Anda di halaman 1dari 38

Prinsip Kerja Boiler pada PLTU

May 26, 2015 | Material Teknik

Superheater Primary, Platen dan Final (Babcock.com)

Pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), boiler memegang peranan penting sebagai tempat
mengubah air dari fase cair ke fase uap yang bertekanan lebih tinggi dari 1 atm dengan cara
memanfaatkan panas. Salah satu jenis boiler adalah Circulating Fluidized Bed Combustion
Boilers (CFBC). Pembakaran dengan fluidized bed (FBC) memiliki beberapa keunggulan :
rancangan boiler yang kompak, fleksibel terhadap bahan bakar, efisiensi pembakaran yang tinggi
dan berkurangnya emisi polutan yang merugikan seperti SOx dan NOx (UNEP,2006). Bahan bakar
yang dapat dibakar dalam boiler ini adalah batubara, sekam padi, bagas & limbah pertanian lainnya.
Boiler fluidized bed memiliki kisaran kapasitas antara 0.5 T/jam sampai lebih dari 100 T/jam.
Bila udara atau gas yang terdistribusi secara merata dilewatkan ke atas melalui bed partikel padat
seperti pasir yang disangga oleh saringan halus, partikel tidak akan terganggu pada kecepatan yang
rendah. Begitu kecepatan udaranya berangsur-angsur naik, terbentuklah suatu keadaan dimana
partikel tersuspensi dalam aliran udara bed tersebut disebut fluidized.
Dengan kenaikan kecepatan udara selanjutnya, terjadi pembentukan gelembung, turbulensi yang
kuat, pencampuran cepat dan pembentukan permukaan bed yang rapat. Bed partikel padat
menampilkan sifat cairan mendidih dan terlihat seperti fluida bed gelembung fluida/ bubbling
fluidized bed.
Jika partikel pasir dalam keadaan terfluidisasikan dipanaskan hingga ke temperatur nyala batubara,
dan batubara diinjeksikan secara terus menerus ke bed, batubara akan terbakar dengan cepat dan
bed mencapai temperatur yang seragam. Pembakaran dengan fluidized bed (FBC) berlangsung
pada temperatur sekitar 840oC hingga 950oC. Karena temperatur ini jauh berada dibawah
temperatur fusi abu, maka pelelehan abu dan permasalahan yang terkait didalamnya dapat
dihindari.
Temperatur pembakaran yang lebih rendah tercapai disebabkan tingginya koefisien perpindahan
panas sebagai akibat pencampuran cepat dalam fluidized bed dan ekstraksi panas yang efektif dari
bed melalui perpindahan panas pada pipa dan dinding bed. Kecepatan gas dicapai diantara
kecepatan fluidisasi minimum dan kecepatan masuk partikel. Hal ini menjamin operasi bed yang
stabil dan menghindari terbawanya partikel dalam jalur gas. Gambar 2.1 menunjukkan skema boiler
jenis Circulating Fluidized Bed Combustion Boilers dengan menggunakan bahan bakar dari batu
bara.
Superheater Pada Boiler
Superheater merupakan salah satu alat pendukung boiler, dengan kontruksi berupa rangkaian pipa-
pipa yang berbentuk spiral yang diletakkan di bagian atas ruang pembakaran, seperti yang
ditunjukkan pada Gambar 2.1. Superheater berfungsi untuk menaikkan temperatur uap jenuh
menjadi uap panas lanjut dengan memanfaatkan gas panas hasil pembakaran. Uap yang masuk ke
Superheater berasal dari steam drum. Superheater dibagi menjadi 2 bagian yaitu : primary
superheater dan secondary superheater.
Primary Superheater berfungsi untuk menaikkan temperatur uap jenuh yang berasal dari steam
drum menjadi uap panas lanjut dengan memanfaatkan gas panas hasil pembakaran.Temperatur uap
kering yang masuk ke primary superheater adalah 304oC dan temperatur keluarnya adalah 414oC.
Secondary superheater atau juga disebut final superheater terletak pada bagian laluan gas yang
sangat panas yaitu di atas ruang bakar dan menerima panas radiasi langsung dari ruang bakar .
Temperatur uap yang masuk ke secondary superheater adalah 414oC dan temperatur keluar
sebesar 541oC. Uap yang keluar dari secondary superheater kemudian digunakan untuk memutar
High Pressure Turbine.
Bagian & Cara Kerja PLTU : Boiler atau
Ketel Uap (1)
February 16, 2010 by Priyantoro 39 Comments

PLTU Paiton, Jawa Timur

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) terdiri dari beberapa system utama, yaitu :

1. Turbine & Generator

2. Boiler (Steam Generator)

3. Coal Handling System

4. Ash Handling System

5. Flue Gas System

6. Balance of Plant

Turbine & generator bisa dibilang sebagai the heart of the plant, karena dari bagian inilah energi
listrik dihasilkan. Generator yang berputar dengan kecepatan tetap, menghasilkan energi listrik
yang disalurkan ke jaringan interkoneksi dan selanjutnya didistribusikan ke konsumen.

Steam turbine (turbin uap) yang berfungsi untuk memutar generator, terdiri dari HP (high-
pressure) turbine, IP (intermediate-pressure) turbine dan LP (low-pressure) turbine.
Turbine & generator memiliki beberapa peralatan pendukung, yaitu lubricating oil system dan
generator cooling system.

Boiler (steam generator) berfungsi untuk mengubah air menjadi uap. Uap bertekanan sangat
tinggi yang dihasilkan boiler dipergunakan untuk memutar turbine. Boiler terbagi menjadi
beberapa sub system, yaitu :
Boiler house steel structure
Pressure parts
Coal system
Air system
Boiler cleaning system

Boiler (Steam Generator)

Sesuai dengan namanya, boiler house steel structure adalah bangunan struktur rangka baja, di
mana di dalamnya terpasang semua peralatan steam generator. Bangunan rangka baja ini
tingginya antara 50 m (PLTU kapasitas 65 MW) hingga 100 m (PLTU kapasitas 600 MW).

Pressure part system adalah bagian utama dari steam generator. Bagian inilah yang berfungsi
untuk mengubah air menjadi uap bertekanan tinggi (superheated steam) dengan temperatur
antara 500 600 derajat C.

Air yang disuplai ke boiler, pertama kali masuk ke economizer inlet header, terus didistribusikan
ke economizer elements, berkumpul kembali di eco outlet header lalu disalurkan ke steam drum.
Economizer terletak di dalam backpass area (di bagian belakang boiler house), sementara steam
drum ada di bagian depan roof area.

Dinamakan economizer karena bagian ini berfungsi untuk menaikkan temperatur air yang baru
masuk boiler dengan cara memanfaatkan gas buang dari pembakaran batu bara di furnace area
(combustion chamber). Dengan pemanasan awal di economizer ini effisiensi ketel uap dapat
ditingkatkan.

Akibat pemanasan secara konveksi di daerah furnace dan karena gaya gravitasi, air di dalam
steam drum air mengalami sirkulasi turun ke water wall lower header melalui pipa downcomers.
Dari waterwall lower header air kembali mengalami sirkulasi karena panas, naik menuju water
wall upper header melalui tube-tube water wall panel. Kemudian dari waterwall upper header air
dikembalikan ke steam drum melalui riser pipes.

Jadi akibat panas pembakaran batu bara air mengalami sirkulasi terus menerus. Sirkulasi ini
menyebabkan air di water wall panel & steam drum sebagian berubah menjadi uap.

Pada PLTU berkapasitas besar, sirkulasi tersebut dibantu oleh Boiler water Circulating Pump
yang terpasang pada pipa downcomers bagian bawah. Sirkulasi yang lebih cepat akan
menyebabkan kecepatan perubahan air menjadi uap juga lebih besar.

Di dalam steam drum terdapat separator yang berfungsi untuk memisahkan uap dari air. Uap
yang sudah dipisahkan tersebut, dari steam drum disalurkan ke roof steam inlet header yang
terhubung ke boiler roof panel. Boiler roof panel ini yang membawa uap ke belakang menuju
backpass panel.

dari backpass panel, uap disalurkan ke Low Temperature Superheater (LTS) yang ada di dalam
backpass area, di atas economizer elements. dari LTS uap disalurkan ke Intermediate
Temperature Superheaters (ITS). Selanjutnya melalui pipa superheater-desuperheater, uap
dibawa ke High Temperature Superheater (HTS) elements untuk menjalani proses pemanasan
terakhir menjadi superheated steam.

