Anda di halaman 1dari 22

PSAK adalah singkatan dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang

merupakan suatu kerangka dari prosedur pembuatan laporan keuangan akuntansi


yang berisi peraturan mengenai pencatatan, penyusunan, perlakuan, dan penyajian
laporan keuangan yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang
didasarkan pada kondisi yang sedang berjalan dan telah disepakati serta telah
disahkan oleh institut atau lembaga resmi di indonesia.

Dari Pengertian PSAK di atas kita dapat mengambil gambaran bahwa Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) berisi tentang tata cara penyusunan laporan
keuangan yang selalu mengacu pada teori yang ada seperti layaknya IFRS yang di
gunakan pada skala global. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan menetapkan
dasar-dasar penyajian laporan keuangan yang bertujuan umum atau disebut general
purpose financial statements agar dapat dibandingkan baik dengan laporan
keuangan sebelumnya maupun dengan PSAK menyajikan informasi mengenai entitas
meliputi :

Aset

Ekuitas

Laibilitas

Pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian

Kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik

Arus kas beserta informasi lainnya yang terdapat dalam catatan atas laporan
keuangan.

laporan keuangan lain. PSAK mengatur persyaratan struktur laporan


keuangan, penyajian laporan keuangan, dan persyaratan minimum isi laporan
keuangan. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan juga diperlukan untuk
memudahkan auditor serta penyusunan laporan keuangan, juga memudahkan
pembaca laporan keuangan.

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) di Indonesia


Sejak Tahun 2012, PSAK yang diterapkan di Indonesia telah berdasarkan IFRS. Pada
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan PSAK-IFRS, Standar Akuntansi Keuangan Entitas
Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP) ditetapkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan IAI. PSAK Syariah ditetapkan oleh Dewan Akuntansi Syariah sedangkan Standar
Akuntansi Pemerintah (SAP) ditetapkan oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintah.

Alasan indonesia menerapkan PSAK berdasarkan IFRS karena Indonesia adalah bagian dari
International Federation of Accountants (IFAC) yang merupakan ikatan akuntan internasional
(jika di indonesia IAI) yang sudah pasti harus mematuhi Statement Membership Obligation
(SMO), karena inilah indonesia harus menjadikan IFRS sebagai Standar akuntansi yang
sebelumnya adalah PSAK.

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan pedoman dalam


melakukan praktek akuntansi dimana uraian materi di dalamnya mencakup hampir semua
aspek yang berkaitan dengan akuntansi, yang dalam penyusunannya melibatkan
sekumpulan orang dengan kemampuan dalam bidang akuntansi yang tergabung dalam
suatu lembaga yang dinamakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Dengan kata lain,
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) adalah buku petunjuk bagi pelaku
akuntansi yang berisi pedoman tentang segala hal yang ada hubungannya dengan
akuntansi.

Berdasarkan pernyataan di atas dapat dipahami bahwa Pernyataan Standar Akuntansi


Keuangan (PSAK) mengacu pada penafsiran dan penalaran teori-teori yang berlaku dalam hal
praktek pembuatan laporan keuangan guna memperoleh informasi tentang kondisi ekonomi.

Pemahaman di atas memberikan gambaran bahwa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan


(PSAK) berisi tata cara penyusunan laporan keuangan yang selalu mengacu pada teori yang
berlaku, atau dengan kata lain didasarkan pada kondisi yang sedang berlangsung.

Hal ini menyebabkan tidak menutup kemungkinan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK) dapat mengalami perubahan/penyesuaian dari waktu ke waktu sejalan dengan perubahan
kebutuhan informasi ekonomi.

Dari keseluruhan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Pernyataan Standar


Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan suatu buku petunjuk dari prosedur akuntansi
yang berisi peraturan tentang perlakuan, pencatatan, penyusunan dan penyajian laporan
keuangan yang disusun oleh lembaga IAI yang didasarkan pada kondisi yang sedang
berlangsung dan telah disepakati (konvensi) serta telah disahkan oleh lembaga atau
institut resmi.
Sebagai suatu pedoman, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) bukan
merupakan suatu kemutlakan bagi setiap perusahasan dalam membuat laporan keuangan.
Namun paling tidak dapat memastikan bahwa penempatan unsur-unsur atau elemen data
ekonomi harus ditempatkan pada posisi yang tepat agar semua data ekonomi dapat tersaji
dengan baik, sehingga dapat memudahkan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam
menginterpretasikan dan megevaluasi suatu laporan keuangan guna mengambil
keputusan ekonomi yang baik bagi tiap-tiap pihak.

10 kekurangan
ekonomi
konvensional,
tetapi sudah
menjadi
perekonomian
solutif dalam
memecahkan
persoalan
ekonomi. Oleh
karena itu,
keberadaan
akuntansi
syariah mutlak
diperlukan
untuk
mengimbangi
laju
perkembangan
ekonomi
syariah ini.
Keberadaan
PSAK Syariah
yang baik akan
mendorong
terciptanya
sistem
akuntansi yang
baik pula,
sehingga akan
tersedia
informasi yang
dapat dipercaya.
peran
keberadaan
PSAK Syariah
yang matang,
berimbas pada
perkembangan
Lembaga
Keuangan
Syariah. Hingga
saat ini Ikatan
Akuntan
Indonesia (IAI)
telah
menerbitkan 9
(sembilan)
PSAK Syariah
yaitu: penyajian
laporan
keuangan
syariah,
akuntansi
murabahah,
akuntansi
salam,
akuntansi
istishna,
akuntansi
mudharabah,
akuntansi
musyarakah,
akuntansi
ijarah, asuransi
syariah, dan
akuntansi,
zakat, infak &
sedekah (belum
di terbitkan
namun sudah
disahkan).
Kerangka dasar
ini menyajikan
konsep yang
mendasari
penyusunan dan
penyajian
laporan
keuangan bagi
para
penggunanya.
Tujuan
kerangka dasar
ini adalah untuk
digunakan
sebagai acuan
bagi: 1)
Penyusun
standar
akuntansi
keuangan
syariah, dalam
pelaksanaan
tugasnya; 2)
Penyusun
laporan
keuangan,
untuk
menanggulangi
masalah
akuntansi
syariah yang
belum diatur
dalam standar
akuntansi
keuangan
syariah; 3)
Auditor, dalam
memberikan
pendapat
mengenai
apakah laporan
keuangan
disusun sesuai
dengan prinsip
akuntansi
syariah yang
berlaku umum;
dan 4) Para
pemakai
laporan
keuangan,
dalam
menafsirkan
informasi yang
disajikan dalam
laporan
keuangan yang
disusun sesuai
dengan standar
akuntansi
keuangan
syariah.