Anda di halaman 1dari 26

BAB Kapasitansi

3
3.1. Defenisi Kapasitansi

Kapasitansi adalah muatan per satuan beda potensial , yaitu:

Q
C [ Farad ]....................................................................(3.1)
V
Dimana:
Q = muatan [ Coulomb ]
V = bedapotensial [ Volt ]

3.2. Medan Listrik Sepanjang Konduktor Bermuatan

Misalkan konduktor mempunyai muatan q coulomb per meter dan


panjangnya adalah l seperti ditunjukkan dalam Gambar 3.1. Disepanjang konduktor
bermuatan akan dibangkitkan fluksi listrik yang arahnya radial dari pusat konduktor
menembus dinding konduktor. Jika rapat fluksi listrik pada jarak x dari pusat
konduktor adalah D maka menurut hukum Gauss besarnya muatan total konduktor
adalah:

Q D dA [ Coulomb ]..........................................................(3.2)

Q D A D 2 x l (3.3)

Dari sini diperoleh rapat fluksi :

Q
D .........................................................................................(3.4)
2xl

1
Dimana:
2
D = Rapat fluksi pada jarak x [ Coulomb / m ]
2
dA = elemen luas permukaan silinder pada jarak x [ m ]

Jika muatan persatuan panjang adalah q maka , sehingga diperoleh rapat fluksi
sebagai berikut:
q
D [Coulomb / m 2 ] (3.5)
2x
Medan listrik sepanjang konduktor pada jarak x dari konduktor adalah:
D D
Ex [ V / m ].(3.6)
0 r 0
Substitusi Persamaan (3.5) ke Persamaan (3.6), diperoleh medan listrik sepanjang
konduktor adalah:
q
Ex [V / m] ............................................................(3.7)
2 0 x

Dimana: r 1 : permeabilitas relatif udara

0 8,85 x10 12 [ Farad / m]

Gambar 3.1 Medan listrik E pada jarak x dari pusat konduktor

2
3.3. Beda potensial antara dua titik

Apabila ada suatu konduktor bermuatan seperti Gambar 3.2, maka akan
terjadi beda potensial antara dua titik disekitar konduktor tersebut. Beda potensial
antara dua titik adalah sama dengan energi dalam joule per coulomb yang dibutuhkan
untuk memindahkan satu muatan positip dari titik yang rendah ketitik yang lebih
tinggi potensialnya.
Misalkan suatu konduktor bermuatan positip yang berjarak D1 dan D2 dari
titik X 1 dan X 2 . Medan listrik pada jarak x besarnya adalah sama dengan E x
yang ditunjukkan Persamaan (3.7), maka beda potensial antara titik X 1 dan X 2
adalah:
V12 E x dx

D2
q
2 x dx
D1
0

V12
q
ln x DD 2

2 0 1

q D
ln 2 [Volt ] ............................................(3.8)
2 0 D1

Gambar.3.2 Beda potensial antara titik X 1 dan X 2 yang disebabkan


oleh konduktor bermuatan q.

3
3.4. Kapasitansi pada saluran transmisi satu phasa

Misalkan saluran transmisi satu phasa seperti Gambar 3.3, yaitu terdiri dari 2
konduktor a dan b masing-masing bermuatan qa dan qb.

Gambar 3.3. Saluran transmisi satu phasa masing konduktor bermuatan

Beda potensial antara konduktor a dan b yang disebabkan muatan qa adalah:


qa D
Vab (qa ) ln ...........................................................................(3.8)
2 0 ra
Beda potential antara konduktor a dan b yang disebabkan muatan qb adalah:

qb r
Vab (qb ) ln b ............................................................................(3.9)
2 0 D
Beda potensial yang disebabkan kedua muatan qa dan qb adalah:

Vab Vab (qa ) Vab (qb ) .................................................................(3.10)

Substitusi Persamaan (3.8) dan (3.9) ke Persamaan (3.10), diperoleh:

qa D q r
Vab ln b ln b (3.11)
2 0 ra 2 0 D

Sedangkan qb = - qa , jadi pesamaan (3.11) diatas menjadi sebagai berikut:

qa D q r
Vab ln a ln b
2 0 ra 2 0 D

qa D2
Vab ln (3.12)
2 0 ra rb

4
Kapasitansi line to line adalah:

qa
Cab
Vab

2 0
Cab
D2
ln
ra rb

2 0
Cab ...(3.13)
D
2 ln
ra rb

Jika kedua konduktor identik, jari-jari konduktor adalah sama ra = rb = r , maka


persamaan diatas dapat ditulis sbb :

