Anda di halaman 1dari 22

Kelompok

LAPORAN KEGIATAN 214

KULIAH KERJA NYATA MAHASISWA


TEMATIK POSDAYA BERBASIS ABCD ANGKATAN KE-67

UPAYA BERSAMA DALAM MENJALIN SOSIALISASI ANTAR


WARGA DI DESA AIR SENGGERIS KECAMATAN SUAK TAPEH
BANYUASIN

OLEH:

RIFQI PRAKA WIJAYA

13210223

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LP2M)

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG


TAHUN 2017

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (Kkn) Tematik Posdaya


Berbasis Abcd Angkatan Ke-67 Tahun 2017 Disahkan pada
tanggal 8 Februari s/d 24 Maret 2017

Ketua LP2M UIN Raden Fatah DPL, April 2017

Dr. Syefriyeni, M.Ag Eti Yusnita, S.Ag.,


MHI
NIP. 197209011997032003 NIP.
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha


Esa, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga
dapat menyusun Laporan Individu Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini.

Penyusunan Laporan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini


dimaksudkan untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Kuliah
Kerja Nyata (KKN). Laporan ini juga dilengkapi kondisi objektif
tempat KKN dan permasalahan yang terjadi selama KKN di Desa
Air Senggiris, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin.

Penulisan laporan ini Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak terlepas


dari bimbingan, bantuan dan saran dari berbagai pihak. Oleh
karena itu saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada yang terhormat :

1. PROF. Drs. H. M. Sirozi, Ph.D., Rektor UIN RADEN FATAH


PALEMBANG yang telah memberikan ijin untuk mengikuti Kuliah
Kerja Nyata (KKN)
2. Dr. Syefriyeni, M.Ag, Ketua LP2M UIN RADEN FATAH PALEMBANG.
3. Ibu Eti Yusnita, S.Ag. MHI., Dosen pembimbing Kuliah Kerja Nyata
4. BPK Elemendi HR, SH Kepala Desa Air Senggiris Kec. Suak Tapeh
Kab. Banyuasin.
5. Perangkat Desa Desa Air Senggiris Kec. Suak Tapeh Kab.
Banyuasin.
6. LPM, BPD beserta perangkat
7. Seluruh Warga Desa Kepandean Baru
8. Teman teman KKN Kelompok 214 UIN Raden Fatah
9. Semua pihak yang telah membantu dari awal sampai akhir
pelaksanaan KKN.
Sesungguhnya tidak ada yang lebih berharga yang dapat
kami ucapkan selain terima kasih yang tidak terhingga atas
kerjasama yang diberikan sepanjang pelaksanaan Kuliah Kerja
Nyata ini..

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini


masih banyak kekurangan, maka dari itu penulis mengharapkan
saran dan kritik yang membina demi kesempurnaan laporan ini.

Palembang, April 2017


Mahasiswa KKN

RiFQI Praka Wijaya


NIM 13210223
DAFTAR ISI

COVER

HALAMAN PENGESAHAN..i

KATA PENGANTAR .ii

DAFTAR ISI .iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Perumusan Masalah