ITS dan HTS elements lokasinya berada di dalam furnace (ruang pembakaran batu bara) bagian
atas. Beberapa boiler manufacturers memberikan nama yang berbeda kepada LT, IT dan HT
superheater.

Dari High Temperature Superheater outlet header, superheated steam dengan temperature 500-
600 derajat C dan tekanan sangat tinggi disalurkan ke steam turbine melalui pipa main steam.

Pada PLTU berkapasitas kecil, uap tersebut masuk ke High Pressure Turbine, terus ke Low
Pressure Turbine dan keluar menuju condenser. Sedangkan pada PLTU berkapasitas besar,
setelah memutar HP turbine uap tersebut dibawa kembali ke boiler melalui pipa cold reheat.

Di dalam boiler uap tersebut mengalami pemanasan kembali di dalam Reheater elements.
Reheater elements ini biasanya terletak di antara furnace area dan backpass area.

Setelah mengalami pemanasan kembali, reheated steam disalurkan ke Intermediate Pressure


Turbine melalui pipa Hot Reheat. Setelah memutar Intermediate dan Low Pressure Turbine, baru
uap keluar ke condenser.
Bagian & Cara Kerja PLTU : Boiler atau
Ketel Uap (1)
February 16, 2010 by Priyantoro 39 Comments

PLTU Paiton, Jawa Timur

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) terdiri dari beberapa system utama, yaitu :

1. Turbine & Generator

2. Boiler (Steam Generator)

3. Coal Handling System

4. Ash Handling System

5. Flue Gas System

6. Balance of Plant

Turbine & generator bisa dibilang sebagai the heart of the plant, karena dari bagian inilah energi
listrik dihasilkan. Generator yang berputar dengan kecepatan tetap, menghasilkan energi listrik
yang disalurkan ke jaringan interkoneksi dan selanjutnya didistribusikan ke konsumen.

Steam turbine (turbin uap) yang berfungsi untuk memutar generator, terdiri dari HP (high-
pressure) turbine, IP (intermediate-pressure) turbine dan LP (low-pressure) turbine.
Turbine & generator memiliki beberapa peralatan pendukung, yaitu lubricating oil system dan
generator cooling system.

Boiler (steam generator) berfungsi untuk mengubah air menjadi uap. Uap bertekanan sangat
tinggi yang dihasilkan boiler dipergunakan untuk memutar turbine. Boiler terbagi menjadi
beberapa sub system, yaitu :
Boiler house steel structure
Pressure parts
Coal system
Air system
Boiler cleaning system

Boiler (Steam Generator)

Sesuai dengan namanya, boiler house steel structure adalah bangunan struktur rangka baja, di
mana di dalamnya terpasang semua peralatan steam generator. Bangunan rangka baja ini
tingginya antara 50 m (PLTU kapasitas 65 MW) hingga 100 m (PLTU kapasitas 600 MW).

Pressure part system adalah bagian utama dari steam generator. Bagian inilah yang berfungsi
untuk mengubah air menjadi uap bertekanan tinggi (superheated steam) dengan temperatur
antara 500 600 derajat C.

Air yang disuplai ke boiler, pertama kali masuk ke economizer inlet header, terus didistribusikan
ke economizer elements, berkumpul kembali di eco outlet header lalu disalurkan ke steam drum.
Economizer terletak di dalam backpass area (di bagian belakang boiler house), sementara steam
drum ada di bagian depan roof area.

Dinamakan economizer karena bagian ini berfungsi untuk menaikkan temperatur air yang baru
masuk boiler dengan cara memanfaatkan gas buang dari pembakaran batu bara di furnace area
(combustion chamber). Dengan pemanasan awal di economizer ini effisiensi ketel uap dapat
ditingkatkan.

Akibat pemanasan secara konveksi di daerah furnace dan karena gaya gravitasi, air di dalam
steam drum air mengalami sirkulasi turun ke water wall lower header melalui pipa downcomers.
Dari waterwall lower header air kembali mengalami sirkulasi karena panas, naik menuju water
wall upper header melalui tube-tube water wall panel. Kemudian dari waterwall upper header air
dikembalikan ke steam drum melalui riser pipes.

Jadi akibat panas pembakaran batu bara air mengalami sirkulasi terus menerus. Sirkulasi ini
menyebabkan air di water wall panel & steam drum sebagian berubah menjadi uap.

Pada PLTU berkapasitas besar, sirkulasi tersebut dibantu oleh Boiler water Circulating Pump
yang terpasang pada pipa downcomers bagian bawah. Sirkulasi yang lebih cepat akan
menyebabkan kecepatan perubahan air menjadi uap juga lebih besar.

Di dalam steam drum terdapat separator yang berfungsi untuk memisahkan uap dari air. Uap
yang sudah dipisahkan tersebut, dari steam drum disalurkan ke roof steam inlet header yang
terhubung ke boiler roof panel. Boiler roof panel ini yang membawa uap ke belakang menuju
backpass panel.

dari backpass panel, uap disalurkan ke Low Temperature Superheater (LTS) yang ada di dalam
backpass area, di atas economizer elements. dari LTS uap disalurkan ke Intermediate
Temperature Superheaters (ITS). Selanjutnya melalui pipa superheater-desuperheater, uap
dibawa ke High Temperature Superheater (HTS) elements untuk menjalani proses pemanasan
terakhir menjadi superheated steam.

ITS dan HTS elements lokasinya berada di dalam furnace (ruang pembakaran batu bara) bagian
atas. Beberapa boiler manufacturers memberikan nama yang berbeda kepada LT, IT dan HT
superheater.

Dari High Temperature Superheater outlet header, superheated steam dengan temperature 500-
600 derajat C dan tekanan sangat tinggi disalurkan ke steam turbine melalui pipa main steam.

Pada PLTU berkapasitas kecil, uap tersebut masuk ke High Pressure Turbine, terus ke Low
Pressure Turbine dan keluar menuju condenser. Sedangkan pada PLTU berkapasitas besar,
setelah memutar HP turbine uap tersebut dibawa kembali ke boiler melalui pipa cold reheat.

Di dalam boiler uap tersebut mengalami pemanasan kembali di dalam Reheater elements.
Reheater elements ini biasanya terletak di antara furnace area dan backpass area.

Setelah mengalami pemanasan kembali, reheated steam disalurkan ke Intermediate Pressure


Turbine melalui pipa Hot Reheat. Setelah memutar Intermediate dan Low Pressure Turbine, baru
uap keluar ke condenser.
Penjelasan Siklus Rankine di PLTU





Assalamu'alaikum Wr. Wb
Pada posstingan kali ini, saya akan menshare pengetahuan saya tentang Siklus Rankine yang terjadi di
PLTU. SIlahkan disimak yaa....

PLTU merupakan singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap. PLTU merupakan pembangkit listrik
yang mengkonversi energi kimia bahan bakar menjadi energi listrik, tentunya melewati sejumlah
proses.
Proses pengkonversian energi yang terjadi di PLTU dijelaskan sebagai berikut:

Proses Pengubahan energi panas uap menjadi energi listrik

Energi Kimia Bahan Bakar diubah Energi panas berupa uap yang memiliki tekanan dan
temperatur tinggi
Energi panas diubah menjadi Energi Mekanik yang dihasilkan turbin
Energi Mekanik kemudian diubah menjadi Energi Listrik yang dihasilkan oleh Generator

Diagram proses pengkonversian enrgi kimia bahan bakar menjadi energi listrik ditunjukkan oleh
gambar berikut

Skema Pengubahan energi kimia menjadi energi listrik


Peralatan turbin uap

Siklus Rankine di Turbin Uap

Perhatikan gambar berikut!

