Anda di halaman 1dari 28

ANALISA AKTIVITAS PENDANAAN PT. GUDANG GARAM TBK.

MAKALAH ANALISA LAPORAN KEUANGAN


Tujuan Penulisan :

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Analisa Laporan Keuangan

Dosen Mata Kuliah :

Hj. Prima Yusi Sari S.E., ME., Ak.

Disusun Oleh :

Siti Fatimatuzzahra (120110140013)

Rikky Adiwijaya (120110140017)

Putri Utami Riawan (120110140081)

PRODI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS PADJADJARAN

2017

1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-NYA ,
sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah Analisa Laporan Keuangan ini dengan judul
Analisa Aktivitas Pendanaan PT. Gudang Garam Tbk yang Alhamdulillah tepat pada
waktunya. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing mata kuliah ini
yaitu Hj. Prima Yusi Sari S.E., ME., Ak. serta pihak-pihak lain yang telah mendukung dalam
kelancaran pembuatan makalah ini.

Adapun maksud dan tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk melengkapi dan
memenuhi persyaratan yang diwajibkan kepada kami untuk mengerjakan tugas Mata Kuliah
Analisa Laporan Keuangan. Makalah yang kami buat ini di dalamnya membahas mengenai
analisa leasing liabilitas, ekuitas, dan rasio solvabilitas pada PT. Gudang Garam Tbk. Di
dalam penulisan ini, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk
menyusun makalah ataupun tugas lain di masa yang akan datang.

Kami mengharapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat, tidak hanya bagi kami,
tetapi juga untuk rekan-rekan mahasiswa, masyarakat , dan pihak lainnya yang membaca
paper ini. Akhir kata kami mengucapkan terima kasih.

Bandung, 17 Maret 2017

Penyusun

2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL..................................................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................................... ii
DAFTAR ISI............................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang Masalah........................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah............................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN............................................................................................... 3
2.1 Analisa Leasing PT Gudang Garam Tbk....................................................................3
2.2 Analisa Liabilitas PT Gudang Garam Tbk..................................................................4
2.2.1 Liabilitas Jangka Pendek..................................................................................4
2.2.2 Liabilitas Jangka Panjang............................................................................... 11
2.3 Analisa Ekuitas PT Gudang Garam Tbk...................................................................14
2.4 Analisa Rasio Likuiditas dan Solvabilitas Pada PT Gudang Garam Tbk...........................17
2.4.1 Analisa Rasio Likuiditas................................................................................ 17
2.4.2 Analisa Rasio Solvabilitas..............................................................................19
BAB III PENUTUP................................................................................................... 23
3.1 Kesimpulan..................................................................................................... 23
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................. 25

3
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Setiap perusahaan tentunya memiliki tujuan masing masing dalam proses bisnis
yang dijalankannya. Tujuan utama setiap perusahaan adalah untuk memaksimumkan profit,
sehingga dapat menjaga kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Untuk mencapai tujuan
tersebut, perusahaan harus terlebih dahulu menjalankan kegiatan operasionalnya dengan baik.
Keberhasilan dan kelancaran dari suatu kegiatan operasional perusahaan sangat tergantung
dengan dana yang dimiliki oleh perusahaan tersebut untuk menjalankan kegiatan operasinya.

Keterbatasan dana inilah yang sering kali menghambat kegiatan operasi perusahaan
dalam upaya pencapaian tujuannya. Hal ini dikarenakan pemilik perusahaan tidak memiliki
cukup dana untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan
melakukan serangkaian upaya untuk memperoleh dana tambahan yang nantinya akan
digunakan oleh perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasionalnya, hal inilah yang
disebut aktivitas pendanaan.

Secara umum, ada dua pilihan yang bisa dilakukan oleh suatu perusahaan untuk
memperoleh tambahan dana yaitu melalui pinjaman ke bank (debt financing) maupun melalui
penerbitan saham atau obligasi (equity financing).

Aktivitas pendanaan perusahaan ini sering dijadikan oleh pengguna lapanan keuangan
sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Mereka melihat struktur pendanaan perusahaan,
apakah pendanaanya lebih banyak melalui debt financing atau equity financing. Umumnya
para investor lebih memilih perusahaan yang struktur pendanaannya lebih tinggi equity
financingnya dikarenakan lebih dianggap memiliki risiko yang lebih kecil. Berdarkan uraian
diatas, maka dalam penulisan makalah ini penulis akan membahas mengenai Aktivitas
Pendanaan pada PT Gudang Garam Tbk.