2 0
Cab [ F/m/line to line ](3.14)
D
2 ln
r
Jika satuan panjang dalam satuan mile dan ln diubah menjadi log , yaitu:

1 mile = 1609 m
ln = 2,3 log

maka persamaan diatas menjadi sebagai berikut:

0,0388
Cab [ F / mile / line to line ]...................................(3.15)
D
2 ln
r

5
3.5. Kapasitansi per konduktor kenetral

Kapasitansi konduktor-a kenetral dan kapasitansi konduktor-b kenetral akan


terhubung secara seri bila saluran transmisi satu phasa menggunakan transformator
center-tap, seperti Gambar 3.4 berikut.

Gambar 3. 4 Kapasitansi perkonduktor kenetral

Kapasitansi perkonduktor kenetral adalah dua kali kapasitansi line to line yaitu:

Can Cbn Cn 2Cab ...............................(3.16)

Substitusi Persamaan (3.15) ke Persamaan (3.16), diperoleh kapasitansi line ke netral


seperti persamaan (3.17).

0,0388
Cn [ F / mile / konduktor ke netral ] ..............(3.19)
D
ln
r
3.6 Reaktansi kapasitif saluran transmisi satu phasa

Reaktansi kapasitif per konduktor ke netral adalah:

1
XC ......................................................................................(3.20)
2 f Cn
Substitusi Persamaan (3.19) ke Persamaan (3.20) diperoleh reaktansi kapasitif ke
netral seperti Persamaan (3.21).
1
XC
0,0388
2 f 10 - 6
D
log
r
4,093 6 D
XC 10 log [.mile / konduktor ke netral ] ...........(3.21)
f r

6
3.7 Reaktansi kapasitif dalam tabel

Besarnya reaktansi kapasitif untuk berbagai jenis konduktor dapat juga dilihat
dalam Tabel 2.1 dan 2.3.
Tabel tersebut dibuat berdasarkan Persamaan (3.21), dimana Persamaan (3.21) ini
diuraikan menjadi dua bagian, bagian yang pertama menyatakan reaktansi kapasitif
yang hanya tergantung pada jenis konduktor dan bagian yang kedua menyatakan
reaktansi kapasitif yang hanya tergantung pada faktor jarak konduktor. Jadi bila
Persamaan (3.21) diuraikan menjadi dua bagian, maka diperoleh:

4,093 6 1 4,093 6
XC 10 log 10 log D .....................................(3.22)
f r f

X C X a1 X 1d ..(3.23)

Dimana:
4,093 6 1
X a1 10 log .(3.24)
f r
4,093 6
X d1 10 log D ........................................................................(3.25)
f
Dimana:

X 1a Shunt capacitive reactance at 1 ft spacing, diperoleh dari Tabel 2.1

X 1d Shunt capacitive reactance spacing factor, diperoleh dari Table 2.3

7
Soal 3.1

Hitunglah reantansi kapasitif perkonduktor keneral dari saluran tramsimi 1


phasa pada frekwensi 60 Hz (377 rad/det ). Diameter konduktor = 0,368 in dan jarak
antara konduktor (spacing) 18 ft.

Jawab :

Prosedur Perhitungan:

Reaktansi kapasitif per konduktor ke netral dihitung menggunakan Persamaan (3.21)


adalah:

Jari-jari konduktor : r = 0,368/(2 x 12) = 0,0153 ft

4,093 6 D
XC 10 log
f r

4,093 6 18
XC 10 log 0,21x106
60 0,0153

X C 0,21x106 [ .mile / konduktor ke netral ]

8
3.8 Beda Potensial Antara Dua Konduktor
Dalam Satu Group Konduktor Bermuatan

Misalkan satu group konduktor yang terdiri dari m buah konduktor yang
bermuatan masing-masing yaitu qa , qb , qc , ...., qm , seperti ditunjukkan pada
Gambar 3.5, dimana perjumlahan semua muatan sama dengan nol, yaitu:

qa qb qc ... qm 0 ......................................................(3.26)

