Anda di halaman 1dari 5

FUNGSI STRATIFIKASI SOSIAL

Stratifikasi sosial dapat berfungsi sebagai berikut :

a. Distribusi hak-hak istimewa yang obyektif, seperti menentukan penghasilan,tingkat


kekayaan, keselamatan dan wewenang pada jabatan/pangkat/ kedudukan seseorang.
b. Sistem pertanggaan (tingkatan) pada strata yang diciptakan masyarakat yang
menyangkut prestise dan penghargaan, misalnya pada seseorang yang menerima
anugerah penghargaan/ gelar/ kebangsawanan, dan sebagainya.
c. Kriteria sistem pertentangan, yaitu apakah didapat melalui kualitas pribadi,
keanggotaan kelompok, kerabat tertentu, kepemilikan, wewenangatau kekuasaan.
d. Penentu lambang-lambang (simbol status) atau kedudukan, seperti tingkah\laku, cara
berpakaian dan bentuk rumah.
e. Tingkat mudah tidaknya bertukar kedudukan.

STRATIFIKASI SOSIAL DI INDONESIA

Stratifikasi sosial sebenarnya sudah ada sejak jaman Indonesia di jajah oleh Belanda dan Jepang.
Koloni mengelompokkan masyarakat Indonesia ke dalam golongan-golongan tertentu sesuai
dengan rasnya. Akan tetapi di jaman sekarang, stratifikasi sosial tidak lagi dikelompokkan
berdasarkan ras. Stratifikasi sosial di Indonesia lebih mengarahkan penggolongan suatu
masyarakat yang dinilai dari segi status sosialnya seperti jabatan, kekayaan, pendidikan atau
sistem feodal pada masayarkat Aceh dan kasta pada masyarakat Bali. Sedangkan ras, suku, klan,
budaya, agama termasuk ke dalam penggolongan secara horizontal.

Berikut beberapa wacana mengenai stratifikasi sosial di Indonesia:


1. Hukum di Indonesia yang Tajam ke Bawah Tapi Tumpul ke Atas
Kasus Nenek Minah pada tahun 2009. Beliau mencuri 3 buah kakao di perkebunan milik
PT Rumpun Sari Antan (RSA) dan dikenakan hukuman selama 1 bulan 15 hari penjara
dengan masa percobaan 3 bulan. Padahal ia hanya memanen di lahan garapannya di
dusun Sidoarjo (detik.com).
DIBANDINGKAN
Kasus korupsi Gayus Tambunan. Dia memang dihukum sesuai UU Tipikor jo pasal 65
ayat 1 KUHP . Tetapi Gayus justru dapat menaruh barang barang pribadinya, dilayani
layaknya bukan koruptor, dan dapat bebas untuk keluar masuk tahanan, padahal kasus
korupsinya bernilai miliyaran (kompas.com).

2. Stratifikasi Sosial Sebagai Pemicu Konflik

Adanya stratifikasi social dalam masyarakat erat kaitannya dengan terjadinya konflik karena
masing-masing dari elemen masyarakat berusaha untuk menemati status tertentu dengan
segala cara. Konflik kekuasan merupakan konflik yang dapat kita temukan dalam kehidupan
sehari-hari.
Yang dimaksud kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi individu-individu lain
dalam masyarakat, termasuk mempengaruhi pembuatan keputusan kolektif. Sedangkan
wewenang adalah hak untuk berkuasa. Apa yang terjadi apabila orang mempunyai wewenang
tetapi tidak memiliki kekuasaan? Mana yang lebih efektif, orang mempunyai kekuasaan saja,
atau wewenang saja?

Meskipun seseorang memiliki hak untuk berkuasa, artinya ia memiliki wewenang, tetapi
kalau dalam dirinya tidak memiliki kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain, maka ia
tidak akan dapat melaksanakan hak itu dengan baik. Sebaliknya, apabila seseorang memiliki
kemampuan mempengaruhi pihak lain, meskipun ia tidak punya wewenang untuk itu,
pengaruh itu dapat berjalan secara efektif. Untuk lebih memahami hal ini, dapat diperhatikan
pengaruh tokoh masyarakat, seperti seorang tokoh agama atau orang yang dituakan dalam
masyarakat.