1
1.2 Rumusan Masalah
Penulisan makalah ini pada dasarnya dilakukan untuk melakukan analisa aktivitas
pendanaan pada PT. Gudang Garam Tbk. Maka, permasalahan dalam penulisan ini dapat
dirumuskan sebagai berikut :

1. Jelaskan mengenai analisa leasing PT Gudang Garam Tbk ?

2. Jelaskan mengenai analisa liabilitas PT Gudang Garam Tbk ?

3. Jelaskan mengenai analisa ekuitas PT Gudang Garam Tbk ?

4. Jelaskan mengenai analisa rasio likuiditas dan solvabilitas pada PT Gudang Garam Tbk ?

1.3 Tujuan Penulisan


Sesuai rumusan masalah yang telah dijabarkan sebelumnya, maka tujuan dari
penulisan ini adalah :

1. Menjelaskan mengenai analisa leasing PT Gudang Garam Tbk

2. Menjelaskan mengenai analisa liabilitas PT Gudang Garam Tbk

3. Menjelaskan mengenai analisa ekuitas PT Gudang Garam Tbk

4. Menjelaskan mengenai analisa rasio rasio solvabilitas pada PT Gudang Garam Tbk

2
BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Analisa Leasing PT Gudang Garam Tbk

Hasil Analisa : PT Gudang Garam Tbk tidak mempunyai leasing baik operating lease
maupun financial lease.

3
2.2 Analisa Liabilitas PT Gudang Garam Tbk

2.2.1 Liabilitas Jangka Pendek


1. Pinjaman bank jangka pendek

Gudang Garam memiliki total pinjaman jangka pendek pada 31 Desember 2015 dan
31 Desember 2014 masing masing sebesar Rp 20.561.189 juta dan 18.147.298 juta, dimana
didalamnya termasuk cerukan masing - masing sebesar Rp 1.461.189 juta dan Rp 347.798
juta. Berikut ini adalah data lengkapnya :

4
5
Pada akhir 2015, pinjaman bank jangka pendek dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
dijamin dengan sebagian tanah dan bangunan Perseroan dengan nilai tercatat Rp 19.012 juta
(2014: Rp 19.012 juta).

Perjanjian pinjaman bank jangka pendek yang diperoleh Perseroan dan entitas anak
mencantumkan beberapa pembatasan, antara lain sehubungan dengan ketaatan rasio
keuangan dan persyaratan administrasi yang telah ditentukan.

Hasil Analisa

Pada akhir tahun 2015, pinjaman jangka pendek perusahaan mengalami peningkatan
sebesar Rp 2.413.891 juta atau 13,30 persen dari akhir tahun 2014. Pinjaman tersebut berasal
dari enam bank yaitu Bank Mandiri, BNI, BCA, Maybank, Bank of Tokyo, dan Cimb Niaga
yang masing masing besarnya adalah Rp 7.854.997 juta, Rp 7.080.588, Rp 3.975.604, Rp
650.000, Rp 500.000, dan Rp 500.000. Jumlah pinjaman jangka pendek terbesar yaitu pada
Bank Mandiri dan BNI, hal ini sama seperti akhir tahun 2014. Proporsi pinjaman bank jangka
pendek terhadap liabilitas jangka pendek dan liabilitas pada tahun 2015 masing masing
sebesar 85,51 % dan 80,64 %. Proporsi pinjaman bank jangka pendek terhadap liabilitas
jangka pendek dan liabilitas pada tahun 2014 masing masing sebesar 76,30 % dan 72,56 %.
Kenaikan pinjaman jangka pendek ini mengakibatkan meningkatnya risiko perusahaan dalam
pembayarannya.

6
2. Utang Usaha

Gudang Garam memiliki total utang usaha pada 31 Desember 2015 dan 31 Desember
2014 masing masing sebesar Rp 2.370.339 juta dan 989.169 juta. Berikut ini adalah
rinciannya :

7
Hasil Analisa

Utang usaha terutama berasal dari pembelian bahan baku atau tembakau. Pada akhir
tahun 2015, utang usaha perusahaan mengalami peningkatan sebesar Rp 1.381.170 juta atau
139,63 persen dari akhir tahun 2014. Jumlah utang usaha yang mengalami peningkatan
signifikan adalah utang usaha pada pihak ketiga sebesar Rp 1.382.756 atau 143,07 persen.
Hal ini menunjukan tingginya transaksi pembelian bahan baku yang dilakukan secara kredit.
Proporsi pinjaman utang usah terhadap liabilitas jangka pendek dan liabilitas pada tahun 2015
masing masing sebesar 9,86 % dan 9,30 %. Proporsi pinjaman utang usaha terhadap
liabilitas jangka pendek dan liabilitas pada tahun 2014 masing masing sebesar 4,16 % dan
3,94 %.

