Anda di halaman 1dari 8

ISSN: 2302-688X Sport and Fitness Journal

Volume 5, No.1, Pebruari 2017: 103-109

PENGARUH KELEMBABAN RELATIF TERHADAP PERUBAHAN


SUHU TUBUH LATIHAN
I Nengah Sandi*, I Gede Ariyasa**, I Wayan Teresna***, Kunjung Ashadi****
*Program Studi Magister Fisiologi Olahraga Universitas Udayana
**Fakultas Ilmu Kesehatan, Sain, dan Teknologi, Universitas Dhyana Pura
***Politeknik Negeri Bali
****Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya

ABSTRAK
Latihan fisik dapat menyebabkan berbagai perubahan fungsi tubuh diantaranya adalah
peningkatan terhadap suhu tubuh. Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan karena sebagian
besar energi saat aktivitas diubah menjadi panas. Panas yang dihasilkan itu harus segera
dikeluarkan agar homeostasis tubuh berjalan dengan baik. Kecepatan pengeluaran panas
tubuh tergantung dari faktor lingkungan, diantaranya adalah suhu dan kelembaban relatif
udara. Semakin meningkat kelembaban udara, semakin meningkat pula suhu tubuh saat
latihan dan sebaliknya semakin menurun kelembaban relatif udara maka suhu tubuh akan
semakin menurun. Perubahan suhu tubuh ini tidak terus menurun, akan tetapi diatur oleh
sistem saraf. Peningkatan panas tubuh berkelanjutan dapat disebabkan karena latihan fisik
berkelanpanjangan dalam waktu yang lama yang dilakukan dalam ruangan dengan
kelembaban yang tinggi. Peningkatan sehu tubuh ini dapat disebabkan karena menurunnya
cairan tubuh akibat dari pengeluaran keringat berlebih. Untuk menanggulangi penurunan
cairan tubuh maka perlu mengkonsumsi cairan yang sesuai dengan cairan yang keluar.
Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk menguraikan efek dari latihan fisik terhadap
perubahan suhu tubuh.
Kata kunci: latihan fisik, kelembaban relative, suhu tubuh, pengeluaran keringat, cairan
tubuh

EFFECT OF RELATIVE HUMIDITY ON BODY


TEMPERATURE CHANGES
ABSTRACT
Physical exercise can cause changes in body functions such as an increase in the body
temperature. Increased body temperature is caused because most of the energy is converted
to heat when activity. The resulting heat must be removed in order to homeostasis of the
body running well. Free body heat expenditure depends on environmental factors, such as
temperature and relative humidity. Increasing humidity, also increase the body temperature
during exercise and conversely the relative humidity decreases the body temperature will
decrease. Changes in body temperature does not continue to decline, but is regulated by the
nervous system. Continuous increase in body heat can be caused by physical exercise
sustained for a long time were conducted in a room with high humidity. Increased body
temperature can be caused due to decreases in body fluids as a result of excessive sweating.
To cope with a decrease in body fluids then need to consume liquids in accordance with the
juices. This article was written with the purpose of outlining the effects of physical exercise
on changes in body temperature.
Keywords: physical exercise, relative humidity, body temperature, sweating, body fluids

