Anda di halaman 1dari 13

HOME

FEATURED

HEALTH

BIDAN VAGANZA
Informasi terupdate seputar dunia kebidanan
SAP

SAP Mioma Uteri


ANINDYA NINO ROSHIHA 06:32 NO COMMENTS

SATUAN ACARA PENYULUHAN


MIOMA
Pokok Bahasan : Mioma
Hari/Tanggal : / April 2015
Waktu Pertemuan : 20 menit
Tempat : Poli Kandungan RSUD dr. Soetomo
Sasaran : Seluruh pasien yang berada di poli kandungan

A. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah melaksanakan kegiatan penyuluhan diharapkan peserta dapat
memahami tentang mioma
2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mendapatkan penyuluhan diharapkan peserta mampu:
1. Menjelaskan pengertian mioma
2. Mengenali penyebab mioma
3. Mengetahui tanda dan gejala mioma
4. Mengetahui diagnosis mioma
5. Mengetahui penatalaksanaan mioma
6. Mengetahui komplikasi pada mioma
B. Sasaran
Seluruh pasien yang berada di poli kandungan

C. Materi
Pokok bahasan : mioma
Sub pokok bahasan :
1. Pengertian mioma
2. Penyebab mioma
3. Klasifikasi mioma
4. Tanda dan gejala mioma
5. Diagnosis mioma
6. Penatalaksanaan mioma
7. Komplikasi pada mioma

D. Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Tanya jawab
E. Media
1. Flipchart
2. Leaflet
F. Kegiatan Penyuluhan
WAKTU KEGIATAN KEGIATAN PESERTA MEDIA & ALAT
PENYULUHAN

Pendahuluan Mempersiapkan peserta, Peserta menyiapkan diri di Flipchart, leaflet


alat, dan pemateri tempat penyuluhan.

Pelaksanaan 1. Pembukaan acara oleh 1. Mendengarkan Metode:


moderator pembukaan yang Ceramah, Tanya jawab
2. Penyampaian materi oleh disampaikan oleh Media:
pemateri: moderator Flipchart, leaflet
2. Mendengarkan dan
memberikan umpan balik
terhadap materi yang
1. Pengertian mioma disampaikan.
2. Penyebab mioma 3. Mengajukan pertanyaan
mengenai materi yang
3. Tanda dan gejala kurang dipahami dan
mioma menjawab pertanyaan
4. Diagnosis pada yang diajukan
mioma
5. Penatalaksanaan
mioma
6. Komplikasi pada
mioma
3. Sesi tanya jawab dan
evaluasi hasil yang dipandu
oleh moderator

Penutup Penutup oleh moderator

G. Pengorganisasian
Pembimbing : Ernawati, S.Kep.,Ns
K. Kasiati, S.Pd, M.Kes
Penyaji : Mahasiswi Profesi PSPB FK UNAIR 2014

H. Evaluasi
Struktur : Acara penyuluhan diikuti oleh semua pasien yang berada di poli
jandungan RSUD Dr.Soetomo Surabaya. Semua sasaran hadir dalam acara
penyuluhan.
Proses : Acara penyuluhan berlangsung dengan lancar. Peserta penyuluhan
aktif untuk menyimak semua isi acara penyuluhan dan juga aktif mengajukan
pertanyaan kepada penyaji.
Hasil : Semua sasaran hadir dalam acara penyuluhan. Penyuluhaan
berlangsung baik.

I. Daftar Pustaka
Llewellyn. Jones, Derek. 2002. Dasar-dasar Observasi dan Ginekologi Edisi 6.
Jakarta: Hipokrates
Mansjoer, A. 2001. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Aesculapius
Saifuddin. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta: YBPSP
______. 2009. Ilmu Kebidanan. Jakarta: YBPSP

