Anda di halaman 1dari 150

PEMAKAIAN ELEMEN GRID (BALOK SILANG)

UNTUK MENENTUKAN LENDUTAN PADA BALOK


(STUDI LITERATUR)

TUGAS AKHIR
Diajukan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi
syarat untuk menempuh ujian sarjanaTeknik Sipil

Disusun oleh:

TONI M. SITOMPUL
03 0404 035

SUB JURUSAN STRUKTUR


DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2009
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah

melimpahkan berkat, kasih dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

Tugas Akhir ini dengan judul:

PEMAKAIAN ELEMEN GRID (BALOK SILANG)

UNTUK MENENTUKAN LENDUTAN PADA BALOK

Penulisan Tugas Akhir ini merupakan salah satu syarat dalam menempuh

ujian sarjana pada Fakultas Teknik, Departemen Teknik Sipil Universitas Sumatera

Utara.

Dalam kesempatan ini, dengan hati yang tulus penulis ingin menyampaikan

ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Prof. DR. Ing. Johannes Tarigan, sebagai Dosen Pembimbing yang

telah banyak meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan

bimbingan dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini.

2. Bapak Prof. DR. Ing. Johannes Tarigan, sebagai Ketua Departemen Teknik

Sipil, Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Ir. Terunajaya, M.Sc., sebagai Sekretaris Departemen Teknik Sipil,

Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.

4. Bapak-bapak Dosen Pembanding Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik

Universitas Sumatera Utara.

5. Bapak dan Ibu Staf Pengajar dan Pegawai Departemen Teknik Sipil, Fakultas

Teknik Universitas Sumatera Utara.

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
6. Ayahanda dan ibunda tercinta atas kasih sayang, doa restu, dan motivasi yang

tiada henti-hentinya selama proses penulisan Tugas Akhir ini.

7. Adik-adikku tercinta, Serni Rukia, Jo, dan John salam sayang selalu.

8. Rekan-rekan Mahasiswa Teknik Sipil Angkatan 2003, Imran, Sarman,

Tohank, Ryo, Firman Toba, Masana, Wong Solo, Anton, Natan, Yunus,

Boni, Aldo, Wesley, Daniel, Himsar, Dapot, Dona, Ombreng, Donny (onky)

dan Miako-Miako. Rekan-rekan seperjuangan, B Ryan02, Richard, Jubel,

dan Gaplex D Cimenk, Bahagia 20, juga B Albert atas bimbingannya, dll

yang belum disebut namanya.

Dengan kerendahan hati, penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih

banyak kekurangan karena keterbatasan wawasan, pengalaman dan referensi yang

dimiliki. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat

membangun demi kesempurnaan Tugas Akhir ini.

Akhir kata penulis berharap semoga Tugas Akhir ini bermanfaat bagi kita

semua.

Medan, Februari 2009


Penulis

Toni M. Sitompul
03 0404 035

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
ABSTRAK

Pada perencanaan suatu struktur bangunan, direncanakan berbagai beban


kerja. Suatu struktur dikatakan aman dan kuat jika mampu menahan segala beban-
beban di atasnya baik bersifat permanen maupun sementara. Ada kalanya sebuah
struktur harus direncanakan dengan dimensi tertentu. Misalnya balok direncanakan
dengan dimensi yang kecil agar ruang antara struktur semakin besar tetapi masih
aman dan kuat serta memenuhi terhadap persyaratan yang telah ditentukan. Untuk
mencapai nilai keamanan dan kekuatan tersebut, maka bangunan didimensi
sedemikian rupa hingga memiliki kekuatan melebihi beban yang akan dipikulnya.
Salah satu alternatif teknis untuk mencapai nilai keamanan dan kekuatan suatu
bangunan adalah dengan menambah kekakuan pada konstruksi. Dalam hal ini,
untuk menambah kekakuan pada konstruksi digunakan struktur grid, yaitu balok-
balok yang saling menyilang dan menyatu pada bidang horizontal dimana gaya-
gaya dominan yang bekerja adalah tegak lurus bidang tersebut.
Dengan memakai struktur grid (balok silang, dapat diketahui pengaruh grid
terhadapkekakuan struktur bangunan sehingga diperoleh besar defleksi/lendutan
yang terjadiakibat adanya gaya-gaya yang bekerja pada bangunan. Penambahan
jumlah grid(balok silang) akan membuat struktur semakinkaku sehingga besarnya
defleksi/lendutan yang terjadi dapatdikurangi dan memenuhi peraturan dan
keamanan konstruksi.
Pada analisis struktur grid (balok silang) dengan jumlah batang yang
berbeda akibat adanya penambahan jumlah grid diperoleh lendutan yang memenuhi
terhadap persyaratan yang telah ditentukan. Hal ini terjadi karena penambahan
jumlah batang berpengaruh terhadap lendutan yang terjadi. Analisis struktur grid
diselesaikan dengan Metode Elemen Hingga (Finite Element Method ) dan
selanjutnya dianalisa dengan program komputer yaitu program Matlab dan SAP
2000 untuk mempercepat perhitungan.
Dari hasil perhitungan terlihat bahwa semakin banyak jumlah grid (balok
silang), maka berat sendiri juga akan semakin besar yang berpengaruh terhadap
besarnya lendutan yang terjadi. Namun karena struktur dibuat dalam bentuk elemen
grid (balok silang) sehingga lendutan yang terjadi akan semakin kecil serta
memenuhi terhadap persyaratan yang telah ditentukan.

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
DAFTAR ISI

Kata pengantar .................................................................................................... i


Abstrak ............................................................................................................... iii
Daftar isi ............................................................................................................. iv
Daftar notasi ........................................................................................................ vi

Bab I. Pendahuluan ........................................................................................ 1


I.1 Umum ..................................................................................................... 1
I.2 Permasalahan ............................................................................................. 2
I.3 Maksud dan Tujuan ................................................................................ 4
I.4 Metodologi ............................................................................................. 4
I.5 Pembatasan Masalah .............................................................................. 4

Bab II. Teori Dasar Metode Elemen Hingga Pada Struktur ................. 5
II.1 Jenis-jenis Struktur Pada Bangunan Teknik Sipil 5
II.1.1 Truss (Rangka). 6
II.1.2 Balok 6
II.1.3 Grid . 7
II.1.4 Frame (Portal) . 7
II.2 Konsep Elemen Hingga 8
II.3 Tegangan dan Regangan Dalam Kontinum Elastis .. 11
II.4 Finite Elemen Method 14
II.5 Fungsi Bentuk dan Peralihan Umum Dalam Bentuk Operasi Matriks 19
II.6 Grid Element 23
II.6.1 Efek lentur 25
II.6.2 Efek Torsi 32
II.6.3 Transformasi Pada Sistem Koordinat 37
II.6.4 Keseimbangan dan Menentukan Matriks Kekakuan 40
II.6.5 Syarat Keseimbangan 45
II.6.6 Beban Nodal Ekivalen 47
III.10 Rasio Tegangan 55
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
III.10.1 Penampang dengan Lentur Simetris . 56
III.10.2 Perilaku KestabilanLateral Balok . 57
III.10.3 Perencanaan Lateral Balok dengan Sikongan dengan
Metode LRFD ............................................................................... 59

Bab III. Aplikasi Grid Element 60


III.1 Contoh Grid Element 60
III.2 Pemrograman Matlab 61
III.2.1 Data Masukan Matlab Untuk Grid 4x10 Batang .. 61
III.2.2 Data Masukan Matlab Untuk Grid 6x15 Batang .. 70
III.2.3 Hasil Keluaran Matlab Untuk Grid 4x10 Batang . 86
III.2.4 Hasil Keluaran Matlab Untuk Grid 6x15 Batang 94
III.3 Pemrograman SAP2000 111
III.3.1 Data Masukan SAP2000 Untuk Grid 4x10 Batang . 111
III.3.2 Data Masukan SAP2000 Untuk Grid 6x15 Batang .. 115
III.3.3 Hasil Keluaran SAP2000 Untuk Grid 4x10 Batang . 119
III.3.4 Hasil Keluaran SAP2000 Untuk Grid 4x10 Batang.. 128
III.5 Verifikasi Program 143

Bab IV. Kesimpulan dan Saran 145


IV.1 Kesimpulan 145
IV.2 Saran 146

Daftar Pustaka 147

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
DAFTAR NOTASI

b = Gaya tubuh (body forces)


c = Konstanta
d = Operator differensial linier
f = Fungsi bentuk
p = Beban terpusat nodal
q = Peralihan titik nodal
u = Peralihan umum
u = Translasi arah sumbu-x
v = Translasi arah sumbu-y
w = Translasi arah sumbu-z
A = Luas penampang
B = Regangan pada sembarang titik akibat satu satuan peralihan nodal.
C = Cos
S = Sin
Dy = Gaya geser
Dz = Gaya kopel
E = Modulus elastisitas (Modulus Young)
Fy = Tegangan leleh
G = Modulus geser
I = Inersia
J = Momen inersia polar
M = Gaya internal momen pada elemen balok silang
Mxx = Momen lentur dalam arah sumbu kuat
Myy = Momen lentur dalam arah sumbu lemah
My = Momen leleh
Mn = Momen nominal
Mp = Momen plastis
Nx = Gaya aksial
Ixx = Inersia lentur dalam arah sumbu kuat
Iyy = Inersia lentur dalam arah sumbu lemah
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
P = Beban terpusat
Pb = Gaya nodal ekivalen akibat bekerjanya gaya tubuh dalam vektor b
S = Modulus penampang
Z = Modulus plastis
= Tegangan normal
= Tegangan geser
= Regangan normal
= Regangan geser
= Poisson ratio
= Faktor bentuk
q = Peralihan vertikal kecil
0 = Regangan awal
xi = Peralihan yang disebabkan oleh punter yang terjadi pada sumbu-x elemen
yi = Peralihan yang disebabkan oleh punter yang terjadi pada sumbu-y elemen
= Perubahan dari putaran sudut
= Fungsi torsi
Ue = Energi regangan virtual dari tegangan dalam elemen
We = Usaha virtual beban luar yang bekerja pada elemen
{} = vector kolom
[] = Matriks
[A]-1 = Invers matriks [A]
[A]T = Transpos dari matriks [A]
= Penjumlahan
dA = Luas differensial
dx = Panjang differensial arah sumbu x
dy = Panjang differensial arah sumbu y
dz = Panjang differensial arah sumbu z
fx = Beban merata arah sumbu x
fx1 = Gaya nodal dalam arah lokal x pada nodal 1
fx2 = Gaya nodal dalam arah lokal x pada nodal 2
fx1 = Gaya nodal dalam arah X global pada nodal 1
fy1 = Gaya nodal dalam arah Y global pada nodal 1
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
{ f } = Vektor dari gaya-gaya luar pada titik simpul
{ d } = Vektor dari perpindahan
[Ke] = Matriks kekakuan global elemen
[C] = Matriks hubungan tegangan regangan
[g] = Matriks geometri dari fungsi peralihan
[h] = Matriks geometri dari fungsi peralihan titik nodal
[K] = Matriks kekakuan elemen
[Te] = Matriks transformasi elemen

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Umum

Dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di berbagai

bidang termasuk dalam bidang konstruksi, memacu negara-negara berkembang

termasuk Indonesia untuk mengadakan pembangunan sarana dan prasarana yang

dibutuhkan masyarakat. Hal ini juga mendorong para perencana untuk mendesain

bangunan yang lebih ekonomis dan aman.

Di dalam perencanaan akan ditemukan dua bagian utama dari bangunan,

yaitu bagian struktur dan non struktur. Bagian struktur adalah bagian bangunan yang

ikut memikul beban yaitu meliputi pondasi, balok, kolom, pelat dan lain sebagainya.

Bagian non struktur adalah bagian bangunan yang tidak ikut memikul beban yaitu

meliputi dinding, plafond dan lain sebagainya. Sehingga hal tersebut di atas harus di

desain sedemikian rupa agar didapat struktur yang optimal tetapi masih mampu

mendukung beban struktur dengan aman.

Suatu balok dibebani akan timbul resultante tegangan yang secara umum

terdiri dari tiga gaya dan tiga kopel.

Gaya-gaya tersebut adalah gaya aksial Nx, gaya geser Dy, Dz dan kopelnya adalah

momen puntir Mx dan momen lentur My dan Mz ( gambar 1.1 ). Deformasi batang

dapat dianalisa dengan meninjau masimg-masing resultante tegangan secara terpisah

dan menentukan pengaruhnya pada elemen batang.

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Bila suatu struktur diberi beban, batangnya akan mengalami deformasi

( perubahan bentuk yang kecil ) sehingga titik-titik pada struktur akan berpindah

keposisi yang baru. Umumnya semua titik pada struktur kecuali tumpuan yang tidak

dapat bergerak akan mengalami perpindahan. Deformasi tersebut menimbulkan

respons gaya dalam.

Gambar 1.1 Respon gaya dalam.

Saat ini sangat dibutuhkan ruangan yang relatif luas pada bangunan

bertingkat. Sehingga untuk memenuhi hal ini maka dibutuhkan balok silang untuk

menahan beban luar. Juga kadang-kadang agar nilai arsitektur menjadi indah

memerlukan balok silang.

Balok silang adalah struktur bidang yang dibentuk oleh balok menerus yang

saling bertemu atau bersilang dimana pertemuan dari sambungan tersebut adalah

kaku ( Gambar 1.2 ). Berbeda dari portal gaya luar berada dalam bidang struktur,

gaya luar pada balok silang tegak lurus bidang struktur, dan vector momen semua

kopel berada dalam bidang balok. Arah beban seperti ini dapat menimbulkan puntir

dan lenturan pada sejumkah batang. Penampang lintang setiap batang memiliki dua

sumbu simetri, sehingga lenturan dan puntir tidak daking bergantungan.

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Gambar 1.2. Balok silang

Beberapa keuntungan dari sistem struktur grid adalah:

1. Mempunyai kekakuan yang besar, terutama pada bentang lebar, sehingga

dapat memberikan kekakuan arah horizontal yang lebih besar pada portal-

bangunannya.

2. Mempunyai bentuk yang seragam dengan berbagai variasi dan

cetakannya dapat digunakan berulang kali.

3. Dapat mendistribusikan beban dan momen pada kedua arah bentangnya

secara merata dengan ukuran model grid yang dapat dikembangkan

sebagai kelipatan dari bentang kolom-kolomnya.

4. Mempunyai sifat fleksibilitas ruang yang cukup tinggi dan sederhana

sehingga lebih luwes dalam mengikuti pembagian panel-panel eksterior

maupun partisi interiornya.

I.2 Permasalahan

Tugas akhir ini membahas tentang pemakaian balok silang ( grid ) pada pelat

yang terbuat dari baja. Grid adalah struktur datar yang dipersiapkan untuk menerima

beban yang tegak lurus pada bidang datar struktur.

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Sehingga dengan pemakaian balok silang ini, diharapkan membuat bangunan

semakin kaku dan stabil.

I.3 Maksud dan Tujuan

Sesuai dengan latar belakang di atas, maka tujuan penulisan Tugas Akhir ini

adalah mengetahui pengaruh grid (balok silang) terhadap kekakuan struktur

bangunan, sehingga diperoleh besar displacement (lendutan) yang terjadi akibat

adanya gaya-gaya yang bekerja pada bangunan tersebut.

I.4 Metodologi

Metode yang digunakan dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah literatur

yaitu dengan mengumpulkan data-data dan keterangan yang berhubungan dengan

pembahasan Tugas Akhir ini serta masukan-masukan dari dosen pembimbing.

Adapun hasil dari analisa kumpulan data-data tersebut akan dihitung dengan

program komputer. Penganalisaan struktur akan dilakukan dengan program komputer

yaitu Program MATLAB serta dibandingkan dengan program SAP2000 untuk

mempercepat perhitungan.

I.5 Pembatasan Masalah

Pada tulisan ini persoalan akan dibatasi, yaitu :

1. Perletakan adalah jepit-jepit

2. Pertemuan balok silang adalah kaku dengan beban kerja adalah terbagi rata

3. Menganalisa displacement (lendutan) yang terjadi pada balok

4. Analisa yang dilakukan secara linier-elastik menurut Hukum Hooke

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
BAB II

TEORI DASAR METODE ELEMEN HINGGA

PADA STRUKTUR

Bila suatu kontinum dibagi menjadi beberapa bagian yang sangat kecil

(elemen hingga) dikenal sebagai proses diskritisasi (pembagian). Elemen ini

umumnya memiliki bentuk geometri yang sederhana dibandingkan dengan

kontinumnya. Dengan menggunakan metode elemen hingga kita dapat mengubah

mengubah suatu masalah yang memeiliki jumlah derajat kebebasan tidak berhingga

menjadi suatu masalah dengan jumlah derajat kebebasan tertentu sehingga proses

pemecahannya akan lebih sederhana.

Pendekatan klasik analisa benda pejal membutuhkan suatu fungsi tegangan

atau fungsi peralihan yang harus memenuhi persamaan differensial keseimbangan,

hubungan tegangan-regangan, dan kompabilitas pada setiap titk dalam kontinum,

termasuk syarat-syarat batasnya (boundaries). Karena ketatnya persyaratan ini, amat

sedikit pemecahan dijumpai adanya deret tak berhingga yang dalam perhitungan

praktis harus dipotong sehingga hal ini akan menyebabkan hasil perhitungan tadi

hanyalah merupakan satu pendekatan saja.

II.1 Jenis - Jenis Struktur pada Bangunan Teknik Sipil

Struktur 1D (satu dimensi) adalah suatu idealisasi dari bentuk struktur yang

sebenarnya dimana struktur dianggap merupakan gabungan dari elemen 1D (elemen

rangka, balok, grid, dan portal) untuk kemudian dilakukan analisis perhitungan.

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Pada dasarnya perilaku semua tipe struktur 1D, 2D, atau 3D

(rangka/balok/portal, pelat/cangkang atau solid) dapat dijabarkan dalam bentuk

persamaan diferensial. Dalam praktiknya, penulisan persamaan diferensial untuk

struktur 1D sering kali tidak perlu karena struktur tersebut dapat diperlakukan

sebagai penggabungan elemen 1D. Solusi eksak untuk persamaan diferensial dapat

dinyatakan dalam bentuk relasi antara gaya dan peralihan pada ujung-ujung elemen.

Kombinasi yang tepat dari relasi ini dengan persamaan keseimbangan dan

kompatibilitas pada simpul dan perletakan menghasilkan sebuah sistem persamaan

aljabar yang menggambarkan perilaku struktur.

II.1.1 Truss (rangka)

Definisi truss (rangka) adalah konstruksi yang tersusun dari batang-batang

tarik dan batang-batang tekan saja, umumnya dari baja, kayu, atau paduan ringan

guna mendukung atap atau jembatan, umumnya hanya memperhitungkan pengaruh

aksial saja.

Truss 2 dimensi : truss yang dapat menahan beban pada arah datar saja

(sumbu x, y) umumnya beban yang bekerja adalah beban terpusat nodal.

Truss 3 dimensi : truss yang dapat menahan beban pada semua arah (sumbu

x, y dan z) umumnya beban yang bekerja adalah beban terpusat nodal.

II.1.2 Balok

Definisi balok yaitu konstruksi yang tersusun dari batang-batang saling

menyilang dan menyatu pada bidang horizontal dimana gaya-gaya dominan yang
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
bekerja adalah tegak lurus bidang tersebut sehingga menimbulkan momen lentur

yang menghasilkan putaran sudut pada ujung-ujung batang, dan translasi tegak lurus

pada bidang batang tersebut.

2.1.3 Grid

Definisi grid yaitu balok-balok yang saling menyilang dan menyatu pada

bidang horizontal dimana gaya-gaya dominan yang bekerja adalah tegak lurus bidang

tersebut sehingga menimbulkan momen lentur, momen torsi, dan translasi tegak

lurus pada bidang balok-balok tersebut, umumnya dapat menahan gaya normal

terhadap bidang datarnya.

II.1.4 Frame (portal)

Definisi frame (portal) adalah kerangka yang terdiri dari dua atau lebih

bagian konstruksi yang disambungkan guna stabilitas, umumnya dapat menahan

gaya momen, gaya geser dan aksial.

Frame 2 dimensi : frame yang dapat menahan beban pada arah datar saja

(sumbu x, y) umumnya beban yang bekerja adalah beban terpusat nodal dan

beban batang.

Frame 3 dimensi : frame yang dapat menahan beban pada semua arah saja

(sumbu x, y dan z) umumnya beban yang bekerja adalah beban terpusat nodal

dan beban batang.

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
II.2 Konsep Elemen Hingga

Struktur dalam istilah teknik sipil adalah rangkaian elemen-elemen yang

sejenis maupun yang tidak sejenis. Elemen adalah susunan materi yang mempunyai

bentuk relatif teratur. Elemen ini akan mempunyai sifat-sifat tertentu yang

tergantung kepada bentuk fisik dan materi penyusunnya. Bentuk fisik dan materi

penyusun elemen tersebut akan menggambarkan totalitas dari elemen tersebut.

Totalitas sifat elemen inilah yang disebut dengan kekakuan elemen. Jika diperinci

maka sebuah struktur mempunyai Modulus Elastis (E), Modulus Geser (G), Luas

Penampang (A), Panjang (L) dan Inersia (I). Inilah satu hal yang perlu dipahami

didalam pemahaman elemen hingga nantinya, bahwa kekakuan adalah fungsi dari

E,G,A,L,I.

Kontinum dibagi-bagi menjadi beberapa bagian yang lebih kecil, maka

elemen kecil ini disebut elemen hingga. Proses pembagian kontinum menjadi elemen

hingga disebut proses diskretisasi (pembagian). Dinamakan elemen hingga karena

ukuran elemen kecil ini berhingga (bukannya kecil tak berhingga) dan umumnya

mempunyai bentuk geometri yang lebih sederhana dibanding dengan kontinumnya.

Dengan metode elemen hingga kita dapat mengubah suatu masalah dengan

jumlah derajat kebebasan tertentu sehingga proses pemecahannya akan lebih

sederhana. Misalnya suatu batang panjang yang bentuk fisiknya tidak lurus,

dipotong-potong sependek mungkin sehingga terbentuk batang-batang pendek yang

relatif lurus. Maka pada bentang yang panjang tadi disebut kontinum dan batang

yang pendek disebut elemen hingga.

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Suatu bidang yang luas dengan dimensi yang tidak teratur, dipotong-potong

berbentuk segi tiga atau bentuk segi empat yang beraturan. Bidang yang dengan

dimensi tidak beraturan tadi disebut kontinum, bidang segitiga atau segi empat

beraturan disebut elemen hingga. Dan banyak lagi persoalan yang identik dengan hal

diatas. Maka dari sini dapat dikatakan bahwa elemen hingga merupakan elemen

diskrit dari suatu kontinum yang mana perilaku strukturnya masih dapat mewakili

perilaku struktur kontinumnya secara keseluruhan.

Pendekatan dengan elemen hingga merupakan suatu analisis pendekatan yang

berdasarkan asumsi peralihan atau asumsi tegangan, bahkan dapat juga berdasarkan

kombinasi dari kedua asumsi tadi dalam setiap elemennya.

Karena pendekatan berdasarkan fungsi peralihan merupakan teknik yang

sering sekali dipakai, maka langkah-langkah berikut ini dapat digunakan sebagai

pedoman bila menggunakan pendekatan berdasarkan asumsi tersebut :

1. Bagilah kontinum menjadi sejumlah elemen (Sub-region) yang berhingga

dengan geometri yang sederhana (segitiga, segiempat. dan lain sebagainya).

