Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I

BENTUK MOLEKUL

OLEH

INTAN PARAPAK

1408105036

KELOMPOK 2 B

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS UDAYANA

2014
BENTUK MOLEKUL

I. TUJUAN
1. Menggambarkan bentuk molekul dalam tiga dimensi
2. Memberikan gambaran tentang setereo kimia
3. Mengetahui bentuk molekul

II. DASAR TEORI


1. Pengertian Gaya Intramolekuler
Gaya Intramolekuler adalah gaya yang memegang atom-atom dalam suatu molekul. Gaya
ini dibagi menjadi dua yaitu :
Ikatan Ion
Ikatan yang terjadi sebagai akibat terjadinya serah-terima elektron antara atom-atom yang
memiliki potensial ionisasi rendah dengan atom-atom yang memiliki affinitas elektron
tinggi.
Ikatan Kovalen
Ikatan yang terjadi sebagai akibat penggunaan pasangan elektron secara bersama-sama
diantara atom-atom yang berikatan. Ikatan ini umumnya terjadi antara unsur-unsur non
logam.

2. Pengertian Gaya Intermolekuler


Gaya tarik menarik diantara molekul-molekul. Gaya ini bertanggung-jawab terhadap :
1. Perilaku non-ideal dari suatu gas
2. Keberadaan fase terkondensasi suatu materi.

Gaya Intermolekuler dibagi menjadi :


a. Gaya dipol-dipol
Gaya yang bekerja pada molekul-molekul polar
b. Gaya ion-dipol
Gaya yang terjadi pada suatu ion dengan molekul polar
c. Gaya dispersi
Gaya yang bekerja pada molekul-molekul non-polar
d. Ikatan hidrogen
Jenis interaksi dipol-dipol yang khusus antara atom hidrogen dalam suatu ikatan
polar,seperti OH atau NH dengan atom-atom yang elektronegatif, seperti O, N atau
F.
e. Ikatan logam
Ikatan yang terjadi diantara atom-atom logam

3. Pengertian Molekul
Molekul adalah agregat (kumpulan) yang terdiri dari sedikitnya dua atom dalam susunan
tertentu yang terikat bersama oleh gaya-gaya kimia (disebut juga ikatan kimia). Suatu
molekul dapat mengandung atom-atom dari unsur yang sama atau atom-atom dari dua
atau lebih unsur yang bergabung dalam perbandingan tertentu, sesuai dengan hokum
perbandingan tetap. Jadi, suatu molekul tidak harus berupa senyawa yang berdasarkan
definisi terbentuk dari dua atom atau lebih. Contohnya gas hidrogen (H2) adalah suatu
unsure murni, tetapi terdiri dari molekul-molekul yang masing-masing terbentuk dari dua
atom H. Sebaliknya, air (H2O) adalah senyawa molekul yang mengandung dua atom H
dan satu atom O.
Molekul hidrogen dilambangkan dengan H2, disebut molekul diatomik karena tersusun
atas dua atom. Suatu molekul diatomic juga dapat tersusun oleh dua atom dari unsur yang
berbeda. Contohnya hydrogen klorida (HCl). Sebagian besar molekul mengandung lebih
dari dua atom. Atom-atom itu dapat berasal dari unsure yang sama seperti ozon (O3), atau
dapat pula gabungan dari dua unsure atau lebih seperti H2O. Molekul yang terdiri lebih
dari dua unsure disebut molekul poliatomik.
Karena terlalu kecil untuk diamati langsung, maka digunakanlah model molekul untuk
memvisualisasikan molekul. Ada dua jenis standar molekul yang sering digunakan, yaitu
model bola-tongkat dan model ruang-terisi.

4. Pengertian Geometri Molekuler


Geometri Molekuler adalah Penataan tiga dimensi dari suatu atom dalam molekul.
Beberapa sifat fisik dan sifat kimia, seperti titik leleh, titik didih, densitas, dan jenis
reaksi yang molekul alami dipengaruhi oleh geometri molekulnya.

