Anda di halaman 1dari 3

AUDIT INTERNAL

43/ A1/ SOP/ PKM-TRR/


No. Dokumen :
II/2016
No. Revisi : -
Tgl. Terbit : 09 Februari 2016
SOP
Tgl. Mulai
: 09 Februari 2016
Berlaku

Halaman : 1/3

Dr.H.Anjasmoro.
PUSKESMAS TERARA
NIP. 19810218 201001 1 007

1.Pengertian 1. Audit internal adalah: Suatu kegiatan audit yang sistimatis, mandiri dan
terdokumentasi untuk mendapatkan bukti audit dan mengevaluasi dengan
obyektif untuk menentukan tingkat pemenuhan kriteria audit Puskesmas
yang disepakati.
2. Audit internal dilakukan oleh tim auditor Puskesmas yang telah memperoleh
SK tim audit dari Kepala Puskesmas dan diupayakan yang telah
mendapatkan pelatihan audit
3. Audit internal dilakukan untuk memastikan keefektifan penerapan Sistem
Manajemen Mutu dan mengidentifikasi serta memperbaiki ketidaksesuaian
yang timbul dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu.
4. Audit internal dilaksanakan secara periodik minimal setiap enam bulan sekali
5. Audit internal tidak terjadwal dapat dilakukan bila dibutuhkan sesuai
kebijakan pimpinan.
6. Audit internal dilakukan juga dengan melihat hasil audit internal
sebelumnya.
7. Ketua Auditor adalah seorang yang ditunjuk untuk memimpin audit internal
dengan kualifikasi: surat keputusan (SK) kepala Puskesmas dan sudah
bekerja di Puskesmas Terara minimum tiga tahun.
8. Auditor adalah seorang yang ditunjuk untuk melaksanakan audit internal
dengan kualifikasi: sudah bekerja di Puskesmas Terara minimum dua tahun
dan atau telah mengikuti pelatihan dan penerapan Audit Internal.
9. Audite adalah: seorang yang menjadi sasaran audit, penanggung jawab
maupun pelaksana pelayanan klinis, administrasi dan manajemen maupun
upaya Puskesmas.
2.Tujuan Prosedur ini bertujuan untuk menerangkan sistem audit internal supaya setiap
audit dapat dilakukan secara efektif, berkala dan memberi peluang untuk
melakukan perbaikan.
Langkah- langkah didalam melaksanakan audit internal dengan melaksanakan
langkah- langkah/ prosedur audit internal
3.Kebijakan SK Kepala Puskesmas No.45 /A1/SK/PKM-TRR/II/ 2016 tentang Tim Audit
Internal Puskesmas Terara
4.Refrensi 1. Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Puskesmas.
2. Pedoman Internal Puskesmas Terara
AUDIT INTERNAL
43/ A1/ SOP/ PKM-TRR/
No. Dokumen :
II/2016
No. Revisi : -
Tgl. Terbit : 09 Februari 2016
SOP
Tgl. Mulai
: 09 Februari 2016
Berlaku

Halaman : 2/3

Dr.H.Anjasmoro.
PUSKESMAS TERARA
NIP. 19810218 201001 1 007

5.Alat dan Bahan 1. Form audit internal


2. Alat tulis
3. Ruangan
6.Prosedur/ A. Persiapan Audit
Langkah-langkah 1. Ketua Tim audit Puskesmas Lead Auditor (LA) menetapkan tim auditor,
yang utamanya sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan.
2. Ketua Tim audit Puskesmas Lead Auditor (LA) menyusun jadwal audit
internal
3. Ketua Tim audit Puskesmas Lead Auditor (LA) mengajukan jadwal
kepada Kepala Puskesmas
4. Ketua Tim audit Puskesmas Lead Auditor (LA) menerima usulan tim
serta jadwal audit internal yang telah dibuat oleh Ketua Tim Mutu
Puskesmas
5. Jika setuju, memberikan pengesahan dengan menandatangani jadwal
audit internal
6. Memberikan pengarahan kepada tim auditor sebelum audit dilaksanakan.
7. Auditor Membuat checklist unit audit
8. Menyerahkan checklist unit audit kepada Lead Auditor untuk diketahui.
B. Proses Audit
1. Audite koordinasi dengan Tim audit tentang rencana Audit
2. Audite Menjamin kehadiran personel yang relevan
3. Audite menyediakan fasilitas yang diperlukan
4. Auditor melaksanakan audit dengan standart dan ruang lingkup yang
ditetapkan
5. Auditor menjaga kerahasiaan dokumen dan informasi yang penting
6. Mencatat hasil temuan audit ke dalam form Laporan Ketidaksesuaian
dan Penyelesaiannya.
7. Ketua tim audit memimpin pelaksanaan
8. Ketua tim audit membuat laporan hasil audit yang berupa LKP dari
Auditor.
9. Ketua tim audit menandatangani form LKP tersebut, serta
mendistribusikan LKP asli ke audite serta copy ke auditor.
10. Ketua tim audit mempresentasikan hasil audit kepada Tim mutu
Puskesmas.
AUDIT INTERNAL
43/ A1/ SOP/ PKM-TRR/
No. Dokumen :
II/2016
No. Revisi : -
Tgl. Terbit : 09 Februari 2016
SOP
Tgl. Mulai
: 09 Februari 2016
Berlaku

Halaman : 3/3

Dr.H.Anjasmoro.
PUSKESMAS TERARA
NIP. 19810218 201001 1 007

11. Ketua Tim Mutu Puskesmas memonitor dan memastikan pelaksanaan


audit internal.
12. Tim audit melaporkan hasil audit pada saat tinjauan manajemen
C. Tindakan Perbaikan
1. Auditee menerima LKP dari Lead Auditor
2. Auditee menindaklanjuti hasil audit dengan tindakan perbaikan
3. Auditee melaksanakan tindakan perbaikan sesuai dengan rekomendasi
perbaikan yang telah ditetapkan bersama-sama.
4. Jika sudah selesai, meminta Auditor dan ketua tim mutu, lead auditor
untuk memverifikasi.
5. Auditor dan auditee mendokumentasikan hasil audit serta tindakan
perbaikan yang diperlukan.
D. Verifikasi
1. Auditor dan ketua auditor memverifikasi hasil tindakan perbaikan
temuan audit.
2. Jika efektif, maka ketua auditor menutup permintaan tindak perbaikan
dengan menandatangani form LKP.
3. Ketua audit dan anggota audit membuat resume hasil audit internal
untuk dibawa ke rapat tinjauan manajemen, termasuk status tindakan
perbaikannya.
1. Tim mutu Puskesmas,
2. Penanggung jawab pelayanan klinis,
7.Unit Terkait 3. Penanggung jawab administrasi dan manajemen,
4. Penanggung jawab upaya Puskesmas,
5. Kepala Puskesmas,
1. Laporan hasil audit (LKP)
8.Dokumen Terkait
2. Pedoman/ peraturan yang menjadi rujukan audit