Anda di halaman 1dari 36

MAKALAH PROYEK PRAKTIKUM SISTEM DIGITAL

ATA 2011
Rangkaian Undian Elektronik

DISUSUN OLEH :
2 KB 02
Kamis, shift 1
1. DZIKRI /22109706
2. DERRY FAJAR M /24109905
3. ANDHIKA NUGRAHA /21109762

LABORATORIUM DASAR ELEKTRONIKA DAN KOMPUTER


PRAKTIKUM SISTEM DIGITAL
JURUSAN SISTEM KOMPUTER ( S1 )
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS GUNADARMA
2011
LEMBAR PENGESAHAN

Judul Makalah : Rangkaian Undian Elektronik

Nama : 1.Dzikri /22109706


2. Derry Fajar M /24109905
3. Andhika Nugraha /21109762
Kelas : 2KB02
Hari/Shift : kamis/1

Penguji 1 Penguji 2

( ) ( )

Penguji 3 Penguji 4

( ) ( )

Nilai
Nama
Alat Makalah Presentasi Total
Dzikri

Derry Fajar M

Andhika Nugraha

ii
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ....i
LEMBAR PENGESAHAN ....ii
KATA PENGANTAR .......iii
DAFTAR ISI ......iv
BAB 1 PENDAHULUAN...1
1.1 Latar Belakang Masalah ..1
1.2 Batasan Masalah ......2
1.3 Tujuan penulisan .2
1.4 Metode Penelitian ....2
1.5 Sistematika Penulisan ..2
BAB II LANDASAN TEORI.......4
2.1 Dioda Cahaya ..4
2.2 Pencacah ..5
2.2.1 Dekoder ... .....6
2.2.2 Pencacah Dekade ........11
2.3 Full Adder/Penambahan Lengkap .....14
2.4 Osilator ..16
2.4.1 Rangkaian Dasar Osilator17
2.4.2 Cara Kerja Osilator..19
2.4.3 Flip-flop19
BAB III ANALISIS RANGKAIAN....20
3.1 Analisis Rangkaian Secara Diagram .....20
3.1.1 Masukkan.........20
3.1.2 Flip-flop.........21
3.1.3 Pencacah Dekade ....23
3.1.4 Dekoder .......25

BAB IV CARA KERJA ALAT ..26


4.1 Tujuan. ......26
4.2 Cara Pengoperasian Alat.26

iv
4.3 Cara Kerja...26
4.4 Cara Kerja Berdasarkan Jalur..27
BAB V PENUTUP .....29
5.1 Simpulan .......29
5.2 Saran ......29
DAFTAR PUSTAKA ......30

v
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perangkat elektronika merupakan suatu perangkat keras yang kompleks


dimana suatu perangkat dapat terdiri dari puluhan, bahkan ratusan komponen
elektronika. Seiring dengan perkembangan teknologi dan desakan oleh kebutuhan
pasar dalam produksi perangkat elektronika, maka dikembangkan suatu
perangkat elektronika yang mengintegrasikan semua atau sebagian komponen
elektronika dalam satu perangkat, dimana perangkat ini akan menjadi sebuah
perangkat yang fleksibel dan efisien.
Di zaman modern seperti sekarang ini, permainan berupa undian masih
sering kita jumpai, baik dikalangan anak-anak maupun orang dewasa. Undian
dapat berupa dadu yang kemudian dilempar atau dikocok untuk menentukan
jumlah angka yang akan dikeluarkan. Dengan melakukan pengocokan atau
pelemparan dadu secara bersambung kadang menimbulkan kejenuhan dan dirasa
masih terlalu kuno. Dadu yang sering digunakan sebagai alat permainan biasanya
terbuat dari kayu ataupun plastik berbentuk segi empat pada masing-masing sisi
tertera tanda bulat dengan jumlah mulai satu hingga enam buah, dan masih
banyak lagi alat undian yang hingga saat ini sebagian belum di kembangkan
secara sisi teknologinya. Namun dengan sedikit rangkaian, kini permainan undian
tersebut sudah bisa dibuat secara elektronika. Untuk menjalankannya tidak perlu
melempar, mengkocok atau cara lainnya yang biasa kita lakukan untuk mengundi.
Kini dengan pengembangan alat elektronika cukup hanya dengan menekan
tombol yang tersedia maka undian dapat di jalankan.
Dalam penulisan makalah ini undian elektronik menggunakan beberapa IC
Diantaranya IC 4028, IC 4029, IC 4001

http://contoh.in 1
2

1.2 Batasan Masalah


Batasan masalah yang diangkat pada penulisan ini yaitu cara pembuatan
undian elektronik agar dapat menampilkan keadaan secara acak atau random.
Batasan masalahnya adalah dimana penulis lebih memfokuskan pada rangkaian
undian elektronik yang memberikan keluaran dengan menggunakan lampu led.