Ada dua cara yang umum dipakai untuk menentukan geometri molekuler, khususnya
senyawa kovalen.
1. Teori Ikatan Valensi
2. Metode VSEPR

1. Teori ikatan valensi


Teori ikatan valensi menganggap bahwa elektron-elektron dalam suatu molekul
menempati orbital atom individunya.
Pembentukan ikatan terjadi akibat tumpang-tindih (overlapping) antara orbital-orbital
kulit valensi dari masing-masing atom individu.
Struktur Lewis dituliskan dengan terlebih dahulu menentukan kerangka atau struktur
molekul yang cukup rasional yaitu dengan membedakan atom pusat dan atom terminal.
Atom pusat merupakan atom yang terikat pada dua atau lebih atom lain sedangkan atom
terminal hanya terikat pada satu atom lain. Molekul air mempunyai atom pusat oksigen
dan atom hidrogen bertindak sebagai atom terminal setelah mengetahui atom pusat dan
atom terminal maka selanjutnya adalah memberikan elektron-elektron valensi sampai
diperoleh rumus Lewis yang juga cukup rasional.
Struktur Lewis dapat dituliskan dengan metoda coba-coba dengan mempertimbangkan
beberapa hal berikut:
a. Seluruh elektron valensi harus dituliskan dalam struktur Lewis
b. Secara umum seluruh elektron dalam struktur Lewis berpasangan
c. Secara umum semua atom mencapai konfigurasi oktet (kecuali duplet untuk hidrogen).
Beberapa atom mengalami penyimpangan aturan oktet.
d. Ikatan rangkap atau rangkap tiga juga dapat terbentuk, umumnya untuk unsur-unsur
karbon, nitrogen, oksigen, fosfor dan sulfur.

2. Metode VSEPR
VSEPR theory (Valence-Shell Electron-Pair Repulsion) atau dapat juga dikatakan
TPEKV (Tolak Pasangan Elektron Kulit Valensi). VSEPR ini merupakan model
pendekatan yang menjelaskan susunan geometri dari pasangan electron di sekitar atom
pusat sebagai akibat tolak-menolak antara pasangan electron bebas (PEB). Kulit valensi
adalah kulit terluar yang ditempati electron dalam suatu atom yang biasanya terlibat
dalam ikatan. Dua aturan umum dalam teori VSEPR, yaitu :
a. Dalam kaitannya dengan tolak-menolak pasangan electron, ikatan rangkap dua dan tiga
dapat diperlakukan seperti ikatan tunggal. Tetapi pada kenyataannya ikatan rangkap dua
atau tiga lebih besar dibandingkan ikatan tunggal, karena kerapatan yang lebih tinggi dari
ikatan rangkap dua atau rangkap tiga di antara dua atom akan membutuhkan ruang yang
lebih besar.
b. Jika suatu model memiliki dua atom atau lebih struktur resonansi, kita dapat
menerapkan model VSEPR pada setiap struktur tersebut. Muatan formal biasanya tidak
ditunjukkan.

Dengan teori ini, kita dapat meramalkan bentuk molekul (termasuk ion) secara sistematis.
Untuk tujuan ini, molekul-molekul dibagi ke dalam dua golongan yaitu :
a. Model yang atom pusatnya tidak memiliki pasangan elektron bebas (PEB).
b. Model yang atom pusatnya memiliki satu atau lebih pasangan elektron bebas (PEB).

III. ALAT
1. Model pusat atom (plastik)
2. Pipa-pipa plastik

IV. CARA KERJA


1. Disusun model molekul berikut :
a. HCl :
Model molekul HCl disusun dengan cara mengambil suatu pusat atom untuk
inti hidrogen dan pusat untuk inti klor lalu dihubungkan dengan pipa plastik
untuk menunjukkan ikatan.
b. BeCl2 :
Model molekul BeCl2 disusun dengan cara menggunakan pusat atom yang
cabangnya linier sebagai Be, lalu dimasukkan dua buah pipa plastik pada
cabang sebagai ikatan kemudian dihubungkan dengan inti Cl.
c. BF3
Semua ikatan adalah equivalen dengan sudut FBF yang besarnya 120o. Pusat
atom yang bentuknya seperti gambar (1b) digunakan. Bentuk molekulnya
segitiga datar.
d. CH4, NH3, dan H2O
Pada penyusunan molekul-molekul tersebut digunakan model yang bentuk
dasarnya tetrahedral. CH4 berbentuk tetrahedral, digunakan pusat atom yang
cabangnya tetrahedral. Pada NH3 terdapat 3 ikatan antara N dengan H dan 1
pasang elektron bebas. Bagian NH3 mempunyai bentuk piramid, dan pasangan
elektron bebasnya akan menempati bagian yang keempat dari posisi
tetrahedral. Pada H2O terdapat 2 pasang elektron ikatan.
e. (PtCl4)2-
Ion yang berbentuk segi empat datar semua ikatannya sama dan ion khlor
terletak pada sudut segiempatnya dan Pt pada pusatnya.
f. PF5
Digunakan bentuk trigonal bipiramida. Terdapat tiga ikatan ekuatorial yang
equivalen dan dua ikatan yang axial.

