Anda di halaman 1dari 3

PENCABUTAN GIGI

No.Dokumen :
No.Revisi :
Tanggal Terbit :
SOP Halaman :

Kepala
UPT Puskesmas DTP Karangnunggal
UPT
PUSKESMAS DTP dr. H Syarhan, MM
KARANGNUNGGAL NIP.19691201 200212 1 004

dr. H Syarhan, MM
NIP.19691201 200212 1 004

A Pengertian Pencabutan gigi atau ekstrkasi gigi adalah : tindakan mengeluarkan gigI dari
soketnya dengan menggunakan ilfiltrasi anasthesi untuk pencabutan gigi atas dan
anterior bawah dan blok anasthesi untuk pencabutan gigi posterior bawah kecuali
radik atau sisa akar.

Sebagai acuan dalam melakukan pelayanan kesehatan gigi untuk melakukan


B Tujuan pencabutan pada gigi permanen yang sudah rusak berat dan tidak mungkin
dipertahankan lagi.

C Kebijakan
D Referensi 1 Permenkes No 5 Tahun 2014 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di
Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer.
2 Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer
Edisi Revisi Tahun 2014, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Jakarta 2014.

E Alat dan Bahan -

F Prosedur 1 Dokter gigi menanyakan dan mencatat indentitas pasien


- Nama
- Umur
- Alamat, dll
2 Dokter gigi menanyakan dan mencatat riwayat penyakit pasien dan riwayat
penyakit keluarga pasien
- Golongan darah
- Tekanan darah
- Diabetes
- Hemophilia
- dll
3 Dokter gigi Menanyakan keluhan utama pasien
- Menanyakan lokasi gigi yang akan di cabut
- Apakah pernah sakit
- Kapan sakitnya
4 Dokter gigi memakai alat pelindung diri seperti : handscun dan masker
5 Dokter gigi melakukan pemeriksaan intra oral pada gigi yang akan di cabut
dengan cara :
- Perkusi untuk
- Periksa jaringan sekitar gigi yang akan dicabut apakah ada infeksi atau abses
6 Dokter gigi meminta persetujuan pasien atau orang tua pasien dengan menanda
tanganan inform content untuk persetujuan tindakan pencabutan gigi
7 Perawat gigi mempersiapkan alat steril yang akan dipergunakan untuk
pencabutan gigi
- Kaca mulut
- Pinset
- Sonde
- ekscavator
- Bein
- Tang ekstraksi sesuai dengan gigi yang akan di cabut
- Crayer ( jika dirasa perlu )
8 Perawat gigi mempersiapkan bahan anasthesi yang akan digunakan
- Spuit
- Lidocain atau PHcain
9 Asepsis daerah yang akan di anasthesi
10 Infiltasi anasthesi dilakukan pada gigi rahang atas dan anterior rahang bawah
dengan cara menyuntikkan anasthetikum di bawah mukosa untuk melumpuhkan
sementara ujung saraf pada bagian bukal palatal untuk rahang atas dan bukal
lingual untuk anterior rahang bawah.
11 Blok anasthesi atau mandibular anasthesi yaitu memblokir ( melumpuhkan ) n.
Alveolaris inferior yang dicapai sebelum masuk ke kanalis mandibularis dan
akibat dari pemberian anasthetikum dari regio molar tiga sampai daerah
incisivus sentralis menjadi pati rasa.
12 Lepaskan gingival dari gigi dengan menggunakan sonde atau ekscavator
13 Longgarkan gigi dari alveolus dengan menggunakan bein
14 Apabila sudah luksasi, dilanjutkan dengan menggunakan tang. Gerakan rotasi
pada gigi dengan akar tunggal dan gerakan bukal lingual / palatal pada gigi
dengan akar jamak.
15 Lakukan gerakan ekstaksi setelah gigi goyang
16 Setelah gigi keluar dari soket, letakkan tampon di atas soket gigi serta pasien
diminta untuk menggigit tampon
17 Instruksi pasca pencabutan kepada pasien :
- Gigit kapas selama kurang lebih 30 menit
- Jangan di isap isap bekas pencabutan
- Jangan makan dan minum yang terlalu panas
- Minumlah obat sesuai aturan
18. Resepkan obat antibiotic ( bila perlu ) dan analgetik

G Diagram Alir

H Hal-hal yang perlu


diperhatikan
I Unit Terkait 1 IGD dan Rawat Inap
2 Rawat Jalan
J Dokumen terkait Rekam Medis

K Rekaman Historis No Yang dirubah Isi Perubahan Tanggal Mulai


Perubahan diberlakukan