3

1.3 Tujuan 3

1.4 Manfaat 3

BAB II LANDASAN TEORI

A. Menggantikan Guru Yang Berhalangan Hadir.4


B. Pentingnya Kosakata dalam Bahasa Inggris.5
C. Meningkatkan Bahasa Inggris Melalui Permainan7
BAB III KONDISI OBJEKTIF LOKASI PENELITIAN
A. Keadaan Umum 8
B. Keadaan Sosial dan Ekonomi Penduduk..8
C. Keadaan Sosial dan Budaya Penduduk9
BAB IV PEMBAHASAN
Pembahasan ..10
BAB V KESIMPULAN ..14
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk nyata dari
pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi terutamanya
pengabdian kepada masyarakat. Dengan wahana Kuliah Kerja
Nyata (KKN) ini, mahasiswa diharapkan dapat
mengaktualisasikan disiplin ilmu yang masih dalam tataran
teoritis terhadap realisasi praktis dengan bentuk pengabdian
dan pendampingan langsung kepada masyarakat. Mahasiswa
sebagai elemen perguruan tinggi sekaligus generasi muda
yang dibekali intelektualitas, memiliki tanggung jawab
melaksanakan hal tersebut. Sehingga mahasiswa dijuluki
sebagai agent of change.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diselenggarakan oleh
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM)
merupakan langkah nyata bagi mahasiswa untuk
mengabdikan dirinya kepada masyarakat. Salah satu bentuk
yang dilaksanakan adalah KKN Pos Pemberdayaan Keluarga
(Posdaya) berbasis ABCD. Oleh karena itu, untuk
mengupayakan perbaikan masyarakat ke arah yang lebih
baik, diperlukan kontribusi besar mahasiswa sebagai agen
perubahan. Keluarga sebagai unsur terkecil di lingkungan
masyarakat merupakan tonggak-tonggak pembangunan
Negara. Misi utama yang diemban mahasiswa KKN Berbasis
Tematik Posdaya berbasiskan ABCD adalah untuk menguatkan
fungsi-fungsi keluarga agar mampu untuk membangun
dirinya, sehingga mampu mengatasi permasalahan yang
dihadapinya.
Pada kesempatan ini, saya selaku mahasiswa KKN
mendapatkan lokasi di desa Air Senggeris Kec. Suak Tapeh
Kab. Banyuasin Mayoritas Penduduk Desa Air Senggeris
Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin bermata
pencaharian sebagai pekebun. Salah satu perkebunan yang
berkembang di desa Air Senggeris adalah perkebunan karet.
Masyarakat memilih untuk berkebun karet, karena selain
bisnis karet, menguntungkan tetapi memang karena tanaman
karet, memiliki toleran yang baik dan tumbuh subur di Desa
Air Senggeris.

Berdasarkan hal tersebut, penulis akan membuat laporan


hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa Air Senggeris yang
membahas tentang Upaya Bersama Dalam Menjalin
Sosialisasi Antar Warga Di Desa Air Senggeris Kecamatan
Suak Tapeh Banyuasin

1.2 Rumusan Masalah


Untuk lebih terarahnya penelitian ini, maka Penulis perlu
merumuskan beberapa rumusan masalah adalah: Upaya
Bersama Dalam Menjalin Sosialisasi Antar Warga Di Desa Air
Senggeris Kecamatan Suak Tapeh Banyuasin ?

1.3 Metodologi Penelitian


Metodologi Penelitian yang digunakan ialah Penelitian
Deskripsi
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha
mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang
terjadi saat sekarang. Penelitian deskriptif memusatkan
perhatian kepada masalah-masalah actual sebagaimana
adanya pada saat penelitian berlangsung. Melalui penelitian
deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan
kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan
perlakukan khusus terhadap peristiwa tersebut. Variabel yang
diteliti bisa tunggal (satu variabel) bisa juga lebih dan satu
variabel.

1.4 Sistematika Penulisan


BAB I: PENDAHULUAN
Bab ini merupakan pengantar laporan yang berisi Latar
Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Metodologi Penelitian
dan Sistematika Penulisan. Bab ini bisa disamakan dengan
proposal atau bab 1 skripis. Tidak menutup kemungkinan
bertambah sesuai dengan latar belakang atau jurusan
masing-masing.

Bab II: LANDASAN TEORI


Bab ini dimaksudkan sebagai deskripsi ilmiah tentang tema
penelitian yang ditulis sesuai dengan tema penelitian. Seperti
Defenisi Metode Cerita dalam Pembelajaran, Manfaat Metode
Cerita dan kesulitan metode cerita dalam sistem pendidikan.

Bab III: KONDISI OBJEKTIF LOKASI PENELITIAN


Bab ini dimaksudkan untuk memberikan keterangan terkait
wilayah yang menjadi objek penelitian. Bisa berisi Data
Objektif Desa, keadaan penduduk baik Pendidikan, budaya
dan sebagainya.

Bab IV: PEMBAHASAN


Bab ini dimaksudkan sebagai inti laporan penelitian.
Berdasarkan latar belakang dan jurusan masing-masing,
pembahasan bab ini memaparkan temuan atau analisis
sesuai dengan tema peneltian.

Bab V: KESIMPULAN
Bab ini berisi kesimpulan hasil penelitian.

