Anda di halaman 1dari 2

Beliau adalah Utsman bin Affan bin Abi al-Ash bin Umayyah bin Abdu asy-Syam

bin Abdu Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Kaab bin Luwai bin Ghalib bin Fihr
bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar
bin Nizar bin Maaddu bin Adnan (ath-Thabaqat al-Kubra, 3: 53).

Amirul mukminin, dzu nurain, telah berhijrah dua kali, dan suami dari dua orang
putri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Ibunya bernama Arwa binti Kuraiz bin
Rabiah bin Hubaib bin Abdu asy-Syams dan neneknya bernama Ummu Hakim, Bidha
binti Abdul Muthalib, bibi Rasulullah. Dari sisi nasab, orang Quraisy satu ini memiliki
kekerabatan yang sangat dekat dengan Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Selain
sebagai keponakan Rasulullah, Utsman juga menjadi menantu Rasulullah dengan
menikahi dua orang putrinya.

Utsman bin Affan termasuk di antara sepuluh orang sahabat yang dijamin masuk
surga, beliau juga menjadi enam orang anggota syura, dan salah seorang khalifah al-
mahdiyin, yang diperintahkan untuk mengikuti sunahnya.
Utsman bin Affan terpilih sebagai Khalifah pengganti Umar bin Khattab. Khalifah
Usman bin Affan dipilih di usia 70 tahun. Dari tahun . 644 (umur 6970 tahun) hingga
656 (selama 1112 tahun) Selama khalifah Utsman bin Affan memimpin umat Islam,
ada banyak prestai yang telah dicapau. Prestasi yang dicapai oleh Utsman bin Affan
antara lain prestasi dalam kodifikasi Mushaf Al Quran, prestai dalam renofasi masjid
nabawi, dan prestasi dalam pembentukan angkatan laut. Berikut penjelasan tentang
prestasi Utsman bin Affan selama memimpin umat Islam.

1. Prestasi Utsman bin Affan dalam Kodifikasi Mushaf Al Quran


Pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan, wilayah Islam sudah sangat
luas. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya perbedaan pembelajaran al-
Quran di beberapa pelosok wilayah. Perbedaan itu meliputi susunan surahnya atau
lafal (dialeknya).

Salah seorang sahabat bernama Huzaifah bin Yama melihat perselisihan antara
tentara Islam ketika menaklukkan Armenia dan Azerbeijan. Masing-masing pihak
menganggap cara membaca Al-Quran yang dilakukan adalah paling baik.

Perselisihan tersebut kemudian dilaporkan oleh Huzaifah bin Yaman


kepadaKhalifah Usman bin Affan selanjutnya Khalifah Utsman bin Affan membentuk
sebuah panitia penyusunan Al-Quran. Panitia ini di ketuai oleh Zaid bin Tsabit
anggotanya Abdullah bin Zubair dan Abdurrahman bin Haris. Tugas yang dilaksanakan
adalah menyalin ulang ayat-ayat Al-Quran dalam sebuah buku yang disebut mushaf.

Salinan kumpulan Al-Quran itu disebut mushaf oleh panitia Mushaf diperbanyak
sejumlah empat buah. Salah satunya tetap berada di Madinah, sedangkan empat lainya
dikirim ke Madinah, Suriah, Basrah, dan Kuffah. Semua naskah Al-Quran yang dikirim
ke daerah-daerah itu dijadikan pedoman dalam penyalinan berikutnya di daerah
masing-masing. Naskah yang ditinggal di Madinah disebut Mushaf Al-Imam atau
Mushaf Usmani.

2. Prestasi Utsman bin Affan dalam Renovasi Masjid Nabawi


Masjid Nabawi adalah masjid yang pertama kali didirikan oleh Nabi Muhammad
Saw pada saat pertama kali tiba di Madinah dari perjalanan hijrahnya. Masjid ini pada
mulanya hanya kecil dan masih sangat sederhana. Dengan semakin banyaknya jumlah
umat Islam, maka Khalifah Umar bin Khattab mulai memperluas masjid ini. Masjid
Nabawi telah mulai dibangun sejak masa Khalifah Umar bin Khattab yang kemudian
dilanjutkan merenovasinya dan diperluas oleh Khalifah Utsman bin Affan. Selain
diperluas, masjid Nabawi juga dibangun dengan bentuk dan coraknya yang lebih indah.

3. Prestasi Utsman bin Affan dalam Pembentukan Angkatan Laut


Pada masa Khalifah Usman bin Affan, wilayah Islam sudah mencapai Afrika,
Siprus, hingga konstantinopel. Muawiyah saat itu menjabat gubernur Suriah
mengusulkan dibentuknya angkatan laut. Usul itu disambut dengan baik oleh Khalifah
Usman bin Affan.

4. Prestasi Utsman bin Affan dalam Perluasan Wilayah Islam


Serangkain penaklukan bangsa Arab dimotivasi oleh semangat keagamaan untuk
menjadikan dunia memeluk dan mengakui Islam. Pada masa pemerintahan Khalifah
Usman bin Affan wilayah Islam semakin meluas.Wilayah perluasan di masa Khalifah
Utsman bin Affan.
a. Perluasan ke Khurasan di bawah pimpinan Saad bin Ash dan Huzaifah bin Yaman.
b. Perluasan ke Armenia yang dipimpin Salam Rabiah Al Bahly.
c. Afrika Utara (Tunisia) Abdullah bin Saad bin Abi Saad bin Abi Sarah.
d. Penaklukan Ray dan Azerbeijan yang dipimpin Walid bin Uqbah