Anda di halaman 1dari 2

Salah satu flora yang terdapat di Indonesia adalah bunga mawar.

Bunga mawar merupakan salah satu


bunga yang populer di kalangan para pecinta bunga, karena bunga mawar oleh sebagian orang
diartikan sebagai bunga yang melambangkan cinta dan kasih sayang. Beberapa orang mengartikan
bunga mawar itu menurut warnanya, sehingga jenis mawar yang dikenal oleh sebagian besar orang
adalah mawar merah, mawar putih, mawar kuning, mawar ungu, mawar biru dan mawar hitam. Pada
dasarnya mawar hanya berwarna merah dan putih, karena tidak ada pigmen atau penyandi warna biru,
hitam dan ungu pada mawar. Mawar yang berwarna hitam ataupun biru adalah hasil dari proses
rekayasa genetika, yaitu dengan cara mensintesis pigmen hitam dan biru pada mawar agar dapat
berwarna hitam dan biru.

Abad ke 21 memang menjadi abad dimana kemajuan teknologi sangat berkembang dengan pesatnya.
Pemikiran manusia semakin berkembang, begitupun dengan peradabannya, ungkap seorang peneliti.
Awalnya manusia hanya menggunakan rekayasa genetika pada tanaman, yakni dengan menyilangkan
tanaman yang satu dengan tanaman yang lainnya untuk mendapatkan varietas yang unggul. Rekayasa
genetika pada tanaman telah juga mengakibatkan banyaknya produk tanaman yang dihasilkan. Ilmu
rekayasa genetika sangat berperan penting dalam peradaban manusia saat ini, dalam dunia kesehatan
dapat menghasilkan insulin, dalam dunia pangan banyak menghasilkan tanaman seperti tomat tahan
suhu dingin, semangka tanpa biji, telur rasa kedelai dan sebagainya. Pada tanaman jagung diberi
bakteri Bacillus thuringiensis yang merupakan bakteri tahan hama sehingga jagung yang dihasilkan
menjadi tahan terhadap serangan hama.

Sebagai mahasiswa bioteknologi yang telah mempelajari ilmu rekayasa genetika, ide yang ingin
dikembangkan dari kekayaan dan keindahan alam Indonesia adalah menciptakan suatu produk dari
mawar yakni mawar glow in the dark atau mawar yang bisa menyala dalam gelap. Rekayasa genetika
merupakan transplantasi atau pencangkokan satu gen ke gen lainnya yang dapat bersifat antar gen
dan juga bersifat lintas gen sehingga mampu menghasilkan produk baru yang dinamakan produk
rekayasa genetika. Rekayasa genetika juga dapat diartikan sebagai perpindahan gen. Prinsip dasar
teknologi rekayasa genetika adalah memanipulasi atau melakukan perubahan susunan asam nukleat
dari DNA (gen) atau menyelipkan gen baru ke dalam struktur DNA organisme penerima. Gen yang
diselipkan dan organisme penerima dapat berasal dari apa saja. Teknologi rekayasa genetika ini dapat
diartikan sebagai inti dari bioteknologi.

Teknik pembuatan mawar biru yang dapat menyala dalam gelap ini secara umum menggunakan
teknologi plasmid. Untuk dapat menjadikan mawar menyala dalam gelap digunakan gen dari ubur-ubur
aequorea jellyfish. Gen yang membuat ubur-ubur ini dapat menyala karena terdapat protein
fluorescent, gen tersebut dapat mengkode menyala dalam gelap diketahui melalui proses isolasi DNA
pada ubur-ubur. Setelah mengisolasi gen fluorescent kemudian sisipkan ke plasmid. Dalam
rekombinasi DNA dilakukan pemotongan dan penyambungan DNA (Minkema, 1993). Untuk proses
menyisipkan ke dalam plasmid diperlukan enzim untuk membuka atau memotong plasmid tersebut
agar gen yang diinginkan dapat masuk ke bagian plasmid, yang digunakan yaitu enzim restriksi
endonuclease. Kemudian setelah tersisipi, maka diperlukan enzim juga untuk menyambungkannya
yaitu enzim ligase. Enzim ligase ini akan mengkatalis ikatan fosfodiester anatara dua rantai DNA.
Setelah plasmid tersebut berisi materi genetik yang kita inginkan, kemudian diperbanyak lagi dengan
cara memproduksi di dalam bakteri E.coly yang dikenal dengan sistem kolonisasi bakteri. Setelah
diperbanyak baru diintregrasikan ke dalam genom tanaman yakni mawar biru dengan perantara
agrobakterium. Agrobakterium adalah bakteri yang menyebabkan kutil pada tanaman dikotil.
Agrobakterium ini sebelumnya sudah dimodifikasi dengan menonaktifkan muatan yang menyebabkan
kutil pada tanaman, sehingga nantinya dia hanya akan mempengaruhi tanaman sesuai dengan materi
genetik yang kita sisipkan pada plasmid yaitu gen fluorescent. Dengan menginjeksikan gen fluorescent
ini ke dalam struktur DNA bunga mawar biru melalui perantara agrobakterium, dapat menyababkan
perubahan fisik yang jelas pada bunga mawar biru yaitu menyala dalam gelap.

Dari paparan serangkaian prosedur yang dilakukan dalam proses memasukkan gen penyandi
fluorescent ke dalam bunga mawar biru, dapat dilihat bahwa proses untuk menciptakan tanaman
transgenik dibutuhkan ketelitian dan ketelatenan. Harapan dari pembuatan mawar biru dapat menyala
dalam gelap adalah dapat membuat produk baru dari hasil rekayasa genetika, dan dapat menginspirasi
banyak orang untuk selalu terus berkarya.

Bunga mawar biru ini tidak tumbuh alami seperti mawar merah atau mawar putih yang sering dijual di
pasar atau toko-toko bunga. Warna biru pada mawar diperoleh melalui proses genetika, yaitu dengan
cara mensintesis pigmen yang ditemukan pada bunga biru bernama Petunia.

Dari Bunga Petunia diperoleh gen delphinidin, yaitu gen penghasil warna biru. Kemudian gen ini
dimasukkan ke dalam bunga mawar berwarna ungu pucat. Percampuran ini akhirnya menghasilkan
kelopak mawar berwarna merah anggur tua akibat dari kelebihan pigmen biru. Agar mendapatkan
warna bunga mawar biru seperti yang diharapkan, para peneliti memanfaatkan teknologi RNAi untuk
mengurangi hasil pewarnaannya.