Anda di halaman 1dari 2

Gangguan Keseimbangan Asam Basa Tubuh

1. Asidosis Respiratorik
Asidosis respiratorik adalah gangguan akibat retensi abnormal CO 2 karena
hipoventilasi. Karena CO2 yang keluar dari paru lebih sedikit daripada normal. Maka
peningkatan pembentukan dan penguraian H 2CO3 yang terjadi menyebabkan perubahan
pH karena efek peningkatan [H+] .
Penyebabnya adalah karena gangguan respirasi yang mencakup penyakit paru, depresi
pusat pernapasan, atau gangguan saraf atau otot yang mengurangi kemampuan bernapas.
Pada asidosis tak terkompensasi, CO2 meningkat dan [HCO3-] tetap normal, rasio [HCO3-]/
[CO2] menjadi 20/2 bukan 20/1 sehingga pH menjadi berkurang dan meningkatkan asam
tubuh.

Kompensasi untuk asidosis respiratorik

a. Dapar kimiawi segera menyerap kelebihan [H+]


b. Mekanisme pernapasan jarang dapat merespon dengan peningkatan ventilasi karena
masalah respirasi justru akan menjadi penyebab
c. Ginjal akan menjadi sangat penting dalam kompensasi asidosis respirasi. Ginjal akan
menahan [H2CO3-] yang difilrasi dan menambahkannya serta mereabsorbsinya kembali
ke plasma. Mengekskresikan lebih banyak [H+]. Sehingga simpanan H2CO3- di tubuh
meningkat kembali.

2. Alkalosis Respiratorik
Alkalosis Respiratorik adalah gangguan dimana pengeluaran berlebihan CO 2 dari
tubuh akibat hyperventilasi. Jika ventilasi paru meningkat melebihi laju normal, maka
pengeluaran CO2 meningkat. Sehingga H2CO3- dan [H+] yang terbentuk ikut menurun.
Penyebabnya adalah demam, rasa cemas, dan keracunan aspirin yang merangsang
ventilasi berlebihan tanpa pertimbangan O2, CO2 dan [H+] di tubuh. Alkalosis ini juga
dapat terjadi karena mekanisme fisiologis di tempat tinggi. Saat konsentrasi O 2 secara
refleks akan merangsang ventilasi memproses lebih banyak O 2 , CO2 yang keluar lebih
banyak dan menyebabkan alkalosis. Rasio [HCO3-]/[CO2] menjadi 40/1.

Kompensasi untuk alkalosis respiratorik

a. Buffer kimiawi akan melepas [H+] lebih banyak ke cairan tubuh


b. Akibat penurunan HCO3- dan CO2 berkurang, perangsangan ventilasipun menurun,
hyperventilasi tidak dapat berlanjut lagi.
c. Ginjal akan menahan [H+] ;ebih banyak dan menurunkan reabsorbsi HCO3- sehingga
ekskresinya meningkat.

3. Asidosis Metabolik
Asidosis metabolik adalah semua jenis asidosis selain yang disebabkan karena CO 2
dalam cairan tubuh. Pada asidosis tak terkompensasi, ditandai dengan penurunan [HCO 3-]
plasma, sedangkan [CO2] normal. Rasio [HCO3-]/[CO2] menjadi 10/1.
Penyebabnya adalah diare berat yang menyebabkan terlalu banyak HCO 3- yang
terekskresikan dalam saluran cerna. Selain itu, diabetes mellitus juga menyebabkan
terjadinya asidosis metabolik karena metabolisme lemak mengalami gangguan akibat sel
tidak mampu memakai glukosa dan kurangnya insulin sehingga terbentuk asam keto
berlebihan, dimana penguraian asam keto berlebihan menyebabkan peningkatan [H+] di
cairan tubuh. Olahraga berat dan asidosis uremik juga menjadi salah satu penyebab
asidosis metabolik.

Kompensasi untuk asidosis metabolik

a. Buffer kimiawi meningkatkan ekskresi [H+]


b. Paru mengeluarkan lebih banyak CO2
c. Ginjal meningkatkan ekskresi [H+] dan menahan [HCO3-] lebih banyak

4. Alkalosis Metabolik
Alkalosis metabolik adalah kelainan dimana penurunan [H +] terjadi sehingga
menyebabkan peningkatan [HCO3-] tanpa peningkatan CO2. Rasio [HCO3-]/[CO2] menjadi
40/1.
Penyebabnya adalah muntah yang mengeluarkan H+ dari tubuh yang asam. Selain itu,
ingesti obat alkali juga dapat menyebabkan alkalosis metabolik.

Kompensasi untuk alkalosis metabolik

a. Buffer kimiawi akan melepaskan segera H+ kembali ke cairan tubuh


b. Ventilasi akan berkurang sehingga CO 2 akan tertahan dalam tubuh dan H + akan
meningkat seiring dengan meningkatnya CO2.
c. Ginjal juga akan meningkatkan penahanan terhadap H+ dan ikut mengekskresikan
lebih banyak HCO3- lewat urin.

Daftar pustaka

Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Edisi 6

Oleh : Lauralee Sherwood

Alih bahasa : dr. Brahm u. Pendit

Editor edisi bahasa indonesia : dr. Nella yesdelita

631-634