103
ISSN: 2302-688X Sport and Fitness Journal
Volume 5, No.1, Pebruari 2017: 103-109

PENDAHULUAN 60%.9 Dengan menurunnya cairan tubuh saat


Latihan fisik merupakan aktivitas latihan fisik, maka viskositas darah akan
yang dilakukan yang merupakan akibat dari meningkat.10 Hal ini akan berakibat terhadap
kontraksi otot dengan melibatkan sistem peningkatan kerja jantung.11 Mengkonsumsi
lokomotorik untuk menjalankan kegiatan cairan yang cukup akan memperlancar
sehari-hari. Litihan fisik ini menyebabkan pengeluaran panas tubuh melalui
12,13
suatu perubahan yang terjadi pada tubuh konveksi.
manusia, baik secara akut maupun secara Didapatkan bahwa ada hubungan
kronis. positif antara kelembaban relatif udara dengan
Latihan fisik secara teratur dalam suhu tubuh pada saat latihan fisik.14 Hasil
waktu cukup lama yaitu kurang lebih 30 penelitian Sandi dkk.,15 bersepeda statis
menit dapat menyebabkan perubahan selama 2X30 menit dalam ruangan dengan
terhadap fungsi tubuh yaitu tekanan darah dan kelembaban relatif 40% lebih baik daripada
frekuensi denyut nadi istirahat.1 Selanjutnya kelembaban relatif 50% dan 60% dalam
Durstine 2 menyatakan, peningkatan latihan memperlambat peningkatan suhu tubuh
fisik akan menyebabkan penurunan terhadap latihan. Selanjutnya hasil penelitian
risiko penyakit jantung. Di samping itu, Gonzalez-Alonso16, latihan berkepanjangan
latihan fisik secara teratur dan terprogram pada kelembaban tinggi, suhu tubuh dapat
juga dapat meningkatkan konsumsi oksigen meningkat mencapai 40oC. Melalui hasil
maksimum (VO2Maks). VO2Maks ini dibatasi penelitiannya didapatkan, ada peningkatan
oleh kemampuan sistem resvirasi, suhu tubuh pada sembilan orang yang
kemampuan jantung, serta kemampuan otot diberikan latihan bersepeda selama dua jam
untuk melakukan kontraksi.3 Latihan fisik pada kelembaban 80% dibandingkan dengan
atau aktivitas fisik secara berkesinambungan kelembaban 59%.17
dapat meningkatkan massa otot dan tulang, Suhu tubuh yang diperoleh dari
meningkatkan pertahanan antioksidan, dan aktivitas otot lurik, otot polos, otot jantung
menurunkan denyut nadi istirahat.4 dan bahkan infuls saraf srta asimilasi
Efek akut dari latihan fisik adalah makanan melalui suatu sistem pengaturan
peningkatan terhadap tekanan darah, berusaha dikeluarkan dari dalam tubuh
frekuensi pernapasan, frekuensi denyut melalui berbagai cara.18 Pengaturan suhu
jantung, dan suhu tubuh (Kuntaraf dan tubuh dilakukan oleh organ yang terletak di
Kuntaraf, 2009).4 Latihan fisik dengan dasar ventrikel otak ke-3 yaitu hipotalamus.
intensitas berat selama 20 menit akan Hipotalamus bekerja tergantung dari
meningkatkan suhu tubuh dari 37 oC menjadi karakteristik lingkungan melalui suatu respon
40oC.5 kontriksi - dilatasi atau menggigil -
Efek yang merugikan akan diperberat berkeringat.11
apabila latihan fisik dilakukan dalam waktu Pada artikel ini akan diuraikan secara
yang lama pada kelembaban relatif udara terperinci tentang pengertian dan pengukuran
yang tinggi. Kelembaban relatif yang tinggi suhu tubuh, faktor-faktor yang mempengaruhi
akan mempercepat peningkatan pengeluaran peningkatan suhu tubuh, pengaturan suhu
cairan tubuh melalui keringat. Pengeluaran tubuh, cara perpindahan suhu tubuh, dan efek
cairan tubuh berlebih ini bertujuan untuk yang ditimbulkan akibat peningkatan suhu
meningkatkan pembuangan panas tubuh, tubuh.
karena panas tubuh bersamaan keluar melalui
keringat.6,7 Latihan fisik secara aerobik dalam PEMBAHASAN
waktu lama, akan menurunkan cairan tubuh.8 A. Pengertian dan Lokasi Pengukuran
Didapatkan terjadi peningkatan pengeluaran Suhu Tubuh
cairan tubuh secara bermakna saat latihan Suhu tubuh merupakan ukuran
fisik pada kelembaban udara 40% kwantitas dari keadaan panas dinginya tubuh
dibandingkan dengan kelembaban 50% dan yang dinyatakan dalam derajat Celsius (oC).
104
ISSN: 2302-688X Sport and Fitness Journal
Volume 5, No.1, Pebruari 2017: 103-109