3. Utang Pajak

Gudang Garam memiliki total utang pajak pada 31 Desember 2015 dan 31 Desember
2014 masing masing sebesar Rp 556.163 juta dan 166.475 juta. Berikut ini rinciannya :

Pada akhir tahun 2015, utang pajak perusahaan mengalami peningkatan sebesar Rp 389.688
juta atau 234,08 persen dari akhir tahun 2014. Hal ini menunjukan bahwa alokasi dana untuk
pembayaran utang ini kurang terlalu baik, ini bisa dilihat dari persentase kenaikan utang
pajak yang amat besar padahal peningkatan beban pajak penghasilan tidak terlalu signifikan.
Utang pajak ini harus segera dilunasi oleh perusahaan, jika tidak ingin menerima sanksi dan
denda perpajakan. Proporsi utang pajak terhadap liabilitas jangka pendek dan liabilitas pada

8
tahun 2015 masing masing sebesar 2,31 % dan 2,18 %. Proporsi utang pajak terhadap
liabilitas jangka pendek dan liabilitas pada tahun 2014 masing masing sebesar 0,70 % dan
0,66 %.

4. Utang Cukai, PPN, dan Pajak Rokok

Gudang Garam memiliki total utang pajak pada 31 Desember 2015 dan 31 Desember
2014 masing masing sebesar Rp 0 dan 3.882.071 juta. Berikut ini rinciannya :

Hasil Analisa

Pada akhir tahun 2015, perusahaan tidak memiliki utang cukai, PPN, dan Pajak
Rokok dibanding dengan akhir tahun 2014 yang nilai mencapai Rp 3.882.071 juta. Proporsi
utang cukai, PPN, dan Pajak Rokok terhadap liabilitas jangka pendek dan liabilitas pada
tahun 2015 masing masing sebesar 0 % dan 0 %. Proporsi utang cukai, PPN, dan Pajak
Rokok terhadap liabilitas jangka pendek dan liabilitas pada tahun 2014 masing masing
sebesar 16,32 % dan 15,47 %. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan mengutamakan
dana yang ada untuk menutupi utang ini.

5. Beban Akrual

Gudang Garam memiliki total utang pajak pada 31 Desember 2015 dan 31 Desember
2014 masing masing sebesar Rp 211.745 juta dan 294.763 juta. Berikut ini rinciannya :

9
Hasil Analisa

Pada akhir tahun 2015, beban akrual perusahaan mengalami penurunan sebesar Rp 83.288
juta atau 28,26 persen dari akhir tahun 2014. Hal ini karena menurunya beban bunga yang
ditanggung oleh perusahaan. Proporsi beban akrual terhadap liabilitas jangka pendek dan
liabilitas pada tahun 2015 masing masing sebesar 0,88 % dan 0,83 %. Proporsi beban
akrual terhadap liabilitas jangka pendek dan liabilitas pada tahun 2014 masing masing
sebesar 1,24 % dan 1,18 %.

6. Liabilitas Jangka Pendek lainnya

Gudang Garam memiliki total liabilitas jangka pendek lainnya pada 31 Desember
2015 dan 31 Desember 2014 masing masing sebesar Rp 345.650 dan 303.358 juta. Berikut
ini rinciannya :

10
Hasil Analisa

Pada akhir tahun 2015, liabilitas jangka pendek lainnya perusahaan mengalami
peningkatan sebesar Rp 42.292 juta atau 13,94 persen dari akhir tahun 2014. Hal ini tentunya
meningkatkan risiko solvabilitas perusahaan. Proporsi liabilitas jangka pendek lainnya
terhadap liabilitas jangka pendek dan liabilitas pada tahun 2015 masing masing sebesar
1,44 % dan 1,36 %. Proporsi liabilitas jangka pendek lainnya terhadap liabilitas jangka
pendek dan liabilitas pada tahun 2014 masing masing sebesar 1,28 % dan 1,21 %.

2.2.2 Liabilitas Jangka Panjang


1. Liabilitas Imbalan Pasca Kerja

Gudang Garam memiliki total liabilitas imbalan pasca kerja pada 31 Desember 2015
dan 31 Desember 2014 masing masing sebesar Rp 1.114.407 dan 1.012.077 juta. Berikut ini
rinciannya :

11
Hasil Analisa

Pada akhir tahun 2015, liabilitas imbalan pasca kerja perusahaan mengalami peningkatan
sebesar Rp 102.330 juta atau 10,11 persen dari akhir tahun 2014. Gudang Garam
menggunakan imbalan pasti dalam program pensiun pekerja perusahaan. Penilaian imbalan
pasti perusahaan ini menggunakan metode Projected Unit Credit (PUC) dengan rumus
berikut :

Nilai kini kewajiban imbalan pasti = kewajiban imbalan pasti awal tahun

(-) biaya jasa terkait (beban jasa kini,beban bunga,


kurtailmen maupun beban terkait lainnya)

(+/-) keuntungan atau kerugian asumsi aktuaria

(+/-) Penyesuain

(-) imbalan yang dibayarkan

Penyesuaian (adjustment) pada program imbalan pasti perusahaan di tahun 2015 mengalami
mengalami penurunan dari tahun 2014 sebesar Rp 27.101 juta atau 44,62 persen.

