Anda di halaman 1dari 2

Tips membuat SKBN (Surat Keterangan Bebas

Narkoba) di Semarang sebagai persyaratan Kerja

Bagi para calon pencari kerja atau pegawai, surat keterangan bebas Narkoba
menjadi salah satu berkas yang sangat penting. Apalagi saat ini pemerintah sedang
gencarnya memerangi permasalahan sosial yang terakit penyalahgunaan Narkoba.
Bagi yang sudah terbiasa mengurus surat keterangan bebas Narkoba (minimal ada
pengalaman pribadi/saudara/tetangga), mungkin sudah terasa mudah, tetapi belum
tentu bagi yang masih pemula dalam arti tidak pernah sama sekali mengurus surat
keterangan bebas Narkoba sebelumnya mungkin akan sedikit kebingungan
bagaimana mengurusnya dan berapa biayanya.
Oleh karena itu, saya ingin sharing pengalaman pribadi saya yang ingin mencari
kerja atau calon pegawai negeri ataupun yang ingin melamar ke perusahaan BUMN
yang biasa mensyaratkan SKBN bisa disiapkan diantaranya:
Identitas disesuaikan dengan KTP asli Anda, dan tentukan tujuan dari pengurusan
SKBN Anda, misal untuk melamar kerja atau pegawai negeri, atau yang lain.
pengurusan surat keterangan bebas Narkoba terdapat di poliklinik kesehatan
Kepolisian, biasanya di tingkat Polres, Laboratorium, Rumah Sakit (RS), atau
Puskesmas tertentu yang menyediakan pelayanan periksa bebas Narkoba ini. Kalau
saran saya lebih ke Rumah Sakit (RS) atau di Labolatorium (Contoh Cito, Prodia, dll).
Jika Anda menginginkan waktu yang singkat maka alangkah baiknya di
Laboratorium Karena waktu tunggu yang sebentar, tapi jika Anda menginginkan
lebih hemat maka saya sarankan ke RS utamanya RSUD (Rumah Sakit Umum
Daerah). Untuk di Semarang ada beberapa rumah sakit yang menyediakan
pelayanan ini diantaranya RS Bhayangkara (175 ribu), RSJD Dr. Amino
Gondohutomo (171 ribu), RSUD Ketileng (89 ribu/ 89ribu + Kesehatan 70 ribu),
RSND (165 ribu), RSUD Semarang (150 ribu).
Setelah itu Anda wajib membayar terlebih dahulu ya bro.. hehe (harga relatif
tergantung tempat dan kebijakan penyedia pelayanan bebas Narkoba ini).
Anda kemudian memberikan contoh atau sampel air seni Anda kira-kira ukuran 1,5 -
3 ml dalam sebuah wadah kecil yang akan diperiksa oleh dokter.
Kemudian dokter akan memberikan Anda (bisa juga dilakukan sendiri oleh dokter)
sebuah alat yang berisi 6 butir indikator, yaitu indikator AMP (Amphetamin), BZO
(Benzodiazephine), COC (Coccaine), MET (Metamphetamine), MOP (Morphin), dan
THC (Marijuana). Dalam indikator tersebut terhadap 2 garis putih sebagai alat
pembatas apakah Anda terbebas Narkoba atau tidak. Jika pada saat alat tersebut
dicelupkan dalam air seni Anda dan semua indikator menunjukkan angka 2 (garis
kedua terlampaui), maka Anda dinyatakan negatif Narkoba (tidak mengandung
Narkoba). Namun, jika indikatornya hanya terlampaui 1 garis saja, maka Anda
dinyatakan positif Narkoba (mengandung Narkoba, terjangkit). Saya sarankan cukup
di RSUD Ketileng saja yang sudah paket 3 butir indicator (AMP, Morphin, THC),
tetapi harus datang pagi-pagi supaya tidak terlalu banyak mengantri. Bisa juga di
RSJD Dr. Amino dengan paket 6 butir indicator (AMP, Opiate, THC, Metamphetamine,
Coccaine, Benzodiazephine). Tentunya di RS biaya yang dikeluarkan akan lebih
murah dibandingkan jika di laboratorium yang rata-rata per indicator 60 ribu.
Setelah selesai pengambilan kesimpulan, kemudian petugas akan mengetik hasil uji
Anda dalam bentuk Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN).
Bila perlu Anda bisa meng - copy untuk dilegalisir oleh petugas.
Selesai.
Demikian mengenai tatacara mengurus SKBN. Tidak susah kan kawan! Selamat
mencoba..