Pengukuran suhu tubuh ini dilakukan dengan menghasilkan banyak panas. Panas ini
alat termometer yaitu termometer klinik. dihasilkan karena efieiensi dari gerak tubuh
Termometer klinik dapat berupa termometer berkisar di antara 20-30%. Ini berarti bahwa
airraksa, ataupun termometer digital. Jenis energi yang diperlukan untuk gerak tubuh
termometer yang kedua ini belakangan ini hanya sebanyak maksimum 30% diubah
sangat banyak diminati karena pariasinya menjadi gerak sedangkan sisanya sebanyak
cukup banyak, penunjukannya yang akurat 70% diubah menjadi panas.6
dan lebih mudah melakukan pengukuran. Selain aktivitas otot lurik panas juga
Suhu tubuh dapat diukur pada didapat dari aktivitas otot polos, otot jantung
sublingual (di bawah lidah), rektal (dubur), dan bahkan infuls saraf.18 Hal ini dapat
dan aksila (ketiak). Pengukuran ketiga tempat dimengerti bahwa pada saat tidur tidak ada
ini memberikan informasi yang berbeda. atau sangat minim sekali aktivitas otot lurik,
Temperatur rektal 0,3-0,5 oC lebih tinggi dari akan tetapi panas tubuh masih tetap
pada temperatur aksila sedangkan temperatur dipertahankan. Panas ini tentunya didapatkan
permukaan kulit bervarisi sesuai dengan dari aktivitas otot jantung yang tidak pernah
tempat pengukuran. Kulit kepala mempunyai berhenti, dan pencernaan makanan pada
temperature yang lebih tinggi dibandingkan sistem pencernaan juga tetap bekerja. Ketika
dengan di daerah lainnya seperti badan, kita mimpi buruk, tekanan darah, denyut nadi,
tangan, atau kaki.11 dan suhu tubuh juga meningkat.
Suhu rektal dapat mencerminkan suhu Pendapat lain adalah terdapat
inti tubuh (core temperature). Pengukuran beberapa hal yang mempengaruhi
pada daerah ini paling sedikit dipengaruhi peningkatan suhu tubuh diantaranya adalah
oleh faktor lingkungan, baik suhu maupun 1). laju metabolism basal semua sel tubuh, 2).
kelembaban relatif udara. Suhu sublingual 0,5 Laju metabolisme tambahan yaitu aktivitas
lebih rendah dibandingkan dengan suhu otot, 3). metabolisme yang disebabkan karena
rektal. Pengukuran pada sublingual sangat hormon tiroksin, hormon pertumbuhan dan
dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya testosteron, 4). metabolisme yang disebabkan
adalah makanan/minuman yang panas atau karena epinefrin, norepinefrin, dan
dingin, merokok, mengunyah permen karet, rangsangan simpatis pada sel, 5). metabolisme
dan bernapas melewati mulut. Di samping yang disebabkan karena meningkatnya
tempat pengukuran, faktor waktu pengukuran aktivitas kimia di dalam sel pada saat terjadi
juga sangat berpengaruh. Suhu tubuh pada peningkatan suhu dan, 6). metabolism untuk
saat tidur relatif lebih rendah dibandingkan pencernaan, absorpsi, dan penyimpanan
saat terjaga, yang mencapai temperature makanan.19
terendah pada pukul 06.00 pagi dan tertinggi Ganong18 mengatakan, pembentukan
pada malam hari.18 panas tubuh dapat terjadi walaupun tidak ada
Dalam olahraga biasanya dilakukan asupan makanan dan atau kontraksi otot.
pengukuran pada sublingual atau dengan Epinefrin dan nor epinefrin menyebabkan
menggunakan termometer infra merah yang terjadinya peningkatan panas yang cepat dan
banyak dijual dipasaran. Pengukuran pada singkat sedangkan hormone tiroid
daerah lain dipermukaan tubuh (seperti di menyebabkan peningkatan suhu yang lambat
aksila dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan dan berkepanjangan.
keringat sedangkan pengukuran di rektal Selain hal di atas, demam merupakan
cukup sulit dan tidak etis dilakukan. suatu keadaan di mana terjadi peningkatan
B. Faktor Yang Mempengaruhi suhu tubuh di atas normal sebagai akibat
Peningkatan Suhu Tubuh peningkatan pusat pengatur suhu di
hipotalamus. Selain itu demam juga berperan
Sumber panas atau suhu tubuh
terhadap peningkatan perkembangan imunitas
sebagian besar dipengaruhi oleh aktivitas dari
otot rangka. Saat olahraga tubuh
105
ISSN: 2302-688X Sport and Fitness Journal
Volume 5, No.1, Pebruari 2017: 103-109