Proporsi liabilitas imbalan pasca kerja terhadap liabilitas jangka panjang dan liabilitas pada
tahun 2015 masing masing sebesar 76,73 % dan 4,37 %. Proporsi liabilitas imbalan pasca

12
kerja terhadap liabilitas jangka panjang dan liabilitas pada tahun 2014 masing masing
sebesar 76,86 % dan 4,03 %.

2. Liabilitas Pajak Tangguhan

Gudang Garam memiliki total liabilitas imbalan pasca kerja pada 31 Desember 2015
dan 31 Desember 2014 masing masing sebesar Rp 338.011 juta dan 304.664 juta. Berikut
ini rinciannya :

Hasil Analisa

Pada akhir tahun 2015, liabilitas imbalan pasca kerja perusahaan mengalami peningkatan
sebesar Rp 33.347 juta atau 10,95 persen dari akhir tahun 2014. Hal ini tentunya
meningkatkan risiko solvabilitas perusahaan.

Proporsi liabilitas pajak tangguhan terhadap liabilitas jangka panjang dan liabilitas pada
tahun 2015 masing masing sebesar 23,27 % dan 1,33 %. Proporsi liabilitas pajak tangguhan
terhadap liabilitas jangka panjang dan liabilitas pada tahun 2014 masing masing sebesar
23,14 % dan 1,21%.

Kesimpulan Analisa Liabilitas : Pada akhir tahun 2015, total liabilitas Gudang Garam
mengalami peningkatan sebesar Rp 397.629 juta atau 1,58 % dari akhir tahun 2014. Tingkat
peningkatan liabilitas ini tidak begitu signifikan dari akhir tahun sebelumnya. Hal ini
dikarenakan perusahaan tidak memiliki liabilitas pinjaman jangka panjang ke lembaga

13
lembaga keuangan. Liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar Rp 261.952 juta
atau 1,1 %, sedangkan liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan sebesar Rp 135.677
juta 10,30%. Proporsi liabilitas perusahaan pada tahun 2015 terdiri dari liabilitas
jangka pendek 94,30 persen dan liabilitas jangka panjang 5,70 persen. Sedangkan
Proporsi liabilitas perusahaan pada tahun 2014 terdiri dari liabilitas jangka pendek 94,75
persen dan liabilitas jangka panjang 5,25 persen, dimana proporsi pos liabilitas yang paling
tinggi berada pada pos pinjaman jangka pendek yang memiki proposi tahun 2015 dan
2014 masing masing sebesar 80,64 % dan 72,56 % terhadap total liabilitas. Hal ini
mengindikasikan bahwa dalam jangka pendek, harus tersedianya dana yang cukup untuk
membayar pokok beserta pinjamannya kepada bank bank terkait, hal ini tentunya juga akan
meningkatkan risiko likuiditas perusahaan.

2.3 Analisa Ekuitas PT Gudang Garam Tbk

1. Modal Saham

Modal saham pada 31 Desember 2015 tidak mengalami perubahan dari akhir tahun
2015 yaitu Rp 962.044 juta. Berikut ini adalah rinciannya :

14
Hasil Analisa

Dari modal dasar Rp 1.158.000 juta (2.316.000.000), sebesar Rp 962.044 juta


(1.924.088.000) atau sekitar 83,1 persen merupakan modal ysng telah ditempatkan dan
disetor penuh. PT Suryaduta Investama memiliki kepemilikan pada Gudang Garam paling
tinggi yaitu sebesar 69,29 persen, dimana PT Suryaduta ini merupakan induk usaha dan induk
usaha terakhir Gudang Garam, sehingga Suryaduta harus melakukan konsolidasi.

2. Agio Saham

Agio saham pada 31 Desember 2015 tidak mengalami perubahan dari akhir tahun
2015 yaitu Rp 962.044 juta. Berikut ini adalah rinciannya :

Agio Saham merupakan selisih antara harga penawaran saham Rp 10.250 (rupiah
penuh) per saham dengan nilai nominal Rp 1.000 (rupiah penuh) per saham dari 57.807.800
saham yang dijual dalam masa penawaran perdana 21 Juli - 3 Agustus 1990, dimana sejumlah
Rp 481.022 juta direklasifikasi menjadi modal saham dengan pengeluaran saham bonus
dalam tahun 1996.