Siklus fluida sederhana pada turbin uap

Diagram T-s untuk siklus Rankine

Penjelasan:

1 - 2 : Air dipompakan oleh pompa sehingga mengalami kenaikan temperatur dan tekanan. Proses ini
terjadi di pompa air pengisi dan langkahnya disebut kompresi isentropis

2 - 2' : Air yang telah dipompakan ini selanjutnya dipanaskan sampai mencapai titik didihnya. Proses
ini terjadi di LP heater, HP heater, dan Economiser
2'- 3 : Pada langkah ini, air(saturated water) berubah wujud menjadi uap jenuh(Saturated
steam). Langkah ini disebut dengan proses penguapan(Vapourising) secara isobar isotermis. Proses ini
terjadi di boiler, yaitu pada wall tube

3- 4 : Uap dipanaskan lebih lanjut hingga menjadi superheated steam. Langkah ini terjadi di
superheater I dan II dengan proses isobar

4-5 : Uap melakukan kerja sehingga tekanan dan temperaturnya turun. Langkah ini adalah langkah
ekspansi isentropis, dan terjadi didalam turbin.

5-6 : Pembuangan panas laten uap sehingga berubah menjadi air kondensat. Langkah ini adalah isobar
isothermis, dan terjadi didalam kondensor.

Semoga bermanfaat!!!
Sistem Boiler pada PLTU
Boiler merupakan suatu alat untuk menghasilkan uap pada tekanan dan temperatur tinggi
(superheated vapor). Perubahan dari fase cair menjadi uap dilakukan dengan memanfaatkan
energi panas yang didapatkan dari pembakaran bahan bakar. Boiler pada PLTU Semarang
menggunakan minyak residu atau biasa disebut MFO (Marine Fuel Oil) sebagai bahan bakar
utamanya. Sedangkan bahan bakar pendukung adalah solar atau biasa disebut HSD (High Speed
Diesel), dimana solar ini digunakan hanya sebagai pemantik awal (ignition) untuk membakar
MFO. Penyaluran panas dari bahan bakar ke air demin dapat terjadi secara radiasi, dan konveksi.

Bagian pemindah panas dari boiler terdiri dari pemanas mula (Low Pressure Heater dan High
Pressure Heater) , economizer, pemanas lanjut (Superheater), dan pemanas ulang (Reheater).
Pemindahan panas dalam boiler terjadi dalam proses :

1. Radiasi di ruang bakar

2. Konveksi di Economizer dan Air Heater

3. Kombinasi radiasi dan konveksi di Superheater dan Reheater

Komponen Utama Boiler


Komponen utama boiler terdiri dari : Wall Tube, Main Drum, Primary Superheater, Secondary
Superheater, Reheater, dan Economizer. Sedangkan komponen pendukung terdiri dari : Forced
Draft Fan, MFO Heater, Air Preheat Coil, Air Heater, Burner, Gas Recirculating Fan, Soot
Blower dan Safety Valve.
1.Wall Tube
Dinding boiler terdiri dari tubes / pipa-pipa yang disatukan oleh membran, oleh karena itu
disebut dengan wall tube. Di dalam wall tube tersebut mengalir air yang akan dididihkan.
Dinding pipa boiler adalah pipa yang memiliki ulir dalam (ribbbed tube), dengan tujuan agar
aliran air di dalam wall tube berpusar (turbulen), sehingga penyerapan panas menjadi lebih
banyak dan merata, serta untuk mencegah terjadinya overheating karena penguapan awal air
pada dinding pipa yang menerima panas radiasi langsung dari ruang pembakaran.

Wall tube mempunyai dua header pada bagian bawahnya yang berfungsi untuk menyalurkan air
dari downcomers. Downcomer merupakan pipa yang menghubungkan steam drum dengan
bagian bawah low header. Untuk mencegah penyebaran panas dari dalam furnace ke luar melalui
wall tube, maka disisi luar dari wall tube dipasang dinding isolasi yang terbuat dari mineral fiber.

2.Steam Drum
Steam Drum adalah bagian dari boiler yang berfungsi untuk :

1. Menampung air yang akan dipanaskan pada pipa-pipa penguap (wall tube),dan
menampung uap air dari pipa-pipa penguap sebelum dialirkan ke superheater.

2. Memisahkan uap dan air yang telah dipisahkan di ruang bakar ( furnace ).

3. Mengatur kualitas air boiler, dengan membuang kotoran-kotoran terlarut di dalam boiler
melalui continuous blowdown.

4. Mengatur permukaan air sehingga tidak terjadi kekurangan saat boiler beroperasi yang
dapat menyebabkan overheating pada pipa boiler.

Bagian-bagian dari steam drum terdiri dari : feed pipe, chemical feed pipe, sampling pipe, baffle
pipe, sparator, scrubber, dryer, dan dry box.

Level air dari drum harus selalu dijaga agar selalu tetap setengah dari tinggi drum. Sehingga
banyaknya air pengisi yang masuk ke steam drum harus sebanding dengan banyaknya uap yang
meninggalkan drum, supaya level air tetap konstan. Batas maksimum dan minimum level air
dalam steam drum adalah -250 mm s/d 250 mm dari titik 0 ( setengah tinggi drum ).

Pengaturan level air dilakukan dengan mengatur Flow Control Valve. Jika level air di dalam
drum terlalu rendah, akan menyebabkan terjadinya overheating pada pipa boiler, sedangkan bila
level air dalam drum terlalu tinggi, kemungkinan butir-butir air terbawa ke turbine dan akan
mengakibatkan kerusakan pada turbine.

3.Superheater
Superheater berfungsi untuk menaikkan temperatur uap jenuh menjadi uap panas lanjut dengan
memanfaatkan gas panas hasil pembakaran. Uap yang masuk ke Superheater berasal dari steam
drum. Superheater terbagi dua yaitu Primary Superheater dan Secondary Superheater.
a.Primary Superheater
Primary Superheater berfungsi untuk menaikkan temperatur uap jenuh yang berasal dari steam
drum menjadi uap panas lanjut dengan memanfaatkan gas panas hasil pembakaran. Temperatur
masuk primary superheater adalah 304oC dan temparatur keluarnya 414oC.

b.Secondary Superheater
Secondary Superheater terletak pada bagian laluan gas yang sangat panas yaitu diatas ruang
bakar dan menerima panas radiasi langsung dari ruang bakar . Temperatur uap masuk secondary
superheater adalah 414o C dan temperatur keluar sebesar 541oC, dan tekanan 169 kg / cm2. Uap
yang keluar dari secondary superheater kemudian digunakan untuk memutar HP Turbine.

4.Reheater
Reheater berfungsi untuk memanaskan kembali uap yang keluar dari HP Turbine dengan
memanfaatkan gas hasil pembakaran yang temperaturnya relatif masih tinggi. Pemanasan ini
bertujuan untuk menaikkan efisiensi sistem secara keseluruhan . Perpindahan panas yang paling
dominan pada reheater adalah perpindahan panas konveksi. Perpindahan panas radiasi pada
reheater memberikan efek yang sangat kecil sehingga proses ini biasanya diabaikan.Temperatur
uap masuk reheater adalah 335oC dengan tekanan sebesar 42,8 kg/cm2, sedangkan temperatur
keluarnya adalah 541oC dengan tekanan 39 kg/cm2. Uap ini kemudian digunakan untuk
menggerakkan IP Turbine, dan setelah uap keluar dari IP Turbine, langsung digunakan untuk
memutar LP Turbine tanpa mengalami pemanasan ulang.

5.Economizer
Economizer menyerap panas dari gas hasil pembakaran setelah melewati superheater, untuk
memanaskan air pengisi sebelum masuk ke main drum. Panas yang diberikan ke air berupa panas
sensibel. Pemanasan air ini dilakukan agar perbedaan temperatur antara air pengisi dan air yang
ada dalam steam drum tidak terlalu tinggi, sehingga tidak terjadi thermal stress (tegangan yang
terjadi karena adanya pemanasan) di dalam main drum. Selain itu dengan memanfaatkan gas sisa
pembakaran, maka akan meningkatkan efisiensi dari boiler dan proses pembentukan uap lebih
cepat. Economizer berupa pipa-pipa air yang dipasang ditempat laluan gas hasil pembakaran
sebelum air heater.
Perpindahan panas yang terjadi di economizer terjadi dengan arah aliran kedua fluida berlawanan
(counter flow). Air pengisi steam drum mengalir ke atas menuju steam drum, sedangkan udara
pemanas mengalir ke bawah.
Komponen Pendukung Boiler
Komponen pendukung Boiler terdiri dari : Forced Draft Fan, MFO Heater, Air Preheat Coil, Air
Heater, Burner, Gas Recirculating Fan, Soot Blower dan Safety Valve.

