Anda di halaman 1dari 4

PETUNJUK PENYELESAIAN KASUS KLINIS:

Penyelesaian kasus klinis dengan metode SOAP disajikan dalam power point
presentation (ppt):

Print out ppt diserahkan ke dosen pengampu paling lambat pada


hari kedua pertemuan kuliah pelayanan kefarmasian

File ppt diemailkan ke zakky.cholisoh@ums.ac.id paling lambat


Minggu 8 Mei 2016

Maksimum 10 slides

Font Size minimal ukuran 18

Ppt harus dapat disajikan dalam waktu kurang lebih 15-20 menit meliputi:

1. Kasus klinis yang dibreakdown dalam format SOAP

2. A dan P (Assessment and Plan) diselesaikan dengan cara sebagai


berikut:

a. Problem medik (penyakit/masalah medis yang diderita


pasien) disusun secara urut dari masalah medik yang
mempunyai prioritas paling tinggi untuk diselesaikan.

b. Data Subyektif dan Obyektif adalah data subyektif maupun


obyektif yang berkorelasi dengan problem medik yang
dibahas.

c. Drug related problems: temuan DRPs (Drug Related


Problems) pada tiap problem medik (bisa lebih dari 1).
Disusun secara urut dari DRP yang mempunyai prioritas
paling tinggi untuk diselesaikan.

d. Analisis = Detail DRPs disertai dengan referensi yang


mendukung

e. Rekomendasi = rekomendasi terkait dengan DRP yang


ditemukan disertai dengan referensi yang mendukung

f. Monitoring = meliputi monitoring efektifitas dan toksisitas


dari masing-masing rekomendasi

g. Poin poin konseling

3. Contoh

Proble Data Ter DRPs Analisis Reko- Monitoring


m Subyektif & api menda
(Ob
Medik Obyektif si
at)
Beta-2 agonis terutama SABA
yang diberikan secara inhalasi 2,5 g
S: mengi,
merupakan pilihan pertama pada Salbuta FEV-1 dan
sesak nafas, Terapi
terapi asma akut karena potensi mol PEF, jika
batuk selama obat
Ami dan onset aksinya yang cepat (nebs) kenaikan <
2 hari terakhir tidak
no- (Bateman et al., 2013; Dolovich setiap dari 25%
O: RR=30 menunju
filin et al., 2009). 20 setelah
kali/menit, k-kan
10 menit pemberian
TD=110/83m efek:
Asma mg/ Efek aminofilin (garam dari sebany SABA
mHg, nadi 130 pasien
kgB teofilin) tidak se-efektif ak 3 sebaiknya
kali/menit,Suh tetap
B/ja salbutamol, selain itu, aminofilin dosis dilakukan
u = 37,8oC, mengi
m mempunya resiko yang lebih (Global pemeriksaan
SaO2 = 90%, dan
(IV) besar daripada SABA untuk Initiativ gas darah
pulsus sesak
menimbulkan efek obat yang e for (Arterial
paradoxus = nafas.
tidak diinginkan (Holgate & Asthma Blood Gases)
18 mmHg
Polona, 2007; Lemanske et al., , 2013)
2012)
S: nokturia,
Diabete
sering haus
s dst dst dst dst dst
O: GDP,
Mellitus
HbA1C dst

Lembar penilaian presentasi terlampir

Diberlakukan zero point punishment untuk konten power point yang


menunjukkan kerjasama antar kelompok (kecurangan).

KASUS:

Bapak JA, umur 81, berat badan 75 kg, tinggi badan 170 cm, masuk rumah sakit
tanggal 12 fabruari 2016 karena penyakit gagal jantung-nya memburuk. Pasien juga
mengalami oedema (pada kaki dan bagian belakang tubuhnya) parah, pitting
oedema pada daerah di atas lutut, dan peningkatan berat badan sebanyak 3 kg
selama 3 hari terakhir ini.

Bapak didiagnosis dengan gagal jantung (ventrikel) kanan 5 tahun yang lalu. Bapak
JA juga menderita Gout

Pada saat melakukan medication history data pengobatan yang digunakan


sampai saat ini adalah:

Furosemide 40 mg setiap pagi

Perindopril 8 mg sekali sehari

Atorvastatin 20 mg sekali sehari


Allopurinol 300 mg setiap pagi

Digoxin 62.5 mg setiap malam

Ibuprofen 4 kali sehari

Hasil pemeriksaan fisik:


Tanda vital: TD 130/90; Nadi 80 x / menit; RR 20 x / menit; T 37 C
Kulit: Normal, warna, turgor, tidak ada lesi atau ulser
Perut: bising perut normal, tidak ada organomegaly

Hasil Tes Laboratorium

Parameter satuan Nilai rujukan Hasil


pemeriksaan
14 Februari
2016
Natrium mEq/L 135-147 121
Kalium mEq/L 3,5-5,0 4.1
Bicarbonate mEq/L 26-32 26
Kreatinin mg/dL 0,6-1,2 2,5
Urea mg/dL 8-18 57
ALT U/L 0-35 20
AST U/L 0-35 20
Hb g/dL P(12-16), L (14-18) 14
Kolesterol Total mg/dL < 200 180
LDL mg/dL < 130 120
HDL mg/dL >45 40
Trigliserid mg/dL < 160 140
Albumin g/dL 35-45 35

Diagnosis: perburukan gagal jantung

Di rumah sakit, dokter meresepkan:

Furosemide 40 mg IV bolus setiap pagi

Perindopril 8 mg sekali sehari

Atorvastatin 20 mg sekali sehari

Allopurinol 300 mg setiap pagi

Digoxin 62.5 mg setiap malam