Anda di halaman 1dari 3

Pada ilustrasi berikut ini, anda akan melihat komponen dasar dari Water Level

Control System, diantaranya adalah Transmitter, Controller, dan Control Valve :

Alat instrumentasi yang pertama pada control system ini adalah Level
Transmitter (LT), fungsi alat ini adalah untuk mengukur ketinggian air dalam
steam drum dan melaporkan hasil pengukurannya kepada Controller, hasil
pengukuran ini kita sebut dengan Instrument Signal. Pada contoh disini, tipe
signal yang digunakan adalah signal pneumatik (udara bertekanan yang dialirkan
melalui pipa tubing metal ataupun plastik.

Semakin tinggi level air dalam drum maka semakin tinggi tekanan udara yang
diberikan kepada Level transmitter. Karena Level transmitter yang digunakan
jenisnya adalah pneumatik, sumber udaranya harusnya lah yang bersih dan kering.
Bisa dilihat pada gambar, tulisan A.S yang berada posisi bagian atas transmitter
artinya adalah Air Supply.

Pneumatik signal yang didapatkan oleh Level Transmitter selanjutnya di teruskan


untuk diumpankan menuju Controller (LIC). Fungsi dari LIC in adalah untuk
membandingkan antara signal pneumatik Level Transmitter dengan Set point
yang sudah dimasukan oleh operator (nilai setpoint level ketinggian air dalam
Steam Drum). Kemudian Controller akan menghasilkan signal output yang akan
diumpankan kepada Control Valve untuk membuka atau menutup / menambah
jumlah aliran air atau menjaga aliran air supaya level air tetap terjaga pada nilai
setpoint yang sudah ditentukan. Seperti halnya juga Transmitter , Controller juga
bekerja sepenuhnya menggunakan udara bertekanan, artinya ouput controller pun
adalah signal variable udara bertekanan.

Pada saat kontroller bekerja dalam keadaan Mode automatic, dia akan
menggerakan Control Valve pada posisi apapun untuk tetap menjaga Level Steam
Drum pada posisi konstan. Kalimat pada posisi apapun artinya hubungan antara
ouput signal controller, signal process variable (PV) dan signal setpoint (SP) akan
terlihat rumit. Jika

Jika kontroller merasakan level steam drum berada diatas setpoint maka control
valve akan bekerja supaya level bisa turun kembali, sebaliknya jika kontroller
merasakan level steam drum berada dibawah setpoint maka control valve akan
bekerja supaya level bisa naik kembali. Artinya secara praktis bisa dikatakan signal
output controller berbanding lurus dengan fungsi dari suatu beban dalam prosess
(berapa banyaknya steam yang dikonsumsi dari boiler).
Dalam sistem pneumatic memanfaatkan udara bertekanan untuk mempengaruhi sistem kerja dari
suatu peralatan mekanikal sehingga akan menghasilkan gerakan maju, mundur, naik turun, dan
sebagainyavalve yang digunakan biasanya berupa valve fungsinya untuk mengatur arah aliran
udara bertekanan dalam sistem peralatan pneumatik yang cara kerjanya secara ON/OFF biasa
disebut solenoid valve, sehingga sangat sulit untuk mengatur besar kecilnya tekanan agar sesuai
dengan set point yang telah diberikan.

Tabel 2. Perbandingan antara katup solenoid, PSV, dan pneumatic Valve


Solenoid Valve PSV Pneumatic Valve
Prinsip Kerja : Pada saat koil Prinsip Kerja : cara kerja Prinsip Kerja :
mendapat supply tegangan maka PSV sama dengan solenoid memanfaatkan udara
koil tersebut akan berubah valve. Perbedaannya terletak bertekanan untuk
menjadi medan magnet pada bukaan valvenya, menggerakkan piston
sehingga menggerakan piston solenoid bekerja pada on-off, pada bagian dalam,
pada bagian dalam, ketika sedangkan PSV bukaannya sehingga menyebabkan
piston berpindah maka pada dapat diatur sesuai dengan gerakan maju, mundur,
lubang keluaran dari solenoid proporsi error yang terjadi naik, dan sebagainya.
akan keluar cairan yang berasal
dari supply.
Respon : Relatif Lebih
Respon : Lebih Cepat Respon : Lebih Lambat
lambat
Akurasi : Kurang Akurat, terjadi Akurasi : Kurang
Akurasi : Lebih Bagus
osilasi kontinyu Akurat