15
Dengan surat PT Bursa Efek Surabaya No. 372/D- 129/BES/VIII/90 tanggal 21
Agustus 1990 telah disetujui untuk dicatatkan di Bursa Efek Surabaya (BES) sebanyak
96.204.400 saham Perseroan sejak 27 Agustus 1990. Dengan surat PT Bursa Efek Jakarta No.
S-204/BEJ/VI/92 tanggal 24 Juni 1992, telah disetujui untuk dicatatkan di Bursa Efek Jakarta
(BEJ) sejumlah saham yang sama. Dengan surat PT Bursa Efek Surabaya No.
48/EMT/LIST/BES/V/94 tanggal 26 Mei 1994 dan surat PT Bursa Efek Jakarta No. S-
359/BEJ.I.1/V/1994 tanggal 27 Mei 1994 telah dicatatkan lagi sejumlah 384.817.600 saham
Perseroan di kedua Bursa tersebut sehingga seluruh saham Perseroan yang beredar saat itu
telah dicatatkan, yaitu 481.022.000 saham.

Dalam tahun 1996 telah dilakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dari
Rp 1.000 (rupiah penuh) menjadi Rp 500 (rupiah penuh) per saham dan pengeluaran satu
saham bonus untuk setiap saham yang beredar sehingga jumlah saham beredar bertambah
dari 481.022.000 menjadi 1.924.088.000. Dengan surat PT Bursa Efek Jakarta No. S-
039/BEJ.I.2/0596 tanggal 24 Mei 1996 dan surat PT Bursa Efek Surabaya No.
31/EMT/LIST/BES/V/96 tanggal 27 Mei 1996 seluruh saham Perseroan yang beredar, yaitu
sebanyak 1.924.088.000 saham, telah dicatatkan di kedua Bursa tersebut.

3. Selisih Transaksi dengan Pihak NonPengendali

Selisih Transaksi dengan Pihak NonPengendali Merupakan selisih lebih dari jumlah
yang dibayarkan untuk membeli saham dari pemegang saham nonpengendali dengan nilai
tercatat kepentingan nonpengendali yang disesuaikan.

Gudang Garam memiliki total Selisih Transaksi dengan Pihak NonPengendali pada 31
Desember 2015 dan 31 Desember 2014 masing masing sebesar Rp 15.250 juta dan 13.109
juta.

4. Saldo Laba Dicadangkan dan Belum Dicadangkan

Saldo Laba yang telah dicadangkan oleh Gudang Garam untuk tahun 2015 dan 2014
adalah Rp 200.000 juta. Sedangkan saldo laba yang belum dicadangkan untuk tahun 2015
dan 2014 masing masing sebesar Rp 36.699.588 juta dan Rp 31.797.522 juta.

16
Hasil Analisa

Saldo laba yang telah dicadangkan oleh Gudang Garam telah memenuhi persyaratan
dalam undang undang perseroan terbatas yaitu sebesar Rp 200.000 juta. Pada akhir tahun
2015, saldo laba yang belum dicadangkan perusahaan mengalami peningkatan sebesar Rp
4.902.066 juta atau 15,42 persen dari akhir tahun 2014. Hal ini dikarenakan adanya
peningkatan profit perusahaan dari akhir tahun 2014.

5. Kepentingan nonpengendali

PT Gudang Garam memiliki kepentingan nonpengendali untuk tahun 2015 dan 2014
masing masing sebesar Rp 107.827 juta dan Rp 134.246 juta atau mengalami penurunan
sebesar Rp 26.419 juta atau 19,68 %. Hal ini dikarenakan adanya pembelian kembali saham
dari kepentingan non pengendali sebesar Rp 17.044 juta

Kesimpulan Analisa Ekuitas : Ekuitas Perseroan meningkat dari tahun 2014 Rp 33.000.157
juta sampai tahun 2015 menjadi Rp 38.007.909 juta atau sekitar 14,71 persen. Peningkatan
ekuitas ini berasal dari penambahan retained earnings perusahaan.

PT Gudang Garam TBK pada tahun 2014 memiliki total ekuitas sebesar Rp 33.134.403 juta
yang terdiri dari ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp
33.000.157 juta dan kepentingan non pengendali sebesar Rp 134.246 juta. Sedangkan untuk
tahun 2015 total ekuitas sebesar Rp 38.007.909 juta yang terdiri dari ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 37.900.082 juta dan kepentingan
pengendalian non pengendali sebesar Rp 107.827 juta.

2.4 Analisa Rasio Likuiditas dan Solvabilitas Pada PT Gudang Garam Tbk

2.4.1 Analisa Rasio Likuiditas


Rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
financial jangka pendek atau yang segera jatuh tempo. Rasio likuiditas dapat dihitung
berdasarkan informasi modal kerja pos-pos aktiva lancar dan hutang lancar. Beberapa jenis
rasio likuiditas dan rumus perhitungannya dapat dilihat sebagai berikut :

17
1. Current Ratio

Current ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar


kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang dimilikinya. Rumus untuk
menghitung current rasio adalah sebagai berikut :