2. Pada titik-titk pada elemen yang diperlakukan sebagai titik nodal, dimana

syarat keseimbangan dan kompatibilitas dipenuhi.

3. Asumsikan fungsi peralihan pada setiap elemen sedemikian rupa sehingga

peralihan pada setiap titik sembarangan dipengaruhi oleh nilai-nilai titik

nodalnya.

4. Pada setiap elemen khusus yang dipilih tadi harus dipenuhi persyaratan

hubungan regangan peralihan dan hubungan rengangan-tegangannya.

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
5. Tentukan kekakuan dan beban titik nodal ekivalen untuk setiap elemen

dengan menggunakan prinsip usaha atau energi.

6. Turunkan persamaan keseimbangan ini untuk mencari peralihan titik nodal.

7. Selesaikan persamaan keseimbangan ini untuk mencari peralihan titik nodal.

8. Hitung tegangan pada titik tertentu pada elemen tadi.

9. Tentukan reaksi perletakan pada titik nodal yang tertahan bila diperlukan.

II.3 Tegangan Dan Regangan Dalam Kontinum Elastis

Dalam pembahasan ini diasumsikan bahwa kontinum yang dianalisis terdiri

atas materal elastis dengan regangan kecil. Hubungan antara regangan dan

tegangannya dapat digambarkan dalam suatu sistem koordinat ortogonal yang

mengikuti kaidah tangan kanan misalnya dalam sebuah koordinat cartesius.

Gambar 2.2 memperlihatkan sebuah elemen yang amat kecil dalam sumbu

koordinat Cartesius yang panjang sisi-sisinya dinyatakan dengan dx, dy, dan dz.

Tegangan normal dan tegangan geser digambarkan dengan anak panah pada

permuakaan elemen tadi. Tegangan normal diberi notasi x, y, dan z, sedangkan

tegangan geser diberi notasi xy, yz, dan seterusnya. Dari persamaan keseimbangan

elemen tadi didapatkan hubungan sebagai berikut:

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
z,w

zy zx

xz
yz dz
xy x

yx
y

x,u
dy
y,v dx
Gambar 2.1 Tegangan pada sebuah elemen yang sangat kecil
(Sumber: Elemen Hingga Untuk Analisis Struktur, Paul R. Johnston dan William Weauver Jr)

xy = yx yz = zy zx = xz... (a)
Tegangan regangan yang dilukiskan dalam gambar akan menimbulkan regangan

normal dan regangan geser. Regangan normal x, y, dan z didefinisikan sebagai:

x = y = z = . (b)

dimana u, v, dan w merupakan translasi dalam arah x, y, dan z. Regangan geser, xy,

yz dan lain-lain dinyatakan dalam rumus berikut ini:

xy = + = yx ; yz = + = zy ; zx = + = xz... (c)

(Sumber: Elemen Hingga Untuk Analisis Struktur, Paul R. Johnston dan William Weauver Jr)

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Dari persamaan ini dapat dilihat bahwa hanya ada tiga regangan geser yang

bebas. Untuk mempermudah, keenam tegangan bebas beserta keenam regangannya

akan dituliskan dalam bentuk matriks kolom (atau vektor) seperti berikut:

= = = = (d)

Hubungan tegangan regangan untuk material isotropik diturunkan dari teori

elastisitas seperti berikut ini:

x = =

x = = . (e)

x = =

(Sumber: Elemen Hingga Untuk Analisis Struktur, Paul R. Johnston dan William Weauver Jr)

dimana

G=

Dalam persamaan ini E = modulus elastisitas (modulus Young), G = modulus

geser, dan v = rasio Poisson. Dalam bentuk matriks, hubungan yang terdapat pada

persamaan dapat dituliskan sebagai:

= C (2.3 1)
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
dimana

C= (2.3 2)

Matriks C merupakan operator yang menghubungkan vektor regangan dengan

vektor tegangan . Dan dengan meng-invers persamaan (2.3 1) didapatkan

hubungan tegangan regangan seperti berikut ini:

= E (2.3 3)

dimana

-1
E=C = (2.3 4)

Matriks E adalah operator yang menghubungkan vektor tegangan dengan vektor

regangan .

(Sumber: Elemen Hingga Untuk Analisis Struktur, Paul R. Johnston dan William Weauver Jr)

II.4 Finite Element Method

Dalam pembahasan ini, persamaan-persamaan metode elemen hingga akan

diturunkan dengan menggunakan prinsip usaha virtual. Sebuah elemen hingga tiga

dimensi yang terletak pada salib sumbu cartesius dengan koordinat x, y, dan z.

Peralihan umum (general displacement) yang terjadi pada sembarang titik

dalam elemen dinyatakan dengan vektor kolom u:

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
u= ... (2.4 1)

dimana u, v, dan w berturut-turut merupakan translasi dalam arah x, y, dan z.

Gaya tubuh (body forces) yang bekerja pada elemen, gaya-gaya ini akan

dimasukkan ke dalam vektor b, seperti berikut:

b= ... (2.4 2)

Notasi bx, by, dan bz mewakili komponen-komponen gaya (persatuan voume,

luas atau panjang) yang bekerja pada sembarang titik sesuai dengan arah x, y,

dan z.

Peralihan titik nodal (nodal displacement) q yang diperhitungkan hanyalah

berupa translasi dalam arah x, y, dan z. Bila nen = jumlah titik nodal elemen,

maka:

q = {q i} (i = 1,2,...,nen)... (2.4 3)

dimana:

qi = = ... (a)

Gaya titik nodal (nodal actions) p diambil dalam arah x, y, dan z:

p = {pi} (i = 1,2,...,nen)... (2.4 4)

dimana:

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
pi = (b)

Hubungan antara peralihan umum dan peralihan titik nodal dinyatakan oleh

fungsi bentuk peralihan (displacement shape function) sebagai berikut:

u = f q. (2.4 5)

Dalam persamaan ini notasi f adalah matriks segiempat yang menunjukkan bahwa u

sepenuhnya tergantung pada q.

Hubungan regangan-peralihan diperoleh dengan menurunkan matriks

peralihan umum. Proses ini ditunjukkan dalam pembentukan matriks d yang disebut

operator diferensial linier dan dapat dinyatakan dalam bentuk perkalian matriks:

= d u. (2.4 6)

Dalam persamaan ini operator d menyatakan hubungan antara vektor regangan

dengan vektor peralihan umum (vektor u). Dengan substitusi persamaan (2.4 5) ke

dalam (2.4 6) diperoleh:

= B q. (2.4 7)

dimana:

B = d f. (2.4 8)

Matriks B menunjukkan regangan yang terjadi pada sembarang titik dalam elemen

akibat satu satuan peralihan titik nodal.

Dari persamaan (2.3 3) telah diperoleh hubungan tegangan regangan

dalam bentuk matriks sebagai berikut:


Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
= E (2.4 9)

dimana E adalah matriks yang menghubungkan tegangan dan regangan . Dengan

mensubstitusikan persamaan (2.4 7) ke dalam (2.4 9) diperoleh:

= E B q (2.4 10)

dimana perkalian E B menunjukkan tegangan pada sembarang titik bila terjadi satu

satuan peralihan titik nodal.

Prinsip usaha virtual: Bila ada suatu struktur dalam keadaan seimbang,

dikerjakan suatu peralihan virtual yang kecil dalam batas-batas deformasi yang

masih dapat diterima, maka usaha virtual dari beban luar tadi sama denan energi

regangan virtual dari tegangan dalamnya. Bila prinsip di atas kita terapkan pada

elemen hingga, akan diperoleh:

Ue = We..... (2.4 11)

dimana U adalah energi regangan virtual dari tegangan dalam dan W

merupakan usaha virtual beban luar yang bekerja pada elemen. Untuk memperoleh

kedua nilai tersebut, diasumsikan adanya peralihan virtual kecil yang dinyatakan

dalam vektor q. Jadi,

q = { qi }(i = 1,2,...,nen)........ (c)

Kemudian peralihan umum virtual akan menjadi:

u = f q.. (d)

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Dengan menggunakan hubungan regangan peralihan dalam persamaan (2.4 7), kita

dapatkan:

= B q.. (e)

Energi regangan virtual dalam U dapat dituliskan sebagai berikut:

Ue = ... (f)

Usaha virtual luar dari gaya titik nodal dan gaya tubuh menjadi:

We = . (g)

Dengan substitusi persamaan (f) dan (g) ke dalam persamaan (2.4 11) akan

dihasilkan:

= ... (h)

Kemudian substitusi persamaan (2.4 9) untuk mengganti , dan dengan

menggunakan transpose dari persamaan (d) dan (e) akan diperoleh:

= . (i)

Selanjutnya, substitusi persamaan (2.4 7) untuk nilai serta bagilah ruas kiri dan

kanan dengan sehingga persamaan (i) akan menjadi:

= (j)

Persamaan (j) dapat dituliskan kembali menjadi:

K q = p + pb.. (2.4 12)

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
dimana

K= ... (2.4 13)

dan

pb = ... (2.4 14)

(Sumber: Elemen Hingga Untuk Analisis Struktur, Paul R. Johnston dan William Weauver Jr)

Matriks K dalam persamaan (2.4 13) adalah matriks kekakuan

elemen, yaitu gaya yang terjadi pada titik nodal akibat adanya satu satuan peralihan

titik nodal. Sedangkan vektor pb pada persamaan (2.4 14) menunjukkan gaya nodal

ekuivalen akibat bekerjanya gaya tubuh dalam vektor b.

Tegangan dan regangan yang diturunkan di atas hanya bergantung pada

peralihan titik nodal. Bila terjadi regangan awal 0, maka regangan total dapat

dituliskan sebagai berikut:

= 0+ C . (2.4 15)

dimana C adalah matriks hubungan regangan tegangan. Dari persamaan (2.3 4)

telah kita dapatkan:

-1
C= ... (2.4 16)

Dengan menyelesaikan vektor tegangan pada persamaan (2.4 15) akan diperoleh:

= E( 0). (2.4 17)

Bila persamaan ini digunakan untuk mengganti dalam persamaan (h), maka

akhirnya rumus tersebut akan menghasilkan:

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
K q = p + pb + p0.. (2.4 18)

dimana

p0 = . (2.4 19)

Kita dapat menganggap vektor p0 merupakan beban titik nodal ekuivalen akibat

regangan awal, sama halnya dengan yang ditimbulkan oleh perubahan temperatur.

II.5 Fungsi Bentuk Dan Peralihan Umum Dalam Bentuk Operasi Matriks

Asumsikan bahwa fungsi peralihan dinyatakan sebagai perkalian antara

matriks geometri q dengan vektor dari konstanta sembarang c sebagai berikut:

u = g c (2.5 1)

Kemudian dicari operator g untuk setiap titik nodal sehingga:

q = h c (2.5 2)

Di mana, h = { gi }(i = 1,2,...,nen). (a)

dan g1 menunjukkan matriks g yang dihitung pada titik nodal ke i. Dengan

mengasumsikan bahwa matriks h adalah matriks bujur sangkar dan nonsingular,

carilah konstanta c dalam persamaan (2.5 2):

c = h-1 q... (2.5 3)

Substitusikan persamaan (2.5 3) ke dalam (2.5 1) untuk memperoleh:

u = g h-1 q.................................................................................... (b)

f = g h-1... (2.5 4)
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Sebagai contoh, untuk elemen aksial 1 dimensi asumsikan bahwa peralihan u

di sembarang titik pada elemen merupakan fungsi linier dari x, seperti berikut ini:

u = c1 + c2 x (fungsi peralihan). (c)

u
1 2 x
qq1
1 xx qq2
2
LL
(a)

f1
1

(b)

f2 1

(c)

Gambar 2.2 Elemen aksial

dalam bentuk matriks:

u = [1 x] . (d)

dari persamaan (2.5 1) diperoleh:

g = [1 x]......................................................................... (e)

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
fungsi peralihan ini dapat dinyatakan dalam fungsi bentuk peralihan dengan mencari

kedua konstantanya, yaitu c1 dan c2.

Pada x = 0, didapat c1 = q1 ; untuk x = L akan diperoleh q2 = c1 + c2 L

Jadi c2 = (q2 q1)/L. Bila konstanta ini disubstitusikan ke dalam persamaan (c) akan

diperoleh:

u = q1+ x... (f)

Persamaan ini bukan lagi merupakan fungsi konstanta, melainkan fungsi dari

peralihan titik nodal. Bila persamaan (f) digabungkan dengan (2.4 5) maka akan

dapat dituliskan kembali menjadi:

u= = f q.. (g)

dimana fungsi bentuk yang didapat dalam bentuk matriks sebagai berikut:

f = [ f1 f2 ] =

Kedua fungsi bentuk peralihan ini diperlihatkan dalam Gambar 2.3 (b) dan (c).

Fungsi bentuk peralihan (shape function) bisa juga diperoleh dengan menghitung

matriks g pada titik nodal 1 dan 2 [lihat persamaan (2.5 2)]:

= ... (h)

sehingga diperoleh:

h= = . (i)

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
invers dari matriks h adalah:

h-1 = . (j)

kemudian dari persamaan (2.5 4) diperoleh:

f = g h-1 = , yang sama dengan persamaan (g).

Hubungan regangan peralihan untuk elemen aksial hanya terdiri dari satu turunan

saja sesuai persamaan (b) dalam sub-bab 2.3:

= x = d u = = =Bq

maka: B= = [-1 1]

Dengan cara yang sama, didapat hubungan tegangan regangan [persamaan (2.4 9)

dan (2.4 10)] sebagai berikut:

= x = E = E x = EB q

Jadi: E=E dan EB= [-1 1] (k)

Dengan mengasumsikan luas penampang A besarnya konstan, maka kekakuan

elemen dapat dihitung dari persamaan (2.4. 13) seperti berikut ini:

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
K= = [-1 1]

K=

(Sumber: Elemen Hingga Untuk Analisis Struktur, Paul R. Johnston dan William Weauver Jr)

II.6 Grid Element

Grid adalah sebuah struktur 1D yang terbentuk dari rangkaian balok-balok

yang terhubung secara kaku pada nodal, dimana seluruh balok dan nodal tersebut

berada pada bidang (X-Y) yang sama. Penggambaran ini identik dengan

penggambaran portal bidang. Perbedaan antara struktur grid dan portal terletak pada

arah beban yang bekerja pada struktur dan respons struktur terhadap beban tersebut.

Pada portal bidang seluruh beban bekerja pada bidang portal dan seluruh peralihan

juga terjadi pada bidang tersebut. Balok-balok portal mengalami lentur dan

deformasi aksial pada arah bidang. Pada struktur grid seluruh beban bekerja pada

arah tegak lurus bidang, demikian juga dengan peralihan yang terjadi. Balok-balok

grid mengalami lentur keluar bidang dan juga puntir.

Sistem koordinat global yang akan kita pakai untuk menempatkan struktur

grid adalah pada bidang X-Y. Beban vertikal akan bekerja pada arah Z dan momen

nodal bekerja pada bidang grid seperti tampak pada Gambar 2.3. Gambar 2.4

memperlihatkan sistem koordinat lokal elemen yang digunakan.

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Y
Z

Myi

fzi
Mxi

Gambar 2.3 Arah Positif Gaya Nodal Struktur dalam Sistem Global

(Sumber : Metode Elemen Hingga Untuk Skeletal, Prof. Dr. Ir. Irwan Katili)

Pada elemen grid, terdapat efek lentur terhadap sumbu horizontal penampang

seperti halnya balok, dan juga efek puntir terhadap sumbu batang, yang berarti dapat

menahan momen torsi. Karenanya, pada setiap nodal terdapat: peralihan vertikal wi,

rotasi terhadap sumbu horizontal penampang (arah y) akibat momen lentur, dan

rotasi terhadap sumbu elemen akibat torsi. Tiap nodal mempunyai 3 derajat

kebebasan (wi, xi, yi ).

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Gambar 2.4 Sistem Koordinat Lokal Elemen

(Sumber : Metode Elemen Hingga Untuk Skeletal, Prof. Dr. Ir. Irwan Katili)

II.6.1 Efek Lentur

Efek lentur akan terjadi terhadap sumbu y elemen, dan efek puntir terjadi

terhadap sumbu x elemen. Peralihan nodal dan gaya batang dianggap positif bila

bekerja pada arah koordinat positif. Kita gunakan aturan tangan kanan unuk arah

efek lentur dan torsi. Gambar 2.5 menunjukkan arah positif untuk gaya dan peralihan

elemen. x1, y1, x2, d an y2 adalah rotasi, sedangkan w1 dan w2 adalah translasi

pada arah z.

fz1,w1
y
Mx1 ,x1
fz2,w2

My1 ,y1
Mx2 ,x2
My2 ,y2

Gambar 2.5 Gaya dan Peralihan Elemen Positif

(Sumber : Metode Elemen Hingga Untuk Skeletal, Prof. Dr. Ir. Irwan Katili)

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Gambar 2.7 melukiskan elemen lentur (flexural element) lurus yang melendut

pada bidang utama x-z. Dalam gambar ditentukan adanya sebuah peralihan umum w,

yaitu translasi dalam arah z. Jadi:

u=w

Gaya tubuh yang ditinjau merupakan komponen tunggal bz (gaya per satuan panjang)

yang bekerja dalam arah z.

Maka:

b = bz

Pada titik nodal 1 [lihat gambar 2.5 (a)]:

q1 : translasi dalam arah z dan rotasi kecil dalam arah y (mata panah tunggal)

q2 : rotasi kecil dalam arah y ( mata panah ganda)

Hal yang sama juga berlaku untuk titik nodal 2 peralihan yang diberi nomor 3

dan 4 berturut-turut merupakan translasi dan rotasi yang kecil. Maka, vektor

peralihan titik nodal akan menjadi:

q = {q1, q2, q3, q4} = {w1, y1, w2, y2}.... (a*)

dimana:

y1 =

y2 =

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Turunan (putaran sudut) ini dapat dianggap sebagai suatu rotasi yang kecil

walaupun sebenarnya mempengaruhi perubahan translasi pada titik nodal tersebut.

Aksi titik nodal yang terjadi pada titik nodal 1 dan 2 adalah:

p = {p1, p2, p3, p4} = {py1, Mx1, py2, Mx2}

py1 dan py2 : gaya dalam arah y pada titik nodal 1 dan 2

Mz1 dan Mz2 : momen dalam arah y pada titik nodal 1 dan 2

Karena ada 4 peralihan titik nodal, fungsi peralihan lengkap untuk elemen lentur ini

dapat diasumsikan sebagai berikut:

w = c1 + c2 x + c3 x2 + c4 x3.. (a)

(Sumber: Bahan kuliah Metode Elemen Hingga, Prof. Dr. Ing. Johannes Tarigan)

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
yz

q1 q3
w
v
1 2 xx
q2 x q4
L
yz
(a)

(b)

(c)

(d)

(e)

Gambar 2.6 Elemen Lentur dan Fungsi Bentuk

(Sumber: Elemen Hingga Untuk Analisis Struktur, Paul R. Johnston dan William Weauver Jr)

matriks translasi g menjadi:

g=[1 x x2 x3 ] (b)

Peralihan kedua (rotasi) pada setiap titik nodal memiliki hubungan diferensial

dengan peralihan yang pertama (translasi). Matriks rotasi (turunan pertama g

terhadap x)adalah:
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
= [0 1 2x 3x2] (c)

Bentuk matriks h dari kedua nodal 1 (x = 0) dan nodal 2 (x = L):

h= = . (d)

invers dari matriks h adalah:

h-1 = .. (e)

Dari mengalikan kembali h-1 dengan g akan diperoleh matriks fungsi bentuk

peralihan dalam matriks f sebagai berikut:

f = g h-1 = [ f1 f2 f3 f4 ]

f=[ 1 x x2 x3 ]

f= [ 2x3 3x2 L + L3 x3L 2x2 L2 + xL3 - 2x3 + 3x2 L

x3 L x2 L2 ].. (f)

dimana fungsi bentuk yang didapat adalah:

f1 = (translasi pada titik 1 terhadap sumbu-z elemen: wz1)

f2 = (rotasi pada titik 1 terhadap sumbu-y elemen: y1)

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
f3 = (translasi pada titik 2 terhadap sumbu-z elemen: wz2)

f4 = (rotasi pada titik 2 terhadap sumbu-y elemen: y2)

(Sumber: Elemen Hingga Untuk Analisis Struktur, Paul R. Johnston dan William Weauver Jr)

Keempat fungsi bentuk ini dilukiskan dalam Gambar 2.5 (b), (c), (d), dan (e) yaitu

perubahan w sepanjang elemen akibat dari satu satuan peralihan titik nodal dari

keempat arah peralihan q1, q2, q3, dan q4.

Hubungan regangan-peralihan dapat diturunkan untuk elemen lentur dengan

mengasumsikan bahwa penampang yang rata akan tetap rata selama deformasi

seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 2.7. Translasi u dalam arah x pada setiap

titik dalam penampang adalah:

u=-y .. (g)

dengan menggunakan hubungan ini, kita dapat memperoleh persamaan regangan

lentur:

x = =-y = - y .... (h)

dengan adalah kelengkungan.

= . (i)

Dari persamaan (h) dapat kita lihat bahwa operator diferensial linier d yang

menghubungkan x dengan w adalah:


Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
d=-y ..... (j)

z, w
x
dA
y
x, u
y, v dw/dx

dx

Gambar 2.7 Deformasi Lentur

Kemudian persamaan (2.4 8) akan memberikan matriks regangan-peralihan B

seperti di bawah ini:

B=df= [ 12x - 6L 6xL - 4L2 -12x + 6L 6xL - 2L2 ].. (k)

(Sumber: Elemen Hingga Untuk Analisis Struktur, Paul R. Johnston dan William Weauver Jr)

Hubungan antara tegangan lentur x dan regangan lentur x dinyatakan dengan:

x = E x.. (l)

Maka:

E = E dan E B = E B.... (m)

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Kekakuan elemen dapat diperoleh dari persamaan (2.4 13) dan akan memberikan

hasil seperti berikut ini:

K=

K= [ 12x - 6L 6xL - 4L2 -12x + 6L 6xL - 2L2 ]dA dx

Melalui perkalian dan integrasi (dengan EI konstan) akan dihasilkan:

K= .....

dx

dimana: Ix = dA menyatakan besarnya momen inersia penampang terhadap

garis netral.

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
K= ........

K=

(Sumber: Elemen Hingga Untuk Analisis Struktur, Paul R. Johnston dan William Weauver Jr)

II.6.2 Efek Torsi

Gambar 2.8 melukiskan sebuah elemen torsi yang dapat berupa tongkat pada

mesin atau batang pada struktur grid. Element ini juga memiliki peralihan umum

tunggal x, yaitu rotasi kecil dalam arah x. Jadi, u = [ xi ]. Akibat adanya peralihan

elastis ini (rotasi kecil tadi) akan dihasilkan gaya tubuh b = Mx berupa momen

(persatuan panjang) yang bekerja dalam arah sumbu x positif.


Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Peralihan titik nodal terdiri dari rotasi aksial yang kecil pada titik nodal 1 dan 2.