MATERI MIOMA UTERI


A. Pengertian
Mioma Uteri adalah neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus
dan jaringan ikat yang menumpanginya sehingga dalam kepustakaan disebut
juga leiomioma, fibromioma, atau fibroid (Saifuddin, 2005). Mioma merupakan
tumor yang paling umum pada traktus genitalis. Mioma terdiri atas serabut-
serabut otot polos yang diselingi dengan untaian jaringan ikat, dan dikelilingi
kapsul yang tipis (Liewellyn, 2001).
B. Penyebab
Menurut Saifuddin (2005), walaupun mioma uteri ditemukan terjadi tanpa
penyebab yang pasti, namun dari hasil penelitian Miller dan Lipschlutz
dikatakan bahwa mioma uteri terjadi tergantung pada sel-sel otot imatur yang
terdapat pada Cell Nest yang selanjutnya dapat dirangsang terus menerus
oleh hormon estrogen. Namun demikian, beberapa faktor yang dapat menjadi
faktor pendukung terjadinya mioma adalah: wanita usia 35-45 tahun, hamil
pada usia muda, genetik, zat karsinogenik, sedangkan yang menjadi faktor
pencetus dari terjadinya mioma uteri adalah adanya sel yang imatur.
Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti mioma uteri dan diduga
merupakan penyakit multifaktorial. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
tumor, di samping faktor predisposisi genetik, adalah estrogen, progesteron
dan human growth hormone.
1. Estrogen
Mioma uteri dijumpai setelah menarche. Seringkali terdapat pertumbuhan
tumor yang cepat selama kehamilan dan terapi estrogen eksogen. Mioma
uteri akan mengecil pada saat menopause dan pengangkatan ovarium.
Adanya hubungan dengan kelainan lainnya yang tergantung estrogen seperti
endometriosis (50%), perubahan fibrosistik dari payudara (14,8%),
adenomyosis (16,5%) dan hiperplasia endometrium (9,3%). Mioma uteri
banyak ditemukan bersamaan dengan anovulasi ovarium dan wanita dengan
sterilitas.
2. Progesteron
Progesteron merupakan antagonis natural dari estrogen. Progesteron
menghambat pertumbuhan tumor dengan dua cara yaitu: mengaktifkan 17B
hidroxydesidrogenase dan menurunkan jumlah reseptor estrogen pada tumor.
3. Hormon Pertumbuhan
Level hormon pertumbuhan menurun selama kehamilan, tetapi hormone yang
mempunyai struktur dan aktivitas biologik serupa yaitu HPL, terlihat pada
periode ini, memberi kesan bahwa pertumbuhan yang cepat dari leiomioma
selama kehamilan mungkin merupakan hasil dari aksi sinergistik antara HPL
dan Estrogen.
Faktor predisposisi terjadinya mioma uteri, yaitu:
a) Umur
Mioma Uteri jarang terjadi pada usia kurang dari 20 tahun, ditemukan sekitar
10% pada wanita berusia lebih dari 40 tahun. Tumor ini paling sering
memberikan gejala klinis antara 35 45 tahun.
b) Paritas
Lebih sering terjadi pada nulipara atau pada wanita yang relatif infertil, tetapi
sampai saat ini belum diketahui apakah infertilitas menyebabkan mioma uteri
atau sebaliknya mioma uteri yang menyebabkan infertilitas, atau apakah
kedua keadaan ini saling mempengaruhi.
c) Faktor ras dan genetik
Pada wanita ras tertentu, khususnya wanita berkulit hitam, angka kejadian
mioma uteri tinggi. Terlepas dari faktor ras, kejadian tumor ini tinggi pada
wanita dengan riwayat keluarga, ada yang menderita mioma.
d) Fungsi ovarium
Diperkirakan ada korelasi antara hormon estrogen dengan pertumbuhan
mioma, dimana mioma uteri muncul setelah menarche, berkembang setelah
kehamilan dan mengalami regresi setelah menopause.
e) Berat badan
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa resiko mioma meningkat pada wanita
yang memiliki berat badan lebih atau obesitas berdasarkan indeks massa
tubuh. Diet dan lemak tubuh juga berpengaruh terhadap resiko terjadinya
mioma.
C. Tanda dan Gejala
Faktor yang mempengaruhi timbulnya gejala klinik meliputi besarnya mioma
uteri, lokasi, dan perubahan pada mioma uteri.
Gejala klinik terjadi hanya pada sekitar 35 % 50% dari pasien yang terkena.
Adapun gejala klinik yang dapat timbul pada mioma uteri:
1. Perdarahan abnormal
Merupakan gejala klinik yang sering ditemukan (30%). Bentuk perdarahan
yang ditemukan berupa menoragi, metroragi, dan hipermenorrhea.
Perdarahan dapat menyebabkan anemia defisiensi Fe. Beberapa faktor yang
