Anda di halaman 1dari 8

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Karakteristik Bunga Kamboja Cendana (Plumeria alba)


1. Karakteristik Bunga Kamboja Cendana (Plumeria alba)
Bunga Kamboja Cendana (Plumeria alba) yang digunakan untuk penelitian

diambil dari jenis plumeria, species Plumeria alba, dan dari class magnoliopsida atau

tumbuhan berkeping dua.


Bunga Kamboja Cendana (Plumeria alba) diperoleh dari perumahan Rumah

Sakit Dok 2 Jl. Kesehatan.


2. Proses Destilasi Bunga Kamboja Cendana (Plumeria alba)
Proses destilasi dimulai dengan cara :
a. Bunga kamboja cendana (Plumeria alba) segar diambil dipekarangan rumah

lalu disortir dari bagian-bagian yang busuk serta dibersihkan dari kotoran yang

ikut terbawa seperti tanah, ranting, rumput dan sebagainya.


b. Bunga kamboja cendana (Plumeria alba) yang telah disortir lalu dilanjutkan

dengan perajangan. Tanaman bunga kamboja cendana (Plumeria alba) dirajang

menjadi potongan-potongan kecil, kemudian dikeringkan. Pengeringan

dilakukan untuk menguapkan air yang terdapat pada tanaman bunga kamboja

cendana (Plumeria alba). Pengeringan dilakukan dalam ruangan tertutup

dengan cara mengangin-anginkan bahan baku selama 1 hari untuk

memperoleh tanaman bunga kamboja cendana (Plumeria alba) kering.


c. Setelah mendapatkan simplisia kering, dilanjutkan dengan menggunakan

metode destilasi untuk mendapatkan minyak atsiri.


d. Metode destilasi digunakan untuk mengeluarkan minyak atsiri dari simplisia

tanaman dan pelarut yang digunakan adalah air sehingga minyak atsiri yang

35
36

didapat tidak tercampur dengan pelarut. Namun setelah destilasi air dan minyak

masih menyatu sehingga dilakukan pemisahan antara air dan minyak atsiri

dengan cara hasil destilasi dimasukkan kedalam corong pemisah.


3. Hasil Destilasi Bunga Kamboja Cendana (Plumeria alba)
Hasil destilasi didapatkan kecepatan pada destilasi minyak atsiri bunga kamboja

cendana (Plumeria alba) yaitu 16 tetesan permenit pada suhu 100C, dengan minyak

atsiri bunga kamboja berwarna bening dan masih bercampur dengan air sehingga

dilakukan pemisahan antara air dan minyak dengan menggunakan alat bernama

corong pemisah. Minyak atsiri ditempatkan pada botol berwarna gelap agar tidak

menguap apabila terkena sinar matahari.


B. Hasil Pengujian Mutu Fisik Sediaan Lotion Minyak Atsiri Bunga Kamboja

Cendana (Plumeria alba)


Pengujian mutu fisik terhadap sediaan minyak atsiri bunga kamboja dilakukan

dengan metode organoleptik.

1. Uji Organoleptik
Uji Organoleptik terhadapa sediaan lotion minyak atsiri bunga kamboja cendana

(Plumeria alba) meliputi uji warna, bentuk dan bau.

Tabel 2. Hasil pengujian organoleptik sediaan lotion minyak atsiri bunga kamboja

cendana

Bagian Organoleptik

Warna Putih

Bentuk Preparat cair

Bau Khas bunga kamboja cendana (Plumeria alba)


37

Tabel 2 diatas menunjukkan bahwa hasil pengujian organoleptik yang dilakukan

adalah formulasi berbentuk lotion atau berbentuk sediaan preparat cair dan berwarna

putih serta memiliki bau aroma khas bunga kamboja cendana dari sediaan lotion.

2. Uji Homogenitas
Pengujian homogenitas bunga kamboja cendana dilakukan dengan cara

makrokopis yaitu dengan melihat secara langsung warna dan bentuk, serta dengan

merasakan tekstur dari sediaan lotion. Dan cara mikrokopis dengan menggunakan

mikroskop. Jenis mikroskop yang digunakan adalah LW Scientific, perbesaran

digunakan pada mikroskop yaitu perbersaran 10.

