Anda di halaman 1dari 2

BAB VI

PENGAMBILAN DATA LAPANGAN


I.1. Metode Jacob Staff
Dalam pengambilan data penelitian stratigrafi, pada LP 1 dilakuka metode
pengambilan data berupa metode jacob staff. Pada bab IV telah dijelaskan apa itu
metode jacob staff. Dalam sub-bab ini akan dibahas prosedur/ langkah kerja dari
metode jacob staff di lapangan:
1. Mempersiapkan Alat-alat yang diperlukan, yaitu: kompas, palu, clipboard, Jacob

Staff, dan alat tulis


2. Kemudian mengidentifikasi lokasi dengan cara memembuat deskripsi lokasi
3. Setelah itu mengidentifikasi lotologi dengan cara mendeskripsi batuan
4. Kemudian ukur strike dan dip bidang perlapisan menggunakan kompas, dan catat

hasil pengukuran tersebut


5. Setelah itu langsung tancapkan jocob Staff, kemudian miringkan tongkat tersebut

sesuai dengan arah dan kemiringan bidang perlapisan dengan melihat busur derajat

yang ada di kepala Jacob Staff


6. Kemudian dapat langsung diketahui tebal sebenarrnya dengan melihat grid pada

bagian bawah busur derajad, setiap grid berukuran 10 cm


7. Catat dan simpan hasil pengukuran tersebut

Gambar . Cara menggunakan Jacob Staff. Sumber: anonim

I.2. Metode Rentang Tali


Metode rentang tali digunakan pada LP 2 tepatnya berada pada lokasi penelitian di
Kali Ngalang, pada lokasi ini diketahui merupakan bagian dari Formasi Sambipitu hal
ini diketahui dari papan pengunguman yang telah tertera diatas jembatan Kali Ngalang.
Untuk prosedur pengambilan data menggunakan metode rentang tali, prosedur kerjanya
sebagai berikut:
1. Mempersiapkan Alat-alat yang diperlukan, yaitu: kompas, palu, clipboard, tali yang
sudah ditandai dengan grid, dan alat tulis
2. Kemudian mengidentifikasi lokasi dengan cara memembuat deskripsi lokasi
3. Setelah itu mengidentifikasi lotologi dengan cara mendeskripsi batuan
4. Kemudian ukur strike dan dip bidang perlapisan menggunakan kompas, dan catat
hasil pengukuran tersebut. Setelah itu, buatlah sketsa singkapan
5. Selanjutnya, mengukur slope atau kemiringan lereng singkapan dengan kompas
lalu catat hasil dari pengukuran tersebut
6. Setelah itu tali yang sudah ditandai dengan grid di rentangkan dari pada lereng
singkapan, lalu mencatat hasil pengukuran dari tebal singkapan di setiap layer
7. Setelah semua data terkumpul, maka dilanjutkan dengan pengolahan secara
matematis seperti pada bab sebelumnya untuk menentukan tebal sebenarnya.