menjadi penyebab perdarahan ini, antara lain adalah:
a) Pengaruh ovarium sehingga terjadilah hiperplasia endometrium sampai
adenokarsinoma endometrium.
b) Permukaan endometrium yang lebih luas dari pada biasanya yang
menyebabkan gangguan kontraksi otot rahim, distorsi dan kongesti dari
pembuluh darah di sekitarnya dan ulserasi dari lapisan endometrium.
c) Atrofi endometrium di atas mioma submukosum.
d) Miometrium tidak dapat berkontraksi optimal karena adanya sarang mioma
diantara serabut miometrium, sehingga tidak dapat menjepit pembuluh darah
yang melaluinya dengan baik.
2. Penekanan rahim yang membesar:
a) Terasa berat di abdomen bagian bawah.
b) Gejala traktus urinarius
Pada kandung kemih akan menyebabkan poliuri, pada uretra dapat
menyebabkan retensio urine, pada ureter dapat menyebabkan hidroureter
dan hidronefrosis.
c) Gejala intestinal
Konstipasi dan obstruksi intestinal.
d) Terasa nyeri karena tertekannya saraf.
3. Nyeri, dapat disebabkan oleh:
a) Penekanan saraf.
b) Torsi bertangkai.
c) Submukosa mioma terlahir.
d) Infeksi pada mioma.
4. Infertilitas
Akibat penekanan saluran tuba oleh mioma yang berlokasi di kornu.
Perdarahan kontinyu pada pasien dengan mioma submukosa dapat
menghalangi implantasi. Terdapat peningkatan insiden abortus dan kelahiran
prematur pada pasien dengan mioma intramural dan submukosa.
5. Kongesti vena, disebabkan oleh kompresi tumor pada pembuluh darah dan
pembuluh limfa menyebabkan edema ekstremitas bawah, hemorrhoid, nyeri
dan dyspareunia
6. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan kehamilan
7. Abortus spontan
Mioma submukosum memudahkan terjadinya abortus karena distorsi rongga
uterus.
Adanya mioma tidak selalu memberikan gejala karena itu mioma sering
ditemukan tanpa disengaja, yaitu pada saat pemeriksaan ginekologik. Gejala
yang ditemukan sangat tergantung pada tempat sarang mioma itu berada,
besarnya tumor, perubahan dan komplikasi yang terjadi. (Saifuddin, 2005).
D. Diagnosis
Pemeriksaan abdomen dan vagina mungkin menunjukkan uterus yang
menonjol atau pembesaran uterus yang licin. Kalau serviks digerakkan,
seluruh massa yang padat bergerak. Pada beberapa kasus diagnosis jelas,
pada kasus yang lain pembesaran yang licin mungkin disebabkan oleh
kehamilan atau massa ovarium. Pemeriksaan ultrasound pelvic dapat
menegakkan diagnosis (Liewellyn, 2001).
Dapat ditegakkan dengan:
1. Anamnesis
Dari proses tanya jawab dokter dan pasien dapat ditemukan penderita
seringkali mengeluh rasa berat dan adanya benjolan pada perut bagian
bawah, kadang mempunyai gangguan haid dan ada nyeri.
2. Pemeriksaan fisik
a) Mioma uteri mudah ditemukan melalui pemeriksaan bimanual rutin uterus.
b) Diagnosis mioma uteri menjadi jelas bila dijumpai gangguan kontur uterus
oleh salah satu atau lebih massa yang lebih licin, tetapi sering sulit untuk
memastikan bahwa massa seperti ini adalah bagian dari uterus
(biomolekuler).
c) Palpasi abdomen didapatkan tumor di abdomen bagian bawah
d) Pemeriksaan ginekologi dengan pemeriksaan bimanual didapatkan tumor
tersebut menyatu dengan rahim atau mengisi kavum dauglas
e) Konsistensi padat, kenyal, mobil, permukaan tumor umumnya rata
3. Pemeriksaan penunjang
a) Ultra Sonografi (USG): untuk menentukan jenis tumor, lokasi mioma,
ketebalan endometrium dan keadaan adnexa dalam rongga pelvis.
Ultrasonografi transabdominal dan transvaginal bermanfaat dalam
menetapkan adanya mioma uteri. Ultrasonografi transvaginal terutama
bermanfaat pada uterus yang kecil. Uterus atau masa yang paling besar baik
diobservasi melalui ultrasonografi transabdominal
b) Magnetic Resonance Imagine (MRI): sangat akurat dalam menggambarkan
jumlah, ukuran, dan lokasi mioma tetapi jarng diperlukan. Pada MRI, mioma
tampak sebagai masa gelap berbatas tegas dan dapat dibedakan dari
miometrium normal. MRI dapat mendeteksi lesi sekecil 3 mm yang dapat
dilokalisasi dengan jelas, termasuk mioma submukosa. MRI dapat menjadi
alternatif ultrasonografi pada kasus-kasus yang tidak dapat disimpulkan.
c) Biopsi : untuk mengetahui adanya keganasan
d) Dilatasi serviks dan kuretase akan mendeteksi adanya fibroid subserous
