Anda di halaman 1dari 15

BERMAIN PADA ANAK

KELOMPOK 8
EMIA MELIANI BR BUKIT
ELVINA ARTATI SIADARI
ELFRIDA NIRMALA LAIA
KARTIKA TRI INTAN
Bermain pada Anak
A. Pengertian
Bermain adalah suatu konsep yang sangat penting bagi anak.
Konsep pembelajaran pada anak adalah bagaimana mereka
bermain. Dengan bermain mereka belajar tentang dunia luar
dan lingkungannya dimana mereka berada. Fungsi khusus
bermain pada anak mencakup perluasan keterampilan
sensorimotor, kreativitas, intelektual, dan perkembangan
sosial. Menurut Wong (1999) bermain merupakan kegiatan
yang dilakukan secara sukarela untuk memperoleh
kesenangan atau kepuasan dan juga merupakan cerminan
kemampuan fisik, intelektual, emosional dan sosial.

B. Tujuan
Tujuan bermain pada anak menurut supartini (2004) adalah :
Dapat melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan
optimal
Dapat mengekspresikan perasaan, keinginan, dan
fantasi atau ide ide
Mengembangkan kreativitas dan kemampuan
menyelesaikan masalah
Dapat beradaptasi secara efektif terhadap stress
terhadap sakit dan dirawat di rawat di rumah sakit

C. Fungsi
Perkembangan fisik
Perkembangan keterampilan gerakan halus dan
kasar
Koordinasi otot
Eksplorasi
Stimulasi kinestetik
Perkembangan sendi dan tulang

Perkembangan kognitif
Penggunaan rasa; sentuhan, penglihatan,
pendengaran, bau, dan rasa
Belajar mengenal warna, ukuran, ketajaman,
tekstur, objek yang penting
Penyelesaian masalah berfikir kritis
Kreativitas
Koordinasi tangan dan kaki

Perkembangan emosional
Belajar strategi koping
Memberikan jalan keluar pada stress
Mengembangkan kesadaran diri
Memberikan bermain, dengan memberikan rasa
atau makna penting
Perkembangan sosial
Keterampilan perkembangan sosial
Belajar salah dan benar
Belajar membedakan peran melalui permainan
imaginative

Perkembangan moral
Belajar berperilaku yang dapat diterima dan
tidak diterima
Belajar sharing menyadari perasaan orang lain
Belajar siapa mereka dan tempat mereka di
alam ini

D. Tipe bermain
Terdapat beberapa tipe bermain bagi anak, tergantung pada
tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak. Beberapa tipe
bermain pada anak sesuai tingkat perkembangan usia :

Solitary play
Mulai dari bayi dan pada umumnya adalah
toddler
Merupakan jenis permainan dimana anak
bermain sendiri atau independent walaupun ada
beberapa orang lain disekitarnya. Hal ini
karena keterbatasan sosial, keterampilan fisik
dan kognitif.

Pararel play
Dilakukan oleh sekelompok balita atau
prasekolah yang masing-masing mempunyai
permainan yang sama tetapi satu sama lainnya
tidak ada interaksi dan tidak saling tergantung
Karakteristik khusus pada usia toddler

Associative play
Permainan kelompok dengan tanpa tujuan
kelompok
Mulai dari usia toddler dan dilanjutkan sampai
usia prasekolah
Merupakan permainan dimana anak dalam
kelompok dengan aktivitas yang sama tapi
belum terorganisir secara formal. Jadi belum
ada pembagian tugas diantara anak dan mereka
bermain sesuai dengan keinginannya.
Cooperative play
Permainan yang terorganisir dalam kelompok,
ada tujuan kelompok dan ada yang memimpin
Dimulai dari anak prasekolah

Onlooker play
Anak melihat atau mengobservasi permainan
orang lain tetapi tidak dapat bermain walaupun
anak dapat menanyakan permainan itu.
Biasanya dimulai pada usia toddler

Therapeutik play
Pedoman bagi tenaga tim kesehatan khususnya
untuk memenuhi kebutuhan fisik dan
psikososial anak selama hospitalisasi
Dapat membantu mengurangi stress,
memberikan instruksi dan perbaikan
kemampuan fisiologis (vessey and mohan,
1990)
Peramainan dengan mengguanakan alat-alat
medik dapat menurunkan kecemasan dan untuk
pengajaran perwatan diri
Pengajaran melalui permainan dan harus
diawasi seperti : menggunakan boneka untuk
diperagakan melakukan penyuntikan atau
dengan menggunakan gambar seperti pasang
gifs, injeksi, pasang infus dan sebagainya.
E. Bermain dan Beraktivitas Berdasarkan Tingkat Perbedaan
Pertumbuhan dan Perkembangan

Bayi
Karakteristik Bermain :
Menikmati dengan melihat orang lain
Interakasi dengan orang lain sangat penting
Kebutuhan aktivitas untuk mengembangkan
rasa
Permainan yang dimasukkan ke mulut oleh
bayi dan aman

Contoh permainan dan aktivitas :


Ciluk ...... ba.....
Bermain dengan rambut, jari-jari,mukanya
sendiri dan yang mengasuh atau orang lain.
Mainan yang berbunyi atau mainan yang dapat
digoyang-goyangkan
Mainan yang dimasukkan ke mulut dan aman.
Bercermin.
Mainan yang ada musiknya atau ada suara.
Bermain dalam air selama mandi.
Kotak-kotak atau permainan yang warna-warni
Alat-alat rumah tangga yang aman
Buku bergambar.

