Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM

INSTRUMENTASI II

Disusun Oleh :
KELOMPOK A SEMESTER II
Anggota Kelompok :
- Eka Agustin Setio Liswati (P27834114001)
- Devi Dwi Wulandari (P27834114002)
- Ramadhanita Arianti (P27834114003)
- Lutviana Dewi (P27834114004)
- Lia Murdaningrum (P27834114005)
- Kholisna Nur Iskadiriana (P27834114006)
- Berlian Duta Krisna (P27834114007)
- Nindy Febriana Safitri (P27834114008)
- Arum Shofya Panca Rahma Romunza (P27834114009)
- Desyrta Dwi Harwidya (P27834114010)
- Fairuz Izdihar Luthfia (P27834114011)
- Rewina Ekadari Prasasti (P27834114012)
- Elsa Jamila Oktavia (P27834114013)

D4 ANALIS KESEHATAN
POLTEKKES KEMENKES SURABAYA
2014 / 2015
MIKROSKOP

Tanggal : 19 Mei 2015

Tujuan : Mengamati dan menghitung diameter rambut manusia, serta memahami


cara kerja penggunaan mikroskop yang baik dan benar.

Teori :

Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah


sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat secara kasat mata.
Mikroskop merupakan alat bantu yang dapat ditemukan hampir diseluruh
laboratorium untuk dapat mengamati organisme berukuran kecil (mikroskopis).
Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut
mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh
mata

Ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop, yaitu: Bagian
optik, yang terdiri dari kondensor, lensa objektif, dan lensa okuler.Bagian non-
optik, yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop, diafragma, meja objek/meja
preparat, pemutar halus dan kasar, penjepit kaca objek (preparat), dan sumber
cahaya.

Pembesaran

Tujuan mikroskop cahaya dan elektron adalah menghasilkan bayangan dari benda
yang dimikroskop lebih besar. Pembesaran ini tergantung pada berbagai faktor,
diantaranya titik fokus kedua lensa( objektif f1 dan okuler f2, panjang tubulus atau jarak(t)
lensa objektif terhadap lensa okuler dan yang ketiga adalah jarak pandang mata

normal(sn). Rumus:

Sifat bayangan

Baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung.
Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang
mempunyai sifat semu, terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula, lalu
yang menentukan sifat bayangan akhir selanjutnya adalah lensa okuler. Pada mikroskop
cahaya, bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti bayangan sementara, semu,
terbalik, dan lebih lagi diperbesar. Pada mikroskop elektron bayangan akhir mempunyai
sifat yang sama seperti gambar benda nyata, sejajar, dan diperbesar. Jika seseorang yang
menggunakan mikroskop cahaya meletakkan huruf A di bawah mikroskop, maka yang ia
lihat adalah huruf A yang terbalik dan diperbesar.

Macam-macam Mikroskop

A. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya: Memiliki dua jenis lensa yaitu obyektif dan okuler, sistem
kerjanya dibantu dengan cara pantulan cahaya yang menembus obyek yang diamati
dan mampu memperbesar bayangan obyek hingga
1000 X

B. Mikroskop Binokuler
Mikroskop binokuler(stereo) mampu memperjelas rincian
permukaan obyek karena bayangan yang diperoleh
pengamat merupakan pantulan cahaya yang jatuh
dipermukaan obyek;perbesaran bayangan
obyek mencapai 30x.
C. Mikroskop Elektron
Mikroskop elektron mempunyai daya resolusi (kemampuan daya beda mata manusia)
sangat tinggi (0,1 nm), mampu memperbesar bayangan obyek hingga jutaan kali,bayangan
benda dilihat pada layar monitor.

D. Scanning Electron Microscope


Scanning Electron Microscope (SEM) yang
digunakan untuk studi detail arsitektur permukaan sel atau struktur jasad renik dan obyek
teramati secara tiga dimensi

Mikroskop Binokuler dan Mikroskop Monokuler


Berdasarkan jumlah lensanya, mikroskop dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu mikroskop
binokuler dan monokuler.