1.Forced Draft Fan


Alat yang berupa fan (kipas) ini berfungsi untuk memasukkan udara pembakaran secara paksa ke
dalam furnace, terpasang pada bagian ujung saluran air intake boiler dan digerakkan oleh motor
listrik.

2.MFO Heater
MFO Heater merupakan alat yang berfungsi untuk memanaskan bahan bakar berupa MFO
dengan tujuan menurunkan viskositas dari MFO. Hal ini perlu dilakukan karena MFO memiliki
viskositas yang relatif tinggi (satu tingkat di bawah aspal) sehingga sulit untuk teratomisasi di
burner. Dengan proses pemanasan maka viskositas MFO dapat diturunkan sehingga dapat
teratomisasi dengan baik dan menghasilkan pembakaran yang baik.

3.Air Preheat Coil


Alat yang berfungsi untuk memanaskan udara sebelum memasuki Air Heater dengan sumber
panas berasal dari air Deaerator. Udara yang akan memasuki Air Heater harus dipanaskan
terlebih dulu agar tidak terjadi thermal stress akibat perbedaan suhu yang ekstrim.

4.Air Heater
Air Heater merupakan alat pemanas udara, dimana panas diambil dari gas buang hasil
pembakaran sebelum masuk ke cerobong (stack). Dengan pemanfaatan gas buang ini, maka
dapat menghemat biaya bahan bakar sehingga bisa meningkatkan efisiensi pembakaran.

Air Heater yang digunakan pada PLTU Semarang adalah tipe Ljungstrom. Tipe ini paling banyak
digunakan di dunia karena performa dan ketahanannya yang telah teruji. Selain itu tipe ini dapat
digunakan dalam jangka waktu yang lama sebelum dilakukan overhaul. Perbaikan dan perawatan
berkala mudah dilakukan pada Air Heater tipe ini karena desainnya yang sederhana. Air Heater
terdiri dari hot end element dan cold end element.

Air Heater yang digunakan di PLTU Semarang merupakan Air Heater jenis Regenerative, yaitu
gas sisa pembakaran dilalukan pada sebuah selubung tertutup untuk memanaskan sebagian dari
elemen air heater, dan elemen yang dipanaskan ini, diputar ke selubung yang lain dimana disini
dilalukan udara yang akan dipanaskan, sehingga terjadi perpindahan panas secara konduksi.

5.Burner
Alat yang berfungsi untuk membakar campuran antara bahan bakar (fuel) dengan udara (air) di
dalam ruang bakar (furnace) pada boiler.

Burner pada PLTU Unit 3Indonesia Power UBP Semarang dapat digunakan untuk dua jenis
bahan bakar, yaitu MFO maupun gas alam. Namun karena sistem pasokan gas alam belum
tersedia maka untuk saat ini bahan bakar yang digunakan hanya MFO saja.

6.Gas Recirculating Fan


Alat ini berfungsi untuk mengarahkan sebagian flue gas (gas sisa pembakaran) kembali ke
furnace untuk meningkatkan efisiensi boiler

7.Soot Blower
Sootblower merupakan peralatan tambahan boiler yang berfungsi untuk membersihkan kotoran
yang dihasilkan dari proses pembakaran yang menempel pada pipa-pipa wall tube, superheater,
reheater, economizer, dan air heater . Tujuannya adalah agar perpindahan panas tetap
berlangsung secara baik dan efektif . Sebagai media pembersih digunakan uap. Suplai uap ini
diambil dari primary superheater melalui suatu pengaturan tekanan PVC yang diset pada tekanan
40 kg/cm 2. Setiap sootblower dilengkapi dengan poppet valve untuk mengatur kebutuhan uap
sootblower. Katup ini membuka pada saat sootblower dioperasikan dan menutup kembali saat
lance tube dari sootblower tersebut mundur menuju stop.

Dilihat dari cara kerja/mekanisme pengoperasiannya sootblower dibagi atas :


1. Short Retractable Sootblower / Furnace Wall Blower , digunakan untuk membersihkan
pipa-pipa penguap (wall tube) pada daerah furnace.

2. Long Retractable Sootblower, digunakan untuk membersihkan pipa-pipa superheater, dan


reheater.

3. Air Heater Sootblower, digunakan untuk membersihkan elemen-elemen air Heater.

Pada PLTU Unit 3, jumlah soot blower yang terpasang sebanyak 34 buah, 32 buah sootblower
terpasang pada furnace dan 2 buah terpasang pada air heater. Pengoperasian sootblower
dilakukan 8 jam sekali/setiap shift kerja.

8.Safety Valve
Safety valve berfungsi sebagai pengaman ketika terjadi tekanan uap yang berlebih yang
dihasilkan oleh boiler. Tekanan berlebih ini dapat terjadi karena panas boiler yang berlebihanatau
adanya penurunan beban turbine secara drastis.

Sistem Turbine pada PLTU


Turbine adalah suatu perangkat yang mengkonversikan energi uap yang bertemperatur tinggi dan
tekanan tinggi menjadi energi mekanik (putaran). Ekspansi uap yang dihasilkan tergantung dari
sudu-sudu (nozzle) pengarah dan sudu-sudu putar. Ukuran nozzle pengarah dan nozzle putar
adalah sebagai pengatur distribusi tekanan dan kecepatan uap yang masuk ke Turbin. Turbin uap
berkapasitas besar memiliki lebih dari satu silinder cashing. Hal ini dapat kita lihat dari macam
silinder casing pada Turbin:
1. Cross Compound
Dimana HP (High Pressure) dan LP (Low Pressure) turbinnya terpisah dan masing-masing
dikopel dengan satu generator.
2. Tandem Compound
Dimana HP dan IP (Intermediet Pressure) turbinnya terpisah dengan LP Turbin tetapi masih
dalam satu poros.

Turbin yang dipergunakan dalam PLTU Semarang adalah tipe Tandem Compound dengan
kapasitas 200MW.
Prinsip Kerja Steam Turbine
Steam Turbine adalah suatu mesin yang berfungsi untuk mengubah energi panas dalam uap
menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran poros. Konstruksinya terdiri dari rumah turbin dan
rotor. Pada rotor turbin ditempatkan rangkaian sudu-sudu jalan secara berjajar. Dalam
pemasangannya, rangkaian sudu tetap dan rangkaian sudu jalan dipasang berselang-seling.
Energi panas dalam uap mula-mula diubah menjadi energi kinetik oleh nozzle, selanjutnya uap
dengan kecepatan tinggi ini akan mengenai sudu-sudu jalan pada rotor turbin yang akhirnya
mengakibatkan putaran rotor.

Pada PLTU Unit 3, Turbine dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu :


1.High Pressure (HP) Turbin
HP Tubin mengekspansikan uap utama yang dihasilkan dari superheater dengan tekanan 169
kg/cm2 dan temperatur 538oC, kemudian uap keluar HP Turbin (41 kg/cm2) dengan temperatur
336oC dipanaskan kembali pada bagian reheater diboiler untuk menaikkan entalpi uap. Uap
reheat lalu diekspansikan di dalam Intermediate Pressure (IP) turbine.
Data HP Turbin:

1. Jumlah sudu : 1 pasang sudu impuls (tingkat 1)14 pasang sudu reaksi

2. Arah uap ke Pedestal

3. Jumlah 1 buah

2.Intermediate Pressure (IP) Turbin


IP Turbin mengekspansikan uap reheat dengan tekanan 39 kg/cm2 dan temperatur 538oC, sedang
uap keluarnya bertekanan 8 kg/cm2 dan suhunya sekitar 330oC
Data IP Turbin:

Jumlah sudu : 12 pasang sudu reaksi

Arah ekspansi berkebalikan dengan HP Turbin

Jumlah 1 buah
3.Low Pressure (LP) Turbin
LP Turbin mengekspansikan uap bertekanan 8 kg/cm2 dan temperatur 330oC, dan tekanan uap
keluar dari LP Turbin pada tekanan 56 mmHg (Vaccum), kondisi vakum ini diciptakan di dalam
kondenser dengan temperatur 40oC.