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuan dari pembuatan proyek ini yaitu untuk memenuhi muatan
pembelajaran yang telah di berikan laboratorium sistem digital. Dilain sisi
pembuatan proyek undian elektronik adalah untuk lebih memudahkan pengguna
yang khususnya sering melakukan pengundian dalam suatu keadaan.

1.4 Metode Penulisan


Dalam menyusun makalah ini, penulis menggunakan metode sebagai
berikut:
a.Studi Pustaka
penulis mengambil sumber-sumber informasi yang diperlukan dalam
metode penelitian dari beberapa buku acuan dalam menganalisa dan
mempelajari proyek yang akan dibuat.
b.Pembuatan Alat
Dalam metode penelitian ini, penulis melakukan pembuatan alat mulai dari
rangkaian, jalur, pencetakan jalur di pcb dan selanjutnya memasang
komponen elektronika itu sendiri.

1.5 Sistematika Penulisan


Sistematika Penulisan dilakukan dengan memberikan penjelasan secara
ringkas atau pokok-pokok bahasan yang dimaksud dari tiap bab yang disusun
yaitu:
3

BAB I Pendahuluan
Bab ini, penulis mengemukakan latar belakang pembuatan makalah,
tujuan dari proyek, rumusan dari makalah dan sistematika dari
makalah ini.

BAB II Landasan Teori


Bab ini berisikan dasar teori dari perangkat pendukung rangkaian
undian elektronik.

BAB III Analisis Rangkaian


Bab ini menjelaskan analisa cara kerja rangkaian baik secara tahap-
tahap maupun analisa kerja secara keseluruhan.

BAB IV Cara Kerja Alat


Bab ini menjelaskan bagaimana cara kerja alat dan penggunaan
undian elektronik.

BAB V Penutup
Bab ini membahas tentang kesimpulan dan juga saran setelah
penulis merangkai rangkaian undian elektronik dan
menggunakannya.
BAB II
LANDASAN TEORI

Dalam bab ini penulis akan menguraikan mengenai komponen-komponen


yang digunakan dalam rangkaian undian elektronik diantaranya yaitu macam-
macam IC,

2.1 Dioda Cahaya (LED)


Dioda cahaya disebut juga LED (Light Emitting Dioda). Dioda ini biasanya
digunakan untuk perangakat digital. LED merupakan komponen elektronika yang
mampu merubah suatu sinyal listrik menjadi cahaya. Jadi LED merupakan
indikator yang mampu mengeluarkan cahaya.

Karakteristik dari dioda cahaya (LED) yaitu :

Jika diberi tegangan panjar maju, maka dengan sendirinya dioda


akan mengisi cahaya
Dioda ini hanya tahan terhadap tegangan panjar maju hanya sekitar
antara 1,5 sampai 2 volt
Tidak ada tegangan yang hilang
Hanya tahan pada tahanan antara 5 sampai 20 miliampere
Bentuk fisiknya kecil

Contoh penggunaan dioda led pada rangkaian

4
http://contoh.in 5

Gambar 2.1 Rangkaian dioda [ 5 ]

Diketahui : v = 5 volt
R = 20
Ditanya : I = . . . ?
Jawab : V = I * R
I = V/R
= 5/20
= 0,25 Ampere

2.2 Pencacah
Pencacah merupakan rangkaian logika pengurut yang membutuhkan
karakteristik memori dan sangat ditentukan oleh pewaktu.
Karakteristik utama dari Counter yaitu :

a) Jumlah hitungan maksimum (modulus pencacah).


b) Menghitung keatas atau ke bawah .
c) Operasi serempak, pencacah peralel atau pencacah tak serempak.