Gambar 3.5 Satu group konduktor bermuatan

Beda potensial antara konduktor-a dan b yang disebabkan muatan qa :


qa D
Vab (qa ) ln ab ..........................................................(3.27)
2 0 ra
Beda potensial antara konduktor-a dan b yang disebabkan muatan qb :
qb r
Vab (qb ) ln b ..........................................................(3.28)
2 0 Dba
Beda potensial antara konduktor-a dan b yang disebabkan muatan qc :
qc D
Vab (qc ) ln cb ..........................................................(3.29)
2 0 Dca
Beda potensial antara konduktor-a dan b yang disebabkan muatan qm :

qm D
Vab (qm ) ln mb ........................................................(3.30
2 0 Dma

9
Maka beda potensial antara konduktor-a dan konduktor-b yang disebabkan semua
muatan adalah:

Vab Vab (q a ) Vab (qb ) Vab (qc ) ... Vab (q m )


1 D r D D
Vab q a ln ab qb ln b qc ln cb ... q m ln mb ....................(3.31)
2 0 ra Dba Dca Dma
Dengan cara yang sama dapat juga dihitung tegangan antara konduktor-a dan
konduktor-c yaitu:
1 D D r D
Vac q a ln ac qb ln bc qc ln c ... q m ln mc ....................(3.32)
2 0 ra Dba Dca Dma
Seterusnya tegangan antara kondutor-a dan konduktor-m yaitu:
1 D D D r
Vam q a ln am qb ln bm qc ln cm ... q m ln m .................(3.33)
2 0 ra Dba Dca Dma

3.9 Kapasitansi pada saluran transmisi 3 phasa


dengan jarak konduktor sama

Susunan konduktor pada saluran transmisi tiga phasa dengan jarak konduktor
yang sama ditunjukkan seperti Gambar 3.6. Masing-masing konduktor mempunyai
muatan qa,qb dan qc dimana perjumlahan muatan-muatan pada sistem 3 phasa yang
seimbang adalah nol yaitu:
qa qb qc 0 ............................................................(3.34)

qb qc q a .................................................................(3.35)

D D

a c
D

Gambar.3.6 Saluran transmisi 3 phasa dengan jarak konduktor sama


masing-masing bermuatan

10
Dengan menggunakan Persamaan (3.31), dapat ditentukan beda potential
antara dua konduktor dalam satu group konduktor, dimana satu group terdiri dari 3
buah konduktor.

Beda potensial antara konduktor-a dan b adalah:


1 D r D
Vab q a ln ab qb ln b qc ln cb
2 0 ra Dba Dca

1 D r D
Vab q a ln ab qb ln q c ln
2 0 r D D

1 D r
Vab q a ln ab qb ln ..........................................................(3.36)
2 0 r D

Beda potensial antara konduktor-a dan c adalah:

1 D D r
Vac q a ln ac qb ln bc qc ln c
2 0 ra Dba Dca

1 D D r
Vac q a ln qb ln qc ln
2 0 r D D
1 D r
Vac q a ln qc ln .............................................................(3.37)
2 0 r D
Kemudian jumlahkan beda potensial Vab dan Vac sebagai berikut ini:
1 D r
Vab Vac 2q a ln (qb qc ) ln .......................................(3.38)
2 0 r D
Diagram phasor sistem tiga phaha seimbang adalah seperti Gambar 3.7,
dimana tegangan phasa-a kenetral sebagai referensi, maka dari diagram phasor
Gambar 3.7 dapat dituliskan:

Van Van 0 ...........................................................................................(3.39)


1
Vab Van 3 30 Van 3 3 j 0,5 .............................................(3.40)
2
1
Vac Van 3 30 Van 3 3 j 0,5 ..........................................(3.41)
2

11
Jumlahkan tegangan Vab dan Vac :

1 1
Vab Vac Van 3 3 j 0,5 3 j 0,5
2 2
1 1
Vab Vac Van 3 3 3
2 2
Vab Vac Van 3 3
Vab Vac 3Van ..........................................................................(3.42)

Gambar 3.7 Diagram phasor tegangan sistem 3 phasa yang seimbang

Substitusi Persamaan (3.35) dan (3.42) ke Persamaan (3.38), maka diperoleh:

