Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA

PEWARISAN SIFAT YANG DIKENDALIKAN OLEH


GEN MAJEMUK
Ismail Fadlurrohman1

Jl.A.H Nasution No.105, Cipadung, Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat.

Jurusan Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati, Bandung 40614

e-mail: 1ismailfadlurrohman665@gmail.com;

ABSTRAK

Telah diketahui bahwa sifat dikendalikan oleh sepasang alel pada satu lokus gen.
Namun pada kenyataannya banyak sifat yang dikendalikan oleh lebih dari satu gen pada
lokus yang berbeda dalam kromosom yang berlainan. Fenomena ini dinamakan poligen atau
gen majemuk.. Peneitian kali ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola dan jumlah sulur jari
tangan lalu menghitung dan menginterpretasi nilai X2 untuk menguji data populasi
mahasiswa sekelas, baik tentang pola sulur maupun jumlah sulur pada jari tangan.
Berdasarkan hasil secara umum. Pola sulur memiliki berbagai macam tipe yakni Arch, Loop
dan Whorl. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kelas A/semester 6 yang berjumlah
43 orang. Yang terdiri dari 14 mahasiswa dan 29 mahasiswi. Proses pengambilan sidik jari
dengan cara penempelan jari tangan dan telapak tangan pada bantalan stempel yang telah
diberi tinta terlebih dahulu lalu dicetak di kertas HVS, kemudian di analisis dengan
menggunakan Uji Chi-Square untuk mengetahui pola pada ujung jari tangan dan
menghitung nilai X2 pada taraf signifikansi 5%. Kesimpulan akhir dari penelitian ini Terjadi
penyimpangan yang signifikan pada data kelas.

Kata Kunci : Gen, Pola, Sulur, Arch, Loop, Whorl, Nilai X2, Jumlah rigi,.
PENDAHULUAN

Telah diketahui bahwa sifat dikendalikan oleh sepasang alel pada satu lokus gen.
Namun pada kenyataannya banyak sifat yang dikendalikan oleh lebih dari satu gen pada
lokus yang berbeda dalam kromosom yang berlainan. Fenomena ini dinamakan poligen atau
gen majemuk. Contoh fenotip pada manusia yang dikendalikan secara poligenik adalh
pigmentasi kulit, tinggi badan dan jumlah rigi dermal (Milla. 2017: 30).

Setiap individu memiliki keunikan masing-masing sehingga dapat terpisahkan dari


individu lainnya. Keunikan yang paling terlihat secara fisik adalah pola yang ada pada area
tangan, baik pada bagian distal ataupun proksimal. Lapisan kulit yang melapisi telapak
tangan dan telapak kaki memiliki pola yang disebut dengan dermatoglifi (Iriane, et al., 2003).

Sidik jari adalah lekukan yang ditimbulkan oleh garis-garis parallel yang membentuk
pola pada phalanx distal dan palmar (Abdussalam & Desasfuryanto, 2014). Pola tersebut
terbentuk pada saat bayi masih berada di dalam kandungan. Pola pada tangan atau sidik jari
terbentuk secara sempurna pada minggu ke-17 masa kehamilan dan tidak akan berubah
selama hidup (Siti. Farha. 2015: 42-52).

Sidik jari bersifat genetik, meskipun juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan pada
trimester pertama kehamilan. Pembentukannya terjadi selama fase embrio dan tidak pernah
berubah dalam hidup kecuali diubah secara kebetulan akibat luka-luka, terbakar, penyakit
atau penyebab lain yang tidak wajar. Sidik jari dapat digunakan untuk mengidentifikasi
orang-orang dengan predisposisi genetik untuk perkembangan penyakit tertentu. Analisis pola
dermatoglifi bisa dilakukan secara kualitatif, misalnya untuk mengetahui pola garis arch (A),
loop (L), dan whorl (W) pada ujung jari tangan dengan rata-rata frekuensinya adalah 5
persen, 70 persen dan 25 persen dan secara kuantitatif untuk menghitung jumlah garis pada
ujung jari tangan yang rata-rata jumlahnya adalah 12-14 garis serta mengukur sudut atd pada
telapak tangan yang rata-rata berkisar 45o (Ahmad, I and I. Yasin. 2010: 107-110).