Current Assets
Current Ratio = Current Liabil ities x 100 %

Rp38.532 .600.000 .000


Current Ratio 2014 = Rp 23.783 .134 .000.000 x 100 %

= 162,02 %

Rp 42.568 .431 .000.000


Current Ratio 2015 = Rp 24.045 .086 .000.000 x 100 %

= 177,04 %

Hasil Analisa : Berdasarkan hasil perhitungan terlihat bahwa current ratio perusahaan
mengalami kenaikan sebesar 15,02 % dari tahun 2014 sebesar 162,02 % menjadi 177,04 %
pada tahun 2015. Rasio ini menunjukkan bahwa setiap Rp 1,00 kewajiban lancar dijamin oleh
Rp 1,6202 aktiva lancar pada tahun 2014 dan Rp 1,7704 pada tahun 2015. Sehingga dapat
disimpulkan, bahwa kenaikan Current Ratio ini menunjukkan perusahaan memiliki kinerja
yang baik karena perusahaan masih mampu untuk membayar kewajiban jangka pendeknya
dengan aktiva lancar yang dimiliki.

2. Cash Ratio

Cash Ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar


kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih liquid (liquid assets).
Rumusannya adalah sebagai berikut :

Cash+ Efek
Cash Ratio = Current Liabilities x 100 %

Rp1.588 .110 .000 .000


Cash ratio 2014 = Rp 23.783 .134 .000.000 x 100 %

18
= 6,68 %

Rp 2.725 .891.000 .000


Cash ratio 2015 = Rp 24.045 .086.000 .000 x 100 %

= 11,37 %

Hasil Analisa : Di dalam perhitungan ini, perusahaan hanya menggunakan kas dan bank
karena perusahaan tidak memiliki aktiva lancar yang bisa segera menjadi uang kas atau efek.
Dari hasil perhitungan terlihat bahwa cash ratio mengalami peningkatan dari tahun 2014
sebesar 6,68% menjadi 11,37% pada tahun 2015. Rasio ini menunjukkan bahwa setiap
Rp.1,00 kewajiban lancar dijamin pembayaran oleh aktiva likuid yaitu kas sebesar Rp 0,0668
pada tahun 2014, Rp 0,1137 pada tahun 2015. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kenaikan
Cash Ratio perusahaan yang tidak begitu signifikan menunjukkan kondisi perusahaan dalam
keadaan yang tidak begitu likuid menunjukkan peningkatan kinerja perusahaan yang tidak
terlalu baik karena perusahaan kurang mampu untuk membayar kewajiban lancarnya dengan
aktiva likuid (kas) yang dimiliki.

2.4.2 Analisa Rasio Solvabilitas


Rasio Solvabilitas adalah rasio yang menunjukan besarnya aktiva sebuah perusahaan
yang didanai dengan hutang. Artinya, seberapa besar beban utang yang ditanggung oleh
perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Rasio ini merupakan ukuran yang menunjukan
kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun
jangka panjang. Perusahaan yang memiliki rasio solvabilitas yang tinggi memiliki risiko
kerugian yang lebih besar daripada perusahaan dengan rasio solvabilitas yang rendah. Standar
yang digunakan oleh Campbell Soup Company untuk mengukur rasio solvabilitas
perusahaan.

Debt to Asset Ratio 16 36 Sangat Baik


37 57 Baik
58 78 Cukup Baik
79 99 Kurang Baik
>100 Buruk
Debt to Equity Ratio 16 36 Sangat Baik
37 57 Baik
58 78 Cukup Baik
79 99 Kurang Baik
>100 Buruk

19
Berikut ini adalah rasio rasio yang digunakan:

1. Debt to Asset Ratio (DAR)

Rasio ini menunjukan nilai relatif antara nilai total hutang terhadap total aktiva. Rasio
ini menunjukan seberapa besar pendanaan perusahaan yang dibiayai oleh hutang dalam total
aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Semakin besar rasionya, maka semakin besar
pendanaan hutang pada aset perusahaan. Formula untuk menghitung DAR adalah sebagai
berikut :

Total debt
DAR = Total Assets x 100%

Rp 25.099 .875.000 .000


DAR 2014 = Rp 58.234 .278 .000.000 x 100%

= 43,10 %

Rp 25.497 .504 .000 .000


DAR 2015 = Rp63.505 .413 .000.000 x 100%

= 40,15 %

Hasil Analisa : Pada tahun 2014 rasio DAR perusahaan sebesar 43,10 persen, hal ini
menunjukan bahwa kreditur mendanai perusahaan sebesar 43,10 persen dari total aktiva yang
dimiliki oleh perusahaan. Sedangkan pada tahun 2015 rasio DAR perusahaan sebesar 40,15
persen, hal ini menunjukan bahwa kreditur mendanai perusahaan sebesar 40,15 persen dari
total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Berdasarkan standar yang digunakan oleh
Campbell Soup Company, maka DAR Gudang Garam pada tahun 2014 dan 2015 dapat
dikatakan BAIK. Penurunan rasio DAR dari tahun 2014 ke 2015 ini menunjukan bahwa
adanya penurunan pendanaan hutang pada aset perusahaan meskipun tidak terlalu tinggi,
namun hal ini tentunya akan menurunkan risiko finansial perusahaan dalam mengembalikan
pinjaman.