Maka:

q= = .. (n*)

u
1 2 x
q1 x q2
L

(a)

f1
1

(b)

f2 1

(c)

Gambar 2.8 Elemen Torsi dan Fungsi Bentuk

Gaya titik nodal yang dihasilkan pada titik 1 dan 2 adalah:

p= =

Karena hanya ada dua peralihan titik nodal pada elemen torsi ini, maka dapat

digunakan fungsi peralihan yang linier, yaitu:

x = c1 + c2 x (n)

Fungsi bentuk peralihan pada elemen torsi ini sama seperti yang diperlihatkan dalam

Gambar 2.9 (b) dan (c).


Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
f = g h-1 = [ f1 f2 ] = . (o)

(Sumber: Elemen Hingga Untuk Analisis Struktur, Paul R. Johnston dan William Weauver Jr)

Kemudian turunkan hubungan regangan-peralihan untuk elemen torsi dengan

penampang lingkaran seperti yang terlihat dalam Gambar 2.9. Asumsikan jari-jari

penampang tetap lurus selama terjadi deformasi torsi. Disini dapat disimpulkan

bahwa regangan geser akan bervariasi linier terhadap panjang jari-jari r seperti

berikut:

=r = r. (p)

dimana adalah putaran (twist), yaitu besarnya perubahan dari putaran sudut. Jadi:

= .. (q)


r
x
y
d

dx

Gambar 2.9 Deformasi Torsi

(Sumber: Elemen Hingga Untuk Analisis Struktur, Paul R. Johnston dan William Weauver Jr)

Dari persamaan dapat dibuktikan bahwa nilai maksimum regangan geser terjadi

pada permukaan.

max = R

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
dimana R adalah jari-jari penampang (lihat gambar). Selanjutnya, pada persamaan

jelas terlihat bahwa operator diferensial linier d yang menghubungkan dengan x

adalah:

d=r ... (r)

maka, matriks regangan-peralihan B akan menjadi:

B=df= [-1 1]... (s)

yang mirip dengan matriks B pada elemen aksial, kecuali muncul nilai r.

Pada elemen torsi, hubungan antara tegangan geser dengan regangan gesernya

dinyatakan dengan:

= G . (t)

dimana simbol G menunjukka n modulus geser material.

Jadi: E = G dan E B = G B (u)

Kekakuan torsi sekarang bisa diperoleh dengan menurunkan (persamaan 2.4 13)

sebagai berikut:

K=

K= [-1 1] r dr d dx

K=

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Dengan GJ konstan. Momen inersia polar J didefinisikan sebagai:

J= =

Untuk penampang bukan lingkaran/sembarang, momen inersia polar J

diturunkan dari rumus:

+ = -2 G v , dimana: = fungsi torsi

Dengan bantuan penyelesaian memakai teori Prandl maka:

J=

(Sumber: Elemen Hingga Untuk Analisis Struktur, Paul R. Johnston dan William Weauver Jr)

Dengan notasi matriks, persamaan-persamaan dalam elemen yang mengalami

lentur dan torsi pada grid element dapat ditulis sebagai persamaan keseimbangan

elemen pada sistem koordinat lokal sebagai berikut:

Klokal =

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Bila tidak ada beban nodal ekuivalen yang bekerja pada elemen grid, dan dengan

mengembalikan kembali bentuk persamaan keseimbangan elemen pada persamaan

(2.4 12), maka:

p=Kq

(Sumber: Elemen Hingga Untuk Analisis Struktur, Paul R. Johnston dan William Weauver Jr)

II.6.3 Transformasi pada sistem koordinat

Seperti halnya elemen rangka dan portal, kita harus mentransformasikan

matriks kekakuan elemen yang mengacu pada koordinat elemen ke dalam sistem

koordinat global. Sumbu X dan Y (global) akan terletak pada bidang struktur dan

karenanya berada pada bidang yang sama dengan sumbu x dan y (lokal) elemen.

Sumbu z lokal dan global paralel satu sama lain.

Pada Gambar 2.10, kita harus mentransformasi peralihan dengan memutar

terhadap sumbu z. Bila adalah sudut antara sumbu x elemen dan sumbu global,

Sumbu (global) berimpit dengan sumbu z (lokal), maka translasi tegak lurus bidang

- maupun x-y adalah Wi = wi.

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
cos

2 sin
cos

y 1 sin
x

Gambar 2.10 Transformasi koordinat lokal ke koordinat global

Mx = 0 = Mx2 Cos + My2 Sin + 0

My = 0 = Sin + My2 Cos + 0

Fz = 0 = 0 + 0 + wz2

{ }= =

Analog:

{ }= =

Pada titik simpul 1 berlaku juga seperti simpul 2, maka untuk satu elemen berlaku :

{ }=[ ]{ } { }= = (a)

(Sumber: Bahan Kuliah Metode Elemen Hingga, Prof. Dr. Ing Johannes Tarigan)

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Untuk displacement vektor berlaku juga :

=[ ] (b)

Analog :

=[ ]

-1
{ }= = { }

= [ ]-1

dari persamaan (a) dan (b) :

[ ]-1 { } = [ ] -1 .. (c)

{ }= [ ] [ ]-1 = ... (d)

-1 T
dimana : =[ ] [ ] =[ ] [ ]... (e)

T -1
Keterangan : [ ] = [ ] karena [ ] matriks Orthogonal.

Matriks transformasi:

[ ]=

T
[ ]=

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Matriks kekakuan elemen dalam sistem koordinat lokal adalah:

Jika: Sin = S

Cos = C, maka:

T
=[ ] [ ]

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Dengan menyelesaikan persamaan diatas, diperoleh matriks kekakuan elemen dalam

sistem koordinat global:

(Sumber: Bahan Kuliah Metode Elemen Hingga, Prof. Dr. Ing Johannes Tarigan)

II.6.4 Keseimbangan dan Menentuan dari Matriks Kekakuan.

Kondisi kompatibilitas mensyaratkan bahwa peralihan untuk semua titik pada

suatu struktur yang terbebani harus kompatibel dengan seluruh peralihan pada

struktur.

Dengan demikian, pada saat struktur dibagi-bagi menjadi elemen-elemen,

kondisi kompatibilitas memerlukan beberapa persyaratan sebagai berikut:

Peralihan nodal yang merupakan pertemuan beberapa elemen haruslah

kontinu dan pergerakannya selalu bersama.

Peralihan nodal struktur harus konsisten dengan perilaku nodal yang telah

ditetapkan.

Peralihan nodal pada tumpuan harus memenuhi kondisi batas dari peralihan

yang telah ditentukan sebelumnya.

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Sebagai contoh, diketahui konstruksi seperti Gambar 2.11. Tujuannya adalah

untuk mencari matriks kekakuan dari konstruksi tersebut.

6 Y
3
b d
c X
Z
2 5
a e
1 4 Ket: arah positif

Gambar 2.11 Penomoran untuk nodal dan batang

Tabel 2.2

Elemen Simpul 1 (awal) Simpul 2 (akhir)


a 1 2
b 2 3
c 2 5
d 4 5
e 5 6

, , , sesuai dengan persamaan di atas


dengan = = = = 2

dengan =0

(Sumber: Bahan Kuliah Metode Elemen Hingga, Prof. Dr. Ing Johannes Tarigan)

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Untuk system Koordinat X Y berlaku :

= = = .. (f)

Untuk menjamin kompatibilitas dari perubahan bentuk maka harus ditetapkan :

+ + =

=
. (g)
=

+ + =

Untuk keseragaman maka perlu dibuat definisi arah positif dari gaya-gaya dalam

= .... (h)

(Sumber: Bahan Kuliah Metode Elemen Hingga, Prof. Dr. Ing Johannes Tarigan)

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
2 c

Gaya luar

Gaya dalam
Sebagai contoh titik simpul 2

Gambar (2.11)

Y =
Gaya dalam
b
Ket: arah positif
X
Z
arah negatif

Gambar 2.12 Freebody gaya-gaya dalam

{ }={ }

{ }={ } +{ } +{ }

{ }={ } .. (i)

{ }={ }

{ }={ } +{ } +{ }

{ }={ }

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
(Sumber: Bahan Kuliah Metode Elemen Hingga, Prof. Dr. Ing Johannes Tarigan)

Dari persamaan f dan g didapat :

{ }= { }+ { }

{ }= { }+ { }+ { }+ { }+

{ }+ { }

{ }= { }+ { }
.. (j)

{ }= { }+ { }

{ }= { }+ { }+ { }+ { }+

{ }+ { }

{ }= { }+ { }

Persamaan (j) diatas jika disusun dalam bentuk matriks menjadi:

{ }= { }. (k)

dimana :

{ } = vektor dari gaya-gaya luar pada titik simpul

{ } = vektor dari perpindahan (displacement)

= matriks kekakuan simetris

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
=

.. (m)

II.6.5 Syarat keseimbangan

Pada persamaan (k) banyaknya persamaan sesuai dengan banyaknya yang

tidak diketahui. Untuk contoh Gambar 2.11, maka perpindahan (displacement)

adalah:

x1 = y1 = wz1 = x3 = y3 = wz3 = x4 = y4 = wz4 = x6 = y6 = wz6 = 0 ... (m)

{ }= ;{ }= ;{ }= ;{ }=

{ } = ;{ }=

{ }= ;{ }= ;{ }= ;{ }=

dimana vektor gaya-gaya dalam yang timbul pada simpul 1, 3, 4, 6 akibat

pembebanan pada struktur (simpul 2) belum diketahui. Dari persamaan (m) terdapat

18 bilangan anu tidak diketahui diantaranya 6 displacement (perpindahan) dan 12

gaya/momen, lihat pada Gambar 2.13.


Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Y
3 4

x2
X y2 2 5 x5
Z y5
wz2 wz5

1 6

Gambar 2.13 Reaksi Tumpuan dan Displacement pada Grid

Untuk Gambar 2.11, matriks keseluruhan 18 x 18 dapat dijadikan matriks 6 x 6.

Dengan kondisi batas yang telah diketahui, maka baris ke 1 s/d 3, 7 s/d 9, 10 s/d 12,

dan 16 s/d 18 dapat dicoreng.

Dengan THEORI CHOLESKY,

{ }= -1 { } . (n)

Sehingga persamaan dapat diselesaikan.

(Sumber: Bahan Kuliah Metode Elemen Hingga, Prof. Dr. Ing Johannes Tarigan)

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
II.6.6 Beban Nodal Ekuivalen

Analisa struktur dengan metode elemen hingga mengharuskan struktur hanya

memikul beban yang bekerja di titik kumpul. Akan tetapi, beban sebenarnya pada

struktur secara umum tidak memenuhi syarat tersebut. Sebaliknya, beban bisa

bekerja si titk kumpul atau pada batang. Agar syarat di atas terpenuhi, beban pada

batang harus diganti denagn beban ekivalen di titik kumpul. Beban titik kumpul yang

ditentukan dari beban pada batng disebut beban titik kumpul ekivalen. Bila beban ini

dijumlahkan dengan beban titk kumpul sebenarnya, maka beban total yang

dihasilkan disebut beban titik kumpul gabungan. Selanjutnya dtruktur dapat

dianalisa.

Agar memudahkan analisa, beban titik kumpul gabungan harus demikian

besar hingga perpindahan struktur yang ditimbulkannya sama dengan perpindahan

akibat beban sebenarnya. Hal ini tercapai bila beban ekivalen dihitung berdasarkan

gaya jepit ujung memperlihatkan balok ABC yang bertumpu di titik A dan B serta,

memikul sejumlah beban. Beberapa di antara beban ini adalah beban titik kumpul

sebenarnya sedang beban lainnya bekerja pada. Untuk mengganti beban batang

dengan beban titik kumpul ekivalen, titik kumpul struktur dikekang terhadap semua

perpindahan. Untuk balok terjepit. Bila balok terjepit ini memikul beban batang,

maka akan timbul gaya jepit ujung. Disini gaya ujung ditunjukkan sebagai aksi

pengekang pada struktur terkekang. Jika aksi pengekang ini dibalikkan arahnya, aksi

ini menjadi himpunan gaya dan kopel yang ekivalen dengan beban batang.

Penjumlahan beban titik kumpul ekivalen ini dengan beban titik kumpul ekivalen ini

dengan beban titik kumpul semula menghasilkan beban titik gabungan.

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Umumnya beban titik kumpul gabungan untuk sembarang struktur dapat

ditentukan dengan prosedur gambar. Langkah pertama ialah memisahkan beban titik

kumpul sebenarnya dari beban batang. Perpindahan titik kumpul struktur kemudian

dikekang dengan memberikan pengekang titik kumpul yang sesuai. Selanjutnya, aksi

pengekang akibat beban batang pada struktur terkekang dihitung.

Beban-beban yang bekerja di antara nodal elemen (merata, temperatur) yang

bekerja pada elemen harus ditransformasikan menjadi beban nodal sehingga sesuai

dengan tipe peralihan nodal yang didefinisikan.

Dalam metode Beban Nodal Ekuivalen (BNE), kita tetapkan kerja luar atau

kerja eksternal yang dihasilkan oleh beban nodal ekuivalen sama besarnya dengan

kerja yang dihasilkan oleh beban yang bekerja di antara nodal elemen.

Beban titik nodal ekuivalen yang disebabkan oleh beban merata bz per satuan

panjang seperti tampak pada Gambar 2.16 (a) dapat dihitung dari persamaan (2.4

14) dengan f mengacu pada persamaan (f) pada sub-bab 2.6.1 seperti berikut ini:

pb = dx = dx = =

(Sumber: Elemen Hingga Untuk Analisis Struktur, Paul R. Johnston dan William Weauver Jr)

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
z

bz
1 2
q2 x
x
L
q4
y q1 q3
(a)

z
bz
bz x/L
1 2
q2 x
x
L
q4
y q1 q3
(b)

Gambar 2.16 Elemen Lentur Dengan Pembebanan Merata

Dengan cara yang sama, dapat diturunkan beban titik nodal ekuivalen untuk

pembebanan segitiga (Gambar 2.16 (b)) seperti yang ditunjukkan oleh persamaan di

bawah ini:

pb = dx = dx = =

Untuk pembebanan bz yang pada umumnya searah dengan gravitasi Karena

sistem koordinat pembebanan yang digunakan pada grid bekerja pada bidang x-z

(lokal), maka beban nodal ekuivalen menjadi berlawanan tanda dari persamaan di

atas.
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Selanjutnya untuk beban titik nodal ekuivalen yang disebabkan oleh berbagai

kondisi pembebanan disusun menurut tabel 2.3.

Tabel 2.3 Beban Nodal Ekuivalen (BNE) untuk Grid

z
-bz = =
x

L = =

=
-bz
=

a
=
L

-bz
= =

L = =

-bz
= =

= =
L

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
-bz
=

a b a =
L

= =

z
-P = =
x

L/2 L/2 = =

-P = =

a b = =
L

= =
M

L/2 L/2 = =

M = =

a b = =

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
= =
-P -P

L/3 L/3 L/3 = =

Keterangan: bz dan P adalah bilangan positif


(Sumber: Metode Elemen Hingga Untuk Skeletal, Prof. Dr. Ir. Irwan Katili)

Tabel 2.3 Gaya Internal Ekuivalen (GIE) untuk Grid

z
-bz = =
x

L = =

=
-bz
=
a
=
L

-bz
= =

L = =

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
-bz
= =

= =
L

-bz
=

a b a =
L

= =

z
-P = =
x

L/2 L/2 = =

-P = =

a b
L = =

= =
M

L/2 L/2 = =

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
M = =

a b = =

= =
-P -P

L/3 L/3 L/3 = =

Keterangan: bz dan P adalah bilangan positif


(Sumber: Metode Elemen Hingga Untuk Skeletal, Prof. Dr. Ir. Irwan Katili)

Dengan notasi matriks, gaya-gaya dalam pada grid element dapat ditulis

sebagai persamaan keseimbangan elemen pada sistem koordinat lokal sebagai

berikut:

Ke =

= [ ]

= [ ]

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
=

II.7 Rasio Tegangan

Balok adalah komponen struktur yang fungsi utamanya memikul beban

transversal, seperti beban tetap/gravitasi dan beban hidup. Balok terdiri dari

kombinasi komponen tarik dan komponen tekan, sehingga konsep batang tarik dan

batang tekan dapat digunakan pada perencanaan balok.

Komponen tekan dari suatu balok disokong seluruhnya oleh komponen tarik

yang stabil. Jadi, tekuk global dari komponen tekan tidak terjadi sebelum kapasitas

momen batas penampang belum tercapai.

Balok yang hanya memikul momen lentur murni saja jarang dijumpai dalam

peraktek, dan biasanya juga mengalami gaya aksial. Komponen struktur seperti ini

dikenal sebagai balok-kolom yang akan dibahas lebih lanjut.

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
II.7.1 Penampang dengan lentur simetris

Suatu penampang yang mempunyai satu sumbu simetri dibebani momen

lentur sembarang melalui titik pusat geser, maka momen lentur tersebut dapat

diuraikan atas komponen arah sumbu kuat ( M xx ) dan sumbu lemah ( M yy ), dalam

arah sumbu-sumbu utamanya (gambar 3.3)

M yy
M

M xx

Gbr.3.3 Balok dengan lentur murni

Bila I xx dan I yy adalah momen inersia dalam arah sumbu kuat dan lemah

penampang, maka tegangan normal dapat dihitung dari rumus yang telah dikenal

sebagai:

M xx c y M yy c x
f =
I xx Iyy
(3.7-1)
M M yy
f = xx
Sx Sy

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
(Sumber: Specification for Structural Building, American Institute of Steel Construction)
dimana S x dan S y adalah modulus penampang seperti diperlihatkan pada

gambar (3.4)

y y
x
cy cx cy
x x y y x x

y x y
I xx
Sx =
I xx
Sy =
I yy
Sx = cy
cy cx

Gbr. 3.4 Modulus elastis untuk bentuk yang simetris


(Sumber: Specification for Structural Building, American Institute of Steel Construction)

II.7.2 Perilaku kestabilan lateral balok

Pada balok yang komponen sayap tekannya mempunyai stabilitas dalam arah

lateralnya, maka satu-satunya faktor mempengaruhi tercapainya kapasitas momen

batasnya adalah tekuk lokal pada sayap tekan atau pada badan.

Distribusi tegangan normal pada suatu profil WF akibat momen lentur yang

berbeda intensitasnya. Pada beban kerja penampang masih elastis dan mencapai

maksimum pada saat serat terluar mencapai tegangan leleh F y . Bila serat terluar

telah mencapai F y , maka momen nominal M n atau momen leleh M y ditentukan

sebagai

M n = M y = S x Fy (3.7-2)

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Bila seluruh serat telah mencapai strain sama atau lebih besar dari yield strain

y = Fy / E s , momen nominal yang disebut sebagai momen plastis M p , dan

dihitung sebagai:

M p = Fy Z (3.7-3)

dimana Z adalah modulus plastis penampang. Sedangkan rasio M p / M y yang

merupakan propertis dari penampang dan tidak tergantung kepada propertis dari

material. Rasio ini dikenal sebagai faktor bentuk (shape factor) . Jadi,

Mp Fy Z Z
= = = (3.7-4)
My Fy S S

Untuk profil WF, faktor bentuk akibat lentur pada sumbu kuat berkisar 1,09 s/d 1,18

f < fy f = fy f = fy f = fy

x x

M <My M =My My < M < Mp M = Mp

Elastis Semi Elastis Elastoplastis Plastis

Gbr. 3.5 Distribusi tegangan pada tahap pembebanan yang berbeda


(Sumber: Specification for Structural Building, American Institute of Steel Construction)

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
II.7.3 Perencanaan lateral balok dengan sikongan dengan metode LRFD

Persyaratan kekuatan balok yang memikul momen lentur adalah:

b M n M u (3.7-5)

dimana

b = resistance factor for flexure = 0,9

M n = nominal moment strengths

M u = factored service load moment

Besarnya rasio tegangan yang dihasilkan dengan perbandingan antara

momen dan normal ultimate sesuai dengan persamaan interaksi menurut peraturan

SNI-LRFD 2000 dan AISC-LRFD 1993 diberikan sebagai berikut :

Pu 8M u P
+ = 1,0 ; untuk u 0,2
Pn 9 b M n Pn

Pu Mu Pu
+ = 1,0 ; untuk < 0,2
2Pn b M n Pn

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
BAB III

APLIKASI GRID ELEMENT

Dalam bab ini akan dibahas contoh perhitungan grid element pada pelat

dengan perletakan jepit-jepit. Pembahasan ditinjau berdasarkan rasio tegangan dan

lendutan yang terjadi dengan dimensi batang yang ditentukan yaitu WF 200x100.

Dengan cara coba-coba jumlah batang, akan diperoleh jumlah batang yang

memenuhi terhadap rasio tegangan dan lendutan yang terjadi.

IV. 1. Contoh grid element

Sebuah pelat dengan ukuran ( 8 x 20 ) m

Tebal pelat = 5 mm

Beban terbagi rata = 300 kg/ m

Ukuran penampang balok b = 200 mm

h = 100 mm

tw = 5.5 mm

tf = 8 mm

Modulus elastisitas E = 2.0 x 106 ton/m2

Poisson ratio v = 0.3

Selanjutnya soal di atas dianalisa dengan menggunakan bahasa pemrograman

computer. Pemrograman yang dilakukan pada Matlab dan SAP2000 adalah dengan

membuat data masukan/input data sehingga dihasilkan keluaran/output program.

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
IV. 2. Pemrograman Matlab

Sebagai data masukan pada Matlab, dibuat M-file baru kemudian ketik

material properti, informasi koordinat, informasi element, dan kondisi tumpuan.