Terjadinya konflik antara warga Papua dengan PT Freeport merupakan salah satu contoh
nyata dari penjabaran di atas. Menurut Adnan Buyung Nasution, konflik yang terjadi di
Papua merupakan konflik warisan masa lalu. Kontrak karya yang terjadi antara pemerintah
dengan PT Freeport pada tahun 70-an adalah pemicunya. Tetapi sayangnya, orang-orang
pintar yang dikirim ke Papua bukanlah orang yang semestinya karena justru melakukan
korupsi disana. Selain itu, orang-orang dari pemerintah memperlakukan warga Papua sebagai
orang kelas nomor dua.

Hal ini berimbas pada perasaan dianak-tirikan yang melanda orang Papua. Menurut Adnan
Buyung Nasution, orang dari pemerintah pusat yang mengurusi Freeport memiliki perasaan
yang superior. Tidak merasa warga Papua sebagai anak bangsa Indonesia juga.
Kenyataan yang terjadi di Papua sesuai dengan teori Vilfredo Pareto, Gaetano Mosca, dan
Robert Michels bahwa yang mendasari konflik politik dalam stratifikasi social adalah adanya
orang-orang yang memiliki kekuasaan dan orang-orang yang dikuasai. Warga Papua yang
pendidikannya masih rendah diperlakukan tidak semestinya oleh oknum-oknum
pemertintahan yang ditunjuk untuk mengurus PT Freeport.

Vilfredo Pareto,Gretano Mosca, dan Robert Michels juga menjelaskan jika pendistribusian
politik juga mendasari konflik politik dalam stratifikasi social. Di Papua, orang-orang asli
Papua justru menjadi pekerja di PT Freeport sementara yang mengelola PT itu adalah warga
asing dan orang-orang yang ditunjuk lainnya.

Sudah beradab-abad menjadi pemikiran dalam dalil politik, bahwa kekuasaan dalam
masyarakat selalu terdistribusikan tidak merata. Gaetano Mosca (1939) menyatakan bahwa
dalam setiap masyarakat selalu terdapat dua kelas penduduk: satu kelas yang menguasai dan
satu kelas yang dikuasai. Kelas pertama yang jumlahnya lebih kecil, menjalankan semua
fungsi politik, memonopoli kekuasaan dan menikmati keuntungan yang diberikan oleh
kekuasaan itu, sedangkan kelas kedua, yang jumlahnya lebih besar, diatur dan dikendalikan
oleh kelas pertama itu. Sangat sesuai dengan peristiwa di Papua baru-baru ini.

Cara-cara yang harus dilakukan pemerintah untuk pemecahan masalah kesenjangan


sosial yang terjadi di Indonesia :

1. Memberantas korupsi dan meminimalis Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam
upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah membentuk lembaga yang
bertugas memberantas KKN di Indonesia. Indonesia mulai membenahi diri tapi dalam
bebrapa kasus korupsi KPK dinilai masih memilih-milih dalam menindak masalah korupsi.

2. Meningkatkan system keadilan di Indonesia serta melakukan pengawasan yang ketat


terhadap para mafia hukum. Mafia hokum masih banyak yang berkeliaran di Indonesia yang
semakin membuat kesenjangan sosial di Indonesia makin mencolok. Keadilan saat ini
sangatlah sulit untuk di tegakan bagaimana tidak ! Seorang koruptor ditahan namun semua
fasilitas sudah tercukupi di dalam ruang tahanan. Sedangkan bagaimana dengan nasib
seorang masyarakat kecil yang hanya mencuri ayam misalnya, mereka melakukan dengan
seenak mereka kadang juga mereka menyiksa dengan tidak Prikemanusiaan. Hal ini
sangatlah menunjukkan kesenjangansosial di Indonesia sangatlah mencolok antara pihak
kaya atau pihak yang mempunyai penguasa antara rakyat kecil atau orang miskin.
Daftar Pustaka

Febriana, Eny. 2010. Stratifikasi sosial. http://www.scribd.com/doc/25198935/Stratifikasi-


Sosial

Bruce J. Cohen. (1992). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rineka Cipta.

Robert M. Z. Lawang. (1994). Pengantar SOSIOLOGI. Jakarta: UniversitasTerbuka.Paul B.


Horton dan Chester L. Hunt. (1992). Sosiologi. Jilid 2. Jakarta:Erlangga.

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/kesenjangan-sosial-4/