Anda di halaman 1dari 2

Banyak komplikasi pada kehamilan kembar tidak berhubungan dengan perilaku

atau gaya hidup Anda. Namun, mengetahui lebih awal bila Anda mengandung bayi
kembar dan apakah mereka berbagi plasenta dapat membantu. Dokter akan
memiliki banyak waktu untuk mendeteksi, memonitor, dan menangani komplikasi.
Menjaga kesehatan dapat membantu Anda mengatasi kehamilan anak kembar
dengan komplikasi yang dapat timbul saat proses melahirkan.
Kenali tanda-tanda peringatan preeklampsia, jaga pola makan yang sehat dan
jagalah untuk selalu terhidrasi. Lakukan kunjungan untuk pemeriksaan kehamilan,
lakukan latihan olahraga ringan jika diperbolehkan oleh dokter Anda. Jika Anda
merokok, hal terbaik yang dapat Anda lakukan terhadap bayi Anda adalah berhenti.

Penyakit yang bisa saja didapat ketika hamil kembar :

1. Diabetes gestasional

Terjadi 2 atau 3 kali lebih sering jika Anda mengandung lebih dari satu bayi.

Urin Anda akan diperiksa untuk dilihat kadar gula saat pemeriksaan
kehamilan. Jika dokter menduga Anda memiliki diabetes gestasional, Anda
akan menjalani tes toleransi glukosa.

2. Anemia

Terjadi karena disebabkan peningkatan aliran darah yang membuat kadar


zat besi menurun. Dokter akan merekomendasikan suplemen penambah
zat besi. Memiliki anemia ringan tidak akan membahayakan bayi Anda.
Namun Anda perlu lebih menjaga diri Anda, karena anemia dapat membuat
Anda cepat merasa lelah.

Karena anemia lebih sering terjadi pada ibu yang mengandung lebih dari
satu bayi, Anda wajib mengecek darah lagi saat kehamilan mencapai 20-24
minggu.

3. Obstetric cholestasis

Obstetric cholestasis adalah kondisi langka yang menyerang hati,


disebabkan oleh hormon kehamilan estrogen dan progesteron. Hal ini lebih
sering terjadi pada orang yang hamil anak kembar, disebabkan kadar
hormon yang lebih tinggi.
Kondisi ini menyebabkan gatal ekstrem tanpa ruam. Gatal tertentu umum
terjadi pada kehamilan, tapi jika gejalanya parah, segera hubungi dokter
atau bidan.