Untuk model soal pada Bab IV.1 diatas, data masukan untuk grid 4 x 10 batang

adalah sebagai berikut :

IV.2.1 Data Masukan Matlab Untuk Grid 4x10 Batang

clear all
clc
type='grid'

%Variabel satuan kg,cm banyak grid 6x15, WF200x100:


E=2.0e6
v=0.3

%Properti Batang :
% i G E I J v
prop= [ 1 E/(2*(1+v)) E 1840 3.87 0.3]

%Koordinat grid :
% Joint X Y
coord= [ 1 0 2000
2 200 2000
3 400 2000
4 600 2000
5 800 2000
6 0 1800
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
7 200 1800
8 400 1800
9 600 1800
10 800 1800
11 0 1600
12 200 1600
13 400 1600
14 600 1600
15 800 1600
16 0 1400
17 200 1400
18 400 1400
19 600 1400
20 800 1400
21 0 1200
22 200 1200
23 400 1200
24 600 1200
25 800 1200
26 0 1000
27 200 1000
28 400 1000
29 600 1000
30 800 1000
31 0 800
32 200 800
33 400 800
34 600 800
35 800 800
36 0 600
37 200 600
38 400 600
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
39 600 600
40 800 600
41 0 400
42 200 400
43 400 400
44 600 400
45 800 400
46 0 200
47 200 200
48 400 200
49 600 200
50 800 200
51 0 0
52 200 0
53 400 0
54 600 0
55 800 0]

%Penomoran Batang :
% EL J1 J2 Prop
element= [ 1 1 2 1
2 2 3 1
3 3 4 1
4 4 5 1
5 6 7 1
6 7 8 1
7 8 9 1
8 9 10 1
9 11 12 1
10 12 13 1
11 13 14 1
12 14 15 1
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
13 16 17 1
14 17 18 1
15 18 19 1
16 19 20 1
17 21 22 1
18 22 23 1
19 23 24 1
20 24 25 1
21 26 27 1
22 27 28 1
23 28 29 1
24 29 30 1
25 31 32 1
26 32 33 1
27 33 34 1
28 34 35 1
29 36 37 1
30 37 38 1
31 38 39 1
32 39 40 1
33 41 42 1
34 42 43 1
35 43 44 1
36 44 45 1
37 46 47 1
38 47 48 1
39 48 49 1
40 49 50 1
41 51 52 1
42 52 53 1
43 53 54 1
44 54 55 1
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
45 1 6 1
46 2 7 1
47 3 8 1
48 4 9 1
49 5 10 1
50 6 11 1
51 7 12 1
52 8 13 1
53 9 14 1
54 10 15 1
55 11 16 1
56 12 17 1
57 13 18 1
58 14 19 1
59 15 20 1
60 16 21 1
61 17 22 1
62 18 23 1
63 19 24 1
64 20 25 1
65 21 26 1
66 22 27 1
67 23 28 1
68 24 29 1
69 25 30 1
70 26 31 1
71 27 32 1
72 28 33 1
73 29 34 1
74 30 35 1
75 31 36 1
76 32 37 1
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
77 33 38 1
78 34 39 1
79 35 40 1
80 36 41 1
81 37 42 1
82 38 43 1
83 39 44 1
84 40 45 1
85 41 46 1
86 42 47 1
87 43 48 1
88 44 49 1
89 45 50 1
90 46 51 1
91 47 52 1
92 48 53 1
93 49 54 1
94 50 55 1]

%Kondisi Perletakan :
% Joint FX FY MZ
Support= [ 1 1 1 1
2 1 1 1
3 1 1 1
4 1 1 1
5 1 1 1
6 1 1 1
10 1 1 1
11 1 1 1
15 1 1 1
16 1 1 1
20 1 1 1
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
21 1 1 1
25 1 1 1
26 1 1 1
30 1 1 1
31 1 1 1
35 1 1 1
36 1 1 1
40 1 1 1
41 1 1 1
45 1 1 1
46 1 1 1
50 1 1 1
51 1 1 1
52 1 1 1
53 1 1 1
54 1 1 1
55 1 1 1]

%Beban titik:
% No.Joint Mx My Fz
JL= [ 7 0 0 -2112
8 0 0 -2112
9 0 0 -2112
12 0 0 -2112
13 0 0 -2112
14 0 0 -2112
17 0 0 -2112
18 0 0 -2112
19 0 0 -2112
22 0 0 -2112
23 0 0 -2112
24 0 0 -2112
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
27 0 0 -2112
28 0 0 -2112
29 0 0 -2112
32 0 0 -2112
33 0 0 -2112
34 0 0 -2112
37 0 0 -2112
38 0 0 -2112
39 0 0 -2112
42 0 0 -2112
43 0 0 -2112
44 0 0 -2112
47 0 0 -2112
48 0 0 -2112
49 0 0 -2112 ]

% Beban batang
AML= [ 0 0 0 0 0 0 ]

%Panggil fungsi M-file :

[dof,index,coord,element]=sdata(prop,element,coord,type);

[S,Sm,SmS,Cx,Cy,RT,L,A,Joint,Xj,Xk,Yj,Yk]=...

grid_stiff(prop,element,coord,index);

[IR,IF,Support]=ldata(Support,dof);

[DF,AR,AM]=analysis_result(element,dof,index,IF,IR,S,...

SmS,JL,AML,RT,Support,type)

[joint_disp,support_reaction,beam_endforces]=...

print_result(dof,Support,element,IF,IR,DF,AR,AM,type);

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Dengan cara yang sama, data masukan untuk menampilkan rasio tegangan

adalah sebagai berikut :

%Panggil fungsi M-file :

[dof,index,coord,element]=sdata(prop,element,coord,type);

[S,Sm,SmS,Cx,Cy,RT,L,A,Joint,Xj,Xk,Yj,Yk]=...

grid_stiff(prop,element,coord,index);

[IR,IF,Support]=ldata(Support,dof);

[DF,AR,AM]=analysis_result(element,dof,index,IF,IR,S,...

SmS,JL,AML,RT,Support,type)

[joint_disp,support_reaction,beam_endforces]=...

print_result(dof,Support,element,IF,IR,DF,AR,AM,type);

phi=0.90, Ix=1840, Zx=184, Fy=2400

momen_x=abs(beam_endforces(:,3))

rasio_x(:,1)= momen_x/(phi*Zx*Fy)

rasio_max = max(rasio_x)

disp('rasio-tegangan')

fprintf('%3.4f\n',rasio_x(:,1))

rasio_max

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
IV.2.2 Data Masukan Matlab Untuk Grid 6x15 Batang

clear all
clc
type='grid'

%Variabel satuan kg,cm banyak grid 6x15, WF200x100:


E=2.0e6
v=0.3

%Properti Batang :
% i G E I J v
prop= [ 1 E/(2*(1+v)) E 1840 3.87 0.3]

%Koordinat grid :
% Joint X Y
coord= [ 1 0.00 2000.00
2 133.33 2000.00
3 266.67 2000.00
4 400.00 2000.00
5 533.33 2000.00
6 666.67 2000.00
7 800.00 2000.00
8 0.00 1866.67
9 133.33 1866.67
10 266.67 1866.67
11 400.00 1866.67
12 533.33 1866.67
13 666.67 1866.67
14 800.00 1866.67
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
15 0.00 1733.33
16 133.33 1733.33
17 266.67 1733.33
18 400.00 1733.33
19 533.33 1733.33
20 666.67 1733.33
21 800.00 1733.33
22 0.00 1600.00
23 133.33 1600.00
24 266.67 1600.00
25 400.00 1600.00
26 533.33 1600.00
27 666.67 1600.00
28 800.00 1600.00
29 0.00 1466.67
30 133.33 1466.67
31 266.67 1466.67
32 400.00 1466.67
33 533.33 1466.67
34 666.67 1466.67
35 800.00 1466.67
36 0.00 1333.33
37 133.33 1333.33
38 266.67 1333.33
39 400.00 1333.33
40 533.33 1333.33
41 666.67 1333.33
42 800.00 1333.33
43 0.00 1200.00
44 133.33 1200.00
45 266.67 1200.00
46 400.00 1200.00
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
47 533.33 1200.00
48 666.67 1200.00
49 800.00 1200.00
50 0.00 1066.67
51 133.33 1066.67
52 266.67 1066.67
53 400.00 1066.67
54 533.33 1066.67
55 666.67 1066.67
56 800.00 1066.67
57 0.00 933.33
58 133.33 933.33
59 266.67 933.33
60 400.00 933.33
61 533.33 933.33
62 666.67 933.33
63 800.00 933.33
64 0.00 800.00
65 133.33 800.00
66 266.67 800.00
67 400.00 800.00
68 533.33 800.00
69 666.67 800.00
70 800.00 800.00
71 0.00 666.67
72 133.33 666.67
73 266.67 666.67
74 400.00 666.67
75 533.33 666.67
76 666.67 666.67
77 800.00 666.67
78 0.00 533.33
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
79 133.33 533.33
80 266.67 533.33
81 400.00 533.33
82 533.33 533.33
83 666.67 533.33
84 800.00 533.33
85 0.00 400.00
86 133.33 400.00
87 266.67 400.00
88 400.00 400.00
89 533.33 400.00
90 666.67 400.00
91 800.00 400.00
92 0.00 266.67
93 133.33 266.67
94 266.67 266.67
95 400.00 266.67
96 533.33 266.67
97 666.67 266.67
98 800.00 266.67
99 0.00 133.33
100 133.33 133.33
101 266.67 133.33
102 400.00 133.33
103 533.33 133.33
104 666.67 133.33
105 800.00 133.33
106 0.00 0.00
107 133.33 0.00
108 266.67 0.00
109 400.00 0.00
110 533.33 0.00
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
111 666.67 0.00
112 800.00 0.00 ]

%Penomoran Batang :
% EL J1 J2 Prop
element= [ 1 1 2 1
2 2 3 1
3 3 4 1
4 4 5 1
5 5 6 1
6 6 7 1
7 8 9 1
8 9 10 1
9 10 11 1
10 11 12 1
11 12 13 1
12 13 14 1
13 15 16 1
14 16 17 1
15 17 18 1
16 18 19 1
17 19 20 1
18 20 21 1
19 22 23 1
20 23 24 1
21 24 25 1
22 25 26 1
23 26 27 1
24 27 28 1
25 29 30 1
26 30 31 1
27 31 32 1
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
28 32 33 1
29 33 34 1
30 34 35 1
31 36 37 1
32 37 38 1
33 38 39 1
34 39 40 1
35 40 41 1
36 41 42 1
37 43 44 1
38 44 45 1
39 45 46 1
40 46 47 1
41 47 48 1
42 48 49 1
43 50 51 1
44 51 52 1
45 52 53 1
46 53 54 1
47 54 55 1
48 55 56 1
49 57 58 1
50 58 59 1
51 59 60 1
52 60 61 1
53 61 62 1
54 62 63 1
55 64 65 1
56 65 66 1
57 66 67 1
58 67 68 1
59 68 69 1
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
60 69 70 1
61 71 72 1
62 72 73 1
63 73 74 1
64 74 75 1
65 75 76 1
66 76 77 1
67 78 79 1
68 79 80 1
69 80 81 1
70 81 82 1
71 82 83 1
72 83 84 1
73 85 86 1
74 86 87 1
75 87 88 1
76 88 89 1
77 89 90 1
78 90 91 1
79 92 93 1
80 93 94 1
81 94 95 1
82 95 96 1
83 96 97 1
84 97 98 1
85 99 100 1
86 100 101 1
87 101 102 1
88 102 103 1
89 103 104 1
90 104 105 1
91 106 107 1
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
92 107 108 1
93 108 109 1
94 109 110 1
95 110 111 1
96 111 112 1
97 1 8 1
98 2 9 1
99 3 10 1
100 4 11 1
101 5 12 1
102 6 13 1
103 7 14 1
104 8 15 1
105 9 16 1
106 10 17 1
107 11 18 1
108 12 19 1
109 13 20 1
110 14 21 1
111 15 22 1
112 16 23 1
113 17 24 1
114 18 25 1
115 19 26 1
116 20 27 1
117 21 28 1
118 22 29 1
119 23 30 1
120 24 31 1
121 25 32 1
122 26 33 1
123 27 34 1
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
124 28 35 1
125 29 36 1
126 30 37 1
127 31 38 1
128 32 39 1
129 33 40 1
130 34 41 1
131 35 42 1
132 36 43 1
133 37 44 1
134 38 45 1
135 39 46 1
136 40 47 1
137 41 48 1
138 42 49 1
139 43 50 1
140 44 51 1
141 45 52 1
142 46 53 1
143 47 54 1
144 48 55 1
145 49 56 1
146 50 57 1
147 51 58 1
148 52 59 1
149 53 60 1
150 54 61 1
151 55 62 1
152 56 63 1
153 57 64 1
154 58 65 1
155 59 66 1
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
156 60 67 1
157 61 68 1
158 62 69 1
159 63 70 1
160 64 71 1
161 65 72 1
162 66 73 1
163 67 74 1
164 68 75 1
165 69 76 1
166 70 77 1
167 71 78 1
168 72 79 1
169 73 80 1
170 74 81 1
171 75 82 1
172 76 83 1
173 77 84 1
174 78 85 1
175 79 86 1
176 80 87 1
177 81 88 1
178 82 89 1
179 83 90 1
180 84 91 1
181 85 92 1
182 86 93 1
183 87 94 1
184 88 95 1
185 89 96 1
186 90 97 1
187 91 98 1
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
188 92 99 1
189 93 100 1
190 94 101 1
191 95 102 1
192 96 103 1
193 97 104 1
194 98 105 1
195 99 106 1
196 100 107 1
197 101 108 1
198 102 109 1
199 103 110 1
200 104 111 1
201 105 112 1 ]

%Kondisi Perletakan :
% Joint FX FY MZ
Support= [ 1 1 1 1
2 1 1 1
3 1 1 1
4 1 1 1
5 1 1 1
6 1 1 1
7 1 1 1
8 1 1 1
14 1 1 1
15 1 1 1
21 1 1 1
22 1 1 1
28 1 1 1
29 1 1 1
35 1 1 1
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
36 1 1 1
42 1 1 1
43 1 1 1
49 1 1 1
50 1 1 1
56 1 1 1
57 1 1 1
63 1 1 1
64 1 1 1
70 1 1 1
71 1 1 1
77 1 1 1
78 1 1 1
84 1 1 1
85 1 1 1
91 1 1 1
92 1 1 1
98 1 1 1
99 1 1 1
105 1 1 1
106 1 1 1
107 1 1 1
108 1 1 1
109 1 1 1
110 1 1 1
111 1 1 1
112 1 1 1 ]

%Beban titik:
% No.Joint Mx My Fz
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
JL= [ 9 0 0 -938.197
10 0 0 -938.197
11 0 0 -938.197
12 0 0 -938.197
13 0 0 -938.197
16 0 0 -938.197
17 0 0 -938.197
18 0 0 -938.197
19 0 0 -938.197
20 0 0 -938.197
23 0 0 -938.197
24 0 0 -938.197
25 0 0 -938.197
26 0 0 -938.197
27 0 0 -938.197
30 0 0 -938.197
31 0 0 -938.197
32 0 0 -938.197
33 0 0 -938.197
34 0 0 -938.197
37 0 0 -938.197
38 0 0 -938.197
39 0 0 -938.197
40 0 0 -938.197
41 0 0 -938.197
44 0 0 -938.197
45 0 0 -938.197
46 0 0 -938.197
47 0 0 -938.197
48 0 0 -938.197
51 0 0 -938.197
52 0 0 -938.197
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
53 0 0 -938.197
54 0 0 -938.197
55 0 0 -938.197
58 0 0 -938.197
59 0 0 -938.197
60 0 0 -938.197
61 0 0 -938.197
62 0 0 -938.197
65 0 0 -938.197
66 0 0 -938.197
67 0 0 -938.197
68 0 0 -938.197
69 0 0 -938.197
72 0 0 -938.197
73 0 0 -938.197
74 0 0 -938.197
75 0 0 -938.197
76 0 0 -938.197
79 0 0 -938.197
80 0 0 -938.197
81 0 0 -938.197
82 0 0 -938.197
83 0 0 -938.197
86 0 0 -938.197
87 0 0 -938.197
88 0 0 -938.197
89 0 0 -938.197
90 0 0 -938.197
93 0 0 -938.197
94 0 0 -938.197
95 0 0 -938.197
96 0 0 -938.197
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
97 0 0 -938.197
100 0 0 -938.197
101 0 0 -938.197
102 0 0 -938.197
103 0 0 -938.197
104 0 0 -938.197 ]

% Beban batang
AML= [ 0 0 0 0 0 0 ]

%Panggil fungsi M-file :

[dof,index,coord,element]=sdata(prop,element,coord,type);

[S,Sm,SmS,Cx,Cy,RT,L,A,Joint,Xj,Xk,Yj,Yk]=...

grid_stiff(prop,element,coord,index);

[IR,IF,Support]=ldata(Support,dof);

[DF,AR,AM]=analysis_result(element,dof,index,IF,IR,S,...

SmS,JL,AML,RT,Support,type)

[joint_disp,support_reaction,beam_endforces]=...

print_result(dof,Support,element,IF,IR,DF,AR,AM,type);

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Dengan cara yang sama, untuk menampilkan rasio tegangan adalah sebagai

berikut :

%Panggil fungsi M-file :

[dof,index,coord,element]=sdata(prop,element,coord,type);

[S,Sm,SmS,Cx,Cy,RT,L,A,Joint,Xj,Xk,Yj,Yk]=...

grid_stiff(prop,element,coord,index);

[IR,IF,Support]=ldata(Support,dof);

[DF,AR,AM]=analysis_result(element,dof,index,IF,IR,S,...

SmS,JL,AML,RT,Support,type)

[joint_disp,support_reaction,beam_endforces]=...

print_result(dof,Support,element,IF,IR,DF,AR,AM,type);

phi=0.90, Ix=1840, Zx=184, Fy=2400

momen_x=abs(beam_endforces(:,3))

rasio_x(:,1)= momen_x/(phi*Zx*Fy)

rasio_max = max(rasio_x)

disp('rasio-tegangan')

fprintf('%3.4f\n',rasio_x(:,1))

rasio_max

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
IV.3 Hasil Keluaran Matlab Untuk Grid 4x10 Batang

TABEL PERPINDAHAN TITIK PADA GRID 4 X 10 BATANG

Titik Teta-x Teta-y Dz


1 0.0000 0.0000 0.0000
2 0.0000 0.0000 0.0000
3 0.0000 0.0000 0.0000
4 0.0000 0.0000 0.0000
5 0.0000 0.0000 0.0000
6 0.0000 0.0000 0.0000
7 0.0047 0.0044 -0.6784
8 0.0083 0.0000 -1.1620
9 0.0047 -0.0044 -0.6784
10 0.0000 0.0000 0.0000
11 0.0000 0.0000 0.0000
12 0.0027 0.0095 -1.4343
13 0.0049 0.0000 -2.5279
14 0.0027 -0.0095 -1.4343
15 0.0000 0.0000 0.0000
16 0.0000 0.0000 0.0000
17 0.0007 0.0117 -1.7478
18 0.0013 0.0000 -3.1085
19 0.0007 -0.0117 -1.7478
20 0.0000 0.0000 0.0000
21 0.0000 0.0000 0.0000
22 0.0000 0.0120 -1.7997
23 0.0000 0.0000 -3.2044
24 0.0000 -0.0120 -1.7997
25 0.0000 0.0000 0.0000
26 0.0000 0.0000 0.0000
27 0.0000 0.0120 -1.7933
28 0.0000 -0.0000 -3.1923
29 0.0000 -0.0120 -1.7933
30 0.0000 0.0000 0.0000
31 0.0000 0.0000 0.0000
32 0.0000 0.0120 -1.7997
33 0.0000 0.0000 -3.2044
34 0.0000 -0.0120 -1.7997
35 0.0000 0.0000 0.0000
36 0.0000 0.0000 0.0000
37 -0.0007 0.0117 -1.7478
38 -0.0013 0.0000 -3.1085
39 -0.0007 -0.0117 -1.7478
40 0.0000 0.0000 0.0000
41 0.0000 0.0000 0.0000
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
42 -0.0027 0.0095 -1.4343
43 -0.0049 0.0000 -2.5279
44 -0.0027 -0.0095 -1.4343
45 0.0000 0.0000 0.0000
46 0.0000 0.0000 0.0000
47 -0.0047 0.0044 -0.6784
48 -0.0083 0.0000 -1.1620
49 -0.0047 -0.0044 -0.6784
50 0.0000 0.0000 0.0000
51 0.0000 0.0000 0.0000
52 0.0000 0.0000 0.0000
53 0.0000 0.0000 0.0000
54 0.0000 0.0000 0.0000
55 0.0000 0.0000 0.0000

TABEL REAKSI PERLETAKAN

Titik Mx My Rz
1 0.0000 0.0000 0.0000
2 -200946.8286 -64.8599 1141.9142
3 -337747.3848 -0.0000 1859.1369
4 -200946.8286 64.8599 1141.9142
5 0.0000 0.0000 0.0000
6 -70.1805 -214101.1170 1339.2285
10 -70.1805 214101.1170 1339.2285
11 -39.5130 -442917.7334 2685.0119
15 -39.5130 442917.7334 2685.0119
16 -10.5415 -535831.5624 3213.4897
20 -10.5415 535831.5624 3213.4897
21 0.0984 -551245.6030 3301.4415
25 0.0984 551245.6030 3301.4415
26 -0.0000 -549341.4772 3290.6917
30 0.0000 549341.4772 3290.6917
31 -0.0984 -551245.6030 3301.4415
35 -0.0984 551245.6030 3301.4415
36 10.5415 -535831.5624 3213.4897
40 10.5415 535831.5624 3213.4897
41 39.5130 -442917.7334 2685.0119
45 39.5130 442917.7334 2685.0119
46 70.1805 -214101.1170 1339.2285
50 70.1805 214101.1170 1339.2285

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
51 0.0000 0.0000 0.0000
52 200946.8286 -64.8599 1141.9142
53 337747.3848 -0.0000 1859.1369
54 200946.8286 64.8599 1141.9142
55 0.0000 0.0000 0.0000

TABEL GAYA BATANG

Batang Mx1 My1 Fz1 Mx2 My2 Fz2


1 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
2 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
3 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
4 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
5 -70.18049 -214101.1170 1339.2285 70.1805 -53744.5806 -1339.2285
6 -52.64485 53755.9544 264.2231 52.6448 -106600.5820 -264.2231
7 52.64485 106600.5820 -264.2231 -52.6448 -53755.9544 264.2231
8 70.18049 53744.5806 -1339.2285 -70.1805 214101.1170 1339.2285
9 -39.51299 -442917.7334 2685.0119 39.5130 -94084.6463 -2685.0119
10 -33.53542 94040.8239 803.7572 33.5354 -254792.2631 -803.7572
11 33.53542 254792.2631 -803.7572 -33.5354 -94040.8239 803.7572
12 39.51299 94084.6463 -2685.0119 -39.5130 442917.7334 2685.0119
13 -10.54153 -535831.5624 3213.4897 10.5415 -106866.3696 -3213.4897
14 -9.00799 106839.3126 1076.4328 9.0080 -322125.8802 -1076.4328
15 9.00799 322125.8802 -1076.4328 -9.0080 -106839.3126 1076.4328
16 10.54153 106866.3696 -3213.4897 -10.5415 535831.5624 3213.4897
17 0.09839 -551245.6030 3301.4415 -0.0984 -109042.6965 -3301.4415
18 0.10827 109036.6715 1120.6478 -0.1083 -333166.2350 -1120.6478
19 -0.10827 333166.2350 -1120.6478 0.1083 -109036.6715 1120.6478
20 -0.09839 109042.6965 -3301.4415 0.0984 551245.6030 3301.4415
21 -0.00000 -549341.4772 3290.6917 0.0000 -108796.8576 -3290.6917
22 0.00000 108798.1990 1114.7411 -0.0000 -331746.4206 -1114.7411
23 -0.00000 331746.4206 -1114.7411 0.0000 -108798.1990 1114.7411
24 -0.00000 108796.8576 -3290.6917 0.0000 549341.4772 3290.6917
25 -0.09839 -551245.6030 3301.4415 0.0984 -109042.6965 -3301.4415
26 -0.10827 09036.6715 1120.6478 0.1083 -333166.2350 -1120.6478

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
27 0.10827 333166.2350 -1120.6478 -0.1083 -109036.6715 1120.6478