2.2.1 Dekoder
Dekoder merupakan suatu sarana atau piranti elektronika yang dapat
mengubah atau menterjemahkan bahasa mesin menjadi bahasa yang dimengeri
http://contoh.in 6

manusia.Dekoder memiliki masukkan berupa bilangan biner dan keluaran dari


dekoder ini berupa bilangan desimal. Pada rangkaian dadu digital, pencacah yang
digunakan yaitu pencacah IC 4028 dengan keluaran 7 gerbang keluaran
penghasil bilangan desimal to seven segment. Gerbang IC decoder yang sangat
berperan di alat ini adalah 4 buah gerbang masukkan A,B,C,D dan 7 buah
gerbang keluaran a,b,c,d,e,f,g.
Input = n
Output = 2^n

Gambar 2.2 Decoder (Biner ke Desimal)

- Dekoder Prioritas
Dekoder Prioritas dibagi menjadi 2 bagian yaitu:
1. Common Anoda (Aktif Low)
2. Common Katoda (Aktif High)
1. Common Anoda
http://contoh.in 7

Common Anoda yaitu rangkaian seven segment yang anodanya terhubung


dengan VCC dan kaki katodanya dihubungkan ke ground.

D E C O D E R
Gambar 2.3 Rangkaian Common Anoda
A B

a a
b
c f b
d g
e
f e c
g d
h

Gambar 2.4 Rangkaian Seven Segment

2. Common katoda
Common Katoda adalah rangkaian seven segment yang kaki anodanya
terhubung dengan ground
Gambar 2.5 Rangkaian Common Katoda

D E C O D E R
http://contoh.in 8

Gambar 2.6 Rangkaian Seven Segment Katoda


A B

Cara kerjanya :

Jalan masuk polosan (B) harus terbuka atau ditaruh pada taraf logika tinggi
bila fungsi-fungsi keluaran 0 hingga 15 diinginkan. Jalan masuk polosan deret
(RB1) harus terbuka atau tinggi kalau pemolosan nol dasar tidak diinginkan. Kalau
taraf logika rendah dikenakan dengan langsung kepaa jalan masuk polosan (B)
maka semua jalan keluar segmen adalah off tak peduli akan taraf yang ada di
seberang jalan masuk lain. Bila jalan masuk polosan deret (RB1) dan juga jalan
masuk jalan masuk A,B,C dan D berada dalam taraf rendah dengan lamp test
http://contoh.in 9

tinggi, maka semua segmen keluaran mati dan jalan keluar polosan deret (RB0)
pindah ketaraf rendah (kondisi tanggap). Kalau jalan masuk polosan/jalan keluar
polosan deret (B1/RB0) terbuka atau dibiarkan tinggi dan jalan masuk lamp test
dibuat rendah, maka semua garis keluaran adalah nol.

Tabel 2.1 Tabel kebenaran Dekoder [ 4 ]

decimal inputs outputs


LT RB1 D C B A B1/RB0 a b c d e f g

0 H H L L L L H on on on on on on off
1 H X L L L H H off on on off off off off
2 H X L L H L H on on off on on off on
3 H X L L H H H on on on on off off on
4 H X L H L L H off on on off off on on
5 H X L H L H H on off on on off on on
http://contoh.in 10

6 H X L H H L H off off on on on on on
7 H X L H H H H on on on off off off off
8 H X H L L L H on on on on on on on
9 H X H L L H H on on on off off on on
10 H X H L H L H off off off on on off on
11 H X H L H H H off off on on off off on
12 H X H H L L H off on off off off on on
13 H X H H L H H on off off on off on on
14 H X H H H L H off off off on on on on
15 H X H H H H H off off off off off off off
B1 X X X X X X L off off off off off off off
RB1 H L L L L L L off off off off off off off
LT L X X X X X H on on on on on on on

On = hidup
Off = mati

Diagram waktu dari table kebenaran 2.1

Ck 1 2 3 4 5 6 7 8 9

FF1

FF2

FF3

FF4
http://contoh.in 11

Gambar 2.7 Diagram waktu pencacah [ 1 ]

2.2.2 Pencacah Dekade


IC 4029 disebut IC pencacah dekade dengan tersandi BCD. Pencacah ini
mencacah dengan cara seperti pencacah mod-16 nilai biner 1001 merupakan nilai
tertinggi. Rangkaian ini menggunakan dua buah pencacah yang bertipe sama,
yaitu IC 4029. Pencacah ini dipasang secara seri sehingga pencacah pertama
menerima masukkan dari osilator dan pencacah kedua menerima masukkan dari
pencacah pertama.

