Anda di halaman 1dari 2

Apakah imunisasi itu ?

Macam-macam Imunisasi
Imunisasi Dasar (wajib)
Imunisasi adalah pemberian kekebalan dalam BCG
upaya untuk mencegah timbulnya suatu penyakit. a. Untuk mencegah penyaakit TBC (batuk darah)
b. Diberikan pada saat usia 3 bulan.
Mengapa anak perlu diimunisasi ?
DPT
Dengan imunisasi diharapkan anak mendapat
Untuk mencegah difteri (radang tenggorokan),
kekebalan terhadap penyakit tertentu.
pertusis (batuk rejan/batuk 100 hari), dan
tetanus (kejang).
Imunisasi Itu Ibadah Diberikan sebanyak 3x yaitu pada saat usia
Untuk anak : menghindarkan anak dari bayi 3 bulan, 4 bulan, dan 5 bulan.
penderitaan yang disebabkan oleh penyakit,
Polio
kecacatan/kematian. Anak tidak mengalami
gangguan dalam pertumbuhan maupun dalam Untuk mencegah penyakit polio
perkembangannya. Diharapkan akan menjadi Diberikan sebanyak 4x yaitu pada saat usia anak
generasi yang tangguh dimasa mendatang. ketika lahir, 3 bulan, 4 bulan, dan 5 bulan
Untuk keluarga : menghilangkan kecemasan Pada daerah endemik di beri 1 dosis polio
dan menghemat biaya pengobatan bila anak tambahan saat neonatus (baru lahir)
sakit. Imunisasi juga membantu keluarga dalam
D. Campak
upaya membentuk keluarga bahagia sejahtera
Untuk mencegah penyakit campak
(sakinnah, mawadah, warohmah)
Diberikan 1x pada saat usia anak 9-11 bulan
Untuk negara : memperbaiki tingkat kesehatan,
menciptakan bangsa yang kuat dan berakal E. Hepatitis B
untuk melanjutkan pembangunan negara. Untuk mencegah penyakit Hepatitis B
Memperbaiki citra bangsa Indonesia diantara Diberikan pada usia 0 11 bulan yaitu 3x
segenap bangsa di dunia. pemberian, jarak pemberian ke 1 dan ke 2
jaraknya 1 2 bulan, sedangkan pemberian ke
Untuk siapakah imunisasi ini ? 3 diberikan 6 bulan dari pemberian yang ke 2
(contoh pada saat usia bayi 1 bulan, 2 bulan
Kelompok yang paling penting untuk dan 8 bulan atau 0 bulan, 1 bulan dan 7
mendapatkan imunisasi adalah bayi karena bulan).
mereka yang paling peka/mudah terkena
penyakit. Imunisasi Anjuran
1. HIB (Haemophilus Influenza Type B)
2. MMR (Mumps/gondong, Measles/campak,
AKADEMI KEPERAWATAN
Rubella/cacar jerman)
PEMERINTAH KABUPATEN CIANJUR
3. Thypoid
2017
4. Varicella (cacar air)
Efek Samping Setelah Pemberian Imunisasi Hal Yang Dilakukan Bila Balita Setelah Imunisasi Pada Kaum Ibu Hamil
Diimunisasi Mengalami Salah Satu Kejadian
BCG Immunisasi TT (tetanus Toxoid) diberikan
Ikutan di Atas:
Demam sebanyak 2 kali pada Ibu hamil dengan jarak
Nyeri dan korengan pada daerah waktu paling sedikit 1 bulan antara imunisasi TT
Bila Timbul Demam
pertama dengan Imunisasi TT kedua.
penyuntikan Berikan kompres dengan air biasa (air dingin)
Sebaiknya imunisasi TT yang kedua diberikan
Beikan banyak minum (ASI diteruskan) paling lambat satu bulan sebelum melahirkan
DPT
Kenakan pakaian tipis dan menyerap (usia kehamilan 8 bulan).
Demam ringan, nyeri dan kadang bengkak keringat, serta ganti segera pakaian bila Manfaat imunisasi TT adalah untuk
pada daerah penyuntikan basah mencegah terjadinya penyakit Tetanus
Berikan obat penurun panas Neonatorum pada bayi saat lahir.
c. Campak
Demam selama 2 hari pada hari ke 5-6 2. Bila Timbul Nyeri/Bengkak daerah Tetanus Neonatorum
Kadang timbul bercak pada kulit sekitar Disebabkan oleh pemotongan tali pusat
Suntikan
tempat penyuntikan yang tidak bersih/steril atau karena tali
Berikan kompres dengan air biasa pada pusat yang sudah dipotong
d. Polio daerah sekitar tempat penyuntikan dibubuhi/ditaburi ramu-ramuan, abu, dll
Kadang timbul diare Daerah sekitar tempat penyuntikan diusap- Hampir semua bayi yang terserang
usap penyakit ini akan meninggal
e. Hepatitis B Khusus untuk imunisasi BCG, daerah Tanda dan gejala:
Bengkak dan nyeri pada daerah penyuntukan tidak boleh dipijat/diolesi obat bayi mendadak tidak bisa menyusu
oles, dan koreng yang terbentuk pada karena mulut dan bibirnya kejang (seperti
penyuntikan dan kadang disertai demam
daerah penyuntikan tidak boleh diobati mulut ikan)
ringan
ASI diteruskan Badan, tangan, kaki, dan otot-otot lain
!!!!......Imunisasi Campak dan DPT dapat menjadi kaku karena kejang.
Bila Terjadi Diare
menimbulkan efek samping berupa demam tinggi
Berikan balita banyak minum (ASI, kuah
disertai kejang-kejang. Bila terjadi segera sayur, sari buah, air putih, larutan gula
hubungi petugas kesehatan untuk minta diganti garam, atau oralit)
Jangan diberi obat anti diare
(DPTDT)