Anda di halaman 1dari 6
PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS DINAS KESEHATAN PUSKESMAS PURWOJATI Jl. Inpres No. 1 Purwojati Banyumas 53175 Telp. (0281)pkm_purwojati@yahoo.co.id Website : http://puskesmaspurwojati.banyumaskab.go.id Acara : Rapat Pemahaman Standar Instrumen Akreditasi Hari / Tanggal : Senin, 25April 2016 Tempat : Aula Puskesmas Purwojati Jumlah yang Hadir : 46 Orang Susunan Acara : 1. Pembukaan 2. Sambutan Kepala Puskesmas 3. Pengisian 4. Lain-lain 5. Penutup. 1. Pembukaan Acara dibuka dengan bacaan basmallah bersama-sama. 2. Sambutan Ketua Akreditasi Untuk pertemuan yang ketiga ini tentang pemahaman standar instrumen akreditasi diharpkan akan ada kemajuan dalam pemahaman kita terhadap akreditasi pueksesmas. Terutama bagi para pemegang program di tiap BAB nya, semakin mengetahui instrumen apa saja nantinya yang harus dianalisis dan dipenuhi. Untuk tugas dalam pertemuan sebelumnya tentang pengumpulan dokumen yang diperlukan dalam akreditasi, sejauh ini tim akreditasi puskesmas sudah menyiapkan SK dan pengeditan SOP baik untuk KOP maupun isinya (baru beberapa). Dengan demikian diharapkan Bapak " id="pdf-obj-0-2" src="pdf-obj-0-2.jpg">

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS

DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS PURWOJATI

Jl. Inpres No. 1 Purwojati Banyumas 53175 Telp. (0281) 6574316,Email :pkm_purwojati@yahoo.co.id Website : http://puskesmaspurwojati.banyumaskab.go.id

Acara

:

Rapat Pemahaman Standar Instrumen Akreditasi

Hari / Tanggal

:

Senin, 25April 2016

Tempat

:

Aula Puskesmas Purwojati

Jumlah yang Hadir

:

46 Orang

Susunan Acara

:

1. Pembukaan

  • 2. Sambutan Kepala Puskesmas

  • 3. Pengisian

  • 4. Lain-lain

  • 5. Penutup.

1. Pembukaan

Acara dibuka dengan bacaan basmallah bersama-sama.

2. Sambutan Ketua Akreditasi

Untuk

pertemuan

yang

ketiga

ini tentang pemahaman standar

instrumen akreditasi diharpkan akan ada kemajuan dalam pemahaman kita terhadap akreditasi pueksesmas. Terutama bagi para pemegang program di tiap BAB nya, semakin mengetahui instrumen apa saja nantinya yang harus dianalisis dan dipenuhi. Untuk tugas dalam pertemuan sebelumnya tentang pengumpulan dokumen yang diperlukan dalam akreditasi, sejauh ini tim akreditasi puskesmas sudah menyiapkan SK dan pengeditan SOP baik untuk KOP maupun isinya (baru beberapa). Dengan demikian diharapkan Bapak

Yaeni dapat memeriksa dan memberi masukan mengenai pembuatan dokumen yang sudah dikerjakan tersebut.

3. Pengisian

Oleh KZA (Bapak Yaeni) Instrumen akreditasi puskesmas ini berisi tentang elemen penilaian tiap

BAB yang banyaknya 9 BAB (776 EP), Setiap BAB tersebut adalah:

1. Standar Penyelenggaraan Manajemen Puskesmas

  • a. BAB 1. Berisi tentang Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas (PPP). Pada BAB 1 ini terdiri dari 59 elemen. Standar: Analisis kebutuhan masyarakat dan perencanaan puskesmas. Kebutuhan masyarakat akan pelayanan Puskesmas diidentifikasi dan tercermin dalam upaya Puskesmas. Peluang untuk pengembangan dan peningkatan pelayanan diidentifikasi dan dituangkan dalam perencanaan dan pelaksanaaan kegiatan.

  • b. BAB 2. Berisi tentang Kepemimpinan dan Manajemen Puskesmas (KMP). Pada BAB 2 terdiri dari 121 elemen penilaian. Standar: Kegiatan pengelolaan puskesmas Pengelolaan puskesmas menjamin efektivitas dan efisiensi dalam mengelola upaya dan kegiatan sejalan dengan tata nilai, visi, misi, tujuan, tugas pokok dan fungsi puskesmas.