Epidermis dari permukaan palmar dan plantar tangan manusia dan kaki ditutupi dengan
kulit yang berbeda dari kulit bagian lain dari tubuh, fitur-fitur yang ditemukan menjadi
variabel permanen dan diwarisi, untuk sifat-sifat luar biasa mereka memainkan peran yang
sangat penting dan dalam identifikasi pribadi, kejahatan deteksi, diagnosis kembar, variasi ras
dan menerapkan nilai-nilai dalam berbagai penyakit dan sindrom. Fitur-fitur dari dermatoglifi
terbentuk selama minggu ketiga belas fase embrio tumbuh dan tetap tidak berubah setelah
sepanjang kehidupan seseorang kecuali dimensi yang berkaitan dengan pertumbuhan tubuh
(Tiur. Dermawati. 2015: 297-304).

Pola palmar dapat menentukan identitas secara pasti oleh karena sifat kekhususannya
yakni pada setiap orang akan berbeda walaupun pada kasus kembar satu telur (Idries &
Tjiptomarnoto, 2013). Sidik jari hanya akan rusak dikarenakan trauma berat (Triwani, 2003)
sehingga pola tidak dapat terbentuk kembali. Kelainan genetik juga dapat menyebabkan pola
sidik jari tidak pernah terbentuk pada individu (Triwani, 2003: 1-8).

Pola ridge pada permukaan volar terbentuk dari orifisium kelenjar keringat yang
berukuran rata-rata 1 milimeter. Sidik jari tampak pertama pada minggu ke-14 kehamilan dan
berkembang ketika bulan ketiga kehamilan. Lingkungan fetus terbukti berpengaruh pada pola
sidik jari (Okajima, 1975: 243-250). Hal itu terbukti dengan adanya perbedaan pola sidik jari
tangan kanan dan tangan kiri dan pada orang kembar hanya ada sedikit perbedaan. Modifikasi
lingkungan fetal dapat diinduksi substansi-substansi teratogenik. Walaupun ketika dilihat
secara mendetail pola sidik jari manusia satu berbeda dengan yang lain namun pola skala
besarnya memiliki beberapa persamaan dan dapat diidentifikasi dengan mudah. Berdasarkan
klasifikasi, pola sidik jari dapat dinyatakan secara umum ke dalam bentuk arch (garis
melengkung), loop (garis melingkar), dan whorl (garis memutar). Beberapa keganjilan dan
lipatan fleksi pada sidik jari ditemukan dalam berbagai sindrom klinik yang disebabkan
karena abnormalitas genetik dan obat-obatan teratogenik (Naffah, 1977: 681-692).

Untuk mendapatkan jumlah perhitungan rigi maka rigi dari semua jari dijumlahkan,
hal ini disebut dengan Total Finger Ridge Count. Pada perempuan jumlah rigi rata-rata 127
sedangkan pada laki-laki 144 (Suryo. 1986)
(Naffah, 1977: 681-692).

BAHAN DAN METODE


Penelitian ini bersifat observatif karena dilakukan dengan mengamati pola sulur jari dan
dan jumlah rigi pada jari tangan yang ada pada kelompok dan kelas. Penelitian dilakukan
dengan cara mengamati berbagai macam pola sulur. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh Kelas A/semester 6 yang berjumlah 43 orang. Yang terdiri dari 14 mahasiswa dan 29
mahasiswi. Percobaan pertama adalah Menentukan pola sulur jari. Sedangkan percobaan
kedua perhitungan jumlah sulur atau jumlah rigi pada jari tangan. Proses pengambilan sidik
jari dengan cara penempelan jari tangan dan telapak tangan pada bantalan stempel yang telah
diberi tinta terlebih dahulu lalu dicetak di kertas HVS, kemudian di analisis dengan
menggunakan Uji Chi-Square untuk mengetahui pola pada ujung jari tangan dan menghitung
nilai X2 pada taraf signifikansi 5%. Untuk menguji data populasi mahasiswa sekelas, baik
pada pola sulur maupun jumlah sulur pada jari tangan.

HASIL PENGAMATAN

Tabel 1. Hasil Pengamatan Pola Sulur Jari (Kelompok 3)

Nama
Jari Kelingkin
Mahasisw Ibu Jari Telunjuk Jari Manis
Tengah g
a
Tangan
Loop Whorl Whorl Loop Whorl
Kanan
Ayu Z
Tangan
Loop Whorl Loop Loop Loop
Kiri
Ismail Tangan Whorl Loop Loop Loop Loop
Kanan
Tangan
Whorl Loop Loop Loop Loop
Kiri
Tangan
Loop Whorl Loop Whorl Loop
Kanan
Ai
Tangan
Loop Whorl Loop Whorl Loop
Kiri
Tangan
Whorl Loop Whorl Loop Whorl
Kanan
Fatih
Tangan
Loop Loop Loop Loop Loop
Kiri
Tangan
Whorl Loop Loop Whorl Loop
Kanan
Ahmad R
Tangan
Loop Loop Loop Loop Loop
Kiri

Tabel 2. Pola sulur untuk setiap kelompok.