Data LP Turbin:

1. Jumlah sudu : 8 pasang per turbin

2. Arah ekspansi uap saling berlawanan

3. Jumlah : 1 buah

Komponen-komponen Turbin Uap


Komponen utama turbin uap:
1.Sudu-sudu turbin
PLTU Semarang memiliki sudu-sudu turbin yang terdiri dari satu tingkat impuls dan 14 tingkat
reaksi tekanan tinggi, 12 reaksi pada tekanan menengah,2 x 8 reaksi pada turbin tekanan rendah.

2.Sudu tetap dan sudu jalan turbin


Uap yang berasal dari boiler dialirkan melalui nozel. Karena adanya penyempitan pada aliran
nozel, maka tekanan uap menurun dan kecepatannya bertambah. Sudu tetap mempunyai fungsi
antara lain:

1. Untuk mengubah energi potensial menjadi energi kinetik

2. Untuk mengarahkan uap ke sudu jalan turbin

Nozel pada sudu tetap dipasang pada casing dan fixed, sedangkan sudu jalan dipasang pada rotor
turbin dan berputar jika dilalui uap. Sudu jalan berfungsi untuk mengubah energi kinetik uap
menjadi energi mekanis. Jarak antara sudu-sudu jalan sangat kecil sekali kurang lebih 0,6
mikrometer.
3.Poros
Poros merupakan salah satu bagian dari turbin yang menjadikan rotor-rotor berbagai tingkat
turbin menjadi satu kesatuan. Poros ini juga mentransmisikan torsi rotor turbin untuk memutar
bagian dari rotor generator listrik.

4.Casing (Rumah Turbin)


Casing berfungsi untuk melindungi proses ekspansi uap oleh turbin agar tidak terjadi kebocoran
dari dan kearah luar.

5.Katup-katup pengatur beban


Katup pengatur beban pada turbin disebut juga governor valve yang mengatur jumlah aliran uap
masuk ke turbin PLTU Semarang. Pembukaan dari tiap katup tergantung kebutuhan beban.

6.Bantalan aksial turbin


Aliran uap yang memutar turbin mengakibatkan turbin bergerak kearah aksial (searah sumbu).
Jika gerakan kearah aksial ini melewati batas yang dizinkan, maka terjadilah gesekan antar rotor
turbin dengan statornya. Jarak antara sudu tetap dan sudu jalan dibuat kecil sekali yang berguna
untuk menghindari gesekan. Bantalan aksial ditempatkan pada bagian bantalan nomor 1 turbin
(dekat dengan pedetsal) untuk memonitor gerakan ke arah aksial dan dilengkapi dengan minyak
yang mengalir dan dipancarkan ke torak. Dengan bergeraknya torak ke arah aksial, maka tekanan
minyak ini diteruskan ke rangkaian trip turbin. PLTU Semarang mempunyai batasan pada
tekanan minyak 2,4 kg/cm2 dan trip pada 5,6 kg/cm2.

Untuk menumpu rotor turbin dengan satu silinder casing diperlukan bantalan utama (main
bearing) sebanyak dua buah, sedangkan pada turbin yang mempunyai lebih dari satu silinder
casing bantalannya lebih dari dua buah.

Pengertian Boiler Dan Klasifikasi Boiler


https://www.blogger.com/blogger.g?
blogID=4893352573915100228#editor/target=post;postID=4731817258985493961;onPublished
Menu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=0;src=link

Peralatan Bantu Turbin Uap


Peralatan bantu turbin merupakan serangkaian sistem yang mendukung operasi turbin agar dalam
pengoperasiannya dapat berjalan dengan baik. Peralatan bantu turbin antara lain:

1.Sistem pelumasan
Fungsi sistem pelumasan turbin antara lain:

Mencegah korosi

Mencegah keausan pada bagian turbin yang bergerak

Sebagai pengangkut partikel kotor yang timbul karena gesekan

Sebagai pendingin terhadap panas yang timbul akibat gesekan

2.Sistem perapat/seal
Sistem perapat digunakan untuk mencegah kebocoran uap dari dalam turbin ke udara luar atau
sebaliknya melewati kelenjar-kelenjar perapat (gland seal) sepanjang poros turbin.

3.Sistem turning gear


Turning gear merupakan alat bantu turbin yang berfungsi mensukseskan operasi turbin pada saat
start up dan shut down. Fungsi turning gear untuk menghindari melengkungnya poros turbin
terutama pada saat temperatur poros masih tinggi, ketika turbin baru saja shut down. Turning
gear digerakan oleh motor listrik AC yang memutar poros turbin 3 rpm. Dengan demikian
terjadilah pendinginan yang merata untuk menghindari terjadinya defleksi (lendutan) poros.

4.Sistem governor
Governor adalah suatu alat pengatur putaran. Setiap turbin uap memerlukan governor, baik
turbin yang digunakan untuk menggerakan generator listrik, pompa air pengisi maupun
menggerakan blower. Tipe governor yang biasa digunakan yaitu elektronik dan hidrolik-
mekanik.

5.Sistem proteksi
Sistem proteksi turbin merupakan serangkaian peralatan baik mekanis, hidrolis dan elektris yang
dirancang mampu mengamankan operasi turbin dalam segala kondisi terburuk sekalipun.
6.Kondenser
Kondenser berfungsi untuk mengkondensasikan uap bekas menjadi uap air pengisi boiler,
dimana uap bekas dari LP Turbin masuk ke kondenser melalui pipa-pipa kondensor yang di
dalamnya berisi fluida kerja (biasanya berupa sea water atau fresh water)

Sistem Valve pada Turbin


Sistem valve pada turbin berfungsi mengatur laju aliran uap ke dalam turbin. Sistem valve
digerakkan oleh servo valve actuator dan minyak hidrolik sebagai penggerak valve. Valve turbin
terdiri dari

1.MSV (Main Stop Valve)


MSV merupakan valve yang membuka dan menutup aliran uap utama (main steam) masuk ke
HP Turbin. Pada saat start up, MSV berfungsi mengatur laju aliran uap yang masuk ke HP Turbin
dan juga sebagai proteksi saat turbin trip.

2.GV (Governor Valve)


GV bekerja setelah terjadinya valve transfer dari MSV ke GV yang berfungsi mengatur laju
aliran uap utama pada HP dan juga sebagai pengontrol beban (setelah disinkronisasi sampai
beban normal).

3.RSV (Reheat Stop Valve)


RSV merupakan valve yang membuka dan menutup aliran uap reheat yang masuk ke IP Turbin.
Pada saat start up RSV sudah dalam kondisi membuka penuh, jadi tidak berperan dalam
pengaturan laju aliran uap reheat dan juga sebagai alat proteksi saat turbin trip.

4.ICV (Interceptor Valve)


Pada saat start up, ICV berperan seperti MSV yaitu mengatur aliran uap reheat pada IP Turbin.

Pengendalian Katup Uap Turbin


Salah satu hal yang juga sangat penting dalam pengontrolan turbin uap adalah pengaturan
putarannya dengan mengatur prosentase buka tutup katup. Sistem katup uap (governor valve)
pada dasarnya mempunyai fungsi sebagai berikut:
Sebagai pengendali putaran turbin sebelum generator on line.

Sebagai pengendali setelah generator sinkron dengan jaringan lokal dimana unit sebagai
master (island operator)

Sebagai pengendali beban yang dibangkitkan generator apabila generator sinkron dengan
jaringan. Sistem pengatur ini bekerja berdasarkan speed drop yang telah ditentukan untuk
mengatur frekuensi jaringan.

Sebagai peralatan proteksi yang menjamin bekerjanya turbin dengan aman.

Sebagai sarana pengaturan secara jarak jauh dari pusat pengukur beban.

Fungsi-fungsi trip yang telah kita bicarakan sebelumnya juga sangat berhubungan dengan
governor ini karena ketika terjadi trip, governor- governor yang ada akan secara otomatis
menutup laju uap yang menuju ke Turbin, sehingga turbin akan berhenti bekerja.

Mekanisme pengendalian buka tutup katup dapat dilakukan sebagai berikut:


1.Sistem pengendalian dengan governor motor
Pada sistem ini pengaturan pembukaan governor valve selain diperintah oleh tekanan minyak
governor motor, juga dipengaruhi oleh putaran turbin (frekuensi). Hal ini dapat terjadi karena
tekanan minyak governor motor berhubungan dengan tekanan discharge impeller serta putaran
turbin. Sistem pengaturan ini disebut juga free governor action. Karena pembukaan governor
dipengaruhi oleh perubahan frekuensi. Tekanan minyak pada governor diatur oleh servo motor
yang dikerjakan oleh operator dari control room.