28 0.09839 109042.6965 -3301.4415 -0.0984 551245.6030 3301.4415

29 10.54153 -535831.5624 3213.4897 -10.5415 -106866.3696 -3213.4897

30 9.00799 106839.3126 1076.4328 -9.0080 -322125.8802 -1076.4328

31 -9.00799 322125.8802 -1076.4328 9.0080 -106839.3126 1076.4328

32 -10.54153 106866.3696 -3213.4897 10.5415 535831.5624 3213.4897

33 39.51299 -442917.7334 2685.0119 -39.5130 -94084.6463 -2685.0119

34 33.53542 94040.8239 803.7572 -33.5354 -254792.2631 -803.7572

35 -33.53542 254792.2631 -803.7572 33.5354 -94040.8239 803.7572

36 -39.51299 94084.6463 -2685.0119 39.5130 442917.7334 2685.0119

37 70.18049 -214101.1170 1339.2285 -70.1805 -53744.5806 -1339.2285


38 52.64485 53755.9544 264.2231 -52.6448 -106600.5820 -264.2231

39 -52.64485 106600.5820 -264.2231 52.6448 -53755.9544 264.2231

40 -70.18049 53744.5806 -1339.2285 70.1805 214101.1170 1339.2285

41 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

42 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

43 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

44 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

45 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

46 64.85993 -200946.8286 1141.9142 -64.8599 -27436.0039 -1141.9142

47 0.00000 -337747.3848 1859.1369 0.0000 -34079.9978 -1859.1369

48 -64.85993 200946.8286 1141.9142 64.8599 -27436.0039 -1141.9142

49 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

50 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

51 76.23372 27418.4682 104.9195 -76.2337 -48402.3707 -104.9195

52 0.00000 33974.7081 275.5832 -0.0000 -89091.3459 -275.5832

53 -76.23372 27418.4682 104.9195 76.2337 -48402.3707 -104.9195

54 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

55 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

56 32.41129 48396.3932 -125.8258 -32.4113 -23231.2361 125.8258

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
57 -0.00000 89024.2750 -228.9024 0.0000 -43243.7913 228.9024
58 -32.41129 48396.3932 -125.8258 32.4113 -23231.2361 125.8258
59 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
60 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
61 5.35430 23229.7026 -100.7690 5.3543 -3075.9101 100.7690
62 0.00000 43225.7753 -188.0367 0.0000 -5618.4266 188.0367
63 -5.35430 23229.7026 -100.7690 5.3543 -3075.9101 100.7690

64 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

65 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000


66 -0.67073 3075.9002 -31.9753 0.6707 3319.1564 31.9753
67 -0.00000 5618.6432 -58.7411 0.0000 6129.5785 58.7411
68 0.67073 3075.9002 -31.9753 0.6707 3319.1564 31.9753

69 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

70 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

71 0.67073 -3319.1564 31.9753 -0.6707 -3075.9002 -31.9753

72 0.00000 -6129.5785 58.7411 -0.0000 -5618.6432 -58.7411


73 -0.67073 -3319.1564 31.9753 0.6707 -3075.9002 -31.9753
74 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

75 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

76 -5.35430 3075.9101 100.7690 5.3543 -23229.7026 -100.7690

77 0.00000 5618.4266 188.0367 -0.0000 -43225.7753 -188.0367

78 5.35430 3075.9101 100.7690 -5.3543 -23229.7026 -100.7690


79 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
80 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

81 -32.41129 23231.2361 125.8258 32.4113 -48396.3932 -125.8258

82 -0.00000 43243.7913 228.9024 0.0000 -89024.2750 -228.9024

83 32.41129 23231.2361 125.8258 -32.4113 -48396.3932 -125.8258


84 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
85 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.000

86 -76.23372 48402.3707 -104.9195 76.2337 -27418.4682 104.9195

87 0.00000 89091.3459 -275.5832 -0.0000 -33974.7081 275.5832

88 76.23372 48402.3707 -104.9195 -76.2337 -27418.4682 104.9195

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
89 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
90 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
91 -64.85993 27436.0039 -1141.9142 64.8599 200946.8286 1141.9142
92 0.00000 34079.9978 -1859.1369 0.0000 337747.3848 1859.1369
93 64.85993 27436.0039 -1141.9142 -64.8599 200946.8286 1141.9142

94 0.00000 0.0000 0.0000 0.00000 0.0000 0.0000

RASIO TEGANGAN

0,4902
0,2416
0,2416
0,4902
1,0195
0,5843
0,5843
1,0195
1,2344
0,7401
0,7401
1,2364
1,2721
0,7676
0,7676
1,2721
1,2677
0,7643
0,7643
1,2677
1,2721
0,7676
0,7676
1,2721
1,2374
0,7431
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
0,7431
1,2374
1,0225
0,5873
0,5873
1,0225
0,4932
0,2446
0,2446
0,4932
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,4623
0,7787
0,4623
0,0000
0,0000
0,1100
0,2041
0,1100
0,0000
0,0000
0,1059
0,1999
0,1059
0,0000
0,0000
0,0517
0,0980
0,0517
0,0000
0,0000
0,0052
0,0117
0,0052
0,0000
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
0,0000
0,0052
0,0117
0,0052
0,0000
0,0000
0,0507
0,0970
0,0507
0,0000
0,0000
0,1094
0,2034
0,1094
0,0000
0,0000
0,1060
0,2001
0,1060
0.0000
0,0000
0,4598
0,7762
0,4598
0,0000

Rasio_max = 1.27205

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
IV.4 Hasil Keluaran Matlab Untuk Grid 6x15 Batang

TABEL PERPINDAHAN TITIK PADA GRID 6 X 15 BATANG

Titik Teta-x Teta-y Dz


1 0.0000 0.0000 0.0000
2 0.0000 0.0000 0.0000
3 0.0000 0.0000 0.0000
4 0.0000 0.0000 0.0000
5 0.0000 0.0000 0.0000
6 0.0000 0.0000 0.0000
7 0.0000 0.0000 0.0000
8 0.0000 0.0000 0.0000
9 0.0017 0.0016 -0.1455
10 0.0041 0.0011 -0.3412
11 0.0051 -0.0000 -0.4192
12 0.0041 -0.0011 -0.3412
13 0.0017 -0.0016 -0.1455
14 0.0000 0.0000 0.0000
15 0.0000 0.0000 0.0000
16 0.0015 0.0043 -0.3660
17 0.0040 0.0032 -0.9047
18 0.0051 -0.0000 -1.1306
19 0.0040 -0.0032 -0.9047
20 0.0015 -0.0043 -0.3660
21 0.0000 0.0000 0.0000
22 0.0000 0.0000 0.0000
23 0.0009 0.0063 -0.5285

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
24 0.0025 0.0050 -1.3392
25 0.0032 -0.0000 -1.6883
26 0.0025 -0.0050 -1.3392
27 0.0009 -0.0063 -0.5285
28 0.0000 0.0000 0.0000
29 0.0000 0.0000 0.0000
30 0.0004 0.0074 -0.6168
31 0.0011 0.0059 -1.5775
32 0.0015 0.0000 -1.9957
33 0.0011 -0.0059 -1.5775
34 0.0004 -0.0074 -0.6168
35 0.0000 0.0000 0.0000
36 0.0000 0.0000 0.0000
37 0.0001 0.0078 -0.6510
38 0.0003 0.0063 -1.6692
39 0.0004 0.0000 -2.1137
40 0.0003 -0.0063 -1.6692
41 0.0001 -0.0078 -0.6510
42 0.0000 0.0000 0.0000
43 0.0000 0.0000 0.0000
44 0.0000 0.0079 -0.6571
45 0.0000 0.0063 -1.6854
46 0.0000 0.0000 -2.1345
47 0.0000 -0.0063 -1.6854
48 0.0000 -0.0079 -0.6571

49 0.0000 0.0000 0.0000


50 0.0000 0.0000 0.0000

51 0.0000 0.0079 -0.6551


52 0.0000 0.0063 -1.6801
53 0.0000 0.0000 -2.1277
54 0.0000 -0.0063 -1.6801
55 0.0000 -0.0079 -0.6551
56 0.0000 0.0000 0.0000
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
57 0.0000 0.0000 0.0000
58 0.0000 0.0079 -0.6551
59 0.0000 0.0063 -1.6801
60 0.0000 0.0000 -2.1277
61 0.0000 -0.0063 -1.6801
62 0.0000 -0.0079 -0.6551
63 0.0000 0.0000 0.0000
64 0.0000 0.0000 0.0000
65 0.0000 0.0079 -0.6571
66 0.0000 0.0063 -1.6854
67 0.0000 -0.0000 -2.1345
68 0.0000 -0.0063 -1.6854
69 0.0000 -0.0079 -0.6571
70 0.0000 0.0000 0.0000
71 0.0000 0.0000 0.0000
72 -0.0001 0.0078 -0.6510
73 -0.0003 0.0063 -1.6692
74 -0.0004 -0.0000 -2.1137
75 -0.0003 -0.0063 -1.6692
76 -0.0001 -0.0078 -0.6510
77 0.0000 0.0000 0.0000
78 0.0000 0.0000 0.0000
79 -0.0004 0.0074 -0.6168
80 -0.0011 0.0059 -1.5775

81 -0.0015 -0.0000 -1.9957


82 -0.0011 -0.0059 -1.5775
83 -0.0004 -0.0074 -0.6168
84 0.0000 0.0000 0.0000
85 0.0000 0.0000 0.0000
86 -0.0009 0.0063 -0.5285
87 -0.0025 0.0050 -1.3392
88 -0.0032 -0.0000 -1.6883

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
89 -0.0025 -0.0050 -1.3392
90 -0.0009 -0.0063 -0.5285
91 0.0000 0.0000 0.0000
92 0.0000 0.0000 0.0000
93 -0.0015 0.0043 -0.3660
94 -0.0040 0.0032 -0.9047
95 -0.0051 -0.0000 -1.1306
96 -0.0040 -0.0032 -0.9047
97 -0.0015 -0.0043 -0.3660
98 0.0000 0.0000 0.0000
99 0.0000 0.0000 0.0000
100 -0.0017 0.0016 -0.1455
101 -0.0041 0.0011 -0.3412
102 -0.0051 -0.0000 -0.4192
103 -0.0041 -0.0011 -0.3412
104 -0.0017 -0.0016 -0.1455
105 0.0000 0.0000 0.0000
106 0.0000 0.0000 0.0000
107 0.0000 0.0000 0.0000
108 0.0000 0.0000 0.0000
109 0.0000 0.0000 0.0000
110 0.0000 0.0000 0.0000
111 0.0000 0.0000 0.0000
112 0.0000 0.0000 0.0000

REAKSI PERLETAKAN

Titik Mx My Rz
1 0.0000 0.0000 0.0000
2 -87814.4454 -36.5425 620.2356
3 -197548.8869 -25.2391 1266.5390
4 -239444.3436 0.0000 1482.3499
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
5 -197548.8869 25.2391 1266.5390
6 -87814.4454 36.5425 620.2356
7 0.0000 0.0000 0.0000
8 -37.5889 -90401.4647 678.4450
14 -37.5889 90401.4647 678.4450
15 -33.5135 -218257.4962 1501.3819
21 -33.5135 218257.4962 1501.3819
22 -20.7461 -308910.0638 2027.5225
28 -20.7461 308910.0638 2027.5225
29 -9.5246 -357854.4140 2305.6519
35 -9.5246 357854.4140 2305.6519
36 -2.6891 -376820.4369 2414.5514
42 -2.6891 376820.4369 2414.5514
43 0.0766 -380234.9090 2434.5636
49 0.0766 380234.9090 2434.5636
50 0.3025 -379149.2956 2428.3816
56 0.3025 379149.2956 2428.3816
57 -0.3025 -379149.2956 2428.3816
63 -0.3025 379149.2956 2428.3816
64 -0.0766 -380234.9090 2434.5636
70 -0.0766 380234.9090 2434.5636
71 2.6891 -376820.4369 2414.5514
77 2.6891 376820.4369 2414.5514
78 9.5246 -357854.4140 2305.6519
84 9.5246 357854.4140 2305.6519
85 20.7461 -308910.0638 2027.5225
91 20.7461 308910.0638 2027.5225
92 33.5135 -218257.4962 1501.3819
98 33.5135 218257.4962 1501.3819
99 37.5889 -90401.4647 678.4450
105 37.5889 90401.4647 678.4450
106 0.0000 0.0000 0.0000
107 87814.4454 -36.5425 620.2356
108 197548.8869 -25.2391 1266.5390
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
109 239444.3436 0.0000 1482.3499
110 197548.8869 25.2391 1266.5390
111 87814.4454 36.5425 620.2356
112 0.0000 0.0000 0.0000

TABEL GAYA BATANG

Batang Mx1 My1 Fz1 Mx2 My2 Fz2


1 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
2 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
3 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
4 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
5 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
6 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
7 -37.58886 -90401.4647 678.4450 37.5889 -55.6069 -678.4450
8 -53.91113 78.1090 208.3972 53.9111 -27865.7861 -208.3972
9 -22.25284 27887.4262 49.6889 22.2528 -34512.4406 -49.6889
10 22.25284 34512.4406 -49.6889 -22.2528 -27887.4262 49.6889
11 53.91113 27865.7861 -208.3972 -53.9111 -78.1090 208.3972
12 37.58886 55.6069 -678.4450 -37.5889 90401.4647 678.4450
13 -33.51349 -218257.4962 1501.3819 33.5135 18078.2479 -1501.3819
14 -54.94557 -18092.3333 706.5078 54.9456 -76113.4214 -706.5078
15 -24.43854 76104.9418 195.7580 24.4385 -102205.3625 -195.7580
16 24.43854 102205.3625 -195.7580 -24.4385 -76104.9418 195.7580
17 54.94557 76113.4214 -706.5078 -54.9456 18092.3333 706.5078
18 33.51349 -18078.2479 -1501.3819 -33.5135 218257.4962 1501.3819
19 -20.74609 -308910.0638 2027.5225 20.7461 38580.4870 -2027.5225
20 -35.21638 -38600.8519 -1135.7360 35.2164 -112838.1812 -1135.7360
21 -16.19092 112821.1383 357.0493 16.1909 -160426.5153 -357.0493
22 16.19092 160426.5153 -357.0493 -16.1909 -112821.1383 357.0493
23 35.21638 112838.1812 -1135.7360 -35.2164 38600.8519 1135.7360
24 20.74609 -38580.4870 -2027.5225 -20.7461 308910.0638 2027.5225
25 -9.52463 -357854.4140 2305.6519 9.5246 50441.8466 -2305.6519
26 -16.13015 -50456.9719 1373.5944 16.1301 -132698.1118 -1373.5944
27 -7.41995 132684.9251 455.1046 7.4199 -193364.0273 -455.1046
28 7.41995 193364.0273 -455.1046 -7.4199 -132684.9251 455.1046

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
29 16.13015 132698.1118 -1373.5944 -16.1301 50456.9719 1373.5944
30 9.52463 -50441.8466 -2305.6519 -9.5246 357854.4140 2305.6519
31 -2.68906 -376820.4369 2414.5514 2.6891 54888.2932 -2414.5514
32 -4.50205 -54896.0793 1464.2639 4.5020 -140348.8631 -1464.2639
33 -2.04921 140342.1226 491.7520 2.0492 -205907.4144 -491.7520
34 2.04921 205907.4144 -491.7520 -2.0492 -140342.1226 491.7520
35 4.50205 140348.8631 -1464.2639 -4.5020 54896.0793 1464.2639
36 2.68906 -54888.2932 -2414.5514 -2.6891 376820.4369 2414.5514
37 0.07664 -380234.9090 2434.5636 -0.0766 55634.5425 -2434.5636
38 0.14190 -55636.7702 1480.0712 -0.1419 -141715.9219 -1480.0712
39 0.07034 141714.0190 497.6810 -0.0703 -208069.8247 -497.6810
40 -0.07034 208069.8247 -497.6810 0.0703 -141714.0190 497.6810
41 -0.14190 141715.9219 -1480.0712 0.1419 55636.7702 1480.0712
42 -0.07664 -55634.5425 -2434.5636 0.0766 380234.9090 2434.5636
43 0.30246 -379149.2956 2428.3816 -0.3025 55373.1756 -2428.3816
44 0.50925 -55372.6308 1474.7841 -0.5093 -141275.0855 -1474.7841
45 0.23298 141275.5589 495.4808 -0.2330 -207338.0149 -495.4808
46 -0.23298 207338.0149 -495.4808 0.2330 -141275.5589 495.4808
47 -0.50925 141275.0855 -1474.7841 0.5093 55372.6308 1474.7841
48 -0.30246 -55373.1756 -2428.3816 0.3025 379149.2956 2428.3816
49 -0.30246 -379149.2956 2428.3816 0.3025 55373.1756 -2428.3816
50 -0.50925 -55372.6308 1474.7841 0.5093 -141275.0855 -1474.7841
51 -0.23298 141275.5589 495.4808 0.2330 -207338.0149 -495.4808
52 0.23298 207338.0149 -495.4808 -0.2330 -141275.5589 495.4808
53 0.50925 141275.0855 -1474.7841 -0.5093 55372.6308 1474.7841
54 0.30246 -55373.1756 -2428.3816 -0.3025 379149.2956 2428.3816
55 -0.07664 -380234.9090 2434.5636 0.0766 55634.5425 -2434.5636
56 -0.14190 -55636.7702 1480.0712 0.1419 -141715.9219 -1480.0712
57 -0.07034 141714.0190 497.6810 0.0703 -208069.8247 -497.6810
58 0.07034 208069.8247 -497.6810 -0.0703 -141714.0190 497.6810
59 0.14190 141715.9219 -1480.0712 -0.1419 55636.7702 1480.0712
60 0.07664 -55634.5425 -2434.5636 -0.0766 380234.9090 2434.5636
61 2.68906 -376820.4369 2414.5514 -2.6891 54888.2932 -2414.5514
62 4.50205 -54896.0793 1464.2639 -4.5020 -140348.8631 -1464.2639
63 2.04921 140342.1226 491.7520 -2.0492 -205907.4144 -491.7520
64 -2.04921 205907.4144 -491.7520 2.0492 -140342.1226 491.7520

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
65 -4.50205 140348.8631 -1464.2639 4.5020 54896.0793 1464.2639
66 -2.68906 -54888.2932 -2414.5514 2.6891 376820.4369 2414.5514

67 9.52463 -357854.4140 2305.6519 -9.5246 50441.8466 -2305.6519


68 16.13015 -50456.9719 1373.5944 -16.1301 -132698.1118 -1373.5944
69 7.41995 132684.9251 455.1046 -7.4199 -193364.0273 -455.1046
70 -7.41995 193364.0273 -455.1046 7.4199 -132684.9251 455.1046
71 -16.13015 132698.1118 -1373.5944 16.1301 50456.9719 1373.5944
72 -9.52463 -50441.8466 -2305.6519 9.5246 357854.4140 2305.6519
73 20.74609 -308910.0638 2027.5225 -20.7461 38580.4870 -2027.5225
74 35.21638 -38600.8519 1135.7360 -35.2164 -112838.1812 -1135.7360
75 16.19092 112821.1383 357.0493 -16.1909 -160426.5153 -357.0493
76 -16.19092 160426.5153 -357.0493 16.1909 -112821.1383 357.0493
77 -35.21638 112838.1812 -1135.7360 35.2164 38600.8519 1135.7360
78 -20.74609 -38580.4870 -2027.5225 20.7461 308910.0638 2027.5225
79 33.51349 -218257.4962 1501.3819 -33.5135 18078.2479 -1501.3819
80 54.94557 -18092.3333 706.5078 -54.9456 -76113.4214 -706.5078
81 24.43854 76104.9418 195.7580 -24.4385 -102205.3625 -195.7580
82 -24.43854 102205.3625 -195.7580 24.4385 -76104.9418 195.7580
83 -54.94557 76113.4214 -706.5078 54.9456 18092.3333 706.5078
84 -33.51349 -18078.2479 -1501.3819 33.5135 218257.4962 1501.3819
85 37.58886 -90401.4647 678.4450 -37.5889 -55.6069 -678.4450
86 53.91113 78.1090 208.3972 -53.9111 -27865.7861 -208.3972
87 22.25284 27887.4262 49.6889 -22.2528 -34512.4406 -49.6889
88 -22.25284 34512.4406 -49.6889 22.2528 -27887.4262 49.6889
89 -53.91113 27865.7861 -208.3972 53.9111 -78.1090 208.3972
90 -37.58886 55.6069 -678.4450 37.5889 90401.4647 678.4450
91 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
92 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
93 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
94 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
95 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
96 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

97 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000


98 36.54248 -87814.4454 620.2356 -36.5425 5118.4318 -620.2356
99 25.23908 -197548.8869 1266.5390 -25.2391 28681.2429 -1266.5390
100 -0.00000 -239444.3436 1482.3499 0.0000 41802.6370 -1482.3499

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
101 -25.23908 -197548.8869 1266.5390 25.2391 28681.2429 -1266.5390
102 -36.54248 -87814.4454 620.2356 36.5425 5118.4318 -620.2356
103 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

104 `0.00000 0.0000 `0.0000 0.0000 0.0000 0.0000


105 59.04457 -5102.1095 152.0864 -59.0446 -15177.0973 -152.0864
106 46.87915 -28712.9012 487.0503 -46.8792 -36230.3861 -487.0503
107 -0.00000 -41847.1427 643.5306 0.0000 -43961.2220 -643.5306
108 -46.87915 -28712.9012 487.0503 46.8792 -36230.3861 -487.0503
109 -59.04457 -5102.1095 152.0864 59.0446 -15177.0973 -152.0864
110 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
111 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
112 44.95915 15198.5294 8.7635 -44.9591 -16366.9681 -8.7635
113 38.39962 36199.8790 59.6031 -38.3996 -44146.7587 -59.6031
114 0.00000 43912.3449 96.8497 -0.0000 -56825.3096 -96.8497
115 -38.39962 36199.8790 59.6031 38.3996 -44146.7587 -59.6031
116 -44.95915 15198.5294 8.7635 44.9591 -16366.9681 -8.7635
117 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
118 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
119 24.59428 16381.4384 -37.6469 -24.5943 -11361.9722 37.6469
120 21.35671 44127.7332 -99.9072 -21.3567 -30807.1056 99.9072
121 0.00000 56792.9277 -127.2488 -0.0000 -39826.8404 127.2488
122 -21.35671 44127.7332 -99.9072 21.3567 -30807.1056 99.9072
123 -24.59428 16381.4384 -37.6469 24.5943 -11361.9722 37.6469
124 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
125 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
126 9.46901 11368.5777 -43.7865 -9.4690 -5530.0873 43.7865
127 8.16998 30798.3954 -119.6144 -8.1700 -14849.0111 119.6144
128 0.00000 39812.0005 -155.2365 -0.0000 -19112.7592 155.2365
129 -8.16998 30798.3954 -119.6144 8.1700 -14849.0111 119.6144
130 -9.46901 11368.5777 -43.7865 9.4690 -5530.0873 43.7865
131 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
132 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
133 1.68290 5531.9002 -31.6959 -1.6829 -1305.8856 31.6959
134 1.42953 14846.5583 -85.2995 -1.4295 -3473.5722 85.2995
135 -0.00000 19108.6608 -109.9296 0.0000 -4451.7494 109.9296
136 -1.42953 14846.5583 -85.2995 1.4295 -3473.5722 85.2995
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
137 -1.68290 5531.9002 -31.6959 1.6829 -1305.8856 31.6959
138 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
139 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
140 -0.54482 1305.8204 -15.4005 0.5448 747.5251 15.4005
141 -0.47334 3473.6437 -41.1063 0.4733 2007.0628 41.1063
142 0.00000 4451.8901 -52.7646 -0.0000 2583.2159 52.7646
143 0.47334 3473.6437 -41.1063 -0.4733 2007.0628 41.1063
144 0.54482 1305.8204 -15.4005 -0.5448 747.5251 15.4005
145 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
146 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
147 0.00000 -747.7319 0.0000 -0.0000 747.7319 -0.0000
148 0.00000 -2006.7865 0.0000 -0.0000 2006.7865 0.0000
149 0.00000 -2582.7499 0.0000 -0.0000 2582.7499 -0.0000
150 -0.00000 -2006.7865 0.0000 0.0000 2006.7865 -0.0000
151 0.00000 -747.7319 0.0000 -0.0000 747.7319 0.0000
152 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
153 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
154 0.54482 -747.5251 15.4005 -0.5448 -1305.8204 -15.4005
155 0.47334 -2007.0628 41.1063 -0.4733 -3473.6437 -41.1063
156 -0.00000 -2583.2159 52.7646 0.0000 -4451.8901 -52.7646
157 -0.47334 -2007.0628 41.1063 0.4733 -3473.6437 -41.1063
158 -0.54482 -747.5251 15.4005 0.5448 -1305.8204 -15.4005
159 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
160 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
161 -1.68290 1305.8856 31.6959 1.6829 -5531.9002 -31.6959
162 -1.42953 3473.5722 85.2995 1.4295 -14846.5583 -85.2995
163 -0.00000 4451.7494 109.9296 0.0000 -19108.6608 -109.9296
164 1.42953 3473.5722 85.2995 -1.4295 -14846.5583 -85.2995
165 1.68290 1305.8856 31.6959 -1.6829 -5531.9002 -31.6959
166 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
167 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
168 -9.46901 5530.0873 43.7865 9.4690 -11368.5777 -43.7865
169 -8.16998 14849.0111 119.6144 8.1700 -30798.3954 -119.6144
170 -0.00000 19112.7592 155.2365 0.0000 -39812.0005 -155.2365
171 8.16998 14849.0111 119.6144 -8.1700 -30798.3954 -119.6144
172 9.46901 5530.0873 43.7865 -9.4690 -11368.5777 -43.7865
173 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
174 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