Pembagian mikroskop menurut jumlah lensa:

1. Mikroskop Binokuler

Mikroskop binokuler adalah alat optik yang digunakan untuk pengamatan benda-benda
yang tidak terlalu besar. Mikroskop binokuler memiliki dua buah lensa yaitu lensa objektif
dan juga lensa okuler, dengan kombinasi lensa objektif dan juga lensa okuler akan
memperoleh bayangan tiga dimensi dengan pengamatan kedua belah mata.Penyinaran
diberikan dari atas ataupun dari bawah dengan sinar alam atau lampu. Kekuatan
pembesaran dari mikroskop binokuler ini tidak terlalu besar, yaitu pada umumnya untuk
lensa objektif 1X dan 2X dan untuk lensa okuler 10Xdan 15X. Pada mikroskop binokuler
membutuhkan lensa objektif yang besar karena diatasnya akan dipasangi system lensa lain
yang terpisah dalam posisi parallel dan jalur sinar terpisah untuk mata kanan dan kiri.
Kelebihan Mikroskop binokuler Mikroskop ini tidak memiliki kondensor, namun
memiliki kedalaman bidang pandang dan jarak bekerja yang panjang.

Kekurangan : Dari tipe obyek mikroskop binokuler adalah bahwa aperture numerical dari
system dibatasi dengan adanya jalur beam atau cahaya ganda. dengan kekurangan itu
seseorang harus menggunakan mikroskop majemuk yang memiliki obyektif dengan
diameter yang lebih besar.
Keterangan:
1. Lensa Okuler

2. Revolver pemutar lensa obyektif.

3. Lensa obyektif.

4. Pengatur fokus kasar (makrometer).

5. Pengatur fokus halus (mikrometer).

6. Meja preparat.

7. Sumber cahaya (lampu).

8. Diafragma.

9. Pengatur letak preparat.

Mikroskop binokuler adalah mikroskop dengan 2 lensa okuler, sehingga kedua mata kita
digunakan untuk mengamati obyek. Pada di atas ini pencahayaannya dengan listrik.
2. Mikroskop Monokuler

Mikroskop monokuler merupakan mikroskop yang menggunakan hanya dengan 1


lensa okuler saja. Kelebihan mikroskop monokuler : Dibandingkan dengan mikroskop
binokuler, jika dilihat dari tata penggunaannya lebih enak yang menggunakan lensa
monokuler.

Mikroskop Monokuler
Bagian - Bagian Mikroskop Monokuler :

A. Lensa okuler : Memperbesar bayangan dan memproyeksikan ke retina mata,


membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif.

B. Tabung mikroskop : Untuk mengatur fokus yang dapat dinaikkan dan diturunkan dan
sebagai penghubung antara lensa obyektif dan lensa okuler.

C. Revolver : Mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.

D. Lensa objektif perbesaran lemah :

E. Lensa objektif perbesaran kuat

F. Meja mikroskop : Tempat untuk meletakkan benda yang akan diamati

G. Klip :

H. Kaki mikroskop : Menyanggah dan menopang mikroskop

I. Cermin : Memantulkan dan mengarahkan cahaya ke dalam mikroskop


J. Diafragma : Mengatur banyaknya cahaya yang masuk dengan jalan mengatur besar atau
kecilnya lubang yang dilalui cahaya.

K. Lengan mikroskop atau pegangan : Pegangan pada mikroskop

L. Pemutaran halus : Memperjelas bayangan yang telah diperoleh melalui pengaturan


kasar

M. Pemutar kasar : Mengatur jarak tepat antara objek dan objektif

Cara menggunakan mikroskop

Langkah-langkah menggunakan Mikroskop

1. Peganglah lengan mikroskop dengan salah satu tangan dan tangan lain menyangga
kaki mikroskop. Letakkan mikroskop di atas meja pengamatan dengan bagian
lengan tepat berada di hadapanmu. Lalu, lensa dan cermin dengan menggunakan
kertas tisu. Setelah dibersihkan, pasangkan lensa okuler dengan perbesaran lemah.
2. Agar didapat medan penglihatan yang baik, putarlah revolver sehingga diperoleh
perbesaran terkecil pada lensa objektif yang searah dengan lensa okuler dan tubus
okuler.
3. Putarlah cermin mikroskop ke arah sumber cahaya sambil melihat melalui lensa
okuler sehingga diperoleh medan yang terang tanpa bayangan benda lain.
4. Letakkan preparat yang akan kalian amati di atas meja benda, lalu jepitlah dengan
penjepitnya sehingga cahaya yang terkumpul dalam kondensor menembus kaca
benda.
5. Untuk mencari fokus, lakukanlah dengan dua cara berikut ini.
6. Perbesaran lemah. Lensa okuler dengan perbesaran 5 kali dan lensa objektif dengan
perbesaran 10 kali dapat diartikan bahwa preparat diamati dengan perbesaran 50
kali. Dengan cara menurunkan lensa okuler serendah mungkin, lensa objektif juga
diturunkan sampai berjarak kira-kira 8 mm dari kaca preparat. Setelah itu, arahkan
salah satu mata kalian ke lubang lensa okuler sambil memutar-mutar makrometer
sampai diperoleh gambaran preparat yang jelas.
7. Perbesaran kuat. Lensa okuler dengan perbesaran 12,5 dan lensa objektif dengan
perbesaran 60 kali sehingga preparat dapat diamati dengan perbesaran 750 kali.
Mulailah dengan menutup preparat dengan kaca penutup, lalu naikkan kondensor
sampai mau menyentuh kaca preparat (objek), kemudian bukalah diafragma
selebar-lebarnya dan turunkan lensa objektif sampai hampir menyentuh kaca
penutup preparat. Setelah itu, dengan makrometer, naikkan lensa objektif sampai
diperoleh gambaran preparat yang jelas.
8. Setelah mikroskop selesai digunakan, bersihkanlah lensa objektif dengan
menggunakan xylol.