No. Jumlah sulur tiap pola


Arch Loop Whorl Jumlah Keterangan
Kelompok
1 11 35 14 60 6 orang
2 1 35 14 50 5 orang
3 - 35 15 50 5 orang
4 - 40 20 60 6 orang
5 4 35 21 60 6 orang
6 8 13 29 40 5 orang
7 4 39 7 50 5 orang
8 3 35 12 50 5 orang
Jumlah 31 267 132 430 43 orang

Tabel 3. Pengujian X2 Data Kelas.

Keterangan Arch Loop Whorl Jumlah


31 267 132
430 x100%= 430 x100%= 430 x100%=
O 100%
7,21% 62,09% 30,70%
E 5% 70% 25% 100%
d 7,21%-5%= 2,21% 62,09%-70%= -7,91% 30,70%-25%= 5,7% 0%
d2 4,88 62,57 32,49 100
d2/E 4,88/5= 0,976 62,57/70= 0,893 32,49/25= 1,299 3,159
db = n-1
= 3-1

=2

Xhitung = 3,159 < Xtabel = 5,491

diterima

Tabel 4. Jumlah Rigi Jari Tangan Mahasiswa/Mahasiswi.


Keteranga Ibu jari Telunjuk Jari tengah Jari manis Kelingking
Nama (Jumlah)
n
A L W A L W A L W A L W A L W
Tangan 3 2 2 2 1
- - - - - - - - - -
Kanan 3 8 3 2 8
Ayu Z. 240
Tangan 2 2 2 2 1
- - - - - - - - - -
Kiri 8 7 2 0 9
Tangan 3 2 1 1 2
- - - - - - - - - -
Kanan 0 0 8 8 0
Ismail 207
Tangan 2 1 1 2 1
- - - - - - - - - -
Kiri 3 8 8 3 9
Tangan 3 2 3 2 2
- - - - - - - - - -
Kanan 3 9 3 6 5
Ai 300
Tangan 2 2 3 3 4
- - - - - - - - - -
Kiri 6 5 2 0 1
Tangan 3 3 2 2 3
- - - - - - - - - -
Fatihatunnis Kanan 5 2 7 4 2
300
a Tangan 3 3 2 2 2
- - - - - - - - - -
Kiri 8 0 7 8 7
Tangan 1 1 1 1 1
- - - - - - - - - -
Kanan 3 9 6 7 6
Ahmad R. 159
Tangan 1 1 1 1 1
- - - - - - - - - -
Kiri 7 4 6 7 4

Tabel 5. Data Kelas Jumlah Rigi Tangan.

Jumlah Rigi
No. Kelompok
Mahasiswa Mahasiswi
1 182 475
2 387 344
3 366 840
4 237 529
5 363 718
6 167 517
7 170 490
8 137 553
Jumlah 2009 4466
Rata-rata 251,125 558,25

Tabel 6. Uji X2.

Jumlah Rigi
Keterangan
Mahasiswa Mahasiswi
O 2.009 4466
E 14x144= 2.016 29x127= 3683
d-1/2 (2.009 2.016) - 0,5= -7,5 (4466 3.683) 0,5= 782,5
(d-1/2)2 (-7,5 - 0,5)2= 732.736 (782,5 - 0,5)2= 611.524
(d-1/2)2/E 363,46 166,03
Jumlah X2 = 363,46+166,03= 529,49

Diskusi :