2.2 Datasheet IC CD4029BE


http://contoh.in 12

Table 2.2 Tabel Kebenaran Pencacah Dekade [ 3 ]

Counter QD QC QB QA
0 0 0 0 0
1 0 0 0 1
2 0 0 1 0
3 0 0 1 1
4 0 1 0 0
5 0 1 0 1
6 0 1 1 0
7 0 1 1 1
8 1 0 0 0
9 1 0 0 1
0 0 0 0 0

Diagram waktu dari tabel kebenaran 2.2

Ck 1 2 3 4 5 6 7 8 9
http://contoh.in 13

FF1

FF2

FF3

FF4

Gambar 2.8 diagram waktu Pencacah Dekade [ 1 ]

Cara kerja dari pencacah di atas yaitu


pencacah diatas disebut juga dengan pencacah naik yaitu mencacah dari yang
kecil sampai yang besar (tergantung modulonya). Pada flip-flop yang pertama kali
memiliki status reset yaitu Q1= Q2 = Q3 = Q4. pulsa keluaran pada flip-flop 1 (Q1)
diumpankan pada denyut FF2, pulsa keluaran pada flip-flop 2 (Q2) diumpankan
pada denyut FF3, pulsa keluaran pada flip-flop 3 (Q3) diumpankan pada denyut
FF4.

2.3 Full Adder / penambahan lengkap


Satuan aritmatika dan logika merupakan bagian pengolah bilangan dari
sebuah komputer. Ini berarti bagian tersebut bukan hanya melakukan operasi-
operasi aritmatika, tetapi juga melaksanakan operasi logika (OR, AND, NOT dan
sebagainya). Dalam menjumlahkan suatu bilangan pada umumnya dimulai
dengan menjumlahkan digit yang disebelah kanan, yaitu digit yang mempunyai
bobot yang paling kecil (LSB) dilanjutkan dengan menjumlahkan kolom berikutnya
dengan memperhatikan apakah ada nilai pindahan (Carry) yang harus
dijumlahkan. Dalam rangkaian ligika cara penjumlahan ini sering disebut Adder
(penjumlahan). Adapun fungsinya adalah untuk menjumlahkan, mengurangi,
mengali, dan membagi angka-angka biner dimana dalam pelaksanaannya dapat
dianggap sebagai cara penjumlahan.
Berdasarkan penggunaannya Adder dibagi menjadi 2 yaitu :
http://contoh.in 14

a). Half Adder


b). Full Adder
Pada rangkaian dadu digital, penjumlahan (adder) yang digunakan yaitu
Full adder. Penambahan lengkap (full adder) yang sudah diperbaiki ini
melaksanakan penambahan dua bilangan biner 4 bit. Jalan keluar untuk jumlah
() tersedia bagi setiap bit, dan pindahan (carry)yang dihasilkan diperoleh dari bit
ke empat. Keistimewaan penambah-penambah ini adalah bahwa orang dapat
melihat dimuka secara intern antara keempat-empat bit yang membangkitkan
suku pindahan (carry) dalam waktu sepuluh nanodetik.

Table 2.3 Tabel Kebenaran Penjumlahan [ 3 ]

Masukan Keluaran
A B jumlah () Bawaan keluaran (Co)
0 0 0 0
0 1 1 0
1 0 1 0
1 1 0 1
http://contoh.in 15

Gambar 2.9 Rangkaian Dasar Full Adder [ 4 ]

2.4 Osilator
Pada rangkaian simulator dadu, osilator yang digunakan yaitu IC NE 555,
keluaran dari osilator ini berupa gelombang atau denyut.
Osilator mempunyai dua jenis yaitu :

Osilator Sinusoida
Osilator yang keluarannya menghasilkan gelombang sinus
Osilator bukan Sinusoida
Osilator yang keluarannya menghasilkan gelombang kotak atau segi
empat.