Asal Usul Sejarah Mikroskop

Mikroskop (bahasa yunani: Micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah
alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang
mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata
mikroskopik berarti sangat kecil,tidak mudah terlihat oleh mata.

Dalam perkembangannya mikroskop mampu mempelajari organisme hidup yang


berukuran sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, sehingga
mikroskop memberikan kontribusi penting dalam penemuan mikroorganisme dan
perkembangan sejarah mikrobiologi. Organisme yang sangat kecil ini disebut sebagai
mikroorganisme, atau kadang-kadang disebut sebagai mikroba, ataupun jasad renik. Dapat
di amati dengan mikroskop.

Salah satu penemu sejarah mikrobiologi dengan mikroskop adalah antonie van
leeuwenhock (1632-1723) tahun 1675 antonie membuat mikroskop dengan kualitas lensa
yang cukup baik, dengan menumpuk lebih banyak lensa sehingga dia bisa mengamati
mikroorganisme yang terdapat pada air hujan yang menggenang dan air jambangan bunga,
juga dari air laut dan bahan pengorekan gigi. Ia menyebut benda-benda bergerak tadi
dengan animalcule jenis-jenis mikroskop jenis paling umum dari mikroskop, dan yang
pertama diciptakan, adalah mikroskop optis. Mikroskop ini merupakan alat optik yang
terdiri dari satu atau lebih lensa yang memproduksi gambar yang diperbesar dari sebuah
benda yang ditaruh di bidang fokal dari lensa tersebut.

Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu, mikroskop


cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya sendiri dibagi lagi menjadi dua
kelompok besar, yaitu berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan
pengamatan yang dilakukan. Berdasarkan kegiatan pengamatannya, mikroskop cahaya
dibedakan menjadi mikroskop diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan mikroskop
monokuler dan binokuler untuk mengamati bagian dalam sel. Mikroskop monokuler
merupakan mikroskop yang hanya memiliki 1 lensa okuler dan binokuler memiliki 2 lensa
okuler. Berdasarkan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan, mikroskop dibagi
menjadi 2 bagian, yaitu mikroskop sederhana (yang umumnya digunakan pelajar) dan
mikroskop riset (mikroskop dark-field, fluoresens, fase kontras, nomarski dic, dan
konfokal).

Struktur mikroskop ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop,
yaitu Bagian optik, yang terdiri dari kondensor, lensa objektif, dan lensa okuler. Bagian
non-optik, yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop, diafragma, meja objek, pemutar
halus dan kasar, penjepit kaca objek, dan sumber cahaya. Pembesaran tujuan mikroskop
cahaya dan elektron adalah menghasilkan bayangan dari benda yang dimikroskop lebih
besar. Pembesaran ini tergantung pada berbgai faktor, diantaranya titik fokus kedua
lensa( objektif f1 dan okuler f2, panjang tubulus atau jarak(t) lensa objektif terhadap lensa
okuler dan yang ketiga adalah jarak pandang mata normal(sn).

Rumus:

sifat bayangan baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa
cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang
mempunyai sifat semu, terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula, lalu
yang menentukan sifat bayangan akhir selanjutnya adalah lensa okuler. Pada mikroskop
cahaya, bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti bayangan sementara, semu,
terbalik, dan lebih lagi diperbesar. Pada mikroskop elektron bayangan akhir mempunyai
sifat yang sama seperti gambar benda nyata, sejajar, dan diperbesar. Jika seseorang yang
menggunakan mikroskop cahaya meletakkan huruf a di bawah mikroskop, maka yang ia
lihat adalah huruf a yang terbalik dan diperbesar.