175 -24.59428 11361.9722 37.6469 24.5943 -16381.4384 -37.6469


176 -21.35671 30807.1056 99.9072 21.3567 -44127.7332 -99.9072
177 0.00000 39826.8404 127.2488 -0.0000 -56792.9277 -127.2488
178 21.35671 30807.1056 99.9072 -21.3567 -44127.7332 -99.9072
179 24.59428 11361.9722 37.6469 -24.5943 -16381.4384 -37.6469
180 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
181 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

182 -44.95915 16366.9681 -8.7635 44.9591 -15198.5294 8.7635

183 -38.39962 44146.7587 -59.6031 38.3996 -36199.8790 59.6031

184 0.00000 56825.3096 -96.8497 -0.0000 -43912.3449 96.8497

185 38.39962 44146.7587 -59.6031 -38.3996 -36199.8790 59.6031


186 44.95915 16366.9681 -8.7635 -44.9591 -15198.5294 8.7635
187 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
188 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000

189 -59.04457 15177.0973 -152.0864 59.0446 5102.1095 152.0864


190 -46.87915 36230.3861 -487.0503 46.8792 28712.9012 487.0503

191 0.00000 43961.2220 -643.5306 -0.0000 41847.1427 643.5306

192 46.87915 36230.3861 -487.0503 -46.8792 28712.9012 487.0503

193 59.04457 15177.0973 -152.0864 -59.0446 5102.1095 152.0864


194 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
195 0.00000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000
196 -36.54248 -5118.4318 -620.2356 36.5425 87814.4454 620.2356

197 -25.23908 -28681.2429 -1266.5390 25.2391 197548.8869 1266.5390


198 0.00000 -41802.6370 -1482.3499 -0.0000 239444.3436 1482.3499

199 25.23908 -28681.2429 -1266.5390 -25.2391 197548.8869 1266.5390


200 36.54248 -5118.4318 -620.2356 -36.5425 87814.4454 620.2356
201 0.00000 0.0000 0.0000 0.00000 0.0000 0.0000

RASIO TEGANGAN
`
0,0000
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,2041
0,0595
0,0748
0,0748
0,0595
0,2041
0,4998
0,1711
0,2314
0,2314
0,1711
0,4998
0,7095
0,2570
0,3671
0,3671
0,2570
0,7105
0,8237
0,3029
0,4433
0,4433
0,3029
0,8237
0,8676
0,3206
0,4723
0,4723
0,3206
0,8676
0,8755
0,3238
0,4773
0,4773
0,3248
0,8765
0,8740
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
0,3238
0,4766
0,4766
0,3238
0,8740
0,8740
0,3238
0,4766
0,4766
0,3238
0,8740
0,8765
0,3253
0,4788
0,4788
0,3253
0,8770
0,8691
0,3221
0,4738
0,4738
0,3221
0,8691
0,8252
0,3044
0,4448
0,4448
0,3044
0,8252
0,7120
0,2585
0,3686
0,3686
0,2575
0,7110
0,5013
0,1726
0,2329
0,2329
0,1726
0,5013
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
0,2056
0,0610
0,0763
0,0763
0,0610
0,2056
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,0000
0,2001
0,4539
0,5509
0,4539
0,2001
0,0000
0,0000
0,0311
0,0798
0,0977
0,0798
0,0311
0,0000
0,0000
0,0339
0,0981
0,1274
0,0981
0,0339
0,0000
0,0000
0,0349
0,0991
0,1284
0,0991
0,0349
0,0000
0,0000
0,0213
0,0662
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
0,0871
0,0662
0,0213
0,0000
0,0000
0,0098
0,0313
0,0412
0,0313
0,0098
0,0000
0,0000
0,0005
0,0055
0,0078
0,0055
0,0005
0,0000
0,0000
-0,0007
0,0022
0,0036
0,0022
-0,0007
0,0000
0,0000
-0,0005
0,0045
0,0068
0,0045
-0,0005
0,0000
0,0000
0,0078
0,0293
0,0392
0,0293
0,0078
0,0000

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
0,0000
0,0223
0,0672
0,0881
0,0672
0,0223
0,0000
0,0000
0,0359
0,1001
0,1294
0,1001
0,0359
0,0000
0,0000
0,0329
0,0971
0,1264
0,0971
0,0329
0,0000
0,0000
0,0321
0,0808
0,0987
0,0808
0,0321
0,0000
0,0000
0,1991
0,4529
0,5499
0,4529
0,1991
0,0000

Rasio_max = 0.8770

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Tabel Gaya-gaya batang pada grid 4x10

TABLE: Element
Forces - Frames
Frame Station OutputCase P V2 V3 T M2 M3
Kgf-
Text cm Text Kgf Kgf Kgf Kgf-cm cm Kgf-cm
1 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
1 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
2 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
2 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
3 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
3 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
4 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
4 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
5 0 COMB1 0 -1339.21 0 80.39 0 -214098.94
5 200 COMB1 0 -1339.21 0 80.39 0 53743.3
6 0 COMB1 0 -264.21 0 60.3 0 53756.32
6 200 COMB1 0 -264.21 0 60.3 0 106599.32
7 0 COMB1 0 264.21 0 -60.3 0 106599.32
7 200 COMB1 0 264.21 0 -60.3 0 53756.32
8 0 COMB1 0 1339.21 0 -80.39 0 53743.3
8 200 COMB1 0 1339.21 0 -80.39 0 -214098.94
9 0 COMB1 0 -2685.02 0 45.26 0 -442914.92
9 200 COMB1 0 -2685.02 0 45.26 0 94088.13
10 0 COMB1 0 -803.75 0 38.41 0 94037.94
10 200 COMB1 0 -803.75 0 38.41 0 254788.85
11 0 COMB1 0 803.75 0 -38.41 0 254788.85
11 200 COMB1 0 803.75 0 -38.41 0 94037.94
12 0 COMB1 0 2685.02 0 -45.26 0 94088.13
12 200 COMB1 0 2685.02 0 -45.26 0 -442914.92
13 0 COMB1 0 -3213.48 0 12.08 0 -535827.99
13 200 COMB1 0 -3213.48 0 12.08 0 106868.47
14 0 COMB1 0 -1076.42 0 10.32 0 106837.48
14 200 COMB1 0 -1076.42 0 10.32 0 322122.03
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
15 0 COMB1 0 1076.42 0 -10.32 0 322122.03
15 200 COMB1 0 1076.42 0 -10.32 0 106837.48
16 0 COMB1 0 3213.48 0 -12.08 0 106868.47
16 200 COMB1 0 3213.48 0 -12.08 0 -535827.99
17 0 COMB1 0 -3301.43 0 -0.11 0 -551243.26
17 200 COMB1 0 -3301.43 0 -0.11 0 109042.93
18 0 COMB1 0 -1120.64 0 -0.12 0 109036.02
18 200 COMB1 0 -1120.64 0 -0.12 0 333164.31
19 0 COMB1 0 1120.64 0 0.12 0 333164.31
19 200 COMB1 0 1120.64 0 0.12 0 109036.02
20 0 COMB1 0 3301.43 0 0.11 0 109042.93
20 200 COMB1 0 3301.43 0 0.11 0 -551243.26
21 0 COMB1 0 -3290.68 0 1.557E-13 0 -549340.07
21 200 COMB1 0 -3290.68 0 1.557E-13 0 108796.5
22 0 COMB1 0 -1114.74 0 6.199E-14 0 108798.04
22 200 COMB1 0 -1114.74 0 6.199E-14 0 331745.53
23 0 COMB1 0 1114.74 0 -5.526E-14 0 331745.53
23 200 COMB1 0 1114.74 0 -5.526E-14 0 108798.04
24 0 COMB1 0 3290.68 0 -1.624E-13 0 108796.5
24 200 COMB1 0 3290.68 0 -1.624E-13 0 -549340.07
25 0 COMB1 0 -3301.43 0 0.11 0 -551243.26
25 200 COMB1 0 -3301.43 0 0.11 0 109042.93
26 0 COMB1 0 -1120.64 0 0.12 0 109036.02
26 200 COMB1 0 -1120.64 0 0.12 0 333164.31
27 0 COMB1 0 1120.64 0 -0.12 0 333164.31
27 200 COMB1 0 1120.64 0 -0.12 0 109036.02
28 0 COMB1 0 3301.43 0 -0.11 0 109042.93
28 200 COMB1 0 3301.43 0 -0.11 0 -551243.26
29 0 COMB1 0 -3213.48 0 -12.08 0 -535827.99
29 200 COMB1 0 -3213.48 0 -12.08 0 106868.47
30 0 COMB1 0 -1076.42 0 -10.32 0 106837.48
30 200 COMB1 0 -1076.42 0 -10.32 0 322122.03
31 0 COMB1 0 1076.42 0 10.32 0 322122.03
31 200 COMB1 0 1076.42 0 10.32 0 106837.48
32 0 COMB1 0 3213.48 0 12.08 0 106868.47
32 200 COMB1 0 3213.48 0 12.08 0 -535827.99
33 0 COMB1 0 -2685.02 0 -45.26 0 -442914.92
33 200 COMB1 0 -2685.02 0 -45.26 0 94088.13
34 0 COMB1 0 -803.75 0 -38.41 0 94037.94
34 200 COMB1 0 -803.75 0 -38.41 0 254788.85
35 0 COMB1 0 803.75 0 38.41 0 254788.85
35 200 COMB1 0 803.75 0 38.41 0 94037.94
36 0 COMB1 0 2685.02 0 45.26 0 94088.13
36 200 COMB1 0 2685.02 0 45.26 0 -442914.92
37 0 COMB1 0 -1339.21 0 -80.39 0 -214098.94
37 200 COMB1 0 -1339.21 0 -80.39 0 53743.3
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
38 0 COMB1 0 -264.21 0 -60.3 0 53756.32
38 200 COMB1 0 -264.21 0 -60.3 0 106599.32
39 0 COMB1 0 264.21 0 60.3 0 106599.32
39 200 COMB1 0 264.21 0 60.3 0 53756.32
40 0 COMB1 0 1339.21 0 80.39 0 53743.3
40 200 COMB1 0 1339.21 0 80.39 0 -214098.94
41 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
41 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
42 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
42 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
43 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
43 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
44 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
44 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
45 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
45 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
46 0 COMB1 0 -1141.92 0 -74.3 0 -200946.33
46 200 COMB1 0 -1141.92 0 -74.3 0 27438.09
47 0 COMB1 0 -1859.2 0 1.22E-14 0 -337749.57
47 200 COMB1 0 -1859.2 0 1.22E-14 0 34089.6
48 0 COMB1 0 -1141.92 0 74.3 0 -200946.33
48 200 COMB1 0 -1141.92 0 74.3 0 27438.09
49 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
49 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
50 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
50 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
51 0 COMB1 0 -104.92 0 -87.32 0 27418
51 200 COMB1 0 -104.92 0 -87.32 0 48401.63
52 0 COMB1 0 -275.63 0 4.549E-14 0 33969
52 200 COMB1 0 -275.63 0 4.549E-14 0 89094.13
53 0 COMB1 0 -104.92 0 87.32 0 27418
53 200 COMB1 0 -104.92 0 87.32 0 48401.63
54 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
54 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
55 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
55 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
56 0 COMB1 0 125.82 0 -37.13 0 48394.78
56 200 COMB1 0 125.82 0 -37.13 0 23230.51
57 0 COMB1 0 228.87 0 -5.346E-14 0 89017.3
57 200 COMB1 0 228.87 0 -5.346E-14 0 43244.23
58 0 COMB1 0 125.82 0 37.13 0 48394.78
58 200 COMB1 0 125.82 0 37.13 0 23230.51
59 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
59 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
60 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
60 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
61 0 COMB1 0 100.76 0 -6.13 0 23228.76
61 200 COMB1 0 100.76 0 -6.13 0 3076.37
62 0 COMB1 0 188.02 0 -6.511E-15 0 43223.59
62 200 COMB1 0 188.02 0 -6.511E-15 0 5619.57
63 0 COMB1 0 100.76 0 6.13 0 23228.76
63 200 COMB1 0 100.76 0 6.13 0 3076.37
64 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
64 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
65 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
65 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
66 0 COMB1 0 31.97 0 0.77 0 3076.36
66 200 COMB1 0 31.97 0 0.77 0 -3318.16
67 0 COMB1 0 58.74 0 2.278E-15 0 5619.82
67 200 COMB1 0 58.74 0 2.278E-15 0 -6127.66
68 0 COMB1 0 31.97 0 -0.77 0 3076.36
68 200 COMB1 0 31.97 0 -0.77 0 -3318.16
69 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
69 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
70 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
70 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
71 0 COMB1 0 -31.97 0 -0.77 0 -3318.16
71 200 COMB1 0 -31.97 0 -0.77 0 3076.36
72 0 COMB1 0 -58.74 0 -2.506E-15 0 -6127.66
72 200 COMB1 0 -58.74 0 -2.506E-15 0 5619.82
73 0 COMB1 0 -31.97 0 0.77 0 -3318.16
73 200 COMB1 0 -31.97 0 0.77 0 3076.36
74 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
74 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
75 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
75 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
76 0 COMB1 0 -100.76 0 6.13 0 3076.37
76 200 COMB1 0 -100.76 0 6.13 0 23228.76
77 0 COMB1 0 -188.02 0 -2.338E-14 0 5619.57
77 200 COMB1 0 -188.02 0 -2.338E-14 0 43223.59
78 0 COMB1 0 -100.76 0 -6.13 0 3076.37
78 200 COMB1 0 -100.76 0 -6.13 0 23228.76
79 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
79 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
80 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
80 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
81 0 COMB1 0 -125.82 0 37.13 0 23230.51
81 200 COMB1 0 -125.82 0 37.13 0 48394.78
82 0 COMB1 0 -228.87 0 2.362E-14 0 43244.23
82 200 COMB1 0 -228.87 0 2.362E-14 0 89017.3
83 0 COMB1 0 -125.82 0 -37.13 0 23230.51
83 200 COMB1 0 -125.82 0 -37.13 0 48394.78
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
84 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
84 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
85 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
85 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
86 0 COMB1 0 104.92 0 87.32 0 48401.63
86 200 COMB1 0 104.92 0 87.32 0 27418
87 0 COMB1 0 275.63 0 3.099E-15 0 89094.13
87 200 COMB1 0 275.63 0 3.099E-15 0 33969
88 0 COMB1 0 104.92 0 -87.32 0 48401.63
88 200 COMB1 0 104.92 0 -87.32 0 27418
89 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
89 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
90 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
90 200 COMB1 0 0 0 0 0 0
91 0 COMB1 0 1141.92 0 74.3 0 27438.09
91 200 COMB1 0 1141.92 0 74.3 0 -200946.33
92 0 COMB1 0 1859.2 0 -8.326E-16 0 34089.6
92 200 COMB1 0 1859.2 0 -8.326E-16 0 -337749.57
93 0 COMB1 0 1141.92 0 -74.3 0 27438.09
93 200 COMB1 0 1141.92 0 -74.3 0 -200946.33
94 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
94 200 COMB1 0 0 0 0 0 0

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Deformasi titik pada grid 4x10

TABLE: Joint Displacements


Joint OutputCase CaseType U1 U2 U3 R1 R2 R3
Text Text Text cm cm cm Radians Radians Radians
1 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
2 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
3 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
4 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
5 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
6 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
7 COMB1 Combination 0 0 -0.678159 0.004714 0.004356 0
8 COMB1 Combination 0 0 -1.161629 0.008249 -7.156E-19 0
9 COMB1 Combination 0 0 -0.678159 0.004714 -0.004356 0
10 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
11 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
12 COMB1 Combination 0 0 -1.433889 0.002654 0.009476 0
13 COMB1 Combination 0 0 -2.527072 0.004906 -3.383E-18 0
14 COMB1 Combination 0 0 -1.433889 0.002654 -0.009476 0
15 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
16 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
17 COMB1 Combination 0 0 -1.747285 0.000708 0.011653 0
18 COMB1 Combination 0 0 -3.107537 0.001313 -2.482E-19 0
19 COMB1 Combination 0 0 -1.747285 0.000708 -0.011653 0
20 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
21 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
22 COMB1 Combination 0 0 -1.799183 -0.000006569 0.012013 0
23 COMB1 Combination 0 0 -3.203413 -0.000014 1.336E-19 0
24 COMB1 Combination 0 0 -1.799183 -0.000006569 -0.012013 0
25 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
26 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
27 COMB1 Combination 0 0 -1.792736 9.13E-18 0.011968 0
28 COMB1 Combination 0 0 -3.191396 1.276E-17 0 0
29 COMB1 Combination 0 0 -1.792736 9.525E-18 -0.011968 0
30 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
31 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
32 COMB1 Combination 0 0 -1.799183 0.000006569 0.012013 0
33 COMB1 Combination 0 0 -3.203413 0.000014 1.47E-19 0
34 COMB1 Combination 0 0 -1.799183 0.000006569 -0.012013 0
35 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
36 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
37 COMB1 Combination 0 0 -1.747285 -0.000708 0.011653 0
38 COMB1 Combination 0 0 -3.107537 -0.001313 1.518E-18 0
39 COMB1 Combination 0 0 -1.747285 -0.000708 -0.011653 0
40 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
41 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
42 COMB1 Combination 0 0 -1.433889 -0.002654 0.009476 0
43 COMB1 Combination 0 0 -2.527072 -0.004906 1.329E-19 0
44 COMB1 Combination 0 0 -1.433889 -0.002654 -0.009476 0
45 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
46 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
47 COMB1 Combination 0 0 -0.678159 -0.004714 0.004356 0
48 COMB1 Combination 0 0 -1.161629 -0.008249 -4.882E-20 0
49 COMB1 Combination 0 0 -0.678159 -0.004714 -0.004356 0
50 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
51 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
52 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
53 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
54 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0
55 COMB1 Combination 0 0 0 0 0 0

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Tabel-Gaya-gaya batang pada grid 6x15

