Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Homeostasis merupakan salah satu konsep yang paling penting dalam
biologi, di mana Homeostasis merupakan kemampuan suatu organisme dalam
mengatur dan menjaga keseimbangan lingkungan internalnya di bawah
pengaruh perubahan lingkungan eksternalnya. Pengaturan keseimbangan ini
dapat mempengaruhi fungsi-fungsi sel hingga sistem organ dari suatu
organisme.

Semua organisme hidup berusaha untuk homeostasis. Ketika


homeostasis terganggu (misalnya sebagai respon terhadap stressor), tubuh
mencoba untuk mengembalikannya dengan menyesuaikan satu atau lebih
proses fisiologis dari mulai pelepasan hormon-hormon sampai reaksi fisik
seperti berkeringat atau terengah-engah. Sebagai contoh sederhana dari
homeostasis, tubuh manusia menggunakan beberapa proses untuk mengatur
suhu agar tetap dalam rentang yang optimal untuk kesehatan. Kenaikan atau
penurunan suhu tubuh mencerminkan ketidakmampuan untuk
mempertahankan homeostasis, dan masalah terkait. Stres berat atau lama
dapat menyebabkan ketidakseimbangan parah kondisi keseimbangan ini. Hal
ini dapat menyebabkan tidak hanya tekanan psikologis tetapi juga gangguan
psikosomatis.
B. Rumusan Masalah

1. Apakah yang dimaksud Homeostasis?


2. Apa saja Macam-macam Homeostasis?
3. Apa saja Jenis Keadaan Konstan dalam Homeostasis?
4. Bagaimana Siklus Homeostasis dalam Manusia?

C. Tujuan
1. Untuk Mengetahui Pengertian Homeostasis
2. Untuk Mengetahui Macam-macam Homeostasis
3. Untuk Mengetahui Jenis Keadaan Konstan dalam Homeostasis
4. Untuk Mengetahui Siklus Homeostasis dalam Manusia

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Homeostasis
Homeostasis adalah suatu kondisi keseimbangan internal yang ideal, di mana
semua sistem tubuh bekerja dan berinteraksi dalam cara yang tepat untuk memenuhi
semua kebutuhan dari tubuh. Homeostasis dipertahankan oleh mekanisme fisiologis
yang mengontrol fungsi tubuh dan memantau organ tubuh. Dubos (1965)
mengemukakan pandangan lebih lanjut ke sifat dinamis respons-respons tersebut. Dia
mengatakan bahwa ada dua konsep yang saling mengisi : homestasis dan adaptasi.
Homeostasis menekankan pada perlunya penyesuaian yang harus segera dilakukan
tubuh untuk menjaga komposisi internal selalu dalam batas yang bisa diterima,
sedangkan adaptasi lebih menekankan pada penyesuaian yang berkembang sesuai
berjalannya waktu. Dubos juga menekankan bahwa ada batasan respon terhadap
stimuli yang dapat diterima dan bahwa respon tersebut bisa berbeda pada setiap
individu. Baik homestasis maupun adaptasi dangat diperlukan untuk dapat bertahan
dalam dunia yang selalu berubah.

Contoh homeostasis yang ringkas misal apabila cuaca panas,sistem kulit akan
merespon mengeluarkan keringat melalui kelenjar keringat pada epidermis kulit
untuk mencegah suhu darah meningkat, pembuluh darah akan mengembang untuk
mengeluarkan panas disekitarnya, hal ini juga menyebabkan kulit berwarna merah.

B. Macam-macam Homeostasis
1. Homeostasis Fisiologis
Homeostasis fsiologis yang terdapat didalam tubuh manusia dapat
dikendalikan oleh sistem endokrin dan saraf otonom.prosesnya terjadi melalui empat
proses antara lain:

a.Pengaturan Dini
Sistem terjadi secara otomatis pada orang sehat. Contohnya proses
pengaturan fingsi organ tubuh.
b.Kompensasi
Tubuh akan cenderung beraksi terhadap ketidakstabilan yang terjadi
didalamnya. Misalnya apabila secara tiba-tiba lingkungan menjadi dingin,
maka pembuluh darah perifer akan mengalami konstriksi dan merangsang
pembuluh darah bagian dalam untuk meningkatkan kegiatan(mengigil) yang
dapat menghasilkan panas sehingga suhu tubuh tetap stabil, pelebaran pupil
untuk meningkatkan presepsi visual pada saat terjadi ancaman terhadap tubuh,
dan peningkatan keringat untuk mengontrol kenaikan suhu tubuh.

c.Umpan balik negative


Proses ini merupakan penyimpanan dari keadaan normal. Dalam
keadaan abnormal, tubuh secara oomatis akan melakukan umpan balik untuk
menyeimbangkan penyimpanan yang terjadi.

d.Umpan balik untuk mengkoreksi ketidakseimbangan fisiologis


Contoh apabila seseorang mengalami hipoksia akan terjadi proses
peningkatan denyut jantung untuk membawa darahdan oksigen yang cukup
kesel tubuh.