dalam hal membantu pemulihan dan tersebut dapat berupa kontriksi atau dilatasi
pertahanan terhadap infeksi.20 pembuluh darah di permukaan kulit dan juga
Suhu tubuh saat latihan atau aktivitas dapat berspon menggigil atau berkeringat.11
fisik juga dipengaruhi oleh suhu lingkungan, Dengan demikian hipotalamus dapat
kelembaban udara, kecepatan angin, jenis dianggap sebagai thermostart yang berfungsi
pakaian yang dipakai, sumber panas, serta meningkatkan dan menurunkan suhu tubuh.
waktu paparan panas.21 Apabila informasi dari reseftor panas yang
Indonesia adalah daerah tropis dengan berasal dari bagian tubuh menunjukkan
suhu yang tinggi dan kelembaban yang tinggi adanya peningkatan suhu dari yang
pula. Umumnya orang Indonesia semestinya, maka akan dibangkitkan infuls
beraklimatisasi pada suhu antara 18-30oC eferen dari bagian anterior hipotalamus yang
dengan kelembaban relatif antara 40-60%.22 akan mengaktifkan mekanisme pembuangan
panas. Mekanisme ini dilakukan dengan
Apabila suhu lingkungan lebih tinggi
terbentuknya vasodilatasi pembuluh darah ke
daripada suhu tubuh maka tubuh akan
kulit dan mengaktifkan kelenjar keringat.19
menerima panas dari lingkungan secara
Apabila diinformasi oleh reseftor panas
konveksi. Sedangkan bila suhu lingkungan
terdapat penurunan suhu tubuh, maka
lebih rendah dari suhu tubuh maka panas
mekanisme penyimpanan panas akan aktif.
tubuh akan pindah ke udara sekitar. Bila atlet
Selanjutnya diikuti dengan terjadinya
biasa berlatih pada suhu 29oC kemudian akan
vasokontriksi pembuluh darah ke kulit dan
berkopetisi pada daerah dengan suhu tinggi,
tubuh menggigil.5
sebaiknya menyesuaikan diri selama 12-14
dan apabila tempat tujuan mempunyai D. Cara Perpindahan Suhu Tubuh
temperature lebih rendah, maka penyesuaian Meningkatnya produksi panas tubuh
hanya dibutuhkan beberapa hari.23 karena latihan fisik harus diimbangi dengan
Kelembaban udara perperan penting meningkatnya pembuangan panas ke
terhadap penguapan keringat, apabila udara lingkungan. Pembuangan panas ini dapat
lingkungan mempunyai kelembaban yang melalui berbagai cara yaitu konduksi,
tinggi, maka penguapan keringat akan konveksi, radiasi, dan evaporasi.6,23
terganggu yang berakibat terhadap 1). Konduksi atau antaran adalah transfer atau
peningkatan suhu tubuh. Telah dilakukan perpindahan panas tubuh dari permukaan
penelitian pada kelembaban udara yang tubuh ke lingkungan sekitarnya yang
berbeda pada latihan fisik yang sama. mempunyai suhu lebih rendah. Kecepatan
Didapatkan terjadi penurunan suhu tubuh perpindahan panas tubuh ini tergantung
secara bermakna pada kelembaban 40% dari tingginya perbedaan suhu antara kulit
dibandingkan kelembaban 50% dan 60%.15 dan lingkungan sekitar. Hal ini akan
C. Pengaturan Suhu Tubuh tergantung dari temperatur lingkungan.
Pengaturan suhu tubuh (regulasi Makin tinggi temperature lingkungan,
termal) adalah pengaturan dari fisiologis maka konduksi panas semakin menurun
tubuh sehingga terjadi keseimbangan antara dan semakin rendah suhu lingkungan,
pembentukan panas dan pengeluaran panas maka konduksi panas semakin meningkat.
sehingga suhu tubuh dapat dipertahankan Perpindahan panas konduksi hanya
konstan.18 sebagian kecil dari seluruh pertukaran
panas tubuh ke lingkungan. Bagaimana
Pengaturan suhu tubuh dilakukan oleh
konduksi panas pada olahraga renang di
hipotalamus. Hipotalamus juga berperan
dalam air? Tentunya di dalam air
mengintegrasikan berbagai informasi dari
konduksi panas lebih cepat dibandingkan
bagian tubuh lain, kemudian menanggapinya
untuk segera menyimpan atau melepaskan dengan di udara. Hal ini disebabkan
karena air adalah konduktor panas yang
panas. Kerja dari organ ini tergantung dari
lebih baik dibandingkan dengan udara.11
karakteristik lingkungan. Respon tubuh
106
ISSN: 2302-688X Sport and Fitness Journal
Volume 5, No.1, Pebruari 2017: 103-109