  • c. BAB 3. Berisi tentang peningkatan mutu dan manajemen resiko (PMMR). Pada BAB 3 Terdiri dari 32 elemen penilaian. Standar: Perbaikan mutu dan kinerja puskesmas konsisten dengan tata nilai, visi, misi dan tujuan puskesmas, dipahami dan dilaksanakan oleh Pimpinan Puskesmas, Penanggungjawab Upaya dan Pelaksana.

2. Standar Penyelenggaraan Upaya Kesmas Puskesmas

  • a. BAB 4. Program Puskesmas yang berorientasi sasaran (PPBS). Pada BAB 4 terdiri dari 53 elemen penilaian. Standar: Kebutuhan upaya puskesmas dianalisis. Penanggungjawab upaya puskesmas mengidentifikasi kegiatan- kegiatan pelayanan upaya sesuai dengan kebutuhan harapan masyarakat.

b. BAB 5. Mengenai Kepemimpinan dan Manajemen Program

Puskesmas (KMPP). Pada BAB 5 terdiri dari 101 EP. Standar:

Tanggung jawab pengelolaan upaya puskesmas Penanggungjawab upaya puskesmas bertanggung jawab terhadap

defektivitas dan efisiensi kegiatan upaya sejalan dengan tujuan upaya, tata nilai, visi, misi, dan tujuan puskesmas.

c. BAB 6. Mengenai Sasaran Kinerja Upaya Kesehatan Masyarakat

(SKUKM) pada BAB 6 terdiri dari 29 elemen penilaian. Standar:

Perbaikan kinerja upaya konsisten dengan tata nilai, visi, misi dan

tujuan Puskesmas, dipahami dan dilaksanakan oleh Kepala Puskesmas, penanggung jawab upaya puskesmas dan pelaksana

upaya yang ditujukan dalam sikap kepemimpinan. 3. Standar Penyelenggaraan Pelayanan Klinis a. BAB 7. Tentang Layanan Klinis yang berorientasi Pasien (LKBP).

Terdiri dari 151 elemen penilaian. Standar:

• Proses pendaftaran pasien Memenuhi kebutuhan pelanggan dan didukung oleh sarana

dan lingkungan yang memadai. • Pengkajian Kajian awal dilakukan secara paripurna untuk mendukung

rencana dan pelaksanaan pelayanan. • Keputusan Layanan Klinis Hasil kajian awal pasien dianalisisnoleh petugas kesehatan profesional dan atau tim kesehatan anatar profesi yang digunakan untuk menyusun keputusan layanan klinis. • Rencana Layanan Klinis

Rencana

tindakan

dan

pengobatan

serta

rencana

layanan

terpadu jika diperlukan penanganan oleh tim kesehatan antar

profesi disusun dengan tujuan yang jelas, terkordinasi dan melibatkan pasien/keluarga. • Rencana Rujukan Rujukan sesuai kebutuhan pasien ke sarana pelayanan lain diatur dengan prosedur yang jelas. • Pelaksanaan Layanan

Pelaksanaan layanan dipandu oleh kebijakan, prosedur, dan peraturan yang berlaku. • Penyuluhan/pendidikan kesehatan dan konseling kepada pasien/keluarga

Hal

ini

medukung

peran

serta

mereka

dalam setiap

pengambilan keputusan dan pelaksanaan layanan. • Pemulangan dan Tindak Lanjut. Hal ini dilakukan dengan prosedur yang tepat.

  • b. Bab 8. Tentang Manajemen Penunjang Layanan Klinis (MPLK). Terdiri dari 172 elemen penilaian. • Pelayanan Laboratorium Standar:

Pelayanan laboratorium tersedia tepat waktu untuk memenuhi

kebutuhan pengkajian pasien, serta mematuhi standard, hukum dan peraturan yang berlaku.

• Pelayanan Obat Standar:

Obat yang tersedia dikelola secara efisien untuk memenuhi

kebutuhan pasien.

