Anda di halaman 1dari 5

PERCOBAAN X

SOXHLET

I. Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini yaitu untuk mengetahui prinsip dasar dan
komponen-komponen penyusun soxhlet.

II. Komponen-komponen Soxhlet

4
9

5
3

7
2

Keterangan :
1. Elektromantel
2. Labu alas bulat
3. Selongsong/ Timbal
4. Kondensor
5. Pipa F
6. Sifon
7. Selang Air
8. Jergen
9. Statif dan Klem

III. Prosedur Pengoperasian


Prosedur pengoperasian soxhlet yaitu sebagai berikut :
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Memasukkan pelarut kedalam labu alas bulat
3. Memasukkan sampel kedalam selongsong/ timbal
4. Merangkai soxhlet

5. Menghubungkan aliran listrik kemudian menekan tombol On pada penangas


listrik
6. Menunggu hingga mendidih
7. Mengamati uap yang menaiki pipa F hingga ke lubang kondensor hingga
bertemu dengan air
8. Mengamati pula uap yang masuk kedalam timbal dan air yang keluar melalui
selang jalan keluar air pada lubang kondensor
9. Mengamati terjadinya siklus saat sampel pada timbal masuk kedalam sifon
dan mengalir ke labu alas bulat
10. Satu tetes sampel yang masuk ke labu alas bulat menandakan satu siklus
11. Siklus terjadi secara berulang-ulang.

V. Pembahasan
Soxhlet merupakan alat yang digunakan pada proses pemisahan suatu
komponen yang terdapat dalam zat padat dengan cara penyaringan berulang
ulang dengan menggunakan pelarut tertentu, sehingga semua komponen yang
diinginkan akan terisolasi ( Soebagio, 2002).
Tujuan dari percobaan ini yaitu untuk mengetahui prinsip dasar dan
komponen-komponen penyusun soxhlet (Staf Pengajar, 2017).
Prinsip dasar soxhlet ialah penyaringan berulang-ulang dengan
menggunakan pelarut yang volatil. Ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu
baru yang umumnya sehingga terjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut
konstan dengan adanya pendingin balik (Khopkar, 1990).
Prinsip kerja pada soxhlet yaitu dengan cara pemanasan, sehingga uap yang
timbul setelah dingin secara kontiniu akan membasahi sampel, secara teratur
pelarut tersebut dimasukkan kembali kedalam labu dengan membawa senyawa
kimia yang akan diisolasi tersebut. Pelarut yang telah membawa senyawa kimia
pada labu distilasi yang diuapkan sehingga pelarut tersebut dapat diangkat lagi
bila suatu campuran organik berbentuk cair atau padat ditemui pada suatu zat
padat, maka dapat diekstrak dengan menggunakan pelarut yang diinginkan.
Proses ini digunakan untuk ekstraksi lanjutan dari suatu senyawa dari material
atau bahan padat dengan pelarut panas. Di dalam soxhletasi digunakan pelarut
yang mudah menguap. pelarut itu bergantung pada tingkatannya, polar atau non
polat. zat yang polar larut dalam pelarut polar dan zat non polar larut dalam
pelarut nonpolar (Khopkar, 1990).
Fungsi dari komponen-komponen soxhlet yaitu sebagai berikut :
1. Elektomantel
Elektromantel pada percobaan ini berfungsi untuk memanaskan pelarut
dalam labu alas yang berisi pelarut. Elektromantel tersebut akan mempercepat
proses penguapan senyawa volatil(air).

2. Labu alas bulat


Labu alas bulat pada percobaan ini berfungsi sebagai wadah untuk
pelarut(air) dan sebagai penampung hasil ekstraksi yang volatil yang disusun
setelah alat elektromantel.
3. Timbal
Timbal berfungsi sebagai wadah untuk sampel yang ingin diambil zat.
Dalam alat ini, sampel yang akan dimasukkan harus dibungkus dengan kertas
saring. Hal ini bertujuan agar sampel tersebut tidak berhamburan dan tidak jatuh
ke dalam labu alas bulat.
4. Kondensor
Kondesor pada percobaan ini berfungsi sebagai pendingin dan
mempercepat proses pengembunan (kondensasi).
5. Pipa F
Pipa F berfungsi Sebagai jalanya uap dari alas bulat ke kondensor.
6. Sifon
Sifon berfungsi untuk sebagai tempat jalannya hasil ekstraksi dari timbal
menuju alas bulat dan sebagai perhitungan siklus.
7. Selang Air
Selang sir berfungsi sebagai saluran tempat jalan masuk dan keluarnya air.
8. Jerigen
Jerigen digunakan untuk sebagai wadah air untuk dialirkan ke kondensor.
9. Statif dan Klem
Statif dan klem berfungsi sebagai alat untuk menahan atau menyongkong
kondensor.
( Gandjar, 2007).

V. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diperolah yaitu sebagai berikut :
Soxhlet merupakan alat yang digunakan pada proses pemisahan suatu
komponen yang terdapat dalam zat padat dengan cara penyaringan berulang
ulang dengan menggunakan pelarut tertentu, sehingga semua komponen yang
diinginkan akan terisolasi.
Prinsip dasar soxhlet ialah penyaringan berulang-ulang dengan
menggunakan pelarut yang volatil. Ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu
baru yang umumnya sehingga terjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut
konstan dengan adanya pendingin balik.
DAFTAR PUSTAKA

Gandjar. (2007). Kimia Analisis. Yogyakarta : Pustaka Pelajar


Khopkar. (19900. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta : Universitas Indonesia
Press.
Soebagio. (2002). Kimia Analitik. Makassar : Universitas Negeri Makassar
Fakultas MIPA.
Staf Pengajar Dasar-dasar Pemisahahan Analitik. (2017). Penuntun Praktikum
Dasar-Dasar Pemisahan Analitik. Palu : Kimia FKIP Universitas Tadulako