I. Penentuan Sidik Jari


Pertanyaan :
1. Samakah pola sulur jari tangan Saudara yang kanan dengan yang kiri? Manakah pola
yang terbanyak?
2. Pola mana yang terbanyak dari kelas Saudara dan berapa masing-masing
frekuensinya?
3. Setelah diuji dengan X2, apakah besar penyimpangan pada data kelas dapat
diabaikan (tidak signifikan)? Apabila penyimpangan tersebut signifikan, kemukakan
penyebabnya!
Jawab
1. Tidak sama, pola terbanyak yaitu radial loop
2. Pola terbanyak yaitu radial loop. Dengan frekuensi radial loop = 267, whorl = 132
dan arch = 31
3. Terjadi penyimpangan yang signifikan, karena X2 hitung < X2 tabel, yang artinya
H0 diterima dan berdistribusi normal
II. Penghitungan Sidik Jari Tangan
Pertanyaan
1. Berapa jumlah total sulur rata-rata mahasiswa dan mahasiswi sekelas?
2. Setelah diuji dengan X2, apakah besar penyimpangan pada data kelas dapat
diabaikan (tidak signifikan)? Apabila penyimpangan tersebut signifikan,
kemukakan penyebabnya!
Jawab
1. Rata-rata sulur mahasiswa : 251,125
Rata-rata sulur mahasiswi : 558,25
2. Penyimpangan yang terjadi sangat signifikan, yaitu berdasarkan uji X2 total
363,46+166,03= 529,49, dengan deviasi 775. Sehingga tidak dapat diabaikan.
Penyimpangan tersebut dapat terjadi karena keditaktelitian mahasiswa dalam
mengamati jumlah rigi pada jari tangannya. Dan kesalahan dalam penghitungan
jumlah rigi dari tiap triradius ke pusat. Terutama jenis Arch yang hasilnya 0, tapi
masih ada yang mencantumkan jumlah rigidnya.

PEMBAHASAN

Praktikum genetika ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi pola dan jumlah sulur
jari tangan lalu menghitung dan menginterpretasi nilai X2 untuk menguji data populasi
mahasiswa sekelas, baik tentang pola sulur maupun jumlah sulur pada jari tangan.

Dari hasil pengamatan terdapat kelompok 3 dan kelas terdapat 3 pola sulur arch, loop
dan whorl dengan frekuensi 0, 36, 15. Dan pada data kelas 31, 267, 132 dengan jumlah 430
atau 43 orang yang menjadi data populasi dalam penelitian tersebut. Yang mana pola sulur
terbanyak pertama yakni pola loop, kedua whorl dan ketiga arch. Hal ini sesuai dengan
Analisis pola dermatoglifi bisa dilakukan secara kualitatif, misalnya untuk mengetahui pola
garis arch (A), loop (L), dan whorl (W) pada ujung jari tangan dengan rata-rata frekuensinya
adalah 5 persen, 70 persen dan 25 persen (Ahmad, I and I. Yasin. 2010: 107-110).
Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa tipe sulur terbanyak yaitu tipe loop. Pada
tipe loop ini terdapat satu triradius yang terdapat pada ujung jari.

Pada tipe whorl ditemukan dua triradius pada ujung jarinya. Sedangkan pada tipe arch
tidak ditemukan triradius. Setelah dilakukan pengujian X2 terhadap data kelas tersebut
didapatkan data bahwa tipe arch angka deviasinya 2,21%. Tipe loop deviasinya -7,91% dan
tipe whorl deviasinya yaitu 5,7%. Dan jumlah X 2 hitung data kelas tersebut yaitu 3,159 %.
Angka ini sangat signifikan dari yang diharapkan. Dan pada X 2 tabel sebesar 5,491 yang
mana Xhitung = 3,159 < Xtabel = 5,491 maka H0 diterima. Karena percobaan kali ini sesuai
tengan teori sebelumnya.

Pada hasil pengamatan mengenai jumlah rigi tangan. Berdasarkan data kelas mengenai
jumlah rigi diperoleh hasil rata-rata jumlah rigi dari 14 mahasiswa dalam satu kelas adalah
251,125, ini lebih besar dari jumlah ideal rigi untuk laki-laki yaitu 144. Sedangkan jumlah
rigi dari 29 mahasiswi dalam satu kelas adalah 558,25, juga sangat jauh dari jumlah ideal
yaitu 127 untuk jumlah rigi perempuan. Sehingga saat dilakuakn uji X2 pada mahasiswa
didapatkan 363,46. Angka tersebut masih tidak bisa diterima sehingga terjadi penyimpangan.
Hal yang sama terjadi pada jumlah rigi mahasiswi yaitu 166,03.

Berdasarkan penjumlahan hasil uji X2. Pada perhitungan jumlah sulur tidak Terjadi
penyimpangan yang signifikan, karena X2 hitung < X2 tabel, yang artinya H0 diterima dan
berdistribusi normal sehingga dapat diabaikan. Sedangkan pada penghitungan jumlah rigi
mahasiswa dan mahasiswi. Angka deviasi ini sangat signifikan, sehingga tidak bisa diterima.
Penyimpangan yang terjadi sangat signifikan, yaitu berdasarkan uji X 2 total 363,46+166,03=
529,49, dengan deviasi 775. Sehingga tidak dapat diabaikan. Penyimpangan tersebut dapat
terjadi karena keditaktelitian mahasiswa dalam mengamati jumlah rigi pada jari tangannya.
Dan kesalahan dalam penghitungan jumlah rigi dari tiap triradius ke pusat. Terutama jenis
Arch yang hasilnya 0, tapi masih ada yang mencantumkan jumlah rigidnya.