2. Bentuk molekul etana (C2H6) dengan menggunakan dua pusat inti yang
tetrahedral lalu kedua inti C dihubungkan dengan pipa plastik. Kedudukan
hidrogen diatur dengan jalan memutar ikatan C-C, agar didapatkan kedudukan
di mana H pada atom C yang satu tepat di belakang H atom C yang lain dan
kedudukan lainnya di mana atom H pada atom yang satu tepat di antara kedua
atom H pada C yang lain.

3. Bentuk molekul sikloheksa (C6H12) disusun dengan cara mengatur kedudukan


rantai karbonnya agar didapatkan bentuk seperti kapal dan kursi. Bentuk kursi
lebih stabil dibandingkan bentuk kapal dan pada suhu kamar komposisinya
dalam campuran melebihi 99%.

4. Bentuk molekul benzena (C6H6) memiliki bentuk heksagonal datar. Panjang


ikatan C-C semuanya sama dengan sudut C-C-C adalah 120. Dalam
penyusunan benzena digunakan pusat atom yang trigonal. Lingkaran yang ada
di dalam menunjukkan delokalisasi enam elektron dalam orbital p yang saling
berintikan. Struktur tersebut dapat dianggap sebagai keadaan rata-rata dari 2
bentuk benzena kekule.

5. Isomer optik mempunyai struktur di mana bayangan cerminnya tidak saling


menutupi satu sama lain. Strukturnya memiliki hubungan yang sama seperti
tangan kanan dan tangan kiri. Disebut isomer optik karena bersifat optik aktif
sehingga memiliki kemampuan untuk memutar bidang polarisasi dari sinar
yang terpolarisasi. Untuk pusat karbon yang tetrahedral molekulnya bersifat
optik aktif bila tidak memiliki pusat simetri atau bidang simetri. Atom ini
disebut asimetri atau chiral. Dalam hal ini, karbon mengikat 4 gugus yang
berbeda. Untuk mendapatkan gambar ini disusun benuk molekul CH2Cl2,
CH2ClBr, dan CHFBrCl.

V. DATA PENGAMATAN
a. HCl
Bentuk molekulnya linier/diatomik.
b. BeCl2
Bentuk molekulnya linier, dimana Be sebagai atom pusat dan Cl sebagai atom
terminal tersusun berikatan dalam satu garis lurus, sudut ikat yang terbentuk
180o.

c. BF3
Bentuk molekulnya segitiga datar dengan sudut ikat yang terbentuk 120o. Yang
berperan sebagai atom pusat adalah B dan F sebagai atom terminal.

d. CH4, NH3, H2O


- CH4
Bentuk molekulnya adalah tetrahedral dengan sudut ikat 109,5o. Berperan
sebagai atom pusat dan atom H sebagai atom terminal.

- NH3
Bentuk molekulnya trigonal piramida. Atom pusatnya adalah N dan atom
terminal adalah H.
- H2O
Bentuk molekulnya adalah bengkokan, atom O sebagai atom pusat dan
atom H sebagai atom terminal.

e. (PtCl4)2-
Bentuk molekulnya segiempat datar. Atom Pt sebagai atom pusat dan atom Cl
sebagai atom terminal.

f. PF5
Bentuk molekulnya trigonal bipiramida. Atom P sebagai atom pusat dan F
sebagai atom terminal.