PERKEMBANGAN MIKROSKOP

- Mikroskop Optis

Jenis paling umum dari mikroskop, dan yang pertama diciptakan, adalah mikroskop
optis. Mikroskop ini merupakan alat optik yang terdiri dari satu atau lebih lensa yang
memproduksi gambar yang diperbesar dari sebuah benda yang ditaruh di bidang fokal dari
lensa tersebut.

Pada 1674 Leeuwenhok dengan menggunakan mikroskop sederhana, dia dapat melihat
mikroorganisme. Mikroorganime terlihat dari setetes air danau yang diamati dengan
menggunakan suatu lensa gelas. Benda-benda itu disebut animalcules terlihat dalam
berbagai bentuk, ukuran dan warna. Leeuwenhoek mengamati organisme yang dikorek
dari sela-sela giginya. Kemudian hasil pengamatannya digambarkan dalam bentuk sketsa
sel bakteri dengan bentuk seperti bola, batang, dan spiral sama seperti bentuk bakteri yang
dikenal pada saat ini.
Leeuwenhoek telah membuat lebih dari 500 gambar mikroskop. Dalam desain
dasar mikroskop Leeuwenhoek, sebagian orang menganggap itu hanyalah kaca pembesar
(karena hanya terbuat dari 1 lensa saja), bukan mikroskop seperti yang digunakan sekarang
(yang terdiri dari 2 lensa). Dibandingkan dengan mikroskop modern, mikroskop buatannya
adalah perangkat yang sangat sederhana, hanya menggunakan satu lensa, terpasang dalam
lubang kecil di piring kuningan yang membentuk tubuh instrumen. Spesimen dipasang
pada titik fokus yang menempel di depan lensa, dan posisi dan fokus bisa disesuaikan
dengan memutar dua sekrup. Seluruh instrumen panjangnya hanya 3-4 inci dan harus
diangkat mendekat dengan mata dan memerlukan pencahayaan yang baik serta kesabaran
yang besar dalam penggunaanya. Meskipun pada jamannya telah ditemukan mikroskop 2
lensa yang hampir mirip dengan mikropskop saat ini, namun pada saat itu pembuatannya
masih rumit dibandingkan mikroskop ala Leewenhoek. Dan dengan ketrampilan
Leewenhoek dalam membuat lensa, dia berhasil membuat mikroskop yang mampu
memperbesar objek sampai lebih dari 200 kali sehingga gambar yang dihasilkan lebih jelas
dan lebih terang. Meskipun ia sendiri tidak bisa menggambar dengan baik, ia
mempekerjakan ilustrator untuk menggambar objek yang ia amati dan gambar itu
digunakan untuk melengkapi uraian tertulis dari objek yang ia amati.
- Mikroskop Cahaya

Seorang ilmuwan dari universitas Berlin yaitu Dr. Ernst Ruska menggabungkan
penemuan ini dan membangun mikroskop transmisi elektron (TEM) yang pertama pada
tahun 1931. Untuk hasil karyanya ini maka dunia ilmu pengetahuan menganugerahinya
hadiah Penghargaan Nobel dalam fisika pada tahun 1986. Mikroskop yang pertama kali
diciptakannya adalah dengan menggunakan dua lensa medan magnet, namun tiga tahun
kemudian ia menyempurnakan karyanya tersebut dengan menambahkan lensa ketiga dan
mendemonstrasikan kinerjanya yang menghasilkan resolusi hingga 100 nanometer (nm)
(dua kali lebih baik dari mikroskop cahaya pada masa itu)
Bagian-bagian dari mikroskop cahaya:

