Anda di halaman 1dari 3

TUGAS KFA II

Nama : Gia Eriska

Nim : 3311101089

1. Identifikasi Tablet Mebendazole


A. Dilakukan dengan Kromatografi Lapis tipis
Totolkan nasing masing 10ml larutan dalam campuran koroform p-asam format 96 %
P ( 19:1) yang mengandung zat uji yang dibuat sebagai berikut : Serbuk haluskan
sejumlah tablet setara dengan lebih kurang 200mg mebendazole (1). Campur dengan
20 ml pelarut hangatkan ditangas air selama beberapa menit dinginkan dan saring (2).
Mebendazole BPFI 10 mg/ ml, pada jarak yang sama 2,5 cm dari tepi bawah lempeng
kromatografi silikagel setebal 0,25mm . Masukan lempeng pada bejana dan di
jenuhkan dengan fase gerak campuran Kloroform P- methanol P-asam format 96% P
( 90:5:5)dan biarkan fase gerak merambat sehingga lebih kurang 15 cm dari garis
penotolan , Angkat lempeng biarkan fase gerak menguap dan amati dibawah cahaya
ultraviolet 254 nm .
( Sumber : FI Edisi IV hal 522 )

B. Penetapan Kadar
Timbang larutan baku kurang lebih 10mg , masukan ke dalam labu ukur 100ml ,
ditambah 90ml kloroform, 70 ml isopropyl alcohol dan 2ml asam format 96% .
Kocok sampai larut tambahkan isopropyl alcohol . Pipet 5 ml larutan dalam labu ukur
100ml encerkan dengan isopropyl alcohol sampai tanda .
Larutan Uji serbuk tidak kurang dari 20 tablet , timbang setara dengan 100mg
mebendazole , masukan dalam 100ml labu ukur , tambahkan 50ml asam format 96%
panaskan diatas tangas air 500C Selama 15 menit , tambahkan air dan saring . Pipet
10ml filtrate dalam corong pisah 250ml tambah 50 ml air dan 50ml kloroform kocok
selama 2 menit dan biarkan memisah . Cuci lapisan air ke dua tambahkan 10ml
kloroform , tambahkan dengan campuran 4ml asam klorida 1N dan 50ml asam format
96% ekstraksi 2 kali dengan 10ml kloroform . Pipet 5 ml larutan ini dalam labu ukur
100ml encerkan dengan isopropyl alcohol sampai tanda.
( Sumber : FI Edisi IV hal 523)

2. Identifikasi Injeksi Metiltionin Klorida


A. Spektrum serapan cahaya tampak larutan uji pada penetapan kadar menunjukan
maksimum dan minimum pada panjang gelombang

B. Encerkan larutan dengan methanol . Larutkan 5 mg Biru metilen dalam 1 ml


campuran methanol (1:1). Totolkan pada lempeng silica gel setebal 0,25mm.
Masukan lempeng dalam bejana berisi fase gerak campuran air etanol p-asam asetat
(4:3:3) hingga fase gerak merambat kurang lebih 10 cm , angkat dan biarkan fase
gerak menguap . Harga RF bercak utama dari larutan uji sesuai dengan harga Rf dari
biru metilen BPFI

C. Penetapan kadar
Larutan baku timbang dengan Biru Metilen BPFI lakukan dengan pada penetapan
kadar Biru Metilen
Larutan uji ukur sejumlah volume setara dengan 100mg metilen biru , encerkan
secara kuantitatif dan bertahap dengan etanol encer .
Prosedur ukur serapan larutan uji dan larutan beku pada panjang gelombang serapan
maksimum lebih kurang 633nm menggunakan etanol encer sebagai blangko . Hitung
jumlah dalam mg C16H18CIN3S3H2O per ml injeksi yang digunakan .
(Sumber : FI Edisi IV hal 555)

3. Identifikasi Suspensi oral Eritromisin Etilsuksinat


A. Lakukan dengan Kromatografi Lapis Tipis
Larutan uji ditambahkan methanol hingga kadar lebih kurang setara dengan 2,5 mg
eritromisin . Kocok selama 30 menit Sentrifus larutan tersebut dan gunakan beningan
sebagai larutan uji .
Totolkan secara terpisal Larutan uji dan Larutan baku pada lempeng kromatografi
silikagel setebal 0,25 mm . Masukan lempeng ke dalam bejana yang tidak dilapisi
kertas dengan fase gerak methanol p-kloroform (85:15) hingga merambat kurang
lebih 9cm . Angkat lempeng biarkan fase gerak menguap semprot dengan etanol
mutlak P- p metoksibenzaldehide P-asam sulfat (90:5:5) Panaskan pada suhu 1000C
selama 10 menit dan amati .

B. Penetapan Potensi
Dilakukan penetapan seperti penetapan antibiotic secara mikrobiologi menggunakan
sejumlah volume zat uji yang diukur . Lumatkan selama 1 menit dalam blender kaca
kecepatan tinggi dengan methanol sehingga diperoleh larutan yang mengandung
setara 1mg eritromisin per ml .Encerkan larutan sediaan ini secara kuantitatif dengan
Dapar no 3 hingga diperoleh larutan uji yang mempunyai kadar setara dengan dosis
tengah larutan baku.
( Sumber : FI edisi IV hal : 360-361 )