Pada rangkaian Simulator Dadu ini osilator yang digunakan adalah osilator
jenis kedua yaitu osilator bukan sinusoida. Osilator pada rangkaian ini mempunyai
fungsi untuk membangkitkan denyut atau pulsa ( penguat ) yang berasal dari
masukkan yaitu tombol.
http://contoh.in 16

2.4.1 Rangkaian Dasar Osilator

Gambar 3.0 Rangkaian Dasar Osilator [ 2 ]

Volt/div = 1,5
http://contoh.in 17

Time/div
Gambar 3.1 Kurva keluaran Osilator

grafik t1 dan t2 adalah :

T = t1 + t2 = 2 + 1 = 3 ms

Gambar 3.2 grafik t1 dan t2

2.4.2 Cara Kerja Osilator


http://contoh.in 18

Osilator keluaran yang dihasilkan tidak dapat ditentukan, apakah angka


rendah (0) atau angka tinggi (1). Bila osilator ini mempengaruhi hasil keluaran dari
rangkaian Dadu Digital. Jika keluaran dari osilator bit rendah (0), maka output
pada rangkaian akan mengalami penurunan dari keluaran sebelumnya (pencacah
turun), sedangkan jika keluaran dari osilator bit tinggi (1), maka keluaran pada
rangkaian akan mengalami penaikan dari keluaran sebelumnya (pencacah naik).

Di bawah ini tabel keluaran dari rangkaian osilator :

Table 2.4 Pencacah naik/turun [ 3 ]

NAIK/TURUN DENYUT KETERANGAN


0 1 Pencacah turun
1 1 Pencacah Naik

2.4.3 Flip-Flop

Flip-flop adalah suatu rangkaian elektronika yang memiliki 2 keluaran


output yaitu high (1 / on) dan low (0 / off). karena pada proyek undian elektronika
menggunakan LED yang memiliki kondisi on atau off, dimana kondisi tersebut
kami memakai IC 4001.
http://contoh.in 19

Datasheet IC 3 4001
BAB III
ANALISIS RANGKAIAN

3.1 Analisis rangkaian secara diagram


Analisa rangkaian disini adalah pembahasan analisa rangkaian undian
elektronik secara blok diagram,dimana setiap blok diagram mewakil suatu proses
dalam rangkaian undian elektronik.

Masukkan Flip Flop Pencacah Dekade

Decoder
Keluaran
aktifator

Gambar 3.3 Blok diagram undian elektronika

3.1.1 Masukkan
Pada rangkaian undian elektronika input berupa saklar untuk
mengaktifkan atau memberikan tegangan pada rangkaian, aktifator berupa
baterai yang terhubung. Sehingga ketika aktifator di aktifkan maka
rangkaian undian elektronik mendapatkan tegangan. Input ke-2 berupa
saklar yang memiliki 3 switch, saklar ini di gunakan untuk mengaktifkan
kondisi pencacah sehingga dapat menghasilkan nyala LED yang random.
Input ke-3 berupa tombol atau biasa di sebut saklar push on, saklar push
on ini di gunakan untuk mengaktifkan kondisi reset, sehingga ketika output
LED atau rangkaian mengeluarkan kondisi acak berupa LED hidup dengan
kondisi maka akan reset kembali ke LED on yang berwarna hijau, dimana
LED hijau merupakan kondisi awal.

20
http://contoh.in 21

3.1.2 Flipflop (Multivibrator Bistable)

Gambar 3.4 seperti gambar 2.9

Flip flop dalam rangkaian undian elektronik terdapat pada ic 4001 yang
memilik output 2 keadaan yaitu high (1 / on) low (0 / off) flip flop juga dapat di
sebut sebagai multivibrator bistable. Disebut sebagai multivibrator bistable
apabila kedua tingkat tegangan keluaran yang dihasilkan oleh rangkaian
multivibrator tersebut adalah stabil dan rangkaian multivibrator hanya akan
mengubah kondisi tingkat tegangan keluarannya pada saat dipicu. Tegangan
keluarannya ditunjukkan dalam gambar.
http://contoh.in 22

Keluaran (output) multivibartor bistable


http://contoh.in 23

3.1.3 Pencacah Dekade

Berikut adalah datasheet maupun thruth table dari ic 4029

Pencacah elektronik adalah sebuah alat yang dirancang untuk


mengukur frekuensi yang tidak diketahui dengan cara membandingkannya
http://contoh.in 24

dengan frekuensi yang diketahui.