Toddler
Karakteristik :
Fokus pada keterampilan gerakan kasar seperti
berjalan
Mulai dengan keterampilan gerakan halus
Mulai dengan menghubungkan sesuatu
Mulai dengan eksplorasi rumah aktif dan ingin
tahu
Mulai dengan terapi bermain
Contoh permainan dan aktivitas :
Kotak-kotak yang dapat diisi dan dikosongkan
Permainan yang dapat didorong dan ditarik
Balok-balok, bola, mobil-mobilan, dan boneka
Buku bergambar untuk dibaca
Kertas untuk dicoret
Objek yang teksturnya berbeda;
lempung,pasir,busa,sabun,cat kuku yang tidak
berbahaya
Mewarnai denga menggunakan krayon
Puzzle yang besar

Pra sekolah
Karakterisktik :
Permainan imaginative yang dominan
Permainan dramatik menonjol
Fokus pada pengembangan keterampilan
gerakan halus
Senang berlari,melompat, atau meloncat
Berkhayal dengan kawan bermain
Mulai dengan koleksi-koleksi
Senang membangun sesuatu misalnya dari
pasir atau adonan
Permainan sederhana

Contoh perminan dan aktivitas :


Buku bacaan
Bahan-bahan yang dapat dibuat bangunan atau
dapat diciptakan
Bahan yang dapat diwarnai dan digambar
Bahan yang lempung , cat kuku, pasir, yang
dibuuat bangunan atau adonan
Memotong alat pukulan yang lempung
Boneka, bahan-bahan mainan seperti binatang
Mengenakan pakaian
Musik yang ada suaranya , papan tulis
sederhana seperti menulis dipapn magnet ,
kartu game
Video game, tv yang sesuai dengan usia

Usia sekolah
Karakteristik bermain :
Bermain menjadi lebih terorganisir dan ada
aturannya dan ada yang memimpin
Mempunyai kesadaran terhadap aturan main
Tingkat yang lebih tinggi yaitu keterampilan
berfikir
Mulai dengan olahraga kompetitif

Contoh permainan dan aktivitas :


Permainan tebakan
Menggambar
Koleksi
Peran aktivitas seksual; memasak
Permainan fisik
Permainan kompetitif
Membaca
Video game, radio, tv
Bermain sepeda

Remaja
Karakteristik bermain :
Game dan atletik adalah yang paling umum
dan penting
Aktivitas teman sebaya
Membatasi aturan dalam suatu tempat
Kompetitif adalah hal yang penting

Contoh permainan dan aktivitas :


Olahraga
Video game
Mendengarkan radio, CD
Mencoba dengan gaya rambutnya, pakaiannya
dan makeup
Membaca majalah
Bercakap lewat telepon

F. Bermain di Rumah Sakit


Walaupun anak mengalami sakit dan atau dirawat, tugas
perkembangan tidaklah berhenti. Hal ini bertujuan;
melanjutkan tumbuh dan kembang selama perawatan
sehingga kelangsungan tumbuh kembang dapat berjalan,
dapat mengembangkan kreativitas dan pengalaman, anak
akan mudah untuk beradaptasi terhadap stress karena
penyakit yang dirawat.
Prinsip bermain di rumah sakit :
Tidak banyak mengeluarkan energi diberikan secara
singkat dan sederhana
Mempertimbangkan keamanan dan infeksi silang
Kelompok usia yang sebaya
Permainan tidak bertentangan dengan pengobatan
Melibatkan orangtua atau keluarga

Keuntungan bermain di rumah sakit :


Meningkatkan hubungan perawat dan klien
Memulihkan rasa mandiri
Dapat mengekspresikan rasa tertekan
Permainan terapeutik dapat meningkatkan penguasaan
pengalaman yang terapeutik
Permianan kompetisi dapat menurunkan stess
Membina tingkah laku positif di rumah sakit
Alat komunikasi antara perawat dan klien
No

Aspek yang dinilai

Penilaian

Keterangan

A.

1.

2.

3.
B.

4.

5.
6.

C.

7.

8.

9.

10.

11.

12.
13.

14.

D.

15.

16.

E.

17.

Pengkajian

Kaji anak (lakukan seleksi) : Usia,tingkat


perkembangan,minat,keterbatasan fisik ,temperamen.

Kaji kesiapan keluarga mendampingi.

Kaji program bermain yang akan dilakukan : individu atau kelompok


dan tujuan.

Perencanaan
Persipkanrancangan program bermain terdiri dari :

a. Usia anak
b. Jumlah anak
c. Kondisi anak
d. Tujuan bermain
e. Waktu
f. Aktivitas bermain
g. Alat bermain
h. Pelaksanaan

Persiapkan alat bermain yang sesuai dengan usia dan tujuan

Cuci tangan

Implementasi Melakukan pendekatan pada orangtua/anak


Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan kepada anak dan orangtua.
Melakukan krgiatan bermain sesuai rancangan program bermain.
Memberikan motivasi pada anak untuk melakukan kegiatan bermain.
Menciptakan kerja sama dalam kelompok (bila bermain kelompok)
Melakukan evaluasi kegiatan bermain.
Membereskan peralatan .

Mencuci tangan

Evaluasi

Mengevaluasi respon anak atau orangtua

Mengevaluasi kegiatan bermain .

Dokumentasi

Melakuakan pendokumentasian dengan tepat


Sumber
Suriadi.,Rita Yulianni. Edisi 2. Asuhan Keperawatan

pada Anak. Jakarta : Sagung Seto