2.Sistem pengendalian secara elektronik


Pada sistem ini pengaturan governor dilakukan secara hidraulik diperintahkan oleh suatu
perangkat elektronik yang disebut electro hydraulic converter.

1.Sistem pengendalian dengan load limit


Pegaturan governor load limit adalah pengaturan pembukaan govenor yang hanya dikontrol oleh
tekanan minyak. Load limit frekuensi tidak bisa mempengaruhi pembukaan governor valve,
kecuali jika terjadi tekanan frekuensi yang tinggi sehingga pengendalian minyak dari governor
motor akan menurunkan tekanan minyak

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasar uraian pembahasan tersebut di atas maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa :

1. Boiler merupakan suatu alat untuk menghasilkan uap pada tekanan dan temperatur tinggi
(superheated vapor). Perubahan dari fase cair menjadi uap dilakukan dengan
memanfaatkan energi panas yang didapatkan dari pembakaran bahan bakar.

2. Turbine adalah suatu perangkat yang mengkonversikan energi uap yang bertemperatur
tinggi dan tekanan tinggi menjadi energi mekanik (putaran). Ekspansi uap yang
dihasilkan tergantung dari sudu-sudu (nozzle) pengarah dan sudu-sudu putar.

B. Saran
Semua energi di muka bumi ini bisa habis bila tidak di jaga dengan baik, demikian halnya
dengan energi listrik yang di hasilkan oleh boiler dan turbin pada pembangkit listrik tenaga uap.
Oleh karma itu kita harus menggunakan energi dengan arif dan bijak agar energi yang di pakai
tidak habis dengan percuma, dan gunakan energi tersebut ke dalam hal-hal yang positif.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Di era globalisasi sekarang ini perubahan terjadi di berbagai bidang antara lain bidang politik,
ekonomi, sosial, budaya, stranspotasi, telekomunikasi termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi.
Di dalam dunia teknologi sekarang ini, kususnya tenologi pembangkit listrik tenaga uap terdapat
dua system alat pembangkit yang saling berhubungan di antaranya system boiler pada PLTU dan
system turbin pada PLTU.

Boiler merupakan suatu alat untuk menghasilkan uap pada tekanan dan temperatur tinggi
(superheated vapor). Perubahan dari fase cair menjadi uap dilakukan dengan memanfaatkan
energi panas yang didapatkan dari pembakaran bahan bakar. Sedangkan Turbine adalah suatu
perangkat yang mengkonversikan energi uap yang bertemperatur tinggi dan tekanan tinggi
menjadi energi mekanik (putaran). Ekspansi uap yang dihasilkan tergantung dari sudu-sudu
(nozzle) pengarah dan sudu-sudu putar.

B. Rumusan Masalah
Berdasar latar belakang tersebut di atas maka rumusan masalah pada makalah ini adalah
bagaimana system dan proses kerja boiler dan turbin dalam pembangkit listrik tenaga uap terjadi.

C. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses system boiler dan
turbin dalam pembangkit listrik tenaga uap terjadi.
SIKLUS RANKINE
Pengertian Siklus Rankine
Siklus Rankine adalahsiklus termodinamikayang mengubah panasmenjadi kerja. Panas disuplai
secara eksternal pada aliran tertutup, yang biasanyamenggunakan airsebagai fluida yang
bergerak. Siklus ini menghasilkan 80% dariseluruh energilistrikyang dihasilkan di seluruh dunia.
Siklus ini dinamai untukmengenang ilmuwan Skotlandia, William John Maqcuorn Rankine.

Siklus Rankine adalah model operasi mesin uap panas yang secara umumditemukan
di pembangkit listrik. Sumber panas yang utama untuk siklus Rankineadalah batu bara, gas
alam, minyak bumi, nuklir, dan panas matahari.

Siklus Rankine kadang-kadang diaplikasikan sebagaisiklus Carnot, terutama dalam


menghitungefisiensi. Perbedaannya hanyalah siklus inimenggunakan fluida yang bertekanan,
bukangas. Efisiensi siklus Rankine biasanya dibatasi oleh fluidanya. Tanpatekananyang
mengarah pada keadaansuper kritis, rangetemperaturakan cukup kecil. Uap memasuki turbin
padatemperatur 565oC (batas ketahananstainless steel) dankondenser bertemperatursekitar
30oC. Hal ini memberikan efisiensi Carnot secara teoritis sebesar 63%,namun kenyataannya
efisiensi pada pembangkit listrik tenaga batu barasebesar42%.

Fluida pada Siklus Rankine mengikuti aliran tertutup dan digunakansecara konstan. Berbagai
jenis fluida dapat digunakan pada siklus ini, namun airdipilih karena berbagai
karakteristikfisikadankimia, seperti tidak beracun,terdapat dalam jumlah besar, dan
murah.Sistem siklus Rankine terdiri atas empat komponen, yaitu:
1. Pompa

2. Boiler
3. Turbin
4. Condenser

Dalam siklus Rankine yang sebenarnya, kompresi oleh pompa danekspansi dalam turbin tidak
isentropic,dengan kata lain proses ini tidak
bolak- balik dan entropi meningkat selama proses. Hal ini meningkatkan tenaga yangdibutuhkan
oleh pompa dan mengurangi energi yang dihasilkan oleh turbin.Secara khusus, efisiensi turbin
akan dibatasi oleh terbentuknya titik-titik airselama ekspansi ke turbin akibat kondensasi. Titik-
titik air ini menyerang turbin,menyebabkan erosidan korosi, mengurangi usia turbin dan efisiensi
turbin. Caratermudah dalam menangani hal ini adalah dengan memanaskannya
padatemperatur yang sangat tinggi.
Efisiensi termodinamika bisa didapatkan dengan meningkatkantemperatur input dari siklus.
Terdapat beberapa cara dalam meningkatkan efisiensisiklus Rankine. Siklus Rankine dengan
pemanasan ulang, dalam siklus ini duaturbin bekerja secara bergantian. Yang pertama
menerima uap dari boiler padatekanan tinggi, Setelah uap melalui turbin pertama, uap akan
masuk ke boiler dandipanaskan ulang sebelum memasuki turbin kedua, yang bertekanan lebih
rendah.Manfaat yang bisa didapatkan diantaranya mencegah uap berkondensasi
selamaekspansi yang bisa mengakibatkan kerusakan turbin, dan meningkatkan efisiensiturbin.

Siklus Rankine regeneratif


Konsepnya hampir sama seperti konsep pemanasan ulang. Yangmembedakannya adalah uap
yang telah melewati turbin kedua dan kondenserakan bercampur dengan sebagian uap yang
belum melewati turbin kedua.Pencampuran terjadi dalam tekanan yang sama dan
mengakibatkan pencampurantemperature, hal ini akan mengefisiensikan pemanasan primer.

Siklus Rankine Organik


Siklus Rankine Organik menggunakan fluida organik seperti n-
pentanaatautoluenamenggantikan air dan uap. Penggunaan kedua jenis fluida tersebutakan
mengurangi suplai panas yang dibutuhkan karena rendahnya titik didih darikedua jenis fluida
tersebut sehingga energi mataharisudah cukup untuk mengubah fase fluida tersebut. Meski
efisiensi Carnot akan berkurang, namun
pengumpulan panas yang dilakukan pada temperatur rendah akan mengurangi banyak biayaop
erasional.Siklus Rankine sesungguhnya tidak membatasi fluida jenis apa yangdigunakan
karena pada dasarnya siklus Rankine adalahmesin kalorsehinggaefisiensinya dihitung
berdasarkan efisiensi Carnot. Konsepnya tidak bolehdipisahkan dengan siklus termodinamika

2. Proses Siklus Rankine


Siklus Rankine merupakan siklus ideal untuk siklus tenaga uap. Sepertihalnya pada siklus
Brayton, pada siklus Rankine juga terdapat proses kompresiisentropik, penambahan panas
isobarik, ekspansi isentropik, dan pelepasan panasisobarik. Perbedaan antar keduanya
terletak pada fluida kerja yang digunakan,Siklus Rankine fluida kerjanya adalah dua fase fluida,
yaitu cair (liquid) dan uap(vapor), sedangkan siklus Brayton merupakan siklus tenaga gas.Pada
siklus tenaga uap Rankine, fluida yang umum digunakan adalah air,sedangkan fluida kerja
lainnya adalah potassium, sodium, rubidium, ammonia dansenyawa karbon aromatik. Merkuri
juga pernah digunakan sebagai fluida kerjasiklus Rankine, hanya saja harganya sangat mahal
dan berbahaya
Gambar 2.1. Skema Peralatan pada Siklus Rankine
Sumber : http://montaraventures.com

Proses 1-2 : Fluida kerja (misalnya air) dipompa dari tekanan rendah ke tekanantinggi. Pada
tahap ini fluida kerja berfase cair sehingga hanyamembutuhkan energi yang relatif kecil untuk
proses pemompaan.