1 D r
3Van 2q a ln q a ln
2 0 r D
3q a D
3Van ln
2 0 r
qa D
Van ln ......................................................................................(3.43)
2 0 r
Dari Persamaan (3.43) diperoleh kapasitansi antara phasa-a atau konduktor-a
kenetral sebagai berikut:
q
C an a
Van
2 0
C an ( F/m/kond ke netral ).......................................(3.44)
D
ln
r

12
Atau dalam bentuk "log":

0,0388
C an ( F /mile / kond kenetral )...................................(3.4
D
log
r

Pada saluran transmisi 3 phasa dengan jarak konduktor yang sama, besar
induktansi perkonduktor kenetral adalah sama besar yaitu :

C an Cbn C cn C n

0,0388
Cn ( F /mile / kond kenetral )..............................(3.46)
D
log
r

3.10 Kapasitansi pada saluran transmisi 3 phasa


dengan jarak konduktor yang tidak sama

Pada saluran transimisi 3 phasa yang mempunyai susunan konduktor dengan


jarak konduktor tidak sama, besarnya kapasitansi per konduktor kenetral juga tidak
sama, sehingga dapat menyebabkan sistem transmisi 3 phasa menjadi tidak seimbang.
Untuk mengatasi persoalan ketidak seimbangan ini maka caranya adalah dengan
mengadakan transposisi konduktor-konduktornya, dengan transposisi artinya
konduktor phasa-a, phasa-b dan phasa-c dipertukarkan letaknya pada beberapa tempat
seperti yang ditunjukkan Gambar 3.8. Dengan transposisi ini akan diperoleh
kapasitansi perkonduktor ke netral rata-rata yang sama besar, sehingga sistem tiga
phasa dapat menjadi seimbang.

Gambar 3.8 Saluran transmisi 3 phasa dengan jarak konduktor


tidak sama dan ditransposisi

13
Beda potensial antara konduktor-a dan b adalah:

1 D r D
Vab q a ln ab qb ln b qc ln cb ...................................(3.47)
2 0 ra Dba Dca

Unutuk konduktor-a pada posisi-1 adalah:

1 D r D
Vab (1) q a ln 12 qb ln qc ln 23 ................................(3.48)
2 0 r D12 D31

Untuk konduktor-a pada posisi-2 adalah:

1 D r D
Vab (2) q a ln 23 qb ln qc ln 31 ...............................(3.49)
2 0 r D23 D12

Untuk kondukduktor-a pada posisi-3 adalah:

1 D r D
Vab (3) q a ln 31 qb ln qc ln 12 ...............................(3.50)
2 0 r D31 D23

Beda potensial antara konduktor-a dan b rata-rata adalah:

Vab (1) Vab (2) Vab (3)


Vab ..................................................................(3.51)
3

Substitusi Persamaan (3.48) , (3.49) dan (3.50) ke Persamaan (3.51), diperoleh:

r3
Vab
1 q a ln D12 D23 D31 qb ln ..............................(3.
6 0 3 D D D
r 12 23 31
Atau
1/ 3
Vab
1 q a ln ( D12 D23 D31 ) qb ln r
2 0 r 1/ 3
( D12 D23 D31 )

1 D
Vab q a ln eq qb ln r .......................................................(3.53)
2 0 r Deq

14
Kemudian dengan cara yang sama dapat juga dihitung beda potensial rata-rata
antara konduktor-a dan c , yaitu:

r3
Vac
1 q a ln D12 D23 D31 q c ln ...............................(3.54)
6 0 3 D D D
r 12 23 31
Atau:
1/ 3
Vac
1 q a ln ( D12 D23 D31 ) q c ln r
2 0 r 1/ 3
( D12 D23 D31 )

1 D
Vac q a ln eq q c ln r .......................................................(3.55)
2 0 r Deq

Kemudian jumlahkan Persamaan (3.53) dan (3.55), diperoleh:

1 D
Vab Vac 2q a ln eq (qb q c ) ln r ................................(3.56)
2 0 r Deq

Substitusi Persamaan (3.35) dan (3.42) ke Persamaan (3.56), diperoleh:

1 D
3Van 2q a ln eq q a ln r

2 0 r Deq

3q a Deq
3Van ln
2 0 r
qa Deq
Van ln ..................................................................................(3.57)
2 0 r
Dimana:
Deq 3 D12 D23 D31 ( D12 D23 D31 )1 / 3
Deq = Equivalent spacing untuk saluran transmisi tidak simetris.
Kapasitansi antara konduktor-a kenetral adalah:
q
C an a
Van
2 0
C an ( F/m/kond ke netral )........................................(3.58)
D
ln
r

