Anda di halaman 1dari 7

Definisi

Epiglotitis akut adalah suatu keadaan inflamasi akut yang terjadi pada
daerahsupraglotis dari orofaring, meliputi epiglotis, valekula, aritenoid, dan lipatan
ariepiglotika,sehingga sering juga disebut dengan supraglotitis atau laringitis
supraglotik.

Etiologi

Epiglotitis akut biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri yang paling
seringditemukan adalah

Haemophilus influenzae

tipe b, namun dapat juga disebabkan olehbakteri lain, seperti

Streptococcus pneumonia

Haemophilus parainfluenzae

Streptococcus

-hemolyticus

grup A dan grup C,

Staphylococcus aureus

, dan yang lebih jarang

Klebsiella pneumoniae

Neisseria meningitidis

Pasteurella multocida

Pseudomonas aeruginosa

, dan
Bacteroides melanogenicus

Candida albicans

juga pernah dilaporkan baik pada pasienyang imunokompeten maupun yang


imunokompromi. Beberapa virus juga dapatmenyebabkan epiglotitis akut, yaitu
virus herpes simpleks, virus parainfluenza, dan virusEpstein-Barr.

1,2,4,7

Penyebab non-infeksi dari epiglotitis akut dapat berupa penyebab termal


(makananatau minuman yang panas, penggunaan obat-obatan terlarang seperti
rokok kokain danrokok mariyuana), penyebab kaustik, dan benda asing yang
tertelan. Epiglotitis juga dapatterjadi sebagai reaksi dari kemoterapi pada daerah
kepala dan leher.

1,2,4

Anatomi Epiglotis

Epiglotis adalah salah satu kartilago yang membentuk kerangka laring.


Epiglotismerupakan sebuah fibrokartilago elastis yang berbentuk seperti daun,
dengan fungsi utamasebagai penghalang masuknya benda yang ditelan ke aditus
laring. Saat menelan, laringbergerak ke arah anterosuperior. Hal ini membuat
epiglotis mengenai pangkal lidah,sehingga epiglotis terdorong ke arah posterior dan
menempatkannya pada aditus laring.Epiglotis memiliki dua tempat perlekatan di
bagian anterior. Secara superior, epiglotismelekat pada tulang hioid melalui ligamen
hioepiglotika. Secara inferior pada bagian

stem

,epiglotis melekat pada permukaan dalam dari kartilago tiroid tepat di atas
komisuraanterior melalui ligamen tiroepiglotika. Permukaan kartilago epiglotis
memiliki banyak lubang yang berisi kelenjar mukus.

3
Gambar 2.1. Anatomi epiglotis

Epiglotis dapat dibagi menjadi bagian suprahioid dan bagian infrahioid.


Bagiansuprahioid bebas baik pada permukaan laringealnya maupun permukaan
lingualnya,dengan permukaan mukosa laring lebih melekat dibandingkan dengan
permukaan lingual.

Akibat permukaan mukosa laring melipat ke arah pangkal lidah, terbentuk tiga
lipatan: duabuah lipatan glosoepiglotika lateral dan sebuah lipatan glosoepiglotika
medial. Dualekukan yang terbentuk dari ketiga lipatan tersebut disebut dengan
valekula (dalam bahasa

Latin berarti lekukan kecil). Bagian infrahioid hanya bebas pada permukaan
laringealnya

atau permukaan posterior. Permukaan ini memiliki tonjolan kecil yang disebut
tuberkel. Diantara permukaan anterior dan membran tirohioid dan kartilago tiroid
terdapat celah pre-epiglotika yang berisi lapisan lemak. Yang melekat secara lateral
adalah membrankuadrangular yang memanjang ke aritenoid dan kartilago
kornikulata, membentuk lipatanariepiglotika.

Seperti pada aspek lain dari saluran nafas pediatrik, epiglotis pada anak
berbedasecara signifikan dibandingkan dengan pada orang dewasa. Pada anak-
anak, epiglotisterletak lebih ke anterior dan superior dibandingkan pada orang
dewasa, dan berada padasudut terbesar dengan trakea. Epiglotis pada anak juga
lebih terkulai dan berbentuk

omega shaped

dibandingkan dengan epiglotis yang lebih kaku dan berbentuk

U-shaped

pada orang dewasa.

Gambar 2.2. Perbedaan letak epiglotis pada (A) anak-anak dan (B) dewasa

8
DAFTAR PUSTAKA

1.

Gompf, S.G. Epiglottitis

2011. Available at: http://

http://emedicine.medscape.com/article/763612 [Accessed April 18

th

, 2012].2.

Chung, C.H. Case and Literature Review: Adult Acute Epiglottitis

Rising Incidenceor Increasing Awareness.

Hong Kong J Emerg Med

. October 2011; 8(4): 227-30.Available


at:http://www.hkcem.com/html/publications/Journal/2001-3/227-231.pdf [Accessed
April 18

th

, 2012].3.

Snow, J.B., Ballenger, J.J.

Ballengers Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery

.16
th

Ed. USA: BC Decker; 2003: 1090-3, 1195-6, 1198.4.

Tolan, R.W. Pediatric Epiglottitis. 2011. Available at: http://

http://emedicine.medscape.com/article/963773 [Accessed April 18

th

, 2012].5.

Dhingra, P.L. Acute and Chronic Inflammation of Larynx. In: Dhingra, P.L.

Diseases of Ear, Nose and Throat.

th

Ed. USA: Elsevier; 2007: 265-6.6.

Chung, C.H. Acute Epiglottitis Presenting as the Sensation of a Foreign Body in


theThroat.

Hong Kong Med J.

September 2000; 6(3): 322-4. Available


at:http://www.hkmj.org/article_pdfs/hkm0009p322.pdf [Accessed April 18

th

, 2012].7.

Wick, F., Ballmer, P.E., Haller, A. Acute Epiglottitis in Adults.

Swiss Med Wkly

. 2002;132: 541-546. Available at:http://www.smw.ch/docs/pdf200x/2002/37/smw-


10050.PDF [Accessed April 18
th

, 2012].8.

Cummings, C.W. et al.

Cummings Otolaryngology - Head & Neck Surgery

.5

th

Ed.USA: Elsevier; 2010: 2806-9.