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Sosialisasi dalam pandangan Islam


Manusia sebagai Makhluk Sosial memiliki beragam
cara dan tradisi dalam bergaul dan memperlakukan sesam
mereka. Antara satu suku bangsa dengan suku bangsa
yang lain. Manusia adalah makhluk sosial yang dalam
kehidupannya tidak dapat terlepas dari interaksi,
sosialisasi, dan komunikasi yang pada akhirnya
membentuk sebuah kelompok. Allah SWT menciptakan
manusia dalam jumlah yang banyak bukan tanpa arti.
Seperti yang dinyatakan pada surat Al hujuraat ayat 10
dan 13
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara
karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan
bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat
rahmat.( Q.S. Al hujuraat : 10) dan
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari
seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan
berbangsa-bangsa, dan bersuku-suku supaya kamu saling
mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di
antaramu disisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha
Penyayang.(Q.S. Al hujuraat : 13)

Dalam kedua surat tersebut juga telah dijelaskan dan


ditegaskan bahwa sesungguhnya Allah SWT menciptakan
manusia untuk saling bersosialisasi dan berinteraksi dalam
menjalani kehidupan guna mencapai tujuan hidup.
Demikian juga dengan umat Islam, umat Islam juga
memerlukan sosialisasi dan interaksi dengan kelompok-
kelompok lain dalam menjalani kehidupan dengan tentram
dan damai untuk mencapai tujuan kita, beribadah kepada
Allah SWT. Beribadah kepada Allah SWT dengan khusyuk
dengan tetap hidup bersosialisasi dengan masyarakat.

B. Sosialisasi antar warga di desa antar warga di Desa


Air Senggeris Kecamatan Suak Tapeh Banyuasin
Di desa Air Senggiris ini cara kami selaku mahasiswa
kkn untuk mengabdi dan bersosialisasi Di desa ini ialah
dengan cara mengikuti setiap kegiatan didesa ini seperti,
Kegiatan kami sehari-hari ketika Di desa Air Senggeris yaitu
di pagi hari kami yang beranggotakan 8 orang yaitu 3 laki-
laki dan 5 perempuan membagi kelompok menjadi 2
bagian yang kemudian berbagi tugas ada yang ngajar di
PAUD dan ada juga yang mengajar di SD di desa Air
Senggeris sampai jam pulang anak-anak selesai, kami di
sana membantu guru-guru yang ada, terkadang juga kami
mengajar ketika guru di sana berhalangan masuk. Setelah
pulang mengajar siangnya kami mengajar anak-anak TPA
di Masjid Al-Mujahidin tapi tidak semua anggota kami pergi
Ke TPA karena kami saling bergantian ke TPA setiap harinya
agar ada waktu istirahat untuk kami jadi kami adakan
Roling setiap harinya bergantian dari jam 14.00-16.00 TPA
selesai. Ketika jam kosong kami pergi silaturrahmi ke
rumah warga satu persatu kami datangi rumah warga
untuk silaturrahmi sekaligus lebih mengenal warga di desa
Air Senggeris dan Alhamdulillah semua warga di desa Air
Senggeris Menyambut kedatangan kami dengan senang
hati. Setiap Malam Jumat tepatnya setelah bada Isya kami
mengikuti acara rutin anak-anak irmas kumpul di masjid
sembari kami mengembangkan kegiatan anak-anak irmas
agar jadi lebih baik dan bermanfaat lagi kami mengadakan
pengajian setiap berkumpul anak-anak irmas pada malam
Jumat dan kemudian setiap hari Minggu saya bersama
kelompok saya dan bersama anak-anak irmas mengadakan
gotong royong membersihkan desa bersama, olahraga
bersama dan senam sehat bersama yang kebetulan jumlah
anak irmas di desa Air Senggeris banyak yaitu sekitar 40
orang.Alhamdulillah banyak ilmu serta pengalaman yang
saya dapatkan selama saya KKN di Desa Air Senggeris.