TABLE: Element Forces -


Frames
Frame Station OutputCase P V2 V3 T M2 M3
Text cm Text Kgf Kgf Kgf Kgf-cm Kgf-cm Kgf-cm
1 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
1 133.333 COMB1 0 0 0 0 0 0
2 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
2 133.334 COMB1 0 0 0 0 0 0
3 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
3 133.333 COMB1 0 0 0 0 0 0
4 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
4 133.333 COMB1 0 0 0 0 0 0
5 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
5 133.334 COMB1 0 0 0 0 0 0
6 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
6 133.333 COMB1 0 0 0 0 0 0
7 0 COMB1 0 -678.42 0 43.06 0 -90400.36
7 133.333 COMB1 0 -678.42 0 43.06 0 54.76
8 0 COMB1 0 -208.37 0 61.75 0 80.54
8 133.334 COMB1 0 -208.37 0 61.75 0 27863.95
9 0 COMB1 0 -49.68 0 25.49 0 27888.74
9 133.333 COMB1 0 -49.68 0 25.49 0 34512.16
10 0 COMB1 0 49.68 0 -25.49 0 34512.16
10 133.333 COMB1 0 49.68 0 -25.49 0 27888.74
11 0 COMB1 0 208.37 0 -61.75 0 27863.95
11 133.334 COMB1 0 208.37 0 -61.75 0 80.54
12 0 COMB1 0 678.42 0 -43.06 0 54.76
12 133.333 COMB1 0 678.42 0 -43.06 0 -90400.36
13 0 COMB1 0 -1501.39 0 38.39 0 -218258.89
13 133.333 COMB1 0 -1501.39 0 38.39 0 -18073.55
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
14 0 COMB1 0 -706.52 0 62.94 0 -18089.68
14 133.334 COMB1 0 -706.52 0 62.94 0 76113.24
15 0 COMB1 0 -195.76 0 27.99 0 76103.53
15 133.333 COMB1 0 -195.76 0 27.99 0 102204.92
16 0 COMB1 0 195.76 0 -27.99 0 102204.92
16 133.333 COMB1 0 195.76 0 -27.99 0 76103.53
17 0 COMB1 0 706.52 0 -62.94 0 76113.24
17 133.334 COMB1 0 706.52 0 -62.94 0 -18089.68
18 0 COMB1 0 1501.39 0 -38.39 0 -18073.55
18 133.333 COMB1 0 1501.39 0 -38.39 0 -218258.89
19 0 COMB1 0 -2027.55 0 23.76 0 -308912.71
19 133.333 COMB1 0 -2027.55 0 23.76 0 -38572.78
20 0 COMB1 0 -1135.75 0 40.34 0 -38596.11
20 133.334 COMB1 0 -1135.75 0 40.34 0 112837.75
21 0 COMB1 0 -357.05 0 18.55 0 112818.23
21 133.333 COMB1 0 -357.05 0 18.55 0 160425.06
22 0 COMB1 0 357.05 0 -18.55 0 160425.06
22 133.333 COMB1 0 357.05 0 -18.55 0 112818.23
23 0 COMB1 0 1135.75 0 -40.34 0 112837.75
23 133.334 COMB1 0 1135.75 0 -40.34 0 -38596.11
24 0 COMB1 0 2027.55 0 -23.76 0 -38572.78
24 133.333 COMB1 0 2027.55 0 -23.76 0 -308912.71
25 0 COMB1 0 -2305.68 0 10.91 0 -357857.32
25 133.333 COMB1 0 -2305.68 0 10.91 0 -50433.72
26 0 COMB1 0 -1373.6 0 18.48 0 -50451.05
26 133.334 COMB1 0 -1373.6 0 18.48 0 132697.03
27 0 COMB1 0 -455.11 0 8.5 0 132681.92
27 133.333 COMB1 0 -455.11 0 8.5 0 193362.52
28 0 COMB1 0 455.11 0 -8.5 0 193362.52
28 133.333 COMB1 0 455.11 0 -8.5 0 132681.92
29 0 COMB1 0 1373.6 0 -18.48 0 132697.03
29 133.334 COMB1 0 1373.6 0 -18.48 0 -50451.05
30 0 COMB1 0 2305.68 0 -10.91 0 -50433.72
30 133.333 COMB1 0 2305.68 0 -10.91 0 -357857.32
31 0 COMB1 0 -2414.58 0 3.08 0 -376823.76
31 133.333 COMB1 0 -2414.58 0 3.08 0 -54880.96
32 0 COMB1 0 -1464.27 0 5.16 0 -54889.88
32 133.334 COMB1 0 -1464.27 0 5.16 0 140347.47
33 0 COMB1 0 -491.75 0 2.35 0 140339.75
33 133.333 COMB1 0 -491.75 0 2.35 0 205906.74
34 0 COMB1 0 491.75 0 -2.35 0 205906.74
34 133.333 COMB1 0 491.75 0 -2.35 0 140339.75
35 0 COMB1 0 1464.27 0 -5.16 0 140347.47
35 133.334 COMB1 0 1464.27 0 -5.16 0 -54889.88
36 0 COMB1 0 2414.58 0 -3.08 0 -54880.96
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
36 133.333 COMB1 0 2414.58 0 -3.08 0 -376823.76
37 0 COMB1 0 -2434.59 0 -0.08745 0 -380238.96
37 133.333 COMB1 0 -2434.59 0 -0.08745 0 -55628.14
38 0 COMB1 0 -1480.08 0 -0.16 0 -55630.69
38 133.334 COMB1 0 -1480.08 0 -0.16 0 141714.59
39 0 COMB1 0 -497.68 0 -0.0802 0 141712.41
39 133.333 COMB1 0 -497.68 0 -0.0802 0 208070.15
40 0 COMB1 0 497.68 0 0.0802 0 208070.15
40 133.333 COMB1 0 497.68 0 0.0802 0 141712.41
41 0 COMB1 0 1480.08 0 0.16 0 141714.59
41 133.334 COMB1 0 1480.08 0 0.16 0 -55630.69
42 0 COMB1 0 2434.59 0 0.08745 0 -55628.14
42 133.333 COMB1 0 2434.59 0 0.08745 0 -380238.96
43 0 COMB1 0 -2428.41 0 -0.35 0 -379153.92
43 133.333 COMB1 0 -2428.41 0 -0.35 0 -55367.33
44 0 COMB1 0 -1474.8 0 -0.58 0 -55366.7
44 133.334 COMB1 0 -1474.8 0 -0.58 0 141273.9
45 0 COMB1 0 -495.49 0 -0.27 0 141274.44
45 133.333 COMB1 0 -495.49 0 -0.27 0 207338.96
46 0 COMB1 0 495.49 0 0.27 0 207338.96
46 133.333 COMB1 0 495.49 0 0.27 0 141274.44
47 0 COMB1 0 1474.8 0 0.58 0 141273.9
47 133.334 COMB1 0 1474.8 0 0.58 0 -55366.7
48 0 COMB1 0 2428.41 0 0.35 0 -55367.33
48 133.333 COMB1 0 2428.41 0 0.35 0 -379153.92
49 0 COMB1 0 -2428.41 0 0.35 0 -379153.92
49 133.333 COMB1 0 -2428.41 0 0.35 0 -55367.33
50 0 COMB1 0 -1474.8 0 0.58 0 -55366.7
50 133.334 COMB1 0 -1474.8 0 0.58 0 141273.9
51 0 COMB1 0 -495.49 0 0.27 0 141274.44
51 133.333 COMB1 0 -495.49 0 0.27 0 207338.96
52 0 COMB1 0 495.49 0 -0.27 0 207338.96
52 133.333 COMB1 0 495.49 0 -0.27 0 141274.44
53 0 COMB1 0 1474.8 0 -0.58 0 141273.9
53 133.334 COMB1 0 1474.8 0 -0.58 0 -55366.7
54 0 COMB1 0 2428.41 0 -0.35 0 -55367.33
54 133.333 COMB1 0 2428.41 0 -0.35 0 -379153.92
55 0 COMB1 0 -2434.59 0 0.08745 0 -380238.96
55 133.333 COMB1 0 -2434.59 0 0.08745 0 -55628.14
56 0 COMB1 0 -1480.08 0 0.16 0 -55630.69
56 133.334 COMB1 0 -1480.08 0 0.16 0 141714.59
57 0 COMB1 0 -497.68 0 0.0802 0 141712.41
57 133.333 COMB1 0 -497.68 0 0.0802 0 208070.15
58 0 COMB1 0 497.68 0 -0.0802 0 208070.15
58 133.333 COMB1 0 497.68 0 -0.0802 0 141712.41
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
59 0 COMB1 0 1480.08 0 -0.16 0 141714.59
59 133.334 COMB1 0 1480.08 0 -0.16 0 -55630.69
60 0 COMB1 0 2434.59 0 -0.08745 0 -55628.14
60 133.333 COMB1 0 2434.59 0 -0.08745 0 -380238.96
61 0 COMB1 0 -2414.58 0 -3.08 0 -376823.76
61 133.333 COMB1 0 -2414.58 0 -3.08 0 -54880.96
62 0 COMB1 0 -1464.27 0 -5.16 0 -54889.88
62 133.334 COMB1 0 -1464.27 0 -5.16 0 140347.47
63 0 COMB1 0 -491.75 0 -2.35 0 140339.75
63 133.333 COMB1 0 -491.75 0 -2.35 0 205906.74
64 0 COMB1 0 491.75 0 2.35 0 205906.74
64 133.333 COMB1 0 491.75 0 2.35 0 140339.75
65 0 COMB1 0 1464.27 0 5.16 0 140347.47
65 133.334 COMB1 0 1464.27 0 5.16 0 -54889.88
66 0 COMB1 0 2414.58 0 3.08 0 -54880.96
66 133.333 COMB1 0 2414.58 0 3.08 0 -376823.76
67 0 COMB1 0 -2305.68 0 -10.91 0 -357857.32
67 133.333 COMB1 0 -2305.68 0 -10.91 0 -50433.72
68 0 COMB1 0 -1373.6 0 -18.48 0 -50451.05
68 133.334 COMB1 0 -1373.6 0 -18.48 0 132697.03
69 0 COMB1 0 -455.11 0 -8.5 0 132681.92
69 133.333 COMB1 0 -455.11 0 -8.5 0 193362.52
70 0 COMB1 0 455.11 0 8.5 0 193362.52
70 133.333 COMB1 0 455.11 0 8.5 0 132681.92
71 0 COMB1 0 1373.6 0 18.48 0 132697.03
71 133.334 COMB1 0 1373.6 0 18.48 0 -50451.05
72 0 COMB1 0 2305.68 0 10.91 0 -50433.72
72 133.333 COMB1 0 2305.68 0 10.91 0 -357857.32
73 0 COMB1 0 -2027.55 0 -23.76 0 -308912.71
73 133.333 COMB1 0 -2027.55 0 -23.76 0 -38572.78
74 0 COMB1 0 -1135.75 0 -40.34 0 -38596.11
74 133.334 COMB1 0 -1135.75 0 -40.34 0 112837.75
75 0 COMB1 0 -357.05 0 -18.55 0 112818.23
75 133.333 COMB1 0 -357.05 0 -18.55 0 160425.06
76 0 COMB1 0 357.05 0 18.55 0 160425.06
76 133.333 COMB1 0 357.05 0 18.55 0 112818.23
77 0 COMB1 0 1135.75 0 40.34 0 112837.75
77 133.334 COMB1 0 1135.75 0 40.34 0 -38596.11
78 0 COMB1 0 2027.55 0 23.76 0 -38572.78
78 133.333 COMB1 0 2027.55 0 23.76 0 -308912.71
79 0 COMB1 0 -1501.39 0 -38.39 0 -218258.89
79 133.333 COMB1 0 -1501.39 0 -38.39 0 -18073.55
80 0 COMB1 0 -706.52 0 -62.94 0 -18089.68
80 133.334 COMB1 0 -706.52 0 -62.94 0 76113.24
81 0 COMB1 0 -195.76 0 -27.99 0 76103.53
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
81 133.333 COMB1 0 -195.76 0 -27.99 0 102204.92
82 0 COMB1 0 195.76 0 27.99 0 102204.92
82 133.333 COMB1 0 195.76 0 27.99 0 76103.53
83 0 COMB1 0 706.52 0 62.94 0 76113.24
83 133.334 COMB1 0 706.52 0 62.94 0 -18089.68
84 0 COMB1 0 1501.39 0 38.39 0 -18073.55
84 133.333 COMB1 0 1501.39 0 38.39 0 -218258.89
85 0 COMB1 0 -678.42 0 -43.06 0 -90400.36
85 133.333 COMB1 0 -678.42 0 -43.06 0 54.76
86 0 COMB1 0 -208.37 0 -61.75 0 80.54
86 133.334 COMB1 0 -208.37 0 -61.75 0 27863.95
87 0 COMB1 0 -49.68 0 -25.49 0 27888.74
87 133.333 COMB1 0 -49.68 0 -25.49 0 34512.16
88 0 COMB1 0 49.68 0 25.49 0 34512.16
88 133.333 COMB1 0 49.68 0 25.49 0 27888.74
89 0 COMB1 0 208.37 0 61.75 0 27863.95
89 133.334 COMB1 0 208.37 0 61.75 0 80.54
90 0 COMB1 0 678.42 0 43.06 0 54.76
90 133.333 COMB1 0 678.42 0 43.06 0 -90400.36
91 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
91 133.333 COMB1 0 0 0 0 0 0
92 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
92 133.334 COMB1 0 0 0 0 0 0
93 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
93 133.333 COMB1 0 0 0 0 0 0
94 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
94 133.333 COMB1 0 0 0 0 0 0
95 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
95 133.334 COMB1 0 0 0 0 0 0
96 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
96 133.333 COMB1 0 0 0 0 0 0
97 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
97 133.33 COMB1 0 0 0 0 0 0
98 0 COMB1 0 -620.24 0 -41.86 0 -87817.03
98 133.33 COMB1 0 -620.24 0 -41.86 0 -5120.03
99 0 COMB1 0 -1266.58 0 -28.91 0 -197550.6
99 133.33 COMB1 0 -1266.58 0 -28.91 0 -28677.2
100 0 COMB1 0 -1482.43 0 5.575E-14 0 -239449.26
100 133.33 COMB1 0 -1482.43 0 5.575E-14 0 -41797.3
101 0 COMB1 0 -1266.58 0 28.91 0 -197550.6
101 133.33 COMB1 0 -1266.58 0 28.91 0 -28677.2
102 0 COMB1 0 -620.24 0 41.86 0 -87817.03
102 133.33 COMB1 0 -620.24 0 41.86 0 -5120.03
103 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
103 133.33 COMB1 0 0 0 0 0 0
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
104 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
104 133.34 COMB1 0 0 0 0 0 0
105 0 COMB1 0 -152.07 0 -67.63 0 -5101.33
105 133.34 COMB1 0 -152.07 0 -67.63 0 15176.31
106 0 COMB1 0 -487.07 0 -53.7 0 -28713.46
106 133.34 COMB1 0 -487.07 0 -53.7 0 36232.74
107 0 COMB1 0 -643.57 0 1.088E-13 0 -41848.28
107 133.34 COMB1 0 -643.57 0 1.088E-13 0 43965.26
108 0 COMB1 0 -487.07 0 53.7 0 -28713.46
108 133.34 COMB1 0 -487.07 0 53.7 0 36232.74
109 0 COMB1 0 -152.07 0 67.63 0 -5101.33
109 133.34 COMB1 0 -152.07 0 67.63 0 15176.31
110 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
110 133.34 COMB1 0 0 0 0 0 0
111 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
111 133.33 COMB1 0 0 0 0 0 0
112 0 COMB1 0 -8.74 0 -51.5 0 15200.85
112 133.33 COMB1 0 -8.74 0 -51.5 0 16366.33
113 0 COMB1 0 -59.62 0 -43.99 0 36197.8
113 133.33 COMB1 0 -59.62 0 -43.99 0 44147.05
114 0 COMB1 0 -96.88 0 -3.035E-14 0 43909.28
114 133.33 COMB1 0 -96.88 0 -3.035E-14 0 56826.61
115 0 COMB1 0 -59.62 0 43.99 0 36197.8
115 133.33 COMB1 0 -59.62 0 43.99 0 44147.05
116 0 COMB1 0 -8.74 0 51.5 0 15200.85
116 133.33 COMB1 0 -8.74 0 51.5 0 16366.33
117 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
117 133.33 COMB1 0 0 0 0 0 0
118 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
118 133.33 COMB1 0 0 0 0 0 0
119 0 COMB1 0 37.66 0 -28.17 0 16382.91
119 133.33 COMB1 0 37.66 0 -28.17 0 11361.53
120 0 COMB1 0 99.89 0 -24.46 0 44125.25
120 133.33 COMB1 0 99.89 0 -24.46 0 30806.68
121 0 COMB1 0 127.22 0 -1.072E-13 0 56789.51
121 133.33 COMB1 0 127.22 0 -1.072E-13 0 39826.98
122 0 COMB1 0 99.89 0 24.46 0 44125.25
122 133.33 COMB1 0 99.89 0 24.46 0 30806.68
123 0 COMB1 0 37.66 0 28.17 0 16382.91
123 133.33 COMB1 0 37.66 0 28.17 0 11361.53
124 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
124 133.33 COMB1 0 0 0 0 0 0
125 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
125 133.34 COMB1 0 0 0 0 0 0
126 0 COMB1 0 43.79 0 -10.85 0 11369.09
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
126 133.34 COMB1 0 43.79 0 -10.85 0 5529.98
127 0 COMB1 0 119.6 0 -9.36 0 30796.7
127 133.34 COMB1 0 119.6 0 -9.36 0 14848.9
128 0 COMB1 0 155.22 0 -1.693E-14 0 39809.98
128 133.34 COMB1 0 155.22 0 -1.693E-14 0 19112.97
129 0 COMB1 0 119.6 0 9.36 0 30796.7
129 133.34 COMB1 0 119.6 0 9.36 0 14848.9
130 0 COMB1 0 43.79 0 10.85 0 11369.09
130 133.34 COMB1 0 43.79 0 10.85 0 5529.98
131 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
131 133.34 COMB1 0 0 0 0 0 0
132 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
132 133.33 COMB1 0 0 0 0 0 0
133 0 COMB1 0 31.7 0 -1.93 0 5532.06
133 133.33 COMB1 0 31.7 0 -1.93 0 1306.07
134 0 COMB1 0 85.29 0 -1.64 0 14846.09
134 133.33 COMB1 0 85.29 0 -1.64 0 3474.06
135 0 COMB1 0 109.92 0 -9.99E-14 0 19108.28
135 133.33 COMB1 0 109.92 0 -9.99E-14 0 4452.49
136 0 COMB1 0 85.29 0 1.64 0 14846.09
136 133.33 COMB1 0 85.29 0 1.64 0 3474.06
137 0 COMB1 0 31.7 0 1.93 0 5532.06
137 133.33 COMB1 0 31.7 0 1.93 0 1306.07
138 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
138 133.33 COMB1 0 0 0 0 0 0
139 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
139 133.33 COMB1 0 0 0 0 0 0
140 0 COMB1 0 15.4 0 0.62 0 1305.99
140 133.33 COMB1 0 15.4 0 0.62 0 -747.23
141 0 COMB1 0 41.1 0 0.54 0 3474.14
141 133.33 COMB1 0 41.1 0 0.54 0 -2006.15
142 0 COMB1 0 52.76 0 -2.697E-13 0 4452.65
142 133.33 COMB1 0 52.76 0 -2.697E-13 0 -2582.04
143 0 COMB1 0 41.1 0 -0.54 0 3474.14
143 133.33 COMB1 0 41.1 0 -0.54 0 -2006.15
144 0 COMB1 0 15.4 0 -0.62 0 1305.99
144 133.33 COMB1 0 15.4 0 -0.62 0 -747.23
145 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
145 133.33 COMB1 0 0 0 0 0 0
146 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
146 133.34 COMB1 0 0 0 0 0 0
147 0 COMB1 0 1.592E-12 0 3.553E-14 0 -747.46
147 133.34 COMB1 0 1.592E-12 0 3.553E-14 0 -747.46
148 0 COMB1 0 -5.821E-12 0 -3.553E-14 0 -2005.83
148 133.34 COMB1 0 -5.821E-12 0 -3.553E-14 0 -2005.83
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
149 0 COMB1 0 -5.821E-12 0 -8.565E-14 0 -2581.5
149 133.34 COMB1 0 -5.821E-12 0 -8.565E-14 0 -2581.5
150 0 COMB1 0 6.366E-12 0 -4.552E-14 0 -2005.83
150 133.34 COMB1 0 6.366E-12 0 -4.552E-14 0 -2005.83
151 0 COMB1 0 1.592E-12 0 -7.105E-14 0 -747.46
151 133.34 COMB1 0 1.592E-12 0 -7.105E-14 0 -747.46
152 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
152 133.34 COMB1 0 0 0 0 0 0
153 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
153 133.33 COMB1 0 0 0 0 0 0
154 0 COMB1 0 -15.4 0 -0.62 0 -747.23
154 133.33 COMB1 0 -15.4 0 -0.62 0 1305.99
155 0 COMB1 0 -41.1 0 -0.54 0 -2006.15
155 133.33 COMB1 0 -41.1 0 -0.54 0 3474.14
156 0 COMB1 0 -52.76 0 2.19E-13 0 -2582.04
156 133.33 COMB1 0 -52.76 0 2.19E-13 0 4452.65
157 0 COMB1 0 -41.1 0 0.54 0 -2006.15
157 133.33 COMB1 0 -41.1 0 0.54 0 3474.14
158 0 COMB1 0 -15.4 0 0.62 0 -747.23
158 133.33 COMB1 0 -15.4 0 0.62 0 1305.99
159 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
159 133.33 COMB1 0 0 0 0 0 0
160 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
160 133.33 COMB1 0 0 0 0 0 0
161 0 COMB1 0 -31.7 0 1.93 0 1306.07
161 133.33 COMB1 0 -31.7 0 1.93 0 5532.06
162 0 COMB1 0 -85.29 0 1.64 0 3474.06
162 133.33 COMB1 0 -85.29 0 1.64 0 14846.09
163 0 COMB1 0 -109.92 0 3.848E-13 0 4452.49
163 133.33 COMB1 0 -109.92 0 3.848E-13 0 19108.28
164 0 COMB1 0 -85.29 0 -1.64 0 3474.06
164 133.33 COMB1 0 -85.29 0 -1.64 0 14846.09
165 0 COMB1 0 -31.7 0 -1.93 0 1306.07
165 133.33 COMB1 0 -31.7 0 -1.93 0 5532.06
166 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
166 133.33 COMB1 0 0 0 0 0 0
167 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
167 133.34 COMB1 0 0 0 0 0 0
168 0 COMB1 0 -43.79 0 10.85 0 5529.98
168 133.34 COMB1 0 -43.79 0 10.85 0 11369.09
169 0 COMB1 0 -119.6 0 9.36 0 14848.9
169 133.34 COMB1 0 -119.6 0 9.36 0 30796.7
170 0 COMB1 0 -155.22 0 2.53E-13 0 19112.97
170 133.34 COMB1 0 -155.22 0 2.53E-13 0 39809.98
171 0 COMB1 0 -119.6 0 -9.36 0 14848.9
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
171 133.34 COMB1 0 -119.6 0 -9.36 0 30796.7
172 0 COMB1 0 -43.79 0 -10.85 0 5529.98
172 133.34 COMB1 0 -43.79 0 -10.85 0 11369.09
173 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
173 133.34 COMB1 0 0 0 0 0 0
174 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
174 133.33 COMB1 0 0 0 0 0 0
175 0 COMB1 0 -37.66 0 28.17 0 11361.53
175 133.33 COMB1 0 -37.66 0 28.17 0 16382.91
176 0 COMB1 0 -99.89 0 24.46 0 30806.68
176 133.33 COMB1 0 -99.89 0 24.46 0 44125.25
177 0 COMB1 0 -127.22 0 -9.494E-14 0 39826.98
177 133.33 COMB1 0 -127.22 0 -9.494E-14 0 56789.51
178 0 COMB1 0 -99.89 0 -24.46 0 30806.68
178 133.33 COMB1 0 -99.89 0 -24.46 0 44125.25
179 0 COMB1 0 -37.66 0 -28.17 0 11361.53
179 133.33 COMB1 0 -37.66 0 -28.17 0 16382.91
180 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
180 133.33 COMB1 0 0 0 0 0 0
181 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
181 133.33 COMB1 0 0 0 0 0 0
182 0 COMB1 0 8.74 0 51.5 0 16366.33
182 133.33 COMB1 0 8.74 0 51.5 0 15200.85
183 0 COMB1 0 59.62 0 43.99 0 44147.05
183 133.33 COMB1 0 59.62 0 43.99 0 36197.8
184 0 COMB1 0 96.88 0 -2.054E-13 0 56826.61
184 133.33 COMB1 0 96.88 0 -2.054E-13 0 43909.28
185 0 COMB1 0 59.62 0 -43.99 0 44147.05
185 133.33 COMB1 0 59.62 0 -43.99 0 36197.8
186 0 COMB1 0 8.74 0 -51.5 0 16366.33
186 133.33 COMB1 0 8.74 0 -51.5 0 15200.85
187 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
187 133.33 COMB1 0 0 0 0 0 0
188 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
188 133.34 COMB1 0 0 0 0 0 0
189 0 COMB1 0 152.07 0 67.63 0 15176.31
189 133.34 COMB1 0 152.07 0 67.63 0 -5101.33
190 0 COMB1 0 487.07 0 53.7 0 36232.74
190 133.34 COMB1 0 487.07 0 53.7 0 -28713.46
191 0 COMB1 0 643.57 0 -9.117E-14 0 43965.26
191 133.34 COMB1 0 643.57 0 -9.117E-14 0 -41848.28
192 0 COMB1 0 487.07 0 -53.7 0 36232.74
192 133.34 COMB1 0 487.07 0 -53.7 0 -28713.46
193 0 COMB1 0 152.07 0 -67.63 0 15176.31
193 133.34 COMB1 0 152.07 0 -67.63 0 -5101.33
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
194 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
194 133.34 COMB1 0 0 0 0 0 0
195 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
195 133.33 COMB1 0 0 0 0 0 0
196 0 COMB1 0 620.24 0 41.86 0 -5120.03
196 133.33 COMB1 0 620.24 0 41.86 0 -87817.03
197 0 COMB1 0 1266.58 0 28.91 0 -28677.2
197 133.33 COMB1 0 1266.58 0 28.91 0 -197550.6
198 0 COMB1 0 1482.43 0 -2.025E-14 0 -41797.3
198 133.33 COMB1 0 1482.43 0 -2.025E-14 0 -239449.26
199 0 COMB1 0 1266.58 0 -28.91 0 -28677.2
199 133.33 COMB1 0 1266.58 0 -28.91 0 -197550.6
200 0 COMB1 0 620.24 0 -41.86 0 -5120.03
200 133.33 COMB1 0 620.24 0 -41.86 0 -87817.03
201 0 COMB1 0 0 0 0 0 0
201 133.33 COMB1 0 0 0 0 0 0