15
Atau dalam bentuk log:

0,0388
C an ( F /mile / kond kenetral )...............................(3.59)
D
log
r

Menggunakan cara yang sama dapat juga dihitung kapasitansi antara


konduktor-b kenetral dan antara konduktor-c ke neteral, hasilnya akan sama besar
dengan kapasitansi antara konduktor-a kenetral. Jadi pada saluran transmisi 3 phasa
dengan jarak konduktor tidak sama tetapi ditransposisi, besar kapasitansi per
konduktor ke neteral adalah sama besar.

3.11 Kapasitansi pada saluran transmisi 3 phasa double circuit

Saluran transmisi 3 phasa double circuit terdiri dari 6 buah konduktor dengan
susunan seperti Gambar 3.9.

Gambar 3.9 Saluran transmisi 3 phasa double circuit yang ditransposisi

Tinjau phasa-a:

Menggunakan metode GMD (Geometric Mean Distance), besarnya induktansi


perphasa adalah:
0,0388
C An ( F /mile/phasa ke netral)...........................(3.60)
Deq
log
Ds

16
Dimana:
Deq = Equivalent spacing antara phasa
Ds = GMR perphasa
Jarak ekivalen (Equivalent spacing) antara phasa hanya ditinjau pada posisi-I , karena
equivalent spacing sama pada tiap posisi yaitu:

Deq 3 D AB DBC DCA D AB DBC DCA 1 / 3 ..............................................(3.61)

D AB 4 Dab Dab1 Da1b1 Da1b 4 dgdg dg dg 1 / 2 ............................(3.62)

D BC 4 Dbc Dbc1 Db1c1 Db1c 4 dgdg dg dg 1 / 2 .............................(3.63)

DCA 4 Dca Dca1 Dc1a1 Dc1a 4 2dh2dh 2dh 2dh1/ 2 ......................(3.64)

Maka diperoleh equivalent spacing:

Deq 3 D AB DBC DCA D AB DBC DCA 1 / 3


Deq 3 D AB DBC DCA dg 1 / 2 dg 1 / 2 2dh 1 / 2
1/ 3

Deq 21 / 6 d 1/ 2 g 1/ 3 h1/ 6 ............................................................................(3.65)

GMR perhasa ( phasa-A ) adalah:

Ds 3 Ds1 Ds 2 Ds 3 ....................................................................................(3.66)

Dimana:

Ds1 4 Daa Daa1 Da1a1 Da1a


4r f r f

r f

r f 1 / 2 ...........................................................................................(3.67)

17
Ds 2 4 Daa Daa1 Da1a1 Da1a
4 rhrh
rh
rh 1 / 2 ............................................................................................(3.68)

Ds 3 4 Daa Daa1 Da1a1 Da1a


4 rfrf
rf
rf 1 / 2 ............................................................................................(3.69)

Dimana:
Ds Ds1 Ds 2 Ds 3 1/ 3


Ds rf 1 / 2 rh 1 / 2 rf 1 / 2
1/ 3

Ds r 1 / 2 f 1/ 3 h1 / 6 .....................................................................................(3.70)

Substitusi Persamaan (3.65) dan (3.70) ke Persamaan (3.60 ), diperoleh


induktansi perphasa adalah:

0,0388
C An
1/ 2 1/ 3
( F /mile/phasa ke netral)..................(3.71)
d g
log 21/ 6
r f
Dalam tiap phasa terdapat dua buah konduktor identik yang paralel, maka
kapasitansi per konduktor kenetral sama dengan setengah kali kapasitansi per phasa
ke netral, jadi kapasitansi perkonduktor ke netral adalah:
1
C an C a1n C n C An ..........................................................................(3.72)
2
0,0388
Cn 1/ 3
( F /mile/kond ke netral)...................(3.73)
1/ 2
d g
2 log 21 / 6
r f

0,0388
Cn 2/3
( F /mile/kond ke netral)............................(3.74)
dg
log 21/ 3
r f

18
Soal 3.2

Hitunglah reaktansi kapasitif per phasa kenetral dari transmisi 3 phasa pada
60 Hz seperti ditunjukkan Gambar 3.10. Konduktor yang digunakan adalah
konduktor ACSR type Waxwing ( Tabel-2) dan panjang saluran 60 mile ( 96,6 km ).