UCAPAN TERIMAKASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dosen dan Asisten dosen praktikum
Genetika di Fakultas MIPA Jurusan Pendidikan Biologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Juga ucapan terima kasih kepada seluruh mahasiswa pendidikan biologi VI/A dan khususnya
Kelompok 3 yang telah membantu dalam penulisan jurnal penelitian ini. Sehingga penelitian
tentang PEWARISAN SIFAT YANG DIKENDALIKAN OLEH GEN MAJEMUK dapat
dilakukan dengan lancar.

KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum pewarisan sifat yang dikendalikan oleh gen majemuk dapat
disimpulkan bahwa. Dari hasil pengamatan terdapat kelompok 3 dan kelas terdapat 3 pola
sulur arch, loop dan whorl dengan frekuensi 0, 36, 15. Dan pada data kelas 31, 267, 132
dengan jumlah 430 atau 43 orang yang menjadi data populasi dalam penelitian tersebut. Yang
mana pola sulur terbanyak pertama yakni pola loop, kedua whorl dan ketiga arch. Dan
Berdasarkan penjumlahan hasil uji X2. Pada perhitungan jumlah sulur tidak Terjadi
penyimpangan yang signifikan, karena X2 hitung < X2 tabel, yang artinya H0 diterima dan
berdistribusi normal sehingga dapat diabaikan. Sedangkan pada penghitungan jumlah rigi
mahasiswa dan mahasiswi. Angka deviasi ini sangat signifikan, sehingga tidak bisa diterima.
Penyimpangan yang terjadi sangat signifikan, yaitu berdasarkan uji X 2 total 363,46+166,03=
529,49, dengan deviasi 775. Sehingga tidak dapat diabaikan. Penyimpangan tersebut dapat
terjadi karena keditaktelitian mahasiswa dalam mengamati jumlah rigi pada jari tangannya.
Dan kesalahan dalam penghitungan jumlah rigi dari tiap triradius ke pusat. Terutama jenis
Arch yang hasilnya 0, tapi masih ada yang mencantumkan jumlah rigidnya.

DAFTAR PUSTAKA
Abdussalam & Desasfuryanto, A., (2014). Buku pintar forensik (pembuktian ilmiah). Jakarta:
PTIK Press.
Ahmad, I and I. Yasin. 2010. Dermatoglyphic pattern study. A.P.M.C 2, Vol 4(2): hal 107-110.
Iriane, V. M., Sanjoto, P. & Loekito, R.M., (2003). Perbedaan bentuk lukisan sidik jari, ridge
count, pola palmar dan sudut A-T-D antara orang tua anak sumbing dengan orang tua
anak normal di Timor Tengah selatan, Nusa Tenggara Timur. Majalah kedokteran
UNIBRAW, Volume xix, pp. 1-4.
Triwani, (2003). Pemeriksaan dermatoglifi sebagai alat identifikasi dan diagnosis. Jurnal
Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, pp.1-8.
Tiur. Dermawati. 2015. Hubungan Pola Dermatoglifi dengan Diabetes Mellitus Tipe II di
RSUP Dr. Mohammad Hoesin. JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN,
VOLUME 2, NO. 3, OKTOBER 2015: 297-304. Program Studi Ilmu Biomedik.
Fakultas Kedokteran. Universitas sriwijaya.
Suryo. 1986. Genetika Manusia. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.
Siti. Farha. 2015. Analisis Pola Palmar dan Sudut ATD Pada Telapak Tangan Sebagai
Alternatif Identifikasi Individu. Jurnal Universitas Airlangga. Vol.IV/No.1/Pebruari
2015, hal 52. Availabel at: journal.unair.ac.id/filerPDF/aun7b6b08b246full.pdf.
Mila. 2017. Pedoman Praktikum Genetika. Bandung: Tim Pengajar.
Naffah J. 1977. Dermatoglyphic analysis : anthropological and medical aspects. Bulletin of
The New York Academy of Medicine. Vol 53. No 8 : hal 681-692. French Faculty of
Medicine of Beirut.
Okajima. 1975. Development of Dermal Ridge in The Fetus. Journals of Medical Genetics.
(12) 243: hal 243-250. Download from http://jmg.bmj.com.