Anda di halaman 1dari 1

Nama Kelompok:

1. Kurrotul Aini (151.0026)


2. Mahalia Ocha Danna (151.0029)

Farmakologi Pernafasan Gol III: PULMICORT

Pulmicort adalah sebuah obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit gangguan
saluran pernapasan. Pulmicort adalah sebuah obat yang merupakan kombinasi anti radang
dengan obat yang melonggarkan saluran napas. Komposisi Pulmicort mengandung zat
Budezonide, zat tersebut memiliki efek anti-inflamasi di bronkus, mengurangi keparahan
gejala dan eksaserbasi asma dengan efek samping yang lebih sedikit, daripada dengan
kortikosteroid sistemik. Mengurangi keparahan edema mukosa bronkus, produksi lendir,
Sputum Pendidikan dan saluran napas hyperresponsiveness. Ditoleransi selama jangka
panjang pengobatan, Tidak memiliki aktivitas mineralokortikoid. Pulmicort ada 2 jenis yaitu,
Pulmicort Flexhaler (khusus jenis inhaler) dan Respules Pulmicort yang dihirup
menggunakan nebulizer (alat yang mengubah obat cair menjadi butiran halus yang dihirup ke
dalam paru-paru). Indikasi atau kegunaan obat ini untuk asma bronkial, kontraindikasi obat
ini yaitu hipersensitivitas.
Efek samping dari obat ini adalah iritasi ringan pada tenggorokan dan suara serak,
iritasi lidah dan mulut, candidiasis oral, batuk. Obat ini tidak boleh diberikan bersamaan
dengan obat ketokonazol dan itrakonazol.
Dosis pemberian pulmicort:
a. Turbuhaler
200-1200 mcg / hari dibagi 2-4 dosis
Untuk pemeliharaan = 200 400 mcg 2x/hari (pagi dan malam)
b. Respulse
Dewasa dan anak > 12 tahun = 1 2 mg 2x/hari
Pemeliharaan = 0,5 1 mg 2x/hari
Anak 3 bulan 12 tahun = 0,5 1 mg 2x/hari
Pemeliharaan = 0,25 0,5 mg 2x/hari