dan mendeteksi keganasan (Saifuddin, 2009).
E. Penatalaksanaan
Penanganan yang dapat dilakukan ada dua macam yaitu penanganan secara
konservatif dan penanganan secara operatif.
1. Penanganan konservatif sebagai berikut:
a) Observasi dengan pemeriksaan pelvis secara periodik setiap 3-6 bulan.
b) Bila anemia, Hb < 8 g% transfusi PRC
c) Pemberian zat besi
2. Penanganan operatif, bila :
a) Ukuran tumor lebih besar dari ukuran uterus 12-14 minggu
b) Pertumbuhan tumor cepat.
c) Mioma subserosa bertangkai dan torsi.
d) Bila dapat menjadi penyulit pada kehamilan berikutnya.
e) Hipermenorea pada mioma submukosa.
f) Penekanan pada organ sekitarnya.
Menurut Llewellyn (2001), jenis operasi yang dilakukan dapat berupa:
1. Enukleasi Mioma
Dilakukan pada penderita infertil atau yang masih menginginkan anak atau
mempertahankan uterus demi kelangsungan fertilitas. Sejauh ini tampaknya
aman, efektif, dan masih menjadi pilihan terbaik. Enukleasi sebaiknya tidak
dilakukan bila ada kemungkinan terjadinya karsinoma endometrium atau
sarkoma uterus, juga dihindari pada masa kehamilan. Tindakan ini
seharusnya dibatasi pada tumor dengan tangkai dan jelas yang dengan
mudah dapat dijepit dan diikat. Bila miomektomi menyebabkan cacat yang
menembus atau sangat berdekatan dengan endometrium, kehamilan
berikutnya harus dilahirkan dengan seksio sesarea.
2. Histerektomi
Dilakukan bila pasien tidak menginginkan anak lagi, dan pada penderita yang
memiliki leiomioma yang simptomatik atau yang sudah bergejala dengan
mempertimbangkan usia, ukuran cukup besar, fungsi reproduksi.
3. Miomektomi
Miomektomi adalah pengambilan mioma saja tanpa pengangkatan uterus.
Apabila wanita sudah dilakukan miomektomi kemungkinan dapat hamil sekitar
3050%. Dan perlu disadari oleh penderita bahwa setelah dilakukan
miomektomi harus dilanjutkan histerektomi. Lama perawatan1 hari pasca
diagnosa keperawatan dan 7 hari pasca histerektomi/miomektomi. Masa
pemulihan 2 minggu pasca diagnosa perawatan dan 6 minggu pasca
histerektomi/miomektomi.
4. Penanganan radioterapi
Tindakan ini bertujuan agar ovarium tidak berfungsi lagi sehingga penderita
mengalami menopause radioterapi ini umumnya hanya dikerjakan kalau
terdapat kontrak indikasi untuk tindakan operatif akhir-akhir ini kontrak indikasi
tersebut makin berkurang. Radioterapi hendaknya hanya dikerjakan apabila
tidak ada keganasan pada uterus.
a) Hanya dilakukan pada pasien yang tidak dapat dioperasi (bad risk patient).
b) Tidak disertai radang pelvis atau penekanan pada rektum.
c) Tidak dilakukan pada wanita muda, sebab dapat menyebabkan
menopause. Maksud dari radioterapi adalah untuk menghentikan perdarahan.
F. Komplikasi
Menurut Mansjoer (2001), berikut merupakan komplikasi mioma uteri:
1. Perdarahan sampai terjadi anemia.
2. Torsi tangkai mioma dari:
a) Mioma uteri subserosa.
b) Mioma uteri submukosa.
3. Nekrosis dan infeksi, setelah torsi dapat terjadi nekrosis dan infeksi.
4. Pengaruh timbal balik mioma dan kehamilan.
a) Pengaruh mioma terhadap kehamilan.
(1) Infertilitas
(2) Abortus
(3) Persalinan prematuritas dan kelainan letak
(4) Inersia uteri
(5) Gangguan jalan persalinan
(6) Perdarahan post partum
(7) Retensi plasenta.
b) Pengaruh kehamilan terhadap mioma uteri
(1) Mioma cepat membesar karena rangsangan estrogen
(2) Kemungkinan torsi mioma uteri bertangkai
Menurut Saifuddin (2005), komplikasi mioma uteri antara lain:
1. Degenerasi Ganas
Mioma uteri yang menjadi leiomiosarcoma ditemukan hanya 0,32 0,6% dari
seluruh mioma, serta merupakan 50 75% dari semua sarcoma uterus.
Keganasan umumnya baru ditemukan pada pemeriksaan histology uterus
yang telah diangkat. Kecurigaan akan keganasan apabila mioma cepat
membesar dan apabila pembesaran terjadi pada masa menopause.
2. Torsi (Putaran Tangkai)
Sarang mioma yang bertangkai dapat mengalami torsi, timbul gangguan
sirkulasi akut sehingga mengalami nekrosis. Dengan demikian terjadi sindrom
abdomen akut.
3. Anemia
Terjadi apabila penderita mengalami perdarahan yang banyak.
Share:
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook

Related Posts:

SAP Kista

SAP Mioma Uteri

SAP P4K

SAP KB Pascasalin

SAP Imunisasi
Newer PostOlder Post Home

0 comments:
Post a Comment
FOLLOW US

IKLAN
Find me via Instagram @bandana.shahana
ABOUT ME

anindya nino roshiha


View my complete profile
POPULAR POSTS

Bingung Cara Hitung SKP Bidan?


Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas dengan Pre Eklampsia Berat
Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil dengan Komplikasi HELLP
Syndrome
Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil dengan HIV / AIDS

RECENT POSTS

CATEGORIES

Asuhan Kebidanan
Asuhan Keperawatan
Bidan PTT
IDAI
Imunisasi
Info Bidan
Jurnal
Konsep Dasar
KTI
Laporan Pendahuluan
MEA
SAP
SIB
SKP
Skripsi
STR
Video Bidan

PAGES

Home
Sitemap

BLOG ARCHIVE

2016 (49)
o 08/21 - 08/28 (1)
o 05/22 - 05/29 (1)
o 05/08 - 05/15 (1)
o 04/24 - 05/01 (1)
o 04/17 - 04/24 (1)
o 03/27 - 04/03 (3)
o 03/20 - 03/27 (4)
o 03/13 - 03/20 (19)
o 03/06 - 03/13 (18)
Asuhan Kebidanan pada Wanita Reproduksi dengan Kis...
Asuhan Keperawatan pada Bayi dengan Ikterus Neonat...
Asuhan Kebidanan pada Bayi Baru Lahir
Asuhan Kebidanan pada Ibu Bersalin Fisiologis
Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil dengan HIV / AIDS
Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil Fisiologis
Asuhan Kebidanan pada Ibu dengan KB IUD
Asuhan Keperawatan pada Bayi dengah Hirschprung
Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas dengan Pre Eklamps...
SAP Prolapsus Uteri
SAP Mioma Uteri
SAP Kista
SAP Kanker Serviks
SAP P4K
SAP Senam Hamil
SAP KB Pascasalin
SAP Imunisasi
SAP ASI Eksklusif

SAMPLE TEXT
Copyright 2017 Bidan Vaganza | Powered by Blogger
Design by Theme Junkie | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com