C. Pentingnya bersosialisasi terhadap masyarakat


Sosialisasi terdiri dari 2 yaitu sosialisasi primer dan
sekunder, pada tahapan ini saya bahas tentang sosialisasi
sekunder. Sosialisasi sekunder terjadi setelah sosialisasi
primer berlangsung. Pada sosialisasi sekunder seseorang
belajar memahami lingkungan di luar keluarganya. Pada
proses sosialisasi itu masyarakat atau orang lain
mempunyai peranan penting. Sosialisasi sekunder
diterima melalui pendidikan di sekolah dan pengalaman
hidup. Ketika seseorang belajar menghormati guru,
menyayangi sahabat, menghargai tetangga, pada saat
itulah sosialisasi sekunder sedang berlangsung. Hal ini
menunjukkan setiap individu melakukan proses sosialisasi
tanpa terkecuali. Setiap individu melakukan sosialisasi
karena individu tersebut berupaya menjadi bagian dari
suatu masyarakat. Melalui sosialisasi, individu mengenal
dan memahami kebiasaan, perilaku, adat istiadat, dan
peraturan lain.
Dari bersosialisasi inilah saya dapat melihat kondisi,
dan mengenal setiap individu di desa Air Senggiris ini, nah
di desa ini Ketika jam kosong kami pergi silaturrahmi ke
rumah warga satu persatu kami datangi rumah warga
untuk silaturrahmi sekaligus lebih mengenal warga di desa
Air Senggeris dan Alhamdulillah semua warga di desa Air
Senggeris Menyambut kedatangan kami dengan senang
hati. Hal ini menunjukkan setiap individu melakukan proses
sosialisasi tanpa terkecuali. Setiap individu melakukan
sosialisasi karena individu tersebut berupaya menjadi
bagian dari suatu masyarakat. Melalui sosialisasi, individu
mengenal dan memahami kebiasaan, perilaku, adat
istiadat, dan peraturan lain.

D. Meningkatkan Sosialisasi antar Masyarakat dalam


pandangan Islam di desa Air Senggeris
Allah SWT memang menciptakan manusia dengan
fitrah seorang muslim. Sejak ditiupkannya ruh ke dalam
tubuh kita, manusia telah memiliki potensi untuk memeluk
Islam. Tetapi banyak faktor yang membuat beberapa
manusia tidak memeluk agama Islam. Meskipun tidak
semua manusia adalah pemeluk agama Islam, sebagai
umat Islam harus dapat hidup berdampingan dengan umat
agama lain dan membina kerukunan antar umat beragama.
Sehingga harus tetap menjaga dan menghormati eksistensi
agama lain, walaupun para nabi dan rasul dulu diutus
untuk menegakkan eksistensi agama Islam. Hal ini
didukung oleh surat Al-Quran Dan janganlah kamu
memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain
Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan
melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah kami
menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada
Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan
kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.( Q.S. Al
Anam : 108) Namun umat muslim sendiri tidak boleh
memaksa umat agama lain untuk mengikuti ajaran Islam.
Umat Islam hanya berkewajiban memberitahu dan
membenarkan seseorang yang menyimpang dari ajaran
agama Islam serta mengajak manusia untuk mengikuti
agama Islam.
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama
(islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar
daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang
ingkar janji kepada Thaghut dan beriman kepada Allah,
maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali
yang amat kuat dan tidak akan putus. Dan Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al Baqarah : 256).
Selain itu Allah SWT juga telah menjelaskan dalam
Al-Quran bahwa untuk tetap saling menghormati dan
menjaga umat agama lain serta tidak mencampuri urusan
agama mereka (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari
kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar,
kecuali karena mereka berkata : Tuhan kami hanyalah
Allah. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan)
sebagai manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah
dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gerja, rumah-rumah
ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang didalamnya
banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah psati
menolong orang yang menolong (agama)-Nya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha
Perkasa. (Q.S. Al Haj : 40) serta Untukmu agamamu, dan
untukulah, agamaku (Q.S. Al Kafirun : 6).

Sebagai umat Islam yang taat terhadap perintah dan


menjauhi larangan Allah SWT, maka umat Islam harus
membina hubungan yang baik, hidup rukun, dan saling
menghormati antar umat beragama.
Kemampuan sosialisasi memang selalu diidentikkan
dengan kemampuan berkomunikasi dengan lingkungan.
Namun tentu saja bukan asal komunikasi, Anda harus
memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik. Karena
melalui sosialisasi yang baik dapat mengantarkan Anda ke
gerbang kesuksesan.
Nah untuk mewujudkannya di desa Air Senggeris ini,
untuk meningkatkan sosialisasi di masyarakat Air Senggiris
ini yaitu dengan membaur dan mengikuti setiap acara yang
ada di desa ini seperti acara hajatan ketika kami kkn
disana sering di adakannya acara hajatan dan nikahan di
desa tersebut dan dari acara-acara yang kami di undang
inilah kami dapat bersosialisasi terhadap masyarakat disini
dengan berpartisipasi meski setiap ada acara apapun di
desa ini hampir sering dilakukan malam hari.
Di desa Air Senggeris ini dari yang saya lihat selama
KKN di desa tersebut, saya melihat antusias warga disini
dalam bersosialisasi sangat kuat tak memandang apapun
seperti pada ajaran islam, seperti setiap adanya acara
pada desa ini seluruh warganya pasti antusias untuk
berpartisipasi dan hadir dalam acara tersebut meski
sesibuk apapun mereka.