g. Etana (C2H6)
Molekul C2H6 terdiri dari 2 pusat inti yaitu CH3 CH3. Maka akan diketahui
bentuk molekulnya yaitu tetrahedral.
h. Sikloheksa (C6H12)
Setelah bentuk dasarnya dipecah yang tadinya berupa segienam, akan
diperoleh bentuk molekul yang tetrahedral. kedudukan rantai karbon C
sikloheksana dapat diubah ubah sehingga menghasilkan bentuk seperti
kapak / biduk dan seperti kursi.

i. Benzena
Mempunyai bentuk heksagonal datar. Panjang ikatan C C semuanya sama
dengan sudut C C - C adalah 120o.

j. Isomer Optik
- CH2Cl2
*Memiliki bidang simetris
* Bayangan cerminnya saling menutupi
* Tidak optik aktif

- CH2ClBr

* Memiliki bidang simetris

* Bayangan cerminnya saling menutupi


* Tidak optik aktif

- CHFBrCl

* Tidak mempunyai bidang simetris

* Optik aktif
VI. PEMBAHASAN
1.

Gambar 1.a. Molekul HCl dalam wujud cair

Ikatan yang terbentuk antara atom H dan Cl adalah ikatan kovalen, karena
terjadi penggunaan bersama pasangan elektron. Berdasarkan orbital hibrid
molekul HCl memiliki hibridisasi sp sehingga bentuk geometri HCl adalah
linear. Sehingga sudut ikatan yang terbentuk adalah 180o. Dalam wujud cair
HCl akan terurai menjadi H+ dan Cl-. Ikatan yang terjadi pada HCl adalah
ikatan kovalen polar karena terjadi ikatan sebagai akibat penggunaan pasangan
elektron bersama di antara atom-atom berikatan yang pada HCl ikatan yang
berlainan jenis. Kepolaran ikatan dalam HCl terjadi karena perbedaan
keelektronegatifan atom-atom yang berikatan. Keelektronegatifan Cl lebih
besar daripada Keelektronegatifan H, hal ini menyebabkan atom Cl menarik
pasangan elektron lebih kuat dibandingkan dengan atom H. Hal ini kemudian
akan mengakibatkan terjadinya kutub negatif pada Cl dan kutub negatif pada
H, atau membentuk dipol ikatan.

2.

Gambar 1.b. Susunan elektron lewis BF3

BF3 tidak mengikuti aturan oktet karena atom pusatnya hanya memiliki 6
elektron. Sementara, suatu atom dapat dikatakan oktet bila memiliki 8
elektron.
Bentuk BF3 adalah trigonal datar atau segitiga planar, dimana semua atom
terletak pada satu bidang datar. Semua sudut ikatannya sama, yaitu 120o.
Kesamaan sudut ikatan ini disebabkan oleh gaya tolak-menolak antara
Pasangan Elektron Ikatan.

3. Sudut ikatan pada CH4 berbeda dengan NH3 dan H2O karena
pada NH3 terdapat 1 PEB, pada H2O terdapat 2 PEB, sedangkan pada CH4
tidak terdapat pasangan elektron bebas. Sudut ikatan dari yang terbesar ke
yang terkecil adalah CH4 > NH3 > H2O.

4. Bilangan oksidasi dari Pt pada senyawa (PtCl4)2- adalah +2. Ikatan kimia
antara Pt dan Cl adalah ikatan kovalen koordinasi. Hal ini terjadi karena
adanya pemakaian bersama pasangan elektron dari Cl.

5. Tidak terdapat pasangan elektron bebas di sekitar atom P pada senyawa PF5.

6.

Gambar 1.c. 1,2 dikloroetana

Gambar 1.d. 1,2 dikloroetena

7. - Senyawa yang mempunyai bidang simetri adalah CH2Cl2 dan CH2ClBr.


Senyawa CH2Cl2 memiliki 2 buah bidang simetri ( HH dan ClCl) namun
bukanlah senyawa optik aktif karena bayangan dan molekul saling menutupi
serta atom C mengikat atom terminal yang sama. Sedangkan senyawa
CH2ClBr memiliki 1 buah bidang simetri (HH) dan bukan merupakan senyawa
optik aktif karena bayangan dan molekul saling menutupi serta atom C
mengikat atom terminal yang sama.
- Senyawa yang bersifat optik aktif adalah CHFClBr.

