Anda di halaman 1dari 2

Orang Paling Kaya

Seorang tuan tanah bernama Carl sering mengendarai


kuda mengelilingi perkebunannya yang amat luas dan
mengagumi dirinya sendiri atas kekayaannya yang luar
biasa.
Suatu hari ketika sedang mengendarai kuda
kesayangannya ia bertemu Hans, petani tua penyewa
tanahnya yang sedang duduk di bawah pohon.
Sedang apa kau? tanya Carl
Aku sedang bersyukur kepada Tuhan atas makanan
yang telah diberikan-Nya kepadaku, jawab Hans.
kalau hanya makanan seperti itu, aku tak perlu harus
bersyukur kepada Tuhan, sanggah Carl.
Tuhan telah memberiku semua yang kubutuhkan, dan
aku merasa bersyukur. Petani tua itu kemudian
menambahkan, Aneh sekali kau mampir kemari hari ini.
Sebab tadi malam aku bermimpi, ada suara
memberitahuku bahwa nanti malam, orang yang paling
kaya di lembah ini akan meninggal dunia. Aku tidak tahu
maksud mimpi itu, tapi rasanya aku harus
memberitahumu.
Carl mendengus lalu berkata, Semua mimpi itu
bohong. Kemudian ia mencongklang kudanya.
Ucapan Hans tadi terus terngiang di telinganya. Orang
paling kaya di lembah ini akan mati malam ini. Jelas sekali
bahwa orang paling kaya di lembah ini adalah dia. Malam
itu ia mengundang dokter pribadinya, dan menceritakan
kepadanya apa yang dikatakan oleh Hans.
Setelah meneliti benar-benar kesehatannya, dokter
berkata kepada tuan tanah yang kaya itu, Pak Carl, Anda
sekuat dan sesehat seekor kuda. Tak ada alasan bagi anda
untuk mati malam ini.
Meskipun demikian, untuk meyakinkannya, dokter itu
tetap tinggal di rumahnya sepanjang malam sambil
bermain kartu. Keesokan harinya Carl meminta maaf
kepada dokter atas kekhawatirannya pada mimpi petani
tua itu. Dokter pun meninggalkan rumahnya.
Sekitar jam 09.00, seorang pesuruh datang ke rumah
Carl. Ada berita apa? tanya Carl.
Ini tentang pak tua Hans, kata orang itu. Ia
meninggal dunia dalam tidurnya tadi malam.