Tabel 3. Hasil pengujian homogenitas sediaan lotion minyak atsiri bunga

kamboja cendana

No Replikasi Makro Mikro


1 I Homogen Homogen

2 II Homogen Homogen
3 III Homogen Homogen

Tabel 3 diatas diamati secara makrokopis dengan melihat secara langsung tidak

adanya perubahan pada warna dan bentuk sediaan lotion menyatu, serta tekstur yang

terdapat pada sediaan lotion bunga kamboja cendana merata. Secara mikrokopis

dilakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop dengan perbesaran 10, hasil


38

pengamatan pada formulasi lotion dikatakan homogen karena tidak terdapat partikel-

partikel atau kotoran pada butiran sediaan lotion yang diteliti dan diamati.

3. Uji pH
Pengujian terhadp pH sediaan lotion minyak atsiri bunga kamboja cendana

(Plumeria alba) dilakukan sebanyak tiga kali, berikut adalah tabel pengujian pH

pada sediaan lotion minyak atsiri bunga kamboja cendana.

Tabel 4. Hasil pengujian pH sediaan lotion minyak atsiri bunga kamboja

cendana

Replikasi pH
1 5
2 5
3 6
Rata-rata 5,33

Tabel diatas, menunjukan bahwa nilai pH rata-rata pada formulasi adalah 6, jika

dibandingkan dengan standar pengujian pH lotion, hasil penelitian ini masih dalam

angka normal. Karena secara umum pH pada kulit berkisar 4,5-6,5.

4. Uji Daya Lekat


Pengujian daya lekat terhadap sediaan lotion minyak atsiri bunga kamboja

cendana (Plumeria alba) adalah untuk mengetahui kemampuan maksimal daya lekat

suatu lotion pada kulit saat digunakan. Syarat uji daya lekat adalah > 4. Dengan

pengulangan sebanyak tiga kali. Hasil daya lekat disajikan sebagai berikut :
39

Tabel 5. Hasil pengujian daya lekat sediaan lotion minyak atsiri bunga kamboja

cendana

Replikasi Daya Lekat (detik)

1 29 detik
2 18 detik
3 60 detik
Rata-rata 35,6 detik

Tabel 5 diatas menujukkan bahwa nilai rata-rata daya lekat pada lotion minyak atsiri

bunga kamboja cendana adalah 35,6 detik. Artinya lotion bunga kamboja cendana

memiliki daya lekat yang baik karena memenuhi syarat uji daya lekat sehingga lotion

bunga kamboja cendana dapat diaplikasikan pada kulit.

5. Uji Daya Sebar


Pengujian daya sebar terhadap sediaan lotion minyak atsiri bunga kamboja

cendana (Plumeria alba) ini dilakukan dengan maksud dan tujuan mengetahui

kemampuan sediaan lotion untuk dapat dioleskan dengan mudah pada kulit.
Tabel 6. Hasil pengujian daya sebar sediaan lotion minyak atsiri bunga kamboja

cendana

Replikasi Daya Sebar (cm)


Sebelum Sesudah
Kaca Kaca+100g
1 3,5 6,3
2 3,6 6,1
3 3,5 6,3
Rata-rata 3,53 6,23
40

Parameter yang diukur pada uji ini adalah diameter penyebaran lotion. Semakin

besar diameter yang dihasilkan oleh suatu sediaan lotion, maka semakin mudah pula

sediaan lotion tersebut untuk dioleskan pada kulit. Dari hasil tabel diatas rata-rata

daya sebar lotion saat masih ditimpa kaca sebesar 3,53, setelah ditambahkan

timbangan seberat 100g rata-rata lotion pun menjadi 6,23. Sehingga penyebaran

lotion yang dihasilkan mudah di aplikasikan pada kulit.