2. Debt to Equity Ratio (DER)

20
Merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini dicari
dengan cara membandingkan antara seluruh utang, termasuk utang lancar dengan seluruh
ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam
(kreditor) dengan pemilik perusahaan. Dengan kata lain, rasio ini berfungsi untuk mengetahui
setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang. Berikut ini formulanya :

Total debt
DER = Total Equity x 100%

Rp 25.099 .875.000 .000


DER 2014 = Rp 33.134 .403 .000.000 x 100%

= 75,75 %

Rp 25.497 .504 .000 .000


DER 2015 = Rp 38.007 .909 .000.000 x 100%

= 67,08 %

Hasil Analisa : Dari hasil perhitungan terlihat bahwa Total Debt to Equity Ratio tahun 2014
sebesar 75,75% mengalami penurunan pada tahun 2015 menjadi 67,08%. Rasio ini
menunjukkan bahwa pada tahun 2014 sebesar 75,75% modal (ekuitas perusahaan) menjadi
jaminan utang dan pada tahun 2015 sebesar 67,08% modal (ekuitas perusahaan) menjadi
jaminan utang . Berdasarkan standar yang digunakan oleh Campbell Soup Company, maka
DER Gudang Garam pada tahun 2014 dan 2015 dapat dikatakan CUKUP BAIK. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa penurunan Total Debt to Equity Ratio menunjukkan kinerja
perusahaan yang cukup baik karena perusahaan menanggung resiko finansial yang semakin
kecil.

3. Long Term Debt to Equity Ratio

Long term debt to equity ratio merupakan rasio antara utang jangka panjang dengan
modal sendiri. Tujuannya adalah untuk mengukur berapa bagian dari setiap rupiah modal
sendiri yang dijadikan jaminan utang jangka panjang dengan cara membandingkan antara
utang jangka panjang dengan modal sendiri yang disediakan oleh perusahaan. Berikut
formulanya :

21
Long term debt
Long Term Debt to Equity Ratio = Equity x 100 %

Rp 0
Long Term Debt to Equity Ratio 2014 = Rp 33.000 .157 .000.000 x 100 %

=0%

Rp 0
Long Term Debt to Equity Ratio 2015 = Rp 38.007 .909.000 .000 x 100 %

=0%

Hasil Analisa : Dari hasil perhitungan terlihat bahwa Long Term Debt to Equity Ratio pada
tahun 2014 dan 2015 sebesar 0%. Rasio ini menunjukkan bahwa pada tahun 2014 dan 2015
sebesar 0% modal (ekuitas perusahaan) menjadi jaminan pinjaman jangka panjang
perusahaan. Dengan kata lain, PT Gudang Garam Tbk tidak memiliki pinjaman jangka
panjang dalam kurun waktu tersebut.

Hasil Analisa Rasio Likuiditas dan Solvabilitas

Alat Analisis Tahun 2014 Tahun 2015 Perubahaan dari


tahun 2015 terhadap
tahun 2014
Rasio Likuiditas
1. Current Ratio 162,02 % 177,04 % 15,02 %
2. Cash Ratio 6,68 % 11,37 % 4,69 %
Rasio Solvabilitas
1. Debt to Asset 43,10 % 40,15 % - 2,95 %
Ratio
2. Debt to Equity 75,75 % 67,08 % - 8,67 %
Ratio
3. Long term debt to 0 % 0% 0%
Equity Ratio

22
BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
PT Gudang Garam Tbk tidak mempunyai leasing baik operating lease maupun
financial lease. Pada akhir tahun 2015, total liabilitas Gudang Garam mengalami peningkatan
sebesar Rp 397.629 juta atau 1,58 % dari akhir tahun 2014. Tingkat peningkatan liabilitas ini
tidak begitu signifikan dari akhir tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan perusahaan tidak
memiliki liabilitas pinjaman jangka panjang ke lembaga lembaga keuangan. Liabilitas
jangka pendek mengalami peningkatan sebesar Rp 261.952 juta atau 1,1 %, sedangkan
liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan sebesar Rp 135.677 juta 10,30%. Proporsi
liabilitas perusahaan pada tahun 2015 terdiri dari liabilitas jangka pendek 94,30 persen dan
liabilitas jangka panjang 5,70 persen. Sedangkan Proporsi liabilitas perusahaan pada tahun
2014 terdiri dari liabilitas jangka pendek 94,75 persen dan liabilitas jangka panjang 5,25
persen, dimana proporsi pos liabilitas yang paling tinggi berada pada pos pinjaman jangka
pendek yang memiki proposi tahun 2015 dan 2014 masing masing sebesar 80,64 % dan
72,56 % terhadap total liabilitas. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam jangka pendek, harus
tersedianya dana yang cukup untuk membayar pokok beserta pinjamannya kepada bank
bank terkait, hal ini tentunya juga akan meningkatkan risiko likuiditas perusahaan.