2). Konveksi atau aliran adalah perpindahan keringat akan bercucuran. Hal ini terjadi
panas dari tubuh ke lingkungan di mana karena keringat yang dikeluarkan tidak
zat perantara ikut juga berpindah. dapat diuapkan. Sebaliknya udara yang
Perpindahan panas dengan cara ini dapat dingin dan kering, sebagian atau semua
terjadi karena massa jenis udara panas keringat segera diuapkan, sehingga tidak
lebih ringan dibandingkan dengan udara tampak cucuran keringat.
dingin. Disamping itu dapat juga terjadi
E. Efek Yang Ditimbulkan Akibat
karena aliran udara melalui atau melewati
Peningkatan Suhu Tubuh
tubuh. Aliran angin dari kipas angin, Kondisi lingkungan yang tidak
hembusan udara dingin pada gedung bersahabat, menyebabkan beberapa kelainan
olahraga, atau bila tubuh bergerak patologi tubuh terutama yang disebabkan oleh
terhadap udara saat bersepeda, ski atau paparan panas dan kelembaban udara yang
berenang, atau berada merupakan contoh tinggi di antaranya adalah: 21,23
terjadinya konveksi panas. 1. Pingsan panas (Heat syncope) merupakan
3). Radiasi atau pancaran adalah perpindahan kelainan ganggunan pemindahan panas
panas dari permukaan tubuh ke yang cukup serius. Gangguan ini dicirikan
lingkungan tanpa kontak langsung dengan dengan pening dan diikuti pingsan. Pada
objek sekitarnya. Radiasi merupakan umumnya disebabkan karena latihan pada
suatu bentuk energi yang besarnya sama lingkungan yang panas dalam jangka
dengan konstanta Plank dikalikan waktu cukup panjang. Vasodilatasi
frekuensi radiasi (E = nhf). E = energi sistemik berlebih akibat peningkatan suhu
radiasi, n = bilangan bulat, h = tetapan tubuh diprediksi sebagai penyebabnya.
Plank, dan f = frekuensi radiasi. Pakaian 2. Kejang panas (Heat cramp) adalah jenis
berwarna gelap lebih banyak menyerap penyakit gangguan panas yang ditandai
panas dibandingkan dengan yang dengan perasaan nyeri dan kejang pada
berwarna terang, begitu juga sebaliknya. perut, kaki, tangan dan tubuh berkeringat.
Perubahan terhadap sikap tubuh, misalnya Keadaan ini disebabkan oleh karena tidak
dari berdiri ke duduk permukaan radiasi terjadinya keseimbangan antara cairan dan
menurun 10-15 %. Hal ini akan garam di dalam tubuh. Ketidakseimbangan
menurunkan kehilangan panas secara ini terjadi selama olahraga berat dan
radiasi. berkepanjangan dalam di lingkungan
4). Evaporasi atau penguapan adalah panas. Pengeluaran banyak garam
pembuangan panas yang paling penting bersamaan dengan keringat hanya
dan paling besar terjadi selama olahraga digantikan air putih.
dalam berbagai keadaan iklim. Apabila 3. Kelelahan panas (Heat exhaustion) adalah
keringat berubah dari fase cair menjadi merupakan reaksi dari seluruh tubuh
fase uap akan diambil panas dari tubuh. terhadap terpaan panas dalam waktu yang
Pembuangan panas tubuh melalui cukup lama (berjam-jam atau bahkan
pengeluaran keringat dalam kondisi panas berhari-hari). Pengeluaran keringat saat
tidak terjadi, maka suhu tubuh saat latihan atau setelah latihan tidak sepenuhnya
berat dengan durasi 20 menit saja akan diganti. Gejala dari penyakit ini adalah
meningkat dari 37 menjadi 40oC. Pada berkeringat sangat banyak, tubuh lemah
kelembaban udara yang tinggi, evaporasi kulit pucat dan pening, napas pendek dan
sangat menurun. Oleh karena itu, maka cepat, mual-mual dan pusing, kemudian
tingkat stress suhu tubuh lebih tinggi pada diikuti pingsan. Pada keadaan ini suhu
suhu lingkungan panas dan kelembaban tubuh meningkat mencapai 37C - 40C.
udara yang tinggi dibandingkan dengan 4. Kegawatan panas (Heat stroke) merupakan
suhu udara yang rendah dan kelembaban penyakit akibat gangguan panas yang dapat
yang rendah pula. Pada kondisi menyebabkan koma dan kematian.
lingkungan panas dan kelembaban tinggi, Keadaan ini disebabkan kaeena
107
ISSN: 2302-688X Sport and Fitness Journal
Volume 5, No.1, Pebruari 2017: 103-109