2. Homeostasis Psikologis
Berfokus pada keseimbangan emosional dan kesejahteraan mental. Proses ini
didapat dari pengalaman hidup dan interaksi dengan orang lain serta dipengaruhi oleh
norma dan budaya masyarakat . Contohnya adalah mekanisme pertahanan (koping)
diri seperti menangis berteriak,tertawa,memukul,dan lain-lain,jadi proses homeostasis
pada intinya adalah keseimbangan dalam tubuh.

C. Jenis Keadaan Konstan dalam Homeostasis


Jenis keadaan konstan dalam homeostasis dibagi menjadi 2 :
1. Sistem tertutup - Keseimbangan statis
Di mana keadaan dalam yang tidak berubah seperti botol tertutup.
2. Sistem terbuka - Keseimbangan dinamik
Di mana keadaan dalam yang konstan walaupun sistem ini terus berubah
contohnya seperti sebuah kolam di dasar air terjun.

D. Siklus Homeostasis dalam manusia


Sel-sel tubuh pada organisme multiseluler seperti manusia hanya akan bisa
bertahan hidup bila cairan ekstrasel yang ada di sekeliling mereka memungkinkan
kehidupan mereka. Komposisi kimiawi dan keadaan fisik lingkungan internal ini
harus senantiasa dipelihara dalam batas-batas yang ketat. Setiap sel membutuhkan
nutrisi dan oksigen, oleh karena itu bahan-bahan esensial ini harus terus tersedia dan
dipasok. Demikian pula halnya dengan zat-zat sisa yang terus-menerus diproduksi,
harus selalu dikeluarkan agar tidak mencapai ambang kadar toksik bagi lingkungan
internal. Selain itu aspek lain semisal suhu dan pH harus senantiasa dijaga dalam
kondisi konstan. Pemeliharaan lingkungan internal yang relatif stabil ini disebut
homeostasis (homeo berarti sama dan stasis berarti tetap).

Fungsi-fungsi yang dilakukan oleh setiap sistem tubuh memberi kontribusi


bagi homeostasis sehingga lingkungan internal di dalam tubuh ini dapat
dipertahankan untuk kelangsungan hidup dan fungsi semua sel. Sel-sel sebaliknya
membentuk sistem tubuh. Telah disebutkan sebelumnya bahwa lingkungan internal
harus dijaga relatif stabil tidak berarti bahwa komposisi kimiawi, suhu, pH dan
karakteristik lainnya sama sekali tidak berubah. Kenyataannya, baik faktor eksternal
maupun internal senantiasa secara terus-menerus mengancam untuk mengganggu
homeostasis. Bila suatu faktor mulai menggerakkan lingkungan internal menjauhi
kondisi optimal, maka sistem-sistem tubuh akan mulai pula melakukan reaksi
tandingan yang sesuai untuk memperkecil perubahan tersebut.
Homeostasis bukanlah suatu keadaan kaku tetap, tetapi lebih bersifat stabil
dinamik dimana perubahan-perubahan yang terjadi diminimalisir oleh respon-respon
fisiologis kompensatorik. Dinamik di sini dimaksudkan bahwa setiap faktor yang
diatur secara homeostasis ditandai oleh perubahan yang terus-menerus, sedangkan
stabil menunjukkan bahwa perubahan-perubahan ini tidak menyimpang jauh dari
tingkat konstan atau tetap. Fluktuasi-fluktuasi kecil di sekitar tingkat optimal untuk
setiap faktor dalam lingkungan internal secara normal dijaga oleh suatu mekanisme
yang diatur secara ketat, dalam batas-batas sempit yang memungkinkan
berlangsungnya kehidupan.
Perlu diketahui bahwa sebagian mekanisme kompensasi sebagaimana yang
telah disebutkan sebelumnya adalah respon segera sesaat setelah situasi yang
menggeser suatu faktor dalam lingkungan internal menjauhi tingkat yang diinginkan,
sementara sebagian lainnya adalah adaptasi jangka panjang yang berlangsung sebagai
respons terhadap rangsapajanan berulang atau berkepanjangan ke situasi-situasi yang
mengganggu homeostasis. Adaptasi jangka panjang membuat tubuh menjadi lebih
efisien dalam menanggapi tantangan yang berulang dan terus-menerus.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

B. Saran