Gambar 3.10 Saluran transmisi 3 phasa dimana jarak konduktor 6 m ( 20 ft )

Jawab:
Prosedur perhitungan:

1. Hitung kapasitansi per phasa ke netral

Dari Tabel-2 , diameter luar konduktor = 0,609 in ( 0,015 m ).


Maka jari-jari konduktor r = 0,015/2 = 0,0075 m
GMD antara konduktor , Deq 3 6 x12 x6 7,54 m

Jadi:
0,0388 0,0388
Cn 0,0129 [ F/mile/kond ke netral]
Deq 7,54
log log
r 0,0075
Atau:
0,0129
Cn 0,008 [ F/km/kond ke netral]
1,609

2. Hitung reaktansi kapasitif per phasa kenetral

1
XC
2 f Cn
1
XC -6
0,034 M
(377)(0,008x10 )(96,6)

19
Soal 3.3

Hitunglah reaktansi kapasitif per phasa ke netral pada frekwensi 60 Hz (377


rad/det) dari saluran transmisi 3 phasa double circuit seperti Gambar 3.11 .
Konduktor yang digunakan konduktor ACSR 26/7 strand, Ostrich ( Tabel-2 ).

Gambar 3.11 Saluran transmisi 3 phasa double circuit

Jawab:
Prosedur Perhitungan:

1. Hitung Kapasitansi per phasa ketral

Dari soal 2.6, Deq = 16,1 ft


Dari Tabel-2 , diameter konduktor = 0,680 in.
Jari-jari, r = 0,680/(2 x 12) = 0,0283 ft
Jadi:
Ds 0,0283 x 26,9 0,0283x21 0,0283x26,9 1/ 3
Ds 0,873x0,771x0,8731/ 3 0,838 ft
0,0388
Cn 0,0303 F/mile/phasa ke netral
16,1
log
0,838
2. Perhitungan reaktansi kapasitif per phasa keneral

1
XC 6
0,0875 x10 6 .mile / phasa ke netral
(2 60)(0,0303x10 )

20
3.12 Konduktor Berkas Untuk Perhitungan Kapasitansi

Konduktor berkas adalah konduktor yang terdiri dari 2 , 3 , 4 atau lebih


subkonduktor per-phasanya., biasanya digunakan untuk saluran transmisi dengan
tegangan diatas 230 KV. Konduktor berkas mempunyai keuntungan diantaranya :

Memperkecil medan listrik pada pemukaan konduktor


Memperbesar tegangan kritis dari corona, sehingga mengurangi rugi-
rugi daya karena corona, mengurangi radio interferensi
Daya yang disalurkan lebih besar

Kerugiannya antara lain :


Menambah cost
Structure tower yang diganakan lebih besar
Memperbesar KVAR charging
Beban mekanis karena angin dan es bertambah.

Jari-jari equivalent dari konduktor berkas adalah:

Konduktor berkas-2 yang terdiri dari 2 subkonduktor per-phasa seperti


Gambar 3.12.

Gambar 3.12 Konduktor berkas-3

Req 4 d11d12 d 21d 22

4 rd12 d12 r

rd12 .(3.75)

21
Konduktor Berkas-3 yang terdiri dari 3 subkonduktor perphasa seperti
ditunjukkan dalam Gambar 3.13.

Gambar 3.13 Konduktor berkas-3

Req 9 d11d12 d13d 21d 22 d 23d 31d 32 d 33

9 r 3 (d12 ) 3 (d13 ) 3

3 rd12d13 ...(3.76)

Konduktor Berkas-4 terdiri dari 4 konduktor perphasa seperti ditunjukkan


dalam Gambar 3.14.

Gambar 3.14 Konduktor berkas-4

Req 16 d11d12d13d14d21d22d23d24d31d32d33d34d41d42d43d44

16 r 4 (d12 ) 4 (d13 ) 4 (d14 ) 4


4 rd12 d13d14 .(3.77)

22
Secara umum jari-jari equivalent konduktor berkas dapat dituliskan sebagai berikut:

n
Req n r d1i
..(3.78)
i2
Dimana : n = jumlah subkonduktor dalam konduktor berkas
r Jari-jari sub konduktor dalam konduktor berkas
i = 2, 3,...,n

23
24
25
26