Rasio tegangan pada grid 4x10

TABLE: Steel Design 1 - Summary Data - AISC-LRFD99


Frame DesignSect DesignType Ratio Combo Location
Text Text Text Unitless Text cm
1 WF200X100 Beam 0 0
2 WF200X100 Beam 0 0
3 WF200X100 Beam 0 0
4 WF200X100 Beam 0 0
5 WF200X100 Beam 0.495223 COMB1 0
6 WF200X100 Beam 0.24657 COMB1 200
7 WF200X100 Beam 0.24657 COMB1 0
8 WF200X100 Beam 0.495223 COMB1 200
9 WF200X100 Beam 1.024487 COMB1 0
10 WF200X100 Beam 0.589341 COMB1 200
11 WF200X100 Beam 0.589341 COMB1 0
12 WF200X100 Beam 1.024487 COMB1 200
13 WF200X100 Beam 1.2394 COMB1 0
14 WF200X100 Beam 0.745086 COMB1 200
15 WF200X100 Beam 0.745086 COMB1 0
16 WF200X100 Beam 1.2394 COMB1 200
17 WF200X100 Beam 1.275056 COMB1 0
18 WF200X100 Beam 0.770627 COMB1 200
19 WF200X100 Beam 0.770627 COMB1 0
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
20 WF200X100 Beam 1.275056 COMB1 200
21 WF200X100 Beam 1.270654 COMB1 0
22 WF200X100 Beam 0.767346 COMB1 200
23 WF200X100 Beam 0.767346 COMB1 0
24 WF200X100 Beam 1.270654 COMB1 200
25 WF200X100 Beam 1.275056 COMB1 0
26 WF200X100 Beam 0.770627 COMB1 200
27 WF200X100 Beam 0.770627 COMB1 0
28 WF200X100 Beam 1.275056 COMB1 200
29 WF200X100 Beam 1.2394 COMB1 0
30 WF200X100 Beam 0.745086 COMB1 200
31 WF200X100 Beam 0.745086 COMB1 0
32 WF200X100 Beam 1.2394 COMB1 200
33 WF200X100 Beam 1.024487 COMB1 0
34 WF200X100 Beam 0.589341 COMB1 200
35 WF200X100 Beam 0.589341 COMB1 0
36 WF200X100 Beam 1.024487 COMB1 200
37 WF200X100 Beam 0.495223 COMB1 0
38 WF200X100 Beam 0.24657 COMB1 200
39 WF200X100 Beam 0.24657 COMB1 0
40 WF200X100 Beam 0.495223 COMB1 200
41 WF200X100 Beam 0 0
42 WF200X100 Beam 0 0
43 WF200X100 Beam 0 0
44 WF200X100 Beam 0 0
45 WF200X100 Beam 0 0
46 WF200X100 Beam 0.4648 COMB1 0
47 WF200X100 Beam 0.781233 COMB1 0
48 WF200X100 Beam 0.4648 COMB1 0
49 WF200X100 Beam 0 0
50 WF200X100 Beam 0 0
51 WF200X100 Beam 0.111956 COMB1 200
52 WF200X100 Beam 0.20608 COMB1 200
53 WF200X100 Beam 0.111956 COMB1 200
54 WF200X100 Beam 0 0
55 WF200X100 Beam 0 0
56 WF200X100 Beam 0.11194 COMB1 0
57 WF200X100 Beam 0.205902 COMB1 0
58 WF200X100 Beam 0.11194 COMB1 0
59 WF200X100 Beam 0 0
60 WF200X100 Beam 0 0
61 WF200X100 Beam 0.053729 COMB1 0
62 WF200X100 Beam 0.099979 COMB1 0
63 WF200X100 Beam 0.053729 COMB1 0
64 WF200X100 Beam 0 0
65 WF200X100 Beam 0 0
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
66 WF200X100 Beam 0.007675 COMB1 200
67 WF200X100 Beam 0.014174 COMB1 200
68 WF200X100 Beam 0.007675 COMB1 200
69 WF200X100 Beam 0 0
70 WF200X100 Beam 0 0
71 WF200X100 Beam 0.007675 COMB1 0
72 WF200X100 Beam 0.014174 COMB1 0
73 WF200X100 Beam 0.007675 COMB1 0
74 WF200X100 Beam 0 0
75 WF200X100 Beam 0 0
76 WF200X100 Beam 0.053729 COMB1 200
77 WF200X100 Beam 0.099979 COMB1 200
78 WF200X100 Beam 0.053729 COMB1 200
79 WF200X100 Beam 0 0
80 WF200X100 Beam 0 0
81 WF200X100 Beam 0.11194 COMB1 200
82 WF200X100 Beam 0.205902 COMB1 200
83 WF200X100 Beam 0.11194 COMB1 200
84 WF200X100 Beam 0 0
85 WF200X100 Beam 0 0
86 WF200X100 Beam 0.111956 COMB1 0
87 WF200X100 Beam 0.20608 COMB1 0
88 WF200X100 Beam 0.111956 COMB1 0
89 WF200X100 Beam 0 0
90 WF200X100 Beam 0 0
91 WF200X100 Beam 0.4648 COMB1 200
92 WF200X100 Beam 0.781233 COMB1 200
93 WF200X100 Beam 0.4648 COMB1 200
94 WF200X100 Beam 0 0

rasio maks = 1.275056

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Rasio tegangan pada grid 6x10

TABLE: Steel Design 1 - Summary Data - AISC-LRFD99


Frame DesignSect DesignType Ratio Combo Location
Text Text Text Unitless Text cm
1 WF200X100 Beam 0 0
2 WF200X100 Beam 0 0
3 WF200X100 Beam 0 0
4 WF200X100 Beam 0 0
5 WF200X100 Beam 0 0
6 WF200X100 Beam 0 0
7 WF200X100 Beam 0.209101 COMB1 0
8 WF200X100 Beam 0.064451 COMB1 133.334
9 WF200X100 Beam 0.079829 COMB1 133.333
10 WF200X100 Beam 0.079829 COMB1 0
11 WF200X100 Beam 0.064451 COMB1 0
12 WF200X100 Beam 0.209101 COMB1 133.333
13 WF200X100 Beam 0.504845 COMB1 0
14 WF200X100 Beam 0.176054 COMB1 133.334
15 WF200X100 Beam 0.236406 COMB1 133.333
16 WF200X100 Beam 0.236406 COMB1 0
17 WF200X100 Beam 0.176054 COMB1 0
18 WF200X100 Beam 0.504845 COMB1 133.333
19 WF200X100 Beam 0.714532 COMB1 0
20 WF200X100 Beam 0.261 COMB1 133.334
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
21 WF200X100 Beam 0.371072 COMB1 133.333
22 WF200X100 Beam 0.371072 COMB1 0
23 WF200X100 Beam 0.261 COMB1 0
24 WF200X100 Beam 0.714532 COMB1 133.333
25 WF200X100 Beam 0.827744 COMB1 0
26 WF200X100 Beam 0.306936 COMB1 133.334
27 WF200X100 Beam 0.447258 COMB1 133.333
28 WF200X100 Beam 0.447258 COMB1 0
29 WF200X100 Beam 0.306936 COMB1 0
30 WF200X100 Beam 0.827744 COMB1 133.333
31 WF200X100 Beam 0.871614 COMB1 0
32 WF200X100 Beam 0.324631 COMB1 133.334
33 WF200X100 Beam 0.476274 COMB1 133.333
34 WF200X100 Beam 0.476274 COMB1 0
35 WF200X100 Beam 0.324631 COMB1 0
36 WF200X100 Beam 0.871614 COMB1 133.333
37 WF200X100 Beam 0.879514 COMB1 0
38 WF200X100 Beam 0.327794 COMB1 133.334
39 WF200X100 Beam 0.481278 COMB1 133.333
40 WF200X100 Beam 0.481278 COMB1 0
41 WF200X100 Beam 0.327794 COMB1 0
42 WF200X100 Beam 0.879514 COMB1 133.333
43 WF200X100 Beam 0.877004 COMB1 0
44 WF200X100 Beam 0.326774 COMB1 133.334
45 WF200X100 Beam 0.479586 COMB1 133.333
46 WF200X100 Beam 0.479586 COMB1 0
47 WF200X100 Beam 0.326774 COMB1 0
48 WF200X100 Beam 0.877004 COMB1 133.333
49 WF200X100 Beam 0.877004 COMB1 0
50 WF200X100 Beam 0.326774 COMB1 133.334
51 WF200X100 Beam 0.479586 COMB1 133.333
52 WF200X100 Beam 0.479586 COMB1 0
53 WF200X100 Beam 0.326774 COMB1 0
54 WF200X100 Beam 0.877004 COMB1 133.333
55 WF200X100 Beam 0.879514 COMB1 0
56 WF200X100 Beam 0.327794 COMB1 133.334
57 WF200X100 Beam 0.481278 COMB1 133.333
58 WF200X100 Beam 0.481278 COMB1 0
59 WF200X100 Beam 0.327794 COMB1 0
60 WF200X100 Beam 0.879514 COMB1 133.333
61 WF200X100 Beam 0.871614 COMB1 0
62 WF200X100 Beam 0.324631 COMB1 133.334
63 WF200X100 Beam 0.476274 COMB1 133.333
64 WF200X100 Beam 0.476274 COMB1 0
65 WF200X100 Beam 0.324631 COMB1 0
66 WF200X100 Beam 0.871614 COMB1 133.333
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
67 WF200X100 Beam 0.827744 COMB1 0
68 WF200X100 Beam 0.306936 COMB1 133.334
69 WF200X100 Beam 0.447258 COMB1 133.333
70 WF200X100 Beam 0.447258 COMB1 0
71 WF200X100 Beam 0.306936 COMB1 0
72 WF200X100 Beam 0.827744 COMB1 133.333
73 WF200X100 Beam 0.714532 COMB1 0
74 WF200X100 Beam 0.261 COMB1 133.334
75 WF200X100 Beam 0.371072 COMB1 133.333
76 WF200X100 Beam 0.371072 COMB1 0
77 WF200X100 Beam 0.261 COMB1 0
78 WF200X100 Beam 0.714532 COMB1 133.333
79 WF200X100 Beam 0.504845 COMB1 0
80 WF200X100 Beam 0.176054 COMB1 133.334
81 WF200X100 Beam 0.236406 COMB1 133.333
82 WF200X100 Beam 0.236406 COMB1 0
83 WF200X100 Beam 0.176054 COMB1 0
84 WF200X100 Beam 0.504845 COMB1 133.333
85 WF200X100 Beam 0.209101 COMB1 0
86 WF200X100 Beam 0.064451 COMB1 133.334
87 WF200X100 Beam 0.079829 COMB1 133.333
88 WF200X100 Beam 0.079829 COMB1 0
89 WF200X100 Beam 0.064451 COMB1 0
90 WF200X100 Beam 0.209101 COMB1 133.333
91 WF200X100 Beam 0 0
92 WF200X100 Beam 0 0
93 WF200X100 Beam 0 0
94 WF200X100 Beam 0 0
95 WF200X100 Beam 0 0
96 WF200X100 Beam 0 0
97 WF200X100 Beam 0 0
98 WF200X100 Beam 0.203126 COMB1 0
99 WF200X100 Beam 0.456945 COMB1 0
100 WF200X100 Beam 0.553859 COMB1 0
101 WF200X100 Beam 0.456945 COMB1 0
102 WF200X100 Beam 0.203126 COMB1 0
103 WF200X100 Beam 0 0
104 WF200X100 Beam 0 0
105 WF200X100 Beam 0.035104 COMB1 133.34
106 WF200X100 Beam 0.083808 COMB1 133.34
107 WF200X100 Beam 0.101694 COMB1 133.34
108 WF200X100 Beam 0.083808 COMB1 133.34
109 WF200X100 Beam 0.035104 COMB1 133.34
110 WF200X100 Beam 0 0
111 WF200X100 Beam 0 0
112 WF200X100 Beam 0.037856 COMB1 133.33
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
113 WF200X100 Beam 0.102115 COMB1 133.33
114 WF200X100 Beam 0.131443 COMB1 133.33
115 WF200X100 Beam 0.102115 COMB1 133.33
116 WF200X100 Beam 0.037856 COMB1 133.33
117 WF200X100 Beam 0 0
118 WF200X100 Beam 0 0
119 WF200X100 Beam 0.037895 COMB1 0
120 WF200X100 Beam 0.102064 COMB1 0
121 WF200X100 Beam 0.131357 COMB1 0
122 WF200X100 Beam 0.102064 COMB1 0
123 WF200X100 Beam 0.037895 COMB1 0
124 WF200X100 Beam 0 0
125 WF200X100 Beam 0 0
126 WF200X100 Beam 0.026297 COMB1 0
127 WF200X100 Beam 0.071234 COMB1 0
128 WF200X100 Beam 0.092083 COMB1 0
129 WF200X100 Beam 0.071234 COMB1 0
130 WF200X100 Beam 0.026297 COMB1 0
131 WF200X100 Beam 0 0
132 WF200X100 Beam 0 0
133 WF200X100 Beam 0.012796 COMB1 0
134 WF200X100 Beam 0.03434 COMB1 0
135 WF200X100 Beam 0.044198 COMB1 0
136 WF200X100 Beam 0.03434 COMB1 0
137 WF200X100 Beam 0.012796 COMB1 0
138 WF200X100 Beam 0 0
139 WF200X100 Beam 0 0
140 WF200X100 Beam 0.003021 COMB1 0
141 WF200X100 Beam 0.008036 COMB1 0
142 WF200X100 Beam 0.010299 COMB1 0
143 WF200X100 Beam 0.008036 COMB1 0
144 WF200X100 Beam 0.003021 COMB1 0
145 WF200X100 Beam 0 0
146 WF200X100 Beam 0 0
147 WF200X100 Beam 0.001768 COMB1 0
148 WF200X100 Beam 0.004746 COMB1 0
149 WF200X100 Beam 0.006108 COMB1 0
150 WF200X100 Beam 0.004746 COMB1 0
151 WF200X100 Beam 0.001768 COMB1 0
152 WF200X100 Beam 0 0
153 WF200X100 Beam 0 0
154 WF200X100 Beam 0.003021 COMB1 133.33
155 WF200X100 Beam 0.008036 COMB1 133.33
156 WF200X100 Beam 0.010299 COMB1 133.33
157 WF200X100 Beam 0.008036 COMB1 133.33
158 WF200X100 Beam 0.003021 COMB1 133.33
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
159 WF200X100 Beam 0 0
160 WF200X100 Beam 0 0
161 WF200X100 Beam 0.012796 COMB1 133.33
162 WF200X100 Beam 0.03434 COMB1 133.33
163 WF200X100 Beam 0.044198 COMB1 133.33
164 WF200X100 Beam 0.03434 COMB1 133.33
165 WF200X100 Beam 0.012796 COMB1 133.33
166 WF200X100 Beam 0 0
167 WF200X100 Beam 0 0
168 WF200X100 Beam 0.026297 COMB1 133.34
169 WF200X100 Beam 0.071234 COMB1 133.34
170 WF200X100 Beam 0.092083 COMB1 133.34
171 WF200X100 Beam 0.071234 COMB1 133.34
172 WF200X100 Beam 0.026297 COMB1 133.34
173 WF200X100 Beam 0 0
174 WF200X100 Beam 0 0
175 WF200X100 Beam 0.037895 COMB1 133.33
176 WF200X100 Beam 0.102064 COMB1 133.33
177 WF200X100 Beam 0.131357 COMB1 133.33
178 WF200X100 Beam 0.102064 COMB1 133.33
179 WF200X100 Beam 0.037895 COMB1 133.33
180 WF200X100 Beam 0 0
181 WF200X100 Beam 0 0
182 WF200X100 Beam 0.037856 COMB1 0
183 WF200X100 Beam 0.102115 COMB1 0
184 WF200X100 Beam 0.131443 COMB1 0
185 WF200X100 Beam 0.102115 COMB1 0
186 WF200X100 Beam 0.037856 COMB1 0
187 WF200X100 Beam 0 0
188 WF200X100 Beam 0 0
189 WF200X100 Beam 0.035104 COMB1 0
190 WF200X100 Beam 0.083808 COMB1 0
191 WF200X100 Beam 0.101694 COMB1 0
192 WF200X100 Beam 0.083808 COMB1 0
193 WF200X100 Beam 0.035104 COMB1 0
194 WF200X100 Beam 0 0
195 WF200X100 Beam 0 0
196 WF200X100 Beam 0.203126 COMB1 133.33
197 WF200X100 Beam 0.456945 COMB1 133.33
198 WF200X100 Beam 0.553859 COMB1 133.33
199 WF200X100 Beam 0.456945 COMB1 133.33
200 WF200X100 Beam 0.203126 COMB1 133.33
201 WF200X100 Beam 0 0

rasio maks = 0.8795


Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
IV. 5 Verifikasi program

Verifikasi atau uji check program sangat perlu dilakukan untuk melihat

ketepatan dari program yang digunakan.

Formula yang digunakan adalah :

= Output Matlab Output SAP 2000

Karena hasil output Matlab dibandingkan dengan SAP2000, maka digunakan

persentase kesalahan program Matlab terhadap Sap2000 sebagai berikut :


Persentase kesalahan = x 100%
Output SAP 2000

Tabel 4.1 Beda Absolut Perpindahan Titik Pada Grid 4x10


Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Matlab SAP2000 Beda Absolut Persentase
Joint x y w x y w x y w Kesalahan

rad rad cm rad rad cm rad rad cm (%)


1 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0
6 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0
13 0.0049 0.0000 -2.527 0.0049 0.0000 -2.527 0.0000 0.0000 0.0000 0
18 0.0013 0.0000 -3.108 0.0013 0.0000 -3.108 0.0000 0.0000 0.0000 0
23 0.0000 0.0000 -3.204 0.0000 0.0000 -3.203 0.0000 0.0000 0.0000 0
29 0.0000 -0.012 -1.793 0.0000 -0.012 -1.793 0.0000 0.0000 0.0000 0
37 -0.0007 0.0117 -1.747 -0.0007 0.0117 -1.747 0.0000 0.0000 0.0000 0

42 -0.0027 0.0095 -1.434 -0.0027 0.0095 -1.434 0.0000 0.0000 0.0000 0

48 -0.0083 0.0000 -1.162 -0.0083 0.0000 -1.162 0.0000 0.0000 0.0000 0

55 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0.0000 0

Tabel 4.2 Beda Absolut Perpindahan Titik Pada Grid 6x15

Matlab SAP2000 Beda Absolut Persentase


Joint x y w x y w x y w Kesalahan

rad rad cm rad rad cm rad rad cm (%)


1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
10 0.0041 -0.3412 -0.3412 0.0041 -0.3412 -0.3412 0 0 0 0
18 0.0051 -1.1306 -1.1306 0.0051 -1.1306 -1.1306 0 0 0 0
23 0.0009 -0.5285 -0.5285 0.0009 -0.5285 -0.5285 0 0 0 0
30 0.0004 -0.6168 -0.6168 0.0004 -0.6168 -0.6168 0 0 0 0
36 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
39 0.0004 -2.1137 -2.1137 0.0004 -2.1137 -2.1137 0 0 0 0
47 0 -1.6854 -1.6854 0 -1.6854 -1.6854 0 0 0 0
55 0 -0.6551 -0.6551 0 -0.6551 -0.6551 0 0 0 0
62 0 -0.6551 -0.6551 0 -0.6551 -0.6551 0 0 0 0
68 0 -1.6854 -1.6854 0 -1.6854 -1.6854 0 0 0 0
73 -0.0003 -1.6692 -1.6692 -0.0003 -1.6692 -1.6692 0 0 0 0
80 -0.0011 -1.5775 -1.5775 -0.0011 -1.5775 -1.5775 0 0 0 0

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
84 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
89 -0.0025 -1.3392 -1.3392 -0.0025 -1.3392 -1.3392 0 0 0 0
93 -0.0015 -0.366 -0.366 -0.0015 -0.366 -0.366 0 0 0 0
100 -0.0017 -0.1455 -0.1455 -0.0017 -0.1455 -0.1455 0 0 0 0
105 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
109 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
112 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

IV. 1 Kesimpulan

Dari hasil perhitungan terlihat bahwa :

1. Semakin banyak jumlah grid, maka berat sendiri juga akan semakin besar

yang berpengaruh pada besarnya lendutan. Namun, karena struktur dibuat

dalam bentuk elemen grid ( balok silang ) sehingga lendutan yang terjadi

akan semakin kecil. Hal ini terjadi karena sifat grid yang membuat struktur

semakin kaku.

2. Displacement / perpindahan titik dan rasio maksimum yang didapat pada

grid (4x10) batang adalah 3.2044 cm dan 1.272056 sehingga tidak memenuhi

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
terhadap persyaratan lendutan < L/250 = 2.8571 cm dan rasio tegangan <

1.

3. Displacement / perpindahan titik dan rasio maksimum yang didapat pada grid

(6x15) batang adalah 2.1345 cm dan 0.8770 sehingga memenuhi terhadap

persyaratan lendutan < L/250 = 2.8571 cm dan rasio tegangan < 1.

IV. 2 Saran

1. Dalam berbagai kasus konstruksi, sebuah struktur mengharuskan

dimensi balok yang kecil, sehingga pemilihan elemen grid sangat

tepat. Karena walaupun dimensi balok kecil, tetapi struktur akan

semakin kaku dengan menambah jumlah grid ( balok silang )

sehingga aman terhadap rasio tegangan dan lendutan yang terjadi

pada struktur tersebut.

2. Perlu ada sebuah program komputer yang lebih kompleks untuk

mempermudah perhitungan.

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
DAFTAR PUSTAKA

Alkaff, M. Firdaus. 2004. Matlab 6 Untuk Teknik Sipil. Maxicom.

AISC.2005. Specification for Stuctural Steel Building. Chicago : American

Institute of Steel Construction.

Katili, Irwan, Prof. Dr. Ir. DEA. 2008. Metode Elemen Hingga Untuk Skeleetal.

Jakarta : RajaGrafindo Persada

Puspantoro, Benny Ign. 1993. Teori dan Analisis Balok Grid. Yogyakarta: Andi

Offset.

Paul R. Johnston, William Weaver, Jr. 1989. Elemen Hingga Untuk Analisis

Struktur. Bandung : PT. Eresco.

Rudolph, Szilard, DR. Ing., PE1989. Teori dan Analisis Pelat. Jakarta: Erlangga.
Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009
Suhendro, Bambang, Prof. Ir. M.Sc. Ph.D. 2005. Analisis Stuktur Metode Matrix.

Yogyakarta: Beta Offset.

Susatio, Yerri, Ir. MT. 2004. Dasar-dasar Metode Elemen Hingga. Yogyakarta:

Andi.

Tarigan, Johannes, Prof. DR. Ing. 2008. Bahan Kuliah metode Elemen Hingga.

Medan.

Thimoshenko S, Woinowsky-Krieger. 1992. Teori Pelat dan Cangkang. Jakarta:

Erlangga.

Toni M. Sitompul : Pemakaian Elemen Grid (Balok Silang) Untuk Menentukan Lendutan Pada Balok (Studi
Literatur), 2009.
USU Repository 2009