beraktivitas pada lingkungan yang panas 8. Cheuvront, SN., Kenefick, RW., Montain,
dan kelembaban yang tinggi. Gejalanya SJ., Sawka, MN. 2010. Mechanisms of
adalah denyut jantung kencang, suhu tubuh Aerobic Performance Impairment with
meningkat mencapai 40oC dan bahkan Heat Stress and Dehydration. Journal of
lebih, kulit kering dan kebiruan. Juga Applied Physiology. Vol. 109. No.4.
ditandai dengan menggigil, mual, pening, 9. Sandi, N., Susihono, W., Parwata, Y.
kebingungan, tidak berkeringat dan 2017. Effect of Relative Humidity on
pingsan. Expenditure of Body Liquid and Blood
Pressure When Exercise. Dalam proses
SIMPULAN Bali Medical Journal. Vol. 6. No.2.
Latihan fisik dalam waktu lama pada 10. Sandi, N. 2014. Pengaruh Suhu dan
kelembaban relatif udara yang tinggi Kelembaban Relatif Udara Terhadap
berpengaruh negatif terhadap perubahan suhu Penampilan Fisik dalam Olahraga.
tubuh. Semakin meningkat kelembaban udara Prosiding Seminar Nasional Integrasi
tempat latihan maka semakin meningkat suhu Keanekaragaman Hayati dan
tubuh yang dihasilkan, sebaliknya akan Kebudayaan dalam Pembangunan
menurun bila kelembaban relatif udara Berkelamjutan. Denpasar 27 Nopember.
menurun. Hal ini disebabkan karena 11. Gabriel, JF. 2012. Fisika Kedokteran.
terjadinya peningkatan pengeluaran cairan Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
tubuh melalui keringat ketika latihan fisik 12. Wilmore, JH., Costill DL., Kenney, WL.
dalam kelembaban udara yang tinggi. 2008. Physiology of Sport and Exercise.
Champaign: Human Kinetics.
DAFTAR PUSTAKA 13. Almatsier, S. 2013. Prinsip Dasar Ilmu
1. Davine, JG. 2012. Program Olahraga Gizi. Jakarta: Gramedia.
Tekanan Darah Tinggi: Panduan Untuk 14. Yashasi, K., Honda, Y., Kondo, N.,
Mengatur Olahraga dan Medikasi Nashiyasu, T. 2006. Relationship Between
Pengobatan Hipertensi. Yogyakarta: PT Ventilator Response and Body
Citra Aji Pramana. Temperature During Prolonged Sub-
2. Dustine, JR. 2012. Program Olahraga Maximal Exercise. Journal of Applied
Kolesterol Tinggi: Panduan Untuk Physiology. Vol. 100. No 1: 414-420.
Mencegah Peningkatan Kolesterol dan 15. Sandi, N., Adiputra, N., Pangkahila, A.,
Mempertahankan Kesehatan Jantung. Adiatmika, PG. 2016. Relative Humidity