Gambar 1.e. CH2ClBr

Gambar 1.f. CH2Cl2


8. Posisi aksial adalah posisi atom atom yang terletak diatas dan dibawah
bidang segitiga , sedangkan posisi ekuatorial adalah posisi atom atom yang
terletak pada bidang segitiga. Dengan sudut ikatan antara dua ikatan ekuatorial
adalah 1200, sudut ikatan antara ikatan ekuatorial dan ikatan aksial adalah 900
dan sudut antara dua ikatan aksial adalah 1800. Atom Hidrogen yang aksial
antara lain terdapat pada molekul etana. Bentuk molekul ini menyajikan
susunan atom atom molekul etana. Bentuk molekul ini menyajikan susunan
atom atom molekul dalam ruang. 2 Atom C dalam etana terhibridisasi sp3
atom atom tersebut terikat melalui ikatan sigma. Ikatan sigma mempunyai
simetri berbentuk silinder yaitu tumpang tindih orbital. Orbital sp3 adalah
sama. Terlepas dari adanya rotasi ikatan C C, namun rotasi ikatan ini tidak
sepenuhnya bebas karena ada interaksi antara atom H pada atom C yang
berbeda.
Pada konformasi terbuka sudutnya adalah sebesar 600 sedangkan pada
konformasi gerhana sudutnya adalah sebesar 00. Ikatan C C diputar sedikit dalam
proyeksi NEWMAN dengan bentuk gerhana agar atom H yang berpusat pada atom C
belakang dapat terlihat. Atom atom yang berdekatan pada kedua atom C
dalambentukgerhana menyebabkan tolak menolak yang lebih besar dank arena itu
menyebabkan ketidakstabilan relative terhadap konformasi terbuka. Tetapi analitis
baru baru ini menunjukkan bahwa keadaannya lebih rumit dari pada hanya sebuah
tolakan. Walaupun demikian tetap dianggap bahwa konformasi terbuka lebih stabil
dibandingkan konformasi gerhana.
VII. KESIMPULAN
1. Senyawa yang mempunyai bidang simetri adalah CH2Cl2 dan CH2ClBr.
2. Senyawa yang bersifat optik aktif adalah CHFClBr.
3. Senyawa yang bayangan cerminnya saling menutupi adalah CH2Cl2 dan
CH2ClBr.
4. Untuk menggambarkan bentuk molekul dapat menggunakan 2 metode, yaitu :

a. Berdasarkan teori VSEPR yakni menjelaskan susunan geometri berdasarkan


tolakan pasangan elektron kulit valensi.

b. Berdasarkan konsep hibridisasi (distribusi orbital atom pusat)

5. Berubahnya sudut ikatan dan bentuk molekul disebabkab oleh adanya PEB
yang menyebabkan gaya tolak-menolak antar elektronnya berbeda.
6. Besarnya gaya tolak antara pasangan elektron :
tolakan antara PEB vs PEB > tolakan antara PEB vs PEI > tolakan antara PEI
vs PEI
7. Pada susunan molekul sikloheksana terdapat dua posisi, yaitu :
a. Posisi aksial : posisi atom-atom yang terletak di atas dan di bawah bidang
segitiga.
b. Posisi ekuatorial: posisi atom-atom yang terletak pada bidang segitiga.
8. Benzena yang termasuk dalam golongan senyawa aromatik mempunyai rumus
molekul C6H6. Dalam penyusunan benzena menggunakan pusat atom yang
trigonal. Lingkaran yang di dalamnya menunjukkan delokalisasi enam elektron
dalam orbital p yang saling berintikan.

VIII. DAFTAR PUSTAKA

Tim laboratorium Kimia Dasar. Penuntun Praktikum Kimia Dasar I. Jurusan Kimia
FMIPA, Universitas Udayana : Bukit Jimbaran, Bali.

Achamad, Hiskia dan M. S. Tupamahu. 1992. Struktur Atom Struktur Molekul Sistem
Periodik . Citra Aditya : Bali.

Chang, Raymond.2004. Kimia Dasar :Konsep Konsep Inti Jilid I Edisi


Ketiga.Erlangga : Jakarta.
Syukri, Unggul.1999.Kimia DasarI. ITB : Bandung.
Petrucci, Ralph.H, 1999, KIMIA DASAR - Prinsip dan Terapan Modern, Edisi
Keempat-Jilid 2, Erlangga: Jakarta.