6. Uji Proteksi
Uji daya proteksi dilakukan dengan menggunakan reagen phenol ptalein dan

kalium hidroksida. Sediaan diletakkan di atas kertas saring yang telah diberi reagen

phenol ptalein, kemudian ditutup menggunakan kertas saring yang lebih kecil. Kertas

saring tersebut lalu ditetesi menggunakan kalium hidroksida untuk mengetahui

perubahan warna yang terjadi, yaitu merah muda. Dilakukan pengulangan sebanyak

tiga kali.
Tabel 7. Hasil pengujian daya proteksi sediaan lotion minyak atsiri bunga

kamboja cendana

Replikasi Daya Proteksi


1 Tidak ada perubahan warna

2 Tidak ada perubahan warna

3 Tidak ada perubahan warna

Tabel 7 diatas dapat dilihat bahwa uji daya proteksi yang dilakukan dengan

menggunakan reagen phenol ptalein dan kalium hidroksida sebanyak tiga kali
41

pengulangan yaitu sediaan lotion bunga kamboja cendana memiliki daya proteksi

karena tidak ada perubahan warna merah muda pada sediaan lotion bunga kamboja

cendana hanya terdapat pada kertas saring yang tidak diberikan sediaan lotion.

7. Uji Repellent
Pengujian aktivitas repellent untuk mengetahui daya tolak nyamuk pada lotion

repellent. Pengujian dilakukan selama 6 jam (Mutalika, 2015). Pelaksanaan uji

repellent dilaksanakan oleh 10 orang probandus. Tangan kanan dan kaki sebelah

kanan probandus diolesi sediaan lotion, sedangkan tangan dan kaki sebelah kiri

probandus tidak diolesi lotion (sebagai kontrol). Dan dicek nyamuk yang hinggap

setiap 10 menit /jam dalam waktu 6 jam dimulai pada pukul 18.00 dan diakhiri pada

pukul 01.00 WIT.


Analisis Uji repellent menggunakan rumus daya proteksi atau daya tolak. Rumus

yang digunakan adalah :


K-R
DP = ---------- x 100%
K

Keterangan :

DP= Daya Proteksi


K = Kontrol (tangan tidak diolesi repellent).
R = Perlakuan (tangan diolesi repellent).

Hasil = 60 % Tidak efektif

60 % Efektif

Tabel 8. Hasil pengujian daya repellent sediaan lotion minyak atsiri bunga

kamboja cendana
42

WAKTU/JAM DAYA REPELLENT


NO
KE K R %
1 Jam ke-1 3 1 67%
2 Jam ke-2 4 1 75%
3 Jam ke-3 6 2 67%
4 Jam ke-4 7 3 57%
5 Jam ke-5 9 4 55%
6 Jam ke-6 10 5 50%

Dari hasil tabel 8 untuk pengujian aktivitas repellent selama 6 jam pada 10 orang

probandus. Kontrol (K) merupakan tangan kiri dan kaki kiri yang tidak diolesi lotion,

sedangkan perlakuan (R) merupakan tangan kanan dan kaki kanan yang telah diolesi

lotion. Jam pertama pada 10 orang probandus diperoleh rata-rata daya repellent

67% ,pada jam kedua 75% dan pada jam ketiga memiliki efektifitas daya repellent

67% terhadap nyamuk. Sedangkan pada jam keempat, kelima dan keenam

mempunyai daya repellent masing-masing 57%, 55% dan 50% terhadap daya tolak

nyamuk. Menurut Ulfa (2015), semakin lama waktu pengujian repellent maka

semakin menurun daya repellentnya, kenaikan dari jam pertama ke jam kedua

diperkirakan zat aktif pada jam kedua terlepas banyak sehingga nyamuk tidak berani

mendekat. Pada jam ketiga zat aktif lotion bunga kamboja berkurang dan

menyebabkan daya repellent menurun namun masih efektif terhadap penolak

nyamuk. Sedangkan pada jam keempat, kelima dan keenam daya repellent sudah

tidak efektif, hal ini disebabkan daya lekat pada lotion yang diaplikasikan kekulit

mulai menurun sehingga zat aktif pada lotion bunga kamboja juga menurun yang

mengakibatkan tidak efektifnya daya repellent.