BAB III
KONDISI OBJEKTIF LOKASI PENELITIAN

A. Letak Geografis
Posdaya kelompok 214 terletak di desa Air Senggeris
Kecamatan Suek Tapeh Kabupaten Banyuasin Provinsi
Sumatera Selatan. Desa Air Senggeris memiliki batas-batas
sebagai berikut:
1. Sebelah Selatan : Desa Lubuk Lancang
2. Sebelah Utara : Desa Talang Ipuh
3. Sebelah Barat : Desa Durian Daun & Desa
Pulau Rajak
Kec. Betung
4. Sebelah Timur : Desa Sukaraja & Desa
Tanjung Beringin
Kec. Banyuasin III
Jumlah penduduk Desa Air Senggeris adalah 1035 jiwa
yang terdiri dari Laki-laki 551 jiwa dan Perempuan 484 jiwa.
Jumlah penduduk menurut usia yaitu 0 6 tahun berjumlah
98 jiwa, 7 12 tahun berjumlah 115 jiwa, 13 15 tahun
berjumlah 168 jiwa, 15 20 tahun berjumlah 239 jiwa, 21
25 tahun berjumlah 241 jiwa dan usia 2 ketas 154 jiwa. Desa
Air Senggeris memiliki 2 kepala dusun yang terdiri dari 6 RT
yang masing-masing kepala dusun memegang 3 RT. Mata
pencarian penduduk Air Senggeris yaitu PNS, pedagang dan
berkebun. Fasilitas pendidikan yang ada yaitu PAUD, SD
Negeri, Taman Pendidikan Al-quran dan perpusataan desa.
Fasilitas kesehatan yang ada yaitu posyandu.

B. Struktur Pemerintah

Kepala Desa

Elemendi,
HR. SH

Sekertaris
Desa

Lizuan

Bendahara
Desa

M. Suhaili Baqi

Kesi Kesi Kesi K


Pemerintah Pembangunan
Juhar Candra
Suhendra

Kepala Kepala Dusun


Dusun I II

M. Ali Suhendi Romi Yadi


Ket. Rt 01 Ket. Rt 04
Edi Sulpani Solihin

Ket. Rt 02 Ket. Rt 05
Lamazi Sainadi

Ket. Rt 03 Ket. Rt 06

Asrul Nawawi

Bagan 1. Struktur Pemerintah Desa Air Senggeris Kec.


Suak Tapeh Kab. Banyuasin

C. Kondisi Geografi dan Monografi Desa


1. Kondisi Geografi
Desa air senggeris Kec. Suak Tapeh Kab. Banyuasin
dikelilingi hutan dan kebun karet dengan sungai kecil yang
dimanfaatkan masyarakat untuk keperluan sehari-hari
seperti mencuci getah karet, mandi, dll. Desa air senggeris
terdiri dari dua dusun dan enam RT (Rukun Tetangga)
dengan jumlah penduduk 1035 Jiwa jika dijelaskan secara
rinci laki-laki berjumlah 551 orang sedang perempuan
berjumlah 484 Orang dengan jumlah Kepala Keluarga 230
Orang yang semuanya warga negara indonesia.
a. Fasilitas Pendidikan yang ada
1) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
2) Sekolah Dasar Negeri 11 Suak Tapeh
3) Taman Pendidikan Alquran (TPA) Al-Mujahidiin
b. Kesehatan Masyarakat
Fasilitas kesehatan yang ada di Desa Air Senggeris
yang masih berjalan sampai saat terdiri dari satu Pos
Pelayanan Terpadu (POSYANDU) dan satu Pos Lintas Desa
(POLINDES) yang letaknya di sebelah Timur dari
lapangan SDN II Suak Tapeh Rt. 4 Rw. 01. Posyandu dan
Polindes memiliki 1 ruang/tempat yang sama yang
dimanfaatkan oleh satu bidan/perawat bernama reina
dengan pendidikan D3.