  • c. BAB 9. Tentang Peningkatan Mutu Klinis dan Keselamatan Pasien (PMKP). Terdiri dari 58 elemen penilaian. • Tanggung jawab tenaga klinis Standar:

Perencanaan, monitoring, dan evaluasi mutu layanan klinis dan

keselamatan menjadi tanggung jawab tenaga yang bekerja di pelayanan klinis. • Pemahaman mutu layanan klinis Standar:

Mutu

layanan

klinis

dan

keselamatan dipahami dan

diidentifikasi dengan baik oleh semua pihak yang berkepentingan. • Pengukuran mutu layanan klinis dan sasaran keselamatan

pasien.

Standar:

Mutu layanan klinis dan sasaran keselamatan pasien diukur,

dikumpulkan dan dievaluasi dengan tepat. • Pengukuran mutu layanan klinis dan keselamatan pasien Standar:

Perbaikan

mutu

layanan

klinis

dan

keselamatan

pasien

diupayakan, dievaluasi dan dikomunikasikan dengan baik.

4. Lain-lain

  • a. Menjelaskan tugas pokok, fungsi, dan kegiatan puskesmas kepada peserta rapat.

  • b. Pembahasan mengenai standar/SPO Layanan Klinis. 1) Disampaikan oleh Kepala Puskesmas perlunya standar/SPO agar pelayanan klinis dapat dikendalikan dengan baik. Standar dan prosedur perlu disusun berdasarkan acuan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Kepala puskesmas berpesan agar penyususnan SPO harus melibatkan semua pelaksana di masing- masing unit pelayanan. 2) Kepala puskesmas bersama tim mutu membuat kriteria referensi yang dapat dipergunakan sebagai acuan. 3) Acuan ini diharapkan mempermudah dalam penyusunan SPO. 4) Penanggung jawab tiap unit pelayanan mengajukan bahan referensi yang akan dipergunakan dalam penyusunan SPO. 5) Tim mutu pelayanan klinis menyusun SPO berdasarkan acuan yang telah dipilih. 6) Kriteria refernsi bisa dari undang-undang, Per. Menteri, Journal,

Pedoman ataupun diklat kuliah.

  • c. Pembahasan mengenai penetapan target yang akan dicapai dari indikator klinis dan keselamatan pasien.

1) Disampaikan

oleh

kepala

puskesmas

menjelaskan

perlunya

ditetapkan target yang harus dicapai tiap indikator untuk mengetahui nilai keberhasilan pencapaian mutu layanan klinis dan keselamatan pasien.

2) Pertimbangan dalam menentukan target:

  • a) Pencapaian mutu sebelumnya

  • b) Pencapaiam optimal pada sarana kesehatan yang serupa

  • c) Sumber daya yang dimiliki

3) Keterlibatan tenaga klinis masing-masing penanggung jawab

klinik memberikan masukan-masukan untuk menentukan target. 4) Hasil kesepakatan tentang indikator klinis dan keslamatan pasien

Puskesma Purwojati

  • d. mengenai

Pembahasan

penetapan

pelayanan prioritas untuk

diperbaiki dengan kriteria pemilihan yang jelas

 

1) Kepala

Puskesmas

menjelaskan

bahwa

pentingnya upaya

perbaikan mutu layanan klinis dan menjamin keselamatan

pasien.

2) Masing-masing PJ. Poli mengemukakan permalsalahan- permasalahan yang ada atau kasus-kasus penyakit yang sering

terjadi. 3) Menetapkan kriteria tertentu untuk memilih prioritas layanan

yang perlu diperbaiki 4) Proses:

  • a) Kriteria : high risk, high volume, high cost, kecenderungan terjadi masalah dan penyakit.

  • b) Identifikasi : masing-masing poli di bagi form identifikasi untuk mencatat semua kejadian yang berpotensi resiko terhadap pasien kemudian dianalisa/discore.

  • c) Yang terlibat : kepala puskesmas dan tim mutu

  • d) Scoring penetapan pelayanan prioritas untuk diperbaiki

  • e. Evaluasi struktur organisasi Puskesmas Lama dengan yang baru Struktur organisasi yang lama tidak sesuai dengan Permenkes No. 75 Tahun 2014

  • f. Rencana Kegiatan Kaji banding ke Puskesmas Mlati II.

5. Penutup

Acara rapat Pemahaman Standar Instrumen Akreditasi dan rakor di

tutup dengan bacaan Hamdalah.

Mengetahui,

Kepala Puskesmas Purwojati

dr Suripto

Purwojati, 03 Februari 2017

Notulen

Ani Haryati