Yogyakarta: PT Citra Aji Pramana. of 40% Inhibiting the Increase of Pulse
3. Bompa, TO. Haff, GG. 2009. Rate, Body Temperature, and blood Lactic
Periodization Training for Sports: Theory Acid During Exercise. Bali Medical
and Methodology of Training. Fifth journal. Vol. 5. No. 1: 30-34.
Edition. United State of America: Human 16. Gonzalez-Alonso, J., Teller, C., Andersen,
Kinetic. SL., Jansen, FB., Hildig, T., Neilsen, B.
4. Kuntaraf, KL., Kuntaraf, J. 2009. 2003. Influence of Body Temperature on
Olahraga Sumber Kesehatan. Bandung: the Development of Fatigue During
Percetakan Advent Indonesia. Prolangel Exercise in the Heat. Journal of
5. Kusnanik, NW., Nasution, J., Hartono, S. Applied Physiology. Vol. 90. No. 1.
2011. Dasar-dasar Fisiologi Olahraga. 17. Saunders, AG., Dugas, JP., Tuckers, R.,
Surabaya: Unesa Univercity Press. Lambert, MI., Noakes, T.D. 2005. The
6. Cameron, JR., Skrofonick, J.G., Grant, Effects of different Air Velocities on Heat
R.M. 2012. Fisika Tubuh Manusia. Edisi Storage and body Temperature humans
Kedua. Jakarta: CV. Sagung Seto. Cycling in a Hat, Humid Environment.
7. Sandi, N. 2016a. Pengaruh Latihan Fisik Article First Published Online.
Terhadap Frekuensi Denyut Nadi. Sport 18. Ganong, WF. 2012. Fisiologi Kedokteran.
and Fitness Journal. Vol. 4. No.2: 1-6. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

108
ISSN: 2302-688X Sport and Fitness Journal
Volume 5, No.1, Pebruari 2017: 103-109

19. Hall, JE. 2016. Guyton and Hall Text


Book of Medical Physiology. 13th Edition.
Phyladelphia: An Imprint of Elsevier Inc.
20. Sodikin. 2012. Prinsip Perawatan Demam
Pada Anak. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
21. Arief, LM, 2012. Monitoring Lingkungan
Kerja, Tekanan Panas/Heat Stress.
Jakarta: FIK PS Kesehatan Masyarakat
Universitas Esa Unggul.
22. Menkes. 2011. Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia No:
1077/MENKES /PER/2011 Tentang
Pedoman Penyehatan Udara dalam Ruang
Rumah. Jakarta.
23. Giriwijoyo, S. 2007. Ilmu Faal Olahraga:
Fungsi Tubuh Manusia pada Olahraga
untuk Kesehatan dan Prestasi. Bandung:
FPOK-UP

109
ISSN: 2302-688X Sport and Fitness Journal
Volume 5, No.1, Pebruari 2017: 103-109

110