2. Monografi Desa
Desa Air Senggeris Kec. Suak Tapeh Kab. Banyuasin
memiliki Luas Wilayah 1500 Ha. Desa dibagi menjadi 2
dusun dan setiap dusun dikepalai oleh KADUS yang
membawahi 3 RT. Jarak Desa ke kecamatan 5 Km yang
memiliki waktu tempuh kecamatan sekitar 30Menit
dengan ketersedian angkutan umum yang biasa
digunakan masyarakat setempat seperti; Ojek, Mini Bus
(mobil angkutan), dan Bus Sekolah (biasanya terdiri dari
Bus, dan Mini bus).

D. Keadaan Sosial Budaya Penduduk


Masyarakat desa adalah masyarakat yang kehidupannya
masih dikuasai oleh adat istiadat lama. Ada istiadat adalah
suatu aturan yang sudah mantap mencangkup segala konsep
dan sistem budaya yang mengatur tindakan atau perbuatan
manusia dalam kehidupan sosial bersama. keadaan sosial
budaya di desa Air senggeris yang kehidupan tergantung
pada alam (bercocok tanam) lebih menekankan anggota
keluarga sebagai unit ekonomi artinya sebagian seluruh
anggota keluarga turut mencari nafkah, masyarakat desa
saling mengenal meski berbeda dusun, masih memiliki sifat
gotong-royong baik dari masalah kebersihan sampai dengan
kegiatan seperti; Akiqah, Pernikahan dan perayaan ulang
tahun dengan perkembangan gaya hidup dan pola pikir yang
sudah mulai modern, dan sedikit perbedaan pendapat dalam
kehidupan religi lebih kuat.
Selain itu, satu masalah sosial yang terjadi dalam
kehidupan sosial kemasyarakatan di desa Air Senggeris
adalah adanya penyimpangan penggunaan obat-obatan
terlarang oleh beberapa pemuda yang tidak diketahui
identitasnya hal ini dapat memicu adanya kesenjangan
budaya di desa yang berdampak negatif, meskipun begitu
para orang tua di desa Air senggeris berupaya mencegah
agar tidak terjadinya penyimpangan dan pergaulan bebas
masyarakat desa mendidik anak-anaknya dengan
menanamkan nilai-nilai agama hal ini terlihat dari bakat dan
juga minat anak-anak di bidang religi yang sangat baik.

BAB IV
PEMBAHASAN

Di desa Air Senggeris, ketika saya KKN di Desa Air


Senggeris banyak yang saya lakukan, diantaranya: saya banyak
mengisi acara-acara seperti acara Aqiqah sebagai petugas,
selamatan pernikahan, selamatan ulang tahun, Menjadi Panitia
resepsi pernikahan salah satu warga di Desa Air Senggeris,
Menjadi Panitia sekaligus Juri dalam Perlombaan FASI
sekecamatan Suak Tapeh yang kebetulan pada saat itu saya
menjadi juri dari lomba Adzan, saya juga mengisi acara Tahlilan
ketika salah satu warga di Desa Air Senggeris Ada yang mati,
terkadang pada hari Jumat setelah sholat Ashar saya suka
mengisi pengajian ibu-ibu PKK di masjid Al-MUJAHIDIN Desa Air
Senggeris. Kami yang laki-laki di amanahkan untuk selalu aktif
dan menghidupkan masjid di desa Air Senggeris dan
Alhamdulillah kami selalu menjadi petugas Adzan, Imam dan
Iqomah di masjid Al-Mujahidin. Terkadang kami pula menjadi
petugas pada hari jumat, karena laki-laki di kelompok kami ada
tiga jadi kami slalu membagi tugas baik tukang Adzan, Iqomah
dan imam dan selanjutnya kami roling bergantian.