Proses 2-3 : Air bertekanan tinggi memasuki boiler untuk dipanaskan. Di sini
air berubah fase menjadi uap jenuh. Proses ini berlangsung padatekanan konstan.

Proses 3-4: Uap jenuh berekspansi pada turbin sehingga menghasilkan


kerja berupa putaran turbin. Proses ini menyebabkan penurunantemperatur dan tekanan uap,
sehingga pada suhu turbin tingkat akhirkondensasi titik air mulai terjadi.

Proses 4-1: Uap basah memasuki kondenser dan didinginkan sehingga semua uap berubah
menjadi fase cair. Air dipompakan kembali (Proses 1-2)

Besarnya kerja yang dibutuhkan pompa, panas yang diberikan boiler,kerja yang dihasilkan
turbin dan panas yang dibuang pada Kondenser dapatdiperhitungkan dengan bantuan tabel
Enthalpy-entropy air-uap air.
Gambar 2.2 Contoh T-s diagram Siklus Rankine

SIKLUS RANKIE IDEAL


Jika fluida kerja mengalir melalui berbagai komponen dari sebuah siklustenaga uap sederhana
tanpa ireversibilitas, penurunan tekanan secara fraksionaltidak akan terjadi pada boiler dan
Kondenser, fluida kerja mengalir melaluikomponen komponen ini pada tekanan konstan. Selain
itu dengan tidak adanyaireversibilitas dan perpindahan kalor dengan lingkungan sekitar, proses
yangterjadi melalui turbin dan pompa adalah isentropic (s=konstan), maka siklus inidisebut
siklus Rankine ideal. Mengacu pada gambar dibawah ini , terlihat fluidakerja melewati urutan
proses yang reversible secara internal sebagai berikut:

Gambar 2.3. Diagram temperatur-entropi untuk siklus Rankine idealSumber : Moran,Michael j,


20
proses 1-2 : Ekspansi isentropik (s = konstan) dari fluida kerja melalui turbin danuap jenuh pada
kondisi 1 hingga mencapai tekanan kondenser.

proses 2-3 : Perpindahan kalor dari fluida kerja ketika mengalir pada tekanankonstan melalui
kondenser dengan cairan jenuh pada kondisi 3.

proses 3-4 : Kompresi isentropic (s=konstan) dalam pompa menuju ke kondisi


4dalam daerah hasil kompresi.

proses 4-5 : Perpindahan kalor ke fluida kerja ketika mengalir pada tekanankonstan melalui
boiler untuk menyelesaikan siklus

DAFTAR PUSTAKA
Siklus Rankine
Dimas Editiya

08.29

Termodinamika

Bismillah,

Siklus rankine merupakan siklus termodinamika.

Mumpung masih pagi mau sedikit berbagi nih tentang termodinamika. Siklus rankine ini sering dipake

saya ketika praktikum PLTU di kampus.Ya semoga bisa bermanfaat buat temen-temen semua ya.

silahkan disimak.

Siklus Rankine
Siklus Rankine merupakan salah satu dari sekian siklus dalam termodinamika. Siklus Rankine sering

digunakan di pembangkitan listrik tenaga uap (PLTU). Untuk memahaminya tidaklah sesulit yang

dibayangkan. Satu kunci untuk membantu teman-teman dalam memahami siklus adalah perhatikan

gambar dan penunjukan arah panah.


Gambar 1 Siklus Rankine pada diagram T-s

Gambar 1 menjelaskan proses demi proses pada siklus rankine. Mungkin bisa dikatakan proses

sederhana atau juga proses utama pada PLTU. Prosesnya adalah sebagai berikut,

Proses 1-2 : Proses Ekspansi pada turbin. Dalam proses ini uap memberikan kerja pada

turbin secara ekspansi isentropik (ditandai oleh garis lurus dengan nilai entropi titik 1 dan titik

2 sama). Akibat ekspansi tersebut, turbin berputar dan akan memutar generator apabila

turbin tersambung dengan generator.

Proses 2-3 : Proses Pendinginan uap di kondenser. Proses tersebut terjadi pada tekanan yang

konstan. Apabila dilihat dari garisnya, proses ini berada pada temperatur yang tetap tetapi

mengalami penurunan nilai entropi (s). Artinya, disini uap tak hanya didinginkan tetapi

dirubah fasa-nya menjadi air yang disebut dengan kondensat.

Proses 3-4 : Proses pompa yang mengalirkan air (kondensat) untuk masuk ke dalam wajan

pemanas air (boiler). terlihat adanya prose penaikan tekanan.

Proses 4-a : Proses Pemanasan air pada boiler hingga mencapai titik jenuhnya (siap berubah

menjadi uap). Dalam proses ini juga terjadi penaikan tekanan. Di lab saya tekanan dinaikan

hingga 6 bar gauge dari 0 bar gauge.

Proses a-1 : Proses perubahan fasa air menjadi uap. Proses ini dilakukan pada kondisi

tekanan dan temperatur yang konstan, tetapi terjadi penambahan nilai entropi. Terlihat dari

gambar dengan garis yang lurus pada posisi horizontal. Dan setelah mencapai titik 1 akan

dialirkan menuju turbin.

Proses 1-1' : Proses pemanasan lebih lanjut. Disini uap akan dipanaskan lebih lanjut hingga

mencapai kondisi superheated atau uap super panas. Di lab saya alatnya dikenal dengan

nama superheater. uap yang telah dipanaskan tersebut merupakan uap kering dengan nilai

fraksi (x) sama dengan 1 alias uap dengan kualitas yang baik. untuk bisa menghitung seperti

ini bisa menggunakan aplikasi CATT (Computer Aided Thermodynamic Tables ) . Mengapa

butuh dipanaskan lebih lanjut? Guna mendapatkan nilai entalpi yang lebih tinggi sehingga

ketika diekspansikan terhadap turbin, diharapkan mendapat daya yang lebih tinggi.
Gambar 2 Implementasi Siklus rankin pada PLTU

Gambar 2 menjelaskan tentang implementasi siklus rankin pada PLTU. Mungkin gambar 2 hanya

menjelaskan proses-proses utama pada PLTU. Kenapa? karena pada kenyataanya ada tambahan-

tambahan komponen lain seperti economizer (pemanas awal untuk air umpan boiler).