1. Lensa okuler
2. Lensa objektif
3. Lensa objektif yang lain
4. Pengatur fokus secara kasar
5. Pengatur fokus secara halus
6. Papan letak objek/sampel/preparat yang dilihat
7. Sumber cahaya
8. kondensor cahaya
9. Penjepit sampel Mikroskop cahaya atau dikenal juga dengan nama Compound
light microscope adalah sebuah mikroskop yang menggunakan cahaya lampu
sebagai pengganti cahaya matahari sebagaimana yang digunakan pada mikroskop
konvensional. Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari
sinar matahari yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang
terdapat dibawah kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar
kedalam kondensor.
Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali.
Mikroskop mempunyai kaki yang berat dan kokoh dengan tujuan agar dapat berdiri
dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa obyektif,
lensa okuler, dan kondensor. Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua
ujung tabung mikroskop. Lensa okuler pada mikroskop bisa berbentuk lensa
tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah mikroskop terdapat
tempat dudukan lensa obyektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah
tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat.
Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi
obyek dan lensa-lensa mikroskop yang lain.
Contoh sehari-hari menggambarkan masalah utama mikroskop cahaya.
Ketika digunakan dalam biologi sel modern, cluster padat ribuan sel
menghamburkan cahaya sehingga kuat bahwa sel-sel yang terletak di belakang
sebuah objek tidak dapat dilihat. Meskipun lebih dikenal dari fiksi ilmiah, konsep
diri merekonstruksi sinar laser menawarkan solusi yang menjanjikan untuk masalah
ini. percobaan yang terbentuk laser khusus balok mampu diri merekonstruksi
bahkan di hadapan berbagai hambatan, misalnya tingginya jumlah hamburan
biologi sel-cahaya, yang berulang kali menghancurkan laser sinar profil. Self-
rekonstruksi bekerja karena foton tersebar (kuanta cahaya) di pusat balok terus
digantikan oleh foton baru dari samping. Foton dari semua pihak bertemu di tengah
balok hampir di fase dalam rangka membangun profil balok baru, tidak
terpengaruh oleh cukup tertinggal dari hamburan tersebut. Para ilmuwan itu
menggunakan hologram komputer (alat yang mengubah fasa cahaya) untuk
memodifikasi sinar laser konvensional ke yang disebut Bessel sehingga fase profil
balok yang memiliki bentuk kerucut. Meskipun Bessel balok yang dikenal sebagai
difraksi-bebas dalam ruang bebas, telah benar-benar jelas apakah, dan apa gelar,
mereka bisa mendapatkan kembali bentuk balok pertama mereka juga di media
homogen, di mana hamburan cahaya yang cukup.

PELAKSANAAN PRAKTIKUM :

Alat : Bahan :

1. Mikroskop 1. Rambut/bulu alis


2. Object glass 2. Aquadest
3. Cover glass
PROSEDUR KERJA :

1. Siapkan alat dan bahan


2. Mencari sampel berupa rambut/bulu alis
3. Meletakkan sampel di atas object glass lalu di beri aquadest 1-2 tetes dan kemudian
ditutup object glass
4. Melakukan pengamatan mencari diameter rambut menggunakan mikriskop dengan
lensa perbesaran 10x dan 40x
5. Mengamati dan menghitung diameter rambut.

HASIL ANALISA
A. Perhitungan :
Diketahui :
- Perhitungan ke-1 = 14,7 mm
- Perhitungan ke-2 = 14,8 mm
hi = Perhitungan ke-1 - perhitungan ke-2
= 14,8 mm - 14,7 mm
= 0,1 mm
Perbesaran lensa :
- obyektif = 40 x
- okuler = 10 x

Rumus :

Diameter Normal Sehelai Rambut = 0,05 mm - 0,15


mm

|Si| |hi| Mt=Mob x Mok


Mt= =
|So| |ho|

Ditanya :
ho?

Jawab :

Mt = Mob x Mok

Mt = 40 x 10

= 400x
|hi|
Mt= |ho|

0,1mm
400 x = ho

ho = 0,00025 mm

Faktor Koreksi :

0,05 mm - 0,00025 mm = 0,04975 mm

Gambar :

Lapang Pandang
Perhitungan ke-1 Perhitungan ke-2

B. Perhitungan :
Diketahui :
- Perhitungan ke-1 = 18,5 mm
- Perhitungan ke-2 = 16,3 mm
hi = Perhitungan ke-1 - perhitungan ke-2
= 18,5 mm - 16,3 mm
= 2,2 mm
Perbesaran lensa :
- obyektif = 40 x
- okuler = 10 x

Rumus :

Diameter Normal Sehelai Rambut = 0,05 mm - 0,15


mm

|Si| |hi| Mt=Mob x Mok


Mt= =
|So| |ho|

Ditanya :
ho?

Jawab :

Mt = Mob x Mok

Mt = 40 x 10

= 400x

|hi|
Mt= |ho|
2,2 mm
400 x = ho

ho = 0,0055 mm

Faktor Koreksi :

0,05 mm - 0,0055 mm = 0,0445 mm

Gambar :

Perhitungan ke-1 Perhitungan ke-2