Anda di halaman 1dari 3

Anggota Kelompok :

1. Muhammad Nurudin (5150811112)


2. Ridwan Yoga Wiratama (5150811113)
3. Eka Putra S. (51508
4. Putut Herwanto (5150811128)
5. Naufal Arif Ahmad (5150811129)

Chairul Tanjung. Nama ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga anda. Ya, beliau
adalah salah satu pengusaha sukses kebanggaan Indonesia. Beberapa perusahaan besar
dan terkenal yang beliau miliki saat ini diantaranya Bank Mega, Detikcom, TRANS TV,
TRANS7, TRANS STUDIO (Bandung dan Makassar), BSM ( Bandung Super Mall),
Carrefour, dan masih banyak lagi perusahaan-perusahaan lain yang berada di bawah
pimpinannya.
"Si Anak Singkong" ini membangun kerajaan bisnisnya, dari nol, bukan warisan atau
mengembangkan bisnis, tapi benar-benar dari nol. Chairul Tanjung lahir di Jakarta pada
tanggal 16 Juni 1962. Sebenarnya, Chairul Tanjung lahir di keluarga yang cukup berada.
Ayahnya, A.G. Tanjung adalah seorang wartawan surat kabar. Pada saat Orde Baru
terbentuk, sang ayah terpaksa harus menutup perusahaan pers nya karena tulisannya
banyak berseberangan dengan penguasa politik saat itu. Hal ini membuat orang tuanya
terpaksa menjual rumah dan pindah ke sebuah kamar losmen yang sempit.
Setelah lulus dari SMA Boedi Oetomo pada tahun 1981, Chairul Tanjung melanjutkan
pendidikannya ke Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia. Selama kuliah,
Chairul Tanjung dikenal sebagai mahasiswa teladan. Hal ini terbukti dengan diperolehnya
penghargaan sebagai mahasiswa teladan tingkat nasional pada tahun 1984-1985.

Tingginya biaya kuliah, membuat jiwa bisnis Chairul Tanjung muncul saat itu. Untuk
membiayai kuliahnya, beliau pernah membuka usaha foto kopi di kampusnya. Beliau
juga pernah berjualan kaos dan buku kuliah
stensilan................................................................

Setelah lulus, beliau sempat mencoba membuka usaha, yaitu toko perlatan medis dan
laboratorium. Tapi sayang, bisnisnya ini mengalami kebangkrutan. Selain itu, beliau juga
membuka usaha di bidang kontrkator dan telah mengerjakan berbagai proyek industri
terutama barang yang berbahan dasar rotan. Kemudian beliau membangun sebuah
perusahaan, yaitu perusahaan PT. Pariarti Shindutama bersama beberapa orang temannya
pada tahun 1987 dengan modal awal Rp.150 juta yang beliau peroleh dari Bank Exim.
Pada awalnya, bisnis ini terbilang lancar. Bahkan mampu menangani beberapa jenis
ekspor, termasuk sepatu. Saat itu, bisnis mereka mengalami kemajuan. Tapi beliau
memiliki jalan pikiran yang berbeda dengan rekan bisnisnya. Sehingga beliau keluar dan
mendirikan usahanya sendiri.
Setelah keluar dari PT. Pariarti Shindutama tadi, beliau membidik tiga bisnis inti, yaitu
keuangan, properti, dan multi media. Lalu berdirilah Para Group. Perusahaan
konglomerasi ini memiliki Para Inti Holindo sebagai Father Holding Company yag
membawahi beberapa sub holding, yakni Para Inti Propertindo (properti), Para Global
Investindo (bisnis keuangan), dan bidang media dan
investasi...........................................................................

Dalam bidang properti, Para group memiliki Bandung Super Mall yang menghabiskan
dana hingga 99 milyar. Dalam bidang investasi, Para Group, melalui perusahaannya,
Trans Corp, membeli 40% saham Carrefour, MoU pembelian saham ini ditandatangani di
Perancis, pada tanggal 12 Maret 2010..................................................................................

Pada tahun 2010 itu, Majalah Forbes merilis daftar orang terkaya di dunia, dan Forbes
memasukkan Chairul Tanjung sebagai salah satu orang terkaya di dunia, asal Indonesia.
Pada tahun 2011, Forbes kembali memasukkan namanya di peringkat 11 orang terkaya di
Indonesia dengan nilai kekayaan sebesar 2,1 Milyar dolar AS. Saat ini, Chairul Tanjung
berada di posisi 5 besar daftar orang terkaya di Indonesia................................................

Chairul Tanjung meresmikan perubahan nama Para Group menjadi CT Corp Pada 1
Desember 2011. CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holding, yaitu Mega Corp,
Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan financial, media, hiburan,
gaya hidup dan sumber daya
alam................................................................................................

Menurut Chairul Tanjung, modal memang penting dalam sebuah bisnis. Namun, kemauan
dan kerja keras adalah hal lain yang wajib dimiliki oleh seorang pengusaha. Lalu yang
terpenting dalam sebuah bisnis menurut beliau adalah mengembangkan jaringan atau
networking seluas-luasnya. Mendapatkan mitra kerja yang handal adalah segalanya,
baginya, membangun kepercayaan pasar, sama pentingnya dengan membangun integritas.
Tidak hanya berteman dengan perusahaan-perusahaan besar bahkan beliau
menggambarkan hubungan baik dengan pengantar surat sekalipun adalah hal yang
penting. Jika perusahaan sepi order, maka relasi seperti ini bisa dimanfaatkan untuk
membuka order lagi...............................................................................................................

Bagi generasi muda yang akan terjun ke dunia bisnis, Si anak singkong ini berpesan agar
generasi muda mau bersabar dan menapaki tangga bisnis satu per satu. Karena
membangun bisnis itu tidak seperti membalikkan telapak tangan. Jangan sampai
terpancing untuk menggunakan jalan pintas (instant), karena dalam usaha, kesabaran
adalah kata kuncinya. Memang sangat manusiawi jika kita dalam berusaha ingin segera
mendapatkan hasilnya. Namun tidak semua hasil bisa diterima
langsung..................................................................

Menurut beliau, anda tidak perlu malu untuk melakukan usaha dengan modal
kecil walaupun untungnya kecil. Karena beliaupun mendapatkan keuntungan pertamanya
hanya sebesar Rp.150.