Kerjaan di Lab
Gambar 3 Superheater (sebelah kanan) dan turbin uap (sebelah kiri dibawah panel)

Nah di Gambar 3 itu penampangan superheater dan turbin uap di lab konversi energi polban. Ya ini

mainan dan makanan sehari-hari anak energi. Di alat ini saya sendiri mulai memahami dan mengenal

bagaimana siklus rankine bekerja. Kalo pengalaman pribadi nih ya, Boiler (tidak ada dalam foto)

bekerja pada tekanan 4 - 6 bar gauge. dengan temperatur uap keluaran sekitar 150-160 derajat

celcius. lalu masuk ke superhater dan dipanaskan kembali hingga temperatur berkisar 250 derajat

celcius dengan kondisi tekanan yang mengalami sedikit penurunan lah, walaupun idealnya adalah

sama. setelah itu, uap dialirkan menuju turbin dengan membuka katup (terlihat pada foto juga, yang

warna hijau) dan juga nozel pada turbin . katup dibuka hingga turbin berputar 3000 rpm (harus selalu

3000 rpm dalam berbagai beban). Lalu mulai ditambah beban eksitasi pada generator hingga akhirnya

terlihat tegangan dan arus pada panel. setelah itu catet deh semuanya, terus mulai deh semua

perhitungan.
Proses Produksi Listrik pada PLTU
Proses Produksi Listrik pada PLTU

PLTU

PLTU adalah jenis pembangkit listrik tenaga termal yang banyak digunakan,
karena efisiensinya tinggi sehingga menghasilkan energi listrik yang ekonomis.
PLTU merupakan mesin konversi energi yang mengubah energi kimia dalam bahan
bakar menjadi energi listrik. PLTU adalah pembangkit tenaga listrik yang dihasilkan
dari eksitasi turbin uap. Pada prinsipnya memproduksi listrik dengan sistem tenaga
uap adalah dengan mengambil energi panas yang terkandung didalam bahan
bakar, untuk memproduksi uap kemudian dipindahkan ke dalam turbin, uap yang
dipindahkan kedalam turbin tersebut akan merubah energi panas yang diterima
menjadi energi mekanis dalam bentuk gerak putar. Gerakan putar ini kemudian
dikopel dengan generator yang akhirnya dapat menghasilkan energi listrik, untuk
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) energi panas dalam bahan bakar tidak
langsung diberikan ke turbin, akan tetapi terlebih dahulu diberikan ke dalam steam
generator atau disebut juga Boiler/Ketel Uap.

Proses konversi energi pada PLTU berlangsung melalui 3 tahapan, yaitu:

Pertama, energi kimia dalam bahan bakar diubah menjadi energi panas
dalam bentuk uap bertekanan dan temperatur tinggi.
Kedua, energi panas (uap) diubah menjadi energi mekanik dalam bentuk
putaran.
Ketiga, energi mekanik diubah menjadi energi listrik.

Gambar Proses konversi energi pada PLTU

PLTU menggunakan fluida kerja air uap yang bersirkulasi secara tertutup. Siklus tertutup artinya
menggunakan fluida yang sama secara berulang-ulang. Urutan sirkulasinya secara singkat adalah sebagai
berikut:

Pertama air diisikan ke boiler hingga mengisi penuh seluruh luas permukaan
pemindah panas. Didalam boiler air ini dipanaskan dengan gas panas hasil
pembakaran bahan bakar dengan udara sehingga berubah menjadi uap.
Kedua, uap hasil produksi boiler dengan tekanan dan temperatur tertentu
diarahkan untuk memutar turbin sehingga menghasilkan daya mekanik berupa
putaran.
Ketiga, generator yang dikopel langsung dengan turbin berputar
menghasilkan energi listrik sebagai hasil dari perputaran medan magnet dalam
kumparan, sehingga ketika turbin berputar dihasilkan energi listrik dari terminal
output generator.
Keempat, Uap bekas keluar turbin masuk ke kondensor untuk didinginkan
dengan air pendingin agar berubah kembali menjadi air yang disebut air kondensat.
Air kondensat hasil kondensasi uap kemudian digunakan lagi sebagai air pengisi
boiler.
Demikian siklus ini berlangsung terus menerus dan berulang-ulang seperti
yang digambarkan oleh gambar dibawah ini

Gambar Siklus rankine ideal PLTU

Siklus kerja PLTU yang merupakan siklus tertutup dapat digambarkan dengan diagram T s
(Temperatur entropi). Siklus ini adalah penerapan siklus rankine ideal. Adapun urutan langkahnya
adalah sebagai berikut :

Gambar Diagram T-s siklus rankine

1. a b : Air dipompa dari tekanan P 2 menjadi P1. Langkah ini adalah


langkah kompresi isentropis, dan proses ini terjadi pada pompa air pengisi.
2. b c : Air bertekanan ini dinaikkan temperaturnya hingga mencapai titik
didih. Terjadi di LPheater, HP heater dan Economiser. .
3. c d: Air berubah wujud menjadi uap jenuh. Langkah ini
disebut vapourising (penguapan) dengan proses isobar isothermis, terjadi di boiler
yaitu di wall tube (riser) dan steam drum.
4. d e: Uap dipanaskan lebih lanjut hingga uap mencapai temperatur kerjanya
menjadi uap panas lanjut (superheated vapour). Langkah ini terjadi
di superheater boiler dengan prosesisobar.
5. e f : Uap melakukan kerja sehingga tekanan dan temperaturnya turun.
Langkah ini adalah langkah ekspansi isentropis, dan terjadi didalam turbin.
6. f a : Pembuangan panas laten uap sehingga berubah menjadi air kondensat.
Langkah ini adalah isobar isothermis, dan terjadi didalam kondensor.

Modifikasi Siklus PLTU

Untuk meningkatkan efisiensi dari sebuah pembangkit, maka diperlukan


modifikasi dari siklus. Modifikasi siklus yang umum digunakan
adalah reheat (pemanasan ulang) dan Regenerasi(regenerative feed water
heating).
Siklus Rankine dengan Reheat

Gambar 3.4 Modifikasi siklus rankine dengan reheat

Modifikasi siklus rankine dengan reheat memanfaatkan uap yang terbuang


dari turbin yang masih memiliki temperatur yang tinggi. Terdapat dua jenis turbin
yang digunakan pada siklus ini, yakni turbin tekanan tinggi dan turbin tekanan
rendah. Uap yang keluar dari turbin tingkat 1 (turbin tekanan tinggi) tidak
dikondensasikan pada kondensor, namun dikembalikan lagi ke boiler. Uap ini masih
memiliki temperatur yang tinggi sehingga dipanaskan ulang di boiler dan
diekspansikan ke turbin tingkat 2 (turbin tekanan rendah) dan uap yang dihasilkan
dari turbin tingkat 2 dikondensasikan pada kondensor.
Siklus Rankine dengan Regenerasi
Modifikasi siklus rankine dengan regenerasi digunakan untuk memanaskan
air yang akan dimasukan ke dalam boiler. Sehingga pada saat masuk ke
dalam boiler air memiliki temperatur yang cukup tinggi, bahan bakar yang
digunakan untuk memanaskan air berkurang. Terdapat dua jenis modifikasi siklus
rankine dengan regenerasi yakni open feed water heater dan close feed water
heater.

Gambar 3.5 Siklus rankine regenerasi dengan satu open feed water heater

Pada siklus ini, uap dari boiler diekspansikan ke turbin pada tingkat keadaan
1 menjadi tingkat keadaan 2, pada tingkat keadaan 2 uap dari turbin dicerat dan
dimasukkan kedalam open feed water heater yang digunakan untuk memanaskan
air yang ada di feed water heater, sisa uap diekspansikan kembali ke turbin pada
tingkat keadaan 3, dan uap dari turbin dikondensasikan di kondensor pada tingkat
keadaan 4. Air yang ada di kondensor dipompa ke dalam open feedwaterheater dan
bercampur dengan uap dari ceratan turbin,sehingga air memiliki peningkatan
temperature. Air telah mengalami peningkatan temperatur kemudian dipompa
ke boiler.

Gambar Siklus rankine regenerasi dengan satu close feed water heater

Close feed water heater berbentuk shell and tube. Uap dengan temperatur
dan tekanan yang tinggi diekspansikan ke turbin pada tingkat keadaan 1
menjadi tingkat keadaan 2. Uap turbin ini diekstraksikan ke dalam close feed water
heater untuk memanaskan fluida yang dipompa dari kondensor. Kondisi cair jenuh
hasil uap turbin disalurkan ke kondensor. Air yang ada di kondensor dipompa ke
dalam close feed water heater dan dipanaskan oleh uap dari turbin,sehingga air
memiliki peningkatan temperatur dan air ini kemudian dipompa ke dalam boiler.
Perbedaan utama antara open feed water heater dan close feed water
heater adalah, padaopen feed water heater uap yang memiliki temperatur tinggi
bercampur dengan air dari kondensor yang ada pada feed water heater. Sedangkan
pada close feed water heater uap panas dari turbin tidak tercampur dengan air dari
kondensor yang ada pada feed water heater, karena close feed water
heater memiliki bentuk shell and tube, sehingga hanya terjadi proses perpihanan
panas antara uap ceratan turbin dan air dari kondensor, fluida panas terpisah
dengan fluida dingin.Close feed water heater dalam hal ini bisa disebut
sebagai Heat Exchanger.