Ekuitas Perseroan meningkat dari tahun 2014 Rp 33.000.157 juta sampai tahun 2015
menjadi Rp 38.007.909 juta atau sekitar 14,71 persen. Peningkatan ekuitas ini berasal dari
penambahan retained earnings perusahaan. PT Gudang Garam TBK pada tahun 2014
memiliki total ekuitas sebesar Rp 33.134.403 juta yang terdiri dari ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 33.000.157 juta dan kepentingan non
pengendali sebesar Rp 134.246 juta. Sedangkan untuk tahun 2015 total ekuitas sebesar Rp
38.007.909 juta yang terdiri dari ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas

23
induk sebesar Rp 37.900.082 juta dan kepentingan pengendalian non pengendali sebesar Rp
107.827 juta.

Berdasarkan hasil perhitungan terlihat bahwa current ratio perusahaan mengalami kenaikan
sebesar 15,02 % dari tahun 2014 sebesar 162,02 % menjadi 177,04 % pada tahun 2015. Rasio
ini menunjukkan bahwa setiap Rp 1,00 kewajiban lancar dijamin oleh Rp 1,6202 aktiva
lancar pada tahun 2014 dan Rp 1,7704 pada tahun 2015. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa
kenaikan Current Ratio ini menunjukkan perusahaan memiliki kinerja yang baik karena
perusahaan masih mampu untuk membayar kewajiban jangka pendeknya dengan aktiva
lancar yang dimiliki. Sedangkan cash ratio mengalami peningkatan dari tahun 2014 sebesar
6,68% menjadi 11,37% pada tahun 2015. Rasio ini menunjukkan bahwa setiap Rp.1,00
kewajiban lancar dijamin pembayaran oleh aktiva likuid yaitu kas sebesar Rp 0,0668 pada
tahun 2014, Rp 0,1137 pada tahun 2015. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kenaikan Cash
Ratio perusahaan yang tidak begitu signifikan menunjukkan kondisi perusahaan dalam
keadaan yang tidak begitu likuid menunjukkan peningkatan kinerja perusahaan yang tidak
terlalu baik karena perusahaan kurang mampu untuk membayar kewajiban lancarnya dengan
aktiva likuid (kas) yang dimiliki.

Pada tahun 2014 rasio DAR perusahaan sebesar 43,10 persen, hal ini menunjukan bahwa
kreditur mendanai perusahaan sebesar 43,10 persen dari total aktiva yang dimiliki oleh
perusahaan. Sedangkan pada tahun 2015 rasio DAR perusahaan sebesar 40,15 persen, hal ini
menunjukan bahwa kreditur mendanai perusahaan sebesar 40,15 persen dari total aktiva yang
dimiliki oleh perusahaan. Berdasarkan standar yang digunakan oleh Campbell Soup
Company, maka DAR Gudang Garam pada tahun 2014 dan 2015 dapat dikatakan BAIK.
Penurunan rasio DAR dari tahun 2014 ke 2015 ini menunjukan bahwa adanya penurunan
pendanaan hutang pada aset perusahaan meskipun tidak terlalu tinggi, namun hal ini tentunya
akan menurunkan risiko finansial perusahaan dalam mengembalikan pinjaman. Sedangkan
Total Debt to Equity Ratio tahun 2014 sebesar 75,75% mengalami penurunan pada tahun
2015 menjadi 67,08%. Rasio ini menunjukkan bahwa pada tahun 2014 sebesar 75,75%
modal (ekuitas perusahaan) menjadi jaminan utang dan pada tahun 2015 sebesar 67,08%
modal (ekuitas perusahaan) menjadi jaminan utang . Berdasarkan standar yang digunakan
oleh Campbell Soup Company, maka DER Gudang Garam pada tahun 2014 dan 2015 dapat
dikatakan CUKUP BAIK. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penurunan Total Debt to
Equity Ratio menunjukkan kinerja perusahaan yang cukup baik karena perusahaan
menanggung resiko finansial yang semakin kecil. Selain itu, dari hasil perhitungan terlihat

24
bahwa Long Term Debt to Equity Ratio pada tahun 2014 dan 2015 sebesar 0%. Rasio ini
menunjukkan bahwa pada tahun 2014 dan 2015 sebesar 0% modal (ekuitas perusahaan)
menjadi jaminan pinjaman jangka panjang perusahaan. Dengan kata lain, PT Gudang
Garam Tbk tidak memiliki pinjaman jangka panjang dalam kurun waktu tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

John J. Wild., K,R. Subramanyam., dan Robert F. Halsey. (2007). Financial Statement
Analysis. 9 edition. McGraw-Hill

25