Di masjid Al-Mujahidin tersebut dalam seminggu di adakan


3 kali pengajian yaitu dua kali pengajian bapak-bapak dan ibu-ibu
yang di adakan pada malam selasa dan malam rabu setelah
sholat magrib dan satu kali pengajian Khusus ibu-ibu PKK yang di
adakan pada hari Jumat setelah sholat Ashar yang Alhamdulillah
Kami yang laki-laki slalu menjadi petugas pada setiap pengajian
tersebut yaitu sebagai penceramah kami saling bergantian
mengisi acara tersebut. Terkadang kami juga di perintahkan oleh
ibu bidan di puskesmas desa untuk memberikan tetesan Anti
DBD ke bak Mandi di rumah-rumah warga di Desa Air Senggeris.
Kegiatan kami sehari-hari ketika Di desa Air Senggeris yaitu di
pagi hari kami yang beranggotakan 8 orang yaitu 3 laki-laki dan
5 perempuan membagi kelompok menjadi 2 bagian yang
kemudian berbagi tugas ada yang ngajar di PAUD dan ada juga
yang mengajar di SD di desa Air Senggeris sampai jam pulang
anak-anak selesai, kami di sana membantu guru-guru yang ada,
terkadang juga kami mengajar ketika guru di sana berhalangan
masuk. Setelah pulang mengajar siangnya kami mengajar anak-
anak TPA di Masjid Al-Mujahidin tapi tidak semua anggota kami
pergi Ke TPA karena kami saling bergantian ke TPA setiap harinya
agar ada waktu istirahat untuk kami jadi kami adakan Roling
setiap harinya bergantian dari jam 14.00-16.00 TPA selesai.
Ketika jam kosong kami pergi silaturrahmi ke rumah warga satu
persatu kami datangi rumah warga untuk silaturrahmi sekaligus
lebih mengenal warga di desa Air Senggeris dan Alhamdulillah
semua warga di desa Air Senggeris Menyambut kedatangan kami
dengan senang hati.

Setiap Malam Jumat tepatnya setelah bada Isya kami


mengikuti acara rutin anak-anak irmas kumpul di masjid sembari
kami mengembangkan kegiatan anak-anak irmas agar jadi lebih
baik dan bermanfaat lagi kami mengadakan pengajian setiap
berkumpul anak-anak irmas pada malam Jumat dan kemudian
setiap hari Minggu saya bersama kelompok saya dan bersama
anak-anak irmas mengadakan gotong royong membersihkan
desa bersama, olahraga bersama dan senam sehat bersama
yang kebetulan jumlah anak irmas di desa Air Senggeris banyak
yaitu sekitar 40 orang.Alhamdulillah banyak ilmu serta
pengalaman yang saya dapatkan selama saya KKN di Desa Air
Senggeris.

BAB V
KESIMPULAN

Sosialisasi dalam kehidupan seseorang sangatlah


penting. Karena manusia adalah seorang makhluk sosial,
makhluk yang tidak bisa hidup sendirian. Manusia tidak
dapat hidup tanpa bantuan orang lain, sangat
membutuhkan teman, dan membutuhkan komunikasi dan
interaksi dengan orang lain. Sosialisasi juga berguna untuk
mengembangkan potensi kemanusiaannya, sehingga bisa
menjadi pribadi yang baik dan bisa hidup bermasyarakat
dengan baik. Sosialisasi juga bisa digunakan untuk sarana
belajar bagaimana menyesuaikan diri dengan orang lain
dan juga menyesuaikan diri dengan lingkungan. Hal itu
digunakan agar kita sebagai manusia bisa bermasyarakat
dengan baik.
Apabila seorang individu kurang bersosialisasi
dengan orang lain dan lingkungan maka orang itu tidak
bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat dan lingkungan
sekitarnya. Selain itu potensi yang ada di dalam orang
tersebut juga tidak berkembang sebab dia hanya bisa
berdiam diri, tidak bisa berkomunikasi dengan orang
sekitar dan lingkungan sekitar.
Betapa tidak, sosialisasi sangat ditekankan oleh
Rasulullah SAW dalam kesehariannya berkerumun dengan
berbagai suku dan kabilah, baik Muslim maupun Non
Muslim. Keberhasilan sosialisasi tersebut mampu
membawa elektabilitas dan kapabilitas sosok dari
Rasulullah SAW meningkat diberbagai kalangan jazirah
Arab waktu itu. Bahkan, memicu berbagai tokoh yang
disegani seperti sahabat Umar untuk mengikuti Risalah
Ilahi yang dibawanya.