Pencacahan elektronik terdiri dari beberapa bagian penting,yakni :


a.Peralatan pencacah kelipatan sepuluh,biasnya besrta peraga numerik
terpadu untuk menjumlahkan dan memperagakan pencacahan .
b.Gerbang signal , untuk mengontrol lamanya pencacahan
c.Basis waktu, untuk memberikan waktu yang tepat pada pengukuran
frekuensi.
Bagian lain dari sebuan pencacah biasanya terdidri dari rangkaian
pembentu signal serta kotrol logika dan rangkaian keluaran.

Multivibrator dengan dua keadaan stabil


Multivibrator adalah sebuah sirkuit elektronik yang digunakan untuk
bermacam-macam sistem dua keadaan seperti osilator, pewaktu, dan
register. Ini bercirikan dua peranti penguat (transistor, tabung hampa, op-
amp, dll) yang dikopel-silang oleh jaringan resistor dan kondensator.
Bentuk paling umum adalah tipe takstabil yang menghasilkan gelombang
persegi. Multivibrator mendapatkan namanya karena isyarat kekuasannya
kaya akan harmonik. Multivibrator berasal dari istilah yang digunakan oleh
William Eccles dan F.W. Jordan pada tahun 1919 untuk sirkuit tabung
hampa yang dibuatnya.

Peralatan pencacah kelipatan sepuluh adalahsebuah rangkaian


yang menghasilkan satu pulsa keluaran pada setiap sepuluh pulsa yang
dimasukan kerangkaian. Bilangan dasar yang digunakan dalam sistem ini
adalah bilangan binner. Pada peralatan ini digunakan bistable multivibrator
atau flip flop.

Flip flop adalah sebuah rangkaian dengan dua keadaan stabil,yang


mampu menyimpan suatu keadaan sampai dipicu oleh signal dari
luar.salah satu bentuk multivibrator yang sering digunakan adalah sebagai
berikut.
http://contoh.in 25

3.1.4 Decoder

Dalam rangkaian ini ic 4028 berguna sebagai BCD to decimal decoder.


Decoder adalah perangkat yang melakukan kebalikan dari sebuah encoder ,
mengurai encoding sehingga informasi asli dapat diambil. Metode yang sama
digunakan untuk mengkodekan biasanya hanya terbalik dalam rangka untuk
memecahkan kode. Dalam elektronik digital, decoder bisa mengambil bentuk
input-ganda, multiple-output sirkuit logika yang mengubah kode masukan menjadi
n,
keluaran kode, dimana kode input dan output berbeda. misalnya n-ke-2 kode
biner ke desimal decoder. Aktifkan input harus selama decoder berfungsi, jika
outputnya menganggap satu "cacat" kata output kode. Decoding diperlukan dalam
aplikasi seperti data multiplexing 7 segmen tampilan, dan memori decoding
alamat.

Rangkaian decoder contoh akan menjadi gerbang AND karena output dari
gerbang AND adalah "Tinggi" (1) hanya ketika semua input adalah "High." output
seperti itu disebut sebagai "output tinggi aktif". Jika bukan gerbang AND, gerbang
NAND tersambung output akan menjadi "Low" (0) hanya jika semua input adalah
"Tinggi". output seperti itu disebut sebagai "output yang rendah aktif".

Contoh: A 2-ke-4 Line Decoder Bit Single

n-
Sebuah kompleks decoder lebih sedikit akan menjadi n ke-2 ketik biner
decoder. Jenis ini adalah sirkuit dekoder combinational yang mengkonversi
informasi biner kode 'n' masukan dari maksimal 2 unik n output. Kami mengatakan
n
maksimal 2 output karena dalam kasus n 'bit kode informasi yang telah terpakai
n.
bit kombinasi, decoder mungkin memiliki kurang dari 2 output Kita dapat
http://contoh.in 26

memiliki 2-ke-4 decoder, 3-ke-8 decoder atau 4-ke-16 decoder. Kita bisa
membentuk decoder 3-ke-8 dari dua 2-ke-4 decoder (dengan mengaktifkan
sinyal).

Demikian pula, kita juga dapat membentuk decoder 4-ke-16 dengan


menggabungkan dua 3-ke-8 decoder. Dalam jenis ini desain sirkuit, yang
memungkinkan masukan dari kedua 3-ke-8 decoder berasal dari input 4, yang
bertindak sebagai pemilih antara dua 3-ke-8 decoder. Hal ini memungkinkan input
4 untuk mengaktifkan decoder baik atas atau bawah, yang menghasilkan output
dari D (0) melalui D (7) untuk decoder pertama, dan D (8) melalui D (15) untuk
decoder kedua.

Sebuah decoder yang berisi memungkinkan masukan juga dikenal sebagai


demultiplexer-decoder. Jadi, kami memiliki decoder 4-ke-16 yang diproduksi
dengan menambahkan masukan 4 bersama di antara kedua Decoder,
menghasilkan 16 output

Berikut adalah datasheet dan truth table dari ic 4028


http://contoh.in 27
BAB IV
CARA KERJA ALAT
4.1 Tujuan
Tujuan dari penulisan cara kerja alat yaitu, agar pengguna rangkaian
undian elektronika dapat menggunakan alat secara benar, dan di bab IV penulis
akan menjabarkan cara kerja alat secara mendalam dengan menjelaskan satu
persatu komponen dalam rangkaian. Terakhir penulis berharap agar dalam
penulisan ini pembaca dapat menangkap apa yang dituliskan.

4.2 Cara Pengoperasian Alat


Bila rangkaian sudah selesai atau sudah benar pemasangannya baik
komponen ataupun jalur-jalurnya, maka pengujian alat dapat dilakukan
dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Menghubungkan rangkaian dengan tegangan sebesar 9V dengan
menggunakan baterai atau adaptor .

2. Menyalakan rangkaian dengan cara merubah posisi toggle switch dari


kondisi off ke kondisi on.

3. Merubah kondisi toggle switch 2 kondisi sehingga LED berpindah-


pindah.

4. Menekan tombol Reset untuk kembali ke kondisi awal.

4.3 Cara Kerja


Rangkaian undian elektronik bekerja bila saklar s1 diswitch sehingga
aktifator yang berupa baterai 9v 10mA mengalir keseluruh rangkaian langkah ini
sebagai input awal yang berguna untuk menyetel awal pencacahan IC1 4029. IC
ini akan mengeluarkan sandi biner pada output-nya yang berupa LED hingga
dekoder BCD yaitu IC2 4028 menyalakan led yang akan menyala sebagai awal
mulai. Bila s1 dilepas, bistabil berguling dan memberikan taransisi denyut tunggal
di jalan masuk ic1 4029. Dekoder BCD akan menyalakan led d5 atau d3

26
http://contoh.in 27

tergantung pada taraf logika yang masuk ke up/down ic1. Kalau s1 ditekan
secara berulang- ulang dilepas tanpa menekan reset, akan menyebabkan led
akan menyala secara acak.

4.4 Cara Kerja Alat Berdasarkan Jalur

Pertama-tama kita aktifkan aktifator yang berbentuk baterai 9V 10mA


baterai ini terhubung dengan kaki 9, dan 16 pada IC1 4029, terhubung juga ke
kaki 16 IC 2 4028 dan kaki 14 IC 3 4001. Dimana kaki 9 IC1 4029 sebagai binary
decoder, kaki 16 pada IC 1 4029 maupun IC 2 4028 sebagai VCC juga kaki 14 IC
3 4001 adalah VCC. Kaki 16 IC 2 selanjutnya akan terhubung ke kaki 6, 7, 4, 3,
14, 2, 15. Kaki-kaki tersebut terhubung langsung ke LED yang nantinya akan
menghasilkan output secara acak. Selanjutnya kaki 10 IC 2 terhubung ke kaki 6 IC
1, kaki 13 IC 2 ke 11 IC 1, kaki 12 IC 2 ke 14 IC 1, dan kaki 1 IC 2 ke kaki 5 IC 1.
Dimana pada kaki 10, 13, 12 pada IC 2 sebagai 0 BIT BINARY INPUT. Kaki 6, 11,
14, IC 1 sebagai BUFFERED OUTPUT.

Dari kaki 10 IC 1 4029 terhubung ke kaki 11 IC 3 4001, dari kaki 11 IC 3


selanjutnya terhubung ke gerbang NOR (N4) yang terhubung ke kaki 12, 13
dimana kaki 12 dan 13 terhubung ke resistor (R3) atau penghambat tegangan
sebesar 100k. kaki 10 IC 1 adalah UP/DOWN sedangkan kaki 11, 12, 13 masing-
masing adalah X4, B4, dan A4. Kaki 12 IC 3 terhubung ke gerbang NOR (N3)
pada kaki 10 dan 9 yang terhubung ke resistor (R2) sebesar 1M. Dimana kaki 10
dan 9 masing-masing sebagai X3, B3. Kapasitor C1 sebesar 10nF terhubung ke
kai 11 IC 3.

Kaki 15 IC 1 yaitu Clock terhubung ke IC 3 yang membentuk gerbang NOR


(N1) pada kaki 3 yang terhubung ke kaki 1 dan 2 dimana kaki 2 terhubung ke
gerbang NOR (N2) dan kaki 3 terhubung ke kaki 5, dan rangkaian ini terhubung
sebagai RS flip-flop. Kaki 1, 2, 3, 5, 6 masing-masing adalah A1, B1, X1, B2, A2.
Kaki 6 IC 3 terhubung ke resistor R5 sebesar 100K, kaki 1 terhubung dengan R6
sebesar 100K yang lalu ke 2 resistor tersebut terhubung langsung ke ground.
http://contoh.in 28

Switch S1 terhubung ke kaki 1 IC 1 PRESET ENABLE yang terhubung juga


ke kaki 14 IC 3. Selanjutnya kaki 14 terhubung ke switch S2 yang terhubung ke
kaki 1 IC 3. Switch S1 terhubung ke resistor R4 sebesar 100k dimana R4
terhubung langsung ke ground.Kaki 8, 4, 12, 13, 3, pada IC 1 terhubung langsung
ke ground. Kaki 7 IC 3 terhubung langsung ke ground juga. Kaki 11, dan 8
terhubung ke ground.

Resistor R1 sebesar 1k terhubung ke D1, D2, D3, D4, D5, D6, D7 yang
masing-masing adalah LED.
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Setelah mebuat dan merangkai seluruh rangkaian undian elektronik, penulis
menyimpulkan bahwa rangkaian undian elektronik adalah rangkaian sistem digital
yang sudah di ajarkan di dalam laboratorium sistem digital, dan kini setelah
penulis merangkai penulis lebih paham materi-materi di laboratorium dan bisa
mengaplikasikannya pada sebuah alat yang bisa bermanfaat.
5.2 Saran
Karena sudah melalui beberapa tahapan pembuatan rangkaian. Sesuai
dengan pengalaman penulis, penulis ingin memberikan saran yang kiranya nanti
akan membantu praktikan lain dalam merangkai rangkaian elektronika lainnya.

1. Buatlah jalur rangkaian secara teliti, jika perlu cobalah beberapa kali hingga
yakin jalur tersebut keseluruhannya terhubung.
2. Konsultasikanlah jalur tersebut baik kepada asisten laboratorium, kakak
kelas, maupun teman yang paham atau mungkin dengan teman yang
memeliki proyek yang sama.
3. Setelah yakin dengan jalur yang di buat, print jalur ke PCB dan perlu di
ingat jalur yang di print di PCB harus betul-betul rapih, dan tinta yang
menempel di PCB di cek kembali jika perlu tebalkan kembali.
4. Jalur sudah di print, rangkailah komponen-komponen ke PCB lalu solder
dengan timah. Pastikan timah menempel lekat dengan kaki-kaki komponen
karena ini berpengaruh dengan berfungsi atau tidaknya komponen.
5. Setelah semua selesai cobalah rangkaian. Penulis ketika pertama kali
mencoba rangkaian keseluruhan LED tidak menghasilkan output apapun.
Untuk mengatasi permasalahan seperti ini, cobalah cek satu persatu
komponen dengan pen tester. Saat itu juga penulis mengambil kesimpulan
LED yang tidak nyala berarti tidak memiliki kondisi apapun, maka penulis
mengganti IC dan setelah diganti LED akhirnya memiliki kondisi.

http://contoh.in 29
DAFTAR PUSTAKA

[1]. http://www.alldatasheet.com/?gclid=CKHN7f7zoqgCFYUa6wodsko6HQ. Di akses


April 2011.

[2]. http://library.gunadarma.ac.id/. Di akses April 2011

[3]. http://www.scribd.com/Dadu-Elektronik/d/39952307. Di akses April 2011

30