-BATAN saja (dianggap
(1995). tercemar radiasi clan tidak tercemar) apa tidak
lcbih baik ditambah orang-orang kampung
sekitar BATAN. Jelaskan? "

M. Yazid
-9- Meloda yang digunakan merupakan metoda
.S'tamlarInternasiolull
TANYA JAWAB -9- Karena keterba(asan biaya/dana yang
tersedia.
Enny Liestyawati ImamD.
);. Kelainan medis apa yang ditemukan pada ,.. Apakah pencemaran darah pckerja radiasi juga
pekerja radiasi pada penelitian ini ? termasuk salah satu dari potensi pekerja tersebut
karena bekerja di lingkungan radiasi ?
M. Yazid
-9- Berdasarkan beberapa parameter yang M. Yazid
dite/iti be/um dijumpai adanya ke/ainan -9- Pencemaran darah kemungkinan juga akibat
medis. tapi be/um dite/iti denganparameter kerja, tetapi untuk menentUkannya harus
/ainnya. diketahui jenis pencemarnya terlebih dahulu.
Yateman A.
);. Saran: Huruf-huruf dalam penyajian poster
relatif kecil perlu untuk dibcsarkan.

M. Yazid

Prosiding Pertemuan dan Presentasi IImiah Penelitian Dasar IImu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir
P3TM-